{"id":2853,"date":"2014-01-04T22:47:49","date_gmt":"2014-01-04T15:47:49","guid":{"rendered":"http:\/\/akreditasi.web.id\/2012\/?p=2853"},"modified":"2014-01-04T23:23:35","modified_gmt":"2014-01-04T16:23:35","slug":"panduan-keselamata-pasien-contoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/","title":{"rendered":"Panduan Keselamata Pasien (Contoh)"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\">Baca dengan Google Drive <a href=\"https:\/\/docs.google.com\/document\/d\/1bucGhHpD_oINdtYHxbRktF0p92HGg9W_kt6RTfCAWrY\/edit?usp=sharing\" target=\"_blank\">disini !<\/a><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>BAB I &#8211; PENDAHULUAN<\/strong><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Latar belakang<\/strong><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Keselamatan (safety) telah menjadi isu global termasuk juga untuk rumah sakit. Ada lima isu penting yang terkait dengan keselamatan (safety) di rumah sakit yaitu : keselamatan pasien (patient safety), keselamatan pekerja atau petugas kesehatan, keselamatan bangunan dan peralatan di rumah sakit yang bisa berdampak terhadap keselamatan pasien dan petugas, keselamatan lingkungan (green productivity) yang berdampak terhadap pencemaran lingkungan dan keselamatan \u201cbisnis\u201d rumah sakit yang terkait dengan kelangsungan hidup rumah sakit. Ke lima aspek keselamatan tersebut sangatlah penting untuk dilaksanakan di setiap rumah sakit. Namun harus diakui kegiatan institusi rumah sakit dapat berjalan apabila ada pasien. Karena itu keselamatan pasien merupakan prioritas utama untuk dilaksanakan, dan hal tersebut \u00a0terkait \u00a0dengan isu mutu dan citra\u00a0 rumah sakit.<script type=\"text\/javascript\" src=\"\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\" async=\"\"><\/script><!-- untuk akreditasi.web.id --> <ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: inline-block; width: 300px; height: 250px;\" data-ad-client=\"ca-pub-8125416953923865\" data-ad-slot=\"1140111307\"><\/ins><script type=\"text\/javascript\">\/\/ <![CDATA[\n(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n\/\/ ]]><\/script><!--more--><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Harus diakui, pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah untuk menyelamatkan pasien sesuai dengan yang diucapkan Hipocrates kira-kira 2400 tahun yang lalu yaitu primum, non nocere (first, do no ham). Namun diakui dengan semakin berkembangnya ilmu dan teknologi pelayanan kesehatan &#8211; khususnya di rumah sakit &#8211; menjadi semakin kompleks dan berpotensi terjadinya Kejadian Tidak Diharapkan \u2013 KTD (adverse event) apabila tidak dilakukan dengan hati-hati.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Di rumah sakit terdapat ratusan macam obat, ratusan tes dan prosedur, banyak alat dengan teknologinya, bermacam jenis tenaga profesi dan non profesi yang siap memberikan pelayanan pasien 24 jam terus menerus. Keberagaman dan kerutinan pelayanan tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan terjadinya KTD.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada tahun 2000 Institute of Medicine di Amerika Serikat menerbitkan laporan yang mengagetkan banyak pihak: \u2018TO ERR IS HUMAN\u201d, Building a Safer Health System. Laporan itu mengemukakan penelitian di rumah sakit di Utah dan Colorado serta New York. Di Utah dan Colorado ditemukan KTD (adverse event) sebesar 2,9 %, dimana 6,6 % diantaranya meninggal. Sedangkan di New York KTD adalah sebesar 3,7 % dengan angka kematian 13,6 %. Angka kematian akibat KTD pada pasien rawat inap diseluruh Amerika yang berjumlah 33,6 juta per tahun berkisar 44.000-98.000 per tahun. Publikasi WHO pada tahun 2004, mengumpulkan angka-angka penelitian rumah sakit di berbagai negara : Amerika, Inggris, Denmark, dan Australia, ditemukan KTD dengan rentang 3,2-16,6 %. Dengan data-data tersebut, berbagai negara segera melakukan penelitian dan mengembangkan Sistem Keselamatan Pasien.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Di Indonesia data tentang KTD apalagi Kejadian Nyaris Cedera (near miss) masih langka, namun dilain pihak terjadi peningkatan tuduhan \u201cmal praktek\u201d, yang belum tentu sesuai dengan pembuktian akhir. Dalam rangka meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit maka Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) telah mengambil inisiatif membentuk Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKP-RS). Komite tersebut telah aktif melaksanakan langkah-langkah persiapan pelaksanaan keselamatan pasien rumah sakit dengan mengembangkan laboratorium program keselamatan pasien rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Mengingat keselamatan pasien sudah menjadi tuntutan masyarakat dan berdasarkan atas latar belakang itulah maka pelaksanaan program keselamatan pasien di RS \u00a0\u00a0Waras Wiris perlu dilakukan. Untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan RS \u00a0\u00a0Waras Wiris terutama didalam melaksanakan keselamatan pasien sangat diperlukan suatu pedoman yang jelas sehingga angka kejadian KTD dapat dicegah sedini mungkin.