{"id":6385,"date":"2022-04-27T09:43:57","date_gmt":"2022-04-27T02:43:57","guid":{"rendered":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?p=6385"},"modified":"2022-10-08T10:05:07","modified_gmt":"2022-10-08T03:05:07","slug":"3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","title":{"rendered":"3. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><span style=\"color: #000000;\"><strong>Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/52MmtZU8bpQ\" width=\"1237\" height=\"696\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/instrumen-pokja-mfk\/\"><span style=\"color: #000000;\"><button>Pelajari Instrumen Saja MFK !<\/button><\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Gambaran Umum<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fasilitas dan lingkungan dalam rumah sakit harus aman, berfungsi baik, dan memberikan\u00a0 lingkungan perawatan yang aman bagi pasien, keluarga, staf, dan pengunjung. Untuk mencapai tujuan itu maka fasilitas fisik, bangunan, prasarana dan peralatan kesehatan serta sumber daya lainnya harus dikelola secara efektif untuk mengurangi dan mengendalikan bahaya, risiko, mencegah kecelakaan, cidera dan penyakit akibat kerja. Dalam pengelolaan fasilitas dan lingkungan serta pemantauan keselamatan, rumah sakit menyusun program pengelolaan fasilitas dan lingkungan serta program pengelolaan risiko untuk pemantauan keselamatan di seluruh lingkungan rumah sakit. Pengelolaan yang efektif mencakup perencanaan, pendidikan, dan pemantauan multidisiplin dimana pemimpin merencanakan ruang, peralatan, dan sumber daya yang diperlukan untuk mendukung layanan klinis yang disediakan secara aman dan efektif serta semua staf diedukasi mengenai fasilitas, cara mengurangi risiko, cara memantau dan melaporkan situasi yang berisiko termasuk\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">melakukan penilaian risiko yang komprehensif di seluruh fasilitas\u00a0yang\u00a0dikembangkan\u00a0dan\u00a0dipantau\u00a0berkala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bila di rumah sakit memiliki entitas non- rumah sakit atau tenant\/penyewa lahan (seperti restoran, kantin, kafe, dan toko souvenir) maka rumah sakit wajib memastikan bahwa tenant\/penyewa lahan tersebut mematuhi program pengelolaan fasilitas dan keselamatan, yaitu program keselamatan dan keamanan, program pengelolaan bahan berbahaya dan beracun, program penanganan bencana dan kedaruratan, serta proteksi kebakaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit perlu membentuk satuan kerja yang dapat mengelola, memantau dan memastikan fasilitas dan pengaturan\u00a0 keselamatan yang ada sehingga tidak menimbulkan potensi bahaya dan risiko yang akan berdampak buruk bagi pasien, staf dan pengunjung. Satuan kerja yang dibentuk dapat berupa Komite\/Tim K3 RS yang disesuaikan dengan kebutuhan, ketersediaan sumber daya dan beban kerja rumah sakit. Rumah sakit harus memiliki program pengelolaan fasilitas dan keselamatan yang menjangkau seluruh fasilitas dan lingkungan rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit tanpa melihat ukuran dan sumber daya yang\u00a0 dimiliki harus mematuhi ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku sebagai bagian dari tanggung jawab mereka terhadap pasien, keluarga, staf, dan para pengunjung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fokus\u00a0pada\u00a0standar\u00a0Manajemen\u00a0Fasilitas\u00a0dan\u00a0Keamanan\u00a0ini\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Kepemimpinan dan perencanaan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Keselamatan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Keamanan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah B3;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Proteksi kebakaran;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Peralatan medis;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Sistim utilitas;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) Penanganan kedaruratan dan bencana;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">i) Konstruksidan renovasi; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">j) Pelatihan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>a. Kepemimpinan <\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Perencanaan<\/strong><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>1<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit mematuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berkaitan dengan bangunan, prasarana dan peralatan medis rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>2) Maksud<\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>1<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit harus mematuhi peraturan perundang- undangan termasuk mengenai bangunan dan proteksi kebakaran. Rumah sakit selalu menjaga fasilitas fisik\u00a0 dan lingkungan yang dimiliki dengan melakukan inspeksi fasilitas secara berkala dan secara proaktif mengumpulkan data serta membuat strategi untuk mengurangi risiko dan meningkatkan kualitas fasilitas keselamatan, kesehatan dan keamanan lingkungan pelayanan dan perawatan serta seluruh area rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pimpinan rumah sakit dan penanggung jawab fasilitas keselamatan rumah sakit bertanggung jawab untuk mengetahui dan menerapkan hukum dan peraturan perundangan, keselamatan gedung dan kebakaran, dan persyaratan lainnya, seperti perizinan dan\u00a0 lisensi\/sertifkat yang masih berlaku untuk fasilitas rumah sakit dan mendokumentasikan semua buktinya secara lengkap.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Perencanaan dan penganggaran untuk penggantian atau peningkatan fasilitas, sistem, dan peralatan yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan yang berlaku atau seperti yang telah diidentifikasi berdasarkan\u00a0 pemantauan atau untuk memenuhi persyaratan yang berlaku dapat memberikan bukti pemeliharaan dan perbaikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>3) Elemen<\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>1<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit menetapkan regulasi terkait\u00a0 ManajemenFasilitas dan Keselamatan (MFK) yang meliputi poin a) \u2013\u00a0j)\u00a0pada\u00a0gambaran\u00a0umum.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Regulasi tentang :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">a. Kepemimpinan dan perencanaan;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">b. Keselamatan fasilitas;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">c. Keamanan fasilitas;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">d. Pengelolaan bahan dan limbah berbahaya dan beracun (B3);<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">e. Proteksi kebakaran;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">f. Peralatan medis;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">g. Sistim utilitas;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">h. Penanganan kedaruratan dan bencana;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">i. Konstruksi dan renovasi; dan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">j. Pelatihan.<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">b) Rumah sakit telah melengkapi izin-izin dan\u00a0 sertifikasiyang masih berlaku sesuai persyaratan peraturan perundang-undangan.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Memiliki perizinan berusaha yang masih berlaku dan teregistrasi di Kementerian Kesehatan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Memiliki Izin Pengelolaan Limbah Cair (IPLC) yang masih berlaku.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Memiliki Kerja sama dengan pihak ketiga yang mempunyai izin sebagai pengolah dan\/atau sebagai transporter limbah B3 yang masih berlaku atau izin alat pengolah limbah B3 (Insenerator, Autoclave, Microwave).<\/span><br \/>\n<strong><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara:<\/span><\/strong><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/tim K3<br \/>\n\u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<\/p>\n<p><\/span><\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">c) Pimpinanrumah sakit memenuhi perencanaan anggaran dan sumber daya serta memastikan rumah sakit memenuhi persyaratan perundang-undangan.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Regulasi tentang rencana kerja dan perencanaan anggaran dan sumber daya serta memastikan rumah sakit memenuhi persyaratan perundang-undangan.<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>4) Standar<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>2<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0Sakit\u00a0menetapkan\u00a0penanggungjawab\u00a0yang\u00a0kompeten untuk mengawasi penerapan manajemen fasilitas\u00a0dan\u00a0keselamatan\u00a0di\u00a0rumah\u00a0sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>5) Maksud<\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK 2<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk dapat mengelola fasilitas dan keselamatan di rumah sakit secara efektif, maka perlu di tetapkan\u00a0 penanggung jawab manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) yang bertanggungjawab langsung kepada Direktur. Penanggung jawab Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) dapat berbentuk unit, tim, maupun komite sesuai dengan kondisi dan kompleksitas rumah sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Penanggung jawab MFK harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan serta berpengalaman untuk dapat\u00a0 melakukan pengelolaan dan pengawasan manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) seperti kesehatan dan keselamatan kerja, kesehatan lingkungan, farmasi, pengelolaan alat kesehatan, pengelolaan utilitas, dan unsur-unsur terkait lainnya sesuai kebutuhan rumah sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Ruang\u00a0lingkup\u00a0tugas\u00a0dan\u00a0tanggung\u00a0jawab\u00a0penanggung\u00a0jawab MFK meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Keselamatan: meliputi bangunan, prasarana,\u00a0 fasilitas,area konstruksi, lahan, dan peralatan rumah sakit tidak menimbulkan bahaya atau risiko bagi pasien, staf, atau\u00a0 pengunjung.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Keamanan: perlindungan dari kehilangan,\u00a0 kerusakan,gangguan, atau akses atau penggunaan yang tidak\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Bahandan limbah berbahaya: Pengelolaan B3 termasuk penggunaan radioaktif serta bahan berbahaya lainnya dikontrol, dan limbah berbahaya dibuang dengan\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Proteksi kebakaran: Melakukan penilaian risiko\u00a0 yang berkelanjutan untuk meningkatkan perlindungan <\/span>seluruh aset, properti dan penghuni dari kebakaran\u00a0dan\u00a0asap.<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Penanganankedaruratan dan bencana: Risiko diidentifikasi dan respons terhadap epidemi, bencana, dan keadaan darurat direncanakan dan efektif, termasuk evaluasi integritas struktural dan non struktural lingkungan pelayanan dan perawatan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Peralatanmedis: Peralatan dipilih, dipelihara, dan digunakan dengan cara yang aman dan benar untuk mengurangi risiko.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Sistemutilitas: Listrik, air, gas medik dan sistem utilitas lainnya dipelihara untuk meminimalkan risiko kegagalan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) Konstruksi dan renovasi: Risiko terhadap pasien, staf,dan pengunjung diidentifikasi dan dinilai selama konstruksi, renovasi, pembongkaran, dan aktivitas pemeliharaan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">i) Pelatihan:Seluruh staf di rumah sakit dan para <em>tenant<\/em>\/penyewa\u00a0lahan\u00a0dilatih\u00a0dan\u00a0memiliki\u00a0pengetahuan\u00a0tentang\u00a0K3,\u00a0termasuk\u00a0penanggulangan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">j) Pengawasanpada para <em>tenant<\/em>\/penyewa\u00a0lahan\u00a0yang\u00a0melakukan kegiatan di dalam area lingkungan rumah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Penanggung jawab MFK menyusun Program Manajemen fasilitas dan keselamatan rumah sakit meliputi a) \u2013 j)\u00a0 setiap tahun. Dalam program tersebut termasuk melakukan pengkajian dan penanganan risiko pada keselamatan, keamanan, pengelolaan B3, proteksi kebakaran, penanganan kedaruratan dan bencana, peralatan medis dan sistim utilitas.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengkajian dan penanganan risiko dimasukkan dalam daftar risiko manajemen fasilitas keselamatan (MFK). Berdasarkan daftar risiko tersebut, dibuat profil risiko MFK yang akan menjadi prioritas dalam pemantauan risiko\u00a0 di fasilitas dan lingkungan rumah sakit. Pengkajian, <\/span><span style=\"color: #000000;\">penanganan dan pemantauan risiko MFK tersebut akan diintegrasikan ke dalam daftar risiko rumah sakit\u00a0 untuk penyusunan program manajemen risiko rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Penanggung jawab MFK melakukan pengawasan\u00a0 terhadap manajemen fasilitas dan keselamatan yang meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pengawasan semua aspek program manajemen fasilitasdan keselamatan seperti pengembangan rencana dan memberikan rekomendasi untuk ruangan, peralatan medis, teknologi, dan sumber daya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pengawasanpelaksanaan program secara konsisten dan berkesinambungan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pelaksanaanedukasi staf;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Pengawasanpelaksanaan pengujian\/testing dan pemantauan program;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Penilaian ulang secara berkala dan merevisi program manajemen risiko fasilitas dan lingkungan jika dibutuhkan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Penyerahan laporan tahunan kepada direktur rumah sakit;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Pengorganisasiandan pengelolaan laporan kejadian\/insiden dan melakukan analisis, dan upaya perbaikan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>6) Elemen <\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>2<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah menetapkan Penanggungjawab MFK yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam melakukan pengelolaan pada fasilitas dan keselamatan di lingkungan rumah sakit.