{"id":6064,"date":"2019-06-29T05:05:07","date_gmt":"2019-06-28T22:05:07","guid":{"rendered":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?p=6064"},"modified":"2019-06-29T05:06:06","modified_gmt":"2019-06-28T22:06:06","slug":"daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/","title":{"rendered":"DAFTAR REGULASI SNARS RUMAH SAKIT &#8211; SNARS"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1FFMdkYS0GXETEwEdSLaqvilY9nCznLQs\/view?usp=sharing\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-6056\" src=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/drive.jpg\" alt=\"\" width=\"165\" height=\"87\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>DAFTAR REGULASI SNARS &#8211;\u00a0<\/b><b>RUMAH SAKIT<\/b><\/span><\/p>\n<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"DAFTAR REGULASI SNARS -\u00a0RUMAH SAKIT STANDAR MATERI CHECK AP Asesmen Pasien AP 1 Regulasi tentang isi, jumlah dan jenis asesmen awal medis dan keperawatan sesuai d) sampai dengan n) di maksud dan tujuan, sesuai MIRM 13.1, termasuk: harus selesai dalam waktu 24 jam sesuai AP 1.1 EP 4 pelaksanaan pasien rawat jalan dengan penyakit akut \/non kronis, asesmen awal diperbaharui setelah 1 (satu) bulan pelaksanaan pasien rawat jalan\u00a0 dengan penyakit kronis, asesmen awal diperbaharui setelah 3 (tiga) bulan. AP 1.2 Regulasi tentang kerangka waktu penyelesaian asesmen awal pasien rawat jalan. AP1.3 Regulasi tentang kerangka waktu penyelesaian asesmen awal pasien gawat darurat.\u00a0 AP 1.4 Regulasi tentang kriteria risiko nutrisional\u00a0\u00a0 AP 1.4.1 Regulasi\u00a0 tentang kriteria asesmen kebutuhan fungsional dan risiko jatuh.\u00a0 AP 1.5 Regulasi tentang skrining nyeri, termasuk asesmen nyeri sesuai dengan AP 1.5 EP 2.\u00a0 AP 1.6 Regulasi tentang asesmen tambahan sesuai populasi.\u00a0 AP 2 Regulasi tentang asesmen ulang oleh DPJP, PPJA dan profesional pemberi asuhan (PPA) lainnya untuk evaluasi respons pasien terhadap asuhan yang diberikan sebagai tindak lanjut. AP 2.1 Regulasi tentang pengaturan urutan penyimpanan lembar RM sesuai MIRM 13 EP 5. AP 3 Regulasi tentang PPA yang kompeten dan berwenang melakukan asesmen awal, asesmen ulang dan asesmen gawat darurat sesuai EP 3 dalam bentuk SPK dan RKK. AP 5 Pedoman pengorganisasian unit laboratorium sesuai dengan TKRS 9 EP 1, ok Pedoman pelayanan unit laboratorium secara terintegrasi, termasuk EP 4 dan EP 5, sesuai dengan TKRS 10 EP 1\u00a0 AP 5.1 Regulasi tentang penetapan seorang (atau lebih) tenaga profesional yang kompeten dan berwenang untuk memimpin pelayanan laboratorium terintegrasi disertai uraian tugas, tanggung jawab dan wewenang.\u00a0 AP 5.3 Program tentang manajemen risiko di laboratorium sesuai dengan MFK 2, MFK 4, MFK 5 dan PKPO 3.1. AP 5.3.2 Regulasi tentang penetapan hasil laboratorium yang\u00a0 kritis termasuk pelaporan dan tindak lanjutnya, yang disusun secara kolaboratif.\u00a0 AP 5.4 Regulasi tentang kerangka waktu penyelesaian pemeriksaan laboratorium, termasuk waktupenyelesai-an pemeriksaan cito sesuai dengan EP 3 dan pelaksanaan evaluasinya sesuai dengan EP 2.\u00a0 AP 5.5 Program tentang pengelolaan peralatan laboratorium( lihat MFK 8 ), termasuk alat yang tersedia melalui kontrak.\u00a0 AP 5.6 Regulasi tentang pengelolaan logistik laboratorium, reagensia essensial\u00a0 termasuk bila terjadi kekosongan.\u00a0 AP 5.7 Regulasi tentang\u00a0 spesimen meliputi: Pengambilan Pengumpulan Identifikasi Pengerjaan Pengiriman Pembuangan.\u00a0 AP 5.8 Regulasi tentang\u00a0 penetapan dan evaluasi rentang nilai normal. AP 5.9 Program mutu laboratorium klinik,termasuk AP 5.9.1 sesuai dengan TKRS 11 EP 2 dan PMKP 6 EP 2. AP 5.11 Regulasi tentang penyediaan dan pelayanan darah, termasuk bank darah RS.\u00a0 AP 5.11.1 Regulasi tentang penetapan penanggung jawab pelayanan darah dan transfusi yang kompeten dan berwenang.\u00a0 AP 5.11.2 Regulasi tentang program kendali mutu sesuai dengan TKRS 11 EP 2 dan PMKP 6 EP 2. AP 6 Pedoman pengorganisasian radiologi termasuk penetapan Kepala unit beserta uraian jabatannya (AP 6.1), pola ketenagaan (AP 6.2) Pedoman pelayanan, termasuk: persetujuan sebelum prosedur dilakukan (AP 6.3.1) kerangka waktu penyelesaian pemeriksaan radiologi (AP 6.4) AP 6.1 Regulasi tentang penetapan seorang (atau lebih) tenaga profesional yang kompeten dan berwenang untuk memimpin pelayanan RIR disertai uraian tugas, tanggung jawab dan wewenang.\u00a0 AP 6.2 Penetapan pola ketenagaan dalam Pedoman pengorganisasian unit radiologi (AP 6) AP 6.3 Program tentang manajemen risiko di RIR sesuai dengan MFK 2, MFK 4, MFK 5 dan PKPO 3.1 AP 6.3.1 Regulasi tentang :\u00a0 Proses identifikasi dosis maksimun radiasi untuk setiap RIR\u00a0 sesuai EP 2 Penjelasan dari Radiolog sebelum dilakukan RIR Persetujuan\u00a0 dari pasien atau keluarga\u00a0 sebelum dilakukan pemeriksaan RIR Risiko radiasi diidentifikasi sesuai EP 4. (AP 6.3.1) AP 6.4 Regulasi tentang kerangka waktu penyelesaian pemeriksaan RIR, termasuk waktu penyelesaian pemeriksaan cito sesuai dengan EP 3 dan pelaksanaan evaluasinya sesuai dengan EP 2 AP 6.5 Program tentang pengelolaan peralatan Radiodiagnostik, Imajing Dan Radiologi Intervensional ( lihat MFK 8 ), termasuk alat yang tersedia melalui kontrak.\u00a0 Program unit radiologi, meliputi: Pengelolaan peralatan radiologi a s\/d h Upaya peningkatan mutu (AP 6.7) AP 6.6 Regulasi tentang film x-ray\u00a0 dan bahan lain yang diperlukan. \u00a0 Pengelolaan logistik radiologi dalam Pedoman pelayanan farmasi (PKPO 2.1 dan 2.1.1) AP 6.7 Program mutu unit radiologi dalam Program unit radiologi (AP 6.5) Program mutu RIR, sesuai dengan TKRS 11 EP 2 dan PMKP 6 EP 2. AP 6.8 Sertifikasi radiologi rujukan PAP Pelayanan dan Asuhan Pasien PAP 1 Regulasi tentang pelayanan yang seragam dengan memuat butir a) sd e) di maksud dan tujuan.\u00a0 PPK (bersama SMF) untuk semua diagnosis atau kondisi yang ada di RS. Perawat buat asuhan keperawatan PAP 2 Regulasi tentang pelayanan dan asuhan terintegrasi, termasuk tentang : pengintegrasian pelayanan oleh MPP\/ CaseManager integrasi asuhan pasien sesuai butir-butir di maksud-tujuan asesmen dengan metode IAR EP 2 dan 3, serta PAP 2.1 EP 3, 4, 5 komunikasi antar PPA dan pendokumentasiannya sesuai uraian di EP 4.(PAP 2) Panduan case manager\/ MPP a s\/d h Panduan DPJP (ARK 3.2)\u00a0 PAP 2.1 Regulasi tentang rencana asuhan oleh PPA dengan metode IAR, termasuk tentang EP 2, 3, 4 dan 5.\u00a0 PAP 2.2 Regulasi tentang tata cara pemberian instruksi termasuk tentang EP 3 dan 4.\u00a0 PAP 2.3 Regulasi tentang tindakan klinis dan tindakan diagnostik serta lokasi\/form pencatatannya di rekam medis, termasuk tentang EP 2, 3 dan 4.\u00a0 PAP 3 Regulasi tentang proses identifikasi pasien risiko tinggi dan pelayanan risiko tinggi sesuai dengan populasi pasiennya, disertai penetapan risiko tambahan yang mungkin berpengaruh pada pasien risiko tinggi dan pelayanan risiko tinggi, termasuk EP 2 dan EP 4.\u00a0 PAP 3.1 Regulasi untuk pelaksanaan early warning system (EWS).\u00a0\u00a0 PAP 3.2 Regulasi tentang pelayanan resusitasi.\u00a0 PAP 3.3 Regulasi\u00a0 tentang pelayanan darah dan produk darah meliputi butir a) sampai dengan f) pada maksud dan tujuan. (lihat juga AP 5.11, 5.11.1, 5.11.2)\u00a0 PAP 3.4 Regulasi tentang asuhan pasien dengan alat bantu hidup dasar atau pasien koma. PAP 3.5 Regulasi tentang asuhan pasien penyakit menular dan immuno-suppressed.\u00a0 PAP 3.6 Regulasi tentang asuhan pasien dialisis termasuk EP 3.\u00a0 PAP 3.7 Regulasi tentang pelayanan penggunaan alat penghalang (restraint), termasuk tentang informed consentnya dan EP 3. PAP 3.8 Regulasi tentang pelayanan khusus terhadap pasien yang lemah, lanjut usia, anak, dan yang dengan ketergantungan bantuan, serta populasi yang berisiko disiksa dan risiko tinggi lainnya termasuk pasien dengan risiko bunuh diri. PAP 3.9 Regulasi pelayanan khusus terhadap: pasien yang mendapat kemoterapi \u00a0\u00a02)pelayanan lain yang berisiko tinggi.\u00a0 PAP 4 Pedoman pelayanan gizi, termasuk upaya mengurangi risiko infeksi (PPI 7.6) Regulasi tentang pelayanan gizi, termasuk tentang EP 2, 3, 4, 5 dan 6 (bila diizinkan). PAP 5 Regulasi tentang asuhan dan terapi gizi terintegrasi, termasuk EP 2, 3, 4. (Lihat PAP 2)\u00a0 PAP 6 Regulasi tentang pelayanan pasien untuk mengatasi nyeri, termasuk EP 2, 3, 4, 5. Pedoman Manajemen Nyeri, meliputi skrining dan asesmen nyeri serta evaluasinya (AP 1.5), hak pasien (HPK 2.5), dan edukasi nyeri (MKE 10)\u00a0 PAP 7 Regulasi tentang asesmen awal dan ulang pasien terminal meliputi butir a) sampai dengan i) pada maksud dan tujuan, termasuk butir a) s\/d f) di PAP 7.1.\u00a0 Panduan pasien terminal, termasuk hak pasien dan edukasi keluarga (HPK 2.6), termasuk DNR (HPK 2.4)\u00a0\u00a0 PAP 7.1 Regulasi tentang pelayanan pasien dalam tahap terminal, meliputi EP 2, 3, 4, 5, 6. Pelayanan Anestesi dan Bedah PAB 1\u00a0 Regulasi\u00a0 tentang pelayanan anestesi, sedasi moderat\u00a0 dan dalam.\u00a0 Pedoman pelayanan anestesi dan sedasi (PAB 3,5,5.1,6,6.1) PAB 2 Regulasi tentang: Pelayanan anestesi, sedasi moderat\u00a0 dan dalam yang seragam dan terintegrasi diseluruh tempat pelayanan di rumah sakit\u00a0 2) Penetapan penanggung jawab pelayanan anestesi, sedasi moderat dan dalam disertai uraiang tugas, tanggung jawab dan wewenang serta rencana kegiatan.\u00a0 PAB 2.1 Regulasi tentang\u00a0 penetapan pengukuran mutu dan pelaporan insiden keselamatan pasien dalam pelayanan anestesi, sedasi moderat dan dalam, sesuai TKRS 11 EP 1.\u00a0 Program mutu unit kamar operasi, pelaksanaan asesmen pra anestesi, pra sedasi, monitoring status fisiologis, dan pemulihan PAB 3 Regulasi tentang\u00a0 pelayanan sedasi yang seragam di semua tempat di RS termasuk untuk PAB 3.2 EP 1 s\/d 3.\u00a0 PAB 3.1 Regulasi berupa SPK dan RKK staf anestesi yang melakukan sedasi.\u00a0 PAB 5 Regulasi tentang pelayanan anestesi harus direncanakan dan didokumentasikan meliputi: Teknik anestesi 2)Obat anestesi, dosis dan rute.\u00a0 PAB 5.1 Regulasi tentang kewajiban dokter anestesi memberikan edukasi dan mendokumentasikannya. PAB 6 Regulasi tentang monitoring selama anestesi dan operasi.\u00a0 PAB 6.1 Regulasi tentang pemindahan pasien dari ruang pemulihan.\u00a0 PAB 7 Regulasi tentang pelayanan bedah di RS yang meliputi asesmen pra bedah dengan metode IAR, termasuk untuk EP 2 dan 3. Pedoman pelayanan bedah, meliputi: Rencana asuhan berdasarkan hasil asesmen (PAB 7) Kewajiban membuat laporan operasi (PAB 7.2) Pembuatan rencana asuhan pasca operasi (PAB 7.3) Penggunaan implan (PAB 7.4) PAB 7.2 Regulasi tentang\u00a0 laporan operasi yang memuat sekurang-kurangnya a) s\/d h) termasuk EP 3 PAB 7.3 Regulasi tentang rencana asuhan pasca operasi yang meliputi:\u00a0 Rencana asuhan pasca bedah oleh dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP). Bila didelegasikan harus dilakukan verifikasi Rencana asuhan oleh perawat Rencana asuhan oleh PPA lainnya sesuai kebutuhan.