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tujuan \u00a0Pedoman Keselamatan Pasien<\/strong><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Tujuan Umum\u00a0 :\u00a0 <\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Sebagai Pedoman bagi manajemen RS \u00a0\u00a0Waras Wiris untuk dapat melaksanakan program keselamatan pasien dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Tujuan Khusus :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Sebagai acuan yang jelas bagi manajemen RS \u00a0\u00a0Waras Wiris didalam mengambil keputusan terhadap keselamatan pasien.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Sebagai acuan bagi para dokter untuk dapat meningkatkan keselamatan pasien.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Terlaksananya program keselamatan pasien secara sistematis dan terarah.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Manfaat :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Dapat meningkatkan mutu pelayananan yang bekualitas dan citra yang baik bagi RS \u00a0\u00a0Waras Wiris<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Agar seluruh personil rumah sakit memahami tentang tanggung jawab dan rasa nilai kemanusian terhadap keselamatan pasien di RS \u00a0\u00a0Waras Wiris<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Dapat meningkatkan kepercayaan antara dokter dan pasien terhadap tindakan yang akan dilakukan<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Mengurangi terjadinya KTD di rumah sakit.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br \/>\n<script type=\"text\/javascript\" src=\"\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\" async=\"\"><\/script><!-- untuk akreditasi.web.id --> <ins class=\"adsbygoogle\"><\/ins> style=&#8221;display:inline-block;width:300px;height:250px&#8221; data-ad-client=&#8221;ca-pub-8125416953923865&#8243; data-ad-slot=&#8221;1140111307&#8243;&gt;<script type=\"text\/javascript\">\/\/ <![CDATA[\n(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n\/\/ ]]><\/script><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong><span style=\"color: #000000;\">BAB II &#8211; KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT<\/span><\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Mengapa Keselamatan Pasien ?<\/span><\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sejak awal tahun 1900 institusi rumah sakit selalu meningkatkan mutu pada 3 (tiga) elemen yaitu input, proses dan output sampai outcome dengan bermacam \u2013 macam konsep dasar, program regulasi yang berwenang misalnya antara lain penerapan Standar Pelayanan Rumah Sakit, Penerapan Quality Assurance, Total Quality Management, Countinous Quality Improvement, Perizinan, Akreditasi, Kredensialing, Audit Medis, Indikator Klinis, Clinical Governance, ISO, dan lain sebagainya. Harus diakui program-program tersebut telah meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit baik pada aspek input, proses maupun output dan outcome. Namun harus diakui, pada pelayanan yang telah berkualitas tersebut masih terjadi KTD yang tidak jarang berakhir dengan tuntutan hukum. Oleh sebab itu perlu program untuk lebih memperbaiki proses pelayanan, karena KTD sebagian dapat merupakan kesalahan dalam proses pelayanan yang sebetulnya dapat dicegah melalui rencana pelayanan yang komprehensif dengan melibatkan pasien berdasarkan haknya. Program tersebut yang kemudian dikenal dengan istilah keselamatan pasien (patient safety). Dengan meningkatnya keselamatan pasien rumah sakit diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit dapat meningkat. Selain itu keselamatan pasien juga dapat mengurangi KTD, yang selain berdampak terhadap peningkatan biaya pelayanan juga dapat membawa rumah sakit ke arena blamming, menimbulkan konflik antara dokter\/petugas \u00a0kesehatan dan pasien, menimbulkan sengketa medis, tuntutan dan proses hukum, tuduhan malpraktek, blow-up ke media massa yang akhirnya menimbulkan opini negatif terhadap pelayanan rumah sakit. Selain itu rumah sakit \u00a0dan dokter bersusah payah melindungi dirinya dengan asuransi, pengacara dsb. Tetapi pada akhirnya tidak ada pihak yang menang, bahkan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Pengertian<\/span><\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Keselamatan pasien (patient safety) rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Sistem tersebut meliputi : assessmen risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko, Sistem tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Tujuan :<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Terciptanya budaya keselamatan pasien di rumah sakit<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Meningkatnya akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Menurunnya kejadian tidak diharapkan (KTD) di rumah sakit<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan kejadian tidak diharapkan.