{"id":6392,"date":"2022-04-27T11:24:48","date_gmt":"2022-04-27T04:24:48","guid":{"rendered":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?p=6392"},"modified":"2022-10-08T09:42:24","modified_gmt":"2022-10-08T02:42:24","slug":"6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","title":{"rendered":"6. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128"},"content":{"rendered":"<h1><b>6.\u00a0<\/b><strong><b>Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><\/h1>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/S-8qU7bU4kk\" width=\"1000\" height=\"440px\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h1><strong><b>Gambaran<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>umum<\/b><\/strong><\/h1>\n<p>Tujuan program pencegahan dan pengendalian infeksi adalah untuk mengidentifikasi dan menurunkan risiko infeksi yang didapat dan ditularkan di antara pasien, staf, tenaga kesehatan, tenaga\u00a0 kontrak, sukarelawan, mahasiswa dan pengunjung. Risiko dan kegiatan dalam program PPI dapat berbeda dari satu rumah sakit ke \u00a0rumah \u00a0sakit yang lain, tergantung pada kegiatan dan \u00a0pelayanan \u00a0klinis \u00a0rumah sakit, populasi pasien yang dilayani, lokasi geografis, jumlah pasien dan jumlah staf. Prioritas program sebaiknya mencerminkan risiko yang telah teridentifikasi tersebut, perkembangan global dan masyarakat setempat, serta kompleksitas dari pelayanan yang diberikan. Penyelenggaraan program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) dikelola oleh Komite \/ Tim PPI yang ditetapkan oleh Direktur rumah sakit. Agar kegiatan PPI dapat dilaksanakan secara efektif maka dibutuhkan kebijakan dan prosedur, pelatihan dan pendidikan staf, metode identifikasi risiko infeksi \u00a0secara \u00a0proaktif pada individu dan lingkungan serta koordinasi ke semua bagian di rumah sakit.<\/p>\n<p>Fokus\u00a0Standar\u00a0Pencegahan\u00a0dan\u00a0pengendalian\u00a0infeksi\u00a0(PPI)\u00a0meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>a) Penyelenggaraan PPI di Rumah Sakit<\/li>\n<li>b) Program PPI<\/li>\n<li>c) Pengkajian Risiko<\/li>\n<li>d) Peralatan medis dan\/atau Bahan Medis Habis Pakai (BMHP)<\/li>\n<li>e) Kebersihan lingkungan<\/li>\n<li>f) Manajemen linen<\/li>\n<li>g) Limbah infeksius<\/li>\n<li>h) Pelayanan makanan<\/li>\n<li>i) Risikoinfeksi pada konstruksi dan renovasi<\/li>\n<li>j) Penularan infeksi<\/li>\n<li>k) KebersihanTangan<\/li>\n<li>l) Peningkatan mutu dan program edukasi<\/li>\n<li>m) Edukasi, Pendidikan dan Pelatihan<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>a. <\/b><strong><b>Penyelenggaraan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>di<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Rumah<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Sakit<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1) Standar <\/strong><strong>PPI<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>1<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit menetapkan Komite\/Tim PPI untuk melakukan pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan \u00a0PPI \u00a0di \u00a0rumah\u00a0 \u00a0 sakit serta menyediakan sumber daya untuk mendukung program pencegahan dan pengendalian infeksi<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.1<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Direktur rumah sakit menetapkan Komite\/Tim PPI untuk mengelola dan mengawasi kegiatan PPI disesuaikan dengan jenis pelayanan, kebutuhan, beban kerja, dan\/atau klasifikasi rumah sakit sesuai sesuai peraturan\u00a0 perundang undangan. Komite\/Tim PPI dipimpin oleh seorang tenaga medis yang mempunyai pengalaman klinis, pengalaman pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) serta kepemimpinan sehingga dapat mengarahkan, mengimplementasikan, dan mengukur perubahan. Kualifikasi Ketua Komite\/Tim PPI dapat dipenuhi melalui pendidikan dan pelatihan, sertifikasi atau surat izin.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Komite\/tim PPI melibatkan staf klinis dan non klinis, meliputi perawat PPI\/IPCN, staf di bagian pemeliharaan fasilitas, dapur, kerumahtanggaan (tata graha), laboratorium, farmasi, ahli epidemiologi, ahli statistik, ahli mikrobiologi, staf sterilisasi (CSSD) serta staf bagian\u00a0 umum. Tergantung pada besar kecilnya ukuran rumah sakit dan kompleksitas layanan sesuai dengan peraturan perundang- undangan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Komite\/tim\u00a0PPI\u00a0menetapkan\u00a0mekanisme\u00a0dan\u00a0koordinasi\u00a0termasuk\u00a0berkomunikasi\u00a0dengan\u00a0semua\u00a0pihak\u00a0di \u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0untuk\u00a0memastikan\u00a0program\u00a0berjalan\u00a0efektif\u00a0dan\u00a0berkesinambungan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Mekanisme\u00a0koordinasi\u00a0ditetapkan\u00a0secara\u00a0priodik\u00a0untuk\u00a0melaksanakan\u00a0program\u00a0PPI\u00a0dengan\u00a0melibatkan\u00a0pimpinan\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0dan\u00a0Komite\/Tim\u00a0PPI.\u00a0Koordinasi\u00a0tersebut\u00a0meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>a) Menetapkan kriteria untuk mendefinisikan infeksi terkait pelayanan kesehatan;<\/li>\n<li>b) Menetapkan metode pengumpulan data (surveilans);<\/li>\n<li>c) Membuat strategi untuk menangani risiko PPI, dan pelaporannya; dan<\/li>\n<li>d) Berkomunikasi dengan semua unit untuk memastikanbahwa program berkelanjutan dan proaktif.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Hasil\u00a0koordinasi\u00a0didokumentasikan\u00a0untuk\u00a0meninjau\u00a0efektivitas\u00a0koordinasi\u00a0program\u00a0dan\u00a0untuk\u00a0memantau\u00a0adanya\u00a0perbaikan\u00a0progresif.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit menetapkan perawat PPI\/IPCN (perawat pencegah dan pengendali infeksi) yaitu perawat yang bekerja penuh waktu) dan IPCLN (perawat penghubung pencegah dan pengendali infeksi) berdasarkan jumlah dan kualifikasinya sesuai dengan ukuran rumah sakit, kompleksitas kegiatan, tingkat risiko, cakupan program\u00a0 dan peraturan perundang undangan. Kualifikasi pendidikan perawat tersebut minimal D-3 keperawatan dan sudah mengikuti pelatihan perawat PPI.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Dalam\u00a0melaksanakan\u00a0kegiatan\u00a0program\u00a0PPI\u00a0yang\u00a0berkesinambungan\u00a0secara\u00a0effektif\u00a0dan\u00a0effisien\u00a0diperlukan\u00a0dukungan\u00a0sumber\u00a0daya\u00a0meliputi\u00a0tapi\u00a0tidak\u00a0terbatas\u00a0pada:<\/p>\n<ul>\n<li>a) Ketersediananggaran;<\/li>\n<li>b) Sumberdaya manusia yang terlatih;<\/li>\n<li>c) Saranaprasarana dan perbekalan, untuk mencuci tangan berbasis alkohol (<em>handrub),<\/em><em>\u00a0<\/em>dan\u00a0mencuci\u00a0tangan\u00a0dengan\u00a0air\u00a0mengalir\u00a0(<em>handwash)<\/em>,\u00a0kantong\u00a0pembuangan\u00a0sampah\u00a0infeksius\u00a0dll;<\/li>\n<li>d) Sistemmanajemen informasi untuk mendukung penelusuran risiko, angka, dan tren infeksi yang terkait dengan pelayanan kesehatan; dan<\/li>\n<li>e) Sarana penunjang lainnya untuk menunjang\u00a0 kegiatanPPI yang dapat mempermudah kegiatan PPI.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Informasi\u00a0dan\u00a0data\u00a0kegiatan\u00a0PPI\u00a0akan\u00a0dintegrasikan\u00a0ke\u00a0Komite\/ Tim Penyelenggara Mutu untuk peningkatan mutu\u00a0dan keselamatan pasien rumah sakit oleh Komite \/ tim PPI\u00a0setiap\u00a0bulan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>\u00a0<\/b><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Direktur rumah sakit telah menetapkan regulasi PPI meliputi a &#8211; m pada gambaran umum.