\u00a0 PAB 7.4 Regulasi tentang penggunaan implan bedah berupa hal hal yang meliputi a) s\/d h) pada maksud dan tujuan, termasuk bila dilakukan penarikan kembali.\u00a0 PAB 8 Regulasi tentang penetapan jenis pelayanan bedah yang dapat dilaksanakan.\u00a0 Kemampuan pelayanan operasi (TKRS 3.1) PAB 8.1 Regulasi tentang\u00a0 penetapan pengukuran mutu dan pelaporan insiden keselamatan pasien dalam pelayanan bedah, sesuai TKRS 11 EP 1\u00a0 Program mutu pelayanan bedah: asesmen, site marking, surgical safety check list, diskrepansi diagnosis pra dan pasca bedah Akases ke Rumah sakit dan Kontinuitas pelayanan ARK 1 Pedoman pelayanan dan asuhan pasien RS Skrinning pasien di luar dan dalam RS, termasuk ARK 1.2 Hak pasien dalam pelayanan dan asuhan (HPK 2.1, HPK 2.2, HPK 4, termasuk kewajibannya (HPK 1), nilai dan keyakinan (HPK 1.2), hak privasi (HPK 1.2), kewajiban simpan rahasia (HPK 1.3) General consent for treatment (HPK 5) Penundaan dan kelambatan pelayanan (ARK 1.3) Kontinuitas pelayanan (ARK 3.1), termasuk rujukan (ARK 4.1 EP 2 dan MKE 12) Alur pasien (ARK 2.2) Pengaturan pelayanan DPJP: konsul, rawat bersama dan alih rawat Second opinion (HPK 2) Pengaturan pelayanan keperawatan 24 jam, termasuk perawat operan (hand over MKE 5 EP 6 dan SKP 2.2) Transfer pasien intrahospital (ARK 1.1 dan ARK 3.3) Pemulangan pasien (termasuk kriteria pemulangan yang kompleks ARK 4) Pasien yang pulang sementara (cuti) (ARK 4) Kriteria pasien rawat jalan yang kompleks, untuk dibuat Profil Ringkas Medis Rawat Jalan ARK 4.3 dan MKE 5 Pengelolaan AMA (Penolakan Asuhan Medis) (ARK 4.4 dan HPK 2.3) Pengelolaan pasien yang melarikan diri (ARK 4.4.1) ARK 1.1 Pedoman pelayanan IGD (TKRS 10), tentang triage berbasis bukti ARK 1.2 Pedoman pelayanan rawat inap (TKRS 10), termasuk kemampuan pelayanan rawat inap (TKRS 3.1) dan Skrinning pasien rawat inap Pemulangan pasien rawat inap (ARK 3) ARK 2 Pedoman pelayanan RM ? pendaftaran pasien rawat jalan, rawat inap dan IGD ARK 2.3 Pedoman pelayan ICU (TKRS 10) ? kriteria masuk dan keluar ICU ARK 5 Panduan rujukan ARK 6 Transportasi pasien Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat PKPO 1 Pedoman Pengorganisasian dan Pedoman Pelayanan Farmasi ? PKPO 2 Pembentukan Tim Farmasi dan Terapi, beserta Pedoman Kerja dan Program PKPO 2.1 Pedoman Pelayanan Farmasi, meliputi: Pengadaan, termasuk PKPO 2.1.1, termasuk reagensia (AP 5.6) Penyimpanan (PKPO 3) Penyimpanan elektrolit konsentrat (PKPO 3.2) Penyimpanan khusus seuai a s\/d e Pengelolaan obat emergensi (PKPO 3.4) Penarikan kembali (PKPO 3.5) Penyiapan penyerahan obat (PKPO 5) yang seragam (PKPO 5.1) Verifikasi sebelum penyerahan obat Pemberian obat dan pengobatan oleh pasien Pemantauan terapi obat Upaya keselamatan PKPO 3.1 Pedoman pengelolaan B3 (MFK 5) PKPO 4 Panduan resep, meliputi syarat resep lengkap PKPO 6 Staf medis yang kompeten dan berwenang, termasuk pembatasannya (SPK dan RKK) (KKS 10) Hak Pasien dan Keluarga HPK 3 Pedoman pengelolaan pengaduan pasien dan keluarga HPK 5.1 Panduan persetujuan tindakan kedokteran, termasuk HPK 5.2, HPK 5.3 dan MKE 9 HPK 6 Pedoman penyelenggaraan penelitian dengan pasien sebagai subyek, termasuk HPK 6.1, HPK 6.2, HPK 6.4 serta HPK 7 HPK 8 Pedoman donasi organ, termasuk HPK 8.1 dan HPK 8.2 Sasaran Keselamatan Pasien SKP 1 Panduan identifikasi pasien SKP 2 Pedoman komunikasi efektif (MKE 1), tentang teknik komunikasi antar staf klinis termasuk PPA\u00a0 SKP 2.1 Penetapan nilai kritis (AP 5.3.2) SKP 3 Panduan pengelolaan obat yang perlu diwaspadai, termasuk upaya mencegah kekurang hati-hatian dalam pengelolaan elektrolit konsentrat (SKP 3.1) SKP 4 Panduan penandaan lokasi operasi SKP 4.1\u00a0 Pedoman pelayanan unit kamar operasi (TKRS 10), tentang pelaksanaan surgical safety check list SKP 5 Pedoman PPI, tentang teknik cuci tangan (PPI 9) SKP 6 Panduan upaya mengurangi risiko cedera akibat pasien jatuh, meliputi asesmen dan monitoringnya (AP 1.4.1) Manajemen Komunikasi dan Edukasi MKE 1 Pedoman komunikasi efektif, meliputi: komunikasi dengan masyarakat komunikasi dengan pasien dan keluarga komunikasi antar pemberi asuhan (SKP 2), termasuk MKE 5 informasi yang harus disampaikan secara akurat dan tepat waktu ke seluruh rumah sakit (MKE 4) Penetapan pertemuan di setiap dan antartingkat RS (EP 1) Komunikasi efektif antar PPA (MKE 1) MKE 4 Ketetapan tentang informasi yang harus disampaikan secara akurat dan tepat waktu ke seluruh rumah sakit, dalam Pedoman komunikasi efektif (MKE 1) MKE 5 Tata cara berkomunikasi dalam Pedoman komunikasi efektif antara pemberi asuhan (MKE 1) MKE 6 Pembentukan Komite PKRS, termasuk pedoman kerja dan program Manajemen Informasi dan Rekam Medis MIRM 1 Pedoman pengorganisasian dan pedoman kerja Unit SIM RS MIRM 1.1 Pengelolaan data dan informasi dalam Pedoman pengelolaan data dan informasi, termasuk: sistem manajemen data program PMKP yang terintegrasi (PMKP 2.1) sistem manajemen data terintegrasi antara data surveilans dan data indikator mutu (PPI 10) manajemen data yang meliputi butir a) sampai dengan c) (PMKP 7) MIRM 8 Pedoman Pengorganisasian Pedoman Pelayanan Rekam Medis (TKRS 10), meliputi: nakes yang punya akses ke berkas rekam medis (MIRM 9), termasuk upaya mencegah akses bagi yang tidak berhak (MIRM 11) Manajemen data yang meliputi butir a) sampai dengan c) Program unit rekam medis MIRM 9 Penetapan tenaga kesehatan yang memiliki hak akses ke rekam medis dalam Pedoman Rekam Medis Rumah Sakit (MKE 13.1) MIRM 10 Penetapan tentang jangka waktu penyimpanan berkas rekam\u00a0medis pasien dalam Pedoman Rekam Medis Rumah Sakit (MKE 13.1) MIRM 11 Penetapan mencegah akses penggunaan rekam medis bentuk kertas dan atau elektronik tanpa izin dalam Pedoman Pelayanan Rekam Medis (MIRM 8) MIRM 12 Standar kode diagnosis, kode tindakan, definisi, simbol dan singkatan dalam Pedoman Rekam Medis (MIRM 13.1) MIRM 13 setiap pasien memiliki rekam medis dengan satu nomor rekam medis sesuai dengan sistem penomoran unit dalam Pedoman Rekam Medis (MIRM 13.1) MIRM 13.1 Penetapan isi spesifik dari berkas rekam medis pasien dalam Pedoman Rekam Medis Rumah Sakit Pedoman Rekam Medis Rumah Sakit meliputi: setiap pasien memiliki satu nomor rekam medis (MIRM 13) tenaga kesehatan yang memiliki hak akses ke rekam medis (MIRM 9) individu yang berwenang mengisi rekam medis dan memahami cara melakukan koreksi (MIRM 13.2) standar kode diagnosis, kode tindakan, definisi, simbol dan singkatan (MIRM 12) pengaturan privasi dan kerahasiaan informasi terkait data pasien dan hak akses pasien terhadap isi rekam medis (MIRM 14) isi spesifik rekam medis (AP 1, MIRM 13.1), termasuk asesmen awal tentang: risiko nutrisional (AP 1.4) status fungsional termasuk risiko jatuh (AP 1.4.1) skrining dan asesmen nyeri (AP 1.5) kerangka waktu penyelesaian rawat jalan (AP 1.2) kerangka waktu penyelesaian gawat darurat (AP 1.3) asesmen tambahan (AP 1.6) asesmen ulang (AP 2) pencatatan rencana asuhan (PAP 2.1 EP 2-5) pencatatan tindakan klinis dan tindakan diagnostik (PAP 2.3) ringkasan pulang (ARK 4.2.1 EP 1 dan MIRM 15) pengaturan urutan penyimpanan lembar-lembar RM (AP 2.1) jangka waktu penyimpanan (MIRM 10) rekam medis pasien gawat darurat memuat waktu kedatangan dan keluar pasien, ringkasan kondisi pasien saat keluar dari gawat darurat, dan instruksi tindak lanjut asuhan (MIRM 13.1.1) MIRM 13.1.1 Rekam medis pasien gawat darurat memuat waktu kedatangan dan keluar pasien, ringkasan kondisi pasien saat keluar dari gawat darurat, dan instruksi tindak lanjut asuhan MIRM 13.2 Penetapan individu yang berwenang mengisi rekam medis dan memahami cara melakukan koreksi dalam Pedoman Rekam Medis (MIRM 13.1) MIRM 13.4 Pembentukan tim review rekam medis, termasuk pedoman kerja dan program untuk melaksanakan review rekam medis secara berkala\u00a0 MIRM 14 Pengaturan privasi dan kerahasiaan informasi terkait data pasien dan hak akses pasien terhadap isi rekam medis dalam Pedoman Rekam Medis (MIRM 13.1) Tata Kelola Rumah Sakit TKRS 1 Penetapan organisasi RS oleh pemilik atau representasi pemilik, termasuk organisasi governing body, komite medis dan keperawatan (TKRS 8) TKRS 2 Dalam SOTK diuraikan uraian jabatan Direktur RS, termasuk uraian jabatan para Kepala Bidang\/Divisi (TKRS 3), dan Kepala Unit Pelayanan TKRS 3.1 TKRS 3.1 Penetapan jenis pelayanan RS\u00a0 TKRS 3.2 Penetapan pertemuan di setiap dan antartingkat RS (EP 1) Komunikasi efektif antar PPA (MKE 1) TKRS 3.3 Pedoman manajemen SDM RS (KKS) TKRS 4 Pedoman PMKP (PMKP 2), termasuk penetapan prioritas (PMKP 5) TKRS 5 Penetapan peningkatan mutu prioritas (PMKP 5) TKRS 6 Panduan penyusunan kontrak, termasuk dengan staf medis, kontrak sterilisasi (PPI 7.2.1), termasuk monitoring mutu pelayanan TKRS 6.2 Penetapan pelayanan oleh dokter praktik mandiri (TKRS 3.1) TKRS 7 Panduan penapisan teknologi medis dan obat TKRS 7.1 Pedoman pengadaan alkes dan obat yang berisiko (PKPO 2.1 dan PKPO 2.1.1 TKRS 9 Pedoman pengorganisasian unit kerja. Setiap nama jabatan dilengkapi dengan: Uraian jabatan, meliputi: (KKS 2.3) Persyaratan jabatan: pendidikan, keterampilan, dan pengetahuan\u00a0 Uraian tugas Tanggung jawab Wewenang Pola ketenagaan (KKS 2) Orientasi Tata hubungan kerja Rapat\/koordinasi TKRS 10 Pedoman pelayanan unit kerja, termasuk pengaduan di unit kerja (HPK 3) TKRS 11 Kriteria pemilihan indikator mutu RS (TKRS 4 EP 3), termasuk menetapkan peningkatan mutu prioritas (TKRS 5 dan PMKP 5)\u00a0 TKRS 11.2 Penetapan setiap KSM memilih 5 standar pelayanan kedokteran untuk di evaluasi TKRS 12 Pembentukan Komite Etik RS, termasuk Pedoman Kerja Pedoman Tata Kelola Etik RS, termasuk menetapkan kode etik pegawai RS TKRS 12.2 Pedoman pengelolaan pengaduan pasien dan keluarga (HPK 3) TKRS 13.1 Panduan budaya keselamatan (PMKP 10) Kompetensi dan Kewenangan Staf KKS Pedoman manajemen\/pengelolaan SDM RS, meliputi: Dasar penetapan pola ketenagaan pada unit kerja (KKS 2) dan evaluasi dan pemutakhiran terus menerus pola ketenagaan (KKS 2.1) Rekrutmen (KKS 3) Seleksi (KKS 4 dan KKS 5) Penempatan staf (KKS 2) dan evaluasi kinerja (KKS 4 dan KKS 5), serta pengaturan penempatan kembali (KKS 2.4) Orientasi (KKS 7), termasuk tentang PPI (PPI 11) Proses kredensialing (KKS 9 Evaluasi kinerja PPA dan staf klinis (termasuk OPPE) (KKS 11, 12, 13, 16) KKS 1 Perencanaan kebutuhan staf rumah sakit berdasarkan Penetapan standar jumlah SDM (KKS 2.2) KKS 2 Penetapan pola ketenagaan dan kebutuhan jumlah staf sebagai dasar untuk menyusun perencanaan staf, disertai evaluasi dan pemutakhiran terus menerus (KKS 2.1) Panduan mengatur penempatan dan penempatan kembali staf KKS 2.4) KKS 2.1 Penetapan evaluasi dan pemutakhiran terus menerus pola ketenagaan (KKS 2) KKS 2.2 Penetapan standar jumlah SDM pada Pedoman Pengorganisasian Unit Kerja (TKRS 9) sesuai