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/ul>\n<p dir=\"ltr\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Programme WHO, World Alliance for Patient Safety<\/span><\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada Januari 2002 Executive Board WHO menyusun usulan resolusi, dan kemudian diajukan pada World Health Assembly ke 55 Mei 2002, dan diterbitkan sebagai Resolusi WHA55.18. Selanjutnya pada World Health Assembly ke 57 Mei 2004, diputuskan membentuk aliansi International untuk peningkatan keselamatan pasien dengan sebutan World Alliance for Patient Safety, dan ditunjuk Sir Liam Donaldson sebagai Ketua.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">World Alliance for patient safety pada tahun 2004 menerbitkan 6 program keselamatan pasien, dan tahun 2005 menambah 4 program lagi, keseluruhan 10 program WHO untuk keselamatan pasien adalah sbb :<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">1. \u00a0Global Patient \u00a0Safety Challenge \u00a0:<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Ist Challenge : 2005-2006 : Clean Care is Safer Care,<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a02nd Challenge : 2007-2008 : Safe Surgery Safe Lives<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">2. \u00a0Patient for Patient Safety<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">3. \u00a0Taxonomy for Patient Safety<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">4. \u00a0Research for Patient Safety<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">5. \u00a0Solutions \u00a0for Patient Safety<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">6. \u00a0Reporting and Learning<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">7. \u00a0Safety in action<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">8. \u00a0Technology for Patient Safety<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">9. \u00a0Care of acutely \u00a0ill patients<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">10. Patient safety knowledge at your fingertips \u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Sembilan Solusi Keselamatan Pasien di Rumah Sakit<\/span><\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">WHO Collaborating \u00a0Centre for Patient Safety, dimotori oleh Joint Commission International, Suatu badan akreditasi dari Amerika Serikat, mulai tahun 2005 mengumpulkan pakar keselamatan pasien dari lebih 100 Negara, dengan kegiatan mengidentifikasi dan mempelajari berbagai masalah keselamtan pasien, dan mencari solusi berupa sistem atau intervensi sehingga mampu mencegah atau mengurangi cedera pasien dan meningkatkan keselamatan pasien. Pada tgl 2 Mei 2007 WHO Colaborating Centre for Patient Safety resmi menerbitkan panduan \u201cNine Life-Saving Patient Safety Solutions\u201d (\u201cSembilan Solusi Keselamatan Pasien Rumah Sakit\u201d).<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Sembilan topik yang diberikan solusinya adalah sbb:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Perhatikan Nama Obat, Rupa dan Ucapan Mirip (Look-Alike, Sound-Alike Medication Names)<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Pastikan Identifikasi pasien<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Komunikasi secara benar saat serah terima\/pengoperan pasien<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Pastikan tindakan yang benar pada sisi tubuh yang benar<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Kendalikan cairan elektrolit pekat (concentrated)<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Pastikan akurasi pemberian obat pada pengalihan pelayanan<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Hindari salah kateter dan salah sambung slang (tube)<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Gunakan alat injeksi sekali pakai<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Tingkatkan kebersihan tangan (Hand hygiene) untuk pencegahan infeksi nosokomial<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br \/>\n<script type=\"text\/javascript\" src=\"\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\" async=\"\"><\/script><!-- cahaya global 1 --> <ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: inline-block; width: 250px; height: 250px;\" data-ad-client=\"ca-pub-8125416953923865\" data-ad-slot=\"5708979586\"><\/ins><script type=\"text\/javascript\">\/\/ <![CDATA[\n(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n\/\/ ]]><\/script><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong><span style=\"color: #000000;\">BAB III &#8211;\u00a0 TUJUH LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT<\/span><\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 Mengacu kepada standar keselamatan pasien, maka RS \u00a0\u00a0Waras Wiris \u00a0\u00a0harus merancang proses baru atau memperbaiki proses yang ada, memonitor dan mengevaluasi kinerja melalui pengumpulan data, menganalisis secara intensif \u00a0KTD, dan melakukan perubahan untuk meningkatkan \u00a0kinerja mutu serta keselamatan pasien.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 Proses perancangan tersebut harus mengacu pada visi,misi, dan tujuan RS \u00a0\u00a0Waras Wiris, kebutuhan pasien, petugas pelayanan kesehatan, kaidah klinis terkini, praktik bisnis yang sehat, dan faktor-faktor lain yang berpotensi risiko bagi pasien sesuai dengan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u201c Tujuh Langkah Keselamatan Pasien Rumah Sakit\u201d<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 Berkaitan hal tersebut diatas maka perlu ada kejelasan perihal tujuh langkah keselamatan pasien rumah sakit tersebut \u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 Uraian Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien Rumah Sakit adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">1. BANGUN KESADARAN AKAN NILAI KESELAMATAN PASIEN<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Ciptakan kepemimpinan dan budaya yang terbuka dan adil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tingkat Rumah Sakit :<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">RS \u00a0\u00a0Waras Wiris telah memiliki kebijakan yang menjabarkan apa yang harus dilakukan staf segera setelah terjadi insiden, bagaimana langkah-langkah pengumpulan fakta harus dilakukan dan dukungan apa yang harus diberikan kepada staf, pasien dan keluarga<\/span><\/p>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">RS \u00a0\u00a0Waras Wiris telah memiliki kebijakan dan prosedur yang menjabarkan peran dan akuntabilitas individual bilamana ada insiden.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">RS \u00a0\u00a0Waras Wiris telah berupaya menumbuhkan budaya pelaporan dan belajar dari insiden yang terjadi di rumah sakit.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Lakukan asesmen dengan menggunakan survei penilaian keselamatan pasien.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p dir=\"ltr\">Tingkat Unit Kerja\/Tim :<\/p>\n<ul>\n<li>Pastikan semua rekan sekerja merasa mampu untuk berbicara mengenai kepedulian mereka dan berani melaporkan bilamana ada insiden<\/li>\n<li>Demonstrasikan kepada seluruh personil ukuran-ukuran yang dipakai di \u00a0 RS \u00a0\u00a0Waras Wiris untuk memastikan semua laporan dibuat secara terbuka dan terjadi proses pembelajaran serta pelaksanaan tindakan\/solusi yang tepat<\/li>\n<\/ul>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">2. PIMPIN DAN DUKUNG STAF RS<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Bangunlah komitmen dan fokus yang kuat dan jelas tentang Keselamatan Pasien di seluruh jajaran RS \u00a0\u00a0Waras Wiris.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Langkah penerapan :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Tingkat Rumah Sakit :<\/p>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Direksi bertanggung jawab atas keselamatan pasien<\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Telah dibentuk Panitia Mutu dan Keselamatan Pasien yang ditugaskan untuk menjadi \u201cpenggerak\u201d dalam gerakan keselamatan pasien<\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Prioritaskan Keselamatan Pasien dalam agenda rapat jajaran Direksi maupun rapat-rapat manajemen rumah sakit<\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Keselamatan Pasien menjadi materi dalam semua program orientasi dan pelatihan di RS \u00a0\u00a0Waras Wiris dan dilaksanakan evaluai dengan pre dan post test.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Tingkat Unit Kerja\/Tim :<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Semua pimpinan unit kerja wajib memimpin \u00a0gerakan Keselamatan Pasien<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Selalu jelaskan kepada seluruh personil relevansi dan pentingnya serta manfaat bagi mereka dengan menjalankan gerakan Keselamatan Pasien<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Tumbuhkan sikap kesatria yang menghargai pelaporan insiden<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">3. INTEGRASIKAN AKTIVITAS PENGELOLAAN RISIKO<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Kembangkan sistem dan proses pengelolaan risiko, serta lakukan identifikasi dan asesmen hal yang potensial bermasalah<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Langkah penerapan:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Tingkat Rumah Sakit :<\/p>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Telaah kembali input dan proses yang ada dalam manajemen risiko klinis dan non klinis, serta pastikan hal tersebut mencakup dan terintegrasi dengan Keselamatan Pasien dan staf<\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Kembangkan indikator-indikator kinerja mutu dan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) bagi sistem pengelolaan risiko yang dapat dimonitor oleh Direksi\/Manajer RS \u00a0\u00a0Waras Wiris<\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Gunakan informasi yang benar dan jelas yang diperoleh dari sistem pelaporan insiden dan asesmen risiko untuk dapat secara proaktif meningkatkan kepedulian terhadap pasien.