<\/li>\n<li>b) Direkturrumah sakit telah \u00a0menetapkan \u00a0komite\/tim PPI untuk untuk mengelola dan mengawasi \u00a0kegiatan PPI di rumah sakit.<\/li>\n<li>c) Rumah sakit telah menerapkan mekanisme koordinasiyang melibatkan pimpinan rumah sakit dan komite\/tim PPI untuk melaksanakan program PPI sesuai dalam maksud dan tujuan.<\/li>\n<li>d) Direkturrumah sakit memberikan dukungan sumber daya terhadap penyelenggaraan kegiatan PPI meliputi namun tidak terbatas pada maksud dan tujuan.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penialian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>1.1<\/b><\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Rumahsakit menetapkan perawat PPI\/IPCN purna waktu dan IPCLN berdasarkan jumlah dan\u00a0 kualifikasi sesuai ukuran rumah sakit, kompleksitas kegiatan, tingkat risiko, cakupan program dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.<\/li>\n<li>Ada bukti perawat PPI\/IPCN melaksanakan\u00a0 supervisi pada semua kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>b.\u00a0<\/b><strong><b>Program<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1) Standar<\/strong><strong>PPI<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>2<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit menyusun dan menerapkan program PPI\u00a0 yang terpadu dan menyeluruh untuk mencegah penularan infeksi terkait pelayanan kesehatan berdasarkan pengkajian risiko secara proaktif setiap tahun.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Secara prinsip, kejadian HAIs \u00a0sebenarnya \u00a0dapat\u00a0 \u00a0dicegah bila fasilitas pelayanan kesehatan secara konsisten melaksanakan program PPI.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan bertujuan untuk\u00a0 melindungi pasien, petugas kesehatan, pengunjung yang menerima pelayanan kesehatan serta masyarakat dalam lingkungannya dengan cara memutus siklus penularan\u00a0penyakit infeksi melalui kewaspadaan Isolasi terdiri dari kewaspadaan standar dan berdasarkan transmisi.<\/p>\n<ul>\n<li>a) Kesebelas kewaspadaan standar tersebut yang harus di terapkan di rumah sakit adalah:<\/li>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>1] Kebersihan tangan<\/li>\n<li>2] Alat Pelindung diri<\/li>\n<li>3] Dekontaminasi peralatan perawatan pasien<\/li>\n<li>4] Pengendalianl ingkungan<\/li>\n<li>5] Pengelolaan limbah<\/li>\n<li>6] Penatalaksanaan linen<\/li>\n<li>7] Perlindungan kesehatan petugas<\/li>\n<li>8] Penempatan pasien<\/li>\n<li>9] Kebersihan pernafasan\/etika batuk dan bersin<\/li>\n<li>10] Praktik menyuntik yang aman<\/li>\n<li>11] Praktikl umbal pungsi yang aman.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>b) Kewaspadaan Transmisi<br \/>\nKewaspadaan berdasarkan transmisi sebagai tambahan Kewaspadaan Standar yang dilaksanakan sebelum pasien didiagnosis dan setelah terdiagnosis jenis infeksinya. Jenis kewaspadaan berdasarkan transmisi sebagai berikut:<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>1] Melalui kontak<\/li>\n<li>2] Melalui droplet<\/li>\n<li>3] Melalui udara (<em>Airborne<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Precautions<\/em>)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>2<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Rumah sakit menetapkan kebijakan Program PPI\u00a0 yangterdiri dari kewaspadaan standar dan kewaspadaan transmisi sesuai maksud dan tujuan.<\/li>\n<li>b) Rumah sakit melakukan evaluasi pelaksanaan program PPI.<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>c.\u00a0<\/b><strong><b>Pengkajian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Risiko<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1) Standar<\/strong><strong>PPI<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>3<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0melakukan\u00a0pengkajian\u00a0proaktif\u00a0setiap\u00a0tahunnya sebagai dasar penyusunan program PPI terpadu\u00a0untuk\u00a0mencegah\u00a0penularan\u00a0infeksi\u00a0terkait\u00a0pelayanan\u00a0kesehatan.<\/p>\n<p><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Risiko infeksi dapat berbeda antara rumah sakit, tergantung ukuran rumah sakit, kompleksitas\u00a0 pelayanan dan kegiatan klinisnya, populasi pasien yang dilayani, lokasi geografis, volume pasien, dan jumlah staf yang dimiliki.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit secara proaktif setiap tahun melakukan pengkajian risiko pengendalian\u00a0 infeksi (ICRA) terhadap tingkat dan kecenderungan infeksi layanan kesehatan yang akan menjadi prioritas fokus Program PPI dalam upaya pencegahan dan penurunan risiko. Pengkajian risiko tersebut meliputi namun tidak terbatas pada:<\/p>\n<ul>\n<li>a) Infeksi-infeksi yang penting secara epidemiologis yang merupakan data surveilans;<\/li>\n<li>b) Proses kegiatan di area-area yang berisiko tinggiterjadinya infeksi;<\/li>\n<li>c) Pelayanan yang menggunakan peralatan yang berisiko infeksi;<\/li>\n<li>d) Prosedur\/tindakan-tindakanberisiko tinggi;<\/li>\n<li>e) Pelayanan distribusi linenbersih dan kotor;<\/li>\n<li>f) Pelayanan sterilisasi alat;<\/li>\n<li>g) Kebersihan permukaan dan lingkungan;<\/li>\n<li>h) Pengelolaan linen\/laundri;<\/li>\n<li>i) Pengelolaan sampah;<\/li>\n<li>j) Penyediaan makanan; dan<\/li>\n<li>j) Pengelolaankamar jenazah.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Data\u00a0surveilans\u00a0dikumpulkan\u00a0di\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0secara\u00a0periodik dan dianalisis setiap triwulan. Data surveilans ini\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>a) Saluran pernapasan seperti prosedur dan tindakan terkait intubasi, bantuan ventilasi mekanis, trakeostomi, dan lain-lain;<\/li>\n<li>b) Saluran kemih seperti kateter, pembilasan urine, danlain lain;<\/li>\n<li>c) Alat invasif intravaskular, saluran vena verifer, saluranvena sentral, dan lain-lain.<\/li>\n<li>d) Lokasi operasi, perawatan, pembalutan luka, proseduraseptik, dan lain-lain;<\/li>\n<li>e) Penyakitdan organisme yang penting dari sudut epidemiologik seperti <em>Multidrug Resistant Organism <\/em>dan\u00a0infeksi\u00a0yang\u00a0virulen;\u00a0dan<\/li>\n<li>f) Timbul nya penyakit infeksi baru atau timbul\u00a0 kembalipenyakit infeksi di masyarakat <em>(Emerging<\/em><em>\u00a0<\/em><em>and or Re-<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Emerging<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Disease).\u00a0<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Berdasarkan\u00a0hasil\u00a0pengkajian\u00a0risiko\u00a0pengendalian\u00a0infeksi\u00a0(ICRA),\u00a0Komite\/Tim\u00a0PPI\u00a0menyusun\u00a0Program\u00a0PPI\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0setiap\u00a0tahunnya.