\u00a0<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Regulasi ttg penetapan Penanggungjawab MFK yang memiliki sertifikat K3RS yang dilengkapi dengan ruang lingkup tugas &amp; tanggung jawab meliputi a) sd j)\n<p><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) PenanggungjawabMFK telah menyusun Program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) yang meliputi poin a) \u2013 j) dalam maksud dan tujuan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Regulasi tentang penetapan Program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)\n<p><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Penanggungjawab MFK telah melakukan\u00a0 pengawasandan evaluasi Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) setiap tahunnya meliputi poin a) \u2013 g) dalam maksud dan tujuan serta melakukan penyesuaian program apabila diperlukan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelaksanaan pengawasan dan evaluasi terhadap Manajemen Fasilitas dan Keselamatan, dalam bentuk ceklis<br \/>\nWawancara :<br \/>\n\u2022 Penanggung jawab MFK<br \/>\n\u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<\/p>\n<p><\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Penerapan program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) pada tenant\/penyewa lahan yang berada di lingkungan rumah sakit meliputi poin a) \u2013 e) dalam maksud dan tujuan<\/span>.\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelaksanaan penerapan program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) pada tenant\/penyewa lahan<br \/>\nWawancara :<br \/>\n\u2022 Penanggung jawab MFK<br \/>\n\u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<br \/>\n\u2022 Tenant\/penyewa lahan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>b. Keselamatan<\/strong><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>3<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menerapkan\u00a0Program\u00a0Manajemen\u00a0Fasilitas\u00a0dan\u00a0Keselamatan\u00a0(MFK)\u00a0terkait\u00a0keselamatan\u00a0di\u00a0rumah\u00a0sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>2) Maksud<\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK 3<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Keselamatan\u00a0di\u00a0dalam\u00a0standar\u00a0ini\u00a0adalah\u00a0memberikan\u00a0jaminan bahwa bangunan, prasarana, lingkungan, properti,\u00a0teknologi medis dan informasi, peralatan, dan sistem tidak\u00a0menimbulkan risiko fisik bagi pasien, keluarga, staf, dan\u00a0pengunjung.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Program keselamatan dan Kesehatan kerja staf diintegrasikan dalam Program Manajemen\u00a0 fasilitas dan keselamatan terkait keselamatan sesuai ruang lingkup keselamatan yang telah\u00a0 dijelaskan diatas.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pencegahan dan perencanaan penting untuk menciptakan fasilitas perawatan pasien termasuk area kerja staf yang aman. Perencanaan yang efektif membutuhkan kesadaran rumah sakit terhadap semua risiko yang ada di fasilitas. Tujuannya adalah untuk mencegah kecelakaan dan cedera serta untuk menjaga kondisi yang aman, dan menjamin keselamatan bagi pasien, staf, dan lainnya, seperti keluarga, kontraktor, vendor, relawan, pengunjung,\u00a0 peserta pelatihan, dan peserta didik.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit mengembangkan dan menerapkan program keselamatan serta mendokumentasikan hasil inspeksi fisik yang dilakukan. Penilaian risiko mempertimbangkan tinjauan proses dan evaluasi layanan baru dan\u00a0 terencana yang dapat menimbulkan risiko keselamatan. Penting untuk melibatkan tim multidisiplin saat melakukan inspeksi keselamatan di rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menerapkan proses untuk mengelola dan memantau keselamatan (merupakan bagian dari program Manajemen Fasilitas Keselamatan \/ MFK pada standar MFK 1 yang meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengelolaan risiko keselamatan di lingkungan rumahsakit secara komprehensif<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penyediaanfasilitas\u00a0pendukung\u00a0yang\u00a0aman\u00a0untuk\u00a0mencegah\u00a0kecelakaan\u00a0dan\u00a0cedera,\u00a0penyakit\u00a0akibat\u00a0kerja,\u00a0mengurangi\u00a0bahaya\u00a0dan\u00a0risiko,\u00a0serta\u00a0mempertahankan kondisi aman bagi pasien, keluarga,\u00a0staf,\u00a0dan\u00a0pengunjung;\u00a0dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan fasilitas dan lingkungan (ronde fasilitas)secara\u00a0berkala\u00a0dan\u00a0dilaporkan\u00a0sebagai\u00a0dasar\u00a0perencanaan anggaran untuk perbaikan, penggantian\u00a0atau\u00a0\u201c<em>upgrading<\/em>\u201d.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>3) Elemen <\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>3<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">a) Rumahsakit menerapkan proses pengelolaan keselamatan rumah sakit meliputi poin a) &#8211; c) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelaksanaan pengelolaan keselamatan rumah sakit meliputi:<br \/>\na) Pengelolaan risiko keselamatan di lingkungan rumah sakit<br \/>\nb) Penyediaan fasilitas pendukung yang aman<br \/>\nc) Pemeriksaan fasilitas dan lingkungan (ronde fasilitas) secara berkala Lihat bangunan, prasarana, lingkungan, properti, teknologi medis dan informasi, peralatan, dan sistem<br \/>\n<strong>Wawancara :<\/strong><br \/>\n\u2022 Komite\/tim K3<br \/>\n\u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<\/span><\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">b) Rumahsakit telah mengintegrasikan program Kesehatan dan keselamatan kerja staf ke dalam program manajemen fasilitas dan keselamatan.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Program Kesehatan dan keselamatan kerja integrasi dengan program manajemen fasilitas dan keselamatan<\/span><\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">c) Rumah sakit telah membuat pengkajian risiko secaraproaktif terkait keselamatan di rumah sakit setiap tahun yang didokumentasikan dalam daftar risiko\/<em>risk<\/em><em>\u00a0<\/em><em>register<\/em>.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti dokumen daftar risiko\/risk register terkait keselamatan di rumah sakit Wawancara : \u2022 Komite\/tim K3 \u2022 Komite Mutu \u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">d) Rumahsakit telah melakukan pemantauan risiko keselamatan dan dilaporkan setiap 6 (enam) bulan kepada piminan rumah sakit.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti hasil pemantauan risiko keselamatan dan bukti laporan setiap 6 (enam) bulan kepada pimpinan rumah sakit. Wawancara : \u2022 Pimpinan RS \u2022 Komite\/tim K3 \u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>c. Keamanan<\/strong><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standard <\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>4<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menerapkan\u00a0Program\u00a0Manajemen\u00a0Fasilitas\u00a0dan\u00a0Keselamatan\u00a0(MFK)\u00a0terkait\u00a0keamanan\u00a0di\u00a0rumah\u00a0sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>2) Maksud <\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK 4<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Keamanan adalah perlindungan terhadap properti milik rumah sakit, pasien, staf, keluarga, dan pengunjung\u00a0 dari bahaya kehilangan, kerusakan, atau pengrusakan oleh orang yang tidak berwenang. Contoh kerentanan dan ancaman yang terkait dengan risiko keamanan termasuk kekerasan di tempat kerja, penculikan bayi, pencurian, dan akses tidak terkunci\/tidak aman ke area terlarang di rumah\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">sakit.\u00a0Insiden\u00a0keamanan\u00a0dapat\u00a0disebabkan\u00a0oleh\u00a0individu\u00a0baik\u00a0dari\u00a0luar maupun\u00a0dalam\u00a0rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Area yang berisiko seperti unit gawat darurat, ruangan neonatus\/bayi, ruang operasi, farmasi, ruang rekam medik, ruangan IT harus diamankan dan dipantau. Anak-anak, orang dewasa, lanjut usia, dan pasien rentan yang tidak dapat melindungi diri mereka sendiri atau memberi isyarat untuk bantuan harus dilindungi dari bahaya. Area\u00a0 terpencil atau terisolasi dari fasilitas dan lingkungan misalnya tempat parkir, mungkin memerlukan kamera keamanan (CCTV).<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menerapkan\u00a0proses\u00a0untuk\u00a0mengelola\u00a0dan\u00a0memantau\u00a0keamanan\u00a0(merupakan\u00a0bagian\u00a0dari\u00a0program\u00a0Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) pada standar\u00a0MFK\u00a01\u00a0yang meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Menjamin lingkungan yang aman dengan memberikanidentitas\/tanda pengenal (<em>badge <\/em>nama sementara\u00a0 atau tetap) pada pasien, staf, pekerja kontrak, tenant\/penyewa lahan, keluarga (penunggu pasien), atau pengunjung (pengunjung di luar jam besuk dan tamu rumah sakit) sesuai dengan regulasi rumah sakit;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Melakukan pemeriksaan dan pemantauan keamananfasilitas dan lingkungan secara berkala dan membuat tindak lanjut perbaikan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pemantauanpada daerah berisiko keamanan sesuai penilaian risiko di\u00a0 rumah sakit.\u00a0 Pemantauan dapat dilakukan dengan penempatan petugas keamanan (sekuriti) dan atau memasang kamera sistem CCTV yang dapat dipantau oleh sekuriti;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Melindungi semua individu yang berada di lingkunganrumah sakit terhadap kekerasan, kejahatan dan ancaman; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Menghindariterjadinya kehilangan, kerusakan, atau pengrusakan barang milik pribadi maupun rumah sakit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>3) Elemen<\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>4<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">a) Rumahsakit menerapkan proses pengelolaan keamanan dilingkungan rumah sakit meliputi poin a) s\/d <\/span><span style=\"color: #000000;\">e) padamaksud dan tujuan.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti\u00a0 proses\u00a0 pelaksanaan pengelolaan keamanan dilingkungan rumah sakit meliputi :<br \/>\na) pemberian identitas (badge nama sementara atau tetap) pada pasien, staf, pekerja kontrak, tenant\/penyewa lahan, keluarga (penunggu pasien), atau pengunjung (pengunjung di luar jam besuk dan tamu RS)<br \/>\nb) pemeriksaan &amp; pemantauan keamanan fasilitas &amp; lingk secara berkala<br \/>\nc) Pemantauan dilakukan petugas keamanan (sekuriti) dan atau memasang kamera sistem CCTV d) melindungi semua individu yang berada di lingkungan RS<br \/>\ne) menghindari terjadinya kehilangan, kerusakan, atau pengrusakan barang milik pribadi maupun rumah sakit. <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Lihat pemberian identitas pada pasien, staf, pekerja kontrak, tenant\/ penyewa lahan, keluarga (penunggu pasien), atau pengunjung (pengunjung di luar jam besuk dan tamu RS) <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Lihat CCTV terpasang di area yang ditetapkan berisiko keamanan. <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #800080;\"><span style=\"color: #800080;\"><span style=\"color: #800080;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/tim K3<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian Keamanan<\/span><\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">b) Rumah sakit telah membuat pengkajian risiko secaraproaktif terkait keamanan di rumah sakit setiap tahun yang didokumentasikan dalam daftar risiko\/<em>risk<\/em><em>\u00a0<\/em><em>register<\/em>.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #800080;\"><span style=\"color: #800080;\"><span style=\"color: #800080;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti dokumen daftar risiko\/ risk register terkait keamanan di RS. Wawancara : \u2022 Komite\/tim K3 \u2022 Komite Mutu \u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<\/span><\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">c) Rumah sakit telah membuat pengkajian risiko secaraproaktif terkait keselamatan di rumah\u00a0\u00a0(Daftar risiko\/<em>risk<\/em><em>\u00a0<\/em><em>register<\/em>).<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti daftar risiko\/ risk register terkait keselamatan di RS (lihat juga MFK 3 EP c). <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #800080;\"><span style=\"color: #800080;\"><span style=\"color: #800080;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/tim K3<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite Mutu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<\/span><\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>d) Rumah sakit telah melakukan pemantauan risiko keamanan dan dilaporkan setiap 6 (enam) bulan kepada Direktur rumah sakit.<\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti tentang: <\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">1) pelaksanaan pemantauan risiko keamanan dan <\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">2) laporan setiap 6 (enam) bulan kepada Direktur rumah sakit. <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara : \u2022 Direktur ; \u2022 Komite\/tim K3; \u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>d. Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah <\/strong><strong>B3<\/strong><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>5<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0dan\u00a0menerapkan\u00a0pengelolaan\u00a0Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta limbah B3 sesuai\u00a0dengan\u00a0peraturan\u00a0perundang-undangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>2) Maksud<\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK 5<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit mengidentifikasi, menganalisis dan mengendalikan seluruh bahan berbahaya dan beracun dan limbahnya di rumah sakit sesuai dengan standar\u00a0 keamanan dan peraturan perundang-undangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit melakukan identifikasi menyeluruh untuk semua area di mana bahan berbahaya berada dan harus mencakup informasi tentang jenis setiap bahan berbahaya yang disimpan, jumlah (misalnya, perkiraan atau rata-rata) dan lokasinya di rumah sakit. Dokumentasi ini juga harus membahas jumlah maksimum yang diperbolehkan\u00a0 untuk menyimpan bahan berbahaya di area kerja (<em>maximum<\/em><em>\u00a0<\/em><em>quantity<\/em><em>\u00a0<\/em><em>on<\/em><em>\u00a0<\/em><em>hand<\/em>). Misalnya, jika bahan sangat mudah terbakar atau beracun, ada batasan jumlah bahan\u00a0 yang dapat disimpan di area kerja. Inventarisasi bahan berbahaya dibuat dan diperbarui, setiap tahun, untuk memantau perubahan bahan berbahaya yang digunakan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">dan\u00a0disimpan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kategori\u00a0Bahan\u00a0Berbahaya\u00a0dan\u00a0Beracun\u00a0(B3)\u00a0sesuai\u00a0WHO\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Infeksius;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Patologisdan anatomi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Farmasi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Bahankimia;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Logamberat;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Kontainerbertekanan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Benda tajam;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) Genotoksik\/sitotoksik;dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">i) Radioaktif.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Proses\u00a0pengelolaan\u00a0bahan\u00a0berbahaya\u00a0beracun\u00a0dan\u00a0limbahnya di rumah sakit (merupakan bagian dari program\u00a0Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) pada standar\u00a0MFK 1\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Inventarisasi B3 serta limbahnya yang meliputi jenis,jumlah, simbol dan lokasi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Penanganan, penyimpanan, dan penggunaan B3 sertalimbahnya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Penggunaanalat pelindung diri (APD) dan prosedur penggunaan, prosedur bila terjadi tumpahan, atau paparan\/pajanan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Pelatihan yang dibutuhkan oleh staf yang menanganiB3;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Pemberianlabel\/rambu-rambu yang tepat pada B3 serta limbahnya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Pelaporandan investigasi dari tumpahan, eksposur (terpapar), dan insiden lainnya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Dokumentasi, termasuk izin, lisensi, atau persyaratanperaturan lainnya; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) Pengadaan\/pembelianB3 dan pemasok (supplier) wajib melampirkan Lembar Data\u00a0\u00a0Informasi yang tercantum di lembar data keselamatan diedukasi kepada staf rumah sakit, terutama kepada staf terdapat penyimpanan B3 di unitnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Informasi mengenai prosedur penanganan bahan berbahaya\u00a0dan limbah dengan cara yang aman harus segera tersedia\u00a0setiap\u00a0saat\u00a0termasuk\u00a0prosedur\u00a0penanganan\u00a0tumpahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika\u00a0terjadi\u00a0tumpahan\u00a0bahan\u00a0berbahaya,\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0memiliki\u00a0prosedur\u00a0untuk\u00a0menanggapi\u00a0dan\u00a0mengelola\u00a0tumpahan\u00a0dan\u00a0paparan\u00a0yang\u00a0termasuk\u00a0menyediakan\u00a0kit\u00a0tumpahan untuk jenis dan ukuran potensi tumpahan serta\u00a0proses\u00a0pelaporan\u00a0tumpahan\u00a0dan\u00a0paparan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menerapkan\u00a0prosedur\u00a0untuk\u00a0menanggapi\u00a0paparan bahan berbahaya, termasuk pertolongan pertama\u00a0seperti akses ke tempat pencuci mata (<em>eye washer<\/em>)\u00a0 mungkin diperlukan untuk pembilasan segera dan terus menerus untuk mencegah atau meminimalkan cedera. Rumah sakit harus melakukan penilaian risiko untuk mengidentifikasi di mana saja lokasi pencuci mata diperlukan, dengan mempertimbangkan sifat fisik bahan kimia berbahaya yang digunakan, bagaimana bahan kimia ini digunakan oleh staf untuk melakukan aktivitas kerja mereka, dan penggunaan peralatan pelindung diri oleh staf. Alternatif untuk lokasi pencuci mata sesuai pada jenis risiko dan potensi eksposur. Rumah sakit harus memastikan pemeliharaan pencuci mata yang tepat, termasuk pembersihan mingguan dan pemeliharaan preventif.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>3) Elemen<\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>5<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit telah melaksanakan proses pengelolaanB3 meliputi poin a) \u2013 h) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti proses pengelolaan B3 meliputi:<br \/>\na) Inventarisasi B3 serta limbahnya yang meliputi jenis, jumlah, simbol dan lokasi;<br \/>\nb) Penanganan, penyimpanan, dan penggunaan B3 serta limbahnya;<br \/>\nc) Penggunaan alat pelindung diri (APD) dan prosedur penggunaan, prosedur bila terjadi tumpahan, atau paparan\/pajanan;<br \/>\nd) Pelatihan yang dibutuhkan oleh staf yang menangani B3;<br \/>\ne) Pemberian label\/rambu-rambu yang tepat pada B3 serta limbahnya;<br \/>\nf) Pelaporan dan investigasi dari tumpahan, eksposur (terpapar), dan insiden lainnya; g) Dokumentasi, termasuk izin, lisensi, atau persyaratan peraturan lainnya; dan<br \/>\nh) Pengadaan\/pembelian B3 dan pemasok (supplier) wajib melampirkan Lembar Data Keselamatan. <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Lihat tempat penyimpanan B3, label dan lembar data keamanan. <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<br \/>\n&#8211; Komite\/tim K3<br \/>\n&#8211; Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">&#8211; Kepala Farmasi\/Kepala Laboratorium<br \/>\n&#8211; Kepala unit kerja terkait<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">b) Rumah sakit telah membuat pengkajian risiko secaraproaktif terkait pengelolaan B3 di rumah sakit setiap tahun yang didokumentasikan dalam daftar risiko\/<em>risk<\/em><em> register.<\/em><\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti daftar risiko\/ risk register terkait pengelolaan B3 (termasuk limbah B-3). <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara : <\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/tim K3 <\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite Mutu <\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS.<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">c) Di area tertentu yang rawan terhadap pajanan\u00a0 telahdilengkapi dengan <em>eye<\/em><em>\u00a0<\/em><em>washer \/ body<\/em><em>\u00a0<\/em><em>washer<\/em><em>\u00a0<\/em>yang berfungsi dan terpelihara baik dan tersedia kit tumpahan \/ <em>spill<\/em><em>\u00a0<\/em><em>kit<\/em><em>\u00a0<\/em>sesuai ketentuan.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">1) Lihat eye washer\/body washer<br \/>\n2) kit tumpahan\/spill kit<br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<br \/>\n\u2022 Komite\/tim K3<br \/>\n\u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<br \/>\n\u2022 Kepala unit kerja terkait<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>d) Staf dapat menjelaskan dan atau memperagakan penanganan tumpahan B3.<\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Peragaan penanganan tumpahan B3.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Kepala unit kerja terkait<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Staf RS<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">e) Staf dapat menjelaskan dan atau memperagakan tindakan, kewaspadaan, prosedur dan partisipasi dalam penyimpanan, penanganan dan pembuangan limbah B3.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Staf RS dapat menjelaskan dan atau memperagakan tindakan, <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">kewaspadaan,\u00a0 prosedur dan partisipasi dalam penyimpanan, penanganan dan <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">pembuangan limbah B3<\/span>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>4) Standar <\/strong><strong>MFK<\/strong><strong> 5.<\/strong><strong>1<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit mempunyai sistem pengelolaan limbah B3\u00a0 cair dan padat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>5) Maksud <\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong> 5.<\/strong><strong>1<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit juga menetapkan jenis limbah berbahaya\u00a0 yang dihasilkan oleh rumah sakit dan mengidentifikasi pembuangannya (misalnya, kantong\/tempat sampah yang diberi kode warna dan diberi label).<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Sistem penyimpanan dan pengelolaan limbah B3 mengikuti\u00a0ketentuan\u00a0peraturan\u00a0perundangan-undangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk pembuangan sementara limbah B-3, rumah sakit agar memenuhi persyaratan fasilitas pembuangan sementara limbah B-3 sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Lantai kedap (<em>impermeable<\/em>),\u00a0berlantai\u00a0beton\u00a0atau\u00a0semen dengan sistem drainase yang baik, serta mudah\u00a0dibersihkan\u00a0dan\u00a0dilakukan\u00a0desinfeksi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Tersedia sumber air atau kran air untuk pembersihan yang dilengkapi dengan sabun cair;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Mudah diakses untuk penyimpanan limbah;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Dapat dikunci untuk menghindari akses oleh pihak yang tidak berkepentingan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Mudah diakses oleh kendaraan yang akan mengumpulkan atau mengangkut limbah;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Terlindungi dari sinar matahari, hujan, angin kencang,banjir, dan faktor lain yang berpotensi menimbulkan kecelakaan atau bencana kerja;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Terlindung dari hewan: kucing, serangga, burung, danlain-lainnya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) Dilengkapi dengan ventilasi dan pencahayaan yang baik serta memadai;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">i) Berjarak jauh dari tempat penyimpanan atau penyiapan makanan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peralatan pembersihan, alat pelindung diri\/APD (antara lain masker, sarung tangan, penutup kepala,\u00a0<em>goggle<\/em>,\u00a0sepatu\u00a0boot,\u00a0serta\u00a0pakaian\u00a0pelindung)\u00a0dan\u00a0wadah atau kantong limbah harus diletakkan sedekat-\u00a0dekatnya\u00a0dengan\u00a0lokasi\u00a0fasilitas\u00a0penyimpanan;\u00a0dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dinding,lantai, dan juga langit &#8211; langit fasilitas penyimpanan senantiasa dalam keadaan bersih termasuk pembersihan lantai setiap hari.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk limbah berwujud cair dapat dilakukan di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dari fasilitas pelayanan kesehatan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Tujuan\u00a0pengolahan\u00a0limbah\u00a0medis\u00a0adalah\u00a0mengubah\u00a0karakteristik\u00a0biologis\u00a0dan\/atau\u00a0kimia\u00a0limbah\u00a0sehingga\u00a0potensi bahayanya terhadap manusia berkurang atau tidak\u00a0ada.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Bila rumah sakit mengolah limbah B-3 sendiri maka wajib mempunyai izin mengolah limbah B-3. Namun, bila pengolahan B-3 dilaksanakan oleh pihak ketiga maka pihak ketiga tersebut wajib mempunyai izin sebagai pengolah B-3. Pengangkut\/transporter dan pengolah limbah B3 dapat dilakukan oleh institusi yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>6) Elemen <\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong> 5.<\/strong><strong>1<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">a) Rumahsakit melakukan penyimpanan limbah B3 sesuai poin a) \u2013 k) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Lihat penyimpanan limbah B3<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara:<br \/>\n\u2022 Penanggung jawab sanitasi RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Petugas pelaksana IPAL<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">b) Rumah sakit mengolah limbah B3 padat secara mandiri atau menggunakan pihak ketiga yang berizin termasuk untuk pemusnahan limbah B3 cair yang tidak bisa dibuang ke IPAL.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">1) Bukti pengelolaan limbah B3 padat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">2) Bukti ijin pengelolaan B3 atau kerja sama <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">dengan pihak ketiga yang berijin<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">Lihat incinerator RS, bila RS mengolah limbah B-3 <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">sendiri.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<br \/>\n\u2022 Penanggung jawab sanitasi RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Staf RS terkait<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Rumah sakit mengelola limbah B3 cair sesuai peraturan perundang-undangan.<\/strong>\u00a0<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti ijin IPAL\/IPLC masih berlaku<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Lihat IPAL RS<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Penanggung jawab sanitasi RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Petugas pelaksana IPAL<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>e. Proteksi <\/strong><strong>Kebakaran<\/strong><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>7) Standar <\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>6<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menerapkan proses untuk pencegahan, penanggulangan bahaya kebakaran dan penyediaan\u00a0 sarana jalan keluar yang aman dari fasilitas sebagai respons terhadap kebakaran dan keadaan darurat lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>8) Maksud<\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK 6<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0harus\u00a0waspada\u00a0terhadap\u00a0risiko\u00a0kebakaran,\u00a0karena kebakaran merupakan risiko yang selalu ada dalam\u00a0lingkungan perawatan dan pelayanan kesehatan sehingga\u00a0setiap rumah sakit perlu memastikan agar semua yang ada\u00a0di rumah sakit aman dan selamat apabila terjadi kebakaran\u00a0termasuk\u00a0bahaya\u00a0dari\u00a0asap.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Proteksi kebakaran juga termasuk keadaan darurat\u00a0 non- kebakaran misalnya kebocoran gas beracun yang dapat mengancam sehingga perlu dievakuasi. Rumah sakit perlu melakukan penilaian terus menerus untuk memenuhi regulasi keamanan dan proteksi kebakaran sehingga secara efektif dapat mengidentifikasi, analisis, pengendalian risiko sehingga dapat dan meminimalkan risiko. Pengkajian risiko kebakaran <em>Fire Safety Risk Assessment <\/em>(FSRA) merupakan\u00a0salah\u00a0satu\u00a0upaya\u00a0untuk\u00a0menilai\u00a0risiko\u00a0keselamatan\u00a0kebakaran.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0melakukan\u00a0pengkajian\u00a0risiko\u00a0kebakaran\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pemisah \/ kompartemen bangunan untuk mengisolasi asap\/api.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><em>b) Laundry<\/em>\/binatu, ruang linen, area berbahayatermasuk ruang di atas plafon.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Tempat pengelolaan sampah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Pintukeluar darurat kebakaran (<em>emergency<\/em><em>\u00a0<\/em><em>exit).<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Dapurtermasuk peralatan memasak penghasil minyak.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Sistemdan peralatan listrik darurat\/alternatif serta jalur kabel dan instalasi listrik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Penyimpanan dan penanganan bahan yang\u00a0 berpotensi mudah terbakar (misalnya, h) cairan dan gas mudah terbakar, gas medis yang mengoksidasi seperti oksigen dan dinitrogen oksida), ruang penyimpanan oksigen dan komponennya dan vakum medis.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) Prosedur dan tindakan untuk mencegah dan mengelola kebakaran akibat pembedahan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">i) Bahaya kebakaran terkait dengan proyek konstruksi,renovasi, atau pembongkaran.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan\u00a0hasil\u00a0pengkajian\u00a0risiko\u00a0kebakaran,\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0menerapkan\u00a0proses\u00a0proteksi\u00a0kebakaran\u00a0(yang\u00a0merupakan bagian dari Manajemen Fasilitas dan Keamanan\u00a0(MFK)\u00a0pada\u00a0standar MFK 1\u00a0untuk:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pencegahan kebakaran melalui pengurangan risiko seperti penyimpanan dan penanganan bahan-bahan mudah terbakar secara aman, termasuk gas-gas medis yang mudah terbakar seperti oksigen, penggunaan bahan yang <em>non combustible<\/em>, bahan yang <em>waterbase<\/em><em>\u00a0<\/em>dan\u00a0lainnya\u00a0yang dapat\u00a0mengurangi potensi\u00a0bahaya\u00a0kebakaran;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pengendalian potensi bahaya dan risiko kebakaran yang terkait dengan konstruksi apapun di atau yang berdekatan dengan bangunan yang ditempati pasien;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Penyediaan rambu dan jalan keluar (evakuasi) yang aman serta tidak terhalang apabila terjadi kebakaran;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Penyediaan sistem peringatan dini secara pasif meliputi, detektor asap (<em>smoke<\/em><em>\u00a0<\/em><em>detector<\/em>),\u00a0detektor\u00a0panas\u00a0(<em>heat<\/em><em>\u00a0<\/em><em>detector),<\/em><em>\u00a0<\/em>alarm\u00a0kebakaran,\u00a0dan\u00a0lain-\u00a0lainnya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Penyediaanfasilitas pemadaman api secara aktif meliputi APAR, hidran, sistem sprinkler, dan lain- lainnya; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Sistem pemisahan (pengisolasian) dan kompartemenisasi pengendalian api dan asap.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Risiko dapat mencakup peralatan, sistem, atau fitur\u00a0 lain untuk proteksi kebakaran yang rusak, terhalang, tidak berfungsi, atau perlu disingkirkan. Risiko juga dapat diidentifikasi dari proyek konstruksi, kondisi penyimpanan yang berbahaya, kerusakan peralatan dan sistem, atau pemeliharaan yang diperlukan yang berdampak pada sistem keselamatan kebakaran.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0harus\u00a0memastikan\u00a0bahwa\u00a0semua\u00a0yang\u00a0di\u00a0dalam faslitas dan lingkungannya tetap aman jika terjadi\u00a0kebakaran,\u00a0asap,\u00a0dan\u00a0keadaan\u00a0darurat\u00a0non-kebakaran.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Struktur dan desain fasilitas perawatan kesehatan\u00a0 dapat membantu mencegah, mendeteksi, dan memadamkan kebakaran serta menyediakan jalan keluar yang aman dari fasilitas tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>9) Elemen <\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>6<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>a) Rumah sakit telah melakukan pengkajian risiko kebakaran secara proaktif meliputi poin a) \u2013 i) dalam maksud dan tujuan setiap tahun yang didokumentasikan dalam daftar risiko\/<em>risk<\/em><\/strong><em><strong> register.<\/strong>\u00a0<\/em><\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti daftar risiko\/ risk register terkait kebakaran<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<br \/>\n\u2022 Komite\/tim K3<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite Mutu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Tim penanggulangan bencana RS<\/span><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">b) Rumah sakit telah menerapkan proses proteksi kebakaran yang meliputi poin a) \u2013 f) pada maksud dan tujuan.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Lihat pelaksanaan proses proteksi kebakaran :<br \/>\na) penyimpanan &amp; penanganan bahan-2 mudah terbakar secara aman, termasuk gas-2 medis<br \/>\nyang mudah terbakar<br \/>\nb) Pengendalian potensi bahaya dan risiko kebakaran yang terkait dengan konstruksi apapun di<br \/>\natau yang berdekatan dengan bangunan yang ditempati pasien;<br \/>\nc) Penyediaan rambu dan jalan keluar (evakuasi) yang aman<br \/>\nd) Penyediaan sistem peringatan dini secara pasif meliputi, detektor asap (smoke detector),<br \/>\ndetektor panas (heat detector), alarm kebakaran, dan lain-lainnya;<br \/>\ne) Penyediaan fasilitas pemadaman api secara aktif ? APAR, hidran, sistem sprinkler, dll<br \/>\nf) Sistem pemisahan (pengisolasian) &amp; kompartemenisasi pengendalian api &amp; asap.<br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara:<br \/>\n\u2022 Komite\/tim K3<br \/>\n\u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<br \/>\n\u2022 Tim penaggulangan bencana RS<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">c) Rumah sakit menetapkan kebijakan dan melakukanpemantauan larangan merokok di seluruh area rumah sakit.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Regulasi tentang larangan merokok di seluruh area rumah sakit dan pemantauannya.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">d) Rumah sakit telah melakukan pengkajian risiko proteksi kebakaran.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pengkajian risiko proteksi kebakaran<br \/>\n\u2022 Komite\/tim K3<br \/>\n\u2022 Komite Mutu<br \/>\n\u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Rumah sakit memastikan semua staf memahami proses proteksi kebakaran termasuk melakukan pelatihan penggunaan APAR, hidran dan simulasi kebakaran setiap tahun.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelatihan dan simulasi semua staf tentang proteksi <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">kebakaran, penggunaan APAR dan hidran. Dokumen <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">meliputi TOR, undangan, daftar hadir, materi, laporan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">evaluasi, sertifikat <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">Simulasi code red<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<br \/>\n\u2022 Komite\/tim K3<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Tim penanggulangan bencana RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Staf unit terkait<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Peralatan pemadaman kebakaran aktif dan sistem peringatan dini serta proteksi kebakaran secara pasif telah diinventarisasi, diperiksa, di ujicoba dan dipelihara sesuai dengan peraturan perundang- undangan dan didokumentasikan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti peralatan pemadaman kebakaran aktif dan <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">sistem peringatan dini serta proteksi kebakaran <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">secara pasif telah dilakukan:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">1) Inventarisasi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">2) pemeriksaan berkala<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">3) ujicoba<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">4) pemeliharaan berkala<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara:<br \/>\n\u2022 Komite\/tim K3<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Tim penaggulangan bencana RS<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>f. Peralatan <\/strong><strong>Medis<\/strong><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>7<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menetapkan\u00a0dan\u00a0menerapkan\u00a0proses\u00a0pengelolaan\u00a0peralatan\u00a0medik.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>2) Maksud <\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK 7.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk\u00a0menjamin\u00a0peralatan\u00a0medis\u00a0dapat\u00a0digunakan\u00a0dan\u00a0layak\u00a0pakai\u00a0maka\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0perlu\u00a0melakukan\u00a0pengelolaan\u00a0peralatan\u00a0medis\u00a0dengan\u00a0baik\u00a0dan\u00a0sesuai\u00a0standar\u00a0serta\u00a0peraturan\u00a0perundangan\u00a0yang\u00a0berlaku.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Proses pengelolaan peralatan medis (yang merupakan bagian dari progam Manajemen Fasilitas dan\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Keselamatan\/MFK\u00a0pada\u00a0standar\u00a0MFK\u00a01\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Identifikasidan penilaian kebutuhan alat medik dan uji fungsi sesuai ketentuan penerimaan alat medik baru.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Inventarisasiseluruh peralatan medis yang dimiliki oleh rumah sakit dan peralatan medis kerja sama operasional (KSO) milik pihak ketiga; serta peralatan medik yang dimiliki oleh staf rumah sakit jika ada Inspeksi peralatan medis sebelum digunakan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pemeriksaanperalatan medis sesuai dengan penggunaan dan ketentuan pabrik secara berkala.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Pengujian yang dilakukan terhadap alat medis untukmemperoleh kepastian tidak adanya bahaya yang ditimbulkan sebagai akibat penggunaan alat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Rumah sakit melakukan pemeliharaan preventif dankalibrasi, dan seluruh prosesnya di dokumentasikan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah Sakit menetapkan staf yang kompeten untuk melaksanakan kegiatan ini. Hasil pemeriksaan (inspeksi), uji fungsi, dan pemeliharaan serta kalibrasi didokumentasikan. Hal ini menjadi dasar untuk menyusun perencanaan dan pengajuan anggaran untuk\u00a0 penggantian, perbaikan, peningkatan (<em>upgrade<\/em>),\u00a0dan\u00a0perubahan\u00a0lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit memiliki sistem untuk memantau dan bertindak atas pemberitahuan bahaya peralatan medis, penarikan kembali, insiden yang dapat dilaporkan, masalah, dan kegagalan yang dikirimkan oleh produsen, pemasok, atau badan pengatur. Rumah sakit harus mengidentifikasi dan mematuhi hukum dan peraturan\u00a0 yang berkaitan dengan pelaporan insiden terkait peralatan medis. Rumah sakit melakukan analisis akar masalah dalam menanggapi setiap kejadian sentinel.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0mempunyai\u00a0proses\u00a0identifikasi,\u00a0penarikan\u00a0(<em>recall<\/em>) dan pengembalian, atau pemusnahan produk\u00a0 dan peralatan medis yang ditarik kembali oleh pabrik atau pemasok. Ada kebijakan atau prosedur yang mengatur penggunaan setiap produk atau peralatan yang ditarik kembali (<em>under recall<\/em>).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>3) Elemen <\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>7<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumahsakit telah menerapkan proses pengelolaan peralatan medik yang digunakan di rumah sakit meliputi poin a) &#8211; e) pada maksud dan tujuan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti penerapan proses pengelolaan peralatan <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">medik meliputi:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">a) Identifikasi dan penilaian kebutuhan alat medik <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">dan uji fungsi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">b) Bukti Inventarisasi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">c) Bukti pemeriksaan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">d) Bukti pengujian<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">e) Bukti pemeliharaan preventif dan kalibrasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara:<br \/>\n\u2022 Bagian Umum\/ Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Penanggung jawab peralatan medik<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Operator peralatan medik<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Kepala unit pelayanan<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumah sakit menetapkan penanggung jawab yang kompeten dalam pengelolaan dan pengawasan peralatan medik di rumah sakit.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Regulasi tentang penetapan penanggung jawab pengelolaan dan pengawasan peralatan medik<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Rumahsakit telah melakukan pengkajian risiko peralatan medik secara proaktif setiap tahun yang didokumentasikan dalam daftar risiko\/<em>risk<\/em><em>\u00a0<\/em><em>register<\/em>.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti daftar risiko\/ risk register peralatan medik setiap tahun<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara:<br \/>\n\u2022 Komite\/tim K3<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite Mutu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/ Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Penanggung jawab peralatan medik<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>d) Terdapat bukti perbaikan yang dilakukan oleh pihak yang berwenang dan\u00a0 kompeten<\/strong>.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelaksanaan perbaikan peralatan medik yang dilakukan oleh pihak yang\u00a0 berwenang dan kompeten<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Penanggung jawab peralatan medik<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Operator peralatan medik<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Kepala unit pelayanan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Kepala Bagian Umum \/ Kepala IPSRS<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">e) Rumahsakit telah menerapkan pemantauan, pemberitahuan kerusakan (malfungsi) dan penarikan (recall) peralatan medis yang membahayakan pasien.<\/span><\/strong>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelaksanaan pemantauan, pemberitahuan kerusakan <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">(malfungsi) dan penarikan (recall) peralatan medis yang <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">membahayakan pasien<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Penanggung jawab peralatan medik<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Operator peralatan medik<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Kepala unit pelayanan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Kepala Bagian Umum \/ Kepala IPSRS<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Rumah sakit telah melaporkan insiden keselamatan pasien terkait peralatan medis sesuai dengan peraturan perundang-undangan.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti laporan insiden keselamatan pasien terkait peralatan medis<\/span><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara:<br \/>\n\u2022 Komite\/tim K3<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite Mutu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/ Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Penanggung jawab peralatan medik<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Operator peralatan medik<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Kepala unit pelayanan<\/span><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>g. Sistem <\/strong><strong>Utilitas<\/strong><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>8<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menetapkan dan melaksanakan proses\u00a0 untuk memastikan semua sistem utilitas (sistem pendukung) berfungsi efisien dan efektif yang meliputi pemeriksaan, pemeliharaan, dan perbaikan sistem utilitas.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>2) Maksud <\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>8<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Definisi utilitas adalah sistem dan peralatan untuk mendukung layanan penting bagi keselamatan pasien. Sistem utilitas disebut juga sistem penunjang yang mencakup jaringan listrik, air, ventilasi dan aliran udara, gas medik dan uap panas. Sistem utilitas yang\u00a0 berfungsi efektif akan menunjang lingkungan asuhan pasien yang aman. Selain sistim utilitas perlu juga dilakukan pengelolaan komponen kritikal terhadap listrik, air dan gas medis misalnya perpipaan, saklar, <em>relay<\/em>\/penyambung, dan\u00a0lain-lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Asuhan pasien rutin dan darurat berjalan selama 24\u00a0 jam terus menerus, setiap hari, dalam waktu 7 (tujuh) hari\u00a0 <\/span><span style=\"color: #000000;\">dalam seminggu. Jadi, kesinambungan fungsi utilitas merupakan hal esensial untuk memenuhi\u00a0 kebutuhan pasien. Termasuk listrik dan air harus tersedia selama 24 jam terus menerus, setiap hari, dalam waktu 7 (tujuh) hari dalam seminggu.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengelolaan sistim utilitas yang baik dapat mengurangi potensi risiko pada pasien maupun staf. Sebagai\u00a0 contoh, kontaminasi berasal dari sampah di area persiapan makanan, kurangnya ventilasi di laboratorium klinik, tabung oksigen yang disimpan tidak terjaga dengan baik, kabel listrik bergelantungan, serta dapat menimbulkan bahaya. Untuk menghindari kejadian ini maka rumah sakit harus melakukan pemeriksaan berkala dan pemeliharan preventif.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit perlu menerapkan proses pengelolaan sistem\u00a0utilitas dan komponen kritikal (yang merupakan bagian dari\u00a0progam Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) pada\u00a0standar\u00a0MFK 1\u00a0sekurang-\u00a0kurangnya\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ketersediaan air dan listrik 24 jam setiap hari dan\u00a0 dalam waktu 7 (tujuh) hari\u00a0 dalam seminggu secara terus menerus;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Membuatdaftar inventaris komponen &#8211; komponen sistem utilitas, memetakan pendistribusiannya, dan melakukan update secara berkala;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan,pemeliharaan, serta\u00a0 perbaikan semua komponen utilitas yang ada di daftar inventaris;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jadwalpemeriksaan, uji fungsi, dan pemeliharaan semua sistem utilitas berdasar atas kriteria seperti rekomendasi dari pabrik, tingkat risiko, dan pengalaman rumah sakit; dan\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pelabelan pada tuas-tuas kontrol sistem utilitas untukmembantu\u00a0pemadaman\u00a0darurat\u00a0secara\u00a0keseluruhan\u00a0atau\u00a0sebagian saat\u00a0terjadi kebakaran.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>3) Elemen <\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>8<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit telah menerapkan proses pengelolaan sistem utilitas yang meliputi poin a) &#8211; e) dalam maksud dan tujuan.\u00a0<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti penerapan proses pengelolaan sistem utilitas yang meliputi:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">a) ketersediaan air dan listrik 24 jam setiap hari dan dalam <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">waktu 7 (tujuh) hari dalam seminggu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">b) daftar inventaris sistem utilitas<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">c) pemeriksaan, pemeliharaan, serta perbaikan sistem <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">utilitas<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">d) jadwal pemeriksaan, uji fungsi, dan pemeliharaan <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">semua sistem utilitas<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">e) pelabelan pada tuas-tuas kontrol sistem utilitas<\/span><\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<\/span><\/strong><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Lihat ketersediaan air , listrik 24 jam<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Lihat pelabelan pada tuas tuas kontrol<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit telah melakukan pengkajian risiko\u00a0 sistimutilitas dan komponen kritikalnya secara proaktif setiap tahun yang didokumentasikan dalam daftar risiko\/<em>risk<\/em><em> register.<\/em><\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pengkajian risiko sistim utilitas dan komponen <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">kritikalnya secara proaktif<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite Mutu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>4) Standar <\/strong><strong>MFK<\/strong><strong> 8.<\/strong><strong>1<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Dilakukan\u00a0pemeriksaan,\u00a0pemeliharaan,\u00a0dan\u00a0perbaikan\u00a0sistem\u00a0utilitas.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>5) Maksud<\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong> 8.<\/strong><strong>1<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit harus mempunyai daftar inventaris lengkap sistem utilitas dan menentukan komponen yang\u00a0 berdampak pada bantuan hidup, pengendalian infeksi, pendukung lingkungan, dan komunikasi. Proses menajemen utilitas menetapkan pemeliharaan utilitas untuk memastikan utilitas pokok\/penting seperti air, listrik, sampah, ventilasi, gas medik, lift agar dijaga, diperiksa berkala, dipelihara, dan diperbaiki.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>6) Elemen <\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong> 8.<\/strong><strong>1<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menerapkan proses inventarisasi\u00a0 sistimutilitas dan komponen kritikalnya setiap tahun.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Daftar inventarisasi sistem utilitas dan komponen <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">kritikalnya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<br \/>\n\u2022 Komite\/Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sistem utilitas dan komponen kritikalnya telah diinspeksi secara berkala berdasarkan ketentuan rumah sakit.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelaksanaan inspeksi sistem utilitas dan komponen kritikalnya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<br \/>\n\u2022 Komite\/Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sistem utilitas dan komponen kritikalnya diuji\u00a0 secaraberkala berdasar atas kriteria yang sudah ditetapkan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelaksanaan pengujian sistem utilitas dan komponen kritikalnya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sistem utilitas dan komponen kritikalnya dipelihara berdasar atas kriteria yang sudah ditetapkan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelaksanaan pemeliharaan sistem utilitas dan komponen kritikalnya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara:<br \/>\n\u2022 Komite\/Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sistem utilitas dan komponen kritikalnya diperbaiki bila diperlukan.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelaksanaan perbaikan sistem <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">utilitas dan komponen kritikalnya<\/span><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara:<br \/>\n\u2022 Komite\/Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><b><\/b><span style=\"color: #000000;\"><strong>7) Standar <\/strong><strong>MFK<\/strong><strong> 8.<\/strong><strong>2<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Sistem utilitas rumah sakit menjamin tersedianya air bersih dan listrik sepanjang waktu serta menyediakan sumber cadangan\/alternatif persediaan air dan tenaga listrik jika terjadi terputusnya sistem, kontaminasi, atau kegagalan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>8) Maksud <\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong> 8.<\/strong><strong>2<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pelayanan pasien dilakukan selama 24 jam terus menerus, setiap hari dalam seminggu di\u00a0 rumah sakit. Rumah sakit mempunyai kebutuhan sistem utilitas yang berbeda-beda <\/span><span style=\"color: #000000;\">bergantung pada misi rumah sakit, kebutuhan pasien, dan sumber daya. Walaupun begitu, pasokan sumber air bersih dan listrik terus menerus sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pasien. Rumah sakit harus melindungi\u00a0 pasien dan staf dalam keadaan darurat seperti jika terjadi kegagalan sistem, pemutusan, dan kontaminasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Sistem tenaga listrik darurat dibutuhkan oleh semua rumah sakit yang ingin memberikan asuhan kepada pasien tanpa putus dalam keadaan darurat. Sistem darurat ini memberikan cukup tenaga listrik untuk\u00a0 mempertahankan fungsi yang esensial dalam keadaan darurat dan juga menurunkan risiko terkait terjadi kegagalan. Tenaga listrik cadangan dan darurat harus dites sesuai dengan rencana yang dapat membuktikan beban tenaga listrik memang seperti yang dibutuhkan. Perbaikan dilakukan jika dibutuhkan seperti menambah kapasitas listrik di area dengan peralatan baru.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Mutu air dapat berubah mendadak karena banyak sebab,\u00a0tetapi sebagian besar karena terjadi di luar rumah sakit\u00a0seperti ada kebocoran di jalur suplai ke rumah sakit. Jika\u00a0terjadi suplai air ke rumah sakit terputus maka persediaan\u00a0air\u00a0bersih\u00a0darurat\u00a0harus\u00a0tersedia\u00a0segera.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk mempersiapkan diri terhadap keadaan darurat seperti ini, rumah sakit\u00a0 agar mempunyai proses meliputi:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengidentifikasi peralatan, sistem, serta area yang memiliki risiko paling tinggi terhadap pasien dan staf (sebagai contoh, rumah sakit mengidentifikasi area yang membutuhkan penerangan, pendinginan (lemari es), bantuan hidup\/ventilator, serta air bersih untuk membersihkan dan sterilisasi alat);<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menyediakan air bersih dan listrik 24 jam setiap haridan\u00a07\u00a0(tujuh)\u00a0hari\u00a0seminggu;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menguji ketersediaan serta kehandalan sumber\u00a0 tenagalistrik dan air bersih darurat \/pengganti\/ <em>back-up<\/em>;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mendokumentasikan hasil-hasil pengujian;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memastikanbahwa pengujian sumber cadangan\/alternatif air bersih dan listrik dilakukan setidaknya setiap 6 (enam) bulan atau lebih sering jika dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan di daerah, rekomendasi produsen, atau kondisi\u00a0 sumber listrik dan air. Kondisi sumber listrik dan air yang mungkin dapat meningkatkan frekuensi pengujian mencakup:<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">1] Perbaikan sistem air bersih yang terjadi berulang-ulang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">2] Sumber air bersih sering terkontaminasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">3] Jaringan listrik yang tidak dapat diandalkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">4] Pemadaman listrik yang tidak terduga dan berulang-ulang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>9) Elemen<\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong> 8.<\/strong><strong>2<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumahsakit mempunyai proses sistem utilitas terhadap keadaan darurat yang meliputi poin a) sampai dengan -c) pada maksud dan tujuan.\u00a0<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Regulasi tentang persiapan keadaan darurat meliputi :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">a) mengidentifikasi peralatan, sistem, serta area yang memiliki risiko<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">paling tinggi terhadap pasien dan staf (sebagai contoh, rumah sakit<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">mengidentifikasi area yang membutuhkan penerangan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">pendinginan (lemari es), bantuan hidup\/ventilator, serta air bersih<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">untuk membersihkan dan sterilisasi alat);<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">b) menyediakan air bersih dan listrik 24 jam setiap hari dan 7 (tujuh) hari<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">seminggu;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">c) menguji ketersediaan serta kehandalan sumber tenaga listrik dan air<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">bersih darurat\/pengganti\/ back-up;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">d) mendokumentasikan hasil-hasil pengujian;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">e) memastikan bahwa pengujian sumber cadangan\/alternatif air bersih<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">dan listrik dilakukan setidaknya setiap 6 (enam) bulan atau lebih<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">sering jika dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan di<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">daerah, rekomendasi produsen, atau kondisi sumber listrik dan air,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">yang meliputi (1) sampai dengan (4) yang ada di maksud dan tujuan<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Air bersih harus tersedia selama 24 jam setiap hari, 7(tujuh) hari dalam seminggu.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Air bersih telah tersedia selama 24 jam <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">setiap hari, 7 (tujuh) hari dalam seminggu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara:<br \/>\n\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Kepala Sanitasi<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Listrik tersedia 24 jam setiap hari, 7 (tujuh) hari dalam seminggu.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Listrik tersedia 24 jam setiap hari, 7 (tujuh) hari dalam seminggu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Rumah sakit mengidentifikasi area dan pelayanan yangberisiko paling tinggi bila terjadi kegagalan listrik atau air bersih terkontaminasi atau terganggu dan melakukan penanganan untuk mengurangi risiko.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Hasil identifikasi area dan pelayanan yang berisiko paling tinggi bila terjadi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">kegagalan listrik atau air bersih terkontaminasi atau terganggu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Dokumen penanganan untuk mengurangi risiko<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite mutu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Rumah sakit mempunyai sumber listrik dan air bersih cadangan dalam keadaan darurat\/emergensi.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Lihat genset<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Lihat sumber air bersih cadangan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara : \u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>10) Standar<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong> 8.<\/strong><strong>2.1<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit melakukan uji coba\/uji beban sumber listrik\u00a0dan\u00a0sumber air\u00a0cadangan\/alternatif.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>11) Maksud <\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong> 8.<\/strong><strong>2.1<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0melakukan\u00a0pengkajian\u00a0risiko\u00a0dan\u00a0meminimalisasi risiko kegagalan sistem utilitas di area-area\u00a0berisiko\u00a0terutama\u00a0area\u00a0pelayanan\u00a0pasien.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit merencanakan tenaga listrik cadangan darurat (dengan menyiapkan genset) dan penyediaan sumber air bersih darurat untuk area- area yang membutuhkan. Untuk memastikan kapasitas beban yang\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">dapat dicapai oleh unit genset apakah benar-benar mampu\u00a0mencapai beban tertinggi maka pada waktu pembelian unit\u00a0genset, dilakukan <em>test loading<\/em><em>\u00a0<\/em>dengan menggunakan alat\u00a0yang\u00a0bernama\u00a0<em>dummy<\/em><em>\u00a0<\/em><em>load<\/em>.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, rumah sakit melaksanakan uji coba sumber listrik cadangan\/alternatif sekurangnya 6 (enam) bulan sekali atau lebih sering bila diharuskan oleh peraturan perundang-undangan atau oleh kondisi sumber listrik. Jika sistem listrik darurat membutuhkan sumber bahan bakar maka jumlah tempat penyimpanan bahan bakar perlu dipertimbangkan. Rumah sakit dapat menentukan jumlah bahan bakar yang disimpan, kecuali ada ketentuan lain dari pihak berwenang.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>12) Elemen<\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong> 8.<\/strong><strong>2.1<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit melaksanakan uji coba sumber air bersihdan listrik cadangan\/alternatif sekurangnya 6 (enam) bulan sekali atau lebih sering bila diharuskan oleh peraturan perundang-undanganan yang berlaku atau oleh kondisi sumber air.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelaksanaan:<br \/>\n1) uji coba sumber air bersih cadangan<br \/>\n2) uji coba sumber listrik cadangan \/ alternatif<br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<br \/>\n\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<br \/>\n\u2022 Kepala Sanitasi<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumah sakit mendokumentasi hasil uji coba sumber air bersih cadangan\/alternatif tersebut.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti dokumentasi hasil uji coba sumber air bersih cadangan atau alternatif tersebut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<br \/>\n\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Kepala Sanitasi<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Rumah sakit mendokumentasikan hasil uji sumber listrik\/cadangan\/alternatif tersebut.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Hasil uji coba sumber listrik cadangan atau alternatif tersebut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Rumah sakit mempunyai tempat dan jumlah bahan bakar untuk sumber listrik cadangan\/alternatif yang mencukupi.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Lihat tempat dan jumlah bahan bakar untuk sumber listrik cadangan\/alternatif<br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara:<br \/>\n\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>13) Standar <\/strong><strong>MFK<\/strong><strong> 8.<\/strong><strong>3<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit melakukan pemeriksaan air bersih dan\u00a0 air limbah secara berkala sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>14) Maksud <\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK 8.<\/strong><strong>3<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Seperti dijelaskan di MFK 8.2 dan MFK 8.2.1, mutu\u00a0 air rentan terhadap perobahan yang mendadak, termasuk perobahan di luar kontrol rumah sakit. Mutu air juga kritikal di dalam proses asuhan klinik seperti pada dialisis ginjal. Jadi, rumah sakit menetapkan proses monitor mutu air termasuk tes (pemeriksaan) biologik air yang dipakai\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">untuk dialisis ginjal. Tindakan dilakukan jika mutu air ditemukan tidak aman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Monitor dilakukan paling sedikit 3 (tiga) bulan sekali\u00a0 atau lebih cepat mengikuti peraturan perundang-undangan, kondisi sumber air, dan pengalaman yang lalu dengan masalah mutu air. Monitor dapat dilakukan oleh perorangan yang ditetapkan rumah sakit seperti staf dari laboratorium klinik, atau oleh dinas kesehatan, atau pemeriksa air pemerintah di luar rumah sakit yang kompeten untuk melakukan pemeriksaan seperti itu. Apakah diperiksa oleh staf rumah sakit atau oleh otoritas di luar rumah sakit maka tanggung jawab rumah sakit adalah memastikan pemeriksaan (tes) dilakukan lengkap dan tercatat dalam dokumen.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Karena\u00a0itu,\u00a0rumah\u00a0sakit\u00a0perlu\u00a0mempunyai\u00a0proses\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Pelaksanaanpemantauan mutu air bersih paling sedikit 1 (satu) tahun sekali. Untuk pemeriksaan\u00a0 kimia minimal setiap 6 (enam) bulan atau lebih sering bergantung pada ketentuan peraturan perundang- undangan, kondisi sumber air, dan pengalaman sebelumnya dengan masalah mutu\u00a0\u00a0Hasil pemeriksaan didokumentasikan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pemeriksaan air limbah dilakukan setiap 3 (tiga)\u00a0 bulanatau lebih sering bergantung pada peraturan perundang-undangan, kondisi sumber air, dan hasil pemeriksaan air terakhir\u00a0\u00a0Hasil pemeriksaan didokumentasikan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Pemeriksaan mutu air yang digunakan untuk dialisisginjal setiap bulan untuk menilai pertumbuhan bakteri dan endotoksin. Pemeriksaan tahunan untuk\u00a0 menilai kontaminasi zat\u00a0\u00a0Hasil pemeriksaan didokumentasikan; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Melakukanpemantauan hasil pemeriksaan air dan perbaikan bila perlukan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>15) Elemen <\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong> 8.<\/strong><strong>3<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumahsakit telah menerapkan proses sekurang- kurangnya meliputi poin a) &#8211; d) pada maksud dan tujuan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelaksanaan :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">a) pelaksanaan monitoring mutu air bersih<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">b) pemeriksaan air limbah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">c) pemeriksaan mutu air yang digunakan untuk dialisis ginjal<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">d) monitoring hasil pemeriksaan air dan perbaikan bila diperlukan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Kewajiban:<br \/>\n\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Kepala Sanitas<\/span>i<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumahsakit telah melakukan pemantauan dan evaluasi proses pada EP 1.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pemantauan dan evaluasi proses:<br \/>\na) pelaksanaan monitoring mutu air bersih<br \/>\nb) pemeriksaan air limbah<br \/>\nc) pemeriksaan mutu air yang digunakan untuk dialisis ginjal<br \/>\nd) monitoring hasil pemeriksaan air dan perbaikan bila diperlukan<br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Kewajiban :<br \/>\n\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<br \/>\n\u2022 Kepala Sanitasi<br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Rumah sakit telah menindaklanjuti hasil pemantauandan evaluasi pada EP 2 dan\u00a0 dokumentasikan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti tindak lanjut hasil pemantauan dan evaluasi pada EP b)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Kewajiban:<br \/>\n\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Kepala Sanitasi<br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>h. Penanganan <\/strong><strong>Kedaruratan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Bencana<\/strong><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>9<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah\u00a0sakit\u00a0menerapkan\u00a0proses\u00a0penanganan\u00a0bencana\u00a0untuk\u00a0menanggapi\u00a0bencana\u00a0yang\u00a0berpotensi\u00a0terjadi\u00a0di\u00a0wilayah\u00a0rumah sakitnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>2) Maksud <\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>9<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Keadaan darurat yang terjadi, epidemi, atau bencana\u00a0 alam akan berdampak pada rumah sakit. Proses penanganan bencana dimulai dengan mengidentifikasi jenis bencana yang mungkin terjadi di wilayah rumah sakit berada dan dampaknya terhadap rumah sakit yang dapat berupa kerusakan fisik, peningkatan jumlah pasien\/korban yang signifikan, morbiditas dan mortalitas tenaga Kesehatan, dan gangguan operasionalisasi rumah sakit. Untuk menanggapi secara efektif maka rumah sakit perlu menetapkan proses pengelolaan bencana yang merupakan bagian dari progam Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) pada standar MFK 1 meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Menentukan jenis yang kemungkinan terjadi dan konsekuensi bahaya, ancaman, dan kejadian;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Menentukan integritas struktural dan non struktural di lingkungan pelayanan pasien yang ada dan bagaimana bila terjadi bencana;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Menentukan peran rumah sakit dalam peristiwa\/kejadian tersebut;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Menentukan strategi komunikasi pada waktu kejadian;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Mengelola sumber daya selama kejadian termasuk sumber-sumber alternatif;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Mengelolakegiatan klinis selama kejadian termasuk tempat pelayanan alternatif pada waktu kejadian;\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Mengidentifikasi dan penetapan peran serta tanggungjawab staf selama kejadian dan; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) Proses mengelola keadaan darurat ketika terjadikonflik antara tanggung jawab pribadi staf dan tanggung jawab rumah sakit untuk tetap menyediakan pelayanan pasien termasuk kesehatan mental dari\u00a0 staf. <\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit yang aman adalah rumah sakit yang fasilitas layanannya tetap dapat diakses dan berfungsi pada kapasitas maksimum, serta dengan infrastruktur yang sama, sebelum, selama, dan segera setelah dampak keadaan darurat dan\u00a0\u00a0Fungsi rumah sakit yang terus berlanjut bergantung pada berbagai faktor termasuk keamanan dan keselamatan bangunan, sistem dan peralatan pentingnya, ketersediaan persediaan, serta kapasitas penanganan darurat dan bencana di rumah sakit terutama tanggapan dan pemulihan dari bahaya\u00a0 atau <\/span><span style=\"color: #000000;\">kejadian yang mungkin terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kunci pengembangan menuju keamanan dan\u00a0 keselamatan di rumah sakit adalah melakukan analisis kerentanan terhadap kemungkinan\u00a0 bencana\u00a0 <em>(Hazard<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Vulnerability<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Analysis)<\/em><em>\u00a0<\/em>yang dilakukan rumah sakit setiap tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>3) Elemen<\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>9<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Rumah sakit menerapkan proses pengelolaan bencanayang meliputi poin a) \u2013 h) pada maksud dan tujuan di atas.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti tentang penerapan proses pengelolaan bencana yg meliputi:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">a) Menentukan jenis bencana yang kemungkinan terjadi dan konsekuensi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">bahaya, ancaman, dan kejadian;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">b) Menetukan integritas struktural dan non struktural di lingkungan pelayanan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">pasien yang ada dan bagaimana bila terjadi bencana;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">c) Menentukan peran rumah sakit dalam peristiwa\/kejadian tersebut;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">d) Menentukan strategi komunikasi pada waktu kejadian;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">e) Mengelola sumber daya selama kejadian termasuk sumber-sumber alternatif;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">f) Mengelola kegiatan klinis selama kejadian termasuk tempat pelayanan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">alternatif pada waktu kejadian;<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">g) Mengidentifikasi dan penetapan peran serta tanggung jawab staf selama<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">kejadian dan; n<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">h) Proses mengelola keadaan darurat ketika terjadi konflik antara tanggung<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">jawab pribadi staf dan tanggung jawab rumah sakit untuk tetap menyediakan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">pelayanan pasien termasuk kesehatan mental dari staf<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/Tim K-3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Tim Penanggulangan bencana RS<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Rumah sakit telah mengidentifikasi risiko bencana internal dan eksternal dalam analisis kerentanan bahaya\/<em>Hazard<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Vulnerability<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Analysis<\/em><em>\u00a0<\/em>(HVA) secara proaktif setiap tahun\u00a0 dan diintegrasikan ke dalam daftar risiko\/<em>risk<\/em><em>\u00a0<\/em><em>register<\/em><em>\u00a0<\/em>dan profil risiko.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Dokumen identifikasi risiko bencana internal dan eksternal rumah sakit<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Dokumen Analisa kerentanan bahaya\/Hazard Vulnerability Analysis (HVA) secara\u00a0 proaktif<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bukti Integrasi HVA dalam risk register<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bukti Integrasi HVA dalam profil risiko<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite \/ Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Tim penanggulangan bencana RS<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Rumah sakit membuat program pengelolaan bencana di rumah sakit berdasarkan hasil analisis kerentanan bahaya\/<em>Hazard<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Vulnerability<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Analysis<\/em><em>\u00a0<\/em>(HVA) setiap tahun.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Regulasi tentang program pengelolaan bencana berdasarkan hasil Analisa kerentanan bahaya\/Hazard Vulnerability Analysis (HVA).<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Rumah sakit telah melakukan simulasi penanggulangan bencana\u00a0 (<em>disaster<\/em><em>\u00a0<\/em><em>drill)<\/em><em>\u00a0<\/em>minimal\u00a0setahun\u00a0sekali termasuk <em>debriefing<\/em>.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Simulasi penanggulangan bencana (disaster drill)<br \/>\n<\/span><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Staf dapat menjelaskan dan atau memperagakan prosedur dan peran mereka dalam penanganan kedaruratan serta bencana internal dan external.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Staf dapat menjelaskan dan atau <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">memperagakan prosedur dan peran mereka <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">dalam penanganan kedaruratan serta <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">bencana internal dan external.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Rumah sakit telah menyiapkan area dekontaminasi sesuai ketentuan pada instalasi gawat darurat.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Lihat area dekontaminasi sesuai ketentuan pada instalasi gawat darurat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<br \/>\n\u2022 Komite \/ Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Kepala IGD<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>i. Konstruksi<\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Renovasi<\/strong><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>10<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit melakukan penilaian risiko prakontruksi \/ <em>Pre<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Contruction<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Risk<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Assessment<\/em><em>\u00a0<\/em>(PCRA) pada waktu merencanakan pembangunan baru (proyek konstruksi), renovasi dan pembongkaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>2) Maksud <\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>10<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kegiatan konstruksi, renovasi, pembongkaran, dan pemeliharaan di rumah sakit dapat\u00a0 berdampak pada semua orang dalam area rumah sakit. Namun, pasien mungkin menderita dampak terbesar. Misalnya, kebisingan dan getaran yang terkait dengan aktivitas ini dapat memengaruhi tingkat kenyamanan pasien, dan debu serta bau dapat mengubah kualitas udara, yang dapat mengancam status pernapasan pasien. Risiko terhadap pasien, staf, pengunjung, badan usaha independen, dan lainnya di rumah sakit akan bervariasi tergantung pada sejauh mana aktivitas konstruksi, renovasi, pembongkaran, atau pemeliharaan dan dampaknya terhadap perawatan pasien, infrastruktur, dan utilitas.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk menilai risiko yang terkait dengan konstruksi, renovasi, atau proyek pembongkaran, atau aktivitas pemeliharaan yang memengaruhi perawatan pasien\u00a0 maka rumah sakit melakukan koordinasi antar satuan kerja terkait, termasuk, sesuai kebutuhan, perwakilan dari desain proyek, pengelolaan proyek, teknik fasilitas, fasilitas keamanan\/keselamatan, pencegahan dan pengendalian infeksi, keselamatan kebakaran, rumah tangga, layanan teknologi informasi, dan satuan kerja serta layanan klinis.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Penilaian risiko digunakan untuk mengevaluasi risiko secara komprehensif untuk mengembangkan rencana\u00a0 dan menerapkan tindakan pencegahan yang akan meminimalkan dampak proyek konstruksi terhadap kualitas, keselamatan dan keamanan perawatan pasien.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Proses\u00a0penilaian\u00a0risiko\u00a0konstruksi\u00a0meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Kualitas udara;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Pencegahan dan pengendalian infeksi;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Utilitas;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Kebisingan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Getaran;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Bahan dan limbah berbahaya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Keselamatan kebakaran;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) Keamanan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">i) Prosedur darurat, termasuk jalur\/keluar alternatif danakses ke layanan darurat; dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">j) Bahaya lain yang mempengaruhi perawatan, pengobatan, dan layanan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, rumah sakit memastikan bahwa kepatuhan kontraktor dipantau, ditegakkan, dan didokumentasikan. Sebagai bagian dari penilaian risiko, risiko infeksi\u00a0 pasien dari konstruksi dievaluasi melalui penilaian risiko pengendalian infeksi, juga dikenal sebagai ICRA.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Setiap ada kontruksi, renovasi dan demolisi harus dilakukan penilaian risiko prakontruksi termasuk\u00a0 dengan rencana\/pelaksanaan pengurangan risiko dampak keselamatan serta keamanan bagi pasien, keluarga, pengunjung, dan staf. Hal ini berdampak memerlukan biaya maka rumah sakit dan pihak kontraktor juga perlu menyediakan anggaran untuk\u00a0 penerapan <em>Pra<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Contruction<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Risk<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Assessment<\/em><em>\u00a0<\/em>(PCRA)\u00a0dan\u00a0<em>Infection<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Control<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Risk<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Assessment<\/em><em>\u00a0<\/em>(ICRA).<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>10) Elemen<\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>10.<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menerapkan penilaian risiko prakonstruksi (PCRA) terkait rencana konstruksi, renovasi dan demolisi meliputi poin a) &#8211; j) seperti di maksud dan tujuan diatas.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Regulasi tentang penerapan penilaian risiko prakontruksi pada rencana kontruksi, renovasi dan demolisi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/ Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite PPI\/IPCN<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit melakukan penilaian risiko prakontruksi (PCRA) bila ada rencana kontruksi, renovasi dan demolisi.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelaksanaan penilaian risiko prakontruksi (PCRA) bila ada rencana konstruksi, renovasi dan demolisi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/ Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite PPI\/IPCN<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit melakukan tindakan berdasarkan\u00a0 hasilpenilaian risiko untuk meminimalkan risiko selama pembongkaran, konstruksi, dan renovasi.