pola ketenagaan (KKS 2) KKS 2.3 Persyaratan jabatan dan uraian jabatan (TKRS 9) KKS 2.4 Pengaturan penempatan kembali sesuai KKS 2 KKS 8 Program pendidikan dan pelatihan (PMKP 3), termasuk pelatihan PPI (PPI 11) KKS 8.1 Program pendidikan dan pelatihan (KKS 8), pelatihan teknik resusitasi (PAP 3.2) KKS 8.2 Pedoman K3RS (MFK 3, PPI 7.5) Panduan penanganan kekerasan di tempat kerja KKS 10,14,17 SPK dan RKK Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien PMKP 1 Pembentukan Komite PMKP PMKP 2 Pedoman PMKP (TKRS 4) PMKP 2.1 Penetapan sistem manajemen data program PMKP yang terintegrasi pada Pedoman manajemen data dan informasi (MIRM 1.1 dan PMKP 7), termasuk integrasi dengan surveilans PPI (PPI 10) PMKP 3 Program pelatihan RS (KKS 8) PMKP 5 Program peningkatan mutu RS (TKRS 1.3), menetapkan indikator mutu RS (TKRS 4 EP 3), termasuk menetapkan peningkatan mutu prioritas (TKRS 5) PMKP 5.1 Program evaluasi pelayanan kedokteran (PPK, alur klinis atau protokol) PMKP 7 Manajemen data yang meliputi butir a) sampai dengan c) dalam Pedoman manajemen data dan informasi (MIRM 1.1 dan PMKP 2.1), termasuk analisis (PMKP 7.1), dan validasi (PMKP 8) PMKP 9 Pedoman upaya keselamatan RS, termasuk manajemen risiko (PMKP 12), meliputi:\u00a0 keselamatan pasien (TKRS 4, PMKP 2) dan pelaporannya (PMKP 9, 9.2) termasuk jenis sentinel (PMKP 9.1) dan KNC, KTC (PMKP 9.3) keselamatan atas risiko infeksi (PPI 5, PPI 7, PPI 7.1) dan keselamatan lingkungan (MFK 2 dan 4) keselamatan atas risiko di laboratorium (AP 5.3) PMKP 10 Panduan budaya keselamatan (TKRS 13.1) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi PPI 1 Pembentukan Komite PPI, meliputi Pedoman Kerja termasuk pelaksanaan surveilans (PPI 6 a s\/d g) dan Program (PPI 1.1, PPI 5 dan MFK 3), kegiatan survelans (PPI 6) dan Pedoman Upaya Keselamatan dengan menggunakan manajemen risiko (PPI 7 dan PPI 7.1), termasuk tersedianya anggaran (TKRS 1.1 dan PPI 4) PPI 1.1 Penetapan yang meliputi a) angka infeksi yang akan diukur dalam program PPI (PPI 1), dan b) sistem pelaporan dari IPCN dalam Pedoman kerja Komite PPI (PPI 1) PPI 2 Penetapan perawat IPCN PPI 3 Penetapan IPCLN PPI 4 Tersedia anggaran yang cukup untuk menunjang pelaksanaan program PPI pada RKA (TKRS 1.1) PPI 5 Program PPI a s\/d g dan kesehatan kerja yang komprehensif (PPI 1 dan MFK 3) PPI 6 Regulasi tentang pelaksanaan surveilans meliputi\u00a0butir a) sampai dengan f),\u00a0 PPI 7 Penetapan risiko infeksi pada prosedur dan proses asuhan invasif yang berisiko infeksi serta strategi untuk menurunkan risiko infeksi pada Pedoman Upaya Keselamatan (PPI 1) PPI 7.1 Penetapan risiko infeksi pada proses kegiatan penunjang pelayanan (PPI 1) PPI 7.2 Pedoman sterilisasi, termasuk penetapan batas kadaluarsa dari alkes yang digunakan kembali\/reuse (PPI 7.2.2) PPI 7.2.1 Kerjasama sterilisasi dengan pihak luar rumah sakit (TKRS 6) PPI 7.2.2 Penetapan batas kadaluarsa dari alkes yang digunakan kembali pada Pedoman sterilisasi (PPI 7.2) PPI 7.3 Pedoman pengorganisasian unit kerja pengelola londri (TKRS 9 dan KKS 2.3) PPI 7.3.1 Pedoman manajemen linen PPI 7.4\u00a0 Pedoman pengelolaan limbah PPI 7.5 Pedoman K3 RS (MFK 3), meliputi risiko tertusuk benda tajam (PPI 7.5), risiko kesehatan kerja karena terpapar infeksi (PPI 5) PPI 7.6 Pedoman pelayanan gizi, termasuk upaya mengurangi risiko infeksi (PAP 4) PPI 7.7 Pedoman pengendalian mekanis dan teknis, termasuk ICRA (MFK 4.1) PPI 8 8.1 8.3 9 Pedoman PPI RS, termasuk\u00a0 penempatan pasien immunocompromised (PPI 8),\u00a0 transfer dan penempatan pasien infeksi airborne\/ruang isolasi (PPI 8.1) bila terjadi outbreak (PPI 8.3)\u00a0 teknik cuci tangan (PPI 9) PPI 9.1 Pedoman penggunaan alat pelindung diri (APD) PPI 10 Pedoman manajemen data dan informasi (PMKP 2.1, MIRM 1.1 dan PMKP 7), termasuk integrasi dengan surveilans PPI\u00a0 (PPI 10) PPI 11 Program pendidikan dan pelatihan (KKS 8), termasuk pelatihan PPI\u00a0 Manajemen Fasilitas dan Keselamatan MFK 2 Pedoman upaya keselamatan RS termasuk manajemen risiko (PMKP 9, 12 dan MFK 4) Program manajemen risiko a s\/d f dan sistem pelaporannya (MFK 10) MFK 3 Pembentukan unit\/komite K3RS, termasuk Pedoman Kerja K3RS dan Program (terkait juga dengan PPI 1, PPI 5) MFK 4.1 Panduan asesmen risiko prakonstruksi MFK 5 Pedoman pengelolaan B3 (PKPO 3.1), termasuk penyimpanan dan pengolahan limbah (MFK 5.1) MFK 6 Pedoman penanggulangan bencana MFK 7 Pedoman penanggulangan kebakaran MFK 7.2 Penetapan RS kawasan bebas rokok MFK 8 Pedoman pemeliharaan peralatan medis, termasuk pemantauan dan tindakan re-call, pelaporan insiden MFK 9.1 Pedoman pengelolaan inventaris, termasuk laboratorium (AP 5.5) MFK 9.2 Pedoman pengelolaan sistem utilitas, termasuk uji joba bila gagal (MFK 9.2.1) MFK 9.3 Panduan pengelolaan air bersih MFK 10 Sistem pelaporan data insiden\/kejadian\/ kecelakaan setiap program manajemen risiko fasilitas MFK 11 Program pelatihan PEDOMAN UPAYA KESELAMATAN (PMKP 9) DAN MANAJEMEN RISIKO (PMKP 12, MFK 3) KESELAMATAN PASIEN Pedoman PMKP (TKRS 4 dan PMKP 2) KESELAMATAN ATAS RISIKO INFEKSI keselamatan atas risiko infeksi (PMKP 9, PPI 5, PPI 7, PPI 7.1) manajemen risiko untuk menangani potensi risiko di laboratorium (AP 5.3 dan AP 5.5) manajemen risiko untuk menangani potensi risiko di penyediaan makanan (PAP 4) penetapan risiko infeksi pada prosedur dan proses asuhan invasif (PPI 7) risiko tertusuk benda tajam (PPI 7.5) KESELAMATAN LINGKUNGAN keselamatan lingkungan (PMKP 9, MFK 2 dan 4) sistem pelaporan data insiden\/kejadian\/ kecelakaan setiap program manajemen risiko fasilitas (MFK 10) KESELAMATAN KERJA regulasi kesehatan dan keselamatan staf (KKS 8.2) penanganan kekerasan di tempat kerja (KKS 8.2) risiko tertusuk benda tajam (PPI 7.5) risiko kesehatan kerja karena terpapar infeksi (PPI 5) \u00a0\u00a0\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>STANDAR<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>MATERI<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>CHECK<\/b><\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>Asesmen Pasien<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 1<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang isi, jumlah dan jenis asesmen awal medis dan keperawatan sesuai d) sampai dengan n) di maksud dan tujuan, sesuai MIRM 13.1, termasuk:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">harus selesai dalam waktu 24 jam sesuai AP 1.1 EP 4<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">pelaksanaan pasien rawat jalan dengan penyakit akut \/non kronis, asesmen awal diperbaharui setelah 1 (satu) bulan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">pelaksanaan pasien rawat jalan\u00a0 dengan penyakit kronis, asesmen awal diperbaharui setelah 3 (tiga) bulan.<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 1.2<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang kerangka waktu penyelesaian asesmen awal pasien rawat jalan.<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP1.3<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang kerangka waktu penyelesaian asesmen awal pasien gawat darurat.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 1.4<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang kriteria risiko nutrisional\u00a0\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 1.4.1<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi\u00a0 tentang kriteria asesmen kebutuhan fungsional dan risiko jatuh.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 1.5<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang skrining nyeri, termasuk asesmen nyeri sesuai dengan AP 1.5 EP 2.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 1.6<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang asesmen tambahan sesuai populasi.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 2<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Regulasi tentang asesmen ulang oleh DPJP, PPJA dan profesional pemberi asuhan (PPA) lainnya untuk evaluasi respons pasien terhadap<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">asuhan yang diberikan sebagai tindak lanjut<\/span><b>.<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 2.1<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang pengaturan urutan penyimpanan lembar RM sesuai MIRM 13 EP 5.<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 3<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Regulasi tentang PPA yang kompeten dan berwenang melakukan asesmen awal, asesmen ulang dan asesmen gawat darurat sesuai EP 3 dalam bentuk SPK dan RKK<\/span><b>.<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 5<\/b><\/span><\/td>\n<td>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pengorganisasian unit laboratorium sesuai dengan TKRS 9 EP 1, ok<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pelayanan unit laboratorium secara terintegrasi, termasuk EP 4 dan EP 5, sesuai dengan TKRS 10 EP 1\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 5.1<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang penetapan seorang (atau lebih) tenaga profesional yang kompeten dan berwenang untuk memimpin pelayanan laboratorium terintegrasi disertai uraian tugas, tanggung jawab dan wewenang.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 5.3<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program tentang manajemen risiko di laboratorium sesuai dengan MFK 2, MFK 4, MFK 5 dan PKPO 3.1.<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 5.3.2<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Regulasi tentang penetapan hasil laboratorium yang\u00a0 kritis termasuk pelaporan dan tindak lanjutnya, yang disusun secara kolaboratif<\/span><b>.\u00a0<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 5.4<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang kerangka waktu penyelesaian pemeriksaan laboratorium, termasuk waktupenyelesai-an pemeriksaan cito sesuai dengan EP 3 dan pelaksanaan evaluasinya sesuai dengan EP 2.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 5.5<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program tentang pengelolaan peralatan laboratorium( lihat MFK 8 ), termasuk alat yang tersedia melalui kontrak.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 5.6<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Regulasi tentang pengelolaan logistik laboratorium, reagensia essensial\u00a0 termasuk bila terjadi kekosongan<\/span><b>.\u00a0<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 5.7<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang\u00a0 spesimen meliputi:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengambilan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengumpulan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Identifikasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengerjaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengiriman<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pembuangan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 5.8<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang\u00a0 penetapan dan evaluasi rentang nilai normal.