{"id":6407,"date":"2022-04-27T11:04:54","date_gmt":"2022-04-27T04:04:54","guid":{"rendered":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?p=6407"},"modified":"2022-10-08T09:57:42","modified_gmt":"2022-10-08T02:57:42","slug":"4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","title":{"rendered":"4. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) &#8211; Akreditasi Kemenkes -KMK 1128"},"content":{"rendered":"<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>3.\u00a0<\/b><strong><b>Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP)<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<h6><a href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/instrumens-penilaian-pokja-pap-starkes\/\"><button><span style=\"color: #ff0000;\">Pelajari Ringkasan Instrumen Pokja PAP<\/span><\/button><\/a><\/h6>\n<h6><\/h6>\n<h6><span style=\"color: #000000;\"><strong><b>Gambaran<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Umum<\/b><\/strong><\/span><\/h6>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tanggung jawab rumah sakit dan staf yang terpenting adalah memberikan asuhan dan pelayanan pasien yang \u00a0efektif \u00a0dan \u00a0aman. Hal ini membutuhkan komunikasi yang efektif, kolaborasi, dan standardisasi proses untuk memastikan bahwa rencana, koordinasi, dan implementasi asuhan mendukung serta merespons setiap kebutuhan unik pasien dan target.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Asuhan tersebut dapat berupa upaya pencegahan, paliatif, \u00a0kuratif, atau rehabilitatif termasuk anestesia, tindakan bedah, pengobatan, terapi suportif, atau kombinasinya, yang berdasar atas pengkajian awal dan pengkajian ulang pasien.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Area asuhan risiko tinggi (termasuk resusitasi dan transfusi) serta asuhan untuk pasien risiko tinggi atau kebutuhan populasi khusus yang membutuhkan perhatian tambahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Asuhan pasien dilakukan oleh profesional pemberi asuhan (PPA) dengan banyak disiplin dan staf klinis. Semua \u00a0staf \u00a0yang \u00a0terlibat dalam asuhan pasien harus memiliki peran yang \u00a0jelas, \u00a0ditentukan oleh kompetensi dan kewenangan, kredensial, sertifikasi, hukum\u00a0 dan regulasi, keterampilan individu, pengetahuan, pengalaman, dan kebijakan rumah sakit, atau uraian tugas wewenang (UTW). Beberapa asuhan dapat dilakukan oleh pasien\/keluarganya atau pemberi asuhan terlatih (<em>caregiver<\/em>). Pelaksanaan asuhan dan pelayanan harus dikoordinasikan dan diintegrasikan oleh semua profesional pemberi asuhan (PPA) dapat dibantu oleh staf klinis. Asuhan pasien terintegrasi dilaksanakan dengan beberapa elemen:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) sebagai pimpinanklinis\/ketua tim PPA (<em>clinical<\/em><em>\u00a0<\/em><em>leader<\/em>).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) PPA bekerja sebagai tim interdisiplin dengan kolaborasi interprofesional, menggunakan panduan praktik klinis \u00a0(PPK), alur klinis\/clinical pathway terintegrasi, algoritma, protokol, <\/span>prosedur,\u00a0standing\u00a0order,\u00a0dan\u00a0catatan\u00a0perkembangan\u00a0pasien\u00a0terintegrasi\u00a0(CPPT).<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Manajer Pelayanan Pasien (MPP)\/Case Manager menjaga kesinambungan pelayanan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Keterlibatanserta pemberdayaan pasien dan keluarga dalam asuhan bersama PPA harus memastikan:<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">1] Asuhan direncanakan untuk memenuhi kebutuhan pasien yang unik berdasar atas hasil pengkajian;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">2] Rencana asuhan diberikan kepada tiap pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">3] Respons pasien terhadap asuhan dipantau; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">4] Rencana asuhan dimodifikasi bila perlu berdasarkan respons pasien.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Fokus\u00a0Standar\u00a0Pelayanan\u00a0dan\u00a0Asuhan\u00a0Pasien\u00a0(PAP)\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemberian pelayanan untuk semua pasien\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan pasien risiko tinggi dan penyediaan pelayanan risiko tinggi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemberian makanan dan terapi nutrisi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengelolaan nyeri; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan menjelang akhir hayat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>a.\u00a0<\/b><strong><b>Pemberian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pelayanan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Untuk<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Semua<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pasien<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>PAP<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>1<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan dan asuhan yang seragam diberikan untuk semua pasien sesuai peraturan perundang-undangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pasien dengan masalah kesehatan dan kebutuhan pelayanan yang sama berhak mendapat mutu asuhan yang seragam di rumah sakit. Untuk melaksanakan prinsip mutu asuhan yang setingkat, pimpinan harus merencanakan\u00a0 dan mengkoordinasi pelayanan pasien. Secara khusus, pelayanan yang diberikan kepada populasi pasien \u00a0yang sama pada berbagai unit kerja sesuai dengan regulasi yang ditetapkan rumah sakit. Sebagai tambahan, pimpinan harus menjamin bahwa rumah sakit menyediakan tingkat mutu asuhan yang sama setiap hari dalam seminggu dan pada\u00a0 setiap <em>shift<\/em>. Regulasi tersebut harus sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku sehingga proses\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">pelayanan\u00a0pasien\u00a0dapat\u00a0diberikan\u00a0secara\u00a0kolaboratif.\u00a0Asuhan pasien yang seragam tercermin dalam hal-hal\u00a0berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Akses untuk mendapatkan asuhan dan pengobatan tidak bergantung pada kemampuan pasien untuk membayar atau sumber pembayaran.