{"id":6827,"date":"2022-11-27T02:31:01","date_gmt":"2022-11-26T19:31:01","guid":{"rendered":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?p=6827"},"modified":"2022-11-27T02:37:43","modified_gmt":"2022-11-26T19:37:43","slug":"daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\/","title":{"rendered":"DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD) (STARKES-KARS)"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">SURAT EDARAN NOMOR: 642\/SE\/KARS\/VI\/2022 TENTANG DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sehubungan dengan tidak semua elemen penilaian Standar Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan R.I Tahun 2022 dapat diterapkan di Rumah Sakit Umum dan Khusus karena perbedaan jenis pelayanan yang tersedia, serta untuk memudahkan rumah sakit dalam mempersiapkan akreditasi dan memudahkan proses penilaian saat survei akreditasi maka ditetapkan hal-hal sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Daftar pelayanan-pelayanan yang harus tersedia di semua rumah sakit (tidak ada TDD) sebagai berikut:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">a. Pelayanan Gawat Darurat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">b. Pelayanan Rawat Inap<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">c. Pelayanan Rawat Jalan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">d. Pelayanan Laboratorium : Dimungkinkan sebagian pelayanan laboratorium dialih daya\/outsource di luar rumah sakit.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">e. Pelayanan Radiologi : Dimungkinkan sebagian pelayanan radiologi dialih daya\/outsource di luar rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2. Daftar standar dan elemen penilaian (EP) yang Tidak Dapat Diterapkan (TDD) sebagaimana terlampir dalam surat edaran ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian untuk diketahui dan dilaksanakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 16 Juni 2022<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Ketua Eksekutif<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">(TTD)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dr. dr. Sutoto, M.Kes, FISQua<\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">LAMPIRAN SURAT EDARAN KETUA EKSEKUTIF KARS NOMOR: 642\/SE\/KARS\/VI\/2022<\/span><\/strong><br \/>\n<strong><span style=\"color: #000000;\">TENTANG DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD)<\/span><\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"># TDD &#8211; TATA KELOLA RUMAH SAKIT (TKRS)<\/span><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">1. TKRS 7 1<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>EP<\/strong> : Pimpinan rumah sakit menggunakan data dan informasi mutu serta dampak terhadap keselamatan untuk membuat keputusan pembelian dan penggunaan peralatan baru.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Keterangan\u00a0<\/strong> : TDD Pada RS yang pada tahun pelaksanaan survei tidak ada pembelian dan penggunaan alat baru <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan<\/strong> : Bila pada waktu telusur ditemukan ada pembelian dan penggunaan alat baru maka skor menjadi 0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p><strong>2. TKRS 15 1 <\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Pimpinan rumah sakit menetapkan penanggung jawab program penelitian di dalam rumah sakit yang memastikan semua proses telah sesuai dengan kode etik penelitian dan<br \/>\npersyaratan lainnya sesuai peraturan perundang-undangan<\/li>\n<li>TDD bila tidak ada penelitian menggunakan manusia sebagai subyek penelitian<\/li>\n<li>Bila pada waktu telusur ditemukan penelitian menggunakan subyek manusia<br \/>\nmaka skor menjadi 0<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p><strong>3. TKRS 15 2 <\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Terdapat proses untuk menyelesaikan konflik kepentingan (finansial dan non finansial) yang terjadi akibat penelitian di rumah sakit.