{"id":5769,"date":"2017-07-22T05:47:57","date_gmt":"2017-07-21T22:47:57","guid":{"rendered":"http:\/\/akreditasi.my.id\/rs\/?p=5769"},"modified":"2017-07-22T16:47:33","modified_gmt":"2017-07-22T09:47:33","slug":"buku-saku-pintar-akreditasi-rs","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\/","title":{"rendered":"Buku Saku &#8211; Pintar Akreditasi RS"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp;amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Download Materi Berupa Winword DOC DISINI ! Contoh Buku saku di maksudkan agar staf yang ada di rumah sakit bisa belajar dan paham materi akreditasi. RUMAH SAKIT AKREDITASI. \u00a0VISI : Meningkatkan kualitas kehidupan lahir batin manusia secara seimbang beserta lingkungan hidupnya sejalan dengan waktu. sesuaikan dengan RS masing-masing. MISI :\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna (preventif, promotif, curatif & rehabilitatif) yang berkualitas tinggi, berstandar international, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. FALSAFAH : Memberikan pelayanan secara profesional berlandaskan hati nurani, dengan selalu berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien. NILAI :\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tuntunan dan pandangan umum orang yang bekerja di Akreditasi. MOTTO\u00a0 :\u00a0 Melayani dengan Penuh Cinta Kasih TUJUAN : Tercapainya pelayanan yang bermutu tinggi yang berorientasi pada kepuasan\u00a0pelanggan. Pelayanan kesehatan RS Akreditasi terus meningkat dan berkembang. Tercapainya peningkatan produktifitas pelayanan RS Akreditasi Terbentuknya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi, memiliki integritas, komitmen yang kuat terhadap organisasi melalui upaya pendidikan dan pelatihan, serta upaya peningkatan kesejahteraan yang adil dan manusiawi. \u00a0 \u00a0 \u00a0 SASARAN KESELAMATAN PASIEN (SKP) \u00a0 No. PERTANYAAN JAWABAN 1. Apa yang Anda ketahui tentang sasaran keselamatan pasien di rumah sakit? Ada 6 sasaran keselamatan pasien di rumah sakit : (Acuan : Peraturan Menteri Kesehatan \u00a0RI\u00a0 No. 1691 tahun 2011) Ketepatan Identifikasi Pasien. Peningkatan komunikasi yang efektif; Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai; Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-pasien operasi; Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan; dan Pengurangan risiko pasien jatuh. 2. Bagaimana prosedur di rumah sakit dalam mengidentifikasi pasien? \u00a7 Setiap pasien yang masuk rawat inap dipasangkan gelang identitas pasien. \u00a7 Ada 2 identitas yaitu menggunakan NAMA dan TANGGAL LAHIR yang disesuaikan dengan tanda pengenal resmi. \u00a7 Pengecualian prosedur identifikasi dapat dilakukan pada kondisi kegawatdaruratan pasien di IGD, ICU dan kamar operasi dengan tetap memperhatikan data pada gelang identitas pasien. 3. Kapan dilakukan proses verifikasi identitas pasien? \u00a7 Sebelum pemberian obat, \u00a7 Sebelum pemberian transfusi darah, \u00a7 Sebelum pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi \u00a7 Sebelum dilakukan tindakan medis 4. Gelang identifikasi apa saja yang digunakan di rumah sakit? \u00a7 Gelang identitas Pasien laki-laki\u00a0 : BIRU MUDA Pasien perempuan : MERAH MUDA \u00a7 Gelang pasien risiko jatuh : KUNING \u00a7 Gelang alergi : MERAH 5. Bagaimana prosedur pemasangan gelang identifikasi? SPO Pemasangan gelang identifikasi pasien 6. Dapatkah Anda menjelaskan tentang cara komunikasi yang efektif di rumah sakit? \u00a7 Rumah sakit menggunakan tehnik SBAR (Situation \u2013 Background \u2013 Assessment \u2013 Recomendation) dalam melaporkan kondisi pasien untuk meningkatkan efektivitas komunikasi antar pemberi layanan. \u00a7 Situation : Kondisi terkini yang terjadi pada pasien. \u00a7 Background : Informasi penting apa yang berhubungan dengan kondisi pasien terkini. \u00a7 Assessment : Hasil pengkajian kondisi pasien terkini \u00a7 Recommendation : Apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah pasien saat ini. \u00a7 Rumah sakit konsisten dalam melakukan verifikasi terhadap akurasi dari komunikasi lisan dengan catat, baca kembali dan konfirmasi ulang (CABAK) terhadap perintah yang diberikan. \u00a7 Pelaporan kondisi pasien kepada DPJP pasien menjadi tanggung jawab dokter ruangan yang bertugas. 