Blog

  • 1-09277 Dukungan tanggung jawab pada diri sendiri

    Dukungan tanggung jawab pada diri sendiri

    Tindakan

    TERAPEUTIK
    • Berikan kesempatan merasakan memiliki tanggung jawab.
    • Tingkatkan rasa tanggung jawab atas perilaku sendiri.
    • Hindari berdebat atau tawar-menawar tentang perannya di ruang perawatan.
    • Berikan penguatan dan umpan balik positif jika melaksanakan tanggung jawab atau mengubah perilaku.
    EDUKASI
    • Diskusikan tanggung jawab lerhadap profesi pemberi asuhan.
    • Diskusikan konsekuensi tidak melaksanakan tanggung jawab.
  • 1.13479 Dukungan Sumber Finansial

    Dukungan Sumber Finansial

    Dukungan Sumber Finansial – 1.13479

    Definisi : Memfasilitasi pengelolaan sumber keuangan secara tepat untuk mendukung perawatan dan kesehatan.

    Tindakan

    Observasi :

    • Identifikasi penggunaan sumber daya keuangan sesuai dengan sumber dana yang dimiliki
    • Identifikasi fasilitas yang dapat dipergunakan setelah pemulangan identifikasi efisiensi dan efektivitas penggunaan jaminan kesehatan

    Terapeutik :

    • Lakukan advokasi terkait pembiayaan sesuai dengan kebijakan institusi
    • Lakukan pencatatan setiap aktivitas pembiayaan
    • Fasilitasi keluarga mendiskusikan upaya memperoleh sumber pembiayaan

    Edukasi :

    • Jelaskan tujuan dan prosedur pengurusan penjaminan biaya (mis. BPJS. JKN)
    • Informasikan pembiayaan pelayanan perawatan
    • Informasikan jaminan yang dapat digunakan

     width=

  • 1.09276 Dukungan Spiritual

    1.09276 Dukungan Spiritual

    Dukungan Spiritual

    Dukungan Spiritual – 1.09276

    Definisi :

    • Memfasilitasi peningkatan perasaan seimbang dan terhubung dengan kekuatan yang lebih besar

    Tindakan

    Observasi :

    • Identifikasi perasaan khawatir, kesepian dan ketidakberdayaan
    • Identifikasi pandangan tentang hubungan antara spiritiual dan kesehatan
    • Identifikasi harapan dan kekuatan pasien
    • Identifikasi ketaatan dalam beragama

    Terapeutik :

    • Berikan kesempatan mengekspresikan perasaan tentang penyakit dan kematian Berikan kesempatan mengekspresikan dan meredakan marah secara tepat
    • Yakinkan bahwa perawat bersedia mendukung selama masa ketidakberdayaan
    • Sediakan privasi dan waktu tenang untuk aktivitas spiritual
    • Diskusikan keyakinan tentang makna dan tujuan hidup, jika perlu
    • Fasilitasi melakukan kegiatan ibadah

    Edukasi:

    • Anjurkan berinteraksi dengan keluarga, teman, dan/atau orang lain Anjurkan berpartisipasi dalam kelompok pendukung
    • Ajarkan metode relaksasi, meditasi, dan imajinasi terbimbing

    Kolaborasi :

    • Atur kunjungan dengan rohaniawan (mis. ustadz, pendeta, romo, biksu)

     width=

  • 1.10333Dukungan Sibling

    1.10333Dukungan Sibling

    Dukungan Sibling

    • Naskah: Dukungan Sibling (1.10333)

      Definisi: Memfasilitasi saudara kandung untuk beradaptasi dengan kondisi saudaranya yang sakit/kondisi kronis/berkebutuhan khusus.

      Tindakan:

      Observasi:

      • Identifikasi pemahaman sibling tentang kondisi saudaranya.

      Terapeutik:

      • Monitor respons sibling terhadap kesulitan adaptasi dengan kondisi saudaranya (mis. sensitif, menarik diri, stress).
      • Motivasi orang tua berbicara pada sibling tentang kondisi saudaranya secara jujur.
      • Libatkan orang tua saat memberikan informasi kondisi saudaranya.
      • Fasilitasi komunikasi antara sibling dan saudaranya.
      • Fasilitasi orang tua untuk menjenguk saudaranya yang dirawat.
      • Fasilitasi orang tua untuk mengatur kebutuhan sibling di rumah.
      • Fasilitasi sibling untuk melihat perbedaan dan kesamaan antara dirinya dan saudaranya.
      • Berikan kesempatan bertemu dengan sesama sibling yang memiliki masalah yang sama.
      • Berikan pujian jika telah berbesar hati, telah berkorban, atau telah membantu.
      • Komunikasikan kondisi sibling ke perawat sekolah dan guru untuk memberikan dukungan, jika perlu.