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"2\">\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Tingkat Unit Kerja\/Tim:<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam setiap rapat koordinasi selalu laksanakan diskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan Keselamatan Pasien guna memberikan umpan balik kepada Manajer terkait<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Pastikan ada penilaian risiko pada individu pasien dalam proses asesmen risiko rumah sakit<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Lakukan proses asesmen risiko secara teratur, untuk menentukan akseptabilitas setiap risiko, dan ambilah langkah-langkah yang tepat untuk memperkecil risiko tersebut<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Pastikan penilaian risiko tersebut disampaikan sebagai masukan ke proses asesmen dan pencatatan risiko rumah sakit.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">4. KEMBANGKAN SISTEM PELAPORAN<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Pastikan staf anda agar dengan mudah dapat melaporkan kejadian\/insiden, serta rumah sakit mengatur pelaporan kepada Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS)<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Langkah penerapan :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Tingkat Rumah Sakit<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Sistem pelaporan insiden ke dalam maupun ke luar rumah sakit mengacu pada Pedoman Keselamatan Pasien RS \u00a0\u00a0Waras Wiris.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Tingkat Unit Kerja\/Tim :<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Berikan semangat kepada seluruh personil untuk secara aktif melaporkan setiap insiden yang terjadi dan insiden yang telah dicegah tetapi tetap terjadi juga, karena mengandung bahan pelajaran yang penting.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">5. LIBATKAN DAN BERKOMUNIKASI DENGAN PASIEN<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Kembangkan cara-cara komunikasi yang terbuka dengan pasien<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Langkah penerapan :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Tingkat Rumah Sakit :<\/p>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">RS \u00a0\u00a0Waras Wiris \u00a0\u00a0memiliki kebijakan dan pedoman yang jelas tentang cara-cara komunikasi terbuka selama proses asuhan tentang insiden dengan para pasien dan keluarganya.<\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Seluruh staf RS \u00a0\u00a0Waras Wiris terkait harus mampu memastikan bahwa pasien dan keluarga mendapat informasi yang benar dan jelas bilamana terjadi insiden.<\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Seluruh jajaran manajerial harus mampu memberi dukungan, pelatihan dan dorongan semangat kepada staf agar selalu terbuka kepada pasien dan keluarganya.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"2\">\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Tingkat Unit Kerja\/Tim :<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Pastikan seluruh personil menghargai dan mendukung keterlibatan pasien dan keluarganya bila telah terjadi insiden.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Prioritaskan pemberitahuan kepada pasien dan keluarga bilamana terjadi insiden, dan segera berikan kepada mereka informasi yang jelas dan benar secara tepat.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Pastikan, segera setelah kejadian, tim menunjukkan empati kepada pasien dan keluarganya.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">6. BELAJAR DAN BERBAGI PENGALAMAN TENTANG KESELAMATAN PASIEN<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Seluruh staf harus mampu untuk melakukan analisis akar masalah untuk belajar bagaimana dan mengapa KTD itu timbul.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Langkah penerapan:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Tingkat Rumah Sakit:<\/p>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Pastikan staf yang tekait telah terlatih untuk melakukan kajian insiden secara tepat, yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi penyebab<\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Kembangkan kebijakan yang menjabarkan dengan jelas kriteria pelaksanaan Analisis Akar Masalah (Root Cause Analysis\/RCA) yang mencakup insiden yang terjadi dan minimum satu kali per tahun melakukan melakukan Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) untuk proses risiko tinggi.