{"id":235,"date":"2019-10-01T18:46:05","date_gmt":"2019-10-01T11:46:05","guid":{"rendered":"http:\/\/budirahayu.ip-dynamic.com:81\/slki\/?p=235"},"modified":"2026-08-25T07:50:58","modified_gmt":"2026-08-25T00:50:58","slug":"l-13121-peran-pemberi-asuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/l-13121-peran-pemberi-asuhan\/","title":{"rendered":"L.13121-Peran Pemberi Asuhan."},"content":{"rendered":"<h2>L.13121 \u2014 Peran Pemberi Asuhan<\/h2>\n<h3>Definisi<\/h3>\n<p>Perilaku yang ditunjukkan oleh pemberi asuhan dalam merawat individu.<\/p>\n<p><em>\ud83d\udcd6 Peran pemberi asuhan adalah peran yang dijalankan oleh seseorang (orang tua, pasangan, atau pengasuh) dalam merawat anggota keluarga yang sakit atau membutuhkan bantuan.<\/em><\/p>\n<h3>Ekspektasi<\/h3>\n<p>Meningkat<\/p>\n<h3>Kriteria Hasil<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Pemahaman peran<\/strong> \u2014 Memahami peran dan tanggung jawab sebagai pemberi asuhan<\/li>\n<li><strong>Kemampuan merawat<\/strong> \u2014 Mampu melakukan tindakan perawatan yang diperlukan<\/li>\n<li><strong>Ketersediaan waktu<\/strong> \u2014 Memiliki waktu yang cukup untuk merawat<\/li>\n<li><strong>Dukungan dari orang lain<\/strong> \u2014 Mendapat bantuan dari anggota keluarga lain<\/li>\n<li><strong>Pengelolaan stres<\/strong> \u2014 Mampu mengelola stres sebagai pemberi asuhan<\/li>\n<li><strong>Kesehatan diri<\/strong> \u2014 Menjaga kesehatan diri sendiri agar bisa terus merawat<\/li>\n<li><strong>Penguasaan keterampilan<\/strong> \u2014 Menguasai keterampilan yang dibutuhkan untuk perawatan<\/li>\n<li><strong>Kepuasan dalam merawat<\/strong> \u2014 Merasa puas dengan peran sebagai pemberi asuhan<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>L.13121 \u2014 Peran Pemberi Asuhan Definisi Perilaku yang ditunjukkan oleh pemberi asuhan dalam merawat individu. \ud83d\udcd6 Peran pemberi asuhan adalah peran yang dijalankan oleh seseorang (orang tua, pasangan, atau pengasuh) dalam merawat anggota keluarga yang sakit atau membutuhkan bantuan. Ekspektasi Meningkat Kriteria Hasil Pemahaman peran \u2014 Memahami peran dan tanggung jawab sebagai pemberi asuhan Kemampuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,5],"tags":[],"class_list":["post-235","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-interaksi-sosial","category-relasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/235","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=235"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1173,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/235\/revisions\/1173"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}