{"id":99,"date":"2019-09-27T10:42:19","date_gmt":"2019-09-27T03:42:19","guid":{"rendered":"http:\/\/budirahayu.ip-dynamic.com:81\/sdki\/?p=99"},"modified":"2026-08-24T22:10:48","modified_gmt":"2026-08-24T15:10:48","slug":"d-0009-perfusi-perifer-tidak-efektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/d-0009-perfusi-perifer-tidak-efektif\/","title":{"rendered":"D.0009 Perfusi Perifer Tidak Efektif."},"content":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_99\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"99\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p><strong>D.0009 Perfusi Perifer Tidak Efektif<\/strong><\/p>\n<p><strong>Definisi<\/strong><\/p>\n<p>Perfusi Perifer Tidak Efektif adalah penurunan sirkulasi darah pada level kapiler (pembuluh darah paling kecil) yang dapat mengganggu metabolisme tubuh di area ekstremitas (tangan dan kaki). Artinya, darah tidak mengalir dengan baik ke jaringan-jaringan di bagian tubuh yang jauh dari jantung.<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>Penyebab<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Hiperglikemia<\/strong> &#8212; Kadar gula darah terlalu tinggi yang merusak pembuluh darah kecil dan memperlambat aliran darah.<\/li>\n<li><strong>Penurunan konsentrasi hemoglobin<\/strong> &#8212; Hemoglobin (protein pembawa oksigen dalam darah) berkurang, sehingga oksigen yang sampai ke jaringan berkurang.<\/li>\n<li><strong>Peningkatan tekanan darah<\/strong> &#8212; Tekanan darah tinggi yang merusak dinding pembuluh darah kecil.<\/li>\n<li><strong>Kekurangan volume cairan<\/strong> &#8212; Cairan dalam tubuh kurang sehingga volume darah berkurang dan aliran ke ekstremitas menurun.<\/li>\n<li><strong>Penurunan aliran arteri dan\/atau vena<\/strong> &#8212; Aliran darah dari jantung ke ekstremitas (arteri) atau dari ekstremitas kembali ke jantung (vena) berkurang.<\/li>\n<li><strong>Kurang informasi tentang faktor pemberat<\/strong> &#8212; Pasien tidak mengetahui faktor yang memperburuk kondisi seperti merokok, gaya hidup monoton, trauma, obesitas, asupan garam berlebih, atau imobilitas (kurang gerak).<\/li>\n<li><strong>Kurang informasi tentang proses penyakit<\/strong> &#8212; Pasien tidak memahami penyakit yang dialami seperti diabetes melitus atau hiperlipidemia (kolesterol tinggi).<\/li>\n<li><strong>Kurang aktivitas fisik<\/strong> &#8212; Kurangnya gerak tubuh memperlambat sirkulasi darah ke ekstremitas.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><strong>Gejala dan Tanda Mayor<\/strong><\/p>\n<p><em>Mayor<\/em> berarti tanda-tanda utama atau yang paling khas dari gangguan perfusi perifer ini.<\/p>\n<p><strong>Subjektif (apa yang dirasakan pasien):<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Tidak tersedia.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Objektif (yang bisa diamati oleh perawat\/dokter):<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Pengisian kapiler &gt;3 detik<\/strong> &#8212; Setelah ditekan, kulit membutuhkan waktu lebih dari 3 detik untuk kembali berwarna normal (tanda aliran darah ke kulit berkurang).<\/li>\n<li><strong>Nadi perifer menurun atau tidak teraba<\/strong> &#8212; Denyut nadi di pergelangan tangan atau kaki lemah atau tidak teraba sama sekali.<\/li>\n<li><strong>Akral teraba dingin<\/strong> &#8212; Ujung-ujung tubuh (jari tangan, jari kaki) teraba dingin karena kurang aliran darah hangat.<\/li>\n<li><strong>Warna kulit pucat<\/strong> &#8212; Kulit ekstremitas tampak pucat karena kurang aliran darah.<\/li>\n<li><strong>Turgor kulit menurun<\/strong> &#8212; Kulit lambat kembali ke bentuk semula saat dijepit (tanda dehidrasi atau kurang aliran darah).<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><strong>Gejala dan Tanda Minor<\/strong><\/p>\n<p><em>Minor<\/em> berarti tanda-tanda tambahan yang mungkin menyertai gangguan perfusi perifer ini.<\/p>\n<p><strong>Subjektif (apa yang dirasakan pasien):<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Parestesia<\/strong> &#8212; Sensasi abnormal pada kulit seperti kesemutan, kebas, atau rasa terbakar di tangan atau kaki.<\/li>\n<li><strong>Nyeri ekstremitas (klaudikasi intermiten)<\/strong> &#8212; Nyeri pada kaki saat berjalan yang membaik saat berhenti sebentar, karena otot kekurangan aliran darah saat bekerja.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Objektif (yang bisa diamati):<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Edema<\/strong> &#8212; Pembengkakan pada tangan atau kaki akibat penumpukan cairan.<\/li>\n<li><strong>Penyembuhan luka lambat<\/strong> &#8212; Luka atau goresan membutuhkan waktu lama untuk sembuh karena kurang oksigen dan nutrisi ke jaringan.<\/li>\n<li><strong>Indeks ankle-brachial &lt;0,90<\/strong> &#8212; Perbandingan tekanan darah di pergelangan kaki dengan lengan menunjukkan penyumbatan pembuluh darah.<\/li>\n<li><strong>Bruit femoral<\/strong> &#8212; Suara abnormal yang terdengar saat mendengar pembuluh darah di area selangkangan dengan stetoskop (tanda penyumbatan).<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><strong>Kondisi Klinis Terkait<\/strong><\/p>\n<p>Kondisi-kondisi medis yang sering menyertai gangguan perfusi perifer:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Tromboflebitis<\/strong> &#8212; Peradangan pada pembuluh vena yang disertai pembentukan bekuan darah.<\/li>\n<li><strong>Diabetes Melitus<\/strong> &#8212; Penyakit gula darah tinggi yang merusak pembuluh darah kecil.<\/li>\n<li><strong>Anemia<\/strong> &#8212; Kekurangan sel darah merah atau hemoglobin sehingga oksigen ke jaringan berkurang.<\/li>\n<li><strong>Gagal Jantung Kongenital<\/strong> &#8212; Kelainan jantung bawaan yang mengganggu sirkulasi.<\/li>\n<li><strong>Kelainan Jantung Kongenital<\/strong> &#8212; Struktur jantung abnormal sejak lahir.<\/li>\n<li><strong>Trombosis Arteri<\/strong> &#8212; Bekuan darah menyumbat pembuluh nadi.<\/li>\n<li><strong>Varises<\/strong> &#8212; Pembengkakan pembuluh vena di kaki.<\/li>\n<li><strong>Trombosis Vena Dalam<\/strong> &#8212; Bekuan darah di pembuluh vena dalam kaki.<\/li>\n<li><strong>Sindrom Kompartemen<\/strong> &#8212; Tekanan tinggi di dalam ruang otot yang mengganggu aliran darah.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Luaran Utama:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perfusi Perifer<\/strong> &#8212; Aliran darah ke ekstremitas (tangan dan kaki) berjalan adekuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Luaran Tambahan:<\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Fungsi Sensori<\/strong> &#8212; Kemampuan persepsi sensori di ekstremitas tetap terjaga.