{"id":6403,"date":"2022-04-27T11:02:46","date_gmt":"2022-04-27T04:02:46","guid":{"rendered":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?p=6403"},"modified":"2022-10-08T09:55:26","modified_gmt":"2022-10-08T02:55:26","slug":"b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","title":{"rendered":"B3. Pengkajian Pasien (PP) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128"},"content":{"rendered":"<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>3.\u00a0<\/b><strong><b>Pengkajian <\/b><\/strong><strong><b>Pasien (PP)<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p><a href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/instrumens-pokja-pp-starkes\/\"><button><span style=\"color: #ff0000;\">Pelajari Ringkasan Instrumen Pokja PP<\/span><\/button><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong><b>Gambaran<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Umum<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tujuan dari pengkajian adalah untuk menentukan perawatan, pengobatan dan pelayanan yang akan \u00a0memenuhi \u00a0kebutuhan \u00a0awal dan kebutuhan berkelanjutan pasien. Pengkajian pasien merupakan proses yang berkelanjutan dan dinamis yang berlangsung di layanan rawat jalan serta rawat inap. Pengkajian pasien terdiri \u00a0atas \u00a0tiga proses utama:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Mengumpulkan informasi dan data terkait keadaan fisik, psikologis, status sosial, dan riwayat kesehatan pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Menganalisisdata dan informasi, termasuk hasil pemeriksaan laboratorium, pencitraan diagnostik, dan pemantauan fisiologis, untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien akan layanan kesehatan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Membuat rencana perawatan untuk memenuhi kebutuhan pasien yang telah teridentifikasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pengkajian pasien yang efektif akan menghasilkan keputusan tentang kebutuhan asuhan, tata laksana pasien yang harus segera\u00a0 dilakukan dan pengobatan berkelanjutan untuk emergensi atau elektif\/terencana, bahkan ketika kondisi pasien berubah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Asuhan \u00a0pasien \u00a0di \u00a0rumah \u00a0sakit \u00a0diberikan \u00a0dan\u00a0 \u00a0dilaksanakan berdasarkan konsep pelayanan berfokus pada pasien (<em>Patient<\/em>\/<em>Person<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Centered Care<\/em>) Pola ini dipayungi oleh konsep WHO dalam <em>Conceptual<\/em><em>\u00a0<\/em><em>framework <\/em><em>\u00a0<\/em><em>integrated <\/em><em>\u00a0<\/em><em>people-centred <\/em><em>\u00a0<\/em><em>health <\/em><em>\u00a0<\/em><em>services<\/em>. \u00a0\u00a0Penerapan konsep \u00a0pelayanan \u00a0berfokus \u00a0pada \u00a0pasien \u00a0\u00a0adalah \u00a0\u00a0dalam \u00a0\u00a0bentuk Asuhan Pasien Terintegrasi yang bersifat integrasi horizontal \u00a0dan vertikal dengan elemen:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) sebagai ketua timasuhan\/<em>Clinical<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Leader<\/em>;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) ProfesionalPemberi Asuhan bekerja sebagai tim intra dan interdisiplin dengan kolaborasi interprofesional, dibantu antara lain dengan Panduan Praktik Klinis (PPK), Panduan Asuhan\u00a0 PPA lainnya, Alur\u00a0 Klinis \/ <em>Clinical<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Pathway<\/em><em>\u00a0<\/em>terintegrasi,\u00a0Algoritma,\u00a0Protokol,\u00a0Prosedur,\u00a0<em>Standing<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Order<\/em><em>\u00a0<\/em>dan CPPT (Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi) ;\u00a0 \u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) ManajerPelayanan Pasien\/<em>Case<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Manager<\/em>;\u00a0dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Keterlibatan dan pemberdayaan pasien dan keluarga.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pengkajian ulang harus dilakukan selama asuhan, pengobatan dan pelayanan untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien. Pengkajian ulang adalah penting untuk memahami respons pasien terhadap pemberian asuhan, pengobatan dan pelayanan, serta juga penting untuk menentukan apakah keputusan asuhan memadai dan efektif. Proses-proses ini paling efektif dilaksanakan bila berbagai profesional kesehatan yang bertanggung jawab atas pasien bekerja sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Standar Pengkajian Pasien ini berfokus kepada:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pengkajian awal pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pengkajian ulang pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pelayanan laboratorium dan pelayanan darah; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Pelayanan radiologi klinik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><b>a.\u00a0<\/b><strong><b>Pengkajian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pasien<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>PP<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>1<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Semua\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0dirawat\u00a0di\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0diidentifikasi\u00a0kebutuhan\u00a0perawatan\u00a0kesehatannya\u00a0melalui\u00a0suatu\u00a0proses\u00a0pengkajian\u00a0yang\u00a0telah\u00a0ditetapkan\u00a0oleh\u00a0rumah\u00a0sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kebutuhan\u00a0medis\u00a0dan\u00a0keperawatan\u00a0pasien\u00a0diidentifikasi\u00a0berdasarkan\u00a0pengkajian\u00a0awal.