{"id":302,"date":"2019-10-02T09:03:10","date_gmt":"2019-10-02T02:03:10","guid":{"rendered":"http:\/\/budirahayu.ip-dynamic.com:81\/slki\/?p=302"},"modified":"2026-08-25T07:40:34","modified_gmt":"2026-08-25T00:40:34","slug":"l-09094-tingkat-berduka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/l-09094-tingkat-berduka\/","title":{"rendered":"L.09094-Tingkat Berduka"},"content":{"rendered":"<h2>L.09094 \u2014 Tingkat Berduka<\/h2>\n<h3>Definisi<\/h3>\n<p>Respons emosional terhadap kehilangan seseorang atau sesuatu yang berharga.<\/p>\n<p><em>\ud83d\udcd6 Berduka adalah respons emosional yang wajar saat kehilangan orang tercinta, hubungan, pekerjaan, atau hal berharga lainnya. Proses berduka memiliki tahapan: penolakan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan.<\/em><\/p>\n<h3>Ekspektasi<\/h3>\n<p>Menurun<\/p>\n<h3>Kriteria Hasil<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Ekspresi kesedihan<\/strong> \u2014 Menangis atau mengungkapkan rasa kehilangan<\/li>\n<li><strong>Penerimaan kehilangan<\/strong> \u2014 Mulai menerima kenyataan kehilangan<\/li>\n<li><strong>Interaksi sosial<\/strong> \u2014 Tidak mengisolasi diri dari orang lain<\/li>\n<li><strong>Aktivitas sehari-hari<\/strong> \u2014 Mulai kembali menjalani rutinitas<\/li>\n<li><strong>Nafsu makan<\/strong> \u2014 Mulai bisa makan dengan normal<\/li>\n<li><strong>Tidur cukup<\/strong> \u2014 Bisa tidur meski masih dalam proses berduka<\/li>\n<li><strong>Tidak ada perilaku merugikan diri<\/strong> \u2014 Tidak melakukan hal-hal yang membahayakan<\/li>\n<li><strong>Dukungan sosial<\/strong> \u2014 Mendapat dukungan dari keluarga dan teman<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>L.09094 \u2014 Tingkat Berduka Definisi Respons emosional terhadap kehilangan seseorang atau sesuatu yang berharga. \ud83d\udcd6 Berduka adalah respons emosional yang wajar saat kehilangan orang tercinta, hubungan, pekerjaan, atau hal berharga lainnya. Proses berduka memiliki tahapan: penolakan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan. Ekspektasi Menurun Kriteria Hasil Ekspresi kesedihan \u2014 Menangis atau mengungkapkan rasa kehilangan Penerimaan kehilangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":664,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[44,43],"class_list":["post-302","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori","tag-berduka","tag-duka"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/302","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=302"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/302\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1147,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/302\/revisions\/1147"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/media\/664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=302"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=302"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=302"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}