{"id":120,"date":"2018-01-27T07:26:35","date_gmt":"2018-01-27T07:26:35","guid":{"rendered":"https:\/\/akreditasi.my.id\/ppirs\/?page_id=120"},"modified":"2018-01-27T12:47:45","modified_gmt":"2018-01-27T12:47:45","slug":"7-monev","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/snars.web.id\/ppirs\/7-monev\/","title":{"rendered":"7.MonEv"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"BAB 7 - MONITORING DAN EVALUASI. Monitoring dan evaluasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan tetap pada jalurnya sesuai pedoman dan perencanaan program dalam rangka pengendalian suatu program, selain juga memberikan informasi kepada pengelola program akan hambatan dan penyimpangan yang terjadi sebagai masukan dalam melakukan evaluasi. Dalam program PPI monitoring dan evaluasi bertujuan untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program dan kepatuhan penerapan oleh petugas serta evaluasi angka kejadian HAIs melalui pengkajian risiko infeksi\/Infection Control Risk Assesment\u00a0(ICRA), audit, dan monitoring dan evaluasi lainya secara berkala yang dilakukan oleh Komite atau Tim PPI. \u00a0 A. Pengkajian Risiko Infeksi (Infection Control Risk Assesment\/Icra). Salah satu program dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di\u00a0fasilitas pelayanan kesehatan adalah melakukan pengkajian risiko.Pengkajian risiko sebaiknya dilakukan setiap awal tahun sebelum memulai program dan dapat setiap saat ketika dibutuhkan. 1. Definisi. a) Risiko adalah potensi terjadinya kerugian yg dapat timbul dari proses\u00a0kegiatan saat sekarang atau kejadian dimasa datang (ERM,Risk\u00a0Management Handbook for Health Care Organization). b) Manajemen risiko adalah pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi, menilai dan menyusun prioritas risiko, dengan tujuan untuk menghilangkan atau meminimalkan dampaknya. Suatu proses penilaian untuk menguji sebuah proses secara rinci dan berurutan, baik kejadian yang aktual maupun yang potensial berisiko ataupun kegagalan dan suatu yang rentan melalui proses yang logis, dengan memprioritaskan area yang akan di perbaiki berdasarkan dampak yang akan di timbulkan baik aktual maupun potensial dari suatu proses perawatan, pengobatan ataupun pelayanan yang diberikan. c) Pencatatan risiko adalah pencatatan semua risiko yang sudah diidentifikasi, untuk kemudian dilakukan pemeringkatan (grading) untuk menentukan matriks risiko dengan kategori merah, kuning dan hijau. d) ICRA adalah proses multidisiplin yang berfokus pada pengurangan infeksi, pendokumentasian bahwa dengan mempertimbangkan populasi pasien, fasilitas dan program: 1) Fokus pada pengurangan risiko dari infeksi, 2) Tahapan perencanaan fasilitas, desain, konstruksi, renovasi, pemeliharaan fasilitas, dan 3) Pengetahuan tentang infeksi, agen infeksi, dan lingkungan perawatan, yang memungkinkan organisasi untuk mengantisipasi dampak potensial. ICRA merupakan pengkajian yang di lakukan secara kualitatif\u00a0dan kuantitatif terhadap risiko infeksi terkait aktifitas pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan serta mengenali ancaman\/bahaya dari aktifitas tersebut. \u00a0 2 Tujuan: Untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya HAIs pada pasien, petugas dan pengunjung di rumah sakit dengan cara : a) Mencegah dan mengontrol frekuensi dan dampak risiko terhadap :\u00a0 - Paparan kuman patogen melalui petugas, pasien dan pengunjung - Penularan melalui tindakan\/prosedur invasif yang dilakukan baik melalui peralatan,tehnik pemasangan, ataupun perawatan terhadap HAIs. b) Melakukan penilaian terhadap masalah yang ada agar dapat ditindak\u00a0lanjuti berdasarkan hasil penilaian skala prioritas \u00a0 3, Infection Control Risk Assessment, terdiri dari: a) External 1) Terkait \u00a0dengan \u00a0komunitas: \u00a0Kejadian \u00a0KLB \u00a0dikomunitas \u00a0yang\u00a0berhubungan dengan penyakit menular: influenza, meningitis. 2) Penyakit lain yg berhubungan dengan kontaminasi pada makanan, air seperti hepatitis A dan salmonela. 