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pasien\u00a0dilakukan\u00a0skrining\u00a0risiko\u00a0nutrisi,\u00a0skrining\u00a0nyeri,\u00a0kebutuhan fungsional termasuk risiko jatuh dan kebutuhan\u00a0khusus\u00a0lainnya<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP1,<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.1<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Proses pengkajian pasien yang efektif menghasilkan keputusan tentang kebutuhan pasien untuk mendapatkan tata laksana segera dan berkesinambungan untuk pelayanan gawat darurat, elektif atau terencana, bahkan ketika kondisi pasien mengalami perubahan. Pengkajian pasien adalah sebuah proses berkesinambungan dan dinamis yang dilakukan di unit gawat darurat, rawat inap dan rawat jalan serta unit lainnya. Pengkajian pasien terdiri dari tiga proses primer:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pengumpulan informasi dan data mengenai kondisi fisik, psikologis, dan status sosial serta riwayat kesehatan pasien sebelumnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Analisis data dan informasi, termasuk hasil pemeriksaan laboratorium dan uji diagnostik pencitraan, untuk mengidentifikasi kebutuhan perawatan pasien.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pengembangan rencana perawatan pasien untuk memenuhi kebutuhan yang telah diidentifikasikan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengkajian disesuaikan dengan kebutuhan pasien, sebagai contoh, rawat inap atau rawat jalan. Bagaimana\u00a0 pengkajian ini dilakukan dan informasi apa yang perlu dikumpulkan serta didokumentasikan ditetapkan dalam kebijakan dan prosedur rumah sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Isi\u00a0minimal\u00a0pengkajian\u00a0awal\u00a0antara\u00a0lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Keluhan saat ini<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Status fisik;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Psiko-sosio-spiritual;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Ekonomi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Riwayat kesehatan pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Riwayat alergi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Riwayat penggunaan obat;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) Pengkajian nyeri;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">i) Risiko jatuh;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">j) Pengkajian fungsional;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">k) Risiko nutrisional;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">l) Kebutuhan edukasi; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">m) Perencanaan pemulangan pasien (<em>Discharge Planning<\/em>). <\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada kelompok pasien tertentu, misalnya dengan risiko jatuh, nyeri dan status nutrisi maka dilakukan skrining sebagai bagian dari pengkajian awal, kemudian dilanjutkan dengan pengkajian lanjutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Agar pengkajian kebutuhan pasien dilakukan secara konsisten, rumah sakit harus mendefinisikan dalam kebijakan, isi minimum dari \u00a0pengkajian \u00a0yang\u00a0 \u00a0dilakukan oleh para dokter, perawat, dan disiplin klinis lainnya. Pengkajian dilakukan oleh setiap disiplin dalam ruang lingkup praktiknya, perizinan, perundangundangan. Hanya PPA yang kompeten dan di izinkan oleh rumah sakit yang akan melakukan pengkajian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit mendefinisikan elemen-elemen yang akan digunakan pada seluruh pengkajian dan mendefinisikan perbedaan-perbedaan yang ada terutama dalam ruang lingkup kedokteran umum dan layanan spesialis. Pengkajian yang didefinisikan dalam kebijakan dapat dilengkapi oleh lebih dari satu individu yang kompeten\u00a0 dan dilakukan pada beberapa waktu yang berbeda. Semua pengkajian tersebut harus sudah terisi lengkap dan memiliki informasi terkini (kurang dari atau sama dengan 30 (tiga puluh) hari) pada saat tata laksana dimulai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit menetapkan regulasi tentang pengkajianawal dan pengkajian ulang medis dan keperawatan di unit gawat darurat, rawat inap dan rawat jalan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumah sakit menetapkan isi minimal pengkajian awalmeliputi poin a) \u2013 l) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Hanya PPA yang kompeten, diperbolehkan untuk melakukan pengkajian sesuai dengan ketentuan rumah sakit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Perencanaananpulang yang mencakup identifikasi kebutuhan khusus dan rencana untuk memenuhi kebutuhan tersebut, disusun sejak pengkajian awal.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pengkajian awal medis dan keperawatandilaksanakandan didokumentasikan dalam kurun waktu 24 jam pertama sejak pasien masuk rawat inap, \u00a0atau \u00a0lebih awal bila diperlukan sesuai dengan kondisi pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pengkajian awal medis menghasilkan diagnosis medisyang mencakup kondisi utama dan \u00a0kondisi \u00a0lainnya yang membutuhkan tata laksana dan pemantauan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pengkajian awal keperawatan menghasilkan diagnosiskeperawatan untuk menentukan kebutuhan asuhan keperawatan, intervensi atau pemantauan pasien yang spsifik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Sebelum pembedahan pada kondisi mendesak, minimal terdapat catatan singkat dan diagnosis praoperasi yang didokumentasikan di dalam rekam medik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Pengkajian medis yang dilakukan sebelum masuk rawat inap atau sebelum pasien menjalani prosedur di layanan rawat jalan rumah sakit harus dilakukan dalam waktu kurang atau sama dengan 30 (tiga puluh) hari sebelumnya. Jika lebih dari 30 (tiga puluh) hari, maka harus dilakukan pengkajian ulang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Hasil dari seluruh pengkajian yang dikerjakan di luarrumah sakit ditinjau dan\/atau diverifikasi pada saat masuk rawat inap atau sebelum tindakan di unit rawat jalan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>7)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit menetapkan kriteria risiko nutrisional yang dikembangkan bersama staf yang kompeten dan berwenang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pasien diskrining untuk risiko nutrisi sebagai bagian dari pengkajian awal.