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Program\u00a0pencegahan\u00a0dan\u00a0pengendalian\u00a0infeksi\u00a0harus\u00a0komprehensif, mencakup risiko infeksi bagi pasien maupun\u00a0staf\u00a0yang\u00a0meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>a) Identifikasidan penanganan:\n<ul>\n<li>Masalah infeksi yang penting secara epidemiologisseperti\u00a0data\u00a0surveilans<\/li>\n<li>Infeksiyang\u00a0dapat\u00a0memberikan\u00a0dampak\u00a0bagi\u00a0pasien,\u00a0staf\u00a0dan\u00a0pengunjung:<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>b) Strategi lintas unit: kegiatan di area-area yang berisikotinggi terjadinya infeksi;<\/li>\n<li>c) Kebersihan tangan;<\/li>\n<li>d) Pengawasan untuk peningkatan penggunaan antimikroba yang aman serta memastikan penyiapan obat yang aman;<\/li>\n<li>e) Investigasi wabah penyakit menular;<\/li>\n<li>f) Penerapan program vaksinasi untuk staf dan pasien:<\/li>\n<li>g) Pelayanan sterilisasi alat dan pelayanan\u00a0 yang menggunakan peralatan yang berisiko infeksi;<\/li>\n<li>h) Pembersihan permukaan dan kebersihan lingkungan;<\/li>\n<li>i) Pengelolaan linen\/laundri;<\/li>\n<li>j) Pengelolaan sampah;<\/li>\n<li>k) Penyediaan makanan; dan<\/li>\n<li>l) Pengelolaandi kamar<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit juga\u00a0 melakukan kaji banding angka kejadian dan tren di rumah sakit lain yang setara.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Ilmu pengetahuan terkait pengendalian infeksi melalui pedoman praktik klinik, program pengawasan antibiotik, program PPI dan pembatasan penggunaan peralatan invasif yang tidak diperlukan telah diterapkan untuk\u00a0 menurunkan tingkat infeksi secara signifikan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Penanggung jawab program menerapkan intervensi berbasis bukti untuk meminimalkan risiko infeksi. Pemantauan\u00a0 yang berkelanjutan untuk risiko yang teridentifikasi dan intervensi pengurangan risiko dipantau efektivitasnya, termasuk perbaikan yang progresif dan berkelanjutan, serta apakah sasaran program perlu diubah berdasarkan keberhasilan dan tantangan yang muncul dari data pemantauan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>3<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Rumah sakit secara proaktif telah melaksanakan pengkajian risiko pengendalian infeksi (ICRA) setiap tahunnya terhadap tingkat dan kecenderungan infeksi layanan kesehatan sesuai poin a) \u2013 \u00a0k) \u00a0pada \u00a0maksud dan tujuan dan selanjutnya menggunakan data tersebut untuk membuat dan menentukan prioritas\/fokus pada Program PPI.<\/li>\n<li>b) Rumahsakit telah melaksanakan surveilans data secara periodik dan dianalisis setiap triwulan meliputi\u00a0a)-f) dalam maksud dan tujuan.<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>d.\u00a0<\/b><strong><b>Peralatan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>medis<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan\/atau<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Bahan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Medis<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Habis<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pakai<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1) Standar<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>4<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit mengurangi risiko infeksi terkait peralatan medis dan\/atau bahan medis habis pakai (BMHP)\u00a0 dengan memastikan kebersihan, desinfeksi, sterilisasi, dan penyimpanan yang memenuhi syarat.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI.<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Prosedur\/tindakan yang menggunakan peralatan medis dan\/atau bahan medis habis pakai (BMHP), dapat\u00a0 menjadi sumber utama patogen yang menyebabkan infeksi. Kesalahan dalam membersihkan, mendesinfeksi, maupun mensterilisasi, serta penggunaan maupun penyimpanan yang tidak layak dapat berisiko penularan infeksi. Tenaga Kesehatan harus mengikuti standar yang ditetapkan dalam\u00a0melakukan kebersihan, desinfeksi, dan sterilisasi. Tingkat disinfeksi atau sterilisasi tergantung pada kategori peralatan medis dan\/atau bahan medis habis pakai (BMHP):<\/p>\n<ul>\n<li>a) Tingkat1 &#8211; Kritikal: Benda yang dimasukkan ke jaringan yang normal steril atau \u00a0ke \u00a0sistem \u00a0vaskular dan membutuhkan sterilisasi.<\/li>\n<li>b) Tingkat2 &#8211; Semi-kritikal: Benda yang menyentuh selaput lendir atau kulit yang tidak intak dan membutuhkan disinfeksi tingkat\u00a0 tinggi.<\/li>\n<li>c) Tingkat 3 &#8211; Non-kritikal: Benda yang menyentuh kulitintak tetapi tidak menyentuh selaput lendir, dan membutuhkan disinfeksi tingkat rendah.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Pembersihan dan disinfeksi tambahan dibutuhkan untuk peralatan medis dan\/atau bahan medis habis pakai (BMHP) yang digunakan pada pasien yang diisolasi\u00a0 sebagai bagian dari kewaspadaan berbasis transmisi.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Pembersihan, desinfeksi, dan sterilisasi dapat dilakukan di area CSSD atau, di area lain di rumah sakit dengan pengawasan. Metode pembersihan, desinfeksi, dan sterilisasi dilakukan sesuai standar dan seragam di semua area rumah sakit.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Staf yang memroses peralatan medis dan\/atau BMHP\u00a0 harus mendapatkan pelatihan. Untuk mencegah kontaminasi, peralatan medis dan\/atau BMHP bersih dan steril disimpan di area penyimpanan yang telah ditetapkan, bersih dan kering serta terlindung dari debu, kelembaban, dan perubahan suhu yang drastis. \u00a0Idealnya, \u00a0peralatan \u00a0medis dan BMHP disimpan terpisah dan area penyimpanan steril memiliki akses terbatas.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI.<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Rumah sakit telah menerapkan pengolahan sterilisasimengikuti peraturan perundang-undangan..<\/li>\n<li>b) Staf yang memroses peralatan medis dan\/atau BMHPtelah diberikan pelatihan dalam pembersihan, desinfeksi, dan sterilisasi serta mendapat pengawasan.<\/li>\n<li>c) Metodepembersihan, desinfeksi, dan sterilisasi dilakukan secara seragam di semua area \u00a0di \u00a0rumah sakit.<\/li>\n<li>d) Penyimpanan peralatan medis dan\/atau BMHP bersihdan steril disimpan dengan baik di area penyimpanan yang ditetapkan, bersih dan kering dan terlindungi\u00a0 dari debu, kelembaban, serta perubahan suhu yang ekstrem.<\/li>\n<li>Bila sterilisasi dilaksanakan di luar rumah sakit harusdilakukan oleh lembaga yang memiliki sertifikasi mutu dan ada kerjasama yang menjamin kepatuhan\u00a0 proses sterilisasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.1<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit mengidentifikasi dan menetapkan proses untuk mengelola peralatan\u00a0 medis dan\/atau bahan medis habis pakai (BMHP) yang sudah kadaluwarsa dan penggunaan ulang\u00a0<em>(reuse)<\/em><em>\u00a0<\/em>alat sekali-pakai apabila diizinkan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI.<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>4.1<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit menetapkan regulasi untuk melaksanakan proses mengelola peralatan medis dan\/atau BMHP yang sudah habis waktu pakainya. Rumah sakit menetapkan penggunaan kembali peralatan medis sekali pakai dan\/atau BMHP sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standar profesional. Beberapa alat medis sekali pakai dan\/atau BMHP dapat digunakan lagi dengan persyaratan spesifik tertentu. Rumah sakit menetapkan ketentuan tentang penggunaan kembali alat medis sekali pakai sesuai dengan peraturan perundang- undangan dan standar profesional meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Alat dan material yang dapat dipakai kembali;<\/span><\/li>\n<li>b) Jumlahmaksimum pemakaian ulang dari setiap alat secara spesifik;<\/li>\n<li>c) Identifikasikerusakan akibat pemakaian dan keretakan yang menandakan alat tidak dapat dipakai;<\/li>\n<li>d) Prosespembersihan setiap alat yang segera dilakukan sesudah pemakaian dan mengikuti protokol yang jelas;<\/li>\n<li>e) Pencantumanidentifikasi pasien pada bahan medis habis pakai untuk hemodialisis;<\/li>\n<li>f) Pencatatanbahan medis habis pakai yang reuse di rekam medis; dan&#8230;<\/li>\n<li>g) Evaluasi untuk menurunkan risiko infeksi bahanmedis habis pakai yang di-<em>reuse<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Ada 2 (dua) risiko jika menggunakan lagi (<em>reuse<\/em>) alat\u00a0 sekali pakai. Terdapat risiko tinggi terkena infeksi dan juga terdapat risiko kinerja alat tidak cukup atau tidak dapat terjamin sterilitas serta fungsinya Dilakukan pengawasan terhadap proses untuk memberikan atau mencabut persetujuan penggunaan kembali alat medis sekali pakai yang diproses ulang. Daftar alat sekali pakai yang disetujui untuk digunakan kembali diperiksa secara rutin untuk memastikan bahwa daftar tersebut akurat dan terkini.