{"id":94,"date":"2019-09-27T10:25:06","date_gmt":"2019-09-27T03:25:06","guid":{"rendered":"http:\/\/budirahayu.ip-dynamic.com:81\/sdki\/?p=94"},"modified":"2026-08-24T22:06:43","modified_gmt":"2026-08-24T15:06:43","slug":"d-0007-gangguan-sirkulasi-spontan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/d-0007-gangguan-sirkulasi-spontan\/","title":{"rendered":"D.0007 Gangguan Sirkulasi Spontan."},"content":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_94\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"94\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p><strong>D.0007 Gangguan Sirkulasi Spontan<\/strong><\/p>\n<p><strong>Definisi<\/strong><\/p>\n<p>Gangguan Sirkulasi Spontan adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan sirkulasi (aliran darah) yang adekuat untuk menunjang kehidupan. Artinya, jantung dan pembuluh darah tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh secara cukup untuk menjaga kelangsungan hidup.<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>Penyebab<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Abnormalitas kelistrikan jantung<\/strong> &#8212; Gangguan pada sistem kelistrikan yang mengatur detak jantung, sehingga jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.<\/li>\n<li><strong>Abnormalitas struktur jantung<\/strong> &#8212; Kerusakan atau kelainan bentuk pada bagian-bagian jantung (katup, dinding, ruang) yang mengganggu kemampuan memompa darah.<\/li>\n<li><strong>Penurunan fungsi ventrikel<\/strong> &#8212; Ruang bawah jantung (ventrikel) yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh mengalami penurunan kemampuan.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><strong>Gejala dan Tanda Mayor<\/strong><\/p>\n<p><em>Mayor<\/em> berarti tanda-tanda utama atau yang paling khas dari gangguan sirkulasi ini. Tanda ini menunjukkan kondisi darurat yang mengancam jiwa.<\/p>\n<p><strong>Subjektif (apa yang dirasakan pasien):<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Tidak berespon<\/strong> &#8212; Pasien tidak memberikan respons saat dipanggil atau distimulasi.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Objektif (yang bisa diamati oleh perawat\/dokter):<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Frekuensi nadi &lt;50 kali\/menit atau &gt;150 kali\/menit<\/strong> &#8212; Detak jantung sangat lambat (bradikardia berat) atau sangat cepat (takikardia berat).<\/li>\n<li><strong>Tekanan darah sistolik &lt;60 mmHg atau &gt;200 mmHg<\/strong> &#8212; Tekanan darah sangat rendah (hipotensi berat) atau sangat tinggi (hipertensi berat).<\/li>\n<li><strong>Frekuensi napas &lt;6 kali\/menit atau &gt;30 kali\/menit<\/strong> &#8212; Pernapasan sangat lambat atau sangat cepat.<\/li>\n<li><strong>Kesadaran menurun atau tidak sadar<\/strong> &#8212; Pasien mengantuk, bingung, atau tidak sadarkan diri.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><strong>Gejala dan Tanda Minor<\/strong><\/p>\n<p><em>Minor<\/em> berarti tanda-tanda tambahan yang mungkin menyertai gangguan sirkulasi ini.<\/p>\n<p><strong>Subjektif (apa yang dirasakan pasien):<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Tidak tersedia.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Objektif (yang bisa diamati):<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Suhu tubuh &lt;34,5 derajat Celcius<\/strong> &#8212; Suhu tubuh sangat rendah (hipotermia berat) karena sirkulasi darah ke kulit berkurang.<\/li>\n<li><strong>Tidak ada produksi urin dalam 6 jam<\/strong> &#8212; Ginjal tidak memproduksi urin karena aliran darah ke ginjal sangat berkurang.<\/li>\n<li><strong>Saturasi oksigen &lt;85%<\/strong> &#8212; Kadar oksigen dalam darah sangat rendah.<\/li>\n<li><strong>Gambaran EKG menunjukkan aritmia letal<\/strong> &#8212; Hasil rekaman jantung menunjukkan gangguan irama yang mengancam jiwa, seperti Ventricular Tachycardia [VT] (detak jantung ventrikel sangat cepat), Ventricular Fibrillation [VF] (ventrikel bergetar tanpa pompa efektif), Asistol (jantung berhenti total), atau Pulseless Electrical Activity [PEA] (ada aktivitas listrik tapi jantung tidak memompa).<\/li>\n<li><strong>Gambaran EKG menunjukkan aritmia mayor<\/strong> &#8212; Gangguan irama jantung serius seperti AV block derajat 2 tipe 2, AV block total, takiaritmia\/bradiaritmia berat, Supraventricular Tachycardia [SVT], atau Ventricular Extrasystole [VES] simptomatik.<\/li>\n<li><strong>ETCO2 &lt;35 mmHg<\/strong> &#8212; Karbon dioksida yang dikeluarkan saat ekspirasi sangat rendah, menandakan sirkulasi dan pernapasan sangat buruk.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><strong>Kondisi Klinis Terkait<\/strong><\/p>\n<p>Kondisi-kondisi medis yang sering menyertai gangguan sirkulasi spontan:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Henti Jantung<\/strong> &#8212; Jantung berhenti berdetak mendadak.<\/li>\n<li><strong>Bradikardia<\/strong> &#8212; Detak jantung sangat lambat (kurang dari 60 kali\/menit).<\/li>\n<li><strong>Takikardia<\/strong> &#8212; Detak jantung sangat cepat (lebih dari 100 kali\/menit).