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pasien dengan risiko nutrisional dilanjutkan dengan pengkajian gizi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Pasien diskrining untuk kebutuhan fungsional termasuk risiko jatuh.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>8)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0melakukan\u00a0pengkajian\u00a0awal\u00a0yang\u00a0telah\u00a0dimodifikasi untuk populasi khusus yang dirawat di rumah\u00a0sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>9)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengkajian tambahan untuk pasien tertentu atau untuk populasi pasien khusus mengharuskan proses pengkajian tambahan sesuai dengan kebutuhan populasi pasien tertentu. Setiap rumah sakit menentukan kelompok populasi pasien khusus dan menyesuaikan proses pengkajian untuk memenuhi kebutuhan khusus mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengkajian\u00a0tambahan\u00a0dilakukan\u00a0antara\u00a0lain\u00a0namun\u00a0tidak\u00a0terbatas\u00a0untuk:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Neonatus.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Anak.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Remaja.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Obsteri\/Neonatus.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Geriatri.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Sakit terminal \/ menghadapi kematian.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Pasien dengan nyeri kronik atau nyeri (intense).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) Pasien dengan gangguan emosional atau pasien psikiatris.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">i) Pasien kecanduan obat terlarang atau alkohol<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">j) Korban kekerasan atau kesewenangan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">k) Pasien dengan penyakit menular atau infeksius.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">l) Pasien yang menerima kemoterapi atau terapi radiologi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">m) Pasien dengan sistem imunologi terganggu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Tambahan pengkajian terhadap pasien ini memperhatikan kebutuhan dan kondisi mereka berdasarkan budaya dan nilai yang dianut pasien. Proses pengkajian disesuaikan dengan peraturan perundangan dan standar profesional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>10)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit menetapkan jenis populasi khusus yangakan dilakukan pengkajian meliputi poin a) &#8211; m) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumahsakit telah melaksanakan pengkajian tambahan terhadap populasi pasien khusus sesuai ketentuan rumah sakit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h1><span style=\"color: #0000ff;\"><b>b.\u00a0<\/b><strong><b>Pengkajian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Ulang<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pasien<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standard <\/strong><strong>PP<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>2<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit melakukan pengkajian ulang bagi semua pasien dengan interval waktu yang ditentukan untuk kemudian dibuat rencana asuhan lanjutan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengkajian ulang dilakukan oleh semua PPA untuk menilai apakah asuhan yang diberikan telah berjalan dengan efektif. Pengkajian ulang dilakukan dalam interval waktu yang didasarkan atas kebutuhan dan rencana asuhan, dan digunakan sebagai dasar rencana pulang pasien sesuai dengan regulasi rumah sakit. Hasil pengkajian ulang dicatat di rekam medik pasien\/CPPT sebagai informasi untuk di gunakan oleh semua PPA.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengkajian ulang oleh DPJP dibuat dibuat berdasarkan asuhan pasien sebelumnya. DPJP melakukan pengkajian terhadap pasien sekurang-kurangnya setiap hari, termasuk di akhir minggu\/hari libur, dan jika ada perubahan kondisi pasien. Perawat melakukan pengkajian ulang minimal satu kali pershift atau sesuai perkembangan pasien, dan setiap hari DPJP akan mengkoordinasi dan melakukan verifikasi ulang perawat untuk asuhan keperawatan selanjutnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Penilaian\u00a0ulang\u00a0dilakukan\u00a0dan\u00a0hasilnya\u00a0dimasukkan\u00a0ke\u00a0dalam\u00a0rekam\u00a0medis\u00a0pasien:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Secara berkala selama perawatan (misalnya, staf perawat secara berkala mencatat tanda-tanda vital, nyeri, penilaian dan suara paru-paru dan jantung, sesuai kebutuhan berdasarkan kondisi pasien);<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Setiap hari oleh dokter untuk pasien perawatan akut;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Dalam menanggapi perubahan signifikan dalam kondisi pasien; (Juga lihat PP 3.2)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Jika diagnosis pasien telah berubah dan kebutuhan perawatan memerlukan perencanaan yang direvisi; dan\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Untuk menentukan apakah pengobatan dan perawatanlain telah berhasil dan pasien dapat dipindahkan atau\u00a0 dipulangkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Temuan pada pengkajian digunakan sepanjang proses pelayanan untuk mengevaluasi kemajuan pasien dan untuk memahami kebutuhan untuk pengkajian ulang. Oleh karena itu pengkajian medis, keperawatan dan PPA lain dicatat di rekam medik untuk digunakan oleh semua PPA yang memberikan asuhan ke pasien.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit melaksanakan pengkajian ulang oleh DPJP, perawat dan PPA lainnya untuk menentukan rencana asuhan lanjutan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Terdapat bukti pelaksanaan pengkajian ulang medis dilaksanakan minimal satu kali sehari, termasuk akhir minggu\/libur untuk pasien akut.