{"id":5281,"date":"2016-05-17T10:50:23","date_gmt":"2016-05-17T03:50:23","guid":{"rendered":"http:\/\/akreditasi.web.id\/2012\/?p=5281"},"modified":"2016-05-17T10:51:14","modified_gmt":"2016-05-17T03:51:14","slug":"pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\/","title":{"rendered":"Pedoman Pelayanan Laboratorium &#8211; Bab 4-5 &#8211; Keselamatan Pasien dan Staf"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Belum kesempatan Baca , Klik aja disini ! <button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Belum kesempatan Baca , Klik aja disini ! BAB VI KESELAMATAN PASIEN \u00a0 \u00a0 6.1.\u00a0\u00a0 PENGERTIAN. \u00a0 Keselamatan Pasien \/ Patient Safety adalah keadaan dimana pasien bebas dari harm atau cedera, yang dapat meliputi penyakit, cedera fisik, psikologis, sosial, penderitaan, cacat, kematian dan lainnya, yang\u00a0 seharusnya tidak terjadi. Di Laboratorium , Keselamatan Pasien bertarti semua standar prosedur operasional yang sudah dibuat untuk kegiatan pelayanan laboratorium harus ditaati, tidak ada kesalahan sampling \/ specimen, tidak ada kesalahan analisa,\u00a0 tidak ada kesalahan pencetakan hasil dan penyerahan hasil , serta tidak ada kesalahan ekspertisi hasil. Melaporkan segera nilai kritis kepada dokter pengirim merupakan salah satu tindakan untuk keselamatan pasien. Keselamatan pasien di laboratorium, berarti juga semua fasilitas yang dipakai adalah fasilitas yang aman untuk pasien. Dimulai dari standar bangunan, mebeler, peralatan pengambilan specimen sampai alat-alat analiser yang dipilih adalah alat yang menunjang mutu dan keselamatan pasien. Keselamatan pasien di laboratorium juga meliputi pencegahan infeksio nosokomial yang berhubungan dengan tindakan laboratorium dengan cara mengikuti standar pengendalian infeksi mulai dari cuci tangan dan penggunaan alat pengaman diri ( APD ). 6.2.\u00a0\u00a0 TUJUAN. \u00a0 6.2.1.\u00a0\u00a0 TUJUAN UMUM : \u00a0 Memenuhi standar keselamatan pasien di laboratorium RS\u00a0 6.2.2.\u00a0\u00a0 TUJUAN KHUSUS : \u00a0 Menurunkan angka Kejadian Tidak Diharapkan di Laboratorium RS Mengumpulkan , menganalisa , mengevaluasi data dan mengusulkan jalan keluar pemecahan KNC, KTD dan Sentinel Event yang terjadi yang berhubungan dengan laboratorium Menganalisa resiko klinis dari suatu sistem yang diterapkan di Laboratorium 6.3.\u00a0\u00a0 TATA LAKSANA KESELAMATAN PASIEN. Tata laksana keselamtan pasien di laboratorium adalah sebagai berikut: Mulai dengan membuat standar prosedur operasional (SPO) Melakukan SPO di semua segi pelayanan laboratorium Mencatat dan menuliskan laporan kejadian bila terjadi kejadian yang tidak diharapkan (KTD) Kepala Instalasi bersama pihak yang terkait melakukan penyelidikan terhadap KTD, mencari jalan keluar bila perlu merubah system sehingga lebih baik dan lebih aman untuk pasien, membuat tindak lanjut dan mensosialisasikan tindak lanjut untuk dilakukan bersama dan mengevaluasi system yang baru tersebut Melaporkan Indikator keselamatan pasien setiap bulan dalam rapat kerja bulanan dengan direksi yaitu : Kejadian yang\u00a0\u00a0\u00a0 berhubungan\u00a0\u00a0\u00a0 dengan\u00a0\u00a0\u00a0 ketidakcocokan Indentitas pasien Kejadian yang berhubungan dengan komunikasi yang efektif Kejadian pasien jatuh Kejadian yang berhubungan denga transfusi darah Kejadian yang berhubungan dengan satndar pengendalian infeksi ( cuci tangan ) Melakukan semua standar pengendalian infeksi Memilih peralatan yang bermutu dan aman bagi pasien BAB VII KESELAMATAN KERJA \u00a0 \u00a0 7.1.PENGERTIAN. \u00a0 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomer 43 tahun 2013 Bab VIII menyatakan bahwa Kesehatan dan Keselamatan kerja (K3) laboratorium merupakan bagian dari pengelolaan laboratorium secara\u00a0 keseluruhan.Laboratorium melakukan berbagai tindakan dan kegiatan terutama berhubungan dengan specimen yang berasal dari manusia maupun bukan manusia. Bagi petugas laboratorium yang selalu kontak dengan specimen, maka berpotensi terinfeksi kuman pathogen. Potensi infeksi juga terjadi dari petugas ke petugas lainnya, atau keluarganya dan ke masyarakat. Untuk mengurangi bahaya yang terjadi, perlu adanya kebijakan yang ketat.Petugas harus memahami keamanan laboratorium, mempunyai sikap dan kemampuan untuk melakukan pengamanan sehubungan dengan pekerjaannya sesuai SPO,serta mengontrol bahan\/specimen secara baik menurut praktik laboratorium yang benar. Undang-undang no 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dimaksudkan untuk menjamin : Setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan dalam melakukan Agar pegawai dan setiap orang yang berada di tempat kerja selalu berada dalam keadaan sehat dan Agar fakto-faktor produksi dapat dipakai dan dijalankan secara 7.2.