{"id":6398,"date":"2022-04-27T09:56:04","date_gmt":"2022-04-27T02:56:04","guid":{"rendered":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?p=6398"},"modified":"2022-10-08T09:50:32","modified_gmt":"2022-10-08T02:50:32","slug":"b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","title":{"rendered":"B1. Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128"},"content":{"rendered":"<h4><b><\/b><span style=\"color: #000000;\"><strong>Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP)<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Gambaran<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>umum<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit mempertimbangkan bahwa asuhan di rumah sakit merupakan bagian dari suatu sistem pelayanan yang terintegrasi dengan para profesional pemberi asuhan (PPA) dan tingkat\u00a0 pelayanan yang akan membangun suatu kesinambungan pelayanan. Dimulai dengan skrining, yang tidak lain adalah memeriksa pasien secara cepat, untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien. Tujuan sistem pelayanan yang terintegrasi adalah menyelaraskan kebutuhan asuhan pasien dengan pelayanan yang tersedia di rumah sakit, mengkoordinasikan pelayanan, merencanakan pemulangan dan tindakan selanjutnya. Hasil yang diharapkan dari proses asuhan di rumah sakit adalah meningkatkan mutu asuhan pasien dan efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia di rumah sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fokus\u00a0pada\u00a0standar\u00a0mencakup:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Skrining pasien di rumah sakit;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Registrasi dan admisi di rumah sakit;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Kesinambungan pelayanan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Transferpasien internal di dalam rumah sakit;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Pemulangan,rujukan dan tindak lanjut; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) transportasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>a.\u00a0<\/b><strong><b>Skrining<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pasien<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>di<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Rumah Sakit<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar<\/strong><strong>AKP<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>1<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menetapkan proses skrining baik pasien rawat\u00a0inap maupun rawat jalan untuk mengidentifikasi pelayanan\u00a0Kesehatan\u00a0yang\u00a0dibutuhkan\u00a0sesuai\u00a0dengan\u00a0misi \u00a0serta\u00a0sumber\u00a0daya\u00a0rumah\u00a0sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Menyesuaikan kebutuhan pasien dengan misi dan\u00a0 sumber daya rumah sakit bergantung pada informasi yang diperoleh tentang kebutuhan pasien dan kondisinya lewat skrining pada kontak pertama. Skrining penerimaan pasien dilaksanakan melalui jalur cepat <em>(fast track<\/em>) kriteria\u00a0 triase, evaluasi visual atau pengamatan, atau hasil pemeriksaan fisis, psikologis, laboratorium klinis, atau diagnostik imajing\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">sebelumnya. Skrining dapat dilakukan di luar rumah\u00a0 sakit seperti ditempat pasien berada, di ambulans, atau saat pasien tiba di rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Keputusan untuk mengobati, mentransfer atau merujuk dilakukan setelah hasil hasil \u00a0skrining selesai\u00a0 dievaluasi. Bila rumah sakit mempunyai kemampuan memberikan pelayanan yang dibutuhkan serta konsisten \u00a0dengan \u00a0misi dan kemampuan pelayanannya maka dipertimbangkan untuk menerima pasien rawat inap atau pasien rawat jalan. Skirining khusus dapat dilakukan oleh RS sesuai kebutuhan seperti skrining infeksi (TBC, \u00a0PINERE, \u00a0COVID- 19, dll), skrining nyeri, skrining geriatri, skrining jatuh atau skrining lainnya<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah menetapkan regulasi akses dan kesinambungan pelayanan (AKP) meliputi poin a) \u2013 f) pada gambaran umum.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumah sakit telah menerapkan proses skrining baik didalam maupun di luar rumah sakit dan terdokumentasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Ada proses untuk memberikan hasil pemeriksaan diagnostik kepada tenaga kesehatan yang kompeten\/terlatih untuk bertanggung jawab menentukan apakah pasien akan diterima, ditransfer, atau dirujuk.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Bila kebutuhan pasien tidak \u00a0dapat \u00a0dipenuhi \u00a0sesuai misi dan sumber daya yang ada, maka \u00a0rumah \u00a0sakit akan merujuk atau membantu pasien ke fasilitas pelayanan yang sesuai kebutuhannya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Standar AKP 1.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pasien dengan kebutuhan darurat, sangat mendesak, atau\u00a0yang membutuhkan pertolongan segera diberikan prioritas\u00a0untuk\u00a0pengkajian\u00a0dan\u00a0tindakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pasien dengan kebutuhan gawat dan\/atau darurat, atau pasien yang membutuhkan pertolongan segera diidentifikasi menggunakan proses triase berbasis bukti untuk\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">memprioritaskan kebutuhan pasien, dengan mendahulukan dari pasien yang lain. Pada kondisi bencana, dapat menggunakan triase bencana. Sesudah dinyatakan pasien darurat, mendesak dan membutuhkan pertolongan segera, dilakukan pengkajian dan memberikan pelayanan sesegera mungkin. Kriteria psikologis berbasis bukti dibutuhkan dalam proses triase untuk kasus kegawatdaruratan psikiatris. Pelatihan bagi staf diadakan agar staf mampu menerapkan kriteria triase berbasis bukti dan memutuskan pasien yang membutuhkan pertolongan segera serta pelayanan yang dibutuhkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Proses triase dan pelayanan kegawatdaruratan telah diterapkan oleh staf yang kompeten dan bukti dokumen kompetensi dan kewenangan klinisnya tersedia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Staf telah menggunakan kriteria triase berbasis\u00a0 buktiuntuk memprioritaskan pasien sesuai dengan kegawatannya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pasien darurat dinilai dan distabilkan sesuai\u00a0 kapasitasrumah sakit sebelum ditransfer ke ruang rawat atau dirujuk dan didokumentasikan dalam rekam medik.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>7)\u00a0<\/b><strong><b>Standar AKP 1.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit melakukan skrining kebutuhan pasien saat admisi rawat inap untuk menetapkan pelayanan preventif, paliatif, kuratif, rehabilitatif, pelayanan\u00a0 khusus\/spesialistik atau pelayanan intensif.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>8)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Ketika pasien diputuskan diterima \u00a0untuk \u00a0masuk\u00a0 \u00a0rawat inap, maka proses skrining akan membantu staf mengidentifikasi pelayanan preventif, kuratif, rehabilitatif, paliatif yang dibutuhkan pasien kemudian menentukan pelayanan yang paling sesuai dan mendesak atau \u00a0yang paling diprioritaskan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Setiap rumah sakit harus menetapkan kriteria prioritas untuk menentukan pasien \u00a0yang \u00a0membutuhkan \u00a0pelayanan di unit khusus\/spesialistik (misalnya unit luka bakar atau\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">transplantasi organ) atau pelayanan di unit intensif (misalnya ICU, ICCU, NICU, PICU, pascaoperasi).