<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 5.9<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program mutu laboratorium klinik,termasuk AP 5.9.1 sesuai dengan TKRS 11 EP 2 dan PMKP 6 EP 2.<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 5.11<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang penyediaan dan pelayanan darah, termasuk bank darah RS.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 5.11.1<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang penetapan penanggung jawab pelayanan darah dan transfusi yang kompeten dan berwenang.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>AP 5.11.2<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang program kendali mutu sesuai dengan TKRS 11 EP 2 dan PMKP 6 EP 2.<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">AP 6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pengorganisasian radiologi termasuk penetapan Kepala unit beserta uraian jabatannya (AP 6.1), pola ketenagaan (AP 6.2)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pelayanan, termasuk:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">persetujuan sebelum prosedur dilakukan (AP 6.3.1)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">kerangka waktu penyelesaian pemeriksaan radiologi (AP 6.4)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">AP 6.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang penetapan seorang (atau lebih) tenaga profesional yang kompeten dan berwenang untuk memimpin pelayanan RIR disertai uraian tugas, tanggung jawab dan wewenang.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">AP 6.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan pola ketenagaan dalam Pedoman pengorganisasian unit radiologi (AP 6)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">AP 6.3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program tentang manajemen risiko di RIR sesuai dengan MFK 2, MFK 4, MFK 5 dan PKPO 3.1<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">AP 6.3.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Proses identifikasi dosis maksimun radiasi untuk setiap RIR\u00a0 sesuai EP 2<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penjelasan dari Radiolog sebelum dilakukan RIR<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Persetujuan\u00a0 dari pasien atau keluarga\u00a0 sebelum dilakukan pemeriksaan RIR<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Risiko radiasi diidentifikasi sesuai EP 4. <\/span><b>(AP 6.3.1)<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">AP 6.4<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang kerangka waktu penyelesaian pemeriksaan RIR, termasuk waktu penyelesaian pemeriksaan cito sesuai dengan EP 3 dan pelaksanaan evaluasinya sesuai dengan EP 2<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">AP 6.5<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program tentang pengelolaan peralatan Radiodiagnostik, Imajing Dan Radiologi Intervensional ( lihat MFK 8 ), termasuk alat yang tersedia melalui kontrak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program unit radiologi, meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengelolaan peralatan radiologi a s\/d h<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Upaya peningkatan mutu (AP 6.7)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">AP 6.6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Regulasi tentang film x-ray\u00a0 dan bahan lain yang diperlukan. <\/span><b>\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengelolaan logistik radiologi dalam Pedoman pelayanan farmasi (PKPO 2.1 dan 2.1.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">AP 6.7<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program mutu unit radiologi dalam Program unit radiologi (AP 6.5)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program mutu RIR, sesuai dengan TKRS 11 EP 2 dan PMKP 6 EP 2.<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">AP 6.8<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sertifikasi radiologi rujukan<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>PAP<\/b><\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>Pelayanan dan Asuhan Pasien<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang pelayanan yang seragam dengan memuat butir a) sd e) di maksud dan tujuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPK (bersama SMF) untuk semua diagnosis atau kondisi yang ada di RS. Perawat buat asuhan keperawatan<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang pelayanan dan asuhan terintegrasi, termasuk tentang :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">pengintegrasian pelayanan oleh MPP\/ CaseManager<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">integrasi asuhan pasien sesuai butir-butir di maksud-tujuan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">asesmen dengan metode IAR<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">EP 2 dan 3, serta PAP 2.1 EP 3, 4, 5<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">komunikasi antar PPA dan pendokumentasiannya sesuai uraian di EP 4<\/span><b>.(PAP 2)<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panduan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">case manager<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\/ MPP a s\/d h<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan DPJP (ARK 3.2)\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 2.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang rencana asuhan oleh PPA dengan metode IAR, termasuk tentang EP 2, 3, 4 dan 5.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 2.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang tata cara pemberian instruksi termasuk tentang EP 3 dan 4.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 2.3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Regulasi tentang tindakan klinis dan tindakan diagnostik serta lokasi\/form pencatatannya di rekam medis, termasuk tentang EP 2, 3 dan 4.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Regulasi tentang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">proses identifikasi pasien risiko tinggi dan pelayanan risiko tinggi sesuai dengan populasi pasiennya, disertai penetapan risiko tambahan yang mungkin berpengaruh pada pasien risiko tinggi dan pelayanan risiko tinggi, termasuk EP 2 dan EP 4.\u00a0<\/span><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 3.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Regulasi untuk pelaksanaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">early warning system (EWS).\u00a0\u00a0<\/span><\/i><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 3.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang pelayanan resusitasi.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 3.3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi\u00a0 tentang pelayanan darah dan produk darah meliputi butir a) sampai dengan f) pada maksud dan tujuan. (lihat juga AP 5.11, 5.11.1, 5.11.2)\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 3.4<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang asuhan pasien dengan alat bantu hidup dasar atau pasien koma.<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 3.5<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Regulasi tentang asuhan pasien penyakit menular dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">immuno-suppressed.\u00a0<\/span><\/i><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 3.6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang asuhan pasien dialisis termasuk EP 3.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 3.7<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Regulasi tentang pelayanan penggunaan alat penghalang (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">restraint<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), termasuk tentang informed consentnya dan EP 3<\/span><b>.<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 3.8<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Regulasi tentang pelayanan khusus terhadap pasien yang lemah, lanjut usia, anak, dan yang dengan ketergantungan bantuan, serta populasi yang berisiko disiksa dan risiko tinggi lainnya termasuk pasien dengan risiko bunuh diri<\/span><b>.<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 3.9<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi pelayanan khusus terhadap:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">pasien yang mendapat kemoterapi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">\u00a0\u00a02)pelayanan lain yang berisiko tinggi.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 4<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pelayanan gizi, termasuk upaya mengurangi risiko infeksi (PPI 7.6) Regulasi tentang pelayanan gizi, termasuk tentang EP 2, 3, 4, 5 dan 6 (bila diizinkan).<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 5<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang asuhan dan terapi gizi terintegrasi, termasuk EP 2, 3, 4. (Lihat PAP 2)\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Regulasi tentang pelayanan pasien untuk mengatasi nyeri, termasuk EP 2, 3, 4, 5<\/span><b>.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pedoman Manajemen Nyeri, meliputi skrining dan asesmen nyeri serta evaluasinya (AP 1.5), hak pasien (HPK 2.5), dan edukasi nyeri (MKE 10)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 7<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang asesmen awal dan ulang pasien terminal meliputi butir a) sampai dengan i) pada maksud dan tujuan, termasuk butir a) s\/d f) di PAP 7.1.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panduan pasien<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">terminal, termasuk hak pasien dan edukasi keluarga (HPK 2.6), termasuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">DNR<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (HPK 2.4)\u00a0\u00a0<\/span><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAP 7.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Regulasi tentang pelayanan pasien dalam tahap terminal, meliputi EP 2, 3, 4, 5, 6<\/span><b>.<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>Pelayanan Anestesi dan Bedah<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 1\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi\u00a0 tentang pelayanan anestesi, sedasi moderat\u00a0 dan dalam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pelayanan anestesi dan sedasi (PAB 3,5,5.1,6,6.