\u00a0\u00a0 TUJUAN. \u00a0 Tujuan dari Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah supaya setiap pekerja laboratorium aman dari kecelakaan akibat kerja, termasuk aman\u00a0 dari paparan cairan tubuh yang infeksius dan zat-sat kimia lainnya. 7.3.\u00a0\u00a0 TATA LAKSANA. \u00a0 Design laboratorium harus memiliki system ventilasi yang memadai dengan sirkulasi udara yang Design laboratorium harus mempunyai alat pemadam api yang tepat bahan kimia berbahaya Design laboratorium harus dibuat sedemikian rupa agar dapat menghindari panas sejauh mungkin, dengan memakai alat pembakar gas yang terbuka untuk menghindari bahaya kebakaran Dua pintu \/ jalan harus disediakan untuk keluar dari kebakaran dan terpisah sejauh mungkin Tempat penyimpanan reagen didesign untuk mengurangi resiko sampai sekecil mungkin Harus tersedia alat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ( P3K ) Sistem pembuangan limbah yang aman Peralatan Semua alat di laboraotirum memiliki kemanan sedemikian rupa sehingga pekerja tidak terpapar aliran listrik Memiliki safety cabinet untuk bekerja saat pengecatan Alat Pengaman \u00a0 Jenis alat pelindung yang digunakan petugas laboratorium meliputi : sarung tangan, baju kerja, masker, sepatu. Sarung tangan harus selalu dipakai pada saat melakukan tindakan diperkirakan akan terjadi kontak dengan darah, cairan tubuh, secret, dan benda yang terkontaminasi. Cuci tangan harus selalu dilakukan pada saat sebelum memakai dan melepas sarung tangan. Sarung tangan harus berbeda untuk setiap pasien. Baju kerja berupa gaun pelindung merupakan salah satu jenis pakaian kerja wajib digunakan selama di laboratorium. Tujuan pemakaian\u00a0 gaun\u00a0 pelindung untuk melindungi petugas dari kemungkinan genangan atau percikan darah atau cairan tubuh yang lain yang dapat mencemari baju atau seragam. Baju kerja harus segera diganti bila terkena kotoran,darah atau cairan tubuh yang lain. Sepatu kerja digunakan di area pemeriksaan laboratorium sehingga dapat mencegah terperciknya sampel ke kaki petugas dan mencegah terlukanya kaki petugas karena terkena tusukan benda tajam yang terjatuh. Monitoring Kesehatan \u00a0 Keadaaan kesehatan petugas laboratorium harus memenuhi standar kesehatan yang telah ditentukan di laboratorium. Untuk menjamin kesehatan para petugas laboratorium dilakukan hal-hal sebagai berikut : Pemeriksaan foto toraks bagi pegawai yang bekerja dengan bahan yang diduga mengandung bakteri Pemberian imunisasi Pemantauan kesehatan pegawai dilakukan setiap 6 bulan sekali secara rutin. Petunjuk Pencegahan Infeksi Untuk Petugas Kesehatan \u00a0 Mencegah penyebaran bahan infeksi : Melakukan dekontaminasi permukaan meja kerja dengan desinfektan yang sesuai setiap habis Menempatkan sisa specimen dalam wadah yang tahan bocor, Mencegah bahan infeksi tertelan atau terkena kulit serta mata selama bekerja : Mencuci tangan dengan sabun\/desinfektan sebelum dan sesudah Menggunakan alat pelindung mata\/muka jika terjadi resiko percikan bahan infeksi saat Mencegah infeksi melalui Bila terjadi luka tusukan maka setiap pekerja wajib melakukan pemeriksaan\/ test Panel Hepatitis dan\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">BAB VI KESELAMATAN PASIEN<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"color: #000000;\" name=\"_TOC_250014\"><\/a>6.1.\u00a0\u00a0 PENGERTIAN.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keselamatan Pasien \/ <em>Patient Safety <\/em>adalah keadaan dimana pasien bebas dari <em>harm <\/em>atau cedera, yang dapat meliputi penyakit, cedera fisik, psikologis, sosial, penderitaan, cacat, kematian dan lainnya, yang\u00a0 seharusnya tidak terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di Laboratorium , Keselamatan Pasien bertarti semua standar prosedur operasional yang sudah dibuat untuk kegiatan pelayanan laboratorium harus ditaati, tidak ada kesalahan sampling \/ specimen, tidak ada kesalahan analisa,\u00a0 tidak ada kesalahan pencetakan hasil dan penyerahan hasil , serta tidak ada kesalahan ekspertisi hasil. Melaporkan segera nilai kritis kepada dokter pengirim merupakan salah satu tindakan untuk keselamatan pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keselamatan pasien di laboratorium, berarti juga semua fasilitas yang dipakai adalah fasilitas yang aman untuk pasien. Dimulai dari standar bangunan, mebeler, peralatan pengambilan specimen sampai alat-alat analiser yang dipilih adalah alat yang menunjang mutu dan keselamatan pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keselamatan pasien di laboratorium juga meliputi pencegahan infeksio nosokomial yang berhubungan dengan tindakan laboratorium dengan cara mengikuti standar pengendalian infeksi mulai dari cuci tangan dan penggunaan alat pengaman diri ( APD ).