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kriteria prioritas meliputi kriteria masuk dan kriteria\u00a0 keluar menggunakan parameter diagnostik dan atau parameter objektif termasuk kriteria berbasis fisiologis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Dengan mempertimbangkan bahwa pelayanan di unit khusus\/spesialistik dan di unit intensif menghabiskan banyak sumber daya, maka rumah sakit dapat\u00a0 membatasi hanya pasien dengan kondisi medis yang reversibel yang dapat diterima dan pasien kondisi khusus termasuk menjelang akhir kehidupan yang sesuai dengan peraturan perundangundangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Staf\u00a0di\u00a0unit\u00a0khusus\/spesialistik\u00a0atau\u00a0unit\u00a0intensif\u00a0berpartisipasi\u00a0dalam\u00a0menentukan\u00a0kriteria\u00a0masuk\u00a0dan\u00a0kriteria\u00a0keluar\u00a0dari\u00a0unit\u00a0tersebut.\u00a0Kriteria\u00a0dipergunakan\u00a0untuk\u00a0menentukan\u00a0apakah\u00a0pasien\u00a0dapat\u00a0diterima\u00a0di\u00a0unit\u00a0tersebut,\u00a0baik\u00a0dari\u00a0dalam\u00a0atau\u00a0dari\u00a0luar\u00a0rumah\u00a0sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pasien yang diterima di unit tersebut harus dilakukan pengkajian ulang untuk menentukan\u00a0 apakah kondisi pasien berubah sehingga tidak memerlukan lagi pelayanan khusus\/intensif misalnya, jika status fisiologis sudah stabil dan pemantauan intensif baik sehingga tindakan lain tidak diperlukan lagi maka pasien dapat dipindah ke unit\u00a0 layanan yang lebih rendah (seperti unit rawat inap atau unit pelayanan paliatif).<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Apabila rumah sakit melakukan penelitian atau menyediakan pelayanan spesialistik atau melaksanakan program, penerimaan pasien di program tersebut harus melalui kriteria tertentu atau ketentuan protokol. Mereka yang terlibat dalam riset atau program lain harus terlibat dalam menentukan kriteria atau protokol. Penerimaan\u00a0 ke dalam program tercatat di rekam medis pasien termasuk kriteria atau protokol yang diberlakukan terhadap pasien yang diterima masuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>9)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumahsakit telah melaksanakan skrining pasien masuk rawat inap untuk menetapkan kebutuhan <\/span>pelayanan preventif, paliatif, kuratif, dan\u00a0 rehabilitatif, pelayanan\u00a0 khusus \/ spesialistik atau pelayanan intensif.<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumahsakit telah menetapkan kriteria masuk dan kriteria keluar di unit pelayanan khusus\/spesialistik menggunakan parameter diagnostik dan atau parameter objektif termasuk kriteria berbasis fisiologis dan terdokumentasikan di rekam medik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Rumahsakit telah menerapkan kriteria masuk dan kriteria keluar di unit pelayanan intensif menggunakan parameter diagnostik dan atau parameter objektif termasuk kriteria berbasis fisiologis dan terdokumentasikan di rekam medik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Staf yang kompeten dan berwenang di unit\u00a0 pelayanankhusus dan unit pelayanan intensif terlibat dalam penyusunan kriteria masuk dan kriteria keluar di unitnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b style=\"color: #000000; font-family: 'Helvetica Neue', Arial, sans-serif;\">10)\u00a0<\/b><strong style=\"color: #000000; font-family: 'Helvetica Neue', Arial, sans-serif;\"><b>Standar AKP 1.3<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah Sakit mempertimbangkan kebutuhan klinis\u00a0 pasien dan memberikan informasi kepada pasien jika terjadi penundaan dan kelambatan pelaksanaan tindakan\/pengobatan dan atau pemeriksaan penunjang diagnostik.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>11)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pasien diberitahu jika ada penundaan dan kelambatan pelayanan antara lain akibat kondisi pasien atau jika pasien harus masuk dalam daftar tunggu. Pasien diberi informasi alasan mengapa terjadi penundaan\/kelambatan\u00a0 pelayanan dan alternatif yang tersedia. Ketentuan ini berlaku bagi pasien rawat inap dan rawat jalan serta pemeriksaan penunjang diagnostik. Untuk beberapa pelayanan, seperti onkologi atau transplan tidak berlaku ketentuan tentang penundaan\/kelambatan pelayanan atau pemeriksaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Hal ini tidak berlaku untuk keterlambatan staf medis di rawat jalan atau bila unit gawat darurat terlalu ramai dan ruang tunggunya penuh. (Lihat juga ACC.2). Untuk\u00a0 layanan tertentu, seperti onkologi atau transplantasi, penundaan mungkin sesuai dengan norma nasional yang berlaku\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">untuk\u00a0pelayanan\u00a0tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>12)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pasien dan atau keluarga diberi informasi jika ada penundaan dan atau keterlambatan pelayanan beserta alasannya dan dicatat di rekam medik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pasien dan atau keluarga diberi informasi tentang alternatif yang tersedia sesuai kebutuhan klinis pasien dan dicatat di rekam medik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>b.\u00a0<\/b><strong><b>Registrasi<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Admisi<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>di<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Rumah<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Sakit<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar<\/strong><strong>AKP<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>2<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0Sakit\u00a0menetapkan\u00a0proses\u00a0penerimaan\u00a0dan\u00a0pendaftaran\u00a0pasien\u00a0rawat\u00a0inap,\u00a0rawat\u00a0jalan,\u00a0dan\u00a0pasien\u00a0gawat\u00a0darurat.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0melaksanakan\u00a0proses\u00a0penerimaan\u00a0pasien\u00a0rawat inap dan pendaftaran pasien rawat jalan dan gawat\u00a0darurat\u00a0sesuai\u00a0peraturan\u00a0perundang-undangan.\u00a0Staf\u00a0memahami dan mampu melaksanakan proses penerimaan\u00a0pasien.\u00a0Proses\u00a0tersebut\u00a0antara\u00a0lain\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pendaftaran pasien gawat darurat;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Penerimaan langsung pasien dari IGD ke rawat inap;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Admisi pasien rawat inap;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Pendaftaran pasien rawat jalan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Observasi pasien; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Mengelola pasien bila tidak tersedia tempat\u00a0\u00a0Rumah Sakit sering melayani berbagai pasien misalnya pasien lansia, disabilitas (fisik, mental, intelektual), berbagai bahasa dan dialek, budaya yang berbeda atau hambatan yang lainnya, sehingga dibutuhkan sistem pendaftaran dan admisi secara online. Sistim tersbut diharapkan dapat mengurangi hambatan pada saat penerimaan pasien.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Saat pasien diputuskan untuk rawat inap, maka staf\u00a0 medis yang memutuskan tersebut memberi informasi tentang rencana asuhan yang diberikan dan hasil asuhan yang diharapkan. Informasi juga harus diberikan oleh petugas admisi\/pendaftaran rawat inap tentang perkiraan biaya\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">selama perawatan. Pemberian informasi tersebut didokumentasikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Keselamatan pasien adalah salah satu aspek perawatan pasien yang penting. Orientasi lingkungan di bangsal\u00a0 rawat inap dan peralatan yang terkait dalam pemberian perawatan dan pelayanan yang diberikan merupakan salahsatukomponenpentingdarikeselamatanpasien.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumahsakit telah menerapkan proses penerimaan pasien meliputi poin a) \u2013 f) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumahsakit telah menerapkan sistim pendaftaran pasien rawat jalan dan rawat inap baik secara offline maupun secara online dan dilakukan evaluasi dan tindak lanjutnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Rumahsakit telah memberikan informasi tentang rencana asuhan yang akan \u00a0diberikan, \u00a0hasil \u00a0asuhan yang diharapkan serta perkiraan biaya yang harus dibayarkan oleh pasien\/keluarga.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Saat diterima sebagai pasien rawat inap, pasien dan keluarga mendapat edukasi dan orientasi tentang ruang rawat inap.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Standar AKP 2.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0proses\u00a0untuk\u00a0mengelola\u00a0alur\u00a0pasien\u00a0di\u00a0seluruh\u00a0area\u00a0rumah\u00a0sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menetapkan pengelolaan alur pasien saat terjadi penumpukan pasien di UGD sementara tempat tidur di rawat inap sedang terisi penuh. Pengelolaan alur\u00a0 tersebut harus dilakukan secara efektif mulai dari penerimaan, pengkaijan, tindakan, transfer pasien sampai pemulangan untuk mengurangi penundaan asuhan kepada pasien. Komponen pengelolaan alur pasien tersebut meliputi:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Ketersediaan tempat tidur di tempatsementara\/transit\/intermediate sebelum mendapatkan tempat tidur di rawat inap;\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Perencanaanfasilitas, peralatan, utilitas, teknologi medis, dan kebutuhan lain untuk mendukung penempatan sementara pasien;\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Perencanaan tenaga untuk memberikan asuhan pasiendi tempat sementara\/transit termasuk pasien yang diobservasi di unit gawat darurat;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Alur pelayanan pasien di tempat sementara\/transit meliputi pemberian asuhan, tindakan, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi, tindakan di kamar operasi, dan unit pasca anestes harus sama seperti yang diberikan dirawat inap;\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Efisiensipelayanan nonklinis penunjang asuhan dan tindakan kepada pasien (seperti kerumahtanggaan dan transportasi);\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Memberikan asuhan pasien yang sama kepada pasienyang dirawat di tempat sementara\/transit\/intermediate seperti perawatan kepada pasien yang dirawat di ruang rawat inap; dan\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Aksespelayanan yang bersifat mendukung (seperti pekerja sosial, keagamaan atau bantuan spiritual, dan sebagainya).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pemantauan dan perbaikan proses ini bermanfaat untuk mengatasi masalah penumpukan pasien. Semua staf rumah sakit, mulai dari unit gawat darurat, unit rawat inap,\u00a0 staf medis, keperawatan, administrasi, lingkungan, dan manajemen risiko dapat ikut berperan serta menyelesaikan masalah alur pasien ini. Koordinasi dapat dilakukan oleh Manajer Pelayanan Pasien (MPP)\/<em>Case<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Manager<\/em>.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit harus menetapkan standar waktu berapa lama pasien dapat diobservasi di unit gawat darurat dan kapan harus di transfer ke di lokasi sementara\/transit\/intermediate sebelum ditransfer ke unit rawat inap di rumah sakit. Diharapkan rumah sakit\u00a0 dapat mengatur dan menyediakan tempat tersebut bagi pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah melaksanakan pengelolaan alur pasien untuk\u00a0 menghindari\u00a0 \u00a0mencakup poin a) \u2013 g) pada maksud dan\u00a0 tujuan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Manajerpelayanan pasien (MPP)\/<em>case<\/em><em>\u00a0<\/em><em>manager<\/em><em>\u00a0<\/em>bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pengaturan alur pasien untuk menghindari penumpukan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Rumah sakit telah melakukan evaluasi terhadap pengelolaan alur pasien secara berkala dan melaksanakan upaya perbaikannya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Ada sistem informasi tentang ketersediaan tempat tidur secara online kepada masyarakat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>c.\u00a0<\/b><strong><b>Kesinambungan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pelayanan<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar<\/strong><strong>AKP<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>3<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0memiliki\u00a0proses\u00a0untuk\u00a0melaksanakan\u00a0kesinambungan\u00a0pelayanan\u00a0di\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0dan\u00a0integrasi\u00a0antara\u00a0profesional\u00a0pemberi\u00a0asuhan\u00a0(PPA)\u00a0dibantu\u00a0oleh\u00a0manajer\u00a0pelayanan\u00a0pasien\u00a0(MPP)\/<em>case<\/em><em>\u00a0<\/em><em>manager<\/em>.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan berfokus pada pasien diterapkan dalam\u00a0 bentuk Asuhan Pasien Terintegrasi yang bersifat integrasi horizontal dan vertikal. Pada integrasi horizontal kontribusi profesi tiap-tiap profesional pemberi asuhan (PPA) adalah sama pentingnya atau sederajat. Pada integrasi vertikal pelayanan berjenjang oleh\/melalui berbagai unit pelayanan ke tingkat pelayanan yang berbeda maka peranan manajer pelayanan pasien (MPP) penting untuk integrasi tersebut dengan komunikasi yang memadai terhadap profesional pemberi asuhan (PPA).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pelaksanaan asuhan pasien secara terintegrasi fokus pada\u00a0pasien\u00a0mencakup:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Keterlibatan dan pemberdayaan pasien dan keluarga;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) \u00a0sebagai Ketua tim asuhan pasien oleh \u00a0profesional \u00a0pemberi asuhan (PPA) (<em>clinical<\/em><em>\u00a0<\/em><em>leader<\/em>);<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Profesional pemberi asuhan (PPA) bekerja sebagai tim interdisiplin dengan kolaborasi interprofesional <\/span>dibantu antara lain oleh Panduan Praktik Klinis\u00a0 (PPK), Panduan Asuhan Profesional Pemberi Asuhan (PPA) lainnya, Alur Klinis \/\u00a0 <em style=\"color: #000000;\">clinical<\/em><em style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/em><em style=\"color: #000000;\">pathway<\/em><em style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/em><span style=\"color: #000000;\">terintegrasi, Algoritme, Protokol, Prosedur, Standing Order dan CPPT (Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi);\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Perencanaanpemulangan pasien (P3)\/<em>discharge<\/em><em>\u00a0<\/em><em>planning<\/em><em>\u00a0<\/em>terintegrasi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Asuhangizi terintegrasi; dan\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Manajerpelayanan pasien\/<em>case<\/em><em>\u00a0<\/em><em>manager<\/em>.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Manajer Pelayanan Pasien (MPP) bukan merupakan profesional pemberi asuhan (PPA) aktif dan\u00a0 dalam menjalankan manajemen pelayanan pasien mempunyai peran minimal adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan asuhan pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Mengoptimalkan terlaksananya pelayanan berfokuspada pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Mengoptimalkan proses reimbursemen; dan dengan fungsi sebagai berikut;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Asesmen untuk manajemen pelayanan pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Perencanaan untuk manajemen pelayanan pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Komunikasi dan koordinasi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Edukasidan advokasi; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) Kendali mutu dan biaya pelayanan pasien.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Keluaran yang diharapkan dari kegiatan manajemen\u00a0pelayanan\u00a0pasien\u00a0antara\u00a0lain\u00a0adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pasien mendapat asuhan sesuai dengankebutuhannya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Terpelihara kesinambungan pelayanan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pasien memahami\/mematuhi asuhan dan peningkatan kemandirian pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Kemampuan pasien mengambil keputusan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Keterlibatan serta pemberdayaan pasien dan keluarga;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Optimalisasi sistem pendukung pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Pemulangan yang aman; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) Kualitas hidup dan kepuasan pasien.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Oleh karenanya, dalam pelaksanaan manajemen pelayanan pasien, manajer pelayanan pasien (MPP) mencatat pada\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">lembar formulir A yang merupakan evaluasi awal manajemen pelayanan pasien dan formulir B yang merupakan catatan implementasi manajemen pelayanan pasien. Kedua formulir tersebut merupakan bagian rekam medis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada formulir A dicatat antara lain identifikasi\/skrining pasien untuk kebutuhan pengelolaan manajer pelayanan pasien (MPP) dan asesmen untuk manajemen pelayanan pasien termasuk rencana, identifikasi masalah \u2013 risiko \u2013\u00a0 kesempatan, serta perencanaan manajemen pelayanan pasien, termasuk memfasiltasi proses perencanaan pemulangan pasien\u00a0 (<em>discharge<\/em><em>\u00a0<\/em><em>planning<\/em>). Pada formulir B dicatat antara lain pelaksanaan rencana manajemen pelayanan pasien, pemantauan, fasilitasi, koordinasi, komunikasi dan kolaborasi, advokasi, hasil pelayanan, serta terminasi manajemen pelayanan pasien.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Agar kesinambungan asuhan pasien tidak terputus,\u00a0 rumah sakit harus menciptakan proses untuk melaksanakan kesinambungan dan koordinasi pelayanan di antara profesional pemberi asuhan (PPA), manajer pelayanan pasien (MPP), pimpinan unit, dan staf lain sesuai dengan regulasi rumah sakit di beberapa tempat.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pelayanan darurat dan penerimaan rawat inap;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pelayanan diagnostik dan tindakan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pelayanan bedah dan nonbedah;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Pelayanan rawat jalan; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Organisasi lain atau bentuk pelayanan lainnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Proses\u00a0koordinasi\u00a0dan\u00a0kesinambungan\u00a0pelayanan\u00a0dibantu\u00a0oleh\u00a0penunjang\u00a0lain\u00a0seperti\u00a0panduan\u00a0praktik\u00a0klinis,\u00a0alur\u00a0klinis\/<em>clinical<\/em><em>\u00a0<\/em><em>pathways<\/em>,\u00a0rencana\u00a0asuhan,\u00a0format\u00a0rujukan,\u00a0daftar\u00a0tilik\/check\u00a0list\u00a0lain,\u00a0dan\u00a0sebagainya.\u00a0Diperlukan\u00a0regulasi\u00a0untuk\u00a0proses\u00a0koordinasi\u00a0tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Para PPA telah memberikan asuhan pasien secara terintegrasi berfokus pada pasien meliputi poin a) &#8211; f) pada maksud dan tujuan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Ada penunjukkan MPP dengan uraian tugas meliputi poin a) &#8211; h) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Paraprofesional pemberi asuhan (PPA) dan manajer pelayanan pasien (MPP) telah melaksanakan kesinambungan dan koordinasi pelayanan meliputi poin a) &#8211; e) pada maksud dan tujuan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Pencatatan perkembangan pasien didokumentasikan para PPA di formulir catatan pasien terintegrasi (CPPT).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Pencatatan di unit intensif atau unit khusus menggunakan lembar pemantauan pasien khusus, pencatatan perkembangan pasien dilakukan pada lembar tersebut oleh DPJP di unit tersebut, PPA lain dapat melakukan pencatatan perkembangan pasien di formulir catatan pasien terintegrasi (CPPT).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Perencanaan dan pelayanan pasien secara\u00a0 terintegrasidiinformasikan kepada pasien dan atau keluarga secara berkala sesuai ketentuan Rumah Sakit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Standar AKP 3.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0bahwa\u00a0setiap\u00a0pasien\u00a0harus\u00a0memiliki dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) untuk\u00a0memberikan\u00a0asuhan\u00a0kepada\u00a0pasien.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Asuhan pasien diberikan oleh profesional pemberi asuhan (PPA) yang\u00a0 bekerja sebagai tim \u00a0interdisiplin \u00a0dengan kolaborasi interprofesional dan dokter penanggung jawab pelayanan \u00a0(DPJP) \u00a0berperan \u00a0sebagai \u00a0ketua \u00a0\u00a0tim \u00a0\u00a0asuhan pasien oleh profesional pemberi \u00a0asuhan \u00a0(PPA) \u00a0(<em>clinical<\/em><em>\u00a0<\/em><em>leader<\/em>).<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk mengatur kesinambungan asuhan selama pasien berada di rumah sakit, harus ada dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) sebagai individu yang bertanggung\u00a0 jawab mengelola pasien sesuai dengan kewenangan \u00a0klinisnya, serta melakukan koordinasi dan kesinambungan asuhan. Dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) yang ditunjuk ini tercatat namanya di rekam medis pasien. Dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP)\/para DPJP memberikan keseluruhan asuhan selama pasien berada di\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">RS dapat meningkatkan antara lain kesinambungan, koordinasi, kepuasan pasien, mutu, keselamatan, dan termasuk hasil asuhan. Individu ini membutuhkan kolaborasi dan komunikasi dengan profesional pemberi asuhan (PPA) lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Bila seorang pasien dikelola oleh lebih satu dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) maka harus ditetapkan DPJP utama. Sebagai tambahan, rumah sakit menetapkan kebijakan dan proses perpindahan tanggung jawab dari satu dokter penanggung jawab pelayanan\u00a0 (DPJP) ke DPJP lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah menetapkan bahwa setiap pasien memiliki dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) dan telah melakukan asuhan pasien secara terkoordinasi dan terdokumentasi dalam rekam medis pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumah sakit juga menetapkan proses perpindahan tanggung jawab koordinasi asuhan pasien dari satu dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) ke DPJP lain, termasuk bila terjadi perubahan DPJP utama.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Bila dilaksanakan rawat bersama ditetapkan DPJP utama sebagai koordinator asuhan pasien.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>d.\u00a0<\/b><strong><b>Transfer<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pasien<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Internal<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>di<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Dalam<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Rumah<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Sakit<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar<\/strong><strong>AKP<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>4<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0informasi\u00a0tentang\u00a0pasien\u00a0disertakan pada proses transfer internal antar unit di dalam\u00a0rumah\u00a0sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Selama dirawat inap di rumah sakit, pasien mungkin dipindah dari satu pelayanan atau dari satu unit rawat inap ke berbagai unit pelayanan lain atau \u00a0unit rawat inap lain. Jika profesional pemberi asuhan (PPA) berubah akibat perpindahan ini maka informasi penting terkait asuhan harus mengikuti pasien. Pemberian obat dan tindakan\u00a0 lain dapat berlangsung tanpa halangan dan kondisi pasien dapat dimonitor. Untuk memastikan setiap tim asuhan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">menerima informasi yang diperlukan maka rekam medis pasien ikut pindah atau ringkasan informasi yang ada di rekam medis disertakan waktu pasien pindah dan menyerahkan kepada tim asuhan yang menerima pasien.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Formulir\u00a0transfer\u00a0pasien\u00a0internal\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Alasan admisi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Temuan signifikan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Diagnosis;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Prosedur yang telah dilakukan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Obat-obatan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Perawatan lain yang diterima pasien; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Kondisi pasien saat transfer.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Bila pasien dalam pengelolaan manajer pelayanan pasien (MPP) maka kesinambungan proses tersebut di atas dipantau, diikuti, dan transfernya disupervisi oleh manajer pelayanan pasien (MPP).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah menerapkan proses transfer pasienantar unit pelayanan di dalam rumah sakit dilengkapi dengan formulir transfer pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Formulirtransfer internal meliputi poin a) &#8211; g) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>e.\u00a0<\/b><strong><b>Pemulangan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>(<\/b><\/strong><strong><em><b>Discharge<\/b><\/em><\/strong><strong><b>),<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Rujukan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tindak<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Lanjut<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>AKP<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>5<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0dan\u00a0melaksanakan\u00a0proses\u00a0pemulangan pasien dari rumah sakit berdasarkan kondisi\u00a0kesehatan\u00a0pasien\u00a0dan\u00a0kebutuhan\u00a0kesinambungan\u00a0asuhan\u00a0atau\u00a0tindakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Merujuk atau mengirim pasien ke fasilitas pelayanan Kesehatan, maupun perorangan di luar rumah sakit didasarkan atas kondisi kesehatan pasien dan kebutuhannya untuk memperoleh kesinambungan asuhan. Dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) dan profesional pemberi asuhan (PPA) lainnya yang bertanggung jawab\u00a0 atas asuhan pasien berkordinasi menentukan kesiapan pasien untuk pulang dari rumah sakit berdasarkan kriteria atau\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">indikasi rujukan yang ditetapkan rumah sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rujukan\u00a0ke\u00a0dokter\u00a0spesialis,\u00a0rehabilitasi\u00a0fisik\u00a0atau\u00a0kebutuhan\u00a0upaya\u00a0preventif\u00a0di\u00a0rumah\u00a0dikoordinasikan\u00a0dengan\u00a0keluarga\u00a0pasien.\u00a0Diperlukan\u00a0proses\u00a0yang\u00a0terorganisir\u00a0untuk\u00a0memastikan\u00a0bahwa\u00a0kesinambungan\u00a0asuhan\u00a0dikelola\u00a0oleh\u00a0tenaga\u00a0kesehatan\u00a0atau\u00a0oleh\u00a0sebuah\u00a0fasilitas\u00a0pelayanan\u00a0kesehatan\u00a0di\u00a0luar\u00a0rumah\u00a0sakit.\u00a0Pasien\u00a0yang\u00a0memerlukan\u00a0perencanaan\u00a0pemulangan\u00a0pasien\u00a0(<em>discharge<\/em><em>\u00a0<\/em><em>planning<\/em>)\u00a0maka\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0mulai\u00a0merencanakan hal tersebut sejak awal dan mencatatnya di\u00a0pengkajian\u00a0awal\u00a0pasien.\u00a0Untuk\u00a0menjaga\u00a0kesinambungan\u00a0asuhan\u00a0dilakukan\u00a0secara\u00a0terintegrasi\u00a0melibatkan\u00a0semua\u00a0profesional\u00a0pemberi\u00a0asuhan\u00a0(PPA)\u00a0terkait\u00a0difasilitasi\u00a0oleh\u00a0manajer pelayanan pasien (MPP). Keluarga dilibatkan sesuai\u00a0dengan\u00a0kebutuhan\u00a0.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0dapat\u00a0menetapkan\u00a0kemungkinan\u00a0pasien\u00a0diizinkan keluar rumah sakit dalam jangka waktu tertentu\u00a0untuk\u00a0keperluan\u00a0penting.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumahsakit telah menetapkan kriteria pemulangan pasien sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan pelayanan pasien beserta edukasiinya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumah sakit telah menetapkan kemungkinan pasien diizinkan keluar rumah sakit dalam jangka waktu tertentu untuk keperluan penting.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Penyusunan rencana dan instruksi pemulangan didokumentasikan dalam rekam medis pasien dan diberikan kepada pasien secara tertulis.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Tindak lanjut pemulangan pasien bila diperlukan dapat ditujukan kepada fasilitas pelayanan kesehatan baik perorangan ataupun dimana pasien untuk memberikan pelayanan berkelanjutan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Standar AKP 5.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Ringkasan pasien pulang (<em>discharge summary) <\/em>dibuat\u00a0 untuk semua pasien rawat inap yang keluar dari rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Ringkasan pasien \u00a0pulang \u00a0memberikan \u00a0gambaran \u00a0tentang\u00a0 <\/span><span style=\"color: #000000;\">pasien yang dirawat di rumah sakit. Ringkasan dapat digunakan oleh tenaga kesehatan yang bertanggung jawab memberikan tindak lanjut asuhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Ringkasan\u00a0pasien\u00a0pulang\u00a0(<em>discharge<\/em><em>\u00a0<\/em><em>summary)<\/em><em>\u00a0<\/em>meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Indikasi pasien masuk dirawat, diagnosis, dan komorbiditas lain;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Temuan fisik penting dan temuan-temuan lain;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Tindakan diagnostik dan prosedur terapi yang telah dikerjakan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Obatyang diberikan selama dirawat inap dengan potensi akibat efek residual setelah obat tidak diteruskan dan semua obat yang harus digunakan di rumah;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Kondisi pasien (<em>status<\/em><em>present<\/em>);\u00a0dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Instruksi tindak lanjut.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Ringkasan pasien pulang dijelaskan \u00a0dan\u00a0 ditandatangani oleh pasien\/keluarga karena memuat instruksi tindak lanjut.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Ringkasan pasien pulang dibuat sebelum pasien keluar\u00a0 dari rumah sakit oleh dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP). Satu salinan\/<em>copy <\/em>dari ringkasan diberikan\u00a0 kepada tenaga kesehatan yang bertanggung jawab memberikan tindak lanjut asuhan kepada pasien. Satu salinan diberikan kepada pasien sesuai dengan regulasi rumah sakit yang mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku. Satu salinan diberikan kepada penjamin. Salinan ringkasan berada di rekam medis pasien.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5.1<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah menetapkan Ringkasan pasien pulang meliputi a) \u2013 f) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumah sakit memberikan salinan ringkasan pasien pulang kepada pihak yang berkepentingan dan tersimpan di dalam rekam medik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Formulir Ringkasan pasien pulang dijelaskan kepada pasien dan atau keluarga.