<\/li>\n<li>TDD bila tidak ada penelitian menggunakan manusia sebagai subyek penelitian<\/li>\n<li>Bila pada waktu telusur ditemukan penelitian menggunakan subyek manusia maka skor menjadi 0<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p>4. TKRS 15 3 Pimpinan rumah sakit telah mengidentifikasi fasilitas dan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan penelitian, termasuk di dalam nya kompetensi sumber daya yang akan berpartisipasi di dalam penelitian sebagai pimpinan dan anggota tim<br \/>\npeneliti. TDD bila tidak ada penelitian menggunakan manusia sebagai subyek penelitian Bila pada waktu telusur ditemukan penelitian menggunakan subyek manusia maka skor menjadi 0<\/p>\n<hr \/>\n<p>5. TKRS 15 4 Terdapat proses untuk menyelesaikan konflik kepentingan (finansial dan non finansial) yang terjadi akibat penelitian di rumah sakit. TDD bila tidak ada penelitian menggunakan manusia sebagai subyek penelitian Bila pada waktu telusur ditemukan penelitian menggunakan subyek manusia maka skor<br \/>\nmenjadi 0<\/p>\n<hr \/>\n<p>6. TKRS 15 5 Apbila penelitian dilakukan oleh pihak ketiga (kontrak), maka pimpinan rumah sakit memastikan bahwa pihak ketiga tersebut bertanggung jawab dalam pemantauan dan evaluasi dari mutu, keamanan dan<br \/>\netika dalam penelitian. TDD bila tidak ada penelitian menggunakan manusia sebagai subyek penelitian Bila pada waktu telusur ditemukan penelitian menggunakan subyek manusia maka skor menjadi 0<\/p>\n<hr \/>\n<p>7. TKRS 15 6 Penanggung jawab penelitian melakukan kajian dan evaluasi terhadap seluruh penelitian yang dilakukan di rumah sakit setidaknya 1 (satu)<br \/>\ntahun sekali. TDD bila tidak ada penelitian menggunakan manusia sebagai subyek penelitian Bila pada waktu telusur ditemukan penelitian menggunakan subyek manusia<\/p>\n<p>maka skor<br \/>\nmenjadi 0<\/p>\n<hr \/>\n<p>8. TKRS 15 7 Seluruh kegiatan penelitian merupakan bagian dari program mutu rumah sakit dan dilakukan pemantauan serta evaluasinya secara berkala sesuai ketetapan rumah<br \/>\nsakit. TDD bila tidak ada penelitian menggunakan manusia sebagai subyek penelitian Bila pada waktu telusur ditemukan penelitian menggunakan subyek manusia maka skor<br \/>\nmenjadi 0<\/p>\n<hr \/>\n<p>MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN (MFK)<br \/>\nNO STANDAR EP ELEMEN PENILAIAN KETERANGAN CATATAN<br \/>\n9. MFK 7 6 Rumah sakit telah melaporkan insiden keselamatan pasien terkait peralatan medis sesuai dengan peraturan perundang-undangan. TDD bila tidak ada kejadian insiden keselamatan pasien sebelum pelaksanaan survei Bila pada waktu telusur ditemukan IKP karena peralatan medik maka skor<br \/>\nmenjadi 0<\/p>\n<hr \/>\n<p>10. MFK 10 2 Rumah sakit melakukan penilaian risiko prakontruksi (PCRA) bila ada rencana konstruksi, renovasi dan demolisi. TDD bila pada tahun pelaksanaan survei tidak ada konstruksi, renovasi dan demolisi. Bila pada waktu telusur ditemukan ada kontruksi, renovasi dan demolisi maka<br \/>\nskor menjadi 0<\/p>\n<hr \/>\n<p>11. MFK 10 3 Rumah sakit melakukan tindakan berdasarkan hasil penilaian risiko untuk meminimalkan risiko selama pembongkaran, konstruksi, dan renovasi. TDD bila pada tahun pelaksanaan survei tidak ada konstruksi, renovasi dan demolisi. Bila pada waktu telusur ditemukan ada kontruksi, renovasi dan demolisi maka<br \/>\nskor menjadi 0<\/p>\n<hr \/>\n<p>12. MFK 10 4 Rumah sakit memastikan<br \/>\nbahwa kepatuhan TDD bila