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"color: #000000;\" name=\"_TOC_250013\"><\/a>6.2.\u00a0\u00a0 TUJUAN.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"color: #000000;\" name=\"_TOC_250012\"><\/a>6.2.1.\u00a0\u00a0 TUJUAN UMUM :<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Memenuhi standar keselamatan pasien di laboratorium RS\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"color: #000000;\" name=\"_TOC_250011\"><\/a>6.2.2.\u00a0\u00a0 TUJUAN KHUSUS :<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menurunkan angka Kejadian Tidak Diharapkan di Laboratorium RS<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengumpulkan , menganalisa , mengevaluasi data dan mengusulkan jalan keluar pemecahan KNC, KTD dan Sentinel Event yang terjadi yang berhubungan dengan laboratorium<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menganalisa resiko klinis dari suatu sistem yang diterapkan di Laboratorium<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"color: #000000;\" name=\"_TOC_250010\"><\/a>6.3.\u00a0\u00a0 TATA LAKSANA KESELAMATAN PASIEN.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tata laksana keselamtan pasien di laboratorium adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mulai dengan membuat standar prosedur operasional (SPO)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melakukan SPO di semua segi pelayanan laboratorium<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mencatat dan menuliskan laporan kejadian bila terjadi kejadian yang tidak diharapkan (KTD)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kepala Instalasi bersama pihak yang terkait melakukan penyelidikan terhadap KTD, mencari jalan keluar bila perlu merubah system sehingga lebih baik dan lebih aman untuk pasien, membuat tindak lanjut dan mensosialisasikan tindak lanjut untuk dilakukan bersama dan mengevaluasi system yang baru tersebut<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melaporkan Indikator keselamatan pasien setiap bulan dalam rapat kerja bulanan dengan direksi yaitu :<\/span>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kejadian yang\u00a0\u00a0\u00a0 berhubungan\u00a0\u00a0\u00a0 dengan\u00a0\u00a0\u00a0 ketidakcocokan Indentitas pasien<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kejadian yang berhubungan dengan komunikasi yang efektif<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kejadian pasien jatuh<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kejadian yang berhubungan denga transfusi darah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kejadian yang berhubungan dengan satndar pengendalian infeksi ( cuci tangan )<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melakukan semua standar pengendalian infeksi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memilih peralatan yang bermutu dan aman bagi pasien<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"color: #000000;\" name=\"_TOC_250009\"><\/a>BAB VII KESELAMATAN KERJA<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\">7.1.PENGERTIAN.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomer 43 tahun 2013 Bab VIII menyatakan bahwa Kesehatan dan Keselamatan kerja (K3) laboratorium merupakan bagian dari pengelolaan laboratorium secara\u00a0 keseluruhan.Laboratorium melakukan berbagai tindakan dan kegiatan terutama berhubungan dengan specimen yang berasal dari manusia maupun bukan manusia. Bagi petugas laboratorium yang selalu kontak dengan specimen, maka berpotensi terinfeksi kuman pathogen. Potensi infeksi juga terjadi dari petugas ke petugas lainnya, atau keluarganya dan ke masyarakat. Untuk mengurangi bahaya yang terjadi, perlu adanya kebijakan yang ketat.Petugas harus memahami keamanan laboratorium, mempunyai sikap dan kemampuan untuk melakukan pengamanan sehubungan dengan pekerjaannya sesuai SPO,serta mengontrol bahan\/specimen secara baik menurut praktik laboratorium yang benar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Undang-undang no 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dimaksudkan untuk menjamin :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan dalam melakukan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Agar pegawai dan setiap orang yang berada di tempat kerja selalu berada dalam keadaan sehat dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Agar fakto-faktor produksi dapat dipakai dan dijalankan secara<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\">7.2.