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pelayanan anestesi, sedasi moderat\u00a0 dan dalam yang seragam dan terintegrasi diseluruh tempat pelayanan di rumah sakit\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">2) Penetapan penanggung jawab pelayanan anestesi, sedasi moderat dan dalam disertai uraiang tugas, tanggung jawab dan wewenang serta rencana kegiatan.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 2.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang\u00a0 penetapan pengukuran mutu dan pelaporan insiden keselamatan pasien dalam pelayanan anestesi, sedasi moderat dan dalam, sesuai TKRS 11 EP 1.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program mutu unit kamar operasi, pelaksanaan asesmen pra anestesi, pra sedasi, monitoring status fisiologis, dan pemulihan<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang\u00a0 pelayanan sedasi yang seragam di semua tempat di RS termasuk untuk PAB 3.2 EP 1 s\/d 3.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 3.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi berupa SPK dan RKK staf anestesi yang melakukan sedasi.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 5<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang pelayanan anestesi harus direncanakan dan didokumentasikan meliputi:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Teknik anestesi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">2)Obat anestesi, dosis dan rute.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 5.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang kewajiban dokter anestesi memberikan edukasi dan mendokumentasikannya.<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang monitoring selama anestesi dan operasi.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 6.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang pemindahan pasien dari ruang pemulihan.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 7<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang pelayanan bedah di RS yang meliputi asesmen pra bedah dengan metode IAR, termasuk untuk EP 2 dan 3.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pelayanan bedah, meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rencana asuhan berdasarkan hasil asesmen (PAB 7)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kewajiban membuat laporan operasi (PAB 7.2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pembuatan rencana asuhan pasca operasi (PAB 7.3)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penggunaan implan (PAB 7.4)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 7.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang\u00a0 laporan operasi yang memuat sekurang-kurangnya a) s\/d h) termasuk EP 3<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 7.3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang rencana asuhan pasca operasi yang meliputi:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rencana asuhan pasca bedah oleh dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP). Bila didelegasikan harus dilakukan verifikasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rencana asuhan oleh perawat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rencana asuhan oleh PPA lainnya sesuai kebutuhan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 7.4<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang penggunaan implan bedah berupa hal hal yang meliputi a) s\/d h) pada maksud dan tujuan, termasuk bila dilakukan penarikan kembali.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 8<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Regulasi tentang penetapan jenis pelayanan bedah yang dapat dilaksanakan<\/span><b>.\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kemampuan pelayanan operasi (TKRS 3.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PAB 8.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang\u00a0 penetapan pengukuran mutu dan pelaporan insiden keselamatan pasien dalam pelayanan bedah, sesuai TKRS 11 EP 1\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Program mutu pelayanan bedah: asesmen, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">site marking, surgical safety check list<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, diskrepansi diagnosis pra dan pasca bedah<\/span><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>Akases ke Rumah sakit dan Kontinuitas pelayanan<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">ARK 1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pelayanan dan asuhan pasien RS<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Skrinning pasien di luar dan dalam RS, termasuk ARK 1.2<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hak pasien dalam pelayanan dan asuhan (HPK 2.1, HPK 2.2, HPK 4, termasuk kewajibannya (HPK 1), nilai dan keyakinan (HPK 1.2), hak privasi (HPK 1.2), kewajiban simpan rahasia (HPK 1.3)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">General consent for treatment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (HPK 5)<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penundaan dan kelambatan pelayanan (ARK 1.3)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kontinuitas pelayanan (ARK 3.1), termasuk rujukan (ARK 4.1 EP 2 dan MKE 12)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Alur pasien (ARK 2.2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengaturan pelayanan DPJP: konsul, rawat bersama dan alih rawat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Second opinion<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (HPK 2)<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengaturan pelayanan keperawatan 24 jam, termasuk perawat operan (hand over MKE 5 EP 6 dan SKP 2.2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Transfer pasien <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">intrahospital<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (ARK 1.1 dan ARK 3.3)<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pemulangan pasien (termasuk kriteria pemulangan yang kompleks ARK 4)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pasien yang pulang sementara (cuti) (ARK 4)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kriteria pasien rawat jalan yang kompleks, untuk dibuat Profil Ringkas Medis Rawat Jalan ARK 4.3 dan MKE 5<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelolaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AMA<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Penolakan Asuhan Medis) (ARK 4.4 dan HPK 2.3)<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengelolaan pasien yang melarikan diri (ARK 4.4.1)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">ARK 1.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pedoman pelayanan IGD (TKRS 10), tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">triage<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berbasis bukti<\/span><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">ARK 1.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pelayanan rawat inap (TKRS 10), termasuk kemampuan pelayanan rawat inap (TKRS 3.1) dan<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Skrinning pasien rawat inap<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pemulangan pasien rawat inap (ARK 3)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">ARK 2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pelayanan RM ? pendaftaran pasien rawat jalan, rawat inap dan IGD<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">ARK 2.3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pedoman pelayan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ICU<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (TKRS 10) ? kriteria masuk dan keluar ICU<\/span><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">ARK 5<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan rujukan<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">ARK 6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Transportasi pasien<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PKPO 1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman Pengorganisasian dan Pedoman Pelayanan Farmasi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">?<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PKPO 2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pembentukan Tim Farmasi dan Terapi, beserta Pedoman Kerja dan Program<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PKPO 2.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman Pelayanan Farmasi, meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengadaan, termasuk PKPO 2.1.1, termasuk reagensia (AP 5.6)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyimpanan (PKPO 3)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyimpanan elektrolit konsentrat (PKPO 3.2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyimpanan khusus seuai a s\/d e<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengelolaan obat emergensi (PKPO 3.4)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penarikan kembali (PKPO 3.5)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyiapan penyerahan obat (PKPO 5) yang seragam (PKPO 5.1)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Verifikasi sebelum penyerahan obat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pemberian obat dan pengobatan oleh pasien<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pemantauan terapi obat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Upaya keselamatan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PKPO 3.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pengelolaan B3 (MFK 5)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PKPO 4<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan resep, meliputi syarat resep lengkap<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PKPO 6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Staf medis yang kompeten dan berwenang, termasuk pembatasannya (SPK dan RKK) (KKS 10)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>Hak Pasien dan Keluarga<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">HPK 3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pengelolaan pengaduan pasien dan keluarga<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">HPK 5.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan persetujuan tindakan kedokteran, termasuk HPK 5.2, HPK 5.3 dan MKE 9<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">HPK 6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman penyelenggaraan penelitian dengan pasien sebagai subyek, termasuk HPK 6.1, HPK 6.2, HPK 6.4 serta HPK 7<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">HPK 8<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman donasi organ, termasuk HPK 8.1 dan HPK 8.2<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>Sasaran Keselamatan Pasien<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">SKP 1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan identifikasi pasien<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">SKP 2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman komunikasi efektif (MKE 1), tentang teknik komunikasi antar staf klinis termasuk PPA\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">SKP 2.