pada<br \/>\ntahun pelaksanaan Bila pada waktu<br \/>\ntelusur<\/p>\n<p>kontraktor dipantau, dilaksanakan, dan didokumentasikan. survei tidak ada konstruksi, renovasi dan demolisi. ditemukan ada kontruksi, renovasi dan demolisi maka<br \/>\nskor menjadi 0<\/p>\n<hr \/>\n<p>PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)<br \/>\nNO STANDAR EP ELEMEN PENILAIAN KETERANGAN CATATAN<\/p>\n<hr \/>\n<p>13. PMKP 8 2 Komite\/Tim Penyelenggara Mutu membentuk tim investigator sesegera mungkin untuk melakukan investigasi komprehensif\/analisa akar masalah (root cause analysis) pada semua kejadian sentinel dalam kurun waktu tidak melebihi 45 (empat puluh lima) hari. TDD bila pada tahun berjalan sebelum pelaksanaan survei tidak ada kejadian sentinel Bila pada waktu survei ditemukan kejadian sentinel maka skor menjadi 0<\/p>\n<hr \/>\n<p>14. PMKP 8 3 Pimpinan rumah sakit melakukan tindakan perbaikan korektif dan memantaunya efektivitasnya untuk mencegah atau mengurangi berulangnya kejadian sentinel tersebut. TDD bila pada tahun berjalan sebelum pelaksanaan survei tidak ada kejadian sentinel Bila pada waktu survei ditemukan kejadian sentinel maka skor menjadi 0<\/p>\n<hr \/>\n<p>PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)<br \/>\nNO STANDAR EP ELEMEN PENILAIAN KETERANGAN CATATAN<br \/>\n15. PPI 4 5 Bila sterilisasi dilaksanakan di luar rumah sakit harus dilakukan oleh lembaga yang memiliki<br \/>\nsertifikasi mutu dan ada TDD untuk RS yang sudah memiliki pelayanan<br \/>\nsterilisasi di RS<\/p>\n<p>kerjasama yang menjamin kepatuhan proses sterilisasi sesuai dengan peraturan perundang-<br \/>\nundangan<\/p>\n<hr \/>\n<p>16. PPI 4.1 3 Ada bukti pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut pelaksanaan penggunaan kembali (reuse) peralatan medis dan\/atau BMHP meliputi a) \u2013 g) dalam<br \/>\nmaksud dan tujuan. TDD untuk RS yang tidak ada alat single use dilakukan re-use Bila pada waktu telusur ditemukan ada alat single use dilakukan re- use maka skor<br \/>\nmenjadi 0<\/p>\n<hr \/>\n<p>17. PPI 7 2 Penanganan dan pembuangan darah serta komponen darah sesuai dengan regulasi, dipantau dan dievaluasi, serta di<br \/>\ntindak lanjutnya TDD untuk RSGM, RS Mata<br \/>\ndan RS Jiwa<\/p>\n<hr \/>\n<p>18. PPI 7.1 1 Pemulasaraan jenazah dan<br \/>\nbedah mayat sesuai dengan regulasi. TDD untuk RSGM dan RS Mata<\/p>\n<hr \/>\n<p>19. PPI 7.1 2 Ada bukti kegiatan kamar mayat dan kamar bedah mayat sudah dikelola sesuai dengan peraturan<br \/>\nperundang-undangan. TDD untuk RSGM dan RS Mata<\/p>\n<hr \/>\n<p>20. PPI 7.1 3 Ada bukti pemantauan dan evaluasi, serta tindak lanjut kepatuhan prinsip- prinsip PPI sesuai dengan peraturan perundang-<br \/>\nundangan. TDD untuk RSGM dan RS Mata<\/p>\n<hr \/>\n<p>21. PPI 9 2 Rumah sakit menerapkan penilaian risiko pengendalian infeksi<br \/>\n(infection control risk TDD bila pada tahun berjalan sebelum<br \/>\npelaksanaan survei Skor menjadi 0 bila pada waktu telusur<br \/>\nditemukan ada<\/p>\n<p>assessment\/ICRA) yang minimal meliputi a) \u2013 f) yang ada pada maksud dan<br \/>\ntujuan. tidak ada renovasi, kontruksi dan demolisi renovasi, konstruksi dan demolisi<\/p>\n<hr \/>\n<p>22. PPI 9 3 Rumah sakit telah melaksanakan penilaian risiko pengendalian infeksi (infection control risk assessment\/ICRA) pada semua renovasi, kontruksi dan demolisi sesuai<br \/>\ndengan regulasi. TDD bila pada tahun pelaksanaan survei tidak ada renovasi, kontruksi dan demolisi Skor menjadi 0 bila pada waktu telusur ditemukan ada renovasi, konstruksi dan demolisi<\/p>\n<hr \/>\n<p>23. PPI 10 1 Rumah sakit menyediakan dan menempatkan ruangan untuk pasien dengan imunitas rendah (immunocompromised) sesuai dengan peraturan<br \/>\nperundang undangan. TDD pada RS Mata, RSGM dan RS Olahraga<\/p>\n<hr \/>\n<p>24. PPI 10 2 Rumah sakit melaksanakan proses transfer pasien airborne diseases di dalam rumah sakit dan keluar rumah sakit sesuai dengan peraturan perundang- undangan termasuk di ruang gawat darurat dan<br \/>\nruang lainnya TDD pada RS Mata, RSGM dan RS Olahraga<\/p>\n<hr \/>\n<p>25. PPI 10 3 Rumah sakit telah menempatkan pasien<br \/>\ninfeksi \u201cair borne\u201d dalam waktu singkat jika rumah sakit tidak mempunyai kamar dengan tekanan<br \/>\nnegatif sesuai dengan TDD pada RS Mata, RSGM dan RS Olahraga<\/p>\n<p>peraturan perundang- undangan termasuk di ruang gawat darurat dan<br \/>\nruang lainnya.<\/p>\n<hr \/>\n<p>26. PPI 10 4 Ada bukti pemantauan ruang tekanan negatif dan penempatan pasien secara<br \/>\nrutin. TDD pada RS Mata, RSGM dan RS Olahraga<\/p>\n<hr \/>\n<p>27. PPI 10.1 1 Rumah sakit menerapkan proses pengelolaan pasien bila terjadi ledakan pasien (outbreak) penyakit infeksi air borne. TDD pada RS Mata, RSGM, RS<br \/>\nOlahraga dan RS lain yang tidak melayani penyakit<br \/>\ninfeksi air borne<\/p>\n<hr \/>\n<p>28. PPI 10.1 2 Rumah sakit menyediakan ruang isolasi dengan tekanan negatif bila terjadi ledakan pasien (outbreak) sesuai dengan peraturan<br \/>\nperundangan. TDD pada RS Mata, RSGM, RS<br \/>\nOlahraga dan RS lain yang tidak melayani penyakit<br \/>\ninfeksi air borne<\/p>\n<hr \/>\n<p>29. PPI 10.1 3 Ada bukti dilakukan edukasi kepada staf tentang pengelolaan pasien infeksius jika terjadi ledakan pasien (outbreak) penyakit infeksi air borne. TDD pada RS Mata, RSGM, RS<br \/>\nOlahraga dan RS lain yang tidak melayani penyakit infeksi air borne<\/p>\n<hr \/>\n<p>KUALIFIKASI DAN PENDIDIKAN STAF (KPS)<br \/>\nNO STANDAR EP ELEMEN PENILAIAN KETERANGAN CATATAN<\/p>\n<hr \/>\n<p>30. KPS 10 3 Rumah sakit telah melaksanakan proses kredensial dan pemberian kewenangan klinis kepada dokter praktik mandiri dari<br \/>\nluar rumah sakit seperti Bila tidak ada dokter praktik mandiri dari luar rumah sakit dalam rangka Dokter praktik mandiri dari luar rumah sakit<\/p>\n<p>konsultasi kedokteran jarak jauh (telemedicine), radiologi jarak jauh (teleradiology), dan interpretasi untuk pemeriksaan diagnostik lain: elektrokardiogram (EKG),<br \/>\nelektroensefalogram (EEG), elektromiogram (EMG), serta pemeriksaan<br \/>\nlain yang serupa. telemedicine, maka EP ini TDD<\/p>\n<p>PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGGUNAAN OBAT (PKPO)<br \/>\nNO STANDAR EP ELEMEN PENILAIAN KETERANGAN CATATAN<\/p>\n<hr \/>\n<p>31. PKPO 3.1 2 Radioaktif dikelola sesuai sifat dan risiko bahan<br \/>\nradioaktif. Bila tidak ada radioaktif, maka<br \/>\nEP ini TDD Penyimpanan radioaktif<\/p>\n<hr \/>\n<p>32. PKPO 3.1 3 Obat penelitian dikelola sesuai protokol penelitian. Bila tidak ada obat penelitian, maka<br \/>\nEP ini TDD Penyimpanan obat penelitian<\/p>\n<hr \/>\n<p>33. PKPO 3.1 5 Obat\/BMHP dari program\/donasi dikelola sesuai peraturan perundang-undangan dan<br \/>\npedoman terkait. Bila tidak ada obat\/BMHP dari program \/ donasi, maka EP ini TDD. Obat\/BMHP dari program\/ donasi<\/p>\n<hr \/>\n<p>34. PKPO 5 4 Staf yang melakukan pencampuran sitostatika terlatih dan kompeten. Bila RS tidak melakukan pencampuran sitostatika, dan staf tidak dilatih, maka<br \/>\nEP ini TDD. Pelatihan sitostatika<\/p>\n<hr \/>\n<p>SASARAN KESELAMATAN PASIEN (SKP)<br \/>\nNO STANDAR EP ELEMEN PENILAIAN KETERANGAN CATATAN<\/p>\n<hr \/>\n<p>35. SKP 3.1 1 Rumah sakit menerapkan proses penyimpanan elektrolit konsentrat tertentu hanya di Instalasi Farmasi, kecuali di unit pelayanan dengan pertimbangan klinis untuk mengurangi risiko dan cedera pada penggunaan<br \/>\nelektrolit konsentrat. TDD pada RS Mata, RSGM dan RS Jiwa yang tidak ada pelayanan umum.