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Akses untuk mendapatkan asuhan dan \u00a0pengobatan yang diberikan oleh PPA yang kompeten tidak bergantung pada hari atau jam yaitu 7 (tujuh) hari, 24 (dua puluh empat) jam<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Kondisi pasien menentukan sumber daya yang akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhannya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Pemberian asuhan yang diberikan kepada pasien, sama di semua unit pelayanan di rumah sakit misalnya pelayanan anestesi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Pasien yang membutuhkan asuhan keperawatan yang sama akan menerima tingkat asuhan keperawatan yang sama di semua unit pelayanan di rumah sakit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Keseragaman\u00a0dalam\u00a0memberikan\u00a0asuhan\u00a0pada\u00a0semua\u00a0pasien akan menghasilkan penggunaan sumber daya yang\u00a0efektif\u00a0dan\u00a0memungkinkan\u00a0dilakukan\u00a0evaluasi \u00a0terhadap\u00a0hasil asuhan yang sama di semua unit pelyanan di rumah\u00a0sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit menetapkan regulasi tentang Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) yang meliputi poin a) \u2013 e) dalam gambaran umum.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Asuhan yang seragam diberikan kepada setiap pasienmeliputi poin a) \u2013\u00a0 e) dalam maksud dan tujuan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Proses pelayanan dan asuhan pasien yang terintegrasi serta terkoordinasi telah dilakukan sesuai instruksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Proses pelayanan dan asuhan pasien bersifat dinamis dan melibatkan banyak PPA dan berbagai unit pelayanan. Agar proses pelayanan dan asuhan pasien menjadi efisien, penggunaan sumber daya manusia dan sumber lainnya\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">menjadi efektif, dan hasil akhir kondisi pasien menjadi lebih baik maka diperlukan integrasi dan koordinasi. Kepala unit pelayanan menggunakan cara untuk melakukan integrasi dan koordinasi pelayanan serta asuhan lebih baik (misalnya, pemberian asuhan pasein secara tim oleh para PPA, ronde pasien multidisiplin, formulir catatan perkembangan pasien terintegrasi (CPPT), dan manajer pelayanan pasien\/case manager).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Instruksi PPA dibutuhkan dalam pemberian asuhan pasien misalnya instruksi pemeriksaan di laboratorium\u00a0 (termasuk Patologi Anatomi), pemberian obat, asuhan keperawatan khusus, terapi nurtrisi, dan lain-lain. Instruksi ini harus tersedia dan mudah diakses sehingga dapat ditindaklanjuti tepat waktu misalnya dengan menuliskan instruksi pada formulir catatan perkembangan pasien terintegrasi (CPPT) dalam rekam medis atau didokumentasikan dalam elektronik rekam medik agar staf memahami kapan instruksi harus dilakukan, dan siapa yang akan melaksanakan instruksi tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Setiap\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0harus\u00a0mengatur\u00a0dalam\u00a0regulasinya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Instruksi seperti apa yang harustertulis\/didokumentasikan (bukan instruksi melalui telepon atau instruksi lisan saat PPA yang memberi instruksi sedang berada di tempat\/rumah sakit), antara lain:<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">1] Instruksi yang diijinkan melalui telepon terbataspada situasi darurat dan ketika dokter tidak berada di tempat\/di rumah sakit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">2] Instruksiverbal diijinkan terbatas pada situasi dimana dokter yang memberi instruksi sedang melakukan tindakan\/prosedur steril.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Permintaanpemeriksaan laboratorium (termasuk pemeriksaan Patologi Anatomi) dan diagnostik imajing tertentu harus disertai indikasi klinik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pengecualian dalam kondisi khusus, misalnya di unit darurat dan unit intensif<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Siapayang diberi kewenangan memberi instruksi dan perintah catat di dalam berkas rekam medik\/sistem elektronik rekam medik sesuai regulasi rumah sakit\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Prosedur diagnostik dan tindakan klinis, yang dilakukan sesuai instruksi serta hasilnya didokumentasikan di\u00a0 dalam rekam medis pasien. Contoh prosedur dan tindakan misalnya endoskopi, kateterisasi jantung, terapi radiasi, pemeriksaan <em>Computerized Tomography <\/em>(CT), dan tindakan serta prosedur diagnostik invasif dan non-invasif lainnya. Informasi mengenai siapa yang meminta dilakukannya prosedur atau tindakan, dan alasan dilakukannya prosedur atau tindakan tersebut didokumentasikan dalam rekam medik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Di rawat jalan bila dilakukan tindakan diagnostik invasif\/berisiko, termasuk pasien yang dirujuk dari \u00a0luar, juga harus dilakukan pengkajian serta pencatatannya dalam rekam medis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah melakukan pelayanan dan asuhan yang terintegrasi serta terkoordinasi kepada setiap pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumahsakit telah menetapkan kewenangan pemberian instruksi oleh PPA yang kompeten, tata cara pemberian instruksi dan pendokumentasiannya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Permintaan pemeriksaan laboratorium dan diagnostikimajing harus disertai indikasi klinis apabila meminta hasilnya berupa interpretasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Prosedurdan tindakan telah dilakukan sesuai instruksi dan PPA yang memberikan instruksi, alasan dilakukan prosedur atau tindakan serta hasilnya telah didokumentasikan di dalam rekam medis pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Pasienyang menjalani tindakan invasif\/berisiko di rawat jalan telah dilakukan pengkajian dan didokumentasikan dalam rekam medik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h1><span style=\"color: #ff0000;\"><b>7)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.2<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rencana\u00a0asuhan\u00a0individual\u00a0setiap\u00a0pasien\u00a0dibuat\u00a0dan\u00a0didokumentasikan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>8)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.2<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rencana \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0asuhan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0merangkum asuhan\u00a0dan\u00a0pengobatan\/tindakan yang akan diberikan kepada seorang\u00a0pasien.\u00a0Rencana\u00a0asuhan\u00a0memuat\u00a0satu\u00a0rangkaian\u00a0tindakan\u00a0yang\u00a0dilakukan\u00a0oleh\u00a0PPA\u00a0untuk\u00a0menegakkan\u00a0atau\u00a0mendukung diagnosis yang disusun dari hasil pengkajian.