{"id":101,"date":"2019-09-27T10:45:35","date_gmt":"2019-09-27T03:45:35","guid":{"rendered":"http:\/\/budirahayu.ip-dynamic.com:81\/sdki\/?p=101"},"modified":"2026-08-24T22:12:28","modified_gmt":"2026-08-24T15:12:28","slug":"d-0010-risiko-gangguan-sirkulasi-spontan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/d-0010-risiko-gangguan-sirkulasi-spontan\/","title":{"rendered":"D.0010 Risiko Gangguan Sirkulasi Spontan."},"content":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_101\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"101\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p><strong>D.0010 Risiko Gangguan Sirkulasi Spontan<\/strong><\/p>\n<p><strong>Definisi<\/strong><\/p>\n<p>Risiko Gangguan Sirkulasi Spontan adalah kondisi berisiko mengalami ketidakmampuan untuk mempertahankan sirkulasi (aliran darah) yang adekuat untuk menunjang kehidupan. Artinya, pasien memiliki faktor-faktor yang meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan sirkulasi yang mengancam jiwa.<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>Faktor Risiko<\/strong><\/p>\n<p>Faktor-faktor yang meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan sirkulasi spontan:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Kekurangan volume cairan<\/strong> &#8212; Dehidrasi atau perdarahan yang mengurangi volume darah.<\/li>\n<li><strong>Hipoksia<\/strong> &#8212; Kekurangan oksigen dalam jaringan tubuh.<\/li>\n<li><strong>Hipotermia<\/strong> &#8212; Suhu tubuh terlalu rendah yang memperlambat fungsi jantung.<\/li>\n<li><strong>Hipokalemia\/Hiperkalemia<\/strong> &#8212; Kadar kalium terlalu rendah atau terlalu tinggi, yang mengganggu irama jantung.<\/li>\n<li><strong>Hipoglikemia\/Hiperglikemia<\/strong> &#8212; Kadar gula darah terlalu rendah atau terlalu tinggi.<\/li>\n<li><strong>Asidosis<\/strong> &#8212; Kadar asam dalam darah terlalu tinggi.<\/li>\n<li><strong>Toksin (mis. keracunan, overdosis obat)<\/strong> &#8212; Zat beracun yang memengaruhi fungsi jantung dan sirkulasi.<\/li>\n<li><strong>Tamponade Jantung<\/strong> &#8212; Penumpukan cairan di sekitar jantung yang menekan jantung sehingga tidak bisa memompa dengan baik.<\/li>\n<li><strong>Tension Pneumothorax<\/strong> &#8212; Udara terjebak di rongga dada dengan tekanan tinggi yang menghimpit jantung dan pembuluh darah besar.<\/li>\n<li><strong>Trombosis Jantung<\/strong> &#8212; Pembentukan bekuan darah di dalam jantung.<\/li>\n<li><strong>Trombosis Paru (Emboli Paru)<\/strong> &#8212; Bekuan darah menyumbat pembuluh darah paru.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><strong>Kondisi Klinis Terkait<\/strong><\/p>\n<p>Kondisi-kondisi medis yang sering menyertai risiko gangguan sirkulasi spontan:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Bradikardia<\/strong> &#8212; Detak jantung sangat lambat (kurang dari 60 kali\/menit).<\/li>\n<li><strong>Takikardia<\/strong> &#8212; Detak jantung sangat cepat (lebih dari 100 kali\/menit).<\/li>\n<li><strong>Sindrom Koroner Akut<\/strong> &#8212; Penyumbatan pembuluh darah jantung yang menyebabkan serangan jantung.<\/li>\n<li><strong>Gagal Jantung<\/strong> &#8212; Jantung tidak mampu memompa darah dengan baik.<\/li>\n<li><strong>Kardiomiopati<\/strong> &#8212; Penyakit pada otot jantung yang mengganggu kemampuan memompa.<\/li>\n<li><strong>Miokarditis<\/strong> &#8212; Radang pada otot jantung.<\/li>\n<li><strong>Disritmia<\/strong> &#8212; Gangguan irama atau frekuensi detak jantung.<\/li>\n<li><strong>Trauma<\/strong> &#8212; Cedera fisik yang bisa menyebabkan syok dan gangguan sirkulasi.<\/li>\n<li><strong>Perdarahan<\/strong> &#8212; Perdarahan berat dari berbagai lokasi seperti gastrointestinal, ruptur aorta, atau perdarahan intrakranial.<\/li>\n<li><strong>Keracunan<\/strong> &#8212; Masuknya zat beracun yang memengaruhi fungsi jantung.<\/li>\n<li><strong>Overdosis<\/strong> &#8212; Konsumsi obat berlebihan yang menekan fungsi kardiovaskular.<\/li>\n<li><strong>Tenggelam<\/strong> &#8212; Kekurangan oksigen akibat tenggelam yang memengaruhi jantung.<\/li>\n<li><strong>Emboli Paru<\/strong> &#8212; Penyumbatan pembuluh darah paru oleh bekuan darah.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>SLKI (Sistem Luaran Keperawatan Indonesia)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Luaran Utama:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Sirkulasi Spontan<\/strong> &#8212; Jantung mampu memompa darah secara adekuat untuk menjaga kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Luaran Tambahan:<\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Keseimbangan Asam-Basa<\/strong> &#8212; Kadar keasaman darah dalam rentang normal.