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan nilai kritis (AP 5.3.2)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">SKP 3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan pengelolaan obat yang perlu diwaspadai, termasuk upaya mencegah kekurang hati-hatian dalam pengelolaan elektrolit konsentrat (SKP 3.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">SKP 4<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan penandaan lokasi operasi<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">SKP 4.1\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pelayanan unit kamar operasi (TKRS 10), tentang pelaksanaan surgical safety check list<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">SKP 5<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman PPI, tentang teknik cuci tangan (PPI 9)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">SKP 6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan upaya mengurangi risiko cedera akibat pasien jatuh, meliputi asesmen dan monitoringnya (AP 1.4.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>Manajemen Komunikasi dan Edukasi<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MKE 1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman komunikasi efektif, meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">komunikasi dengan masyarakat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">komunikasi dengan pasien dan keluarga<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">komunikasi antar pemberi asuhan (SKP 2), termasuk MKE 5<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">informasi yang harus disampaikan secara akurat dan tepat waktu ke seluruh rumah sakit (MKE 4)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan pertemuan di setiap dan antartingkat RS (EP 1)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Komunikasi efektif antar PPA (MKE 1)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MKE 4<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketetapan tentang informasi yang harus disampaikan secara akurat dan tepat waktu ke seluruh rumah sakit, dalam Pedoman komunikasi efektif (MKE 1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MKE 5<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tata cara berkomunikasi dalam Pedoman komunikasi efektif antara pemberi asuhan (MKE 1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MKE 6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pembentukan Komite PKRS, termasuk pedoman kerja dan program<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>Manajemen Informasi dan Rekam Medis<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MIRM 1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pengorganisasian dan pedoman kerja Unit SIM RS<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MIRM 1.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengelolaan data dan informasi dalam Pedoman pengelolaan data dan informasi, termasuk:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">sistem manajemen data program PMKP yang terintegrasi (PMKP 2.1)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">sistem manajemen data terintegrasi antara data surveilans dan data indikator mutu (PPI 10)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">manajemen data yang meliputi butir a) sampai dengan c) (PMKP 7)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MIRM 8<\/span><\/td>\n<td>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman Pengorganisasian<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman Pelayanan Rekam Medis (TKRS 10), meliputi:<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">nakes yang punya akses ke berkas rekam medis (MIRM 9), termasuk upaya mencegah akses bagi yang tidak berhak (MIRM 11)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Manajemen data yang meliputi butir a) sampai dengan c)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program unit rekam medis<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MIRM 9<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan tenaga kesehatan yang memiliki hak akses ke rekam medis dalam Pedoman Rekam Medis Rumah Sakit (MKE 13.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MIRM 10<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan tentang jangka waktu penyimpanan berkas rekam\u00a0medis pasien dalam Pedoman Rekam Medis Rumah Sakit (MKE 13.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MIRM 11<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan mencegah akses penggunaan rekam medis bentuk kertas dan atau elektronik tanpa izin dalam Pedoman Pelayanan Rekam Medis (MIRM 8)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MIRM 12<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Standar kode diagnosis, kode tindakan, definisi, simbol dan singkatan dalam Pedoman Rekam Medis (MIRM 13.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MIRM 13<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">setiap pasien memiliki rekam medis dengan satu nomor rekam medis sesuai dengan sistem penomoran unit dalam Pedoman Rekam Medis (MIRM 13.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MIRM 13.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan isi spesifik dari berkas rekam medis pasien dalam Pedoman Rekam Medis Rumah Sakit<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Pedoman Rekam Medis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Rumah Sakit meliputi:<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">setiap pasien memiliki satu nomor rekam medis (MIRM 13)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">tenaga kesehatan yang memiliki hak akses ke rekam medis (MIRM 9)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">individu yang berwenang mengisi rekam medis dan memahami cara melakukan koreksi (MIRM 13.2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">standar kode diagnosis, kode tindakan, definisi, simbol dan singkatan (MIRM 12)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">pengaturan privasi dan kerahasiaan informasi terkait data pasien dan hak akses pasien terhadap isi rekam medis (MIRM 14)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">isi spesifik rekam medis (AP 1, MIRM 13.1), termasuk asesmen awal tentang:<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">risiko nutrisional (AP 1.4)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">status fungsional termasuk risiko jatuh (AP 1.4.1)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">skrining dan asesmen nyeri (AP 1.5)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">kerangka waktu penyelesaian rawat jalan (AP 1.2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">kerangka waktu penyelesaian gawat darurat (AP 1.3)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">asesmen tambahan (AP 1.6)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">asesmen ulang (AP 2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">pencatatan rencana asuhan (PAP 2.1 EP 2-5)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">pencatatan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tindakan klinis dan tindakan diagnostik (PAP 2.3)<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">ringkasan pulang (ARK 4.2.1 EP 1 dan MIRM 15)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">pengaturan urutan penyimpanan lembar-lembar RM (AP 2.1)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">jangka waktu penyimpanan (MIRM 10)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">rekam medis pasien gawat darurat memuat waktu kedatangan dan keluar pasien, ringkasan kondisi pasien saat keluar dari gawat darurat, dan instruksi tindak lanjut asuhan (MIRM 13.1.1)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MIRM 13.1.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rekam medis pasien gawat darurat memuat waktu kedatangan dan keluar pasien, ringkasan kondisi pasien saat keluar dari gawat darurat, dan instruksi tindak lanjut asuhan<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MIRM 13.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan individu yang berwenang mengisi rekam medis dan memahami cara melakukan koreksi dalam Pedoman Rekam Medis (MIRM 13.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MIRM 13.4<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pembentukan tim review rekam medis, termasuk pedoman kerja dan program untuk melaksanakan review rekam medis secara berkala\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MIRM 14<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengaturan privasi dan kerahasiaan informasi terkait data pasien dan hak akses pasien terhadap isi rekam medis dalam Pedoman Rekam Medis (MIRM 13.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>Tata Kelola Rumah Sakit<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan organisasi RS oleh pemilik atau representasi pemilik, termasuk organisasi governing body, komite medis dan keperawatan (TKRS 8)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam SOTK diuraikan uraian jabatan Direktur RS, termasuk uraian jabatan para Kepala Bidang\/Divisi (TKRS 3), dan Kepala Unit Pelayanan TKRS 3.1<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 3.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan jenis pelayanan RS\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 3.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan pertemuan di setiap dan antartingkat RS (EP 1)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Komunikasi efektif antar PPA (MKE 1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 3.3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman manajemen SDM RS (KKS)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 4<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman PMKP (PMKP 2), termasuk penetapan prioritas (PMKP 5)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 5<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan peningkatan mutu prioritas (PMKP 5)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan penyusunan kontrak, termasuk dengan staf medis, kontrak sterilisasi (PPI 7.2.1), termasuk monitoring mutu pelayanan<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 6.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan pelayanan oleh dokter praktik mandiri (TKRS 3.