{"id":6409,"date":"2022-04-27T11:06:22","date_gmt":"2022-04-27T04:06:22","guid":{"rendered":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?p=6409"},"modified":"2022-10-08T10:21:18","modified_gmt":"2022-10-08T03:21:18","slug":"5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","title":{"rendered":"5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) &#8211; Akreditasi Kemenkes &#8211; KMK 1128"},"content":{"rendered":"<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>3.\u00a0<\/b><strong><b>Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<h4><a href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/instrumen-penilaian-pokja-pab-starkes\/\"><button><span style=\"color: #ff0000;\">Pelajari Ringkasan Instrumen Penilaian PAB<\/span><\/button><\/a><\/h4>\n<h4><\/h4>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><strong><b>Gambaran<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>umum<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tindakan anestesi, sedasi, dan intervensi bedah merupakan proses\u00a0yang kompleks dan sering dilaksanakan di rumah sakit. Hal tersebut\u00a0memerlukan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pengkajianpasien yang lengkap dan menyeluruh;\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Perencanaanasuhan yang terintegrasi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pemantauanyang terus menerus;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Transferke ruang perawatan berdasar atas kriteria tertentu;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Rehabilitasi;dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Transferke ruangan perawatan dan menyeluruh.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anestesi dan sedasi umumnya merupakan suatu rangkaian proses yang dimulai dari sedasi minimal hingga anastesi penuh. Tindakan sedasi ditandai dengan hilangnya refleks pertahanan jalan nafas secara perlahan seperti batuk dan tersedak. Karena respon pasien terhadap tindakan sedasi dan anestesi berbeda-beda secara individu dan memberikan efek yang panjang, maka prosedur tersebut harus dilakukan pengelolaan yang baik dan terintegrasi. Bab ini tidak mencakup pelayanan sedasi di ICU untuk penggunaan ventilator dan alat invasive lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena\u00a0tindakan\u00a0bedah\u00a0juga\u00a0merupakan \u00a0tindakan \u00a0yang \u00a0berisiko\u00a0tinggi maka harus direncanakan dan dilaksanakan secara hati-hati.\u00a0Rencana prosedur operasi dan asuhan pascaoperasi dibuat berdasar\u00a0atas\u00a0pengkajian\u00a0pasien\u00a0dan\u00a0didokumentasikan.\u00a0Bila\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0memberikan\u00a0pelayanan\u00a0pembedahan\u00a0dengan\u00a0pemasangan\u00a0implant,\u00a0maka\u00a0harus\u00a0dibuat\u00a0laporan\u00a0jika\u00a0terjadi\u00a0ketidak\u00a0berfungsinya\u00a0alat\u00a0tersebut\u00a0dan\u00a0proses\u00a0tindak\u00a0lanjutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Standar pelayanan anestesi dan bedah berlaku di area \u00a0manapun dalam rumah sakit yang menggunakan anestesi, sedasi ringan, sedang dan dalam, dan juga pada tempat dilaksanakannya prosedur pembedahan dan tindakan invasif lainnya yang membutuhkan persetujuan tertulis (informed consent). Area ini meliputi ruang operasi rumah sakit, rawat sehari (ODC), poliklinik gigi, poliklinik rawat jalan, endoskopi, radiologi, gawat darurat, perawatan intensif, dan tempat lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fokus\u00a0pada\u00a0standard\u00a0ini\u00a0mencakup:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengorganisasiandan pengelolaan pelayanan anastesi dan sedasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan sedasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan anestesi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan pembedahan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><span style=\"color: #0000ff;\"><b>a.\u00a0<\/b><strong><b>Pengorganisasian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pengelolaan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pelayanan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Anastesi<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Sedasi<\/b><\/strong><\/span><\/span><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>PAB<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>1<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menerapkan pelayanan anestesi, sedasi moderat dan dalam untuk memenuhi kebutuhan pasien sesuai dengan kapasitas pelayanan, standar profesi dan perundang undangan yang berlaku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Anestesi dan sedasi diartikan sebagai satu alur layanan berkesinambungan mulai dari sedasi minimal sampai anestesi dalam. Anestesi dan sedasi menyebabkan refleks proteksi jalan nafas dapat menghilang sehingga pasien berisiko untuk terjadi sumbatan jalan nafas dan aspirasi cairan lambung. Anestesi dan sedasi adalah proses kompleks sehingga harus diintegrasikan ke dalam rencana asuhan. Anestesi dan sedasi membutuhkan pengkajian lengkap dan komprehensif serta pemantaun pasien secara terus menerus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit mempunyai suatu sistem untuk pelayanan anestesi, sedasi ringan, moderat dan dalam untuk melayani kebutuhan pasien oleh PPA berdasarkan kewenangan klinis yang diberikan kepadanya, termasuk juga sistim penanganan bila terjadi kegawat daruratan selama tindakan sedasi. Pelayanan anestesi, sedasi ringan, moderat dan dalam (termasuk layanan yang diperlukan untuk kegawatdaruratan) tersedia 24 jam 7 (tujuh) hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit telah menetapkan regulasi pelayanan anestesi dan sedasi dan pembedahan meliputi poin a) \u2013\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">c) pada gambaran umum.