<\/li>\n<li><strong>Sindrom Koroner Akut<\/strong> &#8212; Penyumbatan pembuluh darah jantung yang menyebabkan serangan jantung.<\/li>\n<li><strong>Gagal Jantung<\/strong> &#8212; Jantung tidak mampu memompa darah dengan baik.<\/li>\n<li><strong>Kardiomiopati<\/strong> &#8212; Penyakit pada otot jantung yang mengganggu kemampuan memompa.<\/li>\n<li><strong>Miokarditis<\/strong> &#8212; Radang pada otot jantung.<\/li>\n<li><strong>Disritmia<\/strong> &#8212; Gangguan irama atau frekuensi detak jantung.<\/li>\n<li><strong>Trauma<\/strong> &#8212; Cedera fisik yang bisa menyebabkan syok dan gangguan sirkulasi.<\/li>\n<li><strong>Perdarahan<\/strong> &#8212; Perdarahan berat dari berbagai lokasi seperti gastrointestinal, ruptur aorta, atau perdarahan intrakranial.<\/li>\n<li><strong>Keracunan<\/strong> &#8212; Masuknya zat beracun yang memengaruhi fungsi jantung.<\/li>\n<li><strong>Overdosis<\/strong> &#8212; Konsumsi obat berlebihan yang menekan fungsi kardiovaskular.<\/li>\n<li><strong>Tenggelam<\/strong> &#8212; Kekurangan oksigen akibat tenggelam yang memengaruhi jantung.<\/li>\n<li><strong>Emboli Paru<\/strong> &#8212; Penyumbatan pembuluh darah paru oleh bekuan darah yang mengganggu sirkulasi.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Luaran Utama:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Sirkulasi Spontan<\/strong> &#8212; Jantung mampu memompa darah secara adekuat untuk menjaga kehidupan tanpa bantuan alat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Luaran Tambahan:<\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Keseimbangan Asam-Basa<\/strong> &#8212; Kadar keasaman darah dalam rentang normal.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perfusi Gastrointestinal<\/strong> &#8212; Aliran darah ke saluran pencernaan berjalan adekuat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perfusi Perifer<\/strong> &#8212; Aliran darah ke ekstremitas (tangan dan kaki) berjalan adekuat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perfusi Renal<\/strong> &#8212; Aliran darah ke ginjal berjalan adekuat sehingga ginjal bisa bekerja.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perfusi Serebral<\/strong> &#8212; Aliran darah ke otak berjalan adekuat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Status Sirkulasi<\/strong> &#8212; Sistem sirkulasi berfungsi dengan baik.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Gangguan Sirkulasi Spontan<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Intervensi Utama:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Defibrilasi<\/strong> &#8212; Memberikan kejutan listrik ke jantung untuk mengembalikan irama normal.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Resusitasi Cairan<\/strong> &#8212; Memberikan cairan infus untuk menjaga volume darah dan tekanan darah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Resusitasi Jantung Paru (RJP)<\/strong> &#8212; Tindakan darurat berupa kompresi dada dan ventilasi untuk mempertahankan sirkulasi saat jantung berhenti.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Intervensi Pendukung:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Code Management<\/strong> &#8212; Koordinasi tim dalam situasi darurat jantung (code blue).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Dukungan Kepatuhan Program Pengobatan<\/strong> &#8212; Membantu pasien patuh dengan pengobatan yang diresepkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Spesimen Darah<\/strong> &#8212; Pengambilan dan pengelolaan sampel darah untuk pemeriksaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Penyalahgunaan Zat<\/strong> &#8212; Mengatasi efek penyalahgunaan zat yang memengaruhi sirkulasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemantauan Cairan<\/strong> &#8212; Memantau asupan dan output cairan tubuh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemantauan Hasil Laboratorium<\/strong> &#8212; Memeriksa hasil pemeriksaan darah dan cairan tubuh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemantauan Hemodinamik Invasif<\/strong> &#8212; Memantau tekanan darah dan fungsi jantung menggunakan alat khusus.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemantauan Tanda Vital<\/strong> &#8212; Memantau tekanan darah, nadi, suhu, dan saturasi oksigen secara rutin.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Insersi Intravena<\/strong> &#8212; Memasang infus untuk pemberian obat dan cairan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Insersi Jalan Napas Buatan<\/strong> &#8212; Memasang alat bantu napas buatan jika diperlukan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Kateterisasi Urine<\/strong> &#8212; Memasang selang ke kandung kemih untuk memantau produksi urin.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Alat Pacu Jantung Sementara<\/strong> &#8212; Mengatur dan memantau penggunaan alat pacu jantung sementara.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemberian Obat<\/strong> &#8212; Memberikan obat sesuai resep untuk mendukung fungsi sirkulasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Asam-Basa: Alkalosis Metabolik<\/strong> &#8212; Mengatasi kondisi darah terlalu basa akibat gangguan metabolik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemberian Obat Intramuskular<\/strong> &#8212; Memberikan obat melalui suntikan ke otot.