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><b> <\/b><strong><b>\u00a04.1<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Rumah sakit menetapkan peralatan medis dan\/atau BMHP yang dapat digunakan ulang meliputi a) \u2013 g) dalam maksud dan tujuan.<\/li>\n<li>b) Rumah sakit menggunakan proses terstandardisasi untuk menentukan kapan peralatan medis dan\/atau BMHP yang digunakan ulang sudah tidak aman atau tidak layak digunakan ulang.<\/li>\n<li>c) Ada bukti pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut pelaksanaan penggunaan kembali (reuse) peralatan medis dan\/atau BMHP meliputi a) \u2013 g) dalam maksud dan tujuan.<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><b>e.\u00a0<\/b><strong><b>Kebersihan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Lingkungan<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1) Standar<\/strong><strong> 5<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit mengidentifikasi dan menerapkan standar PPI\u00a0yang diakui untuk pembersihan dan disinfeksi permukaan\u00a0dan\u00a0lingkungan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI.<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Patogen pada permukaan dan di seluruh lingkungan berperan terjadinya penyakit yang didapat di rumah sakit\u00a0(<em>hospital-acquired<\/em><em>\u00a0<\/em><em>illness<\/em>) pada pasien, staf, dan pengunjung. Proses pembersihan dan disinfeksi lingkungan meliputi pembersihan lingkungan rutin yaitu\u00a0 pembersihan harian kamar pasien dan area \u00a0perawatan, \u00a0ruang \u00a0tunggu dan ruang publik lainnya, ruang kerja staf, dapur, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit menetapkan frekuensi pembersihan,\u00a0 peralatan dan cairan pembersih yang digunakan, staf yang bertanggung jawab untuk pembersihan, dan kapan suatu area membutuhkan pembersihan lebih sering. Pembersihan terminal dilakukan setelah pemulangan pasien; dan dapat ditingkatkan jika pasien diketahui atau diduga menderita infeksi menular sebagaimana diindikasikan oleh standar pencegahan dan pengendalian infeksi. Hasil pengkajian risiko akan menentukan area berisiko tinggi yang memerlukan pembersihan dan disinfeksi tambahan; misalnya area ruang operasi, CSSD, unit perawatan intensif neonatal, unit luka bakar, dan unit \u00a0lainnya. \u00a0Pembersihan dan disinfeksi lingkungan dipantau misalnya keluhan dan pujian dari pasien dan keluarga, menggunakan penanda fluoresens untuk memeriksa patogen residual.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI.<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>5<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Rumah sakitmenerapkan prosedur pembersihan dan disinfeksi permukaan dan lingkungan sesuai standar PPI<\/li>\n<li>b) Rumahsakit melaksanakan pembersihan dan desinfeksi tambahan di area berisiko tinggi berdasarkan hasil pengkajian risiko<\/li>\n<li>c) Rumahsakit telah melakukan pemantauan proses pembersihan dan disinfeksi.<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>f.\u00a0<\/b><strong><b>Manajemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Linen<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Rumah sakit menerapkan pengelolaan linen\/laundry sesuai prinsipi PPI dan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>1)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>6<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Penanganan linen, dan laundry di rumah sakit meliputi pengumpulan, pemilahan, pencucian, pengeringan, pelipatan, distribusi, dan penyimpanan.. Rumah sakit\u00a0 mengidentifikasi area di mana staf harus untuk mengenakan APD sesuai prinsip PPI dan peraturan perundang undangan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong>2)\u00a0Elemen\u00a0Penilaian\u00a0PPI.6<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Ada unit kerja pengelola linen\/laundry yang menyelenggarakan penatalaksanaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.<\/li>\n<li>b) Prinsip-prinsip PPI diterapkan pada pengelolaan linen\/laundry, termasuk pemilahan, transportasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, dan distribusi<\/li>\n<li>c) Ada bukti supervisi oleh IPCN terhadap pengelolaan linen\/laundry sesuai dengan prinsip PPI termasuk bila dilaksanakan oleh pihak luar rumah sakit.<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>g.\u00a0<\/b><strong><b>Limbah<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>infeksius<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1) Standar <\/strong><strong>7<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit mengurangi risiko infeksi melalui\u00a0 pengelolaan limbah infeksius sesuai peraturan perundang undangan<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI.7.1<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0pengelolaan\u00a0kamar\u00a0mayat\u00a0dan\u00a0kamar\u00a0bedah\u00a0mayat\u00a0sesuai\u00a0dengan\u00a0peraturan\u00a0perundang-\u00a0undangan<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.2<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit menetapkan pengelolaan limbah benda tajam\u00a0dan\u00a0jarum\u00a0secara\u00a0aman.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI.7<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>,<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7,1,<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><\/span><strong><b><span style=\"color: #000000;\">P<\/span>PI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7,2<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Setiap hari rumah sakit banyak menghasilkan limbah, termasuk limbah infeksius. Pembuangan limbah infeksius dengan tidak benar dapat menimbulkan risiko infeksi di rumah sakit. Hal ini nyata terjadi pada pembuangan\u00a0 cairan tubuh dan material terkontaminasi dengan cairan tubuh, pembuangan darah dan komponen darah, serta pembuangan limbah dari lokasi kamar mayat dan kamar bedah mayat (<em>post mortem<\/em>). Pemerintah mempunyai\u00a0 regulasi terkait dengan penanganan limbah infeksius dan \u00a0limbah cair, sedangkan rumah sakit diharapkan melaksanakan ketentuan tersebut sehingga dapat mengurangi risiko infeksi di rumah sakit.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit menyelenggaraan pengelolaan limbah dengan\u00a0benar untuk meminimalkan risiko infeksi melalui kegiatan\u00a0sebagai\u00a0berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>a) Pengelolaanlimbah cairan tubuh infeksius;<\/li>\n<li>b) Penanganandan pembuangan darah serta komponen darah;<\/li>\n<li>c) Pemulasaraanjenazah dan bedah mayat;<\/li>\n<li>d) Pengelolaanlimbah cair;<\/li>\n<li>e) Pelaporanpajanan limbah infeksius.