3) Terkait dengan bencana alam : tornado, banjir, gempa, dan lain-lain. 4) Kecelakaan massal : pesawat, bus, dan lain-lain. b) Internal 1) Risiko terkait pasien : Jenis kelamin, usia, populasi kebutuhan khusus 2) Risiko terkait petugas kesehatan\u00a0 #\u00a0 Kebiasaan kesehatan perorangan : Budaya keyakinan tentang penyakit menular; Pemahaman tentang pencegahan dan penularan penyakit; # Tingkat\u00a0 kepatuhan\u00a0 dalam\u00a0 mencegah\u00a0 infeksi ( Kebersihan\u00a0 tangan,\u00a0 pemakaian\u00a0 APD ,\u00a0 tehnik\u00a0 isolasi) :\u00a0Skrening yang tidak adekuat terhadap penyakit menular :\u00a0 Kebersihan tangan, NSI. 3) Risiko terkait pelaksanaan prosedur # Prosedur invasif yang dilakukan # Peralatan yang dipakai \u00a0 \u00a0 - Pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan suatu\u00a0tindakan \u00a0 \u00a0 - Persiapan pasien yang memadai \u00a0 \u00a0 - Kepatuhan terhadap tehnik pencegahan yang direkomendasikan 4) Risiko terkait peralatan Pembersihan, desinfektan dan sterilisasi untuk proses peralatan: - Instrumen bedah - Prostesa - Pemrosesan alat sekali pakai - Pembungkusan kembali alat - Peralatan yang dipakai 5) Risiko terkait lingkungan - Pembangunan \/ renovasi - Kelengkapan peralatan - Pembersihan lingkungan. \u00a0 Pengkajian Risiko Infeksi (Infection Control Risk Assesment\/ICRA) terdiri dari 4 (empat) langkah, yaitu : 1. Identifikasi risiko Proses manajemen risiko bermula dari identifikasi risiko dan melibatkan: a) Penghitungan beratnya dampak potensial dan kemungkinan frekuensi munculnya risiko. b) Identifikasi aktivitas-aktivitas dan pekerjaan yang menempatkan pasien, tenaga kesehatan dan pengunjung pada risiko. c) Identifikasi agen infeksius yang terlibat, dan d) Identifikasi cara transmisi. 2. Analisa risiko a) Mengapa hal ini terjadi ? b) Berapa sering hal ini terjadi ? c) Siapa saja yang berkontribusi terhadap kejadian tersebut ? d) Dimana kejadian tersebut terjadi ? e) Apa dampak yang paling mungkin terjadi jika tindakan yang sesuai tidak dilakukan ? f) Berapa besar biaya untuk mencegah kejadian tersebut ? 3. Kontrol risiko a) Mencari strategi untuk mengurangi risiko yang akan mengeliminasi atau mengurangi risiko atau mengurangi kemungkinan risiko yang ada menjadi masalah. b) Menempatkan rencana pengurangan risiko yang sudah disetujui pada masalah. 4. Monitoring risiko a) Memastikan rencana pengurangan risiko dilaksanakan. b) Hal ini dapat dilakukan dengan audit dan atau surveilans dan memberikan umpan balik kepada staf dan manajer terkait. \u00a0 Dalam \u00a0bentuk \u00a0skema \u00a0langka-langkah \u00a0ICRA \u00a0digambarkan \u00a0sebagai\u00a0berikut: Hindari Risiko Indentifikasi risiko Monitoring Risiko Analisis Risiko Kontrol Risiko. \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Sumber: Basic Consepts of Infection Control,\u00a0IFEC, 2011 \u00a0 Dibawah ini ada tabel yang menerangkan cara membuat perkiraan risiko, derajat keparahan dan frekuensi terjadinya masalah: Peringkat 4, Peluang 1:10 , Hampir pasti atau sangat mungkin terjadi. Peringkat 3, Peluang 1:100 , Tinggi kemungkinan akan terjadi. Peringkat 2, Peluang 1:1000 , Mungkin hal tersebut akan terjadi pada suatu waktu. Peringkat 1, Peluang lebih 1:10000 , Jarang terjadi dan tidak diharapkan untuk terjadi. \u00a0 \u00a0Tabel 5 - Derajat Keparahan. Peringkat 20-30, Deskripsi : tinggi atau mayor Dampak yang besar bagi pasien yang dapat mengarah kepada kematian atau dampak jangka panjang. Komentar : Tindakan segera sangat dibutuhkan. Peringkat 10-19, Deskripsi : Menengah Dampak yang dapat menyebabkan efek jangka panjang, Komentar : Dibutuhkan penanganan. Peringkat 1-9 , Deskripsi : Rendah atau Minor. Dampak minimal dengan \/ tanpa efek minor. Komentar : Dinilai ulang secara berkala. \u00a0 Tabel 6 - Keparahan dan frekuensi terjadinya masalah. Keparahan tinggi &amp; Frekuensi Rendah :\u00a0\u00a0 2-Keparahan tinggi : Frekuensi rendah (infeksi aliran darah disebabkan oleh kontaminasi akses intravena). Keparahan tinggi &amp; Frekuensi Tinggi :\u00a0\u00a0 1-Keparahan tinggi : Frekuensi tinggi (infeksi dalam darah akibat penggunaan alat dan jarum suntik ulang). Keparahan Rendah &amp; Frekuensi rendah : 4 - Keparahan rendah : Frekuensi rendah (infeksi dari linen RS). Keparahan Rendah &amp; Frekuensi tinggi : 3 - Keparahan Rendah : Frekuensi tinggi (infeksi saluran kemih). Sumber : IFIC (Basic Conceptsof Infection Control). \u00a0 Jenis risiko dan tingkat risiko berbeda di setiap unit fasilitas pelayanan kesehatan, seperti di IGD, ICU, instalasi bedah, rawat inap, laboratorium, renovasi\/pembangunan, dan lainnya. Pencatatan risiko adalah pencatatan semua risiko yang sudah diidentifikasi, untuk kemudian dilakukan pemeringkatan (grading) untuk menentukan\u00a0\u00a0matriks risiko dengan kategori merah, kuning dan hijau. Pemeringkatan (grading) dalam bentuk table sebagai