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayanananestesi dan sedasi yang telah diberikan dapat memenuhi kebutuhan pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan anestesi dan sedasi tersedia selama 24 (duapuluh empat) jam 7 (tujuh) hari sesuai dengan kebutuhan pasien.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit \u00a0menetapkan \u00a0penanggung \u00a0jawab \u00a0pelayanan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">anestesi, sedasi moderat dan dalam adalah seorang dokter\u00a0anastesi\u00a0yang\u00a0kompeten.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan anestesi, sedasi moderat dan dalam berada dibawah tanggung jawab seorang dokter anastesi yang kompeten sesuai dengan peraturan perundang undangan. Tanggung jawab pelayanan anestesi, sedasi moderat dan dalam tersebut meliputi:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Mengembangkan,menerapkan, dan menjaga regulasi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Melakukan pengawasan administratif;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Melaksanakanprogram pengendalian mutu yang dibutuhkan; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Memantaudan mengevaluasi pelayanan sedasi dan anestesi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumahsakit telah \u00a0menerapkan \u00a0pelayanan \u00a0anestesi dan sedasi secara seragam di seluruh area seusai regulasi yang ditetapkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumahsakit telah menetapkan penanggung jawab pelayanan anestesi dan sedasi adalah seorang dokter anastesi yang kompeten yang melaksanakan tanggung jawabnya meliputi poin a) \u2013 d) pada maksud \u00a0dan tujuan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bila memerlukan profesional pemberi asuhan terdapatPPA dari luar rumah sakit untuk memberikan pelayanan anestesi dan sedasi, maka ada bukti rekomendasi dan evaluasi pelayanan dari penanggung jawab pelayanan anastesi dan sedasi terhadap PPA tersebut.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h1><span style=\"color: #0000ff;\"><b>b.\u00a0<\/b><strong><b>Pelayanan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Sedasi<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>PAB<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>3<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pemberian sedasi moderat dan dalam dilakukan sesuai dengan regulasi dan ditetapkan rumah sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Prosedur pemberian sedasi moderat dan dalam yang diberikan secara intravena tidak bergantung pada berapa dosisnya. oleh karena prosedur pemberian sedasi seperti\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">layaknya anestesi mengandung risiko potensial pada pasien. Pemberian sedasi pada pasien harus dilakukan seragam dan sama di semua tempat di rumah sakit termasuk unit di luar kamar operasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Keseragaman dalam pelayanan sedasi sesuai kebijakan dan prosedur yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh tenaga medis yang kompeten dan telah diberikan \u00a0kewenangan klinis untuk melakukan sedasi moderat dan dalam meliputi:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Area-area di dalam rumah sakit tempat sedasi moderatdan dalam dapat dilakukan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Kualifikasistaf yang memberikan sedasi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Persetujuan medis (<em>informed consent<\/em>) untuk prosedur maupun sedasinya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Perbedaan populasi anak, dewasa, dan geriatri ataupun pertimbangan khusus lainnya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Peralatan medis dan bahan yang digunakan sesuai dengan populasi yang diberikan sedasi moderat atau dalam; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Cara memantau.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah melaksanakan pemberian sedasi moderat dan dalam yang seragam di semua tempat di rumah sakit sesuai dengan poin a) &#8211; f) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Peralatan dan perbekalan gawat darurat tersedia di tempat dilakukan sedasi moderat dan dalam serta dipergunakan sesuai jenis sedasi, usia, dan kondisi pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) PPA yang terlatih dan berpengalaman dalam memberikan bantuan hidup lanjut (<em>advance)<\/em><em>\u00a0<\/em>harus selalu mendampingi dan siaga selama tindakan sedasi dikerjakan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Tenaga medis yang kompeten dan berwenang memberikan pelayanan sedasi moderat dan dalam serta melaksanakan pemantauan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kualifikasi tenaga medis yang diberikan kewenangan klinis untuk melakukan sedasi moderat dan dalam terhadap pasien sangat penting. Pemahaman metode pemberikan sedasi moderat dan dalam terkait kondisi pasien dan jenis tindakan yang diberikan dapat meningkatkan toleransi pasien terhadap rasa tidak nyaman, nyeri, dan atau risiko komplikasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Komplikasi terkait pemberian sedasi terutama gangguan jantung dan paru. Oleh sebab itu, diperlukan Sertifikasi bantuan hidup lanjut. Sebagai tambahan, pengetahuan farmakologi zat sedasi yang digunakan termasuk zat reversal mengurangi risiko terjadi kejadian yang tidak diharapkan. Oleh karena itu, tenaga medis yang diberikan kewenangan klinis memberikan sedasi moderat dan dalam harus kompeten dalam hal:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Teknik dan berbagai cara sedasi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Farmakologi obat sedasi dan penggunaaan zat reversal (antidot);<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Persyaratan pemantauan pasien; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Bertindak jika ada komplikasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Tenaga medis yang melakukan prosedur sedasi harus mampu bertanggung jawab melakukan pemantauan terhadap pasien. PPA yang kompeten melakukan prosedur sedasi, seperti dokter spesialis anestesi atau perawat yang terlatih yang bertanggung jawab melakukan pemantauan berkesinambungan terhadap parameter fisiologis \u00a0pasien dan membantu tindakan resusitasi. PPA yang bertanggung jawab melakukan pemantauan harus kompeten dalam:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pemantauan yang diperlukan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Bertindak jika ada komplikasi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Penggunaan zat reversal (antidot); dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Kriteria pemulihan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Tenaga medis yang diberikan kewenangan klinis memberikan sedasi moderat dan dalam harus kompeten dalam poin a) \u2013 d) pada maksud dan tujuan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Profesional pemberi asuhan (PPA) yang bertanggung jawab melakukan pemantauan selama pelayanan sedasi moderat dan dalam harus kompeten meliputi poin a) \u2013 d) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Kompetensi semua PPA yang terlibat dalam sedasi moderat dan dalam tercatat di file keperawatan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>7)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0panduan\u00a0praktik\u00a0klinis\u00a0untuk\u00a0pelayanan\u00a0sedasi\u00a0moderat\u00a0dan\u00a0dalam<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>8)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Tingkat kedalaman sedasi berlangsung dalam suatu kesinambungan mulai ringan sampai sedasi dalam dan pasien dapat berubah dari satu tingkat ke tingkat lainnya. Banyak faktor berpengaruh terhadap respons \u00a0pasien \u00a0dan hal ini memengaruhi tingkat sedasi pasien. Faktor-faktor tersebut termasuk obat-obatan yang diberikan, rute pemberian obat dan dosis, usia pasien (anak, dewasa, serta lanjut usia), dan riwayat kesehatan pasien. Misalnya, pasien memiliki riwayat gangguan organ utama maka kemungkinan obat yang digunakan pasien dapat berinteraksi dengan obat sedasi, alergi obat, efek samping obat sedasi atau anastesi sebelumnya. Jika \u00a0status \u00a0fisik pasien berisiko tinggi maka dipertimbangkan pemberian tambahan kebutuhan klinis lainnya dan diberikan tindakan sedasi yang sesuai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengkajian\u00a0prasedasi\u00a0membantu\u00a0mengidentifikasi\u00a0faktor\u00a0yang\u00a0dapat\u00a0yang\u00a0berpengaruh\u00a0pada\u00a0respons\u00a0pasien\u00a0terhadap\u00a0tindakan\u00a0sedasi\u00a0dan\u00a0juga\u00a0dapat\u00a0diidentifikasi\u00a0temuan-temuan penting dari hasil pemantaun selama dan\u00a0sesudah\u00a0sedasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Profesional\u00a0pemberi\u00a0asuhan\u00a0(PPA)\u00a0yang\u00a0kompeten\u00a0dan\u00a0bertanggung\u00a0jawab\u00a0melakukan\u00a0pengkajian\u00a0prasedasi\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Mengidentifikasi masalah saluran pernapasan yang dapat memengaruhi jenis sedasi yang digunakan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Mengevaluasi pasien terhadap risiko tindakan sedasi;\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Merencanakan jenis sedasi dan tingkat kedalaman sedasi yang diperlukan pasien berdasarkan prosedur \/ tindakan yang akan dilakukan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Pemberiansedasi secara aman; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Menyimpulkan temuan hasil pemantauan pasien selama prosedur sedasi dan pemulihan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Cakupan dan isi pengkajian dibuat berdasar atas Panduan\u00a0Praktik Klinis dan kebijakan pelayanan anastesi dan sedasi\u00a0yang\u00a0ditetapkan\u00a0oleh\u00a0rumah\u00a0sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pasien yang sedang menjalani tindakan sedasi dipantau tingkat kesadarannya, ventilasi dan status oksigenasi, variabel hemodinamik berdasar atas jenis obat sedasi yang diberikan, jangka waktu sedasi, jenis kelamin, dan kondisi pasien. Perhatian khusus ditujukan pada kemampuan pasien mempertahankan refleks protektif, jalan napas yang teratur dan lancar, serta respons terhadap stimulasi \u00a0fisik dan perintah verbal. Seorang yang kompeten bertanggung jawab melakukan pemantauan status fisiologis pasien secara terus menerus dan membantu memberikan bantuan resusitasi sampai pasien pulih dengan selamat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Setelah tindakan selesai dikerjakan, pasien masih tetap berisiko terhadap komplikasi karena keterlambatan absorsi obat sedasi, dapat terjadi depresi pernapasan, dan kekurangan stimulasi akibat tindakan .<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Ditetapkan\u00a0kriteria\u00a0pemulihan\u00a0untuk\u00a0mengidentifikasi\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0sudah\u00a0pulih\u00a0kembali\u00a0dan\u00a0atau\u00a0siap\u00a0untuk\u00a0ditransfer\/dipulangkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>9)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah menerapkan pengkajian prasedasi dan dicatat dalam rekam medis meliputi poin a) \u2013 e) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit telah menerapakn pemantauan pasien selama dilakukan pelayanan sedasi moderat dan dalam oleh PPA yang kompeten dan di catat di rekam medis.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kriteria pemulihan telah digunakan dan didokumentasikan untuk mengidentifikasi pasien yang sudah pulih kembali dan atau siap untuk\u00a0ditransfer\/dipulangkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>c.\u00a0<\/b><strong><b>Pelayanan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Anastesi<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>PAB<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>4<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Profesional pemberi asuhan (PPA) yang kompeten dan telah\u00a0diberikan kewenangan klinis pelayanan anestesi melakukan\u00a0asesmen\u00a0pra-anestesi\u00a0dan\u00a0prainduksi.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Oleh karena anestesi memiliki risiko tinggi maka pemberiannya harus direncanakan dengan hati-hati. Pengkajian pra-anestesi adalah dasar perencanaan ini untuk mengetahui temuan \u00a0pemantauan \u00a0selama \u00a0anestesi dan pemulihan yang mungkin bermakna, dan juga untuk menentukan obat analgesi apa untuk pascaoperasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengkajian\u00a0pra-anestesi\u00a0juga\u00a0memberikan\u00a0informasi\u00a0yang\u00a0diperlukan\u00a0untuk:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Mengetahui masalah saluran pernapasan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Memilihanestesi dan rencana asuhan anestesi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Memberikananestesi yang aman berdasar atas pengkajian pasien, risiko yang ditemukan, dan jenis tindakan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Menafsirkan temuan pada waktu pemantauan selamaanestesi dan pemulihan; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Memberikan informasi obat analgesia yang akan digunakan pasca operasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Dokter spesialis anestesi akan melakukan pengkajian pra- anestesi yang dapat dilakukan sebelum masuk rawat inap atau sebelum dilakukan tindakan bedah atau sesaat menjelang operasi, misalnya pada pasien darurat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Asesmen prainduksi terpisah dari asesmen pra-anestesi, karena difokuskan pada stabilitas fisiologis dan kesiapan pasien untuk tindakan anestesi, dan berlangsung sesaat sebelum induksi anestesi. Jika anestesi diberikan secara darurat maka pengkajian pra-anestesi dan prainduksi dapat dilakukan berurutan atau simultan, namun dicatat secara terpisah .<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengkajian pra-anestesi telah dilakukan untuk setiap pasien yang akan dilakukan anestesi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengkajian prainduksi telah dilakukan secara terpisah untuk mengevaluasi ulang pasien segera sebelum induksi anestesi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kedua pengkajian tersebut telah dilakukan oleh PPA yang kompeten dan telah diberikan kewenangan klinis didokumentasikan dalam rekam medis pasien.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Risiko, manfaat, dan alternatif tindakan sedasi atau anestesi didiskusikan dengan pasien dan keluarga \u00a0atau orang yang dapat membuat keputusan mewakili pasien sesuai dengan peraturan perundang-undangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rencana tindakan sedasi atau anastesi harus diinformasikan kepada pasien, keluarga pasien, atau mereka yang membuat keputusan mewakili pasien tentang jenis sedasi, risiko, manfaat, dan alternatif terkait tindakan tersebut. Informasi tersebut sebagai bagian dari proses mendapat persetujuan tindakan kedokteran untuk tindakan sedasi atau anestesi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumahsakit telah menerapkan pemberian informasi kepada pasien dan atau \u00a0keluarga\u00a0 \u00a0atau \u00a0pihak \u00a0yang akan memberikan keputusan tentang jenis, risiko, manfaat, alternatif dan analagsia pasca tindakan sedasi atau anestesi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemberianinformasi dilakukan oleh dokter spesialis anastesi dan didokumentasikan dalam formulir persetujuan tindakan anastesi\/sedasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>7)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>6<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Status fisiologis setiap pasien selama tindakan sedasi atau anestesi dipantau sesuai dengan panduan praktik klinis (PPK) dan didokumentasikan dalam rekam medis pasien.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>8)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>6<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pemantauan fisiologis akan memberikan informasi mengenai status pasien selama tindakan anestesi (umum, spinal, regional dan lokal) dan masa pemulihan. Hasil pemantauan akan menjadi dasar untuk mengambil keputusan intraoperasi yang penting dan juga \u00a0menjadi dasar pengambilan keputusan pascaoperasi seperti pembedahan ulang, pemindahan ke tingkat perawatan lain, atau pemulangan pasien.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Informasi hasil pemantauan akan memandu perawatan medis dan keperawatan serta mengidentifikasi kebutuhan diagnostik dan layanan lainnya. Temuan pemantauan dimasukkan ke dalam rekam medis pasien. Metode pemantauan bergantung pada status praanestesi pasien, pemilihan jenis tindakan anestesi, dan kerumitan pembedahan atau prosedur lainnya yang dilakukan selama tindakan anestesi. Meskipun demikian, pemantauan menyeluruh selama tindakan anestesi dan pembedahan dalam semua kasus harus sesuai dengan panduan praktik klinis (PPK) dan kebijakan rumah sakit. Hasilpemantauan didokumentasikan dalam rekam medis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>9)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>6<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Frekuensi dan jenis pemantauan selama tindakan anestesi dan pembedahan didasarkan pada status praanestesi pasien, anestesi yang digunakan, serta prosedur pembedahan yang dilakukan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pemantauan status fisiologis pasien sesuai dengan panduan praktik klinis (PPK) dan didokumentasikan dalam rekam medis pasien.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>10)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB.<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>6.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Status pasca anestesi pasien dipantau dan didokumentasikan, dan pasien dipindahkan \/ ditransfer \/ dipulangkan dari area pemulihan oleh PPA yang kompeten dengan menggunakan \u00a0kriteria baku yang ditetapkan rumah sakit.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>11)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>6.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pemantauan selama \u00a0anestesi \u00a0menjadi \u00a0dasar \u00a0pemantauan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">saat pemulihan pascaanestesi. Pemantauan pasca anestesi dapat dilakukan di ruang rawat \u00a0intensif \u00a0atau \u00a0di \u00a0ruang pulih. Pemantauan pasca anestesi di ruang rawat intensif bisa direncanakan sejak awal sebelum \u00a0tindakan\u00a0 \u00a0operasi atau sebelumnya tidak direncanakan berubah dilakukan pemantauan di ruang intensif atas hasil keputusan PPA anestesi dan atau PPA bedah berdasarkan penilaian selama prosedur anestesi dan atau pembedahan. Bila pemantauan pasca anestesi dilakukan di ruang intensif maka pasien langsung di transfer ke ruang rawat intensif dan tatalaksana pemantauan selanjutnya secara berkesinambungan dan sistematis berdasarkan instruksi DPJP di ruang rawat intensif serta didokumentasikan. Bila pemantauan dilakukan di ruang pulih maka pasien dipantau secara berkesinambungan dan sistematis serta didokumentasikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pemindahan pasien dari area pemulihan pascaanestesi atau penghentian pemantauan pemulihan dilakukan dengan salah satu berdasarkan beberapa alternatif sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) pasien dipindahkan (atau pemantauan pemulihan dihentikan) oleh seorang ahli anestesi yang kompeten.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) pasien dipindahkan (atau pemantauan pemulihan dihentikan) oleh seorang perawat atau penata anastesi yang kompeten berdasarkan kriteria pascaanestesi yang ditetapkan oleh rumah sakit, tercatat dalam rekam medis bahwa kriteria tersebut terpenuhi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) pasien dipindahkan ke unit yang mampu menyediakan perawatan pascaanestesi misalnya di unit perawatan intensif.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Waktu masuk dan keluar dari ruang pemulihan (atau waktu mulai dan dihentikannya pemantauan pemulihan) didokumentasikan dalam rekam medis pasien.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>12)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>6.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah menerapkan pemantauan pasien pascaanestesi baik di ruang intensif maupun di ruang pemulihan dan didokumentasikan dalam rekam medis pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pasien dipindahkan dari unit pascaanestesi (atau pemantauan pemulihan dihentikan) sesuai dengan kriteria baku yang ditetapkan dengan alternatif a) &#8211; c) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Waktu dimulai dan dihentikannya proses pemulihan dicatat di dalam rekam medis pasien.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>d.\u00a0<\/b><strong><b>Pelayanan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pembedahan<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>PAB<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>7<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Asuhan setiap pasien bedah direncanakan berdasar atas hasil pengkajian dan dicatat dalam rekam medis pasien.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Karena prosedur bedah mengandung risiko tinggi maka pelaksanaannya harus direncanakan dengan saksama. Pengkajian prabedah menjadi acuan untuk \u00a0menentukan jenis tindakan bedah yang tepat dan mencatat temuan penting. Hasil pengkajian prabedah memberikan informasi tentang:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Tindakan bedah yang sesuai dan waktu pelaksanaannya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Melakukan tindakan dengan aman; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Menyimpulkan temuan selama pemantauan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pemilihan teknik operasi bergantung pada riwayat pasien, status fisik, data diagnostik, serta manfaat dan risiko tindakan yang dipilih. Untuk pasien yang saat masuk rumah sakit langsung dilayani oleh dokter bedah, pengkajian prabedah menggunakan formulir pengkajian awal rawat inap. Sedangkan pasien yang dikonsultasikan di tengah perawatan oleh dokter penanggung jawab\u00a0 pelayanan (DPJP) lain dan diputuskan operasi maka pengkajian prabedah dapat dicatat di rekam medis sesuai kebijakan rumah sakit. Hal ini termasuk diagnosis praoperasi dan pascaoperasi serta nama tindakan operasi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah menerapkan pengkajian prabedah pada pasien yang akan dioperasi oleh dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) sebelum operasi di mulai.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Diagnosis praoperasi dan rencana prosedur\/tindakanoperasi berdasarkan hasil pengkajian prabedah dan didokumentasikan di rekam medik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Risiko, manfaat dan alternatif tindakan pembedahan didiskusikan dengan pasien dan atau keluarga atau pihak lain yang berwenang yang memberikan keputusan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b> \u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.1\u00a0<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pasien, keluarga, dan mereka yang memutuskan mendapatkan penjelasan untuk berpartisipasi dalam keputusan asuhan pasien dengan memberikan\u00a0 persetujuan\u00a0<em>(consent).\u00a0<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk memenuhi kebutuhan pasien maka penjelasan tersebut diberikan oleh dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) yang dalam keadaan darurat dapat dibantu oleh dokter di unit gawat darurat. Informasi yang disampaikan meliputi :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Risiko dari rencana tindakan operasi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Manfaat dari rencana tindakan operasi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Memungkinan komplikasi dan dampak;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Pilihan operasi atau nonoperasi (alternatif) yang tersedia untuk menangani pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Sebagai tambahan jika dibutuhkan darah atau produk darah, sedangkan risiko dan alternatifnya didiskusikan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah menerapkan pemberian informasi kepada pasien dan atau \u00a0keluarga \u00a0atau \u00a0pihak \u00a0yang akan memberikan keputusan tentang jenis, risiko, manfaat, komplikasi dan dampak serta alternatif prosedur\/teknik terkait dengan rencana operasi (termasuk pemakaian produk darah bila diperlukan) kepada pasien dan atau keluarga atau mereka yang berwenang memberi keputusan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemberian informasi dilakukan oleh dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) <\/span>didokumentasikan dalam formulir persetujuan tindakan kedokteran.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>7)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Informasi yang terkait dengan operasi dicatat dalam laporan operasi dan digunakan untuk menyusun rencana asuhan lanjutan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>8)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.2\u00a0<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Asuhan pasien pascaoperasi bergantung pada temuan dalam operasi. Hal yang terpenting adalah semua tindakan dan hasilnya dicatat di rekam medis pasien. Laporan ini dapat dibuat dalam bentuk format template atau dalam bentuk laporan operasi tertulis sesuai dengan regulasi rumah sakit. Laporan yang tercatat tentang operasi memuat paling sedikit:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Diagnosis pasca operasi;\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Nama dokter bedah dan asistennya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Prosedur operasi yang dilakukan dan rincian temuan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Ada dan tidak ada komplikasi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Spesimen operasi yang dikirim untuk diperiksa ;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Jumlah darah yang hilang dan jumlah yang masuk lewat transfusi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Nomor pendaftaran alat yang dipasang (implan), (bila mempergunakan)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) Tanggal, waktu, dan tanda tangan dokter yang bertanggung.