<\/p>\n<hr \/>\n<p>36. SKP 3.1 2 Penyimpanan elektrolit konsentrat di luar Instalasi Farmasi diperbolehkan hanya dalam untuk situasi yang ditentukan sesuai<br \/>\ndalam maksud dan tujuan. TDD pada RS Mata, RSGM dan RS Jiwa yang tidak ada pelayanan umum.<\/p>\n<hr \/>\n<p>PELAYANAN DAN ASUHAN PASIEN (PAP)<br \/>\nNO STANDAR EP ELEMEN PENILAIAN KETERANGAN CATATAN<\/p>\n<hr \/>\n<p>37. PAP 5 1 Rumah sakit menerapkan pengkajian pasien menjelang akhir kehidupan dan dapat dilakukan pengkajian ulang sampai pasien yang memasuki fase akhir kehidupannya, dengan memperhatikan poin 1) \u2013 9) pada maksud dan tujuan. TDD pada RS Mata, RSGM dan RS Jiwa yang tidak ada pelayanan umum.<\/p>\n<hr \/>\n<p>38. PAP 5 2 Asuhan menjelang akhir kehidupan ditujukan<br \/>\nterhadap kebutuhan psikososial, emosional, kultural dan spiritual<br \/>\npasien dan keluarganya. TDD pada RS Mata, RSGM dan RS Jiwa yang tidak ada pelayanan umum.<\/p>\n<hr \/>\n<p>PELAYANAN ANESTESI DAN BEDAH (PAB)<br \/>\nNO STANDAR EP ELEMEN PENILAIAN KETERANGAN CATATAN<\/p>\n<hr \/>\n<p>39. PAB 7.4 1 Rumah sakit telah mengidentifikasi jenis alat implan yang termasuk dalam cakupan<br \/>\nlayanannya. Bila Rumah Sakit tidak menyelenggarakan pelayanan dengan<br \/>\nmemasang implan<\/p>\n<hr \/>\n<p>40. PAB 7.4 2 Kebijakan dan praktik mencakup poin a) \u2013 h) pada maksud dan tujuan. Bila Rumah Sakit tidak menyelenggarakan pelayanan dengan<br \/>\nmemasang implan<\/p>\n<hr \/>\n<p>41. PAB 7.4 3 Rumah sakit mempunyai proses untuk melacak implan medis yang telah digunakan pasien Bila Rumah Sakit tidak menyelenggarakan pelayanan dengan<br \/>\nmemasang implan Dibuat daftar implan<\/p>\n<hr \/>\n<p>42. PAB 7.4 4 Rumah sakit menerapkan proses untuk menghubungi dan memantau pasien dalam jangka waktu yang ditentukan setelah menerima pemberitahuan adanya penarikan\/recall<br \/>\nsuatu implan medis. Bila Rumah Sakit tidak menyelenggarakan pelayanan dengan memasang implan<\/p>\n<hr \/>\n<p>PROGRAM NASIONAL (PROGNAS)<br \/>\nNO STANDAR EP ELEMEN PENILAIAN KETERANGAN CATATAN<br \/>\n43. Prognas 1 1 Rumah sakit menetapkan regulasi tentang pelaksanaan PONEK 24 jam. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan ibu dan<br \/>\nanak<\/p>\n<hr \/>\n<p>44. Prognas 1 2 Terdapat Tim PONEK<br \/>\nyang ditetapkan oleh TDD pada Rumah<br \/>\nSakit Khusus yang<\/p>\n<p>rumah sakit dengan rincian tugas dan tanggungjawabnya. tidak menyelenggarakan pelayanan ibu dan<br \/>\nanak<\/p>\n<hr \/>\n<p>45. Prognas 1 3 Terdapat program kerja yang menjadi acuan dalam pelaksanaan program PONEK Rumah Sakit sesuai maksud dan tujuan TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan ibu dan<br \/>\nanak<\/p>\n<hr \/>\n<p>46. Prognas 1 4 Terdapat bukti pelaksanaan program PONEK Rumah Sakit. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan ibu dan<br \/>\nanak<\/p>\n<hr \/>\n<p>47. Prognas 1 5 Program PONEK Rumah Sakit dipantau dan dievaluasi secara rutin. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan ibu dan<br \/>\nanak<\/p>\n<hr \/>\n<p>48. Prognas 1.1 1 Rumah sakit menetapkan program pembinaan jejaring rujukan rumah sakit. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan ibu dan<br \/>\nanak<\/p>\n<hr \/>\n<p>49. Prognas 1.1 2 Rumah sakit melakukan pembinaan terhadap jejaring secara berkala. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan ibu dan<br \/>\nanak<\/p>\n<hr \/>\n<p>50. Prognas 1.1 3 Telah dilakukan evaluasi program pembinaan jejaring rujukan. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan ibu dan<br \/>\nanak<\/p>\n<hr \/>\n<p>51. Prognas 2 1 Rumah sakit menerapkan regulasi tentang pelaksanaan penanggulangan tuberkulosis di rumah<br \/>\nsakit. TDD pada RS khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan TB Paru<\/p>\n<hr \/>\n<p>52. Prognas 2 2 Direktur menetapkan tim TB Paru Rumah sakit beserta program kerjanya. TDD pada RS khusus yang tidak menyelenggarakan<br \/>\npelayanan TB Paru<\/p>\n<hr \/>\n<p>53. Prognas 2 3 Ada bukti pelaksanaan promosi kesehatan, surveilans dan upaya pencegahan tuberculosis TDD pada RS khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan TB Paru<\/p>\n<hr \/>\n<p>54. Prognas 2.1 1 Tersedia ruang pelayanan rawat jalan yang memenuhi pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi<br \/>\ntuberkulosis. TDD pada RS khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan TB Paru<\/p>\n<hr \/>\n<p>55. Prognas 2.1 2 Bila rumah sakit memberikan pelayanan rawat inap bagi pasien tuberkulosis paru dewasa maka rumah sakit harus memiliki ruang rawat inap yang memenuhi pedoman<br \/>\npencegahan dan TDD pada RS khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan TB Paru<\/p>\n<p>pengendalian infeksi tuberkulosis.<\/p>\n<hr \/>\n<p>56. Prognas 2.1 3 Tersedia ruang pengambilan spesimen sputum yang memenuhi pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi<br \/>\ntuberkulosis. TDD pada RS khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan TB Paru<\/p>\n<hr \/>\n<p>57. Prognas 2.2 1 Rumah sakit telah menerapkan kepatuhan staf medis terhadap panduan praktik klinis tuberkulosis. TDD pada RS khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan TB Paru<\/p>\n<hr \/>\n<p>58. Prognas 2.2 2 Rumah sakit merencanakan dan mengadakan penyediaan Obat Anti Tuberculosis. TDD pada RS khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan TB Paru<\/p>\n<hr \/>\n<p>59. Prognas 2.2 3 Rumah sakit melaksanakan pelayanan TB MDR (bagi rumah sakit Rujukan TB MDR). TDD pada RS khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan TB Paru<\/p>\n<hr \/>\n<p>60. Prognas 2.2 4 Rumah sakit melaksanakan pencatatan dan pelaporan kasus TB Paru sesuai ketentuan. TDD pada RS khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan TB Paru<\/p>\n<hr \/>\n<p>61. Prognas 3 1 Rumah sakit telah melaksanakan kebijakan program HIV\/AIDS sesuai ketentuan perundangan. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan<br \/>\nHIV\/AIDS Yang bisa TDD:<br \/>\nVCT, ART dan Rumatan methadon<\/p>\n<hr \/>\n<p>62. Prognas 3 2 Rumah sakit telah menerapkan fungsi rujukan HIV\/AIDS pada rumah sakit sesuai dengan kebijakan yang berlaku. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan HIV\/AIDS Yang bisa TDD:<br \/>\nVCT, ART dan Rumatan methadon<\/p>\n<hr \/>\n<p>63. Prognas 3 3 Rumah sakit melaksanakan pelayanan PITC dan PMTC. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan<br \/>\npelayanan HIV\/AIDS Yang bisa TDD:<br \/>\nVCT, ART dan Rumatan methadon<\/p>\n<hr \/>\n<p>64. Prognas 3 4 Rumah sakit memberikan pelayanan ODHA dengan factor risiko IO. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan<br \/>\nHIV\/AIDS Yang bisa TDD:<br \/>\nVCT, ART dan Rumatan methadon<\/p>\n<hr \/>\n<p>65. Prognas 3 5 Rumah sakit merencanakan dan mengadakan penyediaan Anti Retro Viral (ART). TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan<br \/>\nHIV\/AIDS Yang bisa TDD:<br \/>\nVCT, ART dan Rumatan methadon<\/p>\n<hr \/>\n<p>66. Prognas 3 6 Rumah sakit melakukan pemantauan dan evaluasi program penanggulangan HIV\/AIDS. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan<br \/>\nHIV\/AIDS Yang bisa TDD:<br \/>\nVCT, ART dan Rumatan methadon<\/p>\n<hr \/>\n<p>67. Prognas 4 1 Rumah sakit telah menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan program gizi. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak memberikan pelayanan gizi untuk anak<\/p>\n<hr \/>\n<p>68. Prognas 4 2 Terdapat tim untuk program penurunan prevalensi stunting dan wasting di rumah sakit. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak memberikan<br \/>\npelayanan gizi untuk anak<\/p>\n<hr \/>\n<p>69. Prognas 4 3 Rumah sakit telah menetapkan sistem rujukan untuk kasus gangguan gizi yang perlu<br \/>\npenanganan lanjut. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak memberikan pelayanan gizi untuk anak<\/p>\n<hr \/>\n<p>70. Prognas 4.1 1 Rumah sakit membuktikan telah melakukan pendampingan intervensi dan pengelolaan gizi serta penguatan jejaring rujukan kepada rumah sakit kelas di bawahnya dan FKTP di wilayahnya serta rujukan<br \/>\nmasalah gizi. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak memberikan pelayanan gizi untuk anak<\/p>\n<hr \/>\n<p>71. Prognas 4.1 2 Rumah sakit telah menerapkan sistem pemantauan dan evaluasi, bukti pelaporan dan<br \/>\nanalisa. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak memberikan pelayanan gizi untuk anak<\/p>\n<hr \/>\n<p>72. Prognas 5 1 Rumah sakit telah menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan PKBRS. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan KB RS<\/p>\n<hr \/>\n<p>73. Prognas 5 2 Terdapat tim PKBRS yang ditetapkan oleh direktur disertai program kerjanya. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan<br \/>\npelayanan KB RS<\/p>\n<hr \/>\n<p>74. Prognas 5 3 Rumah sakit telah melaksanakan program KB Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan KB RS<\/p>\n<hr \/>\n<p>75. Prognas 5 4 Rumah sakit telah melakukan pemantauan TDD pada Rumah Sakit Khusus yang<br \/>\ntidak\u00a0dan evaluasi pelaksanaan PKBRS. menyelenggarakan pelayanan KB RS<\/p>\n<hr \/>\n<p>76. Prognas 5 5 Rumah sakit telah menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan PKBRS. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan KB RS<\/p>\n<hr \/>\n<p>77. Prognas 5 1 Rumah sakit telah menyediakan alat dan obat kontrasepsi dan sarana penunjang pelayanan KB. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan KB RS<\/p>\n<hr \/>\n<p>78. Prognas 5 2 Rumah sakit menyediakan layanan konseling bagi peserta dan calon peserta program KB. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan KB RS<\/p>\n<hr \/>\n<p>79. Prognas 5 3 Rumah sakit telah merancang dan menyediakan ruang pelayanan KB yang memadai. TDD pada Rumah Sakit Khusus yang tidak menyelenggarakan pelayanan KB RS<\/p>\n<hr \/>\n<p>PENDIDIKAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN (PPK)<br \/>\nNO STANDAR EP ELEMEN PENILAIAN KETERANGAN CATATAN<\/p>\n<hr \/>\n<p>80. PPK 1 1 Rumah sakit memilki kerjasama resmi rumah sakit dengan institusi pendidikan yang masih<br \/>\nberlaku. TTD bila tidak digunakan sebagai wahana pendidikan tenaga<br \/>\nkesehatan<\/p>\n<hr \/>\n<p>81. PPK 1 2 Kerjasama antara rumah sakit dengan institusi pendidikan yang sudah<br \/>\nterakreditasi. TTD bila tidak digunakan sebagai wahana\u00a0pendidikan tenaga kesehatan<\/p>\n<hr \/>\n<p>82. PPK 1 3 Kriteria penerimaan peserta didik sesuai dengan kapasitas RS harus dicantumkan dalam perjanjian Kerjasama. TTD bila tidak digunakan sebagai wahana pendidikan tenaga kesehatan<\/p>\n<hr \/>\n<p>83. PPK 1 4 Pemilik, pimpinan rumah sakit dan pimpinan institusi pendidikan membuat kajian tertulis sedikitnya satu kali setahun terhadap hasil evaluasi program pendidikan kesehatan yang<br \/>\ndijalankan di rumah sakit. TTD bila tidak digunakan sebagai wahana pendidikan tenaga kesehatan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6827\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6827\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SURAT