berikut: Tabel 7 - Penilaian Probabilitas \/ Frekuensi. Tingkat Riks 0, Deskripsi = Never, Frekuensi Kejadian : Tidak pernah. Tingkat Riks 1, Deskripsi = Rare, Frekuensi Kejadian : Jarang (Frekuensi 1-2 kali per tahun). Tingkat Riks 2, Deskripsi = Maybe, Frekuensi Kejadian : Jarang (Frekuensi 3-4 kali per tahun). Tingkat Riks 3, Deskripsi = Likey, Frekuensi Kejadian : Agak Sering (Frekuensi 4-6 kali per tahun). Tingkat Riks 4, Deskripsi = Expect It, Frekuensi Kejadian : Sering (Frekuensi greater than 6-12 kali per tahun). \u00a0 \u00a0\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Female\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button><\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>BAB 7 &#8211; MONITORING DAN EVALUASI.<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Monitoring dan evaluasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan tetap pada jalurnya sesuai pedoman dan perencanaan program dalam rangka pengendalian suatu program, selain juga memberikan informasi kepada pengelola program akan hambatan dan penyimpangan yang terjadi sebagai masukan dalam melakukan evaluasi. Dalam program PPI monitoring dan evaluasi bertujuan untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program dan kepatuhan penerapan oleh petugas serta evaluasi angka kejadian HAIs melalui pengkajian risiko infeksi\/<em><i>Infection Control Risk Assesment<\/i><\/em>\u00a0(ICRA), audit, dan monitoring dan evaluasi lainya secara berkala yang dilakukan oleh Komite atau Tim PPI.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>A. Pengkajian Risiko Infeksi (<em><i>Infection Control Risk Assesment<\/i><\/em>\/Icra).<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu program dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di\u00a0fasilitas pelayanan kesehatan adalah melakukan pengkajian risiko.Pengkajian risiko sebaiknya dilakukan setiap awal tahun sebelum memulai program dan dapat setiap saat ketika dibutuhkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Definisi.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">a) Risiko adalah potensi terjadinya kerugian yg dapat timbul dari proses\u00a0kegiatan saat sekarang atau kejadian dimasa datang (ERM,<em><i>Risk\u00a0<\/i><\/em><em><i>Management Handbook for Health Care Organization<\/i><\/em>).<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">b) Manajemen risiko adalah pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi, menilai dan menyusun prioritas risiko, dengan tujuan untuk menghilangkan atau meminimalkan dampaknya. Suatu proses penilaian untuk menguji sebuah proses secara rinci dan berurutan, baik kejadian yang aktual maupun yang potensial berisiko ataupun kegagalan dan suatu yang rentan melalui proses yang logis, dengan memprioritaskan area yang akan di perbaiki berdasarkan dampak yang akan di timbulkan baik aktual maupun potensial dari suatu proses perawatan, pengobatan ataupun pelayanan yang diberikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">c) Pencatatan risiko adalah pencatatan semua risiko yang sudah diidentifikasi, untuk kemudian dilakukan pemeringkatan (<em><i>grading<\/i><\/em>) untuk menentukan matriks risiko dengan kategori merah, kuning dan hijau.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">d) ICRA adalah proses multidisiplin yang berfokus pada pengurangan infeksi, pendokumentasian bahwa dengan mempertimbangkan populasi pasien, fasilitas dan program:<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\"><span style=\"color: #000000;\">1) Fokus pada pengurangan risiko dari infeksi,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2) Tahapan perencanaan fasilitas, desain, konstruksi, renovasi, pemeliharaan fasilitas, dan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3) Pengetahuan tentang infeksi, agen infeksi, dan lingkungan perawatan, yang memungkinkan organisasi untuk mengantisipasi dampak potensial.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">ICRA merupakan pengkajian yang di lakukan secara kualitatif\u00a0dan kuantitatif terhadap risiko infeksi terkait aktifitas pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan serta mengenali ancaman\/bahaya dari aktifitas tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2 Tujuan:<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya HAIs pada pasien, petugas dan pengunjung di rumah sakit dengan cara :<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">a) Mencegah dan mengontrol frekuensi dan dampak risiko terhadap :\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">&#8211; Paparan kuman patogen melalui petugas, pasien dan pengunjung<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">&#8211; Penularan melalui tindakan\/prosedur invasif yang dilakukan baik melalui peralatan,tehnik pemasangan, ataupun perawatan terhadap HAIs.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">b) Melakukan penilaian terhadap masalah yang ada agar dapat ditindak\u00a0lanjuti berdasarkan hasil penilaian skala prioritas<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><\/i><em><i>3, Infection Control Risk Assessment, <\/i><\/em>terdiri dari:<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\"><em><i>a) External<\/i><\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\"><span style=\"color: #000000;\">1) Terkait \u00a0dengan \u00a0komunitas: \u00a0Kejadian \u00a0KLB \u00a0dikomunitas \u00a0yang\u00a0berhubungan dengan penyakit menular: influenza, meningitis.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2) Penyakit lain yg berhubungan dengan kontaminasi pada makanan, air seperti hepatitis A dan salmonela.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3) Terkait dengan bencana alam : tornado, banjir, gempa, dan lain-lain.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">4) Kecelakaan massal : pesawat, bus, dan lain-lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\"><i><\/i><em><i>b) Internal<\/i><\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\"><span style=\"color: #000000;\">1) Risiko terkait pasien : Jenis kelamin, usia, populasi kebutuhan khusus<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2) Risiko terkait petugas kesehatan\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 90px;\"><span style=\"color: #000000;\">#\u00a0 Kebiasaan kesehatan perorangan : Budaya keyakinan tentang penyakit menular; Pemahaman tentang pencegahan dan penularan penyakit;<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 90px;\"><span style=\"color: #000000;\"># Tingkat\u00a0 kepatuhan\u00a0 dalam\u00a0 mencegah\u00a0 infeksi ( Kebersihan\u00a0 tangan,\u00a0 pemakaian\u00a0 APD ,\u00a0 tehnik\u00a0 isolasi) :\u00a0Skrening yang tidak adekuat terhadap penyakit menular :\u00a0 Kebersihan tangan, NSI.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\"><span style=\"color: #000000;\">3) Risiko terkait pelaksanaan prosedur<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 90px;\"><span style=\"color: #000000;\"># Prosedur invasif yang dilakukan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"># Peralatan yang dipakai<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u00a0 \u00a0 &#8211; Pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan suatu\u00a0tindakan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u00a0 \u00a0 &#8211; Persiapan pasien yang memadai<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u00a0 \u00a0 &#8211; Kepatuhan terhadap tehnik pencegahan yang direkomendasikan<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\"><span style=\"color: #000000;\">4) Risiko terkait peralatan<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 90px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pembersihan, desinfektan dan sterilisasi untuk proses peralatan:<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 90px;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8211; Instrumen bedah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">&#8211; Prostesa<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">&#8211; Pemrosesan alat sekali pakai<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">&#8211; Pembungkusan kembali alat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">&#8211; Peralatan yang dipakai<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\"><span style=\"color: #000000;\">5) Risiko terkait lingkungan<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 90px;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8211; Pembangunan \/ renovasi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">&#8211; Kelengkapan peralatan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">&#8211; Pembersihan lingkungan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengkajian Risiko Infeksi (<em><i>Infection Control Risk Assesment<\/i><\/em>\/ICRA) terdiri dari 4 (empat) langkah, yaitu :<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Identifikasi risiko<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\"><span style=\"color: #000000;\">Proses manajemen risiko bermula dari identifikasi risiko dan melibatkan:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">a) Penghitungan beratnya dampak potensial dan kemungkinan frekuensi munculnya risiko.