      Kolaborasi:

      • Fasilitasi sibling untuk berpartisipasi dalam perawatan dan pengambilan keputusan terkait saudaranya.
      • Rujuk ke konselor atau kelompok dukungan jika diperlukan.

     width=
     width=

  • 1.09275 Dukungan proses berduka : kematian perinatal

    1.09275 Dukungan proses berduka : kematian perinatal

    Dukungan proses berduka : kematian perinatal

    Istilah Kesehatan

    • Perinatal — Masa sekitar kelahiran bayi (28 minggu kehamilan hingga 7 hari setelah lahir)

    Dukungan Proses Berduka: Kematian Perinatal (1.09275)

    Definisi:

    Memfasilitasi proses berduka orang tua terhadap kematian perinatal.

    Tindakan:

    Observasi:

    • Identifikasi reaksi awal terhadap kematian bayi

    Terapeutik:

    • Lakukan kebiasaan kelahiran anak sesuai agama dan budaya (mis. mengazankan)
    • Berikan peralatan bayi termasuk catatan kelahiran anak (mis. stempel kaki dan tangan, foto, perlengkapan bayi)
    • Libatkan orang tua dalam penyelenggaraan jenazah bayi
    • Pindahkan bayi ke kamar jenazah
    • Persiapkan jenazah untuk dibawa oleh keluarga ke rumah duka
    • Diskusikan pengambilan keputusan yang diperlukan (mis. otopsi, konseling genetik)
    • Diskusikan karakteristik berduka normal dan abnormal, termasuk presipitasi perasaan

    Edukasi:

    • Informasikan bentuk bayi berdasarkan usia gestasi dan lamanya kematian
    • Informasikan kelompok pendukung yang ada, jika perlu
    • Anjurkan orang tua menggendong bayinya saat akan meninggal, jika perlu
    • Anjurkan keluarga melihat, menggendong dan bersama bayi selama yang diinginkan

    Kolaborasi:

    • Rujuk kepada tokoh agama (mis. ustadz, pendeta), pelayanan sosial dan konselor, jika perlu

     width=

  • 1.09274 Dukungan Proses Berduka

    1.09274 Dukungan Proses Berduka

    Dukungan Proses Berduka

    Istilah Kesehatan

    • Koping — Cara seseorang mengatasi masalah atau tekanan hidup

    Tindakan

    OBSERVASI
    • Identifikasi kehilangan yang dihadapi.
    • Identifikasi proses berduka yang dialami.
    • Identifikasi sifat keterikatan pada benda yang hilang atau orang yang meninggal.
    • Identifikasi reaksi awal terhadap kehilangan.
    EDUKASI
    • Jelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa sikap mengingkari, marah, tawar menawar, sepresi dan menerima adalah wajar dalam menghadapi kehilangan.
    • Anjurkan mengidentifikasi ketakutan terbesar pada kehilangan Anjurkan mengekspresikan perasaan tentang kehilangan.
    • Ajarkan melewati proses berduka secara bertahap.
  • 1.09273 Dukungan Perlindungan Penganiayaan Pasangan

    1.09273 Dukungan Perlindungan Penganiayaan Pasangan

    Dukungan Perlindungan Penganiayaan Pasangan

    Definisi

    Memfasilitasi pencegahan dan penanganan terjadinya bahaya fisik, seksual, emosional, dan eksploitasi dari pasangan rumah tangga.