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Salah\u00a0satu\u00a0bahaya\u00a0luka\u00a0karena\u00a0tertusuk\u00a0jarum\u00a0suntik\u00a0adalah\u00a0terjadi\u00a0penularan\u00a0penyakit\u00a0melalui\u00a0darah\u00a0(<em>blood<\/em><em>\u00a0<\/em><em>borne diseases<\/em>). Pengelolaan limbah benda tajam dan jarum yang tidak benar merupakan kekhawatiran staf terhadap keamanannya. Kebiasaan bekerja sangat memengaruhi timbulnya risiko menderita luka dan kemungkinan terpapar penyakit secara potensial. Identifikasi dan melaksanakan kegiatan praktik berdasar atas bukti sahih (evidence based) menurunkan risiko luka karena tertusuk jarum dan benda tajam. Rumah sakit perlu mengadakan edukasi kepada staf bagaimana mengelola dengan aman benda tajam dan jarum. Pembuangan yang benar adalah dengan menggunakan wadah menyimpan khusus (safety box) yang dapat ditutup, antitertusuk, dan antibocor baik di dasar maupun di sisinya sesuai dengan peraturan perundangan. Wadah ini harus tersedia dan mudah \u00a0dipergunakan \u00a0oleh staf serta wadah tersebut tidak boleh terisi terlalu penuh.Pembuangan jarum yang tidak terpakai, pisau bedah (<em>scalpel<\/em>), dan limbah benda tajam lainnya jika tidak dilakukan dengan benar akan berisiko terhadap kesehatan masyarakat umumnya dan terutama pada mereka yang bekerja di pengelolaan sampah. Pembuangan wadah\u00a0 berisi limbah benda tajam di laut, misalnya akan menyebabkan risiko pada masyarakat karena wadah dapat rusak atau terbuka. Rumah sakit menetapkan regulasi yang memadai mencakup semua tahapan proses, termasuk \u00a0identifikasi jenis dan penggunaan wadah secara tepat, pembuangan wadah, dan surveilans proses pembuangan<\/p>\n<p><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI.<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Rumahsakit telah menerapkan pengelolaan limbah rumah sakit untuk meminimalkan risiko infeksi yang meliputi a) \u2013 e) pada maksud dan tujuan.<\/li>\n<li>b) Penanganan dan pembuangan darah serta komponendarah sesuai dengan regulasi, dipantau dan dievaluasi, serta di tindak lanjutnya.<\/li>\n<li>c) Pelaporanpajanan limbah infeksius sesuai dengan regulasi dan dilaksanakan pemantauan, evaluasi, serta tindak lanjutnya.<\/li>\n<li>d) Bila pengelolaan limbah dilaksanakan oleh pihak luarrumah sakit harus berdasar atas kerjasama dengan pihak yang memiliki izin dan sertifikasi mutu sesuai dengan peraturan perundang-undangan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>6)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.1<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Pemulasaraan jenazah dan bedah mayat sesuai dengan regulasi.<\/li>\n<li>b) Adabukti kegiatan kamar mayat dan kamar bedah mayat sudah dikelola sesuai dengan peraturan perundang-undangan.<\/li>\n<li>c) Adabukti pemantauan dan evaluasi, serta tindak lanjut kepatuhan prinsip-prinsip PPI sesuai dengan peraturan perundang-undangan.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>7)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.2<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit menetapkan pengelolaan limbah benda tajam\u00a0dan\u00a0jarum\u00a0secara\u00a0aman.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>8)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.2<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Salah satu bahaya luka karena tertusuk jarum suntik adalah terjadi penularan penyakit melalui darah (blood borne diseases). Pengelolaan limbah benda tajam dan\u00a0 jarum yang tidak benar merupakan kekhawatiran staf terhadap keamanannya. Kebiasaan bekerja sangat memengaruhi timbulnya risiko menderita luka dan kemungkinan terpapar penyakit secara potensial. Identifikasi dan melaksanakan kegiatan praktik berdasar atas bukti sahih (evidence based) menurunkan risiko luka karena tertusuk jarum dan benda tajam.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit perlu mengadakan edukasi kepada staf bagaimana mengelola dengan aman\u00a0 benda tajam dan jarum. Pembuangan yang benar adalah dengan menggunakan wadah menyimpan khusus (safety box) yang dapat ditutup, antitertusuk, dan antibocor baik di dasar maupun di sisinya sesuai dengan peraturan perundangan. Wadah ini harus tersedia dan mudah \u00a0dipergunakan \u00a0oleh staf serta wadah tersebut tidak boleh terisi terlalu penuh.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Pembuangan jarum yang tidak terpakai, pisau bedah (scalpel), dan limbah benda tajam lainnya jika tidak dilakukan dengan benar akan berisiko terhadap\u00a0 kesehatan masyarakat umumnya dan terutama pada mereka yang bekerja di pengelolaan sampah. Pembuangan wadah berisi limbah benda tajam di laut, misalnya akan menyebabkan risiko pada masyarakat karena wadah dapat rusak atau terbuka. Rumah sakit menetapkan regulasi yang memadai mencakup:<\/p>\n<ul>\n<li>a) Semua tahapan proses termasuk identifikasi jenis danpenggunaan wadah secara tepat, pembuangan wadah, dan surveilans proses pembuangan.<\/li>\n<li>b) Laporan tertusuk jarum dan benda tajam.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>9)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>7.2<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Benda tajam dan jarum sudah dikumpulkan,\u00a0 disimpandi dalam wadah yang tidak tembus, tidak bocor, berwarna kuning, diberi label infeksius, dan dipergunakan hanya sekali pakai sesuai dengan peraturan perundang-undangan.<\/li>\n<li>b) Bila pengelolaan benda tajam dan jarum\u00a0 dilaksanakanoleh pihak luar rumah sakit harus berdasar atas kerjasama dengan pihak yang memiliki izin dan sertifikasi mutu sesuai dengan peraturan perundang-undangan.<\/li>\n<li>c) Adabukti data dokumen limbah benda tajam \u00a0dan jarum.<\/li>\n<li>d) Ada bukti pelaksanaan supervisi dan pemantauan\u00a0 olehIPCN terhadap pengelolaan benda tajam dan jarum sesuai dengan prinsip PPI, termasuk bila dilaksanakan oleh pihak luar rumah sakit.<\/li>\n<li>Ada bukti pelaksanaan pemantauan kepatuhanprinsip-prinsip PPI sesuai regulasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<h4><strong><span style=\"color: #0000ff;\">h. Pelayanan Makanan.<\/span><\/strong><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1) Standar<\/strong><strong>PPI<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>8<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0mengurangi\u00a0risiko\u00a0infeksi\u00a0terkait\u00a0penyelenggaraan\u00a0pelayanan\u00a0makanan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>8<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Penyimpanan dan persiapan makanan dapat\u00a0 menimbulkan penyaklit seperti keracunan makanan atau infeksi makanan. Penyakit yang berhubungan dengan makanan dapat sangat berbahaya bahkan mengancam jiwa pada pasien yang kondisi tubuhnya sudah lemah karena penyakit atau cedera. Rumah sakit harus memberikan makanan dan juga produk nutrisi dengan aman, yaitu melakukan peyimpanan dan penyiapan makanan pada suhu tertentu yang dapat mencegah perkembangan bakteri. Kontaminasi silang, terutama dari makanan mentah ke makanan yang sudah dimasak adalah salah satu sumber infeksi makanan. Kontaminasi silang dapat juga disebabkan oleh tangan yang terkontaminasi, permukaan meja, papan alas untuk memotong makanan, ataupun kain yang digunakan untuk mengelap permukaan meja atau mengeringkan piring. Selain itu, permukaan yang digunakan untuk menyiapkan makanan; alat makan, perlengkapan masak, panci, dan wajan yang digunakan untuk menyiapkan makanan; dan juga nampan, piring, serta alat makan yang digunakan untuk menyajikan makanan juga dapat menimbulkan risiko infeksi apabila tidak dibersihkan dan disanitasi secara tepat.