L.01004-Pola Napas

Written by

in

L.01004 — Pola Napas

Definisi

Inspirasi (menarik napas) dan/atau ekspirasi (menghembuskan napas) yang memberikan ventilasi adekuat (cukup untuk kebutuhan tubuh).

📖 Pola napas mencakup seberapa sering, seberapa dalam, dan seberapa teratur seseorang bernapas. Ventilasi yang adekuat berarti paru-paru mendapat cukup udara untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh.

Ekspektasi

Membaik

Kriteria Hasil

  • Ventilasi semenit — Jumlah udara yang masuk/keluar paru-paru per menit (frekuensi napas × volume udara per napas)
  • Kapasitas vital — Volume udara maksimum yang bisa dihembuskan setelah menarik napas penuh (normal: ±3–5 liter)
  • Kapasitas toraks anterior-posterior — Ukuran diameter dada dari depan ke belakang, mencerminkan kapasitas paru-paru
  • Tekanan ekspirasi — Kekuatan saat menghembuskan napas (normal: ±60–80 mmHg)
  • Tekanan inspirasi — Kekuatan saat menarik napas (normal: ±75–100 mmHg)
  • Dispnea — Sesak napas atau sulit bernapas
  • Penggunaan alat bantu napas — Apakah pasien membutuhkan oksigen tambahan, inhaler, atau ventilator
  • Pemanjangan fase ekspirasi — Waktu menghembuskan napas lebih lama dari normal, tanda penyumbatan saluran napas (misalnya asma/KOFA)
  • Ortopnea — Sesak napas yang memburuk saat berbaring, harus duduk untuk bernapas lega
  • Pernapasan pursed-lip — Bernapas dengan bibir mengerucut (seperti meniup lilin), teknik untuk memperlambat napas dan menjaga saluran napas tetap terbuka
  • Pernapasan cuping hidung — Cuping hidung melebar saat menarik napas, tanda usaha napas keras
  • Frekuensi napas — Jumlah napas per menit (normal: 12–20 kali/menit)
  • Kedalaman napas — Seberapa dalam udara masuk ke paru-paru (dangkal = tidak efektif)
  • Ekskursi dada — Seberapa jauh dada bergerak mengembang saat menarik napas (terbatas = paru-paru tidak optimal)

Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *