{"id":5759,"date":"2017-07-06T20:50:25","date_gmt":"2017-07-06T13:50:25","guid":{"rendered":"http:\/\/akreditasi.my.id\/rs\/?p=5759"},"modified":"2023-10-02T21:16:20","modified_gmt":"2023-10-02T14:16:20","slug":"sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\/","title":{"rendered":"SBAR &#8211; Komunikasi Efektif di Rumah Sakit (With AI Revisi)"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Panduan Komunikasi SBAR untuk Tenaga Kesehatan Tujuan: Meningkatkan Keselamatan Pasien melalui Komunikasi yang Efektif. Definisi: Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) adalah standar sistem komunikasi antar tenaga kesehatan yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi mengenai pengelolaan pasien. Ini memungkinkan tenaga kesehatan untuk berbagi informasi secara terstruktur, mengurangi kesalahan komunikasi, dan meningkatkan perawatan pasien. Langkah-langkah Komunikasi SBAR: 1. Situasi (Situation): Sapa dengan hormat, sebutkan nama dan identitas Anda. Sebutkan asal ruang perawatan atau unit Anda. Identifikasi pasien dengan menyebutkan nama lengkap dan nomor identifikasi jika ada. Jelaskan alasan Anda melaporkan kondisi pasien secara subyektif dan obyektif. Contoh: \\\"Selamat pagi, saya [nama Anda] dari [ruang perawatan\/instalasi] di RS [nama RS]. Saya ingin melaporkan kondisi pasien [nama pasien]. Saat ini, kondisi pasien adalah [deskripsi kondisi] dengan tanda-tanda vital [tanda-tanda vital].\\\" 2. Latar Belakang (Background): Berikan informasi latar belakang pasien, termasuk Riwayat Penyakit Sekarang (RPS). Jelaskan alasan pasien dirawat inap (jika berlaku). Sebutkan pengelolaan pasien yang sudah dilakukan dan terapi yang diterima pasien sampai saat itu yang signifikan. Contoh: \\\"Pasien ini telah dirawat inap karena [alasan]. Riwayat penyakit saat ini adalah [RPS]. Kami telah melakukan tindakan [tindakan] dan memberikan terapi [terapi].\\\" 3. Penilaian (Assessment): Berikan penilaian kondisi pasien menurut Anda sebagai pelapor (jika sesuai). Contoh: \\\"Menurut penilaian saya, kondisi pasien mengarah ke [penilaian kondisi].\\\" 4. Rekomendasi (Recommendation): Jelaskan rekomendasi yang Anda miliki untuk perawatan pasien. Contoh: \\\"Saya merekomendasikan [rekomendasi]. Mohon dokter segera datang.\\\" Konfirmasi Ulang: Catat hasil pembicaraan secara tertulis. Baca kembali informasi kepada pihak yang dilaporkan. Pastikan pihak yang dilaporkan menyetujui informasi yang disampaikan. Akhiri komunikasi setelah konfirmasi ulang. Penggunaan Komunikasi SBAR: Sistem komunikasi SBAR dapat digunakan dalam berbagai situasi, termasuk: a. Komunikasi antara perawat dan dokter. b. Konsultasi antardokter. c. Antarbagian layanan kesehatan. d. Pergantian petugas jaga (shift). Unit Terkait: Panduan ini berlaku untuk unit-unit berikut: Keperawatan. Dokter. Instalasi Rehabilitasi Medik. Laboratorium. Radiologi. Instalasi Gizi. Instalasi Gawat Darurat. Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan komunikasi antar tenaga kesehatan akan lebih efektif dan akan berkontribusi pada peningkatan keselamatan pasien. Selalu pertimbangkan perkembangan terbaru dalam ilmu medis dan perawatan kesehatan untuk memastikan praktik-praktik terbaik yang terkini diterapkan. Naskah Asli : Komunikasi efektif sangat diperlukan di rumah sakit. Komunikasi SBAR :\u00a0Kerangka komunikasi efektif yang digunakan di rumah sakit adalah komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation), metode komunikasi ini digunakan pada saat perawat melakukan handover ke pasien. Komunikasi SBAR adalah kerangka teknik komunikasi yang disediakan untuk petugas kesehatan dalam menyampaikan kondisi pasien. SBAR adalah metode terstruktur untuk mengkomunikasikan informasi penting yang membutuhkan perhatian segera dan tindakan berkontribusi terhadap eskalasi yang efektif dan meningkatkan keselamatan pasien. SBAR juga dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan serah terima antara shift atau antara staf di daerah klinis yang sama atau berbeda. Melibatkan semua anggota tim kesehatan untuk memberikan masukan ke dalam situasi pasien termasuk memberikan rekomendasi. SBAR memberikan kesempatan untuk diskusi antara anggota tim kesehatan atau tim kesehatan lainnya. PENGERTIAN : Suatu standar sistem komunikasi antar tenaga kesehatan guna mengkomunikasikan hal-hal mengenai pengelolaan pasien. TUJUAN Tercapainya Keselamatan Pasien terutama sasaran mengenai Komunikasi yang Efektif. KEBIJAKAN : Komunikasi antar petugas kesehatan dilakukan dengan metode SBAR. PROSEDUR :\u00a0 Langkah melakukan SBAR (Situation, Background, Assesment, Recommendation) dan konfirmasi ulang. 1. Situation. Sebutkan: - salam, - identitas pelapor dan asal ruang perawatan, - identitas pasien, dan - alasan untuk melaporkan kondisi pasien, secara subyektif dan obyektif. Dengan kata-kata, \u201dSelamat pagi\/siang\/malam, saya .... dari ruangan ... RS ..., hendak melaporkan pasien Tn\/Ny\/An .... Saat ini kondisi pasien ..... dengan tanda-tanda vital ....\u201d 2. Background. Sebutkan: - latar belakang pasien, yaitu Riwayat Penyakit Sekarang (RPS), - alasan pasien dirawat inap (bila rawat inap), - pengelolaan pasien yang sudah berjalan, dan - terapi yang diterima pasien sampai saat itu (yang signifikan). Sudah dilakukan tindakan .... pengobatan .....\u201d 3. Asessment. Sebutkan penilaian kondisi pasien menurut pelapor (bila ada) Dengan kata-kata, \u201dMenurut saya kondisi pasien mengarah ke ....\u201d 4. Recommendation. Sebutkan rekomendasi untuk pasien menurut pelapor (bila ada) Dengan kata-kata, \u201dApa yang perlu dilakukan? Mohon dokter segera datang\u201d Dengan kata-kata, \u201dPasien dengan diagnosis .... perawatan hari ke .... Konfirmasi ulang. - Catat hasil pembicaraan pada secarik kertas, - sebutkan ulang kepada pihak yang dilapori, - bila benar, pihak yang dilapori menyatakan setuju dengan hasil tersebut. - Pembicaraan selesai. Khusus untuk konsultasi perawat dengan dokter: - Salin hasil pembicaraan di status pasien dengan urutan SBAR. - Bubuhkan stempel untuk tempat tanda tangan dokter. - Dalam waktu 1x24 jam, dokter yang dikonsuli harus membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk pengesahan instruksi tersebut. \u2022 Sistem komunikasi SBAR digunakan untuk mengkomunikasikan pasien dan pengelolaannya, terutama komunikasi verbal baik langsung maupun melalui sambungan telepon antar tenaga kesehatan yaitu antara: a. Perawat dengan dokter b. Konsultasi antardokter c. Antarbagian layanan kesehatan d. Pergantian petugas jaga (shift) Unit Terkait : 1. Keperawatan. 2. Dokter. 3. Instalasi Rehabilitasi Medik. 4. Laboratorium. 5. Radiologi. 6. Instalasi Gizi. 7. Instalasi Gawat Darurat. Contoh Komunikasi SBAR :\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Panduan Komunikasi SBAR untuk Tenaga Kesehatan<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Tujuan: Meningkatkan Keselamatan Pasien melalui Komunikasi yang Efektif.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Definisi:<\/strong> Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) adalah standar sistem komunikasi antar tenaga kesehatan yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi mengenai pengelolaan pasien. Ini memungkinkan tenaga kesehatan untuk berbagi informasi secara terstruktur, mengurangi kesalahan komunikasi, dan meningkatkan perawatan pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah-langkah Komunikasi SBAR:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Situasi (Situation):<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sapa dengan hormat, sebutkan nama dan identitas Anda.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebutkan asal ruang perawatan atau unit Anda.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Identifikasi pasien dengan menyebutkan nama lengkap dan nomor identifikasi jika ada.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jelaskan alasan Anda melaporkan kondisi pasien secara subyektif dan obyektif.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh: &#8220;Selamat pagi, saya [nama Anda] dari [ruang perawatan\/instalasi] di RS [nama RS]. Saya ingin melaporkan kondisi pasien [nama pasien]. Saat ini, kondisi pasien adalah [deskripsi kondisi] dengan tanda-tanda vital [tanda-tanda vital].&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Latar Belakang (Background):<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berikan informasi latar belakang pasien, termasuk Riwayat Penyakit Sekarang (RPS).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jelaskan alasan pasien dirawat inap (jika berlaku).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebutkan pengelolaan pasien yang sudah dilakukan dan terapi yang diterima pasien sampai saat itu yang signifikan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh: &#8220;Pasien ini telah dirawat inap karena [alasan]. Riwayat penyakit saat ini adalah [RPS]. Kami telah melakukan tindakan [tindakan] dan memberikan terapi [terapi].&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Penilaian (Assessment):<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berikan penilaian kondisi pasien menurut Anda sebagai pelapor (jika sesuai).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh: &#8220;Menurut penilaian saya, kondisi pasien mengarah ke [penilaian kondisi].&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Rekomendasi (Recommendation):<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jelaskan rekomendasi yang Anda miliki untuk perawatan pasien.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh: &#8220;Saya merekomendasikan [rekomendasi]. Mohon dokter segera datang.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Konfirmasi Ulang:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Catat hasil pembicaraan secara tertulis.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Baca kembali informasi kepada pihak yang dilaporkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pastikan pihak yang dilaporkan menyetujui informasi yang disampaikan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Akhiri komunikasi setelah konfirmasi ulang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Penggunaan Komunikasi SBAR:<\/strong> Sistem komunikasi SBAR dapat digunakan dalam berbagai situasi, termasuk: a. Komunikasi antara perawat dan dokter. b. Konsultasi antardokter. c. Antarbagian layanan kesehatan. d. Pergantian petugas jaga (shift).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Unit Terkait:<\/strong> Panduan ini berlaku untuk unit-unit berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Keperawatan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dokter.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Instalasi Rehabilitasi Medik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Laboratorium.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Radiologi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Instalasi Gizi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Instalasi Gawat Darurat.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan komunikasi antar tenaga kesehatan akan lebih efektif dan akan berkontribusi pada peningkatan keselamatan pasien. Selalu pertimbangkan perkembangan terbaru dalam ilmu medis dan perawatan kesehatan untuk memastikan praktik-praktik terbaik yang terkini diterapkan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p>Naskah Asli :<\/p>\n<p>Komunikasi efektif sangat diperlukan di rumah sakit.<\/p>\n<p>Komunikasi SBAR :\u00a0Kerangka komunikasi efektif yang digunakan di rumah sakit adalah komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation), metode komunikasi ini digunakan pada saat perawat melakukan handover ke pasien. Komunikasi SBAR adalah kerangka teknik komunikasi yang disediakan untuk petugas kesehatan dalam menyampaikan kondisi pasien.<br \/>\nSBAR adalah metode terstruktur untuk mengkomunikasikan informasi penting yang membutuhkan perhatian segera dan tindakan berkontribusi terhadap eskalasi yang efektif dan meningkatkan keselamatan pasien. SBAR juga dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan serah terima antara shift atau antara staf di daerah klinis yang sama atau berbeda. Melibatkan semua anggota tim kesehatan untuk memberikan masukan ke dalam situasi pasien termasuk memberikan rekomendasi. SBAR memberikan kesempatan untuk diskusi antara anggota tim kesehatan atau tim kesehatan lainnya.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/J9Ir5sAfgtc\" width=\"640\" height=\"360\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><strong>PENGERTIAN<\/strong> : Suatu standar sistem komunikasi antar tenaga kesehatan guna<br \/>\nmengkomunikasikan hal-hal mengenai pengelolaan pasien.<\/p>\n<p><strong>TUJUAN<\/strong> Tercapainya Keselamatan Pasien terutama sasaran mengenai<br \/>\nKomunikasi yang Efektif.<\/p>\n<p><strong>KEBIJAKAN<\/strong> : Komunikasi antar petugas kesehatan dilakukan dengan metode SBAR.<\/p>\n<p><strong>PROSEDUR :\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Langkah melakukan SBAR (Situation, Background, Assesment, Recommendation) dan konfirmasi ulang.<\/p>\n<p><strong>1. Situation.<\/strong><\/p>\n<p>Sebutkan:<br \/>\n&#8211; salam,<br \/>\n&#8211; identitas pelapor dan asal ruang perawatan,<br \/>\n&#8211; identitas pasien, dan<br \/>\n&#8211; alasan untuk melaporkan kondisi pasien, secara subyektif dan obyektif.<br \/>\nDengan kata-kata, \u201dSelamat pagi\/siang\/malam, saya &#8230;. dari ruangan<br \/>\n&#8230; RS &#8230;, hendak melaporkan pasien Tn\/Ny\/An &#8230;. Saat ini kondisi pasien &#8230;.. dengan tanda-tanda vital &#8230;.\u201d<\/p>\n<p><strong>2. Background.<\/strong><br \/>\nSebutkan:<br \/>\n&#8211; latar belakang pasien, yaitu Riwayat Penyakit Sekarang (RPS),<br \/>\n&#8211; alasan pasien dirawat inap (bila rawat inap),<br \/>\n&#8211; pengelolaan pasien yang sudah berjalan, dan<br \/>\n&#8211; terapi yang diterima pasien sampai saat itu (yang signifikan).<br \/>\nSudah dilakukan tindakan &#8230;. pengobatan &#8230;..\u201d<\/p>\n<p><strong>3. Asessment.<\/strong><\/p>\n<p>Sebutkan penilaian kondisi pasien menurut pelapor (bila ada)<br \/>\nDengan kata-kata, \u201dMenurut saya kondisi pasien mengarah ke &#8230;.\u201d<\/p>\n<p><strong>4. Recommendation.<\/strong><br \/>\nSebutkan rekomendasi untuk pasien menurut pelapor (bila ada)<br \/>\nDengan kata-kata, \u201dApa yang perlu dilakukan? Mohon dokter segera datang\u201d<br \/>\nDengan kata-kata, \u201dPasien dengan diagnosis &#8230;. perawatan hari ke &#8230;.<\/p>\n<p>Konfirmasi ulang.<br \/>\n&#8211; Catat hasil pembicaraan pada secarik kertas,<br \/>\n&#8211; sebutkan ulang kepada pihak yang dilapori,<br \/>\n&#8211; bila benar, pihak yang dilapori menyatakan setuju dengan hasil tersebut.<br \/>\n&#8211; Pembicaraan selesai.<\/p>\n<p>Khusus untuk konsultasi perawat dengan dokter:<br \/>\n&#8211; Salin hasil pembicaraan di status pasien dengan urutan SBAR.<br \/>\n&#8211; Bubuhkan stempel untuk tempat tanda tangan dokter.<br \/>\n&#8211; Dalam waktu 1&#215;24 jam, dokter yang dikonsuli harus membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk pengesahan instruksi tersebut.<\/p>\n<p>\u2022 Sistem komunikasi SBAR digunakan untuk mengkomunikasikan pasien dan pengelolaannya, terutama komunikasi verbal baik langsung maupun melalui sambungan telepon antar tenaga kesehatan yaitu antara:<br \/>\na. Perawat dengan dokter<br \/>\nb. Konsultasi antardokter<br \/>\nc. Antarbagian layanan kesehatan<br \/>\nd. Pergantian petugas jaga (shift)<\/p>\n<p><strong>Unit Terkait :<\/strong><\/p>\n<p>1. Keperawatan.<br \/>\n2. Dokter.<br \/>\n3. Instalasi Rehabilitasi Medik.<br \/>\n4. Laboratorium.<br \/>\n5. Radiologi.<br \/>\n6. Instalasi Gizi.<br \/>\n7. Instalasi Gawat Darurat.<\/p>\n<p>Contoh Komunikasi SBAR :<br \/>\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/gzwa-rQ2ZUA\" width=\"640\" height=\"360\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/3_-Kz3PWFyo\" width=\"640\" height=\"360\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/6dp5c7AhgwQ\" width=\"640\" height=\"360\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/n7QxxiIo5dI\" width=\"640\" height=\"360\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/De8i9MV7JmU\" width=\"640\" height=\"360\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"SBAR - Komunikasi Efektif - Ririe Rima\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ZgHsf1b5sO0\" width=\"853\" height=\"480\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"KOMUNIKASI EFEKTIF SBAR TBAK PERAWAT DAN DOKTER || DUNIA KEPERAWATAN\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/kWlPi7tKRwI?list=RDLVZgHsf1b5sO0\" width=\"853\" height=\"480\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"KOMUNIKASI SBAR\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ZvtTnSbNiCs?list=RDLVZgHsf1b5sO0\" width=\"853\" height=\"480\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"KOMUNIKASI EFEKTIF | PRINSIP DASAR KOMUNIKASI | PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI | UNIVERSITAS PARAMADINA\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/oIrs3XFE4Q8?list=RDLVZgHsf1b5sO0\" width=\"853\" height=\"480\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"TIMBANG TERIMA KEPERAWATAN\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/0doEG-cLc-I?list=RDLVZgHsf1b5sO0\" width=\"853\" height=\"480\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Praktikum Komunikasi SBAR - Komunikasi Dalam Keperawatan I\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ennS4jFh8i4?list=RDLVZgHsf1b5sO0\" width=\"853\" height=\"480\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Komunikasi Efektif - Seri Keselamatan Pasien\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/f12o0HUNmPA\" width=\"853\" height=\"480\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Video Pembelajaran : Komunikasi Terapeutik dalam Mata Kuliah Komunikasi I\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/9d0hlJstwUo\" width=\"853\" height=\"480\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_5759\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"5759\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Panduan Komunikasi SBAR untuk Tenaga Kesehatan Tujuan: Meningkatkan Keselamatan Pasien melalui Komunikasi yang Efektif. Definisi: Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) adalah standar sistem komunikasi antar tenaga kesehatan yang digunakan <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_5759\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"5759\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[154],"tags":[185,186,338],"class_list":["post-5759","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-standart-prosedur-operasional","tag-komunikasi-efektif","tag-mki","tag-sbar"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":434899,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>SBAR - Komunikasi Efektif di Rumah Sakit (With AI Revisi) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"SBAR - Komunikasi Efektif di Rumah Sakit (With AI Revisi) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Panduan Komunikasi SBAR untuk Tenaga Kesehatan Tujuan: Meningkatkan Keselamatan Pasien melalui Komunikasi yang Efektif. Definisi: Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) adalah standar sistem komunikasi antar tenaga kesehatan yang digunakan Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-06T13:50:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-02T14:16:20+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"SBAR &#8211; Komunikasi Efektif di Rumah Sakit (With AI Revisi)\",\"datePublished\":\"2017-07-06T13:50:25+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-02T14:16:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\\\/\"},\"wordCount\":788,\"keywords\":[\"komunikasi efektif\",\"mki\",\"sbar\"],\"articleSection\":[\"SPO - Stand. Prosedur Operasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\\\/\",\"name\":\"SBAR - Komunikasi Efektif di Rumah Sakit (With AI Revisi) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2017-07-06T13:50:25+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-02T14:16:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"SBAR &#8211; Komunikasi Efektif di Rumah Sakit (With AI Revisi)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"SBAR - Komunikasi Efektif di Rumah Sakit (With AI Revisi) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"SBAR - Komunikasi Efektif di Rumah Sakit (With AI Revisi) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"Panduan Komunikasi SBAR untuk Tenaga Kesehatan Tujuan: Meningkatkan Keselamatan Pasien melalui Komunikasi yang Efektif. Definisi: Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) adalah standar sistem komunikasi antar tenaga kesehatan yang digunakan Continue Reading &rarr;","og_url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2017-07-06T13:50:25+00:00","article_modified_time":"2023-10-02T14:16:20+00:00","author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"SBAR &#8211; Komunikasi Efektif di Rumah Sakit (With AI Revisi)","datePublished":"2017-07-06T13:50:25+00:00","dateModified":"2023-10-02T14:16:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\/"},"wordCount":788,"keywords":["komunikasi efektif","mki","sbar"],"articleSection":["SPO - Stand. Prosedur Operasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\/","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\/","name":"SBAR - Komunikasi Efektif di Rumah Sakit (With AI Revisi) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"datePublished":"2017-07-06T13:50:25+00:00","dateModified":"2023-10-02T14:16:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/snars.web.id\/rs\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/sbar-komunikasi-efektif-di-rumah-sakit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"SBAR &#8211; Komunikasi Efektif di Rumah Sakit (With AI Revisi)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5759","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5759"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5759\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6907,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5759\/revisions\/6907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5759"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5759"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5759"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}