7. Apa saja yang termasuk obat-obat high alert medication di rumah sakit? Obat- obatan yang termasuk dalam high alert medication adalah : 1. Elektrolit pekat : KCl, MgSO4, Natrium Bikarbonat, NaCl 0,3% 2. NORUM (Nama Obat Rupa Ucapan Mirip) \/ LASA (Look Alike Sound Alike) yaitu obat-obat yang terlihat mirip dan\u00a0 kedengarannya mirip. Pengelolaan high alert medication: \u00a7 Penyimpanan di lokasi khusus dengan akses terbatas dan diberi penandaan yang jelas berupa stiker berwarna merah bertuliskan \u201cHigh Alert\u201d \u00a7 NaCl 0,3% dan KCl tidak boleh disimpan di ruang perawatan kecuali di Unit Perawatan Intensif (ICU). \u00a7 Ruang perawatan yang boleh menyimpan elektrolit pekat harus memastikan bahwa elektrolit pekat disimpan di lokasi dengan akses terbatas bagi petugas yang diberi wewenang. \u00a7 Obat diberi penandaan yang jelas berupa stiker berwarna merah bertuliskan \u201cHigh Alert\u201d dan khusus untuk elektrolit pekat, harus ditempelkan stiker yang dituliskan \u201cElektrolit pekat, harus diencerkan sebelum diberikan\u201d 8. Bagaimana prosedur penandaan lokasi yang akan dioperasi di RS ini? Tahukah Anda bagaimana prosedur check list keselamatan operasi? \u00a7 Orang yang bertanggung jawab untuk membuat tanda pada pasien adalah Operator\/orang\u00a0yang akan melakukan tindakan. \u00a7 Operator yang membuat tanda itu harus hadir pada operasi tersebut. \u00a7 Penandaan titik yang akan dioperasi adalah sebelum pasien dipindahkan ke ruang di mana operasi akan dilakukan.\u00a0Pasien ikut dilibatkan, terjaga dan sadar; sebaiknya dilakukan sebelum pemberian obat pre-medikasi. \u00a7 Tanda berupa \u201cX\u201d di titik yang akan dioperasi. \u00a7 Tanda itu harus dibuat dengan pena atau spidol permanen berwarna hitam dan jika memungkinkan, harus terlihat sampai pasien disiapkan dan diselimuti. \u00a7 Lokasi untuk semua prosedur yang melibatkan sayatan, tusukan perkutan, atau penyisipan instrumen harus ditandai. \u00a7 Semua penandaan harus dilakukan bersamaan saat pengecekkan hasil pencitraan pasien diagnosis misalnya sinar-X, scan, pencitraan elektronik atau hasil test lainnya dan pastikan dengan\u00a0 catatan medis pasien dan gelang identitas pasien. \u00a7 Lokasi operasi ditandai pada semua kasus termasuk sisi (laterality), struktur multipel (jari tangan, jari kaki, lesi) atau multiple level (tulang belakang). Beberapa prosedur yang tidak memerlukan penandaan: \u00a7\u00a0 kasus organ tunggal (misalnya operasi jantung, operasi caesar) \u00a7\u00a0 kasus intervensi seperti kateter jantung \u00a7\u00a0 kasus yang melibatkan gigi \u00a7\u00a0 prosedur yang melibatkan bayi prematur di mana penandaan akan menyebabkan tato permanen Dalam kasus-kasus di mana tidak dilakukan penandaan, alasan harus dapat dijelaskan dan dipertanggungjawabkan. Untuk pasien dengan warna kulit gelap, boleh digunakan warna selain hitam atau biru gelap (biru tua) agar penandaan jelas terlihat, misalnya warna merah. Pada kasus-kasus seperti operasi spinal, dapat dilakukan proses dua tahap yang meliputi penandaan preoperatif per level spinal (yang akan dioperasi) dan interspace spesifik intraoperatif menggunakan radiographic marking. Proses check list ini merupakan standar operasi yang meliputi pembacaan dan pengisian formulir sign in yang dilakukan sebelum pasien dianestesi di holding area, time out yang dilakukan di ruang operasi sesaat sebelum incisi pasien operasi dan sign out setelah operasi selesai (dapat dilakukan di recovery room). Proses sign in, time out dan sign out ini dipandu oleh perawat sirkuler dan diikuti oleh operator, dokter anestesi, perawat. 