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Terdapat bukti pelaksanaan pengkajian ulang oleh perawat minimal satu kali per shift atau sesuai dengan perubahan kondisi pasien.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Terdapat bukti pengkajian ulang oleh PPA lainnya dilaksanakan dengan interval sesuai regulasi rumah sakit.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>c.\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pelayanan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Laboratorium<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pelayanan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Darah\u00a0<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar P<\/strong><strong>P<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>3<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan laboratorium tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasien sesuai peraturan perundangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah Sakit mempunyai sistem untuk menyediakan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">pelayanan laboratorium, meliputi pelayanan patologi klinis, dapat juga tersedia patologi anatomi dan pelayanan laboratorium lainnya, yang dibutuhkan populasi pasiennya, dan PPA. Organisasi pelayanan laboratorium yang di bentuk dan diselenggarakan sesuai peraturan perundangan Di Rumah Sakit dapat terbentuk pelayanan laboratorium utama (induk), dan juga pelayanan laboratorium lain, misalnya laboratorium Patologi Anatomi, laboratorium Mikrobiologi maka harus diatur secara organisatoris pelayanan laboratorium terintegrasi, dengan pengaturan tentang kepala pelayanan laboratorium terintegrasi yang membawahi semua jenis pelayanan laboratorium di Rumah Sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Salah satu pelayanan laboratorium di ruang rawat (<em>Point of<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Care Testing<\/em>) yang dilakukan oleh perawat ruangan harus memenuhi persyaratan kredensial. Pelayanan laboratorium, tersedia 24 jam termasuk pelayanan darurat, diberikan di dalam rumah sakit dan rujukan sesuai dengan peraturan perundangan. Rumah sakit dapat juga menunjuk dan menghubungi para spesialis di bidang diagnostik khusus, seperti parasitologi, virologi, atau toksikologi. Jika diperlukan, rumah sakit dapat melakukan pemeriksaan rujukan dengan memilih sumber dari luar berdasarkan rekomendasi dari pimpinan laboratorum rumah sakit. Sumber dari luar tersebut dipilih oleh Rumah Sakit karena memenuhi peraturan perundangan dan mempunyai sertifikat mutu. Bila melakukan pemeriksaan rujukan keluar, harus melalui laboratorium Rumah Sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit menetapkan regulasi tentang pelayanan laboratorium di rumah sakit.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pelayanan laboratorium buka 24 jam, 7 (tujuh) hari seminggu, sesuai dengan kebutuhan pasien.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menetapkan bahwa seorang yang kompeten dan berwenang, bertanggung jawab mengelola pelayanan laboratorium.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>\u00a0<\/b><\/span><span style=\"color: #000000;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan laboratorium berada dibawah pimpinan\u00a0 seorang yang kompeten dan memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan. Pimpinan laboratorium bertanggung jawab mengelola fasilitas dan pelayanan laboratorium, termasuk pemeriksaan\u00a0<em>Point-of-care<\/em><em>\u00a0<\/em><em>testing<\/em><em>\u00a0<\/em><em>(POCT)<\/em>, juga tanggung jawabnya dalam melaksanakan regulasi RS secara konsisten, seperti pelatihan, manajemen logistik dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Tanggung jawab\u00a0pimpinan\u00a0laboratorium\u00a0antara\u00a0lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Menyusun dan evaluasi regulasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pengawasan pelaksanaan administrasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Melaksanakan program kendali mutu (PMI dan PME)dan mengintegrasikan program mutu laboratorium dengan program Manajemen Fasilitas dan Keamanan serta program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di rumah sakit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Melakukan pemantauan dan evaluasi semua jenis pelayanan laboratorium.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Mereview dan menindak lanjuti hasil pemeriksaan laboratorium rujukan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Direktur rumah sakit menetapkan penanggung jawablaboratorium yang memiliki kompetensi sesuai ketentuan perundang-undangan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Terdapat bukti pelaksanaan tanggung jawab pimpinan laboratorium sesuai poin a) &#8211; \u00a0e) \u00a0pada \u00a0maksud \u00a0dan tujuan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>7)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Staf\u00a0laboratorium\u00a0mempunyai\u00a0pendidikan,\u00a0pelatihan,\u00a0kualifikasi\u00a0dan\u00a0pengalaman\u00a0yang\u00a0dipersyaratkan\u00a0untuk\u00a0mengerjakan\u00a0pemeriksaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>8)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Syarat pendidikan, pelatihan, kualifikasi dan pengalaman ditetapkan rumah sakit bagi mereka yang memiliki kompetensi dan kewenangan diberi ijin mengerjakan pemeriksaan laboratorium, termasuk yang mengerjakan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">pemeriksaan\u00a0di\u00a0tempat\u00a0tidur\u00a0pasien\u00a0(<em>POCT)<\/em>. Interpretasi hasil pemeriksaan dilakukan oleh dokter yang\u00a0 \u00a0kompeten dan berwenang. Pengawasan terhadap staf yang mengerjakan pemeriksaan diatur oleh regulasi RS. Staf pengawas dan staf pelaksana diberi orientasi tugas mereka. Staf pelaksana diberi tugas sesuai latar belakang pendidikan dan pengalaman. Unit kerja laboratorium menyusun dan melaksanakan pelatihan staf yang memungkinkan staf mampu melakukan tugas sesuai dengan uraian tugasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>9)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Staf laboratorium yang membuat interpretasi telah memenuhi persyaratan kredensial.