D.0043 Inkontinensia Urin Fungsional.

 122 total views

 122 total views D.0043 Inkontinensia Urin Fungsional. Definisi :… Kehilanag urin yang tidak terkendali akibat overditensi kandung kemih.   Penyebab Blok spinger Kerusakan atau tidakadekuatan jalur aferen Obstruksi jalan keluar urin (mis. Impaksi fekal, efek agen farmologis) Ketidakadekuatan detrusor (mis. pada kondisi stres atau tidak nyaman, deconditioned voiding)   Gejala dan Tanda Mayor Subjektif Residu volume urin setelah berkemih atau keluhan kebocoran sedikit urin Nokturia   Objektif Kandung kemih distensi (bukan berhubungan dengan penyebab reversibel akut) atau kandung kemih distensi dengan sering , sedikit berkemih atau dribbling   Gejala dan Tanda Minor (tidak tersedia)   Objektif Residu urin 100 ml atau lebih   Kondisi Klinis Terkait Asma Alergi Penyakit neurologi : cedera/tumor/infeksi medula spinalis Cedera kepala Sklerosis multipel Dimielinisasi saraf Neuropati diabetikum Neuropati alkohol Striktura uretra/leher kandung kemih Pembesaran prostat Pembengkakan periental sumber :

D.0042 Inkontinensia Urin Berlanjut.

D.0042 Inkontinensia Urin Berlanjut.

 129 total views

 129 total views D.0042 Inkontinensia Urin Berlanjut. Definisi :… Pengeluaran urin tidak terkendali dan terus menerus tanpa distensi atau perasaan penuh pada kandung kemih   Penyebab Neuropati arkus refleks Disfungsi neurologis Kerusakan refleks kontraksi detrusor Trauma Kerusakan medula spinalis Kelainan anatomis (mis.fitsula)   Gejala dan Tanda Mayor Subjektif Keluarnya urin konstan tanpa distensi Nokturia lebih dari 2 kali sepanjang tidur   Objektif (tidak tersedia)   Gejala dan Tanda Minor Subjektif Berkemih tanpa sadar Tidak sadar inkontinensia urin   Objektif (tidak tersedia)   Kondisi Klinis Terkait Cedera kepala Trauma Tumor Infeksi medula spinalis Fistula saluran kemih Tautan SDKI – SIKI¬† Inkontinensia Urine Berlanjut Intervensi Utama : Kateterisasi Urine Perawatan Inkontinensia Urine   Intervensi Pendukung : Dukungan Perawatan Diri BAB/BAK Latihan Berkemih Latihan Otot Panggul Manajemen Cairan Manajemen Elminasi Urine Manajemen inkontinensia Urine Pemberian Obat Oral Perawatan Kateter Urine Perawatan Perineum Perawatan Retensi Urine         sumber :

D.0041 Inkontinensia Fekal.

 131 total views,  1 views today

 131 total views,  1 views today D.0041 Inkontinensia Fekal. Definisi : Kerusakan susunan saraf motorik bawah Penurunan tonus otot Gangguan kognitif Penyalahgunaan laksatif Kehilangan fungsi pengendalian sfingter rektum Pascaoperasi pullthrough dan penutupan klosomi Ketidakmampuan mencapai kamar kecil Diare kronis Stres berlebihan   Gejala dan Tanda Mayor Subjektif Tidak mampu mengontrol pengeluaran fases Tidak mampu menunda defekasi   Objektif Fases keluar sedikit-sedikit dan sering   Gejala dan Tanda Minor Subjektif (tidak tersedia)   Objektif Bau fases Kulit perinal kemerahan   Kondisi Klinis Terkait Spina bifida Atresia ani Penyakit Hirschsprung   Tautan SDKI – SIKI : Intervensi Utama : Latihan Eliminasi Fekal Perawatan Inkontinensia Fekal Intervensi Pendukung : Dukungan Emosional Dukungan Perawatan Diri: BAB/BAK Edukasi Toilet Training Manajemen Demensia Manajemen Diare Manajemen Eliminasi Fekal Manajemen Lingkungan Manajemen Nutrisi Manajemen Prolapsus Rektum Pemberian Obat Pemberian Obat Intravena Pemberian Obat Oral Pemberian Obat Rektal Perawatan Perineum Promosi Latihan Fisik Rujukan ke Perawat Enterostoma Terapi Aktivitas.       sumber :

D.0040 Gangguan Eliminasi Urin.

 140 total views,  3 views today

 140 total views,  3 views today D.0040 Gangguan Eliminasi Urin. Definisi : Disfungsi eliminasi urin   Penyebab :¬† Penurunan kapasitas kandung kemih Iritasi kandung kemih Penurunan kemampuan menyadari tanda-tanda gangguan kandung kemih Efek tindakan medis dan diagnostik (mis. operasi ginjal , operasi saluran kemih, anestesi, dan obat-obatan) Kelemahan otot pelvis Ketidakmampuan mengakses toilet (mis. imobilitas) Hambatan lingkungan Ketidakmampuan mengkomunikasikan kebutuhan eliminasi Outlet kandung kemih tidak lengkap (mis. anomali saluran kemih kongenital) Imaturitas (pada anak usia < 3 tahun)   Gejala dan Tanda Mayor Subjektif Desekan berkemih (Urgensi) Urin menetas (dribbling) Sering buang air kecil Nokturia Mengompol Enuresis   Objektif Distensi kandung kemih Berkemih tidak tuntas (Hesitancy) Volume residu urin meingkat   Gejala dan Tanda Minor Subjektif (tidak tersedia)   Objektif (tidak tersedia)   Kondisi Klinis Terkait Infeksi ginjal dan saluran kemih Hiperglikemi Trauma Kanker Cedera/tumor/infeksi medula spinalis Neuropati diabetikum Neuropati alkoholik Stroke Parkinson Skeloris multipel Obat alpha adrenergik   Keterangan Diagnosis ini masih bersifat umum untuk ditegakan di klinik, sebaliknya penegakan diagnosis […]