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti rencana penanganan risiko (strategi <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">pengendalian\/penanganan risiko) pada<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">konstruksi, renovasi dan demolisi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/ Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite PPI\/IPCN<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit memastikan bahwa kepatuhan kontraktor dipantau, dilaksanakan, dan didokumentasikan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti tentang Dokumen pelaksanaan <\/span><span style=\"color: #ff0000;\">pemantauan kepatuhan kontraktor<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/ Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bagian umum\/Kepala IPSRS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite PPI\/IPCN<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>j. Pelatihan<\/strong><\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>1) Standar <\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>11<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Seluruh staf di rumah sakit dan yang lainnya telah\u00a0 dilatih dan memiliki pengetahuan tentang pengelolaan fasilitas rumah sakit, program keselamatan dan peran mereka dalam memastikan keamanan dan keselamatan fasilitas secara efektif.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>2) Maksud <\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>Tujuan<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>11<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Staf adalah sumber kontak utama rumah sakit dengan pasien, keluarga, dan pengunjung. Oleh karena itu, mereka perlu dididik dan dilatih untuk menjalankan perannya dalam mengidentifikasi dan mengurangi risiko,\u00a0 melindungi orang lain dan diri mereka sendiri, serta menciptakan fasilitas yang aman, selamat dan terjamin.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Setiap rumah sakit harus memutuskan jenis dan\u00a0 tingkat pelatihan untuk staf dan kemudian melaksanakan dan mendokumentasikan program pelatihan. Program pelatihan dapat mencakup instruksi kelompok, modul pendidikan online, materi pendidikan tertulis, komponen orientasi staf baru, dan\/atau beberapa mekanisme lain yang memenuhi kebutuhan rumah sakit. Pelatihan diberikan kepada semua staf di semua shift setiap tahun dan membahas semua program pengelolaan fasilitas dan keselamatan. Pelatihan mencakup instruksi tentang proses pelaporan potensi risiko dan pelaporan insiden dan cedera. Program pelatihan melibatkan pengujian pengetahuan staf. Staf dilatih dan diuji tentang prosedur darurat, termasuk prosedur keselamatan kebakaran. Sebagaimana berlaku untuk peran\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">dan tanggung jawab anggota staf, pelatihan dan pengujian membahas bahan berbahaya dan respons terhadap bahaya, seperti tumpahan bahan kimia berbahaya, dan penggunaan peralatan medis yang dapat menimbulkan risiko bagi pasien dan staf. Pengetahuan dapat diuji melalui berbagai cara, seperti demonstrasi individu atau kelompok,\u00a0 demonstrasi, peristiwa simulasi seperti epidemi di masyarakat, penggunaan tes tertulis atau komputer, atau cara lain yang sesuai dengan pengetahuan yang diuji. Dokumen rumah sakit yang diuji dan hasil pengujian.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b><\/b><strong>3) Elemen <\/strong><strong>Penilaian<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>MFK<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><strong>11<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Semua staf telah diberikan pelatihan program manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) terkait keselamatan setiap tahun dan dapat menjelaskan dan\/atau menunjukkan peran dan tanggung jawabnya dan didokumentasikan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelatihan untuk semua staf tentang program manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) terkait keselamatan TOR, undangan, daftar hadir, materi, laporan, evaluasi, sertifikat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bidang diklat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Staf RS<\/span><\/span>&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Semua staf telah diberikan pelatihan program manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) terkait keamanan setiap tahun dan dapat menjelaskan dan\/atau menunjukkan peran dan tanggung jawabnya dan didokumentasikan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelatihan untuk semua staf tentang program manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) terkait keamanan TOR, undangan, daftar hadir, materi, laporan, evaluasi, sertifikat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bidang diklat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Staf RS<\/span><\/span>&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Semua staf telah diberikan pelatihan program manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) terkait pengelolaan B3 dan limbahnya setiap tahun dan dapat menjelaskan dan\/atau menunjukkan peran dan tanggung jawabnya dan didokumentasikan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelatihan untuk semua staf tentang program manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) terkait pengelolaan B3 dan limbahnya meliputi TOR, undangan, daftar hadir, materi, laporan, evaluasi,sertifikat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bidang diklat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Staf RS<\/span><\/span>&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Semua staf telah diberikan pelatihan program manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) terkait proteksi kebakaran setiap tahun dan dapat menjelaskan dan\/atau menunjukkan peran dan tanggung jawabnya dan didokumentasikan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelatihan untuk semua staf tentang program manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) terkait proteksi kebakaran meliputi TOR, undangan, daftar hadir, materi, laporan, evaluasi, sertifikat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bidang diklat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Staf RS<\/span><\/span>&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e) Semua staf telah diberikan pelatihan program manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) terkait peralatan medis setiap tahun dan dapat menjelaskan dan\/atau menunjukkan peran dan tanggung jawabnya dan didokumentasikan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelatihan untuk semua staf tentang program manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) terkait peralatan medis meliputi TOR, undangan, daftar hadir, materi, laporan, evaluasi, sertifikat\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bidang diklat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Staf RS<\/span><\/span>&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f) Semuastaf telah diberikan pelatihan program manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) terkait sistim utilitas setiap tahun dan dapat menjelaskan dan\/atau menunjukkan peran dan tanggung jawabnya dan didokumentasikan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelatihan untuk semua staf tentang program manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) terkait sistim utilitas meliputi TOR, undangan, daftar hadir, materi, laporan, evaluasi, sertifikat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bidang diklat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Staf RS<\/span><\/span>&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g) Semua staf telah diberikan pelatihan program manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) terkait penanganan bencana setiap tahun dan dapat menjelaskan dan\/atau menunjukkan peran dan tanggung jawabnya dan didokumentasikan.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelatihan untuk semua staf tentang program manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) terkait penanganan bencana meliputi TOR, undangan, daftar hadir, materi, laporan, evaluasi, sertifikat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Komite\/Tim K3 RS<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Bidang diklat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">\u2022 Staf RS<\/span><\/span>&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h) Pelatihan tentang pengelolaan fasilitas dan program keselamatan mencakup vendor, pekerja kontrak, relawan, pelajar, peserta didik, peserta pelatihan, dan lainnya, sebagaimana berlaku untuk peran dan tanggung jawab individu, dan sebagaimana ditentukan oleh rumah sakit.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Bukti pelatihan untuk vendor, pekerja kontrak, relawan, pelajar, peserta didik, peserta pelatihan, dan lainnya tentang pengelolaan fasilitas dan program keselamatan meliputi TOR, undangan, daftar hadir, materi, laporan, evaluasi, sertifikat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\">Wawancara :<br \/>\n\u2022 Komite\/Tim K3 RS<br \/>\n\u2022 Bidang diklat<br \/>\n\u2022 Vendor, pekerja kontrak, relawan, pelajar, peserta didik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>MFK Geser ke =&gt; 5Jam 20Minute<\/strong><\/span><\/h4>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"AKP Minute 1Jam 40 M - Sosialisasi Standar Akreditasi Rumah Sakit sesuai yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/hpuZiq1WppA?t=51m20s\" width=\"683\" height=\"384\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6385\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6385\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) &nbsp; Pelajari Instrumen Saja MFK ! Gambaran Umum Fasilitas dan lingkungan dalam rumah sakit harus aman, berfungsi baik, dan memberikan\u00a0 lingkungan perawatan yang aman bagi <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6385\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6385\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6453,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[146,372],"tags":[371],"class_list":["post-6385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-manajemen-fasilitas-keselamatan","category-akreditasi-kemenkes-2022","tag-akreditasi-kemenkes-2022"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":86792,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>3. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"3. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) &nbsp; Pelajari Instrumen Saja MFK ! Gambaran Umum Fasilitas dan lingkungan dalam rumah sakit harus aman, berfungsi baik, dan memberikan\u00a0 lingkungan perawatan yang aman bagi Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-27T02:43:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-08T03:05:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/mfk.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"672\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"462\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"40 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"3. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128\",\"datePublished\":\"2022-04-27T02:43:57+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-08T03:05:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"},\"wordCount\":8852,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/mfk.jpg\",\"keywords\":[\"akreditasi kemenkes 2022\"],\"articleSection\":[\"11.MFK - Manaj. Fas. &amp; Keselamatan\",\"Akreditasi Kemenkes 2022\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\",\"name\":\"3. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/mfk.jpg\",\"datePublished\":\"2022-04-27T02:43:57+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-08T03:05:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/mfk.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/mfk.jpg\",\"width\":672,\"height\":462},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"3. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"3. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"3. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) &nbsp; Pelajari Instrumen Saja MFK ! Gambaran Umum Fasilitas dan lingkungan dalam rumah sakit harus aman, berfungsi baik, dan memberikan\u00a0 lingkungan perawatan yang aman bagi Continue Reading &rarr;","og_url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2022-04-27T02:43:57+00:00","article_modified_time":"2022-10-08T03:05:07+00:00","og_image":[{"width":672,"height":462,"url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/mfk.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"40 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"3. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128","datePublished":"2022-04-27T02:43:57+00:00","dateModified":"2022-10-08T03:05:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"},"wordCount":8852,"image":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/mfk.jpg","keywords":["akreditasi kemenkes 2022"],"articleSection":["11.MFK - Manaj. Fas. &amp; Keselamatan","Akreditasi Kemenkes 2022"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/","name":"3. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) - Akreditasi Kemenkes KMK 1128 - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/mfk.jpg","datePublished":"2022-04-27T02:43:57+00:00","dateModified":"2022-10-08T03:05:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#primaryimage","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/mfk.jpg","contentUrl":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/mfk.jpg","width":672,"height":462},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/3-manajemen-fasilitas-dan-keselamatan-mfk-akreditasi-kemenkes-kmk-1128\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"3. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) &#8211; Akreditasi Kemenkes KMK 1128"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6385"}],"version-history":[{"count":27,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6385\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6790,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6385\/revisions\/6790"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6453"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}