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Staf laboratorium dan staf lain yang melaksanakan pemeriksaan termasuk yang mengerjakan <em>Point-of-care<\/em><em>\u00a0<\/em><em>testing<\/em><em>\u00a0<\/em><em>(POCT)<\/em>, memenuhi persyaratan kredensial.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>10)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah Sakit menetapkan kerangka waktu penyelesaian pemeriksaan regular dan pemeriksaan segera (cito).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>11)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menetapkan kerangka waktu penyelesaian pemeriksaan laboratorium. Penyelesaian pemeriksaan laboratorium dilaporkan sesuai kebutuhan pasien. Hasil pemeriksaan segera (cito), antara lain dari unit gawat darurat, kamar operasi, unit intensif diberi perhatian khusus terkait kecepatan hasil pemeriksaan. Jika pemeriksaan dilakukan melalui kontrak (pihak ketiga) atau laboratorium rujukan, kerangka waktu melaporkan hasil pemeriksaan juga mengikuti ketentuan rumah sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>12)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit menetapkan dan menerapkan kerangka waktu penyelesaian pemeriksaan laboratorium regular dan cito.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Terdapat bukti pencatatan dan evaluasi waktu penyelesaian pemeriksaan laboratorium.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Terdapat bukti pencatatan dan evaluasi waktu penyelesaian pemeriksaan\u00a0 cito.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Terdapat bukti pencatatan dan evaluasi pelayanan laboratorium rujukan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>13)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit memiliki prosedur pengelolaan semua reagensia esensial dan di evaluasi secara berkala pelaksaksanaannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>14)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menetapkan reagensia dan bahan-bahan lain yang selalu harus ada untuk pelayanan laboratorium bagi pasien. Suatu proses yang efektif untuk pemesanan atau menjamin ketersediaan reagensia esensial dan bahan lain yang diperlukan. Semua reagensia disimpan dan didistribusikan sesuai prosedur yang ditetapkan. Dilakukan audit secara periodik untuk semua reagensia esensial untuk memastikan akurasi dan presisi hasil pemeriksaan, antara lain untuk aspek \u00a0penyimpanan, \u00a0label, \u00a0kadaluarsa dan fisik. Prosedur tertulis memastikan pemberian label secara lengkap dan akurat untuk reagensia dan larutan dan akurasi serta presisi dari hasil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>15)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Terdapat bukti pelaksanaan semua reagensia esensialdisimpan dan diberi label, serta didistribusi sesuai prosedur dari pembuatnya atau instruksi pada kemasannya .<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Terdapatbukti pelaksanaan evaluasi\/audit semua reagen.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>16)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit memiliki prosedur untuk cara pengambilan, pengumpulan, identifikasi, pengerjaan, pengiriman, penyimpanan, dan pembuangan spesimen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>17)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Prosedur\u00a0pelayanan\u00a0laboratorium\u00a0meliputi\u00a0minimal\u00a0tapi\u00a0tidak\u00a0terbatas\u00a0pada:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Permintaan permintaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pengambilan, pengumpulan dan identifikasi specimen.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pengiriman, pembuangan, penyimpanan dan pengawetan specimen.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Penerimaan, penyimpanan, telusur spesimen (<em>tracking<\/em>).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>18)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengelolaan spesimen dilaksanakan sesuai poin a) &#8211; d) pada maksud dan tujuan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terdapatbukti pemantauan dan evaluasi terhadap pengelolaan specimen.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>19)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.6<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0nilai\u00a0normal\u00a0dan\u00a0rentang\u00a0nilai\u00a0untuk\u00a0interpretasi\u00a0dan\u00a0pelaporan\u00a0hasil\u00a0laboratorium\u00a0klinis.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>20)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.6<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menetapkan rentang nilai normal\/rujukan setiap jenis pemeriksaan. Rentang nilai dilampirkan di dalam laporan klinik, baik sebagai bagian dari pemeriksaan atau melampirkan daftar terkini, nilai ini yang\u00a0 ditetapkan pimpinan laboratorium. Jika pemeriksaan dilakukan oleh laboratorium rujukan, rentang nilai diberikan. Selalu harus dievaluasi dan direvisi apabila metode pemeriksaan berubah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>21)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.6<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit menetapkan dan mengevaluasi rentang nilai normal untuk interpretasi, pelaporan hasil laboratorium klinis.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Setiap hasil pemeriksaan laboratorium dilengkapi dengan rentang nilai normal.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>22)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.7<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0melaksanakan\u00a0prosedur\u00a0kendali\u00a0mutu\u00a0pelayanan\u00a0laboratorium,\u00a0di\u00a0evaluasi\u00a0dan\u00a0dicatat\u00a0sebagai\u00a0dokumen.