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>7)\u00a0<\/b><strong><b>Standar AKP 5.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah \u00a0sakit \u00a0\u00a0menetapkan \u00a0\u00a0proses \u00a0\u00a0untuk \u00a0\u00a0mengelola \u00a0\u00a0dan\u00a0 <\/span><span style=\"color: #000000;\">melakukan tindak lanjut pasien dan memberitahu staf rumah sakit bahwa mereka berniat \u00a0keluar \u00a0rumah \u00a0sakit serta menolak rencana asuhan medis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>8)\u00a0<\/b><strong><b>Standar AKP 5.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0proses\u00a0untuk\u00a0mengelola\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0menolak\u00a0rencana\u00a0asuhan\u00a0medis\u00a0yang\u00a0melarikan\u00a0diri.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>9)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5.2<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika seorang pasien rawat inap atau \u00a0rawat \u00a0jalan\u00a0 \u00a0telah selesai menjalani pemeriksaan lengkap dan sudah ada rekomendasi tindakan yang akan dilakukan, kemudian pasien memutuskan meninggalkan rumah sakit maka pasien ini dianggap sebagai pasien keluar dan menolak rencana asuhan medis. Pasien rawat inap dan rawat jalan (termasuk pasien dari unit gawat darurat) berhak menolak tindakan medis dan keluar rumah sakit. Pasien ini menghadapi risiko karena menerima pelayanan atau tindakan tidak lengkap yang berakibat terjadi kerusakan permanen atau kematian. Jika seorang pasien rawat inap atau rawat jalan minta \u00a0untuk \u00a0keluar \u00a0dari \u00a0rumah \u00a0sakit tanpa persetujuan dokter maka pasien harus diberitahu tentang risiko medis oleh dokter yang membuat rencana asuhan atau tindakan dan proses keluarnya pasien sesuai dengan regulasi rumah sakit. Jika pasien mempunyai dokter keluarga maka dokter keluarga tersebut harus diberitahu tentang keputusan pasien. Bila tidak ada dokter keluarga maka pasien dimotivasi untuk mendapat\/mencari pelayanan kesehatan lebih lanjut. Harus diupayakan agar mengetahui alasan mengapa pasien keluar menolak rencana asuhan medis. Rumah sakit perlu mengetahui alasan ini agar dapat melakukan komunikasi lebih baik dengan pasien dan atau keluarga pasien dalam rangka memperbaiki proses.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika pasien menolak rencana asuhan medis tanpa memberi tahu siapapun di dalam rumah sakit atau ada pasien rawat jalan yang menerima pelayanan kompleks atau pelayanan untuk menyelamatkan jiwa, seperti kemoterapi atau\u00a0 terapi radiasi, tidak kembali ke rumah sakit maka rumah sakit\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">harus berupaya menghubungi pasien untuk memberi\u00a0 tahu tentang potensi risiko bahaya yang ada. Rumah sakit menetapkan regulasi untuk proses ini sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, termasuk rumah sakit membuat laporan ke dinas kesehatan atau kementerian kesehatan tentang kasus infeksi dan memberi informasi tentang pasien yang mungkin mencelakakan dirinya atau orang lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>10)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5.2<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah menetapkan proses untuk mengelola pasien rawat jalan dan rawat inap yang menolak rencana asuhan medis termasuk keluar rumah sakit atas permintaan sendiri dan pasien yang menghendaki penghentian pengobatan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Ada bukti pemberian edukasi kepada pasien tentang risiko medis akibat asuhan medis yang belum lengkap.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pasienkeluar rumah sakit atas permintaan sendiri, tetapi tetap mengikuti proses pemulangan pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Dokter keluarga (bila ada) atau dokter yang memberiasuhan berikutnya kepada pasien diberitahu tentang kondisi tersebut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Adadokumentasi rumah sakit melakukan pengkajian untuk mengetahui alasan pasien keluar rumah sakit apakah permintaan sendiri, menolak asuhan \u00a0medis, atau tidak melanjutkan program pengobatan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>11)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5.3<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ada regulasi yang mengatur pasien rawat inap dan rawat jalan yang meninggalkan rumah sakit tanpa pemberitahuan (melarikan diri).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit melakukan identifikasi pasien menderita penyakit yang membahayakan dirinya sendiri atau lingkungan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit melaporkan kepada pihak yang berwenang bila ada indikasi kondisi pasien yang membahayakan dirinya sendiri atau lingkungan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>12)\u00a0<\/b><strong><b>Standar AKP 5.4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pasien \u00a0dirujuk \u00a0\u00a0ke \u00a0\u00a0fasilitas \u00a0\u00a0pelayanan \u00a0\u00a0kesehatan \u00a0\u00a0lain\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">berdasar atas kondisi pasien untuk memenuhi kebutuhan asuhan berkesinambungan dan sesuai dengan\u00a0 kemampuan fasilitas kesehatan penerima untuk memenuhi kebutuhan pasien.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>13)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5.4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan lain didasarkan atas kondisi pasien dan\u00a0 kebutuhan untuk memperoleh asuhan berkesinambungan. Rujukan pasien antara lain untuk memenuhi kebutuhan pasien atau konsultasi \u00a0spesialistik dan tindakan, serta penunjang diagnostik. Jika pasien dirujuk ke rumah sakit lain, yang merujuk harus memastikan fasilitas kesehatan penerima menyediakan pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan pasien dan mempunyai kapasitas menerima pasien. Diperoleh kepastian terlebih dahulu dan kesediaan menerima pasien serta persyaratan rujukan diuraikan dalam kerja sama formal atau dalam bentuk perjanjian. Ketentuan seperti ini dapat memastikan kesinambungan asuhan tercapai dan kebutuhan pasien terpenuhi. Rujukan terjadi juga ke fasilitas kesehatan lain dengan atau tanpa ada perjanjian formal.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>14)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5.4<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Ada regulasi tentang rujukan sesuai dengan peraturanperundang-undangan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rujukan pasien dilakukan sesuai dengan kebutuhan kesinambungan asuhan pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Rumah sakit yang merujuk memastikan bahwa fasilitas kesehatan yang menerima dapat memenuhi kebutuhan pasien yang dirujuk.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Adakerjasama rumah sakit yang merujuk dengan rumah sakit yang menerima rujukan yang sering dirujuk.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>15)\u00a0<\/b><strong><b>Standar AKP 5.5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0proses\u00a0rujukan\u00a0untuk\u00a0memastikan\u00a0pasien\u00a0pindah\u00a0dengan\u00a0aman.