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Bangunan dapur harus sesuai dengan ketentuan yang meliputi alur mulai bahan makanan masuk sampai makanan jadi keluar, tempat penyimpanan bahan makanan kering dan basah dengan temperatur yang dipersyaratkan, tempat persiapan pengolahan, tempat pengolahan,\u00a0pembagian dan distribusi sesuai dengan peraturan dan perundangan termasuk kebersihan lantai.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Berdasar atas hal tersebut di atas maka rumah sakit agar\u00a0menetapkan\u00a0regulasi\u00a0yang\u00a0meliputi<\/p>\n<ul>\n<li>a) pelayanan makanan di rumah sakit mulai dari pengelolaan bahan makanan, sanitasi dapur, makanan, alat masak, serta alat makan untuk mengurangi risiko infeksi dan kontaminasi silang;<\/li>\n<li>b) standar bangunan, fasilitas dapur, dan pantry sesuai dengan peraturan perundangan termasuk bila makanan diambil dari sumber lain di luar rumah<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>8<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Rumah sakit menetapkan regulasi tentang pelayanan makanan di rumah sakit yang meliputi a) \u2013 b) pada maksud dan tujuan.<\/li>\n<li>b) Ada bukti pelaksanaan yang penyimpanan bahan makanan, pengolahan, pembagian\/pemorsian, dan distribusi makanan sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.<\/li>\n<li>c) Ada bukti pelaksanaan penyimpanan makanan dan produk nutrisi dengan memperhatikan kesehatan lingkungan meliputi sanitasi, suhu, pencahayaan, kelembapan, ventilasi, dan keamanan untuk mengurangi risiko infeksi.<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>i.\u00a0<\/b><strong><b>Risiko<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>infeksi<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>pada<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>konstruksi<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>renovasi<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>1) Standar <\/strong><strong>PPI<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>9<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menurunkan risiko infeksi pada fasilitas\u00a0 yang terkait dengan pengendalian mekanis dan teknis\u00a0 \u00a0(<em>mechanical<\/em><em>\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>enginering<\/em><em>\u00a0<\/em><em>controls<\/em>) serta pada saat melakukan pembongkaran, konstruksi, dan renovasi gedung.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>9<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengendalian\u00a0mekanis\u00a0dan\u00a0teknis\u00a0(<em>mechanical<\/em><em>\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>enginering<\/em><em>\u00a0<\/em><em>controls<\/em>) seperti sistem ventilasi bertekanan positif, biological safety cabinet, laminary airflow hood, termostat di lemari pendingin, serta pemanas air untuk sterilisasi piring dan alat dapur adalah contoh peran\u00a0penting standar pengendalian lingkungan harus diterapkan agar dapat diciptakan sanitasi yang baik yang selanjutnya mengurangi risiko infeksi di rumah sakit. Pembongkaran, konstruksi, renovasi gedung di area mana saja di \u00a0rumah sakit dapat merupakan sumber infeksi. Pemaparan terhadap debu dan kotoran konstruksi, kebisingan,\u00a0 getaran, kotoran, dan bahaya lain dapat merupakan bahaya potensial terhadap fungsi paru paru serta keamanan \u00a0staf dan pengunjung. Rumah sakit meggunakan kriteria risiko untuk menangani dampak renovasi dan pembangunan gedung baru, terhadap persyaratan mutu udara, pencegahan dan pengendalian infeksi, standar peralatan, syarat kebisingan, getaran, dan prosedur darurat. Untuk menurunkan risiko infeksi maka rumah sakit perlu mempunyai regulasi tentang penilaian risiko pengendalian infeksi (infection control risk assessment\/ICRA) untuk pembongkaran, konstruksi, serta renovasi gedung di area mana saja di rumah sakit yang meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Identifikasitipe\/jenis konstruksi kegiatan proyek dengan kriteria;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Identifikasikelompok risiko pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Matrikspengendalian infeksi antara kelompok risiko pasien dan tipe kontruksi kegiatan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Proyekuntuk menetapkan kelas\/tingkat infeksi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Tindakpengendalian infeksi berdasar atas tingkat\/kelas infeksi; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Pemantauan pelaksanaan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Karena itu, rumah sakit agar mempunyai regulasi pengendalian mekanis dan teknis (mechanical dan engineering controls) fasilitas yang antara lain meliputi<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Sistem ventilasi bertekanan positif;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><em>b) Biological<\/em><em>safety<\/em><em>\u00a0<\/em><em>cabinet<\/em>;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><em>c) Laminary <\/em><em>airflow<\/em><em>\u00a0<\/em><em>hood<\/em>;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Termostat di lemari pendingin; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Pemanas air untuk sterilisasi piring dan alat dapur.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>9<\/b><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit menerapkan pengendalian mekanis dan teknis (<em>mechanical<\/em><em>\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>engineering<\/em><em>\u00a0<\/em><em>control<\/em>) minimal untuk fasilitas yang tercantum pada a) \u2013 e) pada maksud dan tujuan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumah\u00a0 sakit\u00a0 menerapkan\u00a0 penilaian risiko pengendalian infeksi\u00a0 ( <em>infection<\/em><em>\u00a0<\/em><em>control<\/em><em>\u00a0<\/em><em>risk<\/em><em>\u00a0<\/em><em>assessment <\/em>\/ ICRA) yang minimal \u00a0meliputi \u00a0a) \u00a0\u2013 \u00a0f) \u00a0yang ada pada maksud dan tujuan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Rumah sakit telah melaksanakan penilaian risiko pengendalian infeksi ( <em>infection<\/em><em>\u00a0<\/em><em>control<\/em><em>\u00a0<\/em><em>risk<\/em><em>\u00a0<\/em><em>assessment <\/em>\/ ICRA)\u00a0 pada\u00a0 semua\u00a0 renovasi, kontruksi dan demolisi sesuai dengan\u00a0 regulasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"color: #0000ff;\"><b>j.\u00a0<\/b><strong><b>Penularan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Infeksi<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1) Standar<\/strong><strong>PPI<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>10<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah \u00a0sakit \u00a0menyediakan \u00a0APD \u00a0\u00a0untuk\u00a0 kewaspadaan (barrier precautions) dan prosedur isolasi untuk penyakit menular melindungi pasien dengan imunitas rendah (immunocompromised) dan mentransfer pasien dengan <em>airborne<\/em><em>\u00a0<\/em><em>diseases<\/em><em>\u00a0<\/em>di dalam rumah \u00a0sakit \u00a0dan \u00a0keluar\u00a0 rumah sakit serta penempatannya dalam waktu singkat jika rumah sakit tidak mempunyai kamar dengan tekanan \u00a0negatif (ventilasi alamiah dan mekanik).<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI <\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>10.1<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0mengembangkan\u00a0dan\u00a0menerapkan\u00a0sebuah\u00a0proses\u00a0untuk\u00a0menangani\u00a0lonjakan\u00a0mendadak\u00a0(outbreak)\u00a0penyakit\u00a0infeksi\u00a0air\u00a0borne.