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>23)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.7<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kendali mutu yang baik sangat esensial bagi pelayanan laboratorium agar laboratorium dapat memberikan\u00a0 layanan prima. Program kendali mutu di laboratorium mencakup pemantapan mutu internal (PMI) dan pemantauan mutu eksternal (PME). Tahapan PMI praanalitik, analitik dan pascaanalitik yang memuat antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Validasi tes yang digunakan untuk tes akurasi, presisi,hasil rentang nilai;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Dilakukan surveilans hasil pemeriksaan oleh staf yangkompeten;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Reagensia di tes;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Koreksi cepat jika ditemukan kekurangan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Dokumentasi hasil dan tindakan koreksi; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Pemantapan Mutu Eksternal.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>24)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.7<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terdapat bukti bahwa unit laboratorium telah melakukan Pemantapan Mutu Internal (PMI) secara rutin yang meliputi poin a-e pada maksud dan tujusn.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terdapat bukti bahwa unit laboratorium telah melakukan Pemantapan Mutu Eksternal (PME) secara rutin.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>25)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.8<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0bekerjasama\u00a0dengan\u00a0laboratorium \u00a0rujukan\u00a0yang\u00a0terakreditasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>26)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.8<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk memastikan pelayanan yang aman dan bermutu rumah sakit memiliki perjanjian kerjasama dengan laboratorium rujukan. Perjanjian kerjasama ini bertujuan agar rumah sakit memastikan bahwa laboratorium rujukan telah memenhi persyaratan dan terakreditasi. Perjanjian kerjasama mencantumkan hal hal yang harus ditaati kedua belah pihak dan perjanjian dievaluasi secara berkala oleh pimpinan rumah sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>27)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dari<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.8<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Unit laboratorium memiliki bukti sertifikat akreditasilaboratorium rujukan yang masih berlaku,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Telah dilakukan pemantauan dan evaluasi kerjasama pelayanan kontrak sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>28)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.9<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0Sakit\u00a0menetapkan\u00a0regulasi\u00a0tentang\u00a0penyelenggara\u00a0pelayanan darah dan menjamin pelayanan yang diberikan\u00a0sesuai\u00a0peraturan\u00a0dan\u00a0perundang-undangan\u00a0dan\u00a0standar\u00a0pelayanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>\u00a0<\/b><\/span><span style=\"color: #000000;\"><b>29)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.9<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika terdapat pelayanan yang direncanakan untuk penggunaan darah dan produk darah, maka dalam hal\u00a0 ini diperlukan persetujuan tindakan khusus. Rumah sakit mengidentifikasi prosedur berisiko tinggi di dalam perawatan yang membutuhkan persetujuan, diantaranya adalah pemberian darah dan produk darah.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>30)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.9<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit menerapkan regulasi tentang penyelenggaraan pelayanan darah di rumah sakit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Penyelenggaraan pelayanan darah dibawah tanggung jawab seorang staf yang kompeten.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Rumah sakit telah melakukan pemantauan dan evaluasi mutu terhadap penyelenggaran pelayanan darah di rumah sakit.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Rumah sakit menerapkan proses persetujuan tindakanpasien untuk pemberian darah dan produk darah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<h1><span style=\"color: #0000ff;\"><b>d.\u00a0<\/b><strong><b>Pelayanan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Radiologi<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Klinik<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>PP<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>4<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan\u00a0radiologi\u00a0klinik\u00a0menetapkan\u00a0regulasi\u00a0pelayanan\u00a0radiologi\u00a0klinis\u00a0di\u00a0rumah\u00a0sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan radiodiagnostik, imajing dan radiologi\u00a0intervensional\u00a0(RIR)\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pelayanan radio diagnostik;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pelayanan diagnostik Imajing; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pelayanan radiologi intervensional.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menetapkan sistem yang terintegrasi untuk menyelenggarakan pelayanan radiodiagnostik, imajing\u00a0 dan radiologi intervensional yang dibutuhkan pasien, asuhan klinis dan Profesional Pemberi Asuhan (PPA). Pelayanan radiologi klinik buka 24 jam, 7 (tujuh) hari seminggu sesuai dengan kebutuhan pasien.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah Sakit menetapkan dan melaksanakan regulasipelayanan radiologi klinik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Terdapat pelayanan radiologi klinik selama 24 jam,\u00a0 7 (tujuh) hari seminggu, sesuai dengan kebutuhan pasien.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0Sakit\u00a0menetapkan\u00a0seorang\u00a0yang\u00a0kompeten\u00a0dan\u00a0berwenang,\u00a0bertanggung\u00a0jawab\u00a0mengelola\u00a0pelayanan\u00a0RIR.