\u00a0Tujuan\u00a0utama\u00a0rencana\u00a0asuhan\u00a0adalah\u00a0memperoleh\u00a0hasil\u00a0klinis\u00a0yang\u00a0optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Proses perencanaan bersifat kolaboratif menggunakan data\u00a0yang\u00a0berasal\u00a0dari\u00a0pengkajian\u00a0awal\u00a0dan\u00a0pengkajian \u00a0ulang\u00a0yang\u00a0di\u00a0buat\u00a0oleh\u00a0para\u00a0PPA\u00a0(dokter,\u00a0perawat,\u00a0ahli\u00a0gizi,\u00a0apoteker,\u00a0dan\u00a0lain-lainnya)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rencana asuhan dibuat setelah melakukan pengkajian awal\u00a0dalam waktu 24 jam terhitung sejak pasien diterima sebagai\u00a0pasien rawat inap. Rencana asuhan yang baik menjelaskan\u00a0asuhan\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0objektif\u00a0dan\u00a0memiliki\u00a0sasaran \u00a0yang\u00a0dapat\u00a0diukur\u00a0untuk\u00a0memudahkan\u00a0pengkajian\u00a0ulang\u00a0serta\u00a0mengkaji\u00a0atau\u00a0merevisi\u00a0rencana\u00a0asuhan.\u00a0Pasien\u00a0dan\u00a0keluarga\u00a0dapat\u00a0dilibatkan\u00a0dalam\u00a0proses\u00a0perencanaan\u00a0asuhan.\u00a0Rencana\u00a0asuhan\u00a0harus\u00a0disertai\u00a0target\u00a0terukur,\u00a0misalnya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Detakjantung,\u00a0irama\u00a0jantung,\u00a0dan\u00a0tekanan\u00a0darah\u00a0menjadi\u00a0normal\u00a0atau\u00a0sesuai\u00a0dengan\u00a0rencana\u00a0yang\u00a0ditetapkan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pasienmampu\u00a0menyuntik\u00a0sendiri\u00a0insulin\u00a0sebelum\u00a0pulang\u00a0dari\u00a0rumah\u00a0sakit;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pasienmampu\u00a0berjalan\u00a0dengan\u00a0<em>\u201cwalker\u201d<\/em><em>\u00a0<\/em>(alat\u00a0bantu\u00a0untuk\u00a0berjalan).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan\u00a0hasil\u00a0pengkajian\u00a0ulang,\u00a0rencana\u00a0asuhan\u00a0diperbaharui untuk dapat menggambarkan kondisi pasien\u00a0terkini.\u00a0Rencana\u00a0asuhan\u00a0pasien\u00a0harus\u00a0terkait\u00a0dengan\u00a0kebutuhan\u00a0pasien.\u00a0Kebutuhan\u00a0ini\u00a0mungkin\u00a0berubah\u00a0sebagai hasil dari proses penyembuhan klinis atau terdapat\u00a0informasi\u00a0baru\u00a0hasil\u00a0pengkajian\u00a0ulang\u00a0(contoh,\u00a0hilangnya\u00a0kesadaran,\u00a0hasil\u00a0laboratorium\u00a0yang\u00a0abnormal).\u00a0Rencana\u00a0asuhan\u00a0dan\u00a0revisinya\u00a0didokumentasikan\u00a0dalam\u00a0rekam\u00a0medis\u00a0pasien\u00a0sebagai\u00a0rencana\u00a0asuhan\u00a0baru.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">DPJP\u00a0sebagai\u00a0ketua\u00a0tim\u00a0PPA\u00a0melakukan\u00a0evaluasi\u00a0\/\u00a0reviu\u00a0berkala\u00a0dan\u00a0verifikasi\u00a0harian\u00a0untuk\u00a0memantau\u00a0terlaksananya\u00a0asuhan\u00a0secara\u00a0terintegrasi\u00a0dan\u00a0membuat\u00a0notasi\u00a0sesuai\u00a0dengan\u00a0kebutuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Catatan: satu rencana asuhan terintegrasi dengan sasaran-\u00a0sasaran\u00a0yang\u00a0diharapkan\u00a0oleh\u00a0PPA\u00a0lebih\u00a0baik\u00a0daripada\u00a0rencana terpisah oleh masing-masing PPA. Rencana asuhan\u00a0yang\u00a0baik\u00a0menjelaskan\u00a0asuhan\u00a0individual,\u00a0objektif,\u00a0dan\u00a0sasaran\u00a0dapat\u00a0diukur\u00a0untuk\u00a0memudahkan\u00a0pengkajian\u00a0ulang\u00a0serta\u00a0revisi\u00a0rencana\u00a0asuhan.<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>9)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.2<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">PPAtelah\u00a0membuat\u00a0rencana\u00a0asuhan\u00a0untuk\u00a0setiap\u00a0pasien\u00a0setelah\u00a0diterima\u00a0sebagai\u00a0pasien\u00a0rawat\u00a0inap\u00a0dalam\u00a0waktu\u00a024\u00a0jam\u00a0berdasarkan\u00a0hasil \u00a0pengkajian<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rencanaasuhan\u00a0dievaluasi\u00a0secara\u00a0berkala,\u00a0direvisi\u00a0atau\u00a0dimutakhirkan\u00a0serta\u00a0didokumentasikan\u00a0dalam\u00a0rekam\u00a0medis\u00a0oleh\u00a0setiap<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Instruksi berdasarkan rencana asuhan dibuat oleh PPAyang\u00a0kompeten\u00a0dan\u00a0berwenang,\u00a0dengan\u00a0cara\u00a0yang\u00a0seragam,\u00a0dan\u00a0didokumentasikan\u00a0di<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rencanaasuhan\u00a0pasien\u00a0dibuat\u00a0dengan\u00a0membuat\u00a0sasaran\u00a0yang\u00a0terukur\u00a0dan\u00a0di<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">DPJPtelah\u00a0melakukan\u00a0evaluasi\/review\u00a0berkala\u00a0dan\u00a0verifikasi\u00a0harian\u00a0untuk\u00a0memantau\u00a0terlaksananya\u00a0asuhan secara terintegrasi dan membuat notasi sesuai\u00a0dengan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>b.\u00a0<\/b><strong><b>Pelayanan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pasien<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Risiko<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tinggi<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penyediaan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pelayanan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Risiko<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tinggi<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>Standar<\/strong><strong>PAP<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>2<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0pasien\u00a0risiko\u00a0tinggi\u00a0dan\u00a0pelayanan risiko tinggi sesuai dengan kemampuan, sumber\u00a0daya\u00a0dan\u00a0sarana\u00a0prasarana\u00a0yang\u00a0dimiliki.<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit memberikan pelayanan untuk pasien dengan\u00a0berbagai keperluan. Pelayanan pada pasien berisiko tinggi\u00a0membutuhkan\u00a0prosedur,\u00a0panduan\u00a0praktik\u00a0klinis\u00a0(PPK)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>clinical<\/em><em>\u00a0<\/em><em>pathway<\/em><em>\u00a0<\/em>dan\u00a0rencana\u00a0perawatan\u00a0yang\u00a0akan\u00a0mendukung\u00a0PPA\u00a0memberikan\u00a0pelayanan\u00a0kepada\u00a0pasien\u00a0secara\u00a0menyeluruh,\u00a0kompeten\u00a0dan\u00a0seragam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam\u00a0memberikan\u00a0asuhan\u00a0pada\u00a0pasien\u00a0risiko\u00a0tinggi\u00a0dan\u00a0pelayanan\u00a0berisiko\u00a0tinggi,\u00a0Pimpinan\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0bertanggung\u00a0jawab\u00a0untuk:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengidentifikasi pasien dan pelayanan yang dianggapberisiko\u00a0tinggi\u00a0di\u00a0rumah\u00a0sakit;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menetapkanprosedur,\u00a0panduan\u00a0praktik\u00a0klinis\u00a0(PPK),\u00a0<em>clinical<\/em><em>\u00a0<\/em><em>pathway<\/em><em>\u00a0<\/em>dan\u00a0rencana\u00a0perawatan\u00a0secara\u00a0kolaboratif<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melatihstaf\u00a0untuk\u00a0menerapkan\u00a0prosedur,\u00a0panduan\u00a0praktik\u00a0klinis\u00a0(PPK),\u00a0<em>clinical<\/em><em>\u00a0<\/em><em>pathway<\/em><em>\u00a0<\/em>dan\u00a0rencana\u00a0perawatan\u00a0rencana\u00a0perawatan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan\u00a0pada\u00a0pasien\u00a0berisiko\u00a0tinggi\u00a0atau\u00a0pelayanan\u00a0berisiko\u00a0tinggi\u00a0dibuat\u00a0berdasarkan\u00a0populasi\u00a0yaitu\u00a0pasien\u00a0anak, pasien