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>9)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Laporan operasi memuat poin a) \u2013 h) pada maksud dantujuan serta dicatat pada formular\/template yang ditetapkan rumah sakit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Laporan operasi telah tersedia segera setelah\u00a0 operasiselesai dan sebelum pasien dipindah ke ruang lain untuk perawatan selanjutnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>10)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB.<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rencana asuhan pascaoperasi disusun, ditetapkan dan dicatat dalam rekam medis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>11)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kebutuhan asuhan \u00a0medis, \u00a0keperawatan, \u00a0dan \u00a0profesional\u00a0 <\/span><span style=\"color: #000000;\">pemberi asuhan (PPA) lainnya sesuai dengan kebutuhan setiap pasien pascaoperasi berbeda bergantung pada tindakan operasi dan riwayat kesehatan pasien. Beberapa pasien mungkin membutuhkan pelayanan dari profesional pemberi asuhan (PPA) lain atau unit lain seperti rehabilitasi medik atau terapi fisik. Penting membuat rencana asuhan tersebut termasuk tingkat asuhan, metode asuhan, tindak lanjut monitor atau tindak lanjut tindakan, kebutuhan obat, dan asuhan lain atau tindakan serta layanan lain. Rencana asuhan pascaoperasi dapat dimulai sebelum tindakan operasi berdasarkan asesmen kebutuhan dan kondisi pasien serta jenis operasi yang dilakukan. Rencana asuhan pasca operasi juga memuat kebutuhan pasien yang segera. Rencana asuhan dicacat di rekam medik pasien dalam waktu 24 jam dan diverifikasi oleh dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) sebagai pimpinan tim klinis untuk memastikan kontuinitas asuhan selama waktu pemulihan dan masa rehabilitasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>12)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rencana asuhan pascaoperasi dicatat di rekam medispasien dalam waktu 24 jam oleh dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rencanaasuhan pascaoperasi termasuk rencana asuhan medis, keperawatan, oleh PPA lainnya berdasar atas kebutuhan pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Rencana asuhan pascaoperasi diubah berdasarkan pengkajian ulang\u00a0 pasien.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>13)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Perawatan bedah yang mencakup implantasi alat medis direncanakan dengan pertimbangan khusus tentang bagaimana memodifikasi proses dan prosedur standar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>14)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Banyak tindakan bedah menggunakan implan yang menetap\/permanen maupun temporer antara lain panggul\/lutut prostetik, pacu jantung, pompa insulin. Tindakan operasi seperti ini mengharuskan tindakan operasi rutin yang dimodifikasi dgn mempertimbangkan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">faktor khusus seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pemilihan implan berdasarkan peraturan perundangan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Modifikasi<em>surgical<\/em><em>\u00a0<\/em><em>safety<\/em><em>\u00a0<\/em><em>checklist<\/em><em>\u00a0<\/em>utk memastikan ketersediaan implan di kamar operasi dan pertimbangan khusus utk penandaan lokasi operasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Kualifikasidan pelatihan setiap staf dari luar yang dibutuhkan untuk pemasangan implan (staf dari pabrik\/perusahaan implan untuk mengkalibrasi).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Proses pelaporan jika ada kejadian yang tidak diharapkan terkait implan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Proses pelaporan malfungsi implan sesuai dgn standar\/aturan pabrik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Pertimbangan pengendalian infeksi yang khusus.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Instruksi khusus kepada pasien setelah operasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) kemampuan penelusuran (<em>traceability<\/em>) alat jika terjadipenarikan kembali (<em>recall<\/em>) alat medis misalnya dengan menempelkan barcode alat di rekam medik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>15)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAB<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah mengidentifikasi jenis alat implan yang termasuk dalam cakupan layanannya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Kebijakandan praktik mencakup poin a) \u2013 h) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Rumah sakit mempunyai proses untuk melacak implanmedis yang telah digunakan pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Rumah sakit menerapkan proses untuk menghubungidan memantau pasien dalam jangka waktu yang ditentukan setelah menerima pemberitahuan adanya penarikan\/recall suatu implan medis.