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan Radiodiagnostik, Imajing dan Radiologi Intervensional berada dibawah pimpinan seorang yang kompeten dan berwenang memenuhi persyaratan peraturan perundangan. Pimpinan radiologi klinik bertanggung jawab mengelola fasilitas dan pelayanan RIR, termasuk pemeriksaan yang dilakukan di tempat tidur pasien (POCT), juga tanggung jawabnya dalam melaksanakan regulasi RS secara konsisten, seperti \u00a0pelatihan, \u00a0manajemen \u00a0logistik, dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Tanggung\u00a0jawab\u00a0pimpinan\u00a0pelayanan\u00a0radiologi\u00a0diagnostik\u00a0imajing,\u00a0dan\u00a0radiologi\u00a0intervensional\u00a0antara\u00a0lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Menyusun dan evaluasi regulasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pengawasan pelaksanaan administrasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Melaksanakan program kendali mutu (PMI dan PME)dan mengintegrasikan program mutu radiologi dengan program Manajemen Fasilitas dan Keamanan serta program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di rumah sakit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Memonitor dan evaluasi semua jenis pelayanan RIR.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Mereviu dan menindak lanjuti hasil pemeriksaan pelayanan RIR.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Direktur menetapkankan penanggung jawab\u00a0 radiologi klinik yang memiliki kompetensi sesuai ketentuan dengan peraturan perundang-undangan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terdapat bukti pengawasan pelayanan radiologi\u00a0 klinikoleh penanggung jawab radiologi klinik sesuai poin a) \u2013\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">e) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>7)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Semua\u00a0staf\u00a0radiologi\u00a0klinik\u00a0mempunyai\u00a0pendidikan,\u00a0pelatihan, kualifikasi dan pengalaman yang dipersyaratkan\u00a0untuk\u00a0mengerjakan\u00a0pemeriksaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>8)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menetapkan mereka yang bekerja sebagai staf radiologi dan diagnostik imajing yang kompeten dan berwenang melakukan pemeriksaan radiodiagnostik, imajing dan radiologi intervensional, pembacaan diagnostik imajing, pelayanan pasien di tempat tidur (POCT), membuat interpretasi, melakukan verifikasi dan serta melaporkan hasilnya, serta mereka yang mengawasi prosesnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Staf pengawas dan staf pelaksana teknikal mempunyai latar belakang pelatihan, pengalaman, ketrampilan dan telah menjalani orientasi tugas pekerjaannya. Staf teknikal diberi tugas pekerjaan sesuai latar belakang pendidikan dan pengalaman mereka. Sebagai tambahan, jumlah staf cukup tersedia untuk melakukan tugas, membuat interpretasi, dan melaporkan segera hasilnya untuk layanan darurat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>9)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Staf radiologi klinik yang membuat interpretasi telahmemenuhi persyaratan kredensial\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Staf radiologi klinik dan staf lain yang melaksanakanpemeriksaan termasuk yang mengerjakan tindakan di Ruang Rawat pasien, memenuhi persyaratan kredensial.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>10)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0kerangka\u00a0waktu\u00a0penyelesaian\u00a0pemeriksaan\u00a0radiologi\u00a0klinik\u00a0regular\u00a0dan\u00a0cito.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>11)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menetapkan kerangka waktu penyelesaian pemeriksaan radiologi dan diagnostik imajing. Penyelesaian pemeriksaan radiodiagnostik, imajing dan radiologi intervensional (RIR) dilaporkan sesuai kebutuhan pasien. Hasil pemeriksaan cito, antara lain dari unit darurat, kamar operasi, unit intensif diberi perhatian khusus terkait kecepatan hasil pemeriksaan. Jika pemeriksaan dilakukan\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">melalui kontrak (pihak ketiga) atau radiologi rujukan, kerangka waktu melaporkan hasil pemeriksaan mengikuti ketentuan rumah sakit dan MOU dengan radiodiagnostik, imajing dan radiologi intervensional (RIR) rujukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>12)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit menetapkan kerangka waktupenyelesaian pemeriksaan radiologi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Dilakukan pencatatan dan evaluasi waktupenyelesaian pemeriksaan radiologi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Dilakukan pencatatan dan evaluasi waktupenyelesaian pemeriksaan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Terdapatbukti pencatatan dan evaluasi pelayanan radiologi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>13)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Film\u00a0X-ray\u00a0dan\u00a0bahan\u00a0lainnya\u00a0tersedia\u00a0secara\u00a0teratur.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>14)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk menjamin pelayanan radiologi dapat berjalan dengan baik maka pimpinan rumah sakit harus memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan radiologi. Perencanaan kebutuhan dan pengelolaan bahan habis pakai dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>15)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit menetapkan proses pengelolaan logistik film x-ray, reagens, dan bahan lainnya, termasuk kondisi bila terjadi kekosongan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Semua film x-ray disimpan dan diberi label, serta didistribusi sesuai pedoman dari pembuatnya atau instruksi pada kemasannya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>16)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menetapkan program kendali mutu, dilaksanakan, divalidasi dan didokumentasikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>17)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kendali mutu dalam pelayanan radiodiagnostik terdiri dari Pemantapan Mutu Internal dan Pemantaoan Mutu Eksternal. Kedua hal tersebut dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>18)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Terdapat bukti bahwa unit radiologi klinik telahmelaksanakan Pemantapan Mutu Internal (PMI).