dewasa dan pasien geriatri. Hal-hal yang perlu\u00a0diterapkan\u00a0dalam\u00a0pelayanan\u00a0tersebut\u00a0meliputi\u00a0Prosedur,\u00a0dokumentasi,\u00a0kualifikasi\u00a0staf\u00a0dan\u00a0peralatan\u00a0medis\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rencanaasuhan\u00a0perawatan\u00a0pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Perawatanterintegrasi\u00a0dan\u00a0mekanisme\u00a0komunikasi\u00a0antar\u00a0PPA\u00a0secara\u00a0efektif;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemberian <em>informed<\/em><em>consent<\/em>,\u00a0jika\u00a0diperlukan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemantauan\/observasi pasien selama memberikanpelayanan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kualifikasiatau\u00a0kompetensi\u00a0staf\u00a0yang\u00a0memberikan\u00a0pelayanan;\u00a0dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ketersediaandan\u00a0penggunaan\u00a0peralatan\u00a0medis\u00a0khusus\u00a0untuk\u00a0pemberian<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0mengidentifikasi\u00a0dan\u00a0memberikan\u00a0asuhan\u00a0pada pasien risiko tinggi dan pelayanan risiko tinggi sesuai\u00a0kemampuan,\u00a0sumber\u00a0daya\u00a0dan\u00a0sarana\u00a0prasarana\u00a0yang\u00a0dimiliki\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pasienemergensi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pasienkoma;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pasiendengan\u00a0alat\u00a0bantuan\u00a0hidup;<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pasienrisiko\u00a0tinggi\u00a0lainnya\u00a0yaitu\u00a0pasien\u00a0dengan\u00a0penyakit\u00a0jantung,\u00a0hipertensi,\u00a0stroke\u00a0dan\u00a0diabetes;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pasiendengan\u00a0risiko\u00a0bunuh\u00a0diri;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayananpasien\u00a0dengan\u00a0penyakit\u00a0menular\u00a0dan\u00a0penyakit yang berpotensi menyebabkan kejadian luar\u00a0biasa;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayananpada\u00a0pasien\u00a0dengan\u00a0<em>\u201cimmuno-suppressed\u201d<\/em>;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan pada pasien yang mendapatkan pelayanandialisis;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan padapasien\u00a0yang\u00a0di<em>restrain;<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayananpada\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0menerima\u00a0kemoterapi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayananpasien paliatif;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayananpada\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0menerima\u00a0radioterapi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan pada pasien risiko tinggi lainnya (misalnyaterapi\u00a0hiperbarik\u00a0dan\u00a0pelayanan\u00a0radiologi\u00a0intervensi);<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan pada populasi pasien rentan, pasien lanjutusia (geriatri) misalnya anak-anak, dan pasien berisiko\u00a0tindak kekerasan atau diterlantarkan misalnya pasien\u00a0dengan\u00a0gangguan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0juga\u00a0menetapkan\u00a0jika\u00a0terdapat\u00a0risiko\u00a0tambahan setelah dilakukan tindakan atau rencana asuhan\u00a0(contoh, kebutuhan mencegah trombosis vena dalam, luka\u00a0dekubitus,\u00a0infeksi\u00a0terkait\u00a0penggunaan\u00a0ventilator\u00a0pada\u00a0pasien, cedera neurologis dan pembuluh darah pada pasien\u00a0restrain,\u00a0infeksi\u00a0melalui\u00a0pembuluh\u00a0darah\u00a0pada\u00a0pasien\u00a0dialisis,\u00a0infeksi \u00a0saluran\/slang \u00a0sentral, \u00a0dan \u00a0pasien \u00a0jatuh.\u00a0Jika\u00a0terjadi\u00a0risiko\u00a0tambahan\u00a0tersebut,\u00a0dilakukan\u00a0penanganan\u00a0dan\u00a0pencegahan\u00a0dengan\u00a0membuat\u00a0regulasi,\u00a0memberikan\u00a0pelatihan\u00a0dan\u00a0edukasi\u00a0kepada \u00a0staf. \u00a0Rumah\u00a0sakit menggunakan informasi tersebut untuk mengevaluasi\u00a0pelayanan yang diberikan kepada pasien risiko tinggi dan\u00a0pelayanan berisiko tinggi serta mengintegrasikan informasi\u00a0tersebut dalam pemilihan prioritas perbaikan tingkat rumah\u00a0sakit\u00a0pada\u00a0program\u00a0peningkatan\u00a0mutu\u00a0dan\u00a0keselamatan\u00a0pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pimpinanrumah\u00a0sakit\u00a0telah\u00a0melaksanakan\u00a0tanggung\u00a0jawabnya\u00a0untuk\u00a0memberikan\u00a0pelayanan\u00a0pada\u00a0pasien\u00a0berisiko\u00a0tinggi\u00a0dan\u00a0pelayanan\u00a0berisiko\u00a0tinggi\u00a0meliputi\u00a0a)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">&#8211;\u00a0c)\u00a0dalam\u00a0maksud\u00a0dan\u00a0tujuan.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit telah memberikan pelayanan pada pasienrisiko\u00a0tinggi\u00a0dan\u00a0pelayanan\u00a0risiko\u00a0tinggi\u00a0yang\u00a0telah\u00a0diidentifikasi berdasarkan populasi yaitu pasien anak,\u00a0pasien\u00a0dewasa\u00a0dan\u00a0pasien\u00a0geriatri\u00a0sesuai\u00a0dalam\u00a0maksud\u00a0dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pimpinanrumah\u00a0sakit\u00a0telah\u00a0mengidentifikasi\u00a0risiko\u00a0tambahan\u00a0yang\u00a0dapat\u00a0mempengaruhi\u00a0pasien\u00a0dan\u00a0pelayanan\u00a0risiko<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.1<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0memberikan\u00a0pelayanan\u00a0geriatri\u00a0rawat\u00a0jalan,\u00a0rawat\u00a0inap\u00a0akut\u00a0dan\u00a0rawat\u00a0inap\u00a0kronis \u00a0sesuai \u00a0dengan\u00a0tingkat\u00a0jenis\u00a0pelayanan.<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.2<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0Sakit\u00a0melakukan\u00a0promosi\u00a0dan\u00a0edukasi\u00a0sebagai\u00a0bagian\u00a0dari\u00a0Pelayanan\u00a0Kesehatan\u00a0Warga\u00a0Lanjut\u00a0usia\u00a0di\u00a0Masyarakat\u00a0Berbasis\u00a0Rumah\u00a0Sakit\u00a0(<em>Hospital<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Based<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Community<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Geriatric<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Service<\/em>).<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.1<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.2<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pasien\u00a0geriatri\u00a0adalah\u00a0pasien\u00a0lanjut\u00a0usia\u00a0dengan\u00a0multi\u00a0penyakit\/gangguan\u00a0akibat\u00a0penurunan\u00a0fungsi\u00a0organ,\u00a0psikologi,\u00a0sosial,\u00a0ekonomi\u00a0dan\u00a0lingkungan\u00a0yang\u00a0membutuhkan pelayanan kesehatan secara tepadu dengan\u00a0pendekatan\u00a0multi\u00a0disiplin\u00a0yang\u00a0bekerja\u00a0sama\u00a0secara\u00a0interdisiplin.