9. Bagaimanakah standar prosedur cuci tangan yang benar di rumah sakit? Semua petugas di rumah sakit termasuk dokter melakukan kebersihan tangan pada 5 MOMEN yang telah ditentukan, yakni: \u00a7 Sebelum kontak dengan pasien \u00a7 Sesudah kontak dengan pasien \u00a7 Sebelum tindakan asepsis \u00a7 Sesudah terkena cairan tubuh pasien \u00a7 Sesudah kontak dengan lingkungan sekitar pasien Rumah Sakit Akreditasi menggunakan 6 LANGKAH \u00a0cuci tangan Ada 2 cara cuci tangan yaitu : 1. HANDWASH \u2013 dengan air mengalir \u00a0\u00a0\u00a0 waktunya : 40 \u2013 60 detik 2. HANDRUB \u2013 dengan gel berbasis alkohol \u00a0\u00a0\u00a0 waktunya : 20 \u2013 30 detik \u00a0 10. Bagaimanakah cara mengkaji pasien risiko jatuh ? Penilaian risiko jatuh dilakukan saat pengkajian awal dengan menggunakan metode pengkajian risiko jatuh yang telah ditetapkan oleh RS Akreditasi. Penilaian risiko jatuh pada pasien anak menggunakan scoring HUMPTY DUMPTY dan pada pasien dewasa menggunakan scoring MORSE dan pada geriatri menggunakan SYDNEY scoring. parameter kriteria nilai skor Usia \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 less than 3 tahun \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 3 \u2013 7 tahun \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 7 \u2013 13 tahun \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 ? 13 tahun 4 3 2 1 Jenis kelamin \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Laki-laki \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Perempuan 2 1 Diagnosis \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Diagnosis neurologi \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Perubahan oksigenasi (diagnosis respiratorik, dehidrasi, anemia, anoreksia, sinkop, pusing, dsb.) \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Gangguan perilaku \/ psikiatri \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Diagnosis lainnya 4 3 2 1 Gangguan kognitif \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tidak menyadari keterbatasan dirinya \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Lupa akan adanya keterbatasan \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Orientasi baik terhadap diri sendiri 3 2 1 Faktor lingkungan \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Riwayat jatuh \/ bayi diletakkan di tempat tidur dewasa \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien menggunakan alat bantu\u00a0 \/ bayi diletakkan dalam\u00a0 tempat tidur bayi \/ perabot rumah \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien diletakkan di tempat tidur \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Area di luar rumah sakit 4 3 2 1 Respons terhadap: 1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pembedahan\/ sedasi \/ anestesi 2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penggunaan medikamentosa \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dalam 24 jam \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dalam 48 jam \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 greater than 48 jam atau tidak menjalani pembedahan \/ sedasi\/ anestesi \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penggunaan multipel: sedatif, obat hipnosis, barbiturat, fenotiazin, antidepresan, pencahar, diuretik, narkose \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penggunaan salah satu obat di atas \u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penggunaan medikasi lainnya \/ tidak ada medikasi 3 2 1 3 2 1 SKALA RISIKO JATUH HUMPTY DUMPTY UNTUK PEDIATRI Skor asesmen risiko jatuh: (skor minimum 7, skor maksimum 23) \u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Skor 7-11: risiko rendah \u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Skor ? 