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perfusi Gastrointestinal<\/strong> &#8212; Aliran darah ke saluran pencernaan berjalan adekuat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perfusi Perifer<\/strong> &#8212; Aliran darah ke ekstremitas berjalan adekuat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perfusi Renal<\/strong> &#8212; Aliran darah ke ginjal berjalan adekuat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perfusi Serebral<\/strong> &#8212; Aliran darah ke otak berjalan adekuat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Status Sirkulasi<\/strong> &#8212; Sistem sirkulasi berfungsi dengan baik.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>SIKI (Sistem Intervensi Keperawatan Indonesia)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Gangguan Sirkulasi Spontan<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Intervensi Utama:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Defibrilasi<\/strong> &#8212; Memberikan kejutan listrik ke jantung untuk mengembalikan irama normal jika diperlukan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Resusitasi Cairan<\/strong> &#8212; Memberikan cairan infus untuk menjaga volume darah dan tekanan darah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Resusitasi Jantung Paru (RJP)<\/strong> &#8212; Tindakan darurat berupa kompresi dada dan ventilasi untuk mempertahankan sirkulasi jika jantung berhenti.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Intervensi Pendukung:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Code Management<\/strong> &#8212; Koordinasi tim dalam situasi darurat jantung (code blue).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Dukungan Kepatuhan Program Pengobatan<\/strong> &#8212; Membantu pasien patuh dengan pengobatan yang diresepkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Spesimen Darah<\/strong> &#8212; Pengambilan dan pengelolaan sampel darah untuk pemeriksaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Penyalahgunaan Zat<\/strong> &#8212; Mengatasi efek penyalahgunaan zat yang memengaruhi sirkulasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemantauan Cairan<\/strong> &#8212; Memantau asupan dan output cairan tubuh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemantauan Hasil Laboratorium<\/strong> &#8212; Memeriksa hasil pemeriksaan darah dan cairan tubuh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemantauan Hemodinamik Invasif<\/strong> &#8212; Memantau tekanan darah dan fungsi jantung menggunakan alat khusus.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemantauan Tanda Vital<\/strong> &#8212; Memantau tekanan darah, nadi, suhu, dan saturasi oksigen secara rutin.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Insersi Intravena<\/strong> &#8212; Memasang infus untuk pemberian obat dan cairan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Insersi Jalan Napas Buatan<\/strong> &#8212; Memasang alat bantu napas buatan jika diperlukan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Kateterisasi Urine<\/strong> &#8212; Memasang selang ke kandung kemih untuk memantau produksi urin.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Alat Pacu Jantung Sementara<\/strong> &#8212; Mengatur dan memantau penggunaan alat pacu jantung sementara.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemberian Obat<\/strong> &#8212; Memberikan obat sesuai resep untuk mendukung fungsi sirkulasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Asam-Basa: Alkalosis Metabolik<\/strong> &#8212; Mengatasi kondisi darah terlalu basa akibat gangguan metabolik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemberian Obat Intramuskular<\/strong> &#8212; Memberikan obat melalui suntikan ke otot.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Asam-Basa: Asidosis Metabolik<\/strong> &#8212; Mengatasi kondisi darah terlalu asam akibat gangguan metabolik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemberian Obat Intraoseous<\/strong> &#8212; Memberikan obat melalui jarum yang dimasukkan ke tulang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Asam-Basa: Asidosis Respiratorik<\/strong> &#8212; Mengatasi darah terlalu asam akibat penumpukan karbon dioksida.