{"id":83,"date":"2019-09-27T10:16:30","date_gmt":"2019-09-27T03:16:30","guid":{"rendered":"http:\/\/budirahayu.ip-dynamic.com:81\/sdki\/?p=83"},"modified":"2026-08-24T22:03:58","modified_gmt":"2026-08-24T15:03:58","slug":"d0005-pola-napas-tidak-efektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/d0005-pola-napas-tidak-efektif\/","title":{"rendered":"D.0005 Pola Napas Tidak Efektif"},"content":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_83\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"83\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p><strong>D.0005 Pola Napas Tidak Efektif<\/strong><\/p>\n<p><strong>Definisi<\/strong><\/p>\n<p>Pola Napas Tidak Efektif adalah inspirasi (masuknya udara) dan\/atau ekspirasi (keluarnya udara) yang tidak memberikan ventilasi adekuat (cukup). Artinya, cara bernapas pasien tidak mampu memasukkan atau mengeluarkan udara dari paru-paru secara memadai untuk kebutuhan tubuh.<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>Penyebab<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Depresi pusat pernapasan<\/strong> &#8212; Bagian otak yang mengatur pernapasan tidak berfungsi dengan baik, misalnya karena cedera atau efek obat.<\/li>\n<li><strong>Hambatan upaya napas<\/strong> &#8212; Halangan yang membuat napas terasa sulit, misalnya nyeri saat bernapas atau kelemahan otot pernapasan.<\/li>\n<li><strong>Deformitas dinding dada<\/strong> &#8212; Kelainan bentuk pada dinding dada yang menghambat ekspansi paru.<\/li>\n<li><strong>Deformitas tulang dada<\/strong> &#8212; Kelainan bentuk pada tulang dada yang mengganggu pergerakan paru.<\/li>\n<li><strong>Gangguan neuromuskular<\/strong> &#8212; Gangguan pada sistem saraf dan otot yang mengatur pernapasan.<\/li>\n<li><strong>Gangguan neurologis<\/strong> &#8212; Gangguan pada otak atau saraf, misalnya dari hasil EEG positif, cedera kepala, atau gangguan kejang.<\/li>\n<li><strong>Maturitas neurologis<\/strong> &#8212; Kematangan sistem saraf yang belum sempurna (sering pada bayi prematur).<\/li>\n<li><strong>Penurunan energi<\/strong> &#8212; Tubuh kekurangan tenaga untuk bernapas dengan baik.<\/li>\n<li><strong>Obesitas<\/strong> &#8212; Berat badan berlebih yang memberikan tekanan pada paru dan menghambat ekspansi.<\/li>\n<li><strong>Posisi tubuh yang menghambat ekspansi paru<\/strong> &#8212; Posisi berbaring atau duduk yang membuat paru sulit mengembang.<\/li>\n<li><strong>Sindrom hipoventilasi<\/strong> &#8212; Kondisi di mana paru tidak mampu memasukkan udara cukup secara terus-menerus.<\/li>\n<li><strong>Kerusakan inervasi diafragma<\/strong> &#8212; Kerusakan saraf yang mengatur diafragma (otot utama pernapasan), misalnya kerusakan saraf CS ke atas.<\/li>\n<li><strong>Cedera pada medula spinalis<\/strong> &#8212; Cedera pada sumsum tulang belakang yang memengaruhi pengaturan pernapasan.<\/li>\n<li><strong>Efek agen farmakologis<\/strong> &#8212; Pengaruh obat-obatan yang membuat napas menjadi lambat atau dangkal.<\/li>\n<li><strong>Kecemasan<\/strong> &#8212; Rasa cemas yang berlebihan membuat napas menjadi cepat dan tidak teratur.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><strong>Gejala dan Tanda Mayor<\/strong><\/p>\n<p><em>Mayor<\/em> berarti tanda-tanda utama atau yang paling khas dari gangguan pola napas ini.<\/p>\n<p><strong>Subjektif (apa yang dirasakan pasien):<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Dispnea<\/strong> &#8212; Pasien merasa sesak napas atau sulit bernapas.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Objektif (yang bisa diamati oleh perawat\/dokter):<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Penggunaan otot bantu pernapasan<\/strong> &#8212; Otot di leher, bahu, atau dada terlihat ikut bekerja keras saat bernapas.<\/li>\n<li><strong>Fase ekspirasi memanjang<\/strong> &#8212; Waktu mengeluarkan udara dari paru lebih lama dari biasanya.<\/li>\n<li><strong>Pola napas abnormal<\/strong> &#8212; Bisa berupa takipnea (napas cepat lebih dari 20 kali\/menit), bradipnea (napas lambat kurang dari 12 kali\/menit), hiperventilasi (napas sangat cepat dan dalam), pola Kussmaul (napas dalam dan cepat pada asidosis metabolik), atau pola Cheyne-Stokes (napas yang semakin dalam lalu semakin dangkal secara berulang).<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><strong>Gejala dan Tanda Minor<\/strong><\/p>\n<p><em>Minor<\/em> berarti tanda-tanda tambahan yang mungkin menyertai gangguan pola napas ini.<\/p>\n<p><strong>Subjektif (apa yang dirasakan pasien):<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Ortopnea<\/strong> &#8212; Kesulitan bernapas saat berbaring datar, sehingga harus duduk atau menegak untuk bernapas lebih lega.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Objektif (yang bisa diamati):<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Pernapasan pursed-lip<\/strong> &#8212; Napas melalui bibir yang mengerucut untuk memperlambat pengeluaran udara (umum pada PPOK).<\/li>\n<li><strong>Pernapasan cuping hidung<\/strong> &#8212; Cuping hidung mengembang saat bernapas, menandakan upaya napas berat.