12: risiko tinggi ONTARIO MODIFIED STRATIFY - SYDNEY SCORING Tanggal : Nama : No.Rekam Medik : Parameter Skrining Jawaban Keterangan Nilai Skor Riwayat jatuh apakah pasien datang ke rumah sakit karena jatuh? \u00a0Ya \/ tidak Salah satu jawaban ya = 6 jika tidak, apakah pasien mengalami jatuh dalam 2 bulan terakhir ini? \u00a0\u00a0Ya\/ tidak Status mental apakah pasien delirium? (tidak dapat membuat keputusan, pola pikir tidak terorganisir, gangguan daya ingat) \u00a0\u00a0Ya\/ tidak Salah satu jawaban ya = 14 apakah pasien disorientasi? (salah menyebutkan waktu, tempat, atau orang) \u00a0\u00a0Ya\/ tidak apakah pasien mengalami agitasi? (ketakutan, gelisah, dan cemas) \u00a0\u00a0Ya\/ tidak Penglihatan apakah pasien memakai kacamata? \u00a0\u00a0Ya\/ tidak Salah satu jawaban ya = 1 apakah pasien mengeluh adanya penglihatan buram? \u00a0\u00a0Ya\/ tidak apakah pasien mempunyai glaukoma, katarak, atau degenerasi makula? \u00a0\u00a0Ya\/ tidak Kebiasaan berkemih apakah terdapat perubahan perilaku berkemih? (frekuensi, urgensi, inkontinensia, nokturia) \u00a0\u00a0Ya\/ tidak ya = 2 Transfer (dari tempat tidur ke kursi dan kembali ke tempat tidur) mandiri (boleh menggunakan alat bantu jalan) 0 jumlahkan nilai transfer dan mobilitas. Jika nilai total 0-3, maka skor = 0. jika nilai total 4-6, maka skor = 7 memerlukan sedikit bantuan (1 orang) \/ dalam pengawasan 1 memerlukan bantuan yang nyata (2 orang) 2 tidak dapat duduk dengan seimbang, perlu bantuan total 3 Mobilitas mandiri (boleh menggunakan alat bantu jalan) 0 berjalan dengan bantuan 1 orang (verbal \/ fisik) 1 menggunakan kursi roda 2 imobilisasi 3 total skor Keterangan skor: 0-5\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0= risiko rendah 6-16 \u00a0\u00a0\u00a0= risiko sedang 17-30 \u00a0= risiko tinggi FAKTOR RISIKO SKALA \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 POIN \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 SKOR riwayat jatuh ya 25 tidak 0 i\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 diagnosis sekunder (? 2 diagnosis medis) ya 15 tidak 0 alat bantu Berpegangan pada perabot 30 tongkat\/alat penopang 15 tidak ada\/kursi roda\/perawat\/tirah baring 0 terpasang infus ya 20 tidak 0 gaya berjalan terganggu 20 lemah 10 normal\/tirah baring\/imobilisasi 0 status mental \u00a0 sering lupa akan keterbatasan yang dimiliki 15 sadar akan kemampuan diri sendiri 0 Total Morse Fall Scale (Skala Jatuh Morse) Kategori: Risiko tinggi\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 =\u00a0 ? 45 Risiko sedang\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 =\u00a0 25 \u2013 44 Risiko rendah\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 =\u00a0 0 - 24 Pengkajian tersebut dilakukan oleh perawat dan kemudian dapat dijadikan dasar pemberian rekomendasi kepada dokter untuk tatalaksana lebih lanjut. Perawat memasang gelang risiko berwarna KUNING di pergelangan tangan pasien dan mengedukasi pasien dan atau keluarga maksud pemasangan gelang tersebut. SPO Pengkajian dan pencegahan pasien risiko jatuh Pengkajian ulang dilakukan oleh perawat secara berkala sesuai hasil penilaian risiko jatuh pasien dan jika terjadi perubahan kondisi pasien atau pengobatan. 11. Apa yang dilakukan jika ada pasien yang jatuh? Dilakukan tatalaksana pasien jatuh dan membuat laporan insiden keselamatan pasien. \u00a0 HAK PASIEN DAN KELUARGA (HPK) \u00a0 NO. PERTANYAAN JAWABAN 1. Tahukah Anda tentang bagaimana hak pasien di rumah sakit? RS Akreditasi bertanggung jawab untuk melindungi dan mengedepankan hak pasien dan keluarga sesuai UU RI No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit yaitu : a.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit. b.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak informasi tentang hak dan kewajiban pasien. c.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur dan tanpa diskriminasi. d.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai sengan standar profesi dan standar prosedur operasional. e.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi. f.