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>16)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5.5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rujukan pasien sesuai dengan kondisi pasien, menentukan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">kualifikasi staf pendamping yang memonitor dan menentukan jenis peralatan medis khusus. Selain itu, harus dipastikan fasilitas pelayanan kesehatan penerima menyediakan pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan pasien dan mempunyai kapasitas pasien dan jenis teknologi medis. Diperlukan proses konsisten melakukan rujukan pasien untuk memastikan keselamatan pasien. Proses ini menangani:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Ada staf yang bertanggung jawab dalam pengelolaan rujukan termasuk untuk memastikan pasien diterima di rumah sakit rujukan yang dapat memenuhi kebutuhan pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Selama dalam proses rujukan ada staf yang kompeten sesuai dengan kondisi pasien yang selalu memonitor dan mencatatnya dalam rekam medis;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Dilakukani dentifikasi kebutuhan obat, bahan medis habis pakai, alat kesehatan dan peralatan medis yang dibutuhkan selama proses rujukan; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Dalam proses pelaksanaan rujukan, ada proses serah terima pasien antara staf pengantar dan yang\u00a0 Rumah sakit melakukan evaluasi terhadap mutu dan keamanan proses rujukan untuk memastikan pasien telah ditransfer dengan staf yang kompeten dan dengan peralatan medis yang tepat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>17)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5.5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumahsakit memiliki staf yang bertanggung jawab dalam pengelolaan rujukan termasuk untuk memastikan pasien diterima di rumah sakit rujukan yang dapat memenuhi kebutuhan pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Selama proses rujukan ada staf yang kompeten sesuaidengan kondisi pasien yang selalu memantau dan mencatatnya dalam rekam medik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Selamaproses rujukan tersedia obat, bahan \u00a0medis habis pakai, alat kesehatan, dan peralatan medis sesuai dengan kebutuhan kondisi pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Rumah sakit memiliki proses serah terima pasien antara staf pengantar dan yang\u00a0 menerima.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pasiendan keluarga dijelaskan apabila rujukan yang dibutuhkan tidak dapat dilakukan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>18)\u00a0<\/b><strong><b>Standar AKP 5.6<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0regulasi\u00a0untuk\u00a0mengatur\u00a0proses\u00a0rujukan\u00a0dan\u00a0dicatat\u00a0di\u00a0rekam\u00a0medis\u00a0pasien.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>19)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5.6<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Informasi\u00a0tentang\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0dirujuk\u00a0disertakan\u00a0bersama\u00a0dengan\u00a0pasien\u00a0untuk\u00a0menjamin\u00a0kesinambungan\u00a0asuhan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Formulir\u00a0rujukan\u00a0berisi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Identitas pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hasil pemeriksaan (anamnesis, pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan penunjang) yang telah dilakukan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Diagnosis kerja;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terapi dan\/atau tindakan yang telah diberikan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tujuan rujukan; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Nama dan tanda tangan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan\u00a0 rujukan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Dokumentasi\u00a0juga\u00a0memuat\u00a0nama\u00a0fasilitas\u00a0pelayanan\u00a0kesehatan dan nama orang di fasilitas pelayanan kesehatan\u00a0yang\u00a0menyetujui\u00a0menerima\u00a0pasien,\u00a0kondisi\u00a0khusus\u00a0untuk\u00a0rujukan\u00a0(seperti\u00a0kalau\u00a0ruangan\u00a0tersedia\u00a0di\u00a0penerima\u00a0rujukan\u00a0atau\u00a0tentang\u00a0status\u00a0pasien).\u00a0Juga\u00a0dicatat\u00a0jika\u00a0kondisi\u00a0pasien\u00a0atau\u00a0kondisi\u00a0pasien\u00a0berubah\u00a0selama\u00a0ditransfer (misalnya, pasien meninggal atau membutuhkan\u00a0resusitasi).<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Dokumen lain yang diminta sesuai dengan kebijakan rumah sakit (misalnya, tanda tangan perawat atau dokter yang menerima serta nama orang yang memonitor pasien dalam perjalanan rujukan) masuk dalam catatan.\u00a0 Dokumen rujukan diberikan kepada fasilitas pelayanan kesehatan penerima bersama dengan pasien.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Catatan\u00a0setiap\u00a0pasien\u00a0yang\u00a0dirujuk\u00a0ke\u00a0fasilitas\u00a0pelayanan\u00a0kesehatan lainnya memuat juga dokumentasi selama proses\u00a0rujukan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika proses rujukan menggunakan transportasi dan\u00a0 tenaga pendamping dari pihak ketiga, rumah sakit memastikan ketersediaan kebutuhan pasien selama perjalanan dan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">melakukan serah terima dengan petugas tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>20)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5.6<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dokumen rujukan berisi nama dari fasilitas\u00a0 pelayanankesehatan yang menerima dan nama orang yang menyetujui menerima pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dokumen rujukan berisi alasan pasien dirujuk, memuat kondisi pasien, dan kebutuhan pelayanan lebih lanjut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dokumen rujukan juga memuat prosedur dan intervensi yang sudah dilakukan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Proses rujukan dievaluasi dalam aspek mutu dan keselamatan\u00a0 pasien.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>21)\u00a0<\/b><strong><b>Standar AKP 5.7<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk pasien rawat jalan yang membutuhkan asuhan\u00a0 yang kompleks atau diagnosis yang kompleks dibuat catatan tersendiri profil ringkas medis rawat jalan (PRMRJ) dan tersedia untuk PPA.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>22)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5.7<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika rumah sakit memberikan asuhan dan tindakan berlanjut kepada pasien dengan diagnosis kompleks dan atau yang membutuhkan asuhan kompleks (misalnya pasien yang datang beberapa kali dengan masalah kompleks, menjalani tindakan beberapa kali, datang di beberapa unit klinis, dan sebagainya) maka\u00a0 kemungkinan dapat bertambahnya diagnosis dan obat, perkembangan riwayat penyakit, serta temuan pada \u00a0pemeriksaan \u00a0fisis. Oleh karena itu, untuk kasus seperti ini harus dibuat ringkasannya. Sangat penting bagi setiap PPA yang berada di berbagai unit yang memberikan \u00a0asuhan \u00a0kepada \u00a0pasien ini mendapat akses ke informasi profil ringkas medis rawat jalan (PRMRJ) tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Profil ringkas medis rawat jalan (PRMRJ) memuat informasi,\u00a0termasuk:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Identifikasipasien yang menerima asuhan kompleks atau dengan diagnosis kompleks (seperti pasien di klinis jantung dengan berbagai komorbiditas \u00a0antara lain DM tipe 2, <em>total<\/em><em>\u00a0<\/em><em>knee<\/em><em>\u00a0<\/em><em>replacement<\/em>, gagal ginjal <\/span>tahap akhir, dan sebagainya. Atau pasien di klinis neurologik dengan berbagai komorbiditas) .<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Identifikasiinformasi yang dibutuhkan oleh para dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) yang menangani pasien tersebut.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Menentukanproses yang digunakan untuk memastikan bahwa informasi medis yang dibutuhkan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) tersedia dalam format mudah ditelusur (<em>easy-to-retrieve<\/em>) dan mudah direvisi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Evaluasihasil implementasi proses untuk mengkaji bahwa informasi dan proses memenuhi kebutuhan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) dan meningkatkan mutu serta keselamatan pasien.