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 7<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan penapisan teknologi medis dan obat<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 7.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pengadaan alkes dan obat yang berisiko (PKPO 2.1 dan PKPO 2.1.1<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 9<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pengorganisasian unit kerja. Setiap nama jabatan dilengkapi dengan:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Uraian jabatan, meliputi: (KKS 2.3)<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Persyaratan jabatan: pendidikan, keterampilan, dan pengetahuan\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Uraian tugas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tanggung jawab<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Wewenang<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pola ketenagaan (KKS 2)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Orientasi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tata hubungan kerja<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rapat\/koordinasi<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 10<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pelayanan unit kerja, termasuk pengaduan di unit kerja (HPK 3)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 11<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kriteria pemilihan indikator mutu RS (TKRS 4 EP 3), termasuk menetapkan peningkatan mutu prioritas (TKRS 5 dan PMKP 5)\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 11.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan setiap KSM memilih 5 standar pelayanan kedokteran untuk di evaluasi<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 12<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pembentukan Komite Etik RS, termasuk Pedoman Kerja<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman Tata Kelola Etik RS, termasuk menetapkan kode etik pegawai RS<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 12.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pengelolaan pengaduan pasien dan keluarga (HPK 3)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">TKRS 13.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan budaya keselamatan (PMKP 10)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>Kompetensi dan Kewenangan Staf<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KKS<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman manajemen\/pengelolaan SDM RS, meliputi:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dasar penetapan pola ketenagaan pada unit kerja (KKS 2) dan evaluasi dan pemutakhiran terus menerus pola ketenagaan (KKS 2.1)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rekrutmen (KKS 3)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seleksi (KKS 4 dan KKS 5)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penempatan staf (KKS 2) dan evaluasi kinerja (KKS 4 dan KKS 5), serta pengaturan penempatan kembali (KKS 2.4)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Orientasi (KKS 7), termasuk tentang PPI (PPI 11)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Proses kredensialing (KKS 9<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Evaluasi kinerja PPA dan staf klinis (termasuk OPPE) (KKS 11, 12, 13, 16)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KKS 1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perencanaan kebutuhan staf rumah sakit berdasarkan Penetapan standar jumlah SDM (KKS 2.2)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KKS 2<\/span><\/td>\n<td>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan pola ketenagaan dan kebutuhan jumlah staf sebagai dasar untuk menyusun perencanaan staf, disertai evaluasi dan pemutakhiran terus menerus (KKS 2.1)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan mengatur penempatan dan penempatan kembali staf KKS 2.4)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KKS 2.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan evaluasi dan pemutakhiran terus menerus pola ketenagaan (KKS 2)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KKS 2.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan standar jumlah SDM pada Pedoman Pengorganisasian Unit Kerja (TKRS 9) sesuai pola ketenagaan (KKS 2)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KKS 2.3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Persyaratan jabatan dan uraian jabatan (TKRS 9)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KKS 2.4<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengaturan penempatan kembali sesuai KKS 2<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KKS 8<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program pendidikan dan pelatihan (PMKP 3), termasuk pelatihan PPI (PPI 11)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KKS 8.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program pendidikan dan pelatihan (KKS 8), pelatihan teknik resusitasi (PAP 3.2)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KKS 8.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman K3RS (MFK 3, PPI 7.5)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan penanganan kekerasan di tempat kerja<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KKS 10,14,17<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">SPK dan RKK<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PMKP 1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pembentukan Komite PMKP<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PMKP 2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman PMKP (TKRS 4)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PMKP 2.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penetapan sistem manajemen data program PMKP yang terintegrasi<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">pada Pedoman manajemen data dan informasi (MIRM 1.1 dan PMKP 7), termasuk integrasi dengan surveilans PPI (PPI 10)<\/span><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PMKP 3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program pelatihan RS (KKS 8)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PMKP 5<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program peningkatan mutu RS (TKRS 1.3), menetapkan indikator mutu RS (TKRS 4 EP 3), termasuk menetapkan peningkatan mutu prioritas (TKRS 5)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PMKP 5.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program evaluasi pelayanan kedokteran (PPK, alur klinis atau protokol)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PMKP 7<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Manajemen data yang meliputi butir a) sampai dengan c) dalam Pedoman manajemen data dan informasi (MIRM 1.1 dan PMKP 2.1), termasuk analisis (PMKP 7.1), dan validasi (PMKP 8)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PMKP 9<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman upaya keselamatan RS, termasuk manajemen risiko (PMKP 12), meliputi:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">keselamatan pasien (TKRS 4, PMKP 2) dan pelaporannya (PMKP 9, 9.2) termasuk jenis sentinel (PMKP 9.1) dan KNC, KTC (PMKP 9.3)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">keselamatan atas risiko infeksi (PPI 5, PPI 7, PPI 7.1) dan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">keselamatan lingkungan (MFK 2 dan 4)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">keselamatan atas risiko di laboratorium (AP 5.3)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PMKP 10<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan budaya keselamatan (TKRS 13.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>Pencegahan dan Pengendalian Infeksi<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pembentukan Komite PPI, meliputi Pedoman Kerja termasuk pelaksanaan surveilans (PPI 6 a s\/d g) dan Program (PPI 1.1, PPI 5 dan MFK 3), kegiatan survelans (PPI 6) dan Pedoman Upaya Keselamatan dengan menggunakan manajemen risiko (PPI 7 dan PPI 7.1), termasuk tersedianya anggaran (TKRS 1.1 dan PPI 4)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 1.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penetapan yang meliputi a) angka infeksi yang akan diukur dalam program PPI (PPI 1), dan b) sistem pelaporan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">IPCN<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam Pedoman kerja Komite PPI (PPI 1)<\/span><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penetapan perawat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">IPCN<\/span><\/i><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penetapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">IPCLN<\/span><\/i><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 4<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tersedia anggaran yang cukup untuk menunjang pelaksanaan program PPI pada RKA (TKRS 1.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 5<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program PPI a s\/d g dan kesehatan kerja yang komprehensif (PPI 1 dan MFK 3)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Regulasi tentang pelaksanaan surveilans meliputi\u00a0butir a) sampai dengan f),\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 7<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan risiko infeksi pada prosedur dan proses asuhan invasif yang berisiko infeksi serta strategi untuk menurunkan risiko infeksi pada Pedoman Upaya Keselamatan (PPI 1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 7.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan risiko infeksi pada proses kegiatan penunjang pelayanan (PPI 1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 7.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pedoman sterilisasi, termasuk penetapan batas kadaluarsa dari alkes yang digunakan kembali\/<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reuse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (PPI 7.2.2)<\/span><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 7.2.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kerjasama sterilisasi dengan pihak luar rumah sakit (TKRS 6)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 7.2.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan batas kadaluarsa dari alkes yang digunakan kembali pada Pedoman sterilisasi (PPI 7.2)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 7.3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pengorganisasian unit kerja pengelola londri (TKRS 9 dan KKS 2.3)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 7.3.