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan. g.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit. h.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Ijin Praktek (SIP) baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit. i.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak mendapat privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data \u2013 data medisnya. j.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, resiko dan kompliksi yang mungkin terjadi dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan. k.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya. l.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis. m.\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama\/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya. n.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah Sakit. o.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak mengajukan usul, saran, perbaikan atas perilaku Rumah Sakit terhadap dirinya. p.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya. q.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak menggugat dan\/atau menuntut Rumah Sakit apabila Rumah Sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengabn standar baik secara perdata maupun pidana. r.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan pertauran perundang \u2013 undangan. 2. Bagaimana prosedur pemberian informasi dan edukasi kepada pasien & keluarga? Pemberian informasi dan edukasi diberikan sesuai kebutuhan, dan diberikan oleh petugas dengan kompetensi yang sesuai. Dalam pemberian informasi dan edukasi ini dikoordinasi oleh Panitia PKRS. SPO Pemberian informasi dan edukasi 3. Bagaimana prosedur pemberian informed consent kepada pasien & keluarga? Persetujuan Tindakan Kedokteran (acuan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 290\/MENKES\/PER\/III\/2008 TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN ) \u00a7 Pernyataan persetujuan (lnformed Consent) dari pasien didapat melalui suatu proses yang ditetapkan rumah sakit dan dilaksanakan oleh staf yang terlatih, dalam bahasa yang dipahami pasien. \u00a0\u00a0\u00a0 SPO Pemberian Informed Consent \u00a7 Informed consent diperoleh sebelum operasi, anestesi, penggunaan darah atau produk darah dan tindakan serta pengobatan lain yang berisiko tinggi. \u00a7 Semua tindakan kedokteran harus mendapat persetujuan pasien dan atau keluarga setelah mendapat penjelasan yang cukup tentang hal-hal yang berkaitan dengan tindakan tersebut dari Dokter Penanggungjawab Pasien (DPJP). Yang berhak untuk memberikan persetujuan setelah mendapatkan informasi\u00a0 adalah. a. Pasien sendiri, yaitu apabila telah berumur 21 tahun atau telah menikah. b. Bagi Pasien dibawah umur 21 tahun, persetujuan (informed consent) atau Penolakan Tindakan Medis diberikan oleh mereka menurut urutan hak sebagai berikut : 1) Ayah\/ Ibu Kandung 2) Saudara \u2013 saudara kandung c. Bagi pasien dibawah umur 21 tahun dan tidak mempunyai orang tua atau orang tuanya berhalangan hadir, persetujuan (Informed Consent) atau Penolakan Tindakan medis diberikan oleh mereka menurut hak sebagai berikut : 1)\u00a0\u00a0 Ayah\/Ibu Adopsi 2)\u00a0\u00a0 Saudara \u2013 saudara Kandung 3)\u00a0\u00a0 Induk Semang d. Bagi pasien dewasa dengan gangguan mental, persetujuan (Informed Consent) atau penolakan penolakan tindakan medis diberikan oleh mereka menurut hak sebagai berikut: 1)\u00a0\u00a0 Ayah\/Ibu kandung 2)\u00a0\u00a0 Wali yang sah 3)\u00a0\u00a0 Saudara \u2013 Saudara Kandung e. Bagi pasien dewasa yang berada dibawah pengampunan (curatelle) Persetujuan atau penolakan tindakan medis diberikan menurut hal tersebut. 1)\u00a0\u00a0 Wali 2)\u00a0\u00a0 Curator f.\u00a0 Bagi Pasien dewasa yang telah menikah\/ orang tua, persetujuan atau penolakan tindakan medik diberikan pleh mereka menurut urutan hal tersebut. 