\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Terdapat bukti bahwa unit radiologi klinikmelaksanakan Pemantapan Mutu Eksternal (PME).\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>PP Geser ke =&gt; 2Jam 29Minute<\/strong><\/span><\/h4>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"AKP Minute 1Jam 40 M - Sosialisasi Standar Akreditasi Rumah Sakit sesuai yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/hpuZiq1WppA?t=51m20s\" width=\"683\" height=\"384\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6403\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6403\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>3.\u00a0Pengkajian Pasien (PP)\u00a0 Pelajari Ringkasan Instrumen Pokja PP &nbsp; Gambaran\u00a0Umum Tujuan dari pengkajian adalah untuk menentukan perawatan, pengobatan dan pelayanan yang akan \u00a0memenuhi \u00a0kebutuhan \u00a0awal dan kebutuhan berkelanjutan pasien. Pengkajian <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6403\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6403\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6497,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[364,372],"tags":[],"class_list":["post-6403","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akreditasi-2022","category-akreditasi-kemenkes-2022"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":53582,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>B3. Pengkajian Pasien (PP) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"B3. Pengkajian Pasien (PP) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"3.\u00a0Pengkajian Pasien (PP)\u00a0 Pelajari Ringkasan Instrumen Pokja PP &nbsp; Gambaran\u00a0Umum Tujuan dari pengkajian adalah untuk menentukan perawatan, pengobatan dan pelayanan yang akan \u00a0memenuhi \u00a0kebutuhan \u00a0awal dan kebutuhan berkelanjutan pasien. Pengkajian Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-27T04:02:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-08T02:55:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pengkajian-pasien.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"590\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"290\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"17 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"B3. Pengkajian Pasien (PP) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128\",\"datePublished\":\"2022-04-27T04:02:46+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-08T02:55:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"},\"wordCount\":3543,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/pengkajian-pasien.jpg\",\"articleSection\":[\"Akreditasi 2022\",\"Akreditasi Kemenkes 2022\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\",\"name\":\"B3. Pengkajian Pasien (PP) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/pengkajian-pasien.jpg\",\"datePublished\":\"2022-04-27T04:02:46+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-08T02:55:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/pengkajian-pasien.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/pengkajian-pasien.jpg\",\"width\":590,\"height\":290},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"B3. Pengkajian Pasien (PP) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"B3. Pengkajian Pasien (PP) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"B3. Pengkajian Pasien (PP) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"3.\u00a0Pengkajian Pasien (PP)\u00a0 Pelajari Ringkasan Instrumen Pokja PP &nbsp; Gambaran\u00a0Umum Tujuan dari pengkajian adalah untuk menentukan perawatan, pengobatan dan pelayanan yang akan \u00a0memenuhi \u00a0kebutuhan \u00a0awal dan kebutuhan berkelanjutan pasien. Pengkajian Continue Reading &rarr;","og_url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2022-04-27T04:02:46+00:00","article_modified_time":"2022-10-08T02:55:26+00:00","og_image":[{"width":590,"height":290,"url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pengkajian-pasien.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"17 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"B3. Pengkajian Pasien (PP) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128","datePublished":"2022-04-27T04:02:46+00:00","dateModified":"2022-10-08T02:55:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"},"wordCount":3543,"image":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pengkajian-pasien.jpg","articleSection":["Akreditasi 2022","Akreditasi Kemenkes 2022"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","name":"B3. Pengkajian Pasien (PP) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pengkajian-pasien.jpg","datePublished":"2022-04-27T04:02:46+00:00","dateModified":"2022-10-08T02:55:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#primaryimage","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pengkajian-pasien.jpg","contentUrl":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pengkajian-pasien.jpg","width":590,"height":290},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b3-pengkajian-pasien-pp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"B3. Pengkajian Pasien (PP) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6403","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6403"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6403\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6788,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6403\/revisions\/6788"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6497"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}