\u00a0\u00a0 TUJUAN.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tujuan dari Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah supaya setiap pekerja laboratorium aman dari kecelakaan akibat kerja, termasuk aman\u00a0 dari paparan cairan tubuh yang infeksius dan zat-sat kimia lainnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\">7.3.\u00a0\u00a0 TATA LAKSANA.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Design laboratorium harus memiliki system ventilasi yang memadai dengan sirkulasi udara yang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Design laboratorium harus mempunyai alat pemadam api yang tepat bahan kimia berbahaya<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Design laboratorium harus dibuat sedemikian rupa agar dapat menghindari panas sejauh mungkin, dengan memakai alat pembakar gas yang terbuka untuk menghindari bahaya kebakaran<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dua pintu \/ jalan harus disediakan untuk keluar dari kebakaran dan terpisah sejauh mungkin<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tempat penyimpanan reagen didesign untuk mengurangi resiko sampai sekecil mungkin<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Harus tersedia alat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ( P3K )<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sistem pembuangan limbah yang aman<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Peralatan <\/strong><\/span>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Semua alat di laboraotirum memiliki kemanan sedemikian rupa sehingga pekerja tidak terpapar aliran listrik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki <em>safety cabinet <\/em>untuk bekerja saat pengecatan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Alat Pengaman <\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis alat pelindung yang digunakan petugas laboratorium meliputi : sarung tangan, baju kerja, masker, sepatu. Sarung tangan harus selalu dipakai pada saat melakukan tindakan diperkirakan akan terjadi kontak dengan darah, cairan tubuh, secret, dan benda yang terkontaminasi. Cuci tangan harus selalu dilakukan pada saat sebelum memakai dan melepas sarung tangan. Sarung tangan harus berbeda untuk setiap pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Baju kerja berupa gaun pelindung merupakan salah satu jenis pakaian kerja wajib digunakan selama di laboratorium. Tujuan pemakaian\u00a0 gaun\u00a0 pelindung untuk melindungi petugas dari kemungkinan genangan atau percikan darah atau<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">cairan tubuh yang lain yang dapat mencemari baju atau seragam. Baju kerja harus segera diganti bila terkena kotoran,darah atau cairan tubuh yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sepatu kerja digunakan di area pemeriksaan laboratorium sehingga dapat mencegah terperciknya sampel ke kaki petugas dan mencegah terlukanya kaki petugas karena terkena tusukan benda tajam yang terjatuh.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Monitoring Kesehatan<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keadaaan kesehatan petugas laboratorium harus memenuhi standar kesehatan yang telah ditentukan di laboratorium. Untuk menjamin kesehatan para petugas laboratorium dilakukan hal-hal sebagai berikut :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan foto toraks bagi pegawai yang bekerja dengan bahan yang diduga mengandung bakteri<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemberian imunisasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemantauan kesehatan pegawai dilakukan setiap 6 bulan sekali secara rutin.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Petunjuk Pencegahan Infeksi Untuk Petugas Kesehatan<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mencegah penyebaran bahan infeksi :<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melakukan dekontaminasi permukaan meja kerja dengan desinfektan yang sesuai setiap habis<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menempatkan sisa specimen dalam wadah yang tahan bocor,<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mencegah bahan infeksi tertelan atau terkena kulit serta mata selama bekerja :<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mencuci tangan dengan sabun\/desinfektan sebelum dan sesudah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menggunakan alat pelindung mata\/muka jika terjadi resiko percikan bahan infeksi saat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"3\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mencegah infeksi melalui<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bila terjadi luka tusukan maka setiap pekerja wajib melakukan pemeriksaan\/ test Panel Hepatitis dan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_5281\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"5281\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Belum kesempatan Baca , Klik aja disini ! BAB VI KESELAMATAN PASIEN \u00a0 \u00a0 6.1.