1)\u00a0\u00a0 Suami\/ Istri 2)\u00a0\u00a0 Ayah\/ Ibu Kandung 3)\u00a0\u00a0 Anak- anak Kandung 4)\u00a0\u00a0 Saudara \u2013 saudara Kandung \u00a7 Informed consent menginformasikan tentang : diagnosis (WD & DD), dasar diagnosis, tindakan kedokteran, indikasi tindakan, tata cara, tujuan, risiko, komplikasi, prognosis, alternatif & risiko. 4. Bagaimana pasien mendapatkan informasi pelayanan kerohanian di RS? Pelayanan kerohanian terdiri dari pelayanan kerohanian rutin dan atas permintaan. Pasien yang membutuhkan pelayanan kerohanian akan mengisi formulir permintaan pelayanan kerohanian. Kemudian perawat akan menghubung petugas terkait sesuai daftar yang ada. SPO Pelayanan Kerohanian 5. Bagaimana RS melindungi kebutuhan privasi pasien? Saat dilakukan pemeriksaan, konsultasi, tatalaksana antar pasien akan dibatasi dengan tirai. SPO Perlindungan Kebutuhan Privasi Pasien 6. Bagaimana RS melindungi pasien terhadap kekerasan fisik? \u00a7 Kriteria kekerasan fisik di lingkungan Rumah Sakit terdiri atas: pelecehan seksual, pemukulan, penelantaran dan pemaksaan fisik terhadap pasien baik yang dilakukan oleh penunggu \/pengunjung pasien maupun petugas. \u00a7 Kecuali terdapat indikasi, petugas kesehatan dapat melakukan pemaksaan fisik (seperti pengekangan) sesuai standar medis dan etika rumah sakit yang berlaku. \u00a7 Setiap petugas keamanan sudah terlatih untuk menangani hal tersebut. \u00a7 Setiap pasien\/pengunjung\/karyawan yang berada dalam rumah sakit harus menggunakan tanda pengenal berupa gelang identitas pasien, kartu visitor\/pengunjung atau name tag karyawan. SPO Perlindungan Terhadap Kekerasan Fisik 7. Bagaimana prosedur melindungi barang milik pasien? SPO Perlindungan Barang Milik Pasien\u00a0 8. Apa yang dilakukan RS jika pasien menolak\/ memberhentikan tindakan (resusitasi) atau pengobatan yang diberikan? Rumah sakit menghormati keinginan dan pilihan pasien untuk menolak pelayanan resusitasi. Keputusan untuk tidak melakukan RJP harus dicatat di rekam medis pasien dan di formulir Do Not Resuscitate (DNR). Formulir DNR harus diisi dengan lengkap dan disimpan di rekam medis pasien. Alasan diputuskannya tindakan DNR dan orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan harus dicatat di rekam medis pasien dan formulir DNR. Keputusan harus dikomunikasikan kepada semua orang yang terlibat dalam aspek perawatan pasien. SPO Penolakan Tindakan atau Pengobatan \u00a0 PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA (PPK) \u00a0 NO. PERTANYAAN JAWABAN 1. Siapa yang memberikan edukasi kepada pasien & keluarga? Semua pemberian informasi dan edukasi kepada pasien dan keluarga diberikan oleh petugas yang berkompeten dan dikoordinasi oleh Panitia PKRS. 2. Bagaimana prosedur pemberian informasi atau edukasi kepada pasien & keluarga? SPO Pemberian informasi atau edukasi 3. Bagaimana cara Anda mengetahui pencapaian keberhasilan edukasi yang diberikan? Melakukan verifikasi bahwa pasien dan keluarga bisa menerima dan memahami edukasi yang diberikan. \u00a0 SPO Pemberian informasi atau edukasi 4. Apa bukti edukasi telah diberikan kepada pasien? \u00a7 Ada bahan materi yang diberikan kepada pasien dan atau keluarga \u00a7 Ada dokumen pemberian edukasi berupa formulir pemberian edukasi yang ditandatangani oleh pemberi edukasi dan penerima edukasi. \u00a0 \u00a0 PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) \u00a0 NO. PERTANYAAN JAWABAN 1. Apakah definisi kejadian sentinel? \u00a7 Insiden\u00a0 meliputi Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), Kejadian Nyaris Cedera (KNC), Kejadian Tidak Cedera (KTC) , Kejadian Potensial Cedera (KPC) dan Kejadian Sentinel. \u00a7 Kejadian sentinel adalah suatu KTD yang mengakibatkan kematian atau cedera yang serius; biasanya dipakai untuk kejadian yang sangat tidak diharapkan atau tidak dapat diterima seperti: operasi pada bagian tubuh yang salah. \u00a7 Kejadian sentinel : o\u00a0 Kematian tidak terduga dan tidak terkait dengan