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>23)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5.7<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumahsakit telah menetapkan kriteria pasien rawat jalan dengan asuhan yang kompleks atau yang diagnosisnya kompleks diperlukan Profil Ringkas Medis Rawat Jalan (PRMRJ) meliputi poin a-d dalam maksud dan tujuan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumahsakit memiliki proses yang dapat dibuktikan bahwa PRMRJ mudah ditelusur dan mudah di-review.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Prosestersebut dievaluasi untuk memenuhi kebutuhan para DPJP dan meningkatkan mutu serta keselamatan pasien.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>f.\u00a0<\/b><strong><b>Transportasi<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar<\/strong><strong>AKP<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>6<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0proses\u00a0transportasi\u00a0dalam\u00a0merujuk,\u00a0memindahkan\u00a0atau\u00a0pemulangan, \u00a0pasien \u00a0rawat\u00a0inap\u00a0dan\u00a0rawat\u00a0jalan\u00a0utk\u00a0memenuhi\u00a0kebutuhan\u00a0pasien.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>6<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Proses merujuk, memindahkan, dan memulangkan pasien membutuhkan pemahaman tentang kebutuhan transpor pasien. Jenis kendaraan untuk transportasi berbagai macam, mungkin ambulans atau kendaraan lain milik rumah sakit atau berasal dari sumber yang diatur oleh keluarga atau kerabat. Jenis kendaraan yang diperlukan\u00a0 <\/span><span style=\"color: #000000;\">bergantung pada kondisi dan status pasien. Kendaraan transportasi milik rumah sakit harus tunduk pada peraturan perundangan yang mengatur tentang kegiatan operasionalnya, kondisi, dan perawatan kendaraan. Rumah sakit mengidentifikasi kegiatan transportasi yang berisiko terkena infeksi dan menentukan strategi mengurangi risiko infeksi. Persediaan obat dan perbekalan medis yang\u00a0 harus tersedia dalam kendaraan bergantung pada pasien yang dibawa. Jika rumah sakit membuat kontrak layanan transportasi maka rumah sakit harus dapat menjamin bahwa kontraktor harus memenuhi standar \u00a0untuk \u00a0mutu dan keselamatan pasien dan kendaraan. Jika layanan transpor diberikan oleh Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan, perusahaan asuransi, atau organisasi lain yang tidak berada dalam pengawasan rumah sakit maka masukan dari rumah sakit tentang keselamatan dan mutu transpor dapat memperbaiki kinerja penyedia pelayanan transpor. Dalam semua hal, rumah sakit melakukan evaluasi terhadap mutu dan keselamatan pelayanan transportasi. Hal ini termasuk penerimaan, evaluasi, dan tindak lanjut keluhan terkait pelayanan transportasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>AKP<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>6<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit memiliki proses transportasi pasien sesuai dengan kebutuhannya yang meliputi\u00a0 pengkajian kebutuhan transportasi, SDM, obat, bahan medis habis pakai, alat kesehatan, peralatan medis dan persyaratan PPI yang sesuai dengan kebutuhan pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Bila rumah sakit memiliki kendaraan transport sendiri,ada bukti pemeliharan kendaraan tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Bila rumah sakit bekerja sama dengan jasa transportasi pasien mandiri, ada bukti kerja sama tersebut dan evaluasi berkala dari rumah sakit mengenai kelayakan kendaraan transportasi, memenuhi aspek mutu, keselamatan pasien dan keselamatan trasportasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Kriteria alat transportasi yang digunakan untuk merujuk, memindahkan, atau memulangkan pasien ditentukan oleh rumah sakit (staf yang kompeten), harus sesuai dengan Program PPI, memenuhi aspek mutu, keselamatan pasien dan keselamatan transportasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>AKP Geser ke =&gt; 1Jam 40Minute<\/strong><\/span><\/h4>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"AKP Minute 1Jam 40 M - Sosialisasi Standar Akreditasi Rumah Sakit sesuai yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/hpuZiq1WppA?t=51m20s\" width=\"683\" height=\"384\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6398\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6398\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) &nbsp; Gambaran\u00a0umum Rumah sakit mempertimbangkan bahwa asuhan di rumah sakit merupakan bagian dari suatu sistem pelayanan yang terintegrasi dengan para profesional pemberi asuhan (PPA) dan <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6398\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6398\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[94],"tags":[],"class_list":["post-6398","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-akreditasi-2012"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":41420,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>B1. Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"B1. Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) &nbsp; Gambaran\u00a0umum Rumah sakit mempertimbangkan bahwa asuhan di rumah sakit merupakan bagian dari suatu sistem pelayanan yang terintegrasi dengan para profesional pemberi asuhan (PPA) dan Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-27T02:56:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-08T02:50:32+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"24 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"B1. Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128\",\"datePublished\":\"2022-04-27T02:56:04+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-08T02:50:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"},\"wordCount\":5309,\"articleSection\":[\"Akreditasi 2012\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\",\"name\":\"B1. Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-04-27T02:56:04+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-08T02:50:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"B1. Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"B1. Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"B1. Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) &nbsp; Gambaran\u00a0umum Rumah sakit mempertimbangkan bahwa asuhan di rumah sakit merupakan bagian dari suatu sistem pelayanan yang terintegrasi dengan para profesional pemberi asuhan (PPA) dan Continue Reading &rarr;","og_url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2022-04-27T02:56:04+00:00","article_modified_time":"2022-10-08T02:50:32+00:00","author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"24 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"B1. Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128","datePublished":"2022-04-27T02:56:04+00:00","dateModified":"2022-10-08T02:50:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"},"wordCount":5309,"articleSection":["Akreditasi 2012"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","name":"B1. Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"datePublished":"2022-04-27T02:56:04+00:00","dateModified":"2022-10-08T02:50:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/snars.web.id\/rs\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/b1-akses-dan-kesinambungan-pelayanan-akp-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"B1. Akses dan Kesinambungan Pelayanan (AKP) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6398","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6398"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6398\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6787,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6398\/revisions\/6787"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6398"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}