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h5><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>PAB =&gt; Geser ke Jam\/Meni : 4h 34m<\/strong><\/span><br \/>\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Sosialisasi Standar Akreditasi Rumah Sakit sesuai yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/SmDxkn51Lu4\" width=\"683\" height=\"384\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/h5>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6409\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6409\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>3.\u00a0Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)\u00a0 Pelajari Ringkasan Instrumen Penilaian PAB Gambaran\u00a0umum Tindakan anestesi, sedasi, dan intervensi bedah merupakan proses\u00a0yang kompleks dan sering dilaksanakan di rumah sakit. Hal tersebut\u00a0memerlukan: a) Pengkajianpasien <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6409\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6409\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6512,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[94],"tags":[],"class_list":["post-6409","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akreditasi-2012"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":18548,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) - Akreditasi Kemenkes - KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) - Akreditasi Kemenkes - KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"3.\u00a0Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)\u00a0 Pelajari Ringkasan Instrumen Penilaian PAB Gambaran\u00a0umum Tindakan anestesi, sedasi, dan intervensi bedah merupakan proses\u00a0yang kompleks dan sering dilaksanakan di rumah sakit. Hal tersebut\u00a0memerlukan: a) Pengkajianpasien Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-27T04:06:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-08T03:21:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pab.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"16 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) &#8211; Akreditasi Kemenkes &#8211; KMK 1128\",\"datePublished\":\"2022-04-27T04:06:22+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-08T03:21:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"},\"wordCount\":3389,\"image\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/pab.jpg\",\"articleSection\":[\"Akreditasi 2012\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\",\"url\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\",\"name\":\"5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) - Akreditasi Kemenkes - KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/pab.jpg\",\"datePublished\":\"2022-04-27T04:06:22+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-08T03:21:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/pab.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/pab.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) &#8211; Akreditasi Kemenkes &#8211; KMK 1128\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) - Akreditasi Kemenkes - KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) - Akreditasi Kemenkes - KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"3.\u00a0Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)\u00a0 Pelajari Ringkasan Instrumen Penilaian PAB Gambaran\u00a0umum Tindakan anestesi, sedasi, dan intervensi bedah merupakan proses\u00a0yang kompleks dan sering dilaksanakan di rumah sakit. Hal tersebut\u00a0memerlukan: a) Pengkajianpasien Continue Reading &rarr;","og_url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2022-04-27T04:06:22+00:00","article_modified_time":"2022-10-08T03:21:18+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pab.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"16 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) &#8211; Akreditasi Kemenkes &#8211; KMK 1128","datePublished":"2022-04-27T04:06:22+00:00","dateModified":"2022-10-08T03:21:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"},"wordCount":3389,"image":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pab.jpg","articleSection":["Akreditasi 2012"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","name":"5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) - Akreditasi Kemenkes - KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#primaryimage"},"image":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pab.jpg","datePublished":"2022-04-27T04:06:22+00:00","dateModified":"2022-10-08T03:21:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#primaryimage","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pab.jpg","contentUrl":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pab.jpg","width":1280,"height":720},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/5-pelayanan-anestesi-dan-bedah-pab-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) &#8211; Akreditasi Kemenkes &#8211; KMK 1128"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6409"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6409\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6794,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6409\/revisions\/6794"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}