perjalanan alamiah atau kondisi yang mendasari penyakitnya . Contoh bunuh diri o\u00a0 Kehilangan fungsi utama (major) secara permanen yang tidak terkait dengan perjalanan alamiah penyakit pasien atau kondisi yang mendasari penyakitnya o\u00a0 Salah lokasi, salah prosedur, salah pasien operasi o\u00a0 Penculikan bayi atau bayi yang dipulangkan bersama orang yang bukan orang tuanya. \u00a7 Pelaporan insiden tidak boleh lebih dari 2 x 24 jam 2. Bagaimana prosedur pelaporan insiden? \u00a0 \u00a0 \u00a0 MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGS) \u00a0 NO. PERTANYAAN JAWABAN 1. Apa yang Anda ketahui tentang PONEK RS? Rumah sakit melaksanakan program PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) untuk menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan kesehatan ibu. Rumah sakit membentuk Tim\/Panitia PONEK untuk menjalankan program PONEK RS. 2. Apa yang Anda ketahui tentang TB-DOTS RS? Rumah sakit melaksanakan penanggulangan TB sesuai dengan pedoman strategi DOTS (Direct Observe Treatment Shortcourse) Rumah sakit membentuk Tim\/Panitia TB DOTS untuk menjalankan program TB DOTS RS. \u00a0 \u00a0 AKSES KE PELAYANAN DAN KONTINUITAS PELAYANAN (APK) \u00a0 NO. PERTANYAAN JAWABAN 1. Bagaimana prosedur skrining di IGD? \u00a7 Skrining dilakukan pada kontak pertama di dalam atau di luar RS untuk menetapkan apakah pasien dapat dilayani oleh RS. \u00a7 Skrining dilaksanakan melalui kriteria triase, visual atau pengamatan, pemeriksaan fisik, psikologik, laboratorium klinik atau diagnostik imajing sebelumnya. SPO Skrining Pasien 2. Bagaimana prosedur penerimaan pasien rawat inap dan rawat jalan? SPO Penerimaan Pasien Rawat Inap SPO Penerimaan Pasien Rawat Jalan SPO Penahanan Pasien untuk diobservasi 3. Bagaimana prosedur triase? Rumah sakit melaksanakan proses triase berbasis bukti untuk memprioritaskan pasien sesuai dengan kegawatannya menggunakan ATS (Australian Triage Scale) 4. Bagaimana RS mengidentifikasi hambatan di populasinya dalam memberikan pelayanan ? RS mengidentifikasi hambatan di populasinya dengan membuat kajian data cakupan antara lain area cakupan, etnis dan agama. Selain itu juga dikaji faktor biologis dan psikososialnya. Untuk\u00a0 mengatasi hambatan\/ kendala keterbatasan fisik dalam populasinya, RS Akreditasi memiliki prosedur penanganan bagi mereka dengan keterbatasan fisik. \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 5. Bagaimana prosedur transfer yang berlaku di rumah sakit? PASIEN PETUGAS PENDAMPING KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN PERALATAN UTAMA DERAJAT 0 \u00a0TPK\/ Petugas Keamanan Bantuan hidup dasar DERAJAT 0,5 (ORANG TUA\/ DELIRIUM) \u00a0TPK\/ Petugas Keamanan Bantuan hidup dasar DERAJAT 1 Perawat\/ Petugas berpengalaman (sesuai dengan kebutuhan pasien) Bantuan hidup dasar, pelatihan tabung gas, pemberian obat- obatan, kenal akan tanda deteriorasi, keterampilan trakeostomi dan suction Oksigen, suction, tiang infuse portabel, pompa infuse dengan Baterai, oksimetri denyut DERAJAT 2 Perawat dan Petugas keamanan\/ TPK Semua ketrampilan di atas, ditambah : dua tahun pengalaman dalam perawatan intensif (oksigenasi, sungkup pernapasan, defibrillator, monitor) Semua peralatan di atas, ditambah: monitor EKG dan tekanan darah dan defibrillator DERAJAT 3 Dokter, perawat, dan TPK\/ Petugas keamanan Standar kompetensi dokter harus di atas standar minimal : Dokter: \u00b7 Minimal 6 bulan pengalaman mengenai perawatan pasien intensif dan bekerja di ICU \u00b7 Keterampilan bantuan hidup dasar dan lanjut \u00b7 Keterampilan menangani permasalahan jalan napas dan pernapasan, minimal level ST 3 atau sederajat. \u00b7 Harusmengikutipelatihanuntuk transfer pasiendengansakitberat \/ kritis Perawat: \u00b7 Minimal 2 tahun bekerja di ICU \u00b7 Keterampilan bantuan hidup dasar dan lanjut \u00b7 Harus mengikuti pelatihan untuk transfer pasien dengan sakit berat \/ kritis Monitor ICU portable