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Tingkat Unit Kerja\/Tim:<\/p>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Diskusikan dalam jajaran unit\/tim pengalaman dari hasil analisis insiden.<\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Identifikasi unit atau bagian lain yang mungkin terkena dampak di masa depan dan bagilah pengalaman tersebut secara lebih luas.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">7. CEGAH CEDERA MELALUI IMPLEMENTASI SISTEM KESELAMATAN PASIEN<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Gunakan informasi yang ada tentang kejadian \/ masalah untuk melakukan perubahan pada sistem pelayanan.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Langkah Penerapan:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Tingkat Rumah Sakit :<\/p>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Gunakan informasi yang benar dan jelas yang diperoleh dari sistem pelaporan, asesmen risiko, kajian insiden, dan audit serta analisis, untuk menentukan solusi.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Solusi tersebut dapat mencakup penjabaran ulang sistem (inputr dan proses), penyesuaian pelatihan staf dan\/atau kegiatan klinis, termasuk penggunaan instrumen yang menjamin keselamatan pasien.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Lakukan asesmen risiko untuk setiap perubahan yang direncanakan.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Sosialisasikan solusi yang dikembangkan oleh KKPRS-PERSI.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Beri umpan balik kepada staf tentang setiap tindakan yang diambil atas insiden yang dilaporkan.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Tingkat Unit Kerja\/Tim :<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Libatkan seluruh personil dalam mengembangkan berbagai cara untuk membuat asuhan pasien menjadi lebih baik dan lebih aman.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Telaah kembali perubahan-perubahan yang telah dibuat dan pastikan pelaksanaannya.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Pastikan seluruh personil menerima umpan balik atas setiap tindak lanjut tentang insiden yang dilaporkan.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Tujuh langkah keselamatan pasien rumah sakit merupakan panduan yang komprehensif untuk menuju keselamatan pasien, sehingga tujuh langkah tersebut secara menyeluruh harus dilaksanakan oleh setiap rumah sakit. Dalam pelaksanaan, tujuh langkah tersebut tidak harus berurutan dan tidak harus serentak. Dapat dipilih langkah-langkah yang paling strategis dan paling mudah dilaksanakan. Bila langkah-langkah ini berhasil maka kembangkan langkah-langkah yang belum dilaksanakan<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 Bila tujuh langkah ini telah dilaksanakan dengan baik maka dapat menambah penggunaan metoda-metoda lainnya.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\fBAB IV &#8211; PENCATATAN DAN PELAPORAN<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Rumah Sakit<\/p>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Rumah sakit wajib melakukan pencatatan dan pelaporan insiden yang meliputi kejadian tidak diharapkan (KTD), kejadian nyaris cedera dan kejadian sentinel.<\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Pencatatan dan pelaporan insiden Keselamatan Pasien (IKP) mengacu pada pedoman yang dikeluarkan oleh Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit Persi.<\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Pelaporan insiden terdiri dari :<\/p>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Pelaporan internal yaitu mekanisme\/alur pelaporan KPRS di internal RS \u00a0\u00a0Waras Wiris.<\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Pelaporan eksternal yaitu pelaporan dari RS \u00a0\u00a0Waras Wiris ke Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\">Panitia Mutu dan Kerja Keselamatan Pasien RS \u00a0\u00a0Waras Wiris melakukan pencatatan kegiatan yang telah dilakukan dan membuat laporan kegiatan kepada Direktur Rumah Sakit secara berkala.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">\fBAB V &#8211; MONITORING DAN EVALUASI<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Seluruh jajaran manajemen RS \u00a0\u00a0Waras Wiris \u00a0\u00a0secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi program keselamatan pasien yang dilaksanakan oleh Panitia Mutu dan Keselamatan Pasien RS \u00a0\u00a0Waras Wiris.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Panitia Mutu dan Keselamatan Pasien RS \u00a0\u00a0Waras Wiris \u00a0\u00a0secara berkala (paling lama 2 tahun) melakukan evaluasi pedoman, kebijakan dan prosedur keselamatan pasien yang dipergunakan di RS \u00a0\u00a0Waras Wiris.