D.0039 Risiko Syok.

 142 total views

 142 total views D.0039 Risiko Syok. Definisi :… Beresiko mengalami ketidakcukupan aliran darah ke jaringan tubuh, yang dapat mengakibatkan disfungsi seluler yang mengancam jiwa.   Faktor Risiko Hipoksemia Hipoksia Hipotensi Kekurangan volume cairan Sepsis Sindrom respons inflamasi sismetik (systemic inflamatory response syndrome [SIRS])   Kondisi Klinis Terkait Pendarahan Trauma multipel Pheumothoraks Infark miokard Kardiomiopati Cedera medula spinalis Anafilaksis Sepsis Koagulasi intravaskuler diseminata Sindrom respons inflamasi sistemik (systemic inflamatory response syndrome [SIRS])   Keterangan Diagnosis ini ditegakan pada kondisi gawat darurat yang dapat mengancam jiwa dan intervensi diarahkan untuk penyelamatan jiwa. sumber :

D0038 Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah.

 124 total views,  1 views today

 124 total views,  1 views today D0038 Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah. Definisi :… Resiko terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal.   Faktor Risiko Kurang terpapar informasi tentang manejemen diabetes ketidaktepatan pemantaun glukosa darah Kurang petuh pada rencana manejemen diabetes Manajemen medikasi tidak terkontrol Kemilan Periode pertumbuhan cepat Stres berlebihan Penamabahan berat badan Kurang dapat menerima diagnosis   Kondisi Klinis Terkait Diabetes melitus ketoasisdosis diabetik Hipoglekimia Diabetes getasional Penggunaan kortikosteroid Nutrisi parental       sumber :

D.0037 Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit.

 143 total views,  3 views today

 143 total views,  3 views today D.0037 Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit. Definisi :… Berisiko mengalami perubahan kadar serum elektrolit   Faktor Risiko Ketidakseimbangan cairan (mis. dehidrasi dan intoksikasi air) Kelebihan volume cairan Gangguan mekanisme regulasi (mis. diabetes) Efek samping prosedur (mis. pembedahan) Diare Muntah Disfungsi ginjal Disfungsi regulasi endokrin   Kondisi Klinis Terkait Gagal ginjal Anoreksia nervosa Diabetes melitus Penyakit Chron Gastroenteritis Pankreatitis Cedera kepala Kanker Trauma multipel Luka bakar Anemia sel sabit     sumber :

0036 Risiko Ketidakseimbangan Cairan.

 140 total views,  1 views today

 140 total views,  1 views today 0036 Risiko Ketidakseimbangan Cairan. Definisi :… berisiko mengalami penurunan, peningkatan atau percepatan perpindahan cairan dari intraveskuler, interstisial atau intraselular.   Faktor Risiko Prosedur pembedahan mayor Trauma/pembedahan Luka bakar Aferesis Obstruksi intestinal Peradangan pankreas Penyakit ginjal dan kelenjar Disfungsi intestinal   Kondisi Klinis Terkait Prosedur pembedahan mayor Penyakit ginjal dan kelenjar Perdarahan Luka bakar   sumber :

D.0035 Risiko Ikterik Neonatus.

 123 total views

 123 total views D.0035 Risiko Ikterik Neonatus. Definisi :… Beresiko mengalami kulit dan membran mukos neonatus menguning setelah 24 jam kelahiran akibat bilirubin tak terkonjugasi masuk ke dalam sirkulasi.   Faktor Risiko Penurunan berat badan abnormal >7-8% pada bayi baru lahir yang menyusu ASI, >15% pada bayi cukup bulan) Pola makan yang tidak ditetapkan dengan baik Kesulitan transisi ke kehidupan ekstra uterin Usia kurang dari 7 hari Keterlambatan pengeluran fases (mekonium) Prematuritas (<37 minggu)   Kondisi Klinis Terkait Neonatus Bayi prematur     sumber :

0034 Risiko Hipovolemia.

 126 total views

 126 total views 0034 Risiko Hipovolemia. Definisi :… Beresiko mengalami penurunan volume cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraselular.   Faktro Risiko Kehilangan cairan secara aktif Gangguan absorbsi cairan Usia lanjut Kelebihan beraat badan Status hipermetabolik Kegagalan mekanisme regulasi Evaporasi Kekurangan intake cairan Efek agen farmakologis   Kondisi Klinis Terkait Penyakit Addison Trauma/perdarahan Luka bakar AIDS Penyakit Crohn Muntah Diare Kolitis ulseratif     sumber :