    Tindakan

    OBSERVASI
    • Identifikasi faktor risiko terkait kekerasan dalam rumah tangga (mis. riwayat kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan, penolakan, kritik berlebihan, perasaan tidak berharga, kemiskinan, pengangguran, ketergantungan finansial, perselingkuhan).
    • Identifikasi riwayat kekerasan dalam rumah tangga (mis. banyak luka cedera, gejala somatik multipel, sakit perut kronis, sakit kepala kronis, nyeri panggul, kecemasan, depresi, sindrom stres pasca trauma, dan gangguan kejiwaan lainnya).
    • Identifikasi tanda dan gejala kekerasan fisik (mis. banyak luka dalam berbagai tahap penyembuhan; laserasi yang tidak dapat dijelaskan, memar, atau bekas luka, bekas pengikatan di pergelangan tangan atau kaki, memar pada lengan bawah; gigitan manusia) Identifikasi tanda dan gejala kekerasan seksual (mis. adanya air mani atau darah kering, luka pada genital luar, perubahan perilaku atau kesehatan dramatis tanpa diketahui etiologinya) identifikasi tanda dan gejala kekerasan emosional (mis. harga diri rendah, depresi, malu dan mengalah, perilaku terlalu hati-hati di sekitar pasangan)..
    • Identifikasi tanda dan gejala eksploitasi (mis. kebutuhan dasar tersedia tidak memadai padahal sumber memadai, perampasan barang-barang pribadi, hilangnya jaminan sosial yang tidak dapat dijelaskan, kurangnya pengetahuan tentang keuangan pribadi atau masalah hukum).
    • Identifikasi p penjelasan penyebab luka yang tidak konsisten.
    • Identifikasi kesesuaian antara jenis cedera dan gambaran penyebabnya.
    • Identifikasi pemanfaatan sumber daya masyarakat untuk pencegahan kekerasan Identifikasi interaksi pasangan (mis. catatan waktu dan lama kunjungan pasangan selama rawat inap, reaksi pasangan yang sedikit atau berlebihan Identifikasi adanya kepatuhan ekstrim pada pasangan seperti pasrah pada prosedur rumah sakit
      Identifikasi kemunduran progresif keadaan fisik dan emosional.
    • Identifikasi adanya kunjungan berulang ke klinik, ruang gawat darurat, atau medis karena masalah kecil.
    TERAPEUTIK
    • Lakukan wawancara dengan pasien atau orang lain yang mengetahui dugaan kekerasan tanpa dihadin pasangannya.
    • Dokumentasikan bukti kekerasan fisik atau seksual menggunakan alat perekam dan foto standar.
    • Dengarkan dengan baik saat mulai membicarakan masalahnya kekerasan.
    • Buat rencana untuk mencatat dimana diduga terjadi Tegaskan secara positif bahwa diri pasien berharga.
    • Dukung korban untuk mengambil tindakan dan melakukan perubahan unluk mencegah terjadi kekerasan lebih lanjut.
    • Fasilitasi pasien dan keluarga dalam mengembangkan strategi mengatasi stres Diskusikan dengan pasien dan keluarga untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan hubungan.
    • Buat rencana keselamatan yang digunakan jika terjadi kekerasan.
    • Laporkan situasi dimana diduga terjadi penganiayaan sesuai undang-uncang yang berlaku.
    EDUKASI
    • Anjurkan rawat inap untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, jika perlu.
    • Anjurkan mengekspresikan kekhawatiran dan perasaan termasuk ketakutan, rasa bersalah,
      rasa malu, dan menyalahkan diri sendiri Informasikan mengenai penampungan korban kekerasan dalam rumah tangga, jika perlu.
    • Kolaborasi – Rujuk pasien yang berisiko kekerasan atau mengalami kekerasan kepada spesialis dan/atau layanan yang sesuai (mis. ners spesialis komunitas, layanan hak asasi manusia,
      konseling, bantuan hukum).
  • 1.09272 Dukungan Perlindungan Penganiayaan Lansia

    1.09272 Dukungan Perlindungan Penganiayaan Lansia

    Dukungan Perlindungan Penganiayaan Lansia

    Istilah Kesehatan

    • Terapi — Pengobatan atau perawatan untuk menyembuhkan penyakit

    Definisi

    Memfasilitasi pencegahan dan penanganan terjadinya bahaya fisik, sensual, emosional, dan eksploitasi pada lanjut usia.