\u00a0Dengan\u00a0meningkatnya\u00a0sosial\u00a0ekonomi\u00a0dan\u00a0pelayanan\u00a0kesehatan\u00a0maka\u00a0usia\u00a0harapan\u00a0hidup\u00a0semakin\u00a0meningkat, sehingga secara demografi terjadi peningkatan\u00a0populasi\u00a0lanjut\u00a0usia.\u00a0Sehubungan\u00a0dengan\u00a0itu\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0perlu menyelenggarakan pelayanan geriatri sesuai dengan\u00a0tingkat\u00a0jenis\u00a0pelayanan\u00a0geriatri:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tingkatsederhana\u00a0(rawat\u00a0jalan\u00a0dan\u00a0home\u00a0care)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tingkatlengkap \u00a0(rawat \u00a0jalan, \u00a0rawat \u00a0inap \u00a0akut \u00a0dan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>home<\/em><em>\u00a0<\/em><em>care<\/em>)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tingkatsempurna \u00a0(rawat \u00a0jalan, \u00a0rawat \u00a0inap \u00a0akut \u00a0dan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>home<\/em><em>\u00a0<\/em><em>care<\/em><em>\u00a0<\/em>klinik\u00a0asuhan\u00a0siang)<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tingkatparipurna\u00a0(rawat\u00a0jalan,\u00a0klinik\u00a0asuhan\u00a0siang,\u00a0rawat\u00a0inap\u00a0akut,\u00a0rawat\u00a0inap\u00a0kronis,\u00a0rawat\u00a0inap\u00a0<em>psychogeriatri<\/em>, penitipan pasien <em>Respit care <\/em>dan <em>home<\/em><em>\u00a0<\/em><em>care<\/em>)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>7)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.1<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumahsakit\u00a0telah\u00a0menetapkan\u00a0regulasi\u00a0tentang\u00a0penyelenggaraan\u00a0pelayanan\u00a0geriatri\u00a0di\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0sesuai\u00a0dengan\u00a0kemampuan,\u00a0sumber\u00a0daya\u00a0dan\u00a0sarana\u00a0prasarana<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumahsakit\u00a0telah\u00a0menetapkan\u00a0tim \u00a0terpadu \u00a0geriatri\u00a0dan telah menyelenggarakan pelayanan sesuai tingkat\u00a0jenis\u00a0layanan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumahsakit\u00a0telah\u00a0melaksanakan\u00a0proses\u00a0pemantauan\u00a0dan\u00a0evaluasi\u00a0kegiatan\u00a0pelayanan\u00a0geriatri<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ada pelaporan penyelenggaraan pelayanan geriatri dirumah<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>8)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.2<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ada program PKRS terkait Pelayanan Kesehatan WargaLanjut\u00a0usia\u00a0di\u00a0Masyarakat\u00a0Berbasis\u00a0Rumah\u00a0Sakit\u00a0(<em>Hospital<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Based<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Community<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Geriatric<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Service<\/em>).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit telah memberikan edukasi sebagai bagiandari\u00a0Pelayanan\u00a0Kesehatan\u00a0Warga\u00a0Lanjut\u00a0usia\u00a0di\u00a0Masyarakat\u00a0Berbasis\u00a0Rumah\u00a0Sakit\u00a0(<em>Hospital<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Based<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Community<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Geriatric<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Service<\/em>).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumahsakit\u00a0telah\u00a0melaksanakan\u00a0kegiatan\u00a0sesuai\u00a0program dan tersedia leaflet atau alat bantu kegiatan\u00a0(brosur,\u00a0leaflet,\u00a0dan\u00a0lain-lainnya).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumahsakit\u00a0telah\u00a0melakukan\u00a0evaluasi\u00a0dan\u00a0membuat\u00a0laporan\u00a0kegiatan\u00a0pelayanan\u00a0secara<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>9)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.3<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menerapkan\u00a0proses\u00a0pengenalan\u00a0perubahan\u00a0kondisi\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0memburuk.<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>10)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.3<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Staf yang tidak bekerja di daerah pelayanan kritis\/intensif\u00a0mungkin\u00a0tidak\u00a0mempunyai\u00a0pengetahuan\u00a0dan\u00a0pelatihan<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">yang\u00a0cukup\u00a0untuk\u00a0melakukan\u00a0pengkajian,\u00a0serta\u00a0mengetahui pasien yang akan masuk dalam kondisi kritis.\u00a0Padahal,\u00a0banyak\u00a0pasien\u00a0di\u00a0luar\u00a0daerah\u00a0pelayanan\u00a0kritis\u00a0mengalami keadaan kritis selama dirawat inap. Seringkali\u00a0pasien memperlihatkan tanda bahaya dini (contoh, tanda-\u00a0tanda\u00a0vital\u00a0yang\u00a0memburuk\u00a0dan\u00a0perubahan\u00a0kecil\u00a0status\u00a0neurologis)\u00a0sebelum\u00a0mengalami\u00a0penurunan\u00a0kondisi\u00a0klinis\u00a0yang\u00a0meluas\u00a0sehingga\u00a0mengalami\u00a0kejadian\u00a0yang\u00a0tidak\u00a0diharapkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada\u00a0kriteria\u00a0fisiologis\u00a0yang\u00a0dapat\u00a0membantu\u00a0staf\u00a0untuk\u00a0mengenali\u00a0sedini-dininya\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0kondisinya\u00a0memburuk.\u00a0Sebagian\u00a0besar\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0mengalami\u00a0gagal\u00a0jantung\u00a0atau\u00a0gagal\u00a0paru\u00a0sebelumnya\u00a0memperlihatkan\u00a0tanda-tanda\u00a0fisiologis\u00a0di\u00a0luar\u00a0kisaran\u00a0normal\u00a0yang\u00a0merupakan\u00a0indikasi\u00a0keadaan\u00a0pasien\u00a0memburuk.\u00a0Hal\u00a0ini\u00a0dapat\u00a0diketahui\u00a0dengan\u00a0early\u00a0warning\u00a0system\u00a0(EWS).\u00a0Penerapan\u00a0EWS\u00a0membuat\u00a0staf\u00a0mampu\u00a0mengidentifikasi\u00a0keadaan\u00a0pasien\u00a0memburuk\u00a0sedini-dininya\u00a0dan\u00a0bila\u00a0perlu\u00a0mencari\u00a0bantuan\u00a0staf\u00a0yang\u00a0kompeten.\u00a0Dengan\u00a0demikian,\u00a0hasil\u00a0asuhan\u00a0akan\u00a0lebih\u00a0baik.\u00a0Pelaksanaan\u00a0EWS\u00a0dapat\u00a0dilakukan\u00a0menggunakan\u00a0sistem\u00a0skor\u00a0oleh\u00a0PPA\u00a0yang\u00a0terlatih.<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>11)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.3<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumahsakit\u00a0telah\u00a0menerapkan\u00a0proses\u00a0pengenalan\u00a0perubahan kondisi pasien yang memburuk (EWS) dan\u00a0mendokumentasikannya\u00a0di\u00a0dalam\u00a0rekam\u00a0medik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit memiliki bukti PPA dilatih menggunakan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>12)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.4<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan\u00a0resusitasi\u00a0tersedia\u00a0di\u00a0seluruh\u00a0area\u00a0rumah\u00a0sakit.