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>10,<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>10.1<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit menetapkan regulasi isolasi dan pemberian penghalang pengaman serta menyediakan fasilitasnya. Regulasi ditetapkan berdasar atas bagaimana penyakit menular dan cara menangani pasien infeksius atau pasien immuno &#8211; suppressed. Regulasi isolasi juga memberikan perlindungan kepada staf dan pengunjung serta lingkungan pasien. (lihat juga PP 3) Kewaspadaan terhadap udara penting untuk mencegah penularan bakteri infeksius yang dapat bertahan lama di udara. Pasien dengan infeksi\u00a0\u201cairborne\u201d sebaiknya ditempatkan di kamar dengan tekanan\u00a0negatif\u00a0(negative\u00a0pressure\u00a0room).\u00a0Jika\u00a0struktur\u00a0bangunan\u00a0tidak memungkinkan membangun ruangan dengan tekanan\u00a0negatif maka rumah sakit dapat mengalirkan udara lewat\u00a0sistem\u00a0penyaring\u00a0HEPA\u00a0(high\u00a0effieciency\u00a0particulate\u00a0air)\u00a0pada\u00a0tingkat\u00a0paling\u00a0sedikit\u00a012\u00a0kali\u00a0pertukaran \u00a0udara \u00a0per\u00a0jam.\u00a0Rumah\u00a0sakit\u00a0sebaiknya\u00a0menetapkan\u00a0program\u00a0untuk\u00a0menangani pasien infeksi \u201c<em>air borne<\/em>\u201d dalam waktu singkat\u00a0jika\u00a0sistem\u00a0HEPA\u00a0tidak\u00a0ada,\u00a0termasuk\u00a0jika \u00a0ada \u00a0banyak\u00a0pasien\u00a0masuk\u00a0menderita\u00a0infeksi\u00a0menular.\u00a0Pembersihan\u00a0kamar\u00a0dengan\u00a0benar\u00a0setiap\u00a0hari\u00a0selama\u00a0pasien\u00a0tinggal\u00a0di\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0dan\u00a0pembersihan\u00a0kembali\u00a0setelah\u00a0pasien\u00a0keluar pulang harus dilakukan sesuai dengan standar atau\u00a0pedoman\u00a0pengedalian\u00a0infeksi.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>10<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Rumah sakit menyediakan dan menempatkan ruangan untuk pasien dengan imunitas rendah <em>(immunocompromised<\/em>)\u00a0sesuai\u00a0dengan\u00a0peraturan\u00a0perundang<\/li>\n<li>b) Rumah sakit melaksanakan proses transfer pasien airborne diseases di dalam rumah sakit dan keluar rumah sakit sesuai dengan peraturan perundang- undangan termasuk di ruang gawat darurat dan ruang lainnya<\/li>\n<li>c) Rumah sakit telah menempatkan pasien infeksi \u201c<em>air<\/em><em>\u00a0<\/em><em>borne\u201d<\/em><em>\u00a0<\/em>dalam waktu singkat jika rumah sakit tidak mempunyai kamar dengan tekanan negatif sesuai dengan peraturan perundang-ndangan termasuk di ruang gawat darurat dan ruang lainnya.<\/li>\n<li>d) Ada bukti pemantauan ruang tekanan negatif dan penempatan pasien secara rutin.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>10.1<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Rumahsakit menerapkan proses pengelolaan pasien bila terjadi ledakan pasien <em>(outbreak<\/em>) penyakit infeksi air\u00a0 borne.<\/li>\n<li>b) Rumahsakit menyediakan ruang isolasi dengan tekanan negatif bila terjadi ledakan <em>pasien (outbreak<\/em>) sesuai dengan peraturan\u00a0 perundang-undangan.<\/li>\n<li>c) Adabukti dilakukan edukasi kepada staf tentang pengelolaan pasien infeksius jika terjadi ledakan pasien (<em>outbreak)<\/em><em>\u00a0<\/em>penyakit infeksi air borne.<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h1><span style=\"color: #0000ff;\"><b>k.\u00a0<\/b><strong><b>Kebersihan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tangan<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1) Standar <\/strong><strong>PPI<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>11<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Kebersihan\u00a0tangan\u00a0menggunakan\u00a0sabun\u00a0dan\u00a0desinfektan\u00a0adalah sarana efektif untuk mencegah dan mengendalikan\u00a0infeksi.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Standar<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>11.1<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Sarung\u00a0tangan,\u00a0masker,\u00a0pelindung\u00a0mata,\u00a0serta\u00a0alat\u00a0pelindung diri lainnya tersedia dan digunakan secara tepat\u00a0apabila\u00a0disyaratkan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>11<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>11.1<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Kebersihan tangan, menggunakan alat pelindung diri,\u00a0 serta disinfektan adalah sarana efektif untuk mencegah dan mengendalikan infeksi. Oleh karena itu, harus tersedia di setiap tempat asuhan pasien \u00a0yang \u00a0membutuhkan \u00a0barang ini. Rumah sakit menetapkan ketentuan tentang tempat di mana alat pelindung diri ini harus tersedia dan dilakukan pelatihan cara memakainya. Sabun, disinfektan, handuk\/tissu, serta alat lainnya untuk mengeringkan ditempatkan di lokasi tempat cuci tangan dan prosedur disinfeksi tangan dilakukan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>4)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>11<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Rumah sakit telah menerapkan hand hygiene yang mencakup kapan, di mana, dan bagaimana melakukan cuci tangan mempergunakan sabun (hand wash) dan atau dengan disinfektan (hand rubs) serta ketersediaan fasilitas hand hygiene.<\/li>\n<li>b) Sabun, disinfektan, serta tissu\/handuk sekali pakai tersedia di tempat cuci tangan dan tempat melakukan disinfeksi tangan.<\/li>\n<li>c) Ada bukti pelaksanaan pelatihan hand hygiene kepadasemua pegawai termasuk tenaga kontrak.<\/li>\n<\/ul>\n<p><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>5)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>11.1<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Rumah sakit menerapkan penggunaan alat pelindungdiri, tempat yang harus menyediakan alat pelindung diri, dan pelatihan cara memakainya.<\/li>\n<li>b) Alat pelindung diri sudah digunakan secara tepat dan benar.<\/li>\n<li>c) Ketersediaanalat pelindung diri sudah cukup sesuai dengan regulasi.<\/li>\n<li>d) Adabukti pelatihan penggunaan alat pelindung diri kepada semua pegawai termasuk tenaga kontrak.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<h1><span style=\"color: #0000ff;\"><b>l.\u00a0<\/b><strong><b>Peningkatan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>mutu<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>program<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>edukasi<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1) Standar<\/strong><strong>PPI<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>12<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Kegiatan PPI diintegrasikan dengan program\u00a0 PMKP (Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien) dengan menggunakan indikator yang secara epidemiologik penting bagi rumah sakit.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>12<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah sakit menggunakan indikator sebagai informasi untuk memperbaiki kegiatan PPI dan mengurangi tingkat infeksi yang terkait layanan kesehatan sampai tingkat serendah &#8211; rendahnya. Rumah sakit dapat menggunakan data indikator dan informasi dan membandingkan dengan tingkat dan kecenderungan di rumah sakit lain. Semua departemen\/unit layanan diharuskan ikut serta menentukan prioritas yang diukur di tingkat rumah sakit dan tingkat departemen\/unit layanan program PPI.