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Asam-Basa: Asidosis Metabolik<\/strong> &#8212; Mengatasi kondisi darah terlalu asam akibat gangguan metabolik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemberian Obat Intraoseous<\/strong> &#8212; Memberikan obat melalui jarum yang dimasukkan ke tulang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Asam-Basa: Asidosis Respiratorik<\/strong> &#8212; Mengatasi darah terlalu asam akibat penumpukan karbon dioksida.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Elektrolit: Hiperkalemia<\/strong> &#8212; Mengatasi kadar kalium terlalu tinggi dalam darah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Elektrolit: Hiperkalsemia<\/strong> &#8212; Mengatasi kadar kalsium terlalu tinggi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Elektrolit: Hipermagnesemia<\/strong> &#8212; Mengatasi kadar magnesium terlalu tinggi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pengambilan Sampel Darah Vena<\/strong> &#8212; Mengambil sampel darah dari pembuluh vena untuk pemeriksaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Elektrolit: Hipernatremia<\/strong> &#8212; Mengatasi kadar natrium terlalu tinggi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Elektrolit: Hipokalemia<\/strong> &#8212; Mengatasi kadar kalium terlalu rendah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Elektrolit: Hipokalsemia<\/strong> &#8212; Mengatasi kadar kalsium terlalu rendah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Elektrolit: Hipomagnesemia<\/strong> &#8212; Mengatasi kadar magnesium terlalu rendah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perawatan Emboli Paru<\/strong> &#8212; Merawat kondisi penyumbatan pembuluh darah paru.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Jalan Napas<\/strong> &#8212; Menjaga kepatenan saluran napas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Jalan Napas Buatan<\/strong> &#8212; Merawat alat bantu napas buatan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Medikasi<\/strong> &#8212; Mengelola pemberian obat-obatan secara tepat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Overdosis<\/strong> &#8212; Mengatasi efek kelebihan dosis obat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemberian Obat Intravena<\/strong> &#8212; Memberikan obat melalui infus.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemeriksaan Kelengkapan Set Emergensi<\/strong> &#8212; Memastikan perlengkapan darurat siap digunakan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pencegahan Aspirasi<\/strong> &#8212; Mencegah masuknya benda asing ke saluran napas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pengambilan Sampel Darah Arteri<\/strong> &#8212; Mengambil sampel darah dari pembuluh nadi untuk pemeriksaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Penghisapan Jalan Napas<\/strong> &#8212; Menyedot lendir dari saluran napas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pengontrolan Perdarahan<\/strong> &#8212; Mengendalikan perdarahan yang terjadi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perawatan Alat Topangan Jantung Mekanik<\/strong> &#8212; Merawat alat bantu jantung mekanik jika digunakan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perawatan Jantung Akut<\/strong> &#8212; Merawat kondisi darurat jantung.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perawatan Jenazah<\/strong> &#8212; Merawat jenazah jika pasien meninggal.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pertolongan Pertama<\/strong> &#8212; Memberikan pertolongan pertama yang diperlukan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Stabilisasi Jalan Napas<\/strong> &#8212; Memastikan saluran napas tetap terbuka dan aman.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p><em>Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_94\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"94\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p>D.0007 Gangguan Sirkulasi Spontan Definisi Gangguan Sirkulasi Spontan adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan sirkulasi (aliran darah) yang adekuat untuk menunjang kehidupan. Artinya, jantung dan pembuluh darah tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh secara cukup untuk menjaga kelangsungan hidup. Penyebab Abnormalitas kelistrikan jantung &#8212; Gangguan pada sistem kelistrikan yang mengatur detak jantung, sehingga jantung berdetak terlalu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,8],"tags":[],"class_list":["post-94","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fisiologis","category-sirkulasi"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":5401,"today_views":0},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94"}],"version-history":[{"count":17,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3316,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94\/revisions\/3316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}