<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>13)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.4<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan\u00a0resusitasi\u00a0diartikan\u00a0sebagai\u00a0intervensi\u00a0klinis\u00a0pada\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0mengalami\u00a0kejadian\u00a0mengancam\u00a0hidupnya seperti henti jantung atau paru. Pada saat henti\u00a0jantung\u00a0atau\u00a0paru\u00a0maka\u00a0pemberian\u00a0kompresi\u00a0pada \u00a0dada\u00a0atau\u00a0bantuan\u00a0pernapasan \u00a0akan \u00a0berdampak \u00a0pada \u00a0hidup\u00a0atau\u00a0matinya\u00a0pasien,\u00a0setidak-tidaknya\u00a0menghindari\u00a0kerusakan\u00a0jaringan\u00a0otak.\u00a0Resusitasi\u00a0yang\u00a0berhasil\u00a0pada<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">pasien\u00a0dengan\u00a0henti\u00a0jantung-paru\u00a0bergantung\u00a0pada\u00a0intervensi\u00a0yang\u00a0kritikal\/penting\u00a0seperti\u00a0kecepatan\u00a0pemberian\u00a0bantuan\u00a0hidup\u00a0dasar,\u00a0bantuan\u00a0hidup\u00a0lanjut\u00a0yang\u00a0akurat\u00a0(<em>code<\/em><em>\u00a0<\/em><em>blue<\/em>)\u00a0dan\u00a0kecepatan\u00a0melakukan\u00a0defibrilasi.\u00a0Pelayanan\u00a0seperti\u00a0ini\u00a0harus\u00a0tersedia\u00a0untuk\u00a0semua\u00a0pasien\u00a0selama\u00a024\u00a0jam\u00a0setiap\u00a0hari.\u00a0Sangat\u00a0penting\u00a0untuk\u00a0dapat\u00a0memberikan\u00a0pelayanan\u00a0intervensi\u00a0yang\u00a0kritikal,\u00a0yaitu\u00a0tersedia\u00a0dengan\u00a0cepat\u00a0peralatan\u00a0medis\u00a0terstandar,\u00a0obat\u00a0resusitasi,\u00a0dan\u00a0staf\u00a0terlatih\u00a0yang\u00a0baik\u00a0untuk\u00a0resusitasi.\u00a0Bantuan\u00a0hidup\u00a0dasar\u00a0harus\u00a0dilakukan\u00a0secepatnya\u00a0saat\u00a0diketahui\u00a0ada \u00a0tanda \u00a0henti \u00a0jantung-paru\u00a0dan proses pemberian bantuan hidup lanjut kurang dari 5\u00a0(lima)\u00a0menit.\u00a0Hal\u00a0ini\u00a0termasuk\u00a0evaluasi\u00a0terhadap\u00a0pelaksanaan sebenarnya resusitasi atau terhadap simulasi\u00a0pelatihan\u00a0resusitasi\u00a0di\u00a0rumah\u00a0sakit.\u00a0Pelayanan\u00a0resusitasi\u00a0tersedia\u00a0di\u00a0seluruh\u00a0area\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0termasuk\u00a0peralatan\u00a0medis dan staf terlatih, berbasis bukti klinis, dan populasi\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0dilayani<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>14)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.4<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan resusitasi tersedia dan diberikan selama 24jam\u00a0setiap\u00a0hari\u00a0di\u00a0seluruh\u00a0area\u00a0rumah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peralatanmedis\u00a0untuk\u00a0resusitasi\u00a0dan\u00a0obat\u00a0untuk\u00a0bantuan\u00a0hidup\u00a0dasar\u00a0dan\u00a0lanjut\u00a0terstandar\u00a0sesuai\u00a0dengan\u00a0kebutuhan\u00a0populasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Diseluruh\u00a0area\u00a0rumah\u00a0sakit,\u00a0bantuan\u00a0hidup\u00a0dasar\u00a0diberikan segera saat dikenali henti jantung-paru dan\u00a0bantuan\u00a0hidup\u00a0lanjut\u00a0diberikan\u00a0kurang\u00a0dari\u00a05<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Stafdiberi\u00a0pelatihan\u00a0pelayanan\u00a0bantuan\u00a0hidup\u00a0dasar\/lanjut\u00a0sesuai\u00a0dengan\u00a0ketentuan\u00a0rumah<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>15)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.5<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan\u00a0darah\u00a0dan\u00a0produk\u00a0darah\u00a0dilaksanakan\u00a0sesuai\u00a0dengan\u00a0panduan\u00a0klinis\u00a0serta\u00a0prosedur\u00a0yang\u00a0ditetapkan\u00a0rumah\u00a0sakit.<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>16)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.5<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan darah dan produk darah harus diberikan sesuai\u00a0peraturan\u00a0perundangan\u00a0meliputi\u00a0antara\u00a0lain:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemberianpersetujuan\u00a0(<em>informed<\/em><em>\u00a0<\/em><em>consent<\/em>);<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Permintaandarah;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Teskecocokan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengadaandarah;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penyimpanandarah;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Identifikasi pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Distribusidan\u00a0pemberian\u00a0darah;\u00a0dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemantauanpasien\u00a0dan\u00a0respons\u00a0terhadap\u00a0reaksi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Staf\u00a0kompeten\u00a0dan\u00a0berwenang\u00a0melaksanakan\u00a0pelayanan\u00a0darah dan produk darah serta melakukan pemantauan dan\u00a0evaluasi.<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>17)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.5<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumahsakit\u00a0menerapkan\u00a0penyelenggaraan\u00a0pelayanan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Panduanklinis\u00a0dan\u00a0prosedur\u00a0disusun\u00a0dan\u00a0diterapkan\u00a0untuk\u00a0pelayanan\u00a0darah\u00a0serta\u00a0produk<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Staf yang kompeten bertanggungjawab terhadappelayanan\u00a0darah\u00a0di\u00a0rumah<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>c.\u00a0<\/b><strong><b>Pemberian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Makanan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Terapi<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Nutrisi<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>Standar<\/strong><strong>PAP<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>3<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0memberikan\u00a0makanan\u00a0untuk \u00a0pasien \u00a0rawat\u00a0inap\u00a0dan\u00a0terapi\u00a0nutrisi\u00a0terintegrasi\u00a0untuk\u00a0pasien\u00a0dengan\u00a0risiko\u00a0nutrisional.<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Makanan dan terapi nutrisi yang sesuai sangat penting bagi\u00a0kesehatan\u00a0pasien\u00a0dan\u00a0penyembuhannya.\u00a0Pilihan\u00a0makanan\u00a0disesuaikan dengan usia, budaya, pilihan, rencana asuhan,\u00a0diagnosis\u00a0pasien\u00a0termasuk\u00a0juga\u00a0antara\u00a0lain\u00a0diet\u00a0khusus\u00a0seperti\u00a0rendah\u00a0kolesterol\u00a0dan\u00a0diet\u00a0diabetes\u00a0melitus.