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">b) Identifikasi aktivitas-aktivitas dan pekerjaan yang menempatkan pasien, tenaga kesehatan dan pengunjung pada risiko.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">c) Identifikasi agen infeksius yang terlibat, dan <\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">d) Identifikasi cara transmisi.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">2. Analisa risiko<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\"><span style=\"color: #000000;\">a) Mengapa hal ini terjadi ?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">b) Berapa sering hal ini terjadi ?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">c) Siapa saja yang berkontribusi terhadap kejadian tersebut ?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">d) Dimana kejadian tersebut terjadi ?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">e) Apa dampak yang paling mungkin terjadi jika tindakan yang sesuai tidak dilakukan ?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">f) Berapa besar biaya untuk mencegah kejadian tersebut ?<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">3. Kontrol risiko<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\"><span style=\"color: #000000;\">a) Mencari strategi untuk mengurangi risiko yang akan mengeliminasi atau mengurangi risiko atau mengurangi kemungkinan risiko yang ada menjadi masalah.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\"><span style=\"color: #000000;\">b) Menempatkan rencana pengurangan risiko yang sudah disetujui pada masalah.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">4. Monitoring risiko<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\"><span style=\"color: #000000;\">a) Memastikan rencana pengurangan risiko dilaksanakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\"><span style=\"color: #000000;\">b) Hal ini dapat dilakukan dengan audit dan atau surveilans dan memberikan umpan balik kepada staf dan manajer terkait.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam \u00a0bentuk \u00a0skema \u00a0langka-langkah \u00a0ICRA \u00a0digambarkan \u00a0sebagai\u00a0berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-138 size-full alignleft\" src=\"https:\/\/akreditasi.my.id\/ppirs\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/icra.png\" alt=\"\" width=\"355\" height=\"328\" srcset=\"https:\/\/snars.web.id\/ppirs\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/icra.png 355w, https:\/\/snars.web.id\/ppirs\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/icra-300x277.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 355px) 100vw, 355px\" \/><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hindari Risiko<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Indentifikasi risiko<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Monitoring Risiko<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Analisis Risiko<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kontrol Risiko.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumber: <em><i>Basic Consepts of Infection Control,<\/i><\/em>\u00a0IFEC, 2011<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dibawah ini ada tabel yang menerangkan cara membuat perkiraan risiko, derajat keparahan dan frekuensi terjadinya masalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peringkat 4, Peluang 1:10 , Hampir pasti atau sangat mungkin terjadi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peringkat 3, Peluang 1:100 , Tinggi kemungkinan akan terjadi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peringkat 2, Peluang 1:1000 , Mungkin hal tersebut akan terjadi pada suatu waktu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peringkat 1, Peluang lebih 1:10000 , Jarang terjadi dan tidak diharapkan untuk terjadi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0Tabel 5 &#8211; Derajat Keparahan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peringkat 20-30, Deskripsi : tinggi atau mayor<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dampak yang besar bagi pasien yang dapat mengarah kepada kematian atau dampak jangka panjang.