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>12<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Ada regulasi \u00a0sistem \u00a0manajemen \u00a0data terintegrasi antara data surveilans dan data indikator mutu \u00a0di Komite\/ Tim Penyelenggara Mutu.<\/li>\n<li>b) Ada bukti pertemuan berkala antara Komite\/ Tim Penyelenggara Mutu dan Komite\/Tim PPI untuk berkoordinasi dan didokumentasikan.<\/li>\n<li>c) Ada bukti penyampaian hasil analisis data dan rekomendasi Komite\/Tim PPI kepada Komite\/ Tim Penyelenggara Mutu setiap tiga bulan.<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h1><span style=\"color: #0000ff;\"><b>m.\u00a0<\/b><strong><b>Edukasi,<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pendidikan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Pelatihan<\/b><\/strong><\/span><\/h1>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong>1) Standar<\/strong><strong>PPI<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>13<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0melakukan\u00a0edukasi\u00a0tentang\u00a0PPI\u00a0kepada\u00a0staf\u00a0klinis dan nonklinis, pasien, keluarga pasien, serta petugas\u00a0lainnya\u00a0yang\u00a0terlibat\u00a0dalam\u00a0pelayanan\u00a0pasien.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>2)\u00a0<\/b><strong><b>Maksud<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Tujuan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>13<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Agar program PPI efektif harus dilakukan edukasi kepada staf klinis dan nonkliniks tentang program PPI pada waktu mereka baru bekerja di rumah sakit dan diulangi secara teratur. Edukasi diikuti oleh staf klinik dan staf\u00a0 nonklinik, pasien, keluarga pasien, pedagang, dan juga pengunjung. Pasien dan keluarga didorong untuk berpartisipasi dalam implementasi program PPI. Pelatihan diberikan sebagai bagian dari orientasi kepada semua staf baru dan dilakukan pelatihan kembali secara berkala, atau paling sedikit jika ada perubahan kebijakan, prosedur, dan praktik yang menjadi panduan program PPI. Dalam pendidikan juga disampaikan temuan dan kecenderungan ukuran kegiatan. Berdasar atas hal di atas maka rumah sakit agar menetapkan program pelatihan PPI yang meliputi pelatihan untuk<\/p>\n<ul>\n<li>a) orientasi pegawai baru baik staf klinis maupun nonklinis di tingkat rumah sakit maupun di unit pelayanan;<\/li>\n<li>b) staf klinis \u00a0(profesional \u00a0pemberi \u00a0asuhan) \u00a0\u00a0secara berkala;<\/li>\n<li>c) staf non klinis;<\/li>\n<li>e) pasiendan keluarga; dan<\/li>\n<li>f) pengunjung.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>3)\u00a0<\/b><strong><b>Elemen<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>Penilaian<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>PPI<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>13<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>a) Rumahsakit menetapkan program pelatihan dan edukasi tentang PPI yang meliputi a) \u2013 e) \u00a0yang \u00a0ada pada maksud dan tujuan.<\/li>\n<li>b) Adabukti pelaksanaan pelatihan untuk semua staf klinik dan nonklinik sebagai bagian dari orientasi pegawai baru tentang regulasi dan praktik \u00a0program PPI.<\/li>\n<li>c) Ada bukti pelaksanaan edukasi untuk pasien,keluarga, dan pengunjung<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h5><span style=\"color: #ff0000;\"><em><strong>PPI Silakan Geser ke Menit 51 -&gt;<\/strong><\/em><\/span><\/h5>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Sosialisasi Standar Akreditasi Rumah Sakit sesuai yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/hpuZiq1WppA?t=51m20s\" width=\"683\" height=\"384\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6392\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6392\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>6.\u00a0Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)\u00a0 Gambaran\u00a0umum Tujuan program pencegahan dan pengendalian infeksi adalah untuk mengidentifikasi dan menurunkan risiko infeksi yang didapat dan ditularkan di antara pasien, staf, tenaga kesehatan, tenaga\u00a0 <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6392\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6392\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[94],"tags":[],"class_list":["post-6392","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-akreditasi-2012"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":30742,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>6. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"6. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"6.\u00a0Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)\u00a0 Gambaran\u00a0umum Tujuan program pencegahan dan pengendalian infeksi adalah untuk mengidentifikasi dan menurunkan risiko infeksi yang didapat dan ditularkan di antara pasien, staf, tenaga kesehatan, tenaga\u00a0 Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-27T04:24:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-08T02:42:24+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"23 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"6. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128\",\"datePublished\":\"2022-04-27T04:24:48+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-08T02:42:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"},\"wordCount\":5073,\"articleSection\":[\"Akreditasi 2012\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\",\"name\":\"6. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-04-27T04:24:48+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-08T02:42:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"6. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"6. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"6. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"6.\u00a0Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)\u00a0 Gambaran\u00a0umum Tujuan program pencegahan dan pengendalian infeksi adalah untuk mengidentifikasi dan menurunkan risiko infeksi yang didapat dan ditularkan di antara pasien, staf, tenaga kesehatan, tenaga\u00a0 Continue Reading &rarr;","og_url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2022-04-27T04:24:48+00:00","article_modified_time":"2022-10-08T02:42:24+00:00","author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"23 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"6. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128","datePublished":"2022-04-27T04:24:48+00:00","dateModified":"2022-10-08T02:42:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"},"wordCount":5073,"articleSection":["Akreditasi 2012"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","name":"6. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"datePublished":"2022-04-27T04:24:48+00:00","dateModified":"2022-10-08T02:42:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/snars.web.id\/rs\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/6-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-ppi-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"6. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6392"}],"version-history":[{"count":18,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6392\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6785,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6392\/revisions\/6785"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}