\u00a0Berdasarkan\u00a0pengkajian\u00a0kebutuhan\u00a0dan\u00a0rencana\u00a0asuhan,\u00a0maka\u00a0DPJP\u00a0atau\u00a0PPA\u00a0lain\u00a0yang\u00a0kompeten\u00a0memesan\u00a0makanan dan nutrisi lainnya untuk pasien. Pasien berhak\u00a0menentukan makanan sesuai dengan nilai yang dianut. Bila\u00a0memungkinkan\u00a0pasien\u00a0ditawarkan\u00a0pilihan\u00a0makanan\u00a0yang\u00a0konsisten dengan status gizi. Jika keluarga pasien atau ada\u00a0orang\u00a0lain\u00a0mau\u00a0membawa\u00a0makanan\u00a0untuk\u00a0pasien,\u00a0maka\u00a0mereka\u00a0diberikan\u00a0edukasi\u00a0tentang\u00a0makanan\u00a0yang<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">merupakan\u00a0kontraindikasi\u00a0terhadap\u00a0rencana,\u00a0kebersihan\u00a0makanan,\u00a0dan\u00a0kebutuhan\u00a0asuhan\u00a0pasien,\u00a0termasuk\u00a0informasi\u00a0terkait\u00a0interaksi\u00a0antara\u00a0obat\u00a0dan\u00a0makanan.\u00a0Makanan\u00a0yang\u00a0dibawa\u00a0oleh\u00a0keluarga\u00a0atau\u00a0orang\u00a0lain\u00a0disimpan\u00a0dengan\u00a0benar\u00a0untuk\u00a0mencegah\u00a0kontaminasi.\u00a0Skrining\u00a0risiko\u00a0gizi\u00a0dilakukan\u00a0pada\u00a0pengkajian\u00a0awal.\u00a0Jika\u00a0pada\u00a0saat\u00a0skrining\u00a0ditemukan\u00a0pasien\u00a0dengan\u00a0risiko \u00a0gizi\u00a0maka\u00a0terapi\u00a0gizi\u00a0terintegrasi\u00a0diberikan,\u00a0dipantau,\u00a0dan\u00a0dievaluasi.<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berbagaipilihan\u00a0makanan\u00a0atau\u00a0terapi\u00a0nutrisi\u00a0yang\u00a0sesuai\u00a0untuk\u00a0kondisi,\u00a0perawatan,\u00a0dan\u00a0kebutuhan\u00a0pasien\u00a0tersedia\u00a0dan\u00a0disediakan\u00a0tepat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebelum pasien rawat inap diberi makanan, terdapatinstruksi\u00a0pemberian\u00a0makanan\u00a0dalam\u00a0rekam\u00a0medis\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0didasarkan\u00a0pada\u00a0status\u00a0gizi\u00a0dan\u00a0kebutuhan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Untukmakanan\u00a0yang\u00a0disediakan\u00a0keluarga,\u00a0edukasi\u00a0diberikan\u00a0mengenai\u00a0batasan-batasan\u00a0diet\u00a0pasien\u00a0dan\u00a0penyimpanan\u00a0yang\u00a0baik\u00a0untuk\u00a0mencegah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memilikibukti\u00a0pemberian\u00a0terapi\u00a0gizi \u00a0terintegrasi\u00a0(rencana,\u00a0pemberian\u00a0dan\u00a0evaluasi)\u00a0pada \u00a0pasien \u00a0risiko<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemantauan dan evaluasi terapi gizi dicatat di rekammedis<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>d.\u00a0<\/b><strong><b>Pengelolaan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Nyeri<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>Standar<\/strong><strong>PAP<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>4<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pasien\u00a0mendapatkan\u00a0pengelolaan\u00a0nyeri\u00a0yang\u00a0efektif.<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pasien\u00a0berhak\u00a0mendapatkan\u00a0pengkajian\u00a0dan\u00a0pengelolaan\u00a0nyeri yang tepat. Rumah sakit harus memiliki proses untuk\u00a0melakukan\u00a0skrining,\u00a0pengkajian,\u00a0dan\u00a0tata\u00a0laksana\u00a0untuk\u00a0mengatasi\u00a0rasa\u00a0nyeri,\u00a0yang\u00a0terdiri\u00a0dari:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Identifikasi pasien dengan rasa nyeri pada pengkajianawal\u00a0dan\u00a0pengkajian<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memberiinformasi\u00a0kepada\u00a0pasien\u00a0bahwa\u00a0rasa\u00a0nyeri\u00a0dapat\u00a0merupakan\u00a0akibat\u00a0dari\u00a0terapi,\u00a0prosedur,\u00a0atau<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memberikan tata laksana untuk mengatasi rasa nyeri,terlepas\u00a0dari\u00a0mana\u00a0nyeri\u00a0berasal,\u00a0sesuai\u00a0dengan\u00a0regulasi\u00a0rumah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melakukankomunikasi\u00a0dan \u00a0edukasi \u00a0kepada \u00a0pasien\u00a0dan\u00a0keluarga\u00a0mengenai\u00a0pengelolaan\u00a0nyeri\u00a0sesuai\u00a0dengan latar belakang agama, budaya, nilai-nilai yang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memberikanedukasi\u00a0kepada\u00a0seluruh\u00a0PPA\u00a0mengenai\u00a0pengkajian\u00a0dan\u00a0pengelolaan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumahsakit\u00a0memiliki\u00a0proses\u00a0untuk\u00a0melakukan\u00a0skrining,\u00a0pengkajian,\u00a0dan\u00a0tata\u00a0laksana\u00a0nyeri\u00a0meliputi\u00a0poin\u00a0a)\u00a0&#8211;\u00a0e)\u00a0pada\u00a0maksud\u00a0dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Informasimengenai\u00a0kemungkinan\u00a0adanya\u00a0nyeri\u00a0dan\u00a0pilihan tata laksananya diberikan kepada pasien yang\u00a0menerima\u00a0terapi\/prosedur\/pemeriksaan\u00a0terencana\u00a0yang\u00a0sudah\u00a0dapat\u00a0diprediksi\u00a0menimbulkan\u00a0rasa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pasiendan\u00a0keluarga\u00a0mendapatkan\u00a0edukasi\u00a0mengenai\u00a0pengelolaan nyeri sesuai dengan latar belakang agama,\u00a0budaya,\u00a0nilai-nilai\u00a0yang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Stafrumah\u00a0sakit\u00a0mendapatkan \u00a0pelatihan \u00a0mengenai\u00a0cara\u00a0melakukan\u00a0edukasi\u00a0bagi\u00a0pengelolaan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>e.\u00a0<\/b><strong><b>Pelayanan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Menjelang<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Akhir<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Kehidupan<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>Standar<\/strong><strong>PAP<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>5<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0memberikan\u00a0asuhan\u00a0pasien\u00a0menjelang\u00a0akhir\u00a0kehidupan\u00a0dengan\u00a0memperhatikan\u00a0kebutuhan\u00a0pasien\u00a0dan\u00a0keluarga,\u00a0mengoptimalkan\u00a0kenyamanan\u00a0dan\u00a0martabat\u00a0pasien,\u00a0serta\u00a0mendokumentasikan\u00a0dalam\u00a0rekam\u00a0medis.