L.04034r — Keseimbangan Asam Basa
Definisi
Ekuilibrium antara ion hidrogen di ruang intraseluler (di dalam sel) dan ekstraseluler (di luar sel) tubuh.
📖 Keseimbangan asam-basa (pH) sangat penting untuk kelangsungan hidup sel. pH darah normal: 7,35–7,45. Jika terlalu asam (asidosis) atau terlalu basa (alkalosis), fungsi sel dan organ bisa terganggu parah.
Ekspektasi
Meningkat
Kriteria Hasil
- Tingkat kesadaran — Penurunan kesadaran bisa tanda gangguan pH yang parah
- Istirahat — Kemampuan beristirahat dengan nyaman
- Mual — Bisa tanda asidosis metabolic
- Kram otot — Kejang otot bisa tanda alkalosis atau gangguan elektrolit
- Kelemahan otot — Kekuatan otot berkurang karena pH tidak stabil
- Frekuensi napas — Napas cepat = kompensasi asidosis (membuang CO2); napas lambat = alkalosis
- Irama napas — Pola napas berubah sesuai gangguan pH
- pH arteri — Normal: 7,35–7,45. Kurang dari 7,35 = asidosis; lebih dari 7,45 = alkalosis
- PaCO2 — Tekanan parsial CO2 dalam darah (normal: 35–45 mmHg). Tinggi = asidosis respiratorik; rendah = alkalosis respiratorik
- HCO3 (bikarbonat) — Puffer alkali dalam darah (normal: 22–26 mEq/L). Rendah = asidosis metabolik; tinggi = alkalosis metabolik
- Base Excess (BE) — Selisih dari normal bikarbonat; negatif = asidosis; positif = alkalosis
- Saturasi oksigen — Persentase oksigen dalam darah
- Tekanan darah — Perubahan tekanan darah bisa menyertai gangguan pH
Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)