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Mobilitas Fisik<\/strong> &#8212; Kemampuan bergerak ekstremitas tetap terjaga.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Penyembuhan Luka<\/strong> &#8212; Luka pada ekstremitas sembuh dengan baik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Status Sirkulasi<\/strong> &#8212; Sistem sirkulasi ke ekstremitas berfungsi dengan baik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Tingkat Cedera<\/strong> &#8212; Risiko cedera pada ekstremitas terkontrol.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Tingkat Perdarahan<\/strong> &#8212; Risiko perdarahan pada ekstremitas terkontrol.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perfusi Perifer Tidak Efektif<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Intervensi Utama:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemantauan Sirkulasi Perifer<\/strong> &#8212; Memantau sirkulasi darah di ekstremitas secara rutin.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Luka<\/strong> &#8212; Merawat luka pada ekstremitas untuk mendukung penyembuhan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Intervensi Pendukung:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Respirasi<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memantau pernapasan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Tanda Vital<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memantau tanda vital sendiri.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Berat Badan<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memantau berat badan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Tekanan Darah<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara mengukur tekanan darah sendiri.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Kadar Glukosa Darah<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memantau kadar gula darah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Glikosilasi Hemoglobin<\/strong> &#8212; Mengajarkan tentang pemeriksaan HbA1c.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Vaskular<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memeriksa sirkulasi darah di kaki.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Saraf<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memeriksa fungsi sensori di kaki.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Motorik<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memeriksa kemampuan gerak kaki.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Integumen<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memeriksa kondisi kulit kaki.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Eliminasi<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memantau fungsi buang air kecil.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Kognitif<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memantau fungsi berpikir.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Psikososial<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memantau kondisi psikologis.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Seksual<\/strong> &#8212; Mengajarkan tentang dampak penyakit terhadap fungsi seksual.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Reproduksi<\/strong> &#8212; Mengajarkan tentang dampak penyakit terhadap fungsi reproduksi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Saluran Cerna<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memantau fungsi pencernaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Saluran Kemih<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memantau fungsi kandung kemih.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Saluran Pernapasan<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memantau pernapasan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Saluran Reproduksi<\/strong> &#8212; Mengajarkan tentang dampak penyakit terhadap saluran reproduksi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Penglihatan<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memeriksa penglihatan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Pendengaran<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memeriksa pendengaran.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Penciuman<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memeriksa penciuman.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Peraba<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memeriksa sensasi sentuh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Pengecap<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memeriksa fungsi rasa.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Keseimbangan<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memeriksa keseimbangan tubuh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Koordinasi<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memeriksa koordinasi gerak.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Refleks<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memeriksa refleks tubuh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Fungsi Respon<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memeriksa waktu reaksi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p><em>Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_99\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"99\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p>D.0009 Perfusi Perifer Tidak Efektif Definisi Perfusi Perifer Tidak Efektif adalah penurunan sirkulasi darah pada level kapiler (pembuluh darah paling kecil) yang dapat mengganggu metabolisme tubuh di area ekstremitas (tangan dan kaki). Artinya, darah tidak mengalir dengan baik ke jaringan-jaringan di bagian tubuh yang jauh dari jantung. Penyebab Hiperglikemia &#8212; Kadar gula darah terlalu tinggi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,8],"tags":[],"class_list":["post-99","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fisiologis","category-sirkulasi"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":23874,"today_views":2},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=99"}],"version-history":[{"count":18,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3318,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99\/revisions\/3318"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=99"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=99"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=99"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}