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Komentar : Tindakan segera sangat dibutuhkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peringkat 10-19, Deskripsi : Menengah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dampak yang dapat menyebabkan efek jangka panjang,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Komentar : Dibutuhkan penanganan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peringkat 1-9 , Deskripsi : Rendah atau Minor.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dampak minimal dengan \/ tanpa efek minor.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Komentar : Dinilai ulang secara berkala.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tabel 6 &#8211; Keparahan dan frekuensi terjadinya masalah.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Keparahan tinggi &amp; Frekuensi Rendah :\u00a0\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2-Keparahan tinggi : Frekuensi rendah (infeksi aliran darah disebabkan oleh kontaminasi akses intravena).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Keparahan tinggi &amp; Frekuensi Tinggi :\u00a0\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">1-Keparahan tinggi : Frekuensi tinggi (infeksi dalam darah akibat penggunaan alat dan jarum suntik ulang).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Keparahan Rendah &amp; Frekuensi rendah :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">4 &#8211; Keparahan rendah : Frekuensi rendah (infeksi dari linen RS).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Keparahan Rendah &amp; Frekuensi tinggi :<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3 &#8211; Keparahan Rendah : Frekuensi tinggi (infeksi saluran kemih).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumber : IFIC (Basic Conceptsof Infection Control).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis risiko dan tingkat risiko berbeda di setiap unit fasilitas pelayanan kesehatan, seperti di IGD, ICU, instalasi bedah, rawat inap, laboratorium, renovasi\/pembangunan, dan lainnya. Pencatatan risiko adalah pencatatan semua risiko yang sudah diidentifikasi, untuk kemudian dilakukan pemeringkatan (<em><i>grading<\/i><\/em>) untuk menentukan\u00a0\u00a0matriks risiko dengan kategori merah, kuning dan hijau. Pemeringkatan (<em><i>grading<\/i><\/em>) dalam bentuk table sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p>Tabel 7 &#8211; Penilaian Probabilitas \/ Frekuensi.<\/p>\n<ul>\n<li>Tingkat Riks 0, Deskripsi = Never,<br \/>\nFrekuensi Kejadian : Tidak pernah.<\/li>\n<li>Tingkat Riks 1, Deskripsi = Rare,<br \/>\nFrekuensi Kejadian : Jarang (Frekuensi 1-2 kali per tahun).<\/li>\n<li>Tingkat Riks 2, Deskripsi = Maybe,<br \/>\nFrekuensi Kejadian : Jarang (Frekuensi 3-4 kali per tahun).<\/li>\n<li>Tingkat Riks 3, Deskripsi = Likey,<br \/>\nFrekuensi Kejadian : Agak Sering (Frekuensi 4-6 kali per tahun).<\/li>\n<li>Tingkat Riks 4, Deskripsi = Expect It,<br \/>\nFrekuensi Kejadian : Sering (Frekuensi &gt; 6-12 kali per tahun).<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BAB 7 &#8211; MONITORING DAN EVALUASI. Monitoring dan evaluasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan tetap pada jalurnya sesuai pedoman dan perencanaan program dalam rangka pengendalian suatu program, selain juga memberikan informasi kepada pengelola program akan hambatan dan penyimpangan yang terjadi sebagai masukan dalam melakukan evaluasi. Dalam program PPI monitoring dan evaluasi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":7,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-120","page","type-page","status-publish","hentry"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/ppirs\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/ppirs\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/ppirs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/ppirs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/snars.web.id\/ppirs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/snars.web.id\/ppirs\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/120\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":139,"href":"https:\/\/snars.web.id\/ppirs\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/120\/revisions\/139"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/snars.web.id\/ppirs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}