EDARAN NOMOR: 642\/SE\/KARS\/VI\/2022 TENTANG DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD) Sehubungan dengan tidak semua elemen penilaian Standar Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan R.I Tahun 2022 <a class=\"more-link\" href=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6827\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6827\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[372],"tags":[],"class_list":["post-6827","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-akreditasi-kemenkes-2022"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":5801,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD) (STARKES-KARS) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD) (STARKES-KARS) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"SURAT EDARAN NOMOR: 642\/SE\/KARS\/VI\/2022 TENTANG DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD) Sehubungan dengan tidak semua elemen penilaian Standar Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan R.I Tahun 2022 Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-26T19:31:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-11-26T19:37:43+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD) (STARKES-KARS)\",\"datePublished\":\"2022-11-26T19:31:01+00:00\",\"dateModified\":\"2022-11-26T19:37:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\\\/\"},\"wordCount\":2887,\"articleSection\":[\"Akreditasi Kemenkes 2022\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\\\/\",\"url\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\\\/\",\"name\":\"DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD) (STARKES-KARS) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-11-26T19:31:01+00:00\",\"dateModified\":\"2022-11-26T19:37:43+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD) (STARKES-KARS)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD) (STARKES-KARS) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD) (STARKES-KARS) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"SURAT EDARAN NOMOR: 642\/SE\/KARS\/VI\/2022 TENTANG DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD) Sehubungan dengan tidak semua elemen penilaian Standar Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan R.I Tahun 2022 Continue Reading &rarr;","og_url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2022-11-26T19:31:01+00:00","article_modified_time":"2022-11-26T19:37:43+00:00","author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"14 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD) (STARKES-KARS)","datePublished":"2022-11-26T19:31:01+00:00","dateModified":"2022-11-26T19:37:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\/"},"wordCount":2887,"articleSection":["Akreditasi Kemenkes 2022"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\/","url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\/","name":"DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD) (STARKES-KARS) - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"datePublished":"2022-11-26T19:31:01+00:00","dateModified":"2022-11-26T19:37:43+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-standar-dan-elemen-penilaian-yang-tidak-dapat-diterapkan-tdd-starkes-kars\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"DAFTAR STANDAR DAN ELEMEN PENILAIAN YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD) (STARKES-KARS)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6827"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6827\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6830,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6827\/revisions\/6830"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}