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">Panitia Mutu dan Keselamatan Pasien RS \u00a0\u00a0Waras Wiris \u00a0melakukan evaluasi kegiatan setiap triwulan dan membuat tindak lanjutnya<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/ol>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\" async=\"\"><\/script><!-- akreditasi mendatar --> <ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: inline-block; width: 728px; height: 90px;\" data-ad-client=\"ca-pub-8125416953923865\" data-ad-slot=\"1276355648\"><\/ins><script type=\"text\/javascript\">\/\/ <![CDATA[\n(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n\/\/ ]]><\/script><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_2853\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"2853\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baca dengan Google Drive disini ! BAB I &#8211; PENDAHULUAN 1. Latar belakang Keselamatan (safety) telah menjadi isu global termasuk juga untuk rumah sakit. Ada lima isu penting yang terkait <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_2853\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"2853\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[94],"tags":[],"class_list":["post-2853","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-akreditasi-2012"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":3106,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Panduan Keselamata Pasien (Contoh) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Keselamata Pasien (Contoh) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Baca dengan Google Drive disini ! BAB I &#8211; PENDAHULUAN 1. Latar belakang Keselamatan (safety) telah menjadi isu global termasuk juga untuk rumah sakit. Ada lima isu penting yang terkait Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-01-04T15:47:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2014-01-04T16:23:35+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-keselamata-pasien-contoh\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-keselamata-pasien-contoh\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"Panduan Keselamata Pasien (Contoh)\",\"datePublished\":\"2014-01-04T15:47:49+00:00\",\"dateModified\":\"2014-01-04T16:23:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-keselamata-pasien-contoh\\\/\"},\"wordCount\":2526,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Akreditasi 2012\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-keselamata-pasien-contoh\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-keselamata-pasien-contoh\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-keselamata-pasien-contoh\\\/\",\"name\":\"Panduan Keselamata Pasien (Contoh) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2014-01-04T15:47:49+00:00\",\"dateModified\":\"2014-01-04T16:23:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-keselamata-pasien-contoh\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-keselamata-pasien-contoh\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-keselamata-pasien-contoh\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan Keselamata Pasien (Contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Keselamata Pasien (Contoh) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Panduan Keselamata Pasien (Contoh) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"Baca dengan Google Drive disini ! BAB I &#8211; PENDAHULUAN 1. Latar belakang Keselamatan (safety) telah menjadi isu global termasuk juga untuk rumah sakit. Ada lima isu penting yang terkait Continue Reading &rarr;","og_url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2014-01-04T15:47:49+00:00","article_modified_time":"2014-01-04T16:23:35+00:00","author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"13 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"Panduan Keselamata Pasien (Contoh)","datePublished":"2014-01-04T15:47:49+00:00","dateModified":"2014-01-04T16:23:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/"},"wordCount":2526,"commentCount":0,"articleSection":["Akreditasi 2012"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/","name":"Panduan Keselamata Pasien (Contoh) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"datePublished":"2014-01-04T15:47:49+00:00","dateModified":"2014-01-04T16:23:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-keselamata-pasien-contoh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan Keselamata Pasien (Contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2853","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2853"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2853\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2855,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2853\/revisions\/2855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2853"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2853"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2853"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}