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Elektrolit: Hiperkalemia<\/strong> &#8212; Mengatasi kadar kalium terlalu tinggi dalam darah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Elektrolit: Hiperkalsemia<\/strong> &#8212; Mengatasi kadar kalsium terlalu tinggi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Elektrolit: Hipermagnesemia<\/strong> &#8212; Mengatasi kadar magnesium terlalu tinggi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pengambilan Sampel Darah Vena<\/strong> &#8212; Mengambil sampel darah dari pembuluh vena untuk pemeriksaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Elektrolit: Hipernatremia<\/strong> &#8212; Mengatasi kadar natrium terlalu tinggi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Elektrolit: Hipokalemia<\/strong> &#8212; Mengatasi kadar kalium terlalu rendah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Elektrolit: Hipokalsemia<\/strong> &#8212; Mengatasi kadar kalsium terlalu rendah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Elektrolit: Hipomagnesemia<\/strong> &#8212; Mengatasi kadar magnesium terlalu rendah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perawatan Emboli Paru<\/strong> &#8212; Merawat kondisi penyumbatan pembuluh darah paru.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Jalan Napas<\/strong> &#8212; Menjaga kepatenan saluran napas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Jalan Napas Buatan<\/strong> &#8212; Merawat alat bantu napas buatan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Medikasi<\/strong> &#8212; Mengelola pemberian obat-obatan secara tepat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Manajemen Overdosis<\/strong> &#8212; Mengatasi efek kelebihan dosis obat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemberian Obat Intravena<\/strong> &#8212; Memberikan obat melalui infus.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pemeriksaan Kelengkapan Set Emergensi<\/strong> &#8212; Memastikan perlengkapan darurat siap digunakan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pencegahan Aspirasi<\/strong> &#8212; Mencegah masuknya benda asing ke saluran napas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pengambilan Sampel Darah Arteri<\/strong> &#8212; Mengambil sampel darah dari pembuluh nadi untuk pemeriksaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Penghisapan Jalan Napas<\/strong> &#8212; Menyedot lendir dari saluran napas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pengontrolan Perdarahan<\/strong> &#8212; Mengendalikan perdarahan yang terjadi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perawatan Alat Topangan Jantung Mekanik<\/strong> &#8212; Merawat alat bantu jantung mekanik jika digunakan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perawatan Jantung Akut<\/strong> &#8212; Merawat kondisi darurat jantung.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Perawatan Jenazah<\/strong> &#8212; Merawat jenazah jika pasien meninggal.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Pertolongan Pertama<\/strong> &#8212; Memberikan pertolongan pertama yang diperlukan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Stabilisasi Jalan Napas<\/strong> &#8212; Memastikan saluran napas tetap terbuka dan aman.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p><em>Sumber: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_101\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"101\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p>D.0010 Risiko Gangguan Sirkulasi Spontan Definisi Risiko Gangguan Sirkulasi Spontan adalah kondisi berisiko mengalami ketidakmampuan untuk mempertahankan sirkulasi (aliran darah) yang adekuat untuk menunjang kehidupan. Artinya, pasien memiliki faktor-faktor yang meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan sirkulasi yang mengancam jiwa. Faktor Risiko Faktor-faktor yang meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan sirkulasi spontan: Kekurangan volume cairan &#8212; Dehidrasi atau perdarahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1379,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,8],"tags":[62],"class_list":["post-101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisiologis","category-sirkulasi","tag-aliran-darah"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":2503,"today_views":1},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101"}],"version-history":[{"count":14,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3319,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101\/revisions\/3319"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1379"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/sdki\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}