\u00a0\u00a0 PENGERTIAN. \u00a0 Keselamatan Pasien \/ Patient Safety adalah keadaan dimana pasien bebas dari harm atau <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_5281\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"5281\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[152],"tags":[208],"class_list":["post-5281","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pedoman-pelayanan","tag-laboratorium"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":11420,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pedoman Pelayanan Laboratorium - Bab 4-5 - Keselamatan Pasien dan Staf - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pedoman Pelayanan Laboratorium - Bab 4-5 - Keselamatan Pasien dan Staf - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Belum kesempatan Baca , Klik aja disini ! BAB VI KESELAMATAN PASIEN \u00a0 \u00a0 6.1.\u00a0\u00a0 PENGERTIAN. \u00a0 Keselamatan Pasien \/ Patient Safety adalah keadaan dimana pasien bebas dari harm atau Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-05-17T03:50:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2016-05-17T03:51:14+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"Pedoman Pelayanan Laboratorium &#8211; Bab 4-5 &#8211; Keselamatan Pasien dan Staf\",\"datePublished\":\"2016-05-17T03:50:23+00:00\",\"dateModified\":\"2016-05-17T03:51:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\\\/\"},\"wordCount\":945,\"keywords\":[\"Laboratorium\"],\"articleSection\":[\"Pedoman Pelayanan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\\\/\",\"name\":\"Pedoman Pelayanan Laboratorium - Bab 4-5 - Keselamatan Pasien dan Staf - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2016-05-17T03:50:23+00:00\",\"dateModified\":\"2016-05-17T03:51:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pedoman Pelayanan Laboratorium &#8211; Bab 4-5 &#8211; Keselamatan Pasien dan Staf\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pedoman Pelayanan Laboratorium - Bab 4-5 - Keselamatan Pasien dan Staf - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pedoman Pelayanan Laboratorium - Bab 4-5 - Keselamatan Pasien dan Staf - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"Belum kesempatan Baca , Klik aja disini ! BAB VI KESELAMATAN PASIEN \u00a0 \u00a0 6.1.\u00a0\u00a0 PENGERTIAN. \u00a0 Keselamatan Pasien \/ Patient Safety adalah keadaan dimana pasien bebas dari harm atau Continue Reading &rarr;","og_url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2016-05-17T03:50:23+00:00","article_modified_time":"2016-05-17T03:51:14+00:00","author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"Pedoman Pelayanan Laboratorium &#8211; Bab 4-5 &#8211; Keselamatan Pasien dan Staf","datePublished":"2016-05-17T03:50:23+00:00","dateModified":"2016-05-17T03:51:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\/"},"wordCount":945,"keywords":["Laboratorium"],"articleSection":["Pedoman Pelayanan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\/","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\/","name":"Pedoman Pelayanan Laboratorium - Bab 4-5 - Keselamatan Pasien dan Staf - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"datePublished":"2016-05-17T03:50:23+00:00","dateModified":"2016-05-17T03:51:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-laboratorium-bab-4-5-keselamatan-pasien-dan-staf\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pedoman Pelayanan Laboratorium &#8211; Bab 4-5 &#8211; Keselamatan Pasien dan Staf"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5281","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5281"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5281\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5283,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5281\/revisions\/5283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5281"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5281"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5281"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}