<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Skrining\u00a0dilakukan\u00a0untuk\u00a0menetapkan\u00a0bahwa\u00a0kondisi\u00a0pasien masuk dalam fase menjelang ajal. Selanjutnya, PPA\u00a0melakukan\u00a0pengkajian\u00a0menjelang\u00a0akhir\u00a0kehidupan\u00a0yang\u00a0bersifat\u00a0individual\u00a0untuk\u00a0mengidentifikasi\u00a0kebutuhan<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">pasien\u00a0dan\u00a0keluarganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pengkajian pada pasien menjelang akhir kehidupan harus\u00a0menilai\u00a0kondisi\u00a0pasien\u00a0seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Manajemen gejala dan respons pasien, termasuk mual,kesulitan\u00a0bernapas,\u00a0dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Faktoryang\u00a0memperparah\u00a0gejala<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Orientasispiritual\u00a0pasien\u00a0dan\u00a0keluarganya,\u00a0termasuk\u00a0keterlibatan\u00a0dalam\u00a0kelompok\u00a0agama<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Keprihatinan spiritual pasien dan keluarganya, sepertiputus\u00a0asa,\u00a0penderitaan,\u00a0rasa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Statuspsikososial\u00a0pasien\u00a0dan\u00a0keluarganya,\u00a0seperti\u00a0kekerabatan,\u00a0kelayakan\u00a0perumahan,\u00a0pemeliharaan\u00a0lingkungan,\u00a0cara\u00a0mengatasi,\u00a0reaksi\u00a0pasien\u00a0dan\u00a0keluarganya\u00a0menghadapi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kebutuhanbantuan\u00a0atau\u00a0penundaan\u00a0layanan\u00a0untuk\u00a0pasien\u00a0dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kebutuhanalternatif\u00a0layanan\u00a0atau\u00a0tingkat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Faktorrisiko\u00a0bagi\u00a0yang\u00a0ditinggalkan\u00a0dalam\u00a0hal\u00a0cara\u00a0mengatasi\u00a0dan\u00a0potensi\u00a0reaksi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pasiendan\u00a0keluarga\u00a0dilibatkan\u00a0dalam\u00a0pengambilan\u00a0keputusan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PAP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menerapkan pengkajian pasien menjelangakhir\u00a0kehidupan\u00a0dan\u00a0dapat\u00a0dilakukan\u00a0pengkajian\u00a0ulang\u00a0sampai\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0memasuki\u00a0fase\u00a0akhir\u00a0kehidupannya,\u00a0dengan\u00a0memperhatikan\u00a0poin\u00a01)\u00a0\u2013\u00a09)\u00a0pada\u00a0maksud\u00a0dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Asuhanmenjelang\u00a0akhir\u00a0kehidupan\u00a0ditujukan\u00a0terhadap\u00a0kebutuhan\u00a0psikososial,\u00a0emosional,\u00a0kultural\u00a0dan\u00a0spiritual\u00a0pasien\u00a0dan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h4><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>PAP Geser ke =&gt; 4Jam 33Minute<\/strong><\/span><\/h4>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"AKP Minute 1Jam 40 M - Sosialisasi Standar Akreditasi Rumah Sakit sesuai yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/hpuZiq1WppA?t=51m20s\" width=\"683\" height=\"384\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6407\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6407\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>3.\u00a0Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP)\u00a0 Pelajari Ringkasan Instrumen Pokja PAP Gambaran\u00a0Umum Tanggung jawab rumah sakit dan staf yang terpenting adalah memberikan asuhan dan pelayanan pasien yang \u00a0efektif \u00a0dan \u00a0aman. Hal <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6407\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6407\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[94],"tags":[],"class_list":["post-6407","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-akreditasi-2012"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":53372,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>4. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) - Akreditasi Kemenkes -KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"4. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) - Akreditasi Kemenkes -KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"3.\u00a0Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP)\u00a0 Pelajari Ringkasan Instrumen Pokja PAP Gambaran\u00a0Umum Tanggung jawab rumah sakit dan staf yang terpenting adalah memberikan asuhan dan pelayanan pasien yang \u00a0efektif \u00a0dan \u00a0aman. Hal Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-27T04:04:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-08T02:57:42+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"16 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"4. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) &#8211; Akreditasi Kemenkes -KMK 1128\",\"datePublished\":\"2022-04-27T04:04:54+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-08T02:57:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"},\"wordCount\":3434,\"articleSection\":[\"Akreditasi 2012\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\",\"name\":\"4. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) - Akreditasi Kemenkes -KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-04-27T04:04:54+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-08T02:57:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"4. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) &#8211; Akreditasi Kemenkes -KMK 1128\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"4. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) - Akreditasi Kemenkes -KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"4. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) - Akreditasi Kemenkes -KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"3.\u00a0Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP)\u00a0 Pelajari Ringkasan Instrumen Pokja PAP Gambaran\u00a0Umum Tanggung jawab rumah sakit dan staf yang terpenting adalah memberikan asuhan dan pelayanan pasien yang \u00a0efektif \u00a0dan \u00a0aman. Hal Continue Reading &rarr;","og_url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2022-04-27T04:04:54+00:00","article_modified_time":"2022-10-08T02:57:42+00:00","author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"16 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"4. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) &#8211; Akreditasi Kemenkes -KMK 1128","datePublished":"2022-04-27T04:04:54+00:00","dateModified":"2022-10-08T02:57:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"},"wordCount":3434,"articleSection":["Akreditasi 2012"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","name":"4. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) - Akreditasi Kemenkes -KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"datePublished":"2022-04-27T04:04:54+00:00","dateModified":"2022-10-08T02:57:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/snars.web.id\/rs\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/4-pelayanan-dan-asuhan-pasien-pap-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"4. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) &#8211; Akreditasi Kemenkes -KMK 1128"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6407"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6407\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6789,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6407\/revisions\/6789"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}