    Tindakan

    OBSERVASI
    • Identifikasi ketergantungan pada pemberi asuhan (mis. akibat gangguan status mental, keterbatasan sumber ekonomi, depresi).
    • Identifikasi situasi krisis keluarga yang memicu penganiayaan (mis. kemiskinan, pengangguran, perceraian).
    • Identifikasi pemberi asuhan yang menunjukkan gangguan kesehatan fisik atau mental.
    • Identifikasi tanda-tanda pelecehan fisik, seksual dan psikologis (mis. laserasi, memar, adanya air mani atau darah kering, harga diri rendah, depresi).
    • Identifikasi tanda-tanda eksploitasi (mis. pemenuhan kebutuhan dasar tidak sesuai dengan sumber yang memadai).
    • Identifikasi harapan pemberi asuhan yang tidak realistis.
    • Monitor interaksi pasien dan pemberi asuhan.
    TERAPEUTIK
    • Berikan penegasan positif tentang nilai diri.
    • Fasilitasi keluarga dalam mengidentifikasi strategi penanggulangan situasi stres.
    • Diskusikan indikasi penganiayaan dengan pasien dan pemberi asuhan secara terpisah.
    EDUKASI
    • Ajarkan cara mengatasi masalah dalam perawatan.
    • Anjurkan mengungkapkan perasaan (mis. takut, khawatir, sedih, kesal, marah).
    • Anjurkan rawat inap untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, jika perlu.
    • Anjurkan penyesuaian lingkungan rumah untuk meningkatkan kemandirian.
    • Anjurkan melakukan program aktivitas fisik rutin dan program latihan yang sesuai.
    • Ajarkan perawatan mandiri melalui latihan, penguatan dan pengulangan.
    • Informasikan sumber daya komunitas (mis. alamat dan nomor telepon lembaga yang memberikan bantuan layanan kesehatan lansia di rumah).
  • 1.09271 Dukungan Perlindungan Penganiayaan Agama

    1.09271 Dukungan Perlindungan Penganiayaan Agama

    Dukungan Perlindungan Penganiayaan Agama

    Istilah Kesehatan

    • Koping — Cara seseorang mengatasi masalah atau tekanan hidup

    Tindakan

    OBSERVASI
    • Identifikasi ketergantungan pada “pemimpin” agama.
    • Identifikasi pola perilaku, pemikiran, dan perasaan.
    • Identifikasi riwayat penyalahgunaan agama dan/atau ritual, metode pemecahan masalah dan koping, stabilitas emosional, tingkat penggunaan teknik persuasif dan manipulatif. Identifikasi tanda-tanda penganiayaan fisik, emosional, eksploitasi, atau adiksi agama.
    • Monitor interaksi dengan “pemimpin” agama.
    • Identifikasi jaringan fungsional keagamaan.
    • Identifikasi sumber-sumber untuk memenuhi kebutuhan religius dan dukungan individu dan kelompok.
    TERAPEUTIK
    • Tawarkan kegiatan ibadah yang sesuai untuk pemulihan bagi pasien dan keluarga/kelompok agama.
    • Berikan dukungan interpersonal secara reguler sesuai kebutuhan.
    • Laporkan dugaan penyalahgunaan terhadap rumah ibadah dan/atau otoritas hukum.
  • 1.09270 Dukungan Perlindungan Penganiayaan.

    1.09270 Dukungan Perlindungan Penganiayaan.

    Dukungan Perlindungan Penganiayaan.

    Istilah Kesehatan

    • Koping — Cara seseorang mengatasi masalah atau tekanan hidup

    Definisi

    Memfasilitasi pencegahan dan penanganan bahaya fisik, psikologis dan/atau seksual.

    Tindakan

    OBSERVASI
    • Identifikasi pengalaman tidak menyenangkan atau traumatis (mis penganiayaan, penolakan, kritik berlebihan).
    • Identifikasi hubungan dan kemampuan mengambil tanggung jawab antar anggota
      keluarga.
    • Identifikasi adanya perbedaan perlakuan dalam keluarga.
    • Identifikasi situasi krisis yang memicu penganiayaan (mis. kemiskinan, pengangguran, perceraian, atau kematian orang yang dicintai).
    • Identifikasi perasaan kesulitan mempercayai diri dan orang lain.
    • Identifikasi tingkat isolasi sosial dalam keluarga.
    • Identifikasi ketidaksesuaian penjelasan dengan cedera dan/atau trauma yang terjadi.
    • Identifikasi adanya ketidaksesuaian peran (mis. anak menghibur orang tua, atau perilaku berlebihan atau agresif).
    • Periksa tanda-tanda penganiayaan.
    TERAPEUTIK
    • Dengarkan penjelasan kronologis cedera dan/atau trauma yang terjadi Fasilitasi keluarga untuk mengidentifikasi strategi koping terhadap situasi stres.
    • Laporkan situasi dugaan penganiayaan kepada pihak berwajib.
    • Edukasi.
    • Informasikan layanan hukum yang relevan dengan penstiwa penganiayaan Jelaskan harapan yang realistis pada anak sesuai tingkat perkembangan.
    • Anjurkan rawat inap untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, jika perlu.
    • Anjurkan untuk menghubungi polisi jika keamanan fisik terancam.