<\/li>\n<li><strong>Diameter thoraks anterior-posterior meningkat<\/strong> &#8212; Jarak dada depan ke belakang membesar (bentuk barrel chest pada PPOK).<\/li>\n<li><strong>Ventilasi semenit menurun<\/strong> &#8212; Jumlah udara yang bergerak masuk dan keluar paru per menit berkurang.<\/li>\n<li><strong>Kapasitas vital menurun<\/strong> &#8212; Jumlah udara maksimal yang bisa dikeluarkan setelah tarikan napas penuh berkurang.<\/li>\n<li><strong>Tekanan ekspirasi menurun<\/strong> &#8212; Tekanan saat mengeluarkan udara berkurang.<\/li>\n<li><strong>Tekanan inspirasi menurun<\/strong> &#8212; Tekanan saat menarik udara berkurang.<\/li>\n<li><strong>Ekskursi dada berubah<\/strong> &#8212; Pergerakan dada saat bernapas tidak normal (misalnya berkurang atau tidak simetris).<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Luaran Utama:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pola Napas Efektif<\/strong> &#8212; Pola pernapasan pasien adekuat dengan frekuensi, kedalaman, dan ritme yang normal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Luaran Tambahan:<\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pertukaran Gas<\/strong> &#8212; Masuknya oksigen dan keluarnya karbon dioksida berjalan adekuat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pengetahuan: Prosedur Medis<\/strong> &#8212; Pasien memahami prosedur dan tindakan medis yang dilakukan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pola Napas Tidak Efektif<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Intervensi Utama:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemantauan Respirasi<\/strong> &#8212; Memantau frekuensi, kedalaman, pola napas, dan saturasi oksigen secara rutin.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Intervensi Pendukung:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Dukungan Emosional<\/strong> &#8212; Memberikan dukungan psikologis agar pasien merasa tenang dan tidak panik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Edukasi Pengukuran Respirasi<\/strong> &#8212; Mengajarkan cara memantau pernapasan sendiri.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Fisioterapi Dada<\/strong> &#8212; Teknik untuk membantu pengeluaran lendir dari paru-paru.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Jalan Napas<\/strong> &#8212; Menjaga kepatenan saluran napas dari sumbatan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pencegahan Aspirasi<\/strong> &#8212; Mencegah masuknya cairan atau makanan ke saluran napas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pencegahan Infeksi<\/strong> &#8212; Menjaga kebersihan untuk mencegah infeksi saluran napas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pengaturan Posisi<\/strong> &#8212; Menempatkan pasien dalam posisi semi-fowler atau yang memudahkan pernapasan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemberian Obat Inhalasi<\/strong> &#8212; Memberikan obat melalui hirupan untuk membuka saluran napas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Penghisapan Jalan Napas<\/strong> &#8212; Menyedot lendir dari saluran napas untuk menjaga kepatenan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemberian Obat<\/strong> &#8212; Memberikan obat sesuai resep untuk membantu pernapasan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemeriksaan Kelengkapan Set Emergensi<\/strong> &#8212; Memastikan perlengkapan darurat tersedia jika diperlukan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pencegahan Luka Tekan<\/strong> &#8212; Mencegah luka akibat tekanan pada kulit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Reduksi Ansietas<\/strong> &#8212; Mengurangi rasa cemas pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Stabilisasi Jalan Napas<\/strong> &#8212; Memastikan saluran napas tetap terbuka dan aman.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p><em>Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_83\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"83\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p>D.0005 Pola Napas Tidak Efektif Definisi Pola Napas Tidak Efektif adalah inspirasi (masuknya udara) dan\/atau ekspirasi (keluarnya udara) yang tidak memberikan ventilasi adekuat (cukup). Artinya, cara bernapas pasien tidak mampu memasukkan atau mengeluarkan udara dari paru-paru secara memadai untuk kebutuhan tubuh. Penyebab Depresi pusat pernapasan &#8212; Bagian otak yang mengatur pernapasan tidak berfungsi dengan baik, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,7],"tags":[],"class_list":["post-83","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fisiologis","category-respirasi"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":33867,"today_views":2},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83"}],"version-history":[{"count":31,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3314,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83\/revisions\/3314"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}