{"id":169,"date":"2019-10-01T10:50:46","date_gmt":"2019-10-01T03:50:46","guid":{"rendered":"http:\/\/budirahayu.ip-dynamic.com:81\/slki\/?p=169"},"modified":"2026-08-25T08:02:03","modified_gmt":"2026-08-25T01:02:03","slug":"l-06050-kontrol-kejang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/l-06050-kontrol-kejang\/","title":{"rendered":"L.06050-Kontrol Kejang"},"content":{"rendered":"<h2>L.06050 \u2014 Kontrol Kejang<\/h2>\n<h3>Definisi<\/h3>\n<p>Kemampuan untuk mengontrol atau mengurangi frekuensi dan intensitas kejang.<\/p>\n<p><em>\ud83d\udcd6 Kejang adalah kontraksi otot yang tidak terkendali akibat aktivitas listrik otak yang berlebihan. Kejang bisa menyebabkan kehilangan kesadaran, gerakan tubuh tak terkendali, dan bisa berbahaya jika tidak segera ditangani.<\/em><\/p>\n<h3>Ekspektasi<\/h3>\n<p>Menurun<\/p>\n<h3>Kriteria Hasil<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Frekuensi kejang berkurang<\/strong> \u2014 Jumlah episode kejang berkurang<\/li>\n<li><strong>Intensitas kejang berkurang<\/strong> \u2014 Kejang tidak separah sebelumnya<\/li>\n<li><strong>Tidak ada kejang<\/strong> \u2014 Tidak ada episode kejang sama sekali<\/li>\n<li><strong>Kesadaran<\/strong> \u2014 Kesadaran kembali normal setelah kejang<\/li>\n<li><strong>Keamanan<\/strong> \u2014 Pasien tidak membahayakan diri sendiri saat kejang<\/li>\n<li><strong>Obat antikejang efektif<\/strong> \u2014 Obat yang diberikan berhasil mengontrol kejang<\/li>\n<li><strong>Pemicu kejang teridentifikasi<\/strong> \u2014 Faktor pemicu kejang sudah dikenali<\/li>\n<li><strong>Pengetahuan tentang kejang<\/strong> \u2014 Pasien dan keluarga memahami cara menangani kejang<\/li>\n<li><strong>Pencegahan cedera<\/strong> \u2014 Tindakan pencegahan dilakukan saat kejang (meletakkan benda lunak di sekitar kepala)<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Sumber: Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>L.06050 \u2014 Kontrol Kejang Definisi Kemampuan untuk mengontrol atau mengurangi frekuensi dan intensitas kejang. \ud83d\udcd6 Kejang adalah kontraksi otot yang tidak terkendali akibat aktivitas listrik otak yang berlebihan. Kejang bisa menyebabkan kehilangan kesadaran, gerakan tubuh tak terkendali, dan bisa berbahaya jika tidak segera ditangani. Ekspektasi Menurun Kriteria Hasil Frekuensi kejang berkurang \u2014 Jumlah episode kejang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,19],"tags":[],"class_list":["post-169","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fisiologis","category-neurosensori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=169"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1197,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169\/revisions\/1197"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=169"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=169"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/slki\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=169"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}