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman manajemen linen<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 7.4\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pengelolaan limbah<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 7.5<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman K3 RS (MFK 3), meliputi risiko tertusuk benda tajam (PPI 7.5), risiko kesehatan kerja karena terpapar infeksi (PPI 5)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 7.6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pelayanan gizi, termasuk upaya mengurangi risiko infeksi (PAP 4)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 7.7<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pengendalian mekanis dan teknis, termasuk ICRA (MFK 4.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 8 8.1 8.3 9<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman PPI RS, termasuk\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">penempatan pasien <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">immunocompromised <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(PPI 8),\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">transfer dan penempatan pasien infeksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">airborne<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\/ruang isolasi (PPI 8.1)<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">bila terjadi outbreak (PPI 8.3)\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">teknik cuci tangan (PPI 9)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 9.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman penggunaan alat pelindung diri (APD)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 10<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman manajemen data dan informasi (PMKP 2.1, MIRM 1.1 dan PMKP 7), termasuk integrasi dengan surveilans PPI\u00a0 (PPI 10)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">PPI 11<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program pendidikan dan pelatihan (KKS 8), termasuk pelatihan PPI\u00a0<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>Manajemen Fasilitas dan Keselamatan<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MFK 2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman upaya keselamatan RS termasuk manajemen risiko (PMKP 9, 12 dan MFK 4)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program manajemen risiko a s\/d f dan sistem pelaporannya (MFK 10)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MFK 3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pembentukan unit\/komite K3RS, termasuk Pedoman Kerja K3RS dan Program (terkait juga dengan PPI 1, PPI 5)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MFK 4.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan asesmen risiko prakonstruksi<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MFK 5<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pengelolaan B3 (PKPO 3.1), termasuk penyimpanan dan pengolahan limbah (MFK 5.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MFK 6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman penanggulangan bencana<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MFK 7<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman penanggulangan kebakaran<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MFK 7.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penetapan RS kawasan bebas rokok<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MFK 8<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pedoman pemeliharaan peralatan medis, termasuk pemantauan dan tindakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">re-call<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pelaporan insiden<\/span><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MFK 9.1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pengelolaan inventaris, termasuk laboratorium (AP 5.5)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MFK 9.2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman pengelolaan sistem utilitas, termasuk uji joba bila gagal (MFK 9.2.1)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MFK 9.3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Panduan pengelolaan air bersih<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MFK 10<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sistem pelaporan data insiden\/kejadian\/ kecelakaan setiap program manajemen risiko fasilitas<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">MFK 11<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Program pelatihan<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\"><b>PEDOMAN UPAYA KESELAMATAN (PMKP 9) DAN MANAJEMEN RISIKO (PMKP 12, MFK 3)<\/b><\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KESELAMATAN PASIEN<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pedoman PMKP (TKRS 4 dan PMKP 2)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KESELAMATAN ATAS RISIKO INFEKSI<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">keselamatan atas risiko infeksi (PMKP 9, PPI 5, PPI 7, PPI 7.1)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">manajemen risiko untuk menangani potensi risiko di laboratorium (AP 5.3 dan AP 5.5)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">manajemen risiko untuk menangani potensi risiko di penyediaan makanan (PAP 4)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">penetapan risiko infeksi pada prosedur dan proses asuhan invasif (PPI 7)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">risiko tertusuk benda tajam (PPI 7.5)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KESELAMATAN LINGKUNGAN<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">keselamatan lingkungan (PMKP 9, MFK 2 dan 4)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">sistem pelaporan data insiden\/kejadian\/ kecelakaan setiap program manajemen risiko fasilitas (MFK 10)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">KESELAMATAN KERJA<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">regulasi kesehatan dan keselamatan staf (KKS 8.2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">penanganan kekerasan di tempat kerja (KKS 8.2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">risiko tertusuk benda tajam (PPI 7.5)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">risiko kesehatan kerja karena terpapar infeksi (PPI 5)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6064\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6064\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DAFTAR REGULASI SNARS &#8211;\u00a0RUMAH SAKIT STANDAR MATERI CHECK AP Asesmen Pasien AP 1 Regulasi tentang isi, jumlah dan jenis asesmen awal medis dan keperawatan sesuai d) sampai dengan n) di <a class=\"more-link\" href=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_6064\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"6064\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[349],"tags":[354],"class_list":["post-6064","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-snars","tag-regulasi"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":4446,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>DAFTAR REGULASI SNARS RUMAH SAKIT - SNARS - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"DAFTAR REGULASI SNARS RUMAH SAKIT - SNARS - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"DAFTAR REGULASI SNARS &#8211;\u00a0RUMAH SAKIT STANDAR MATERI CHECK AP Asesmen Pasien AP 1 Regulasi tentang isi, jumlah dan jenis asesmen awal medis dan keperawatan sesuai d) sampai dengan n) di Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-06-28T22:05:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-06-28T22:06:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/drive.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"17 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"DAFTAR REGULASI SNARS RUMAH SAKIT &#8211; SNARS\",\"datePublished\":\"2019-06-28T22:05:07+00:00\",\"dateModified\":\"2019-06-28T22:06:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\\\/\"},\"wordCount\":3394,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/06\\\/drive.jpg\",\"keywords\":[\"regulasi\"],\"articleSection\":[\"SNARS\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\\\/\",\"name\":\"DAFTAR REGULASI SNARS RUMAH SAKIT - SNARS - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/06\\\/drive.jpg\",\"datePublished\":\"2019-06-28T22:05:07+00:00\",\"dateModified\":\"2019-06-28T22:06:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\\\/#primaryimage\",\"url\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/06\\\/drive.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/06\\\/drive.jpg\",\"width\":300,\"height\":153},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"DAFTAR REGULASI SNARS RUMAH SAKIT &#8211; SNARS\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"DAFTAR REGULASI SNARS RUMAH SAKIT - SNARS - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"DAFTAR REGULASI SNARS RUMAH SAKIT - SNARS - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"DAFTAR REGULASI SNARS &#8211;\u00a0RUMAH SAKIT STANDAR MATERI CHECK AP Asesmen Pasien AP 1 Regulasi tentang isi, jumlah dan jenis asesmen awal medis dan keperawatan sesuai d) sampai dengan n) di Continue Reading &rarr;","og_url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2019-06-28T22:05:07+00:00","article_modified_time":"2019-06-28T22:06:06+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/drive.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"17 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"DAFTAR REGULASI SNARS RUMAH SAKIT &#8211; SNARS","datePublished":"2019-06-28T22:05:07+00:00","dateModified":"2019-06-28T22:06:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/"},"wordCount":3394,"image":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/drive.jpg","keywords":["regulasi"],"articleSection":["SNARS"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/","name":"DAFTAR REGULASI SNARS RUMAH SAKIT - SNARS - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/drive.jpg","datePublished":"2019-06-28T22:05:07+00:00","dateModified":"2019-06-28T22:06:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/#primaryimage","url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/drive.jpg","contentUrl":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/drive.jpg","width":300,"height":153},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/daftar-regulasi-snars-rumah-sakit-snars\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"DAFTAR REGULASI SNARS RUMAH SAKIT &#8211; SNARS"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6064"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6064\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6065,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6064\/revisions\/6065"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}