yang Lengkap, ventilator dan alat transfer yang memenuhi standar minimal. TRANSFER INTRA RUMAH SAKIT TRANSFER ANTAR RUMAH SAKIT \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 PASIEN PETUGAS PENDAMPING KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN PERALATAN UTAMA DAN JENIS KENDARAAN DERAJAT 0 Petugas ambulan Bantuan hidup dasar (BHD) Kendaraan High Dependency Service (HDS)\/ Ambulan DERAJAT 0,5 (ORANGTUA \/DELIRIUM) Petugas ambulan dan paramedis Bantuan hidup dasar Kendaraan HDS\/ Ambulan DERAJAT 1 Petugas ambulan dan perawat Bantuan hidup dasar, pemberian oksigen, Pemberian obat-obatan, kenal akan tanda deteriorasi, Keterampilan perawatan, trakeostomi dan suction Kendaraan HDS\/ ambulan, oksigen, suction, tiang infus portabel, Infus pump denganbaterai, oksimetri DERAJAT 2 Dokter, perawat dan petugas ambulans Semua ketrampilan di atas, ditambah: penggunaan alat pernapasan, bantuan hidup lanjut, penggunaan kantong pernapasan (bag- valve mask), penggunaan defibrillator, penggunaan monitor intensif Ambulan , semua peralatan di atas, ditambah: monitor EKG dan tekanan darah dan defibrillator bila diperlukan DERAJAT 3 Dokter, perawat, dan petugas ambulan Dokter: \u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Minimal 6 bulan pengalaman mengenai perawatan pasien intensif dan bekerja di ICU \u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Keterampilan bantuan hidup dasar dan lanjut \u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Keterampilan menangani permasalahan jalan napas dan pernapasan, minimal level ST 3 atau sederajat. \u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Harus mengikuti pelatihan untuk transfer pasien dengan sakitberat \/ kritis Perawat: \u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Minimal 2 tahun bekerja di ICU \u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Keterampilan bantuan hidup dasar dan lanjut \u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Harus mengikuti pelatihan untuk transfer pasien dengan sakit berat \/ kritis Ambulan lengkap\/ AGD 118, monitor ICU portabel yang lengkap, ventilator dan peralatan transfer yang memenuhi standar minimal. TRANSFER ANTAR RUMAH SAKIT 6. Bagaimana prosedur pemulangan pasien? Perencanaan pemulangan bagi pasien dibuat 1x24 jam setelah pasien diterima sebagai pasien rawat inap. \u00a0 \u00a0 \u00a0 ASESMEN PASIEN (AP) \u00a0 NO. PERTANYAAN JAWABAN 1. Bagaimana prosedur pengkajian status gizi pasien di rumah sakit? Status gizi dinilai dengan menggunakan kriteria MUST (Malnutrition Universal Screening Tool) untuk mengidentifikasi dan menatalaksana pasien dewasa yang mengalami gizi buruk, kurang gizi atu obesitas. Kelima langkah MUST adalah sebagai berikut: Langkah 1: hitung Indeks Massa Tubuh (IMT) pasien dengan menggunakan kurva di bawah ini dan berikanlah skor. \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Langkah 2: nilai persentase kehilangan berat badan yang tak direncanakan menggunakan tabel di bawah ini, dan berikanlah skor. \u00a0 Langkah 3 : nilai adanya efek\/pengaruh akut dari penyakit yang diderita pasien, dan berikan skor (rentang antara 0-2). Sebagai contoh, jika pasien sedang mengalami penyakit akut dan sangat sedikit \/ tidak terdapat asupan makanan greater than 5 hari, diberikan skor 2. Langkah 4 : tambahkan skor yang diperoleh dari langkah 1, 2, dan 3 untuk menilai adanya risiko malnutrisi. i.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Skor 0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 = risiko rendah ii.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Skor 1 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 = risiko sedang iii.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Skor ? 2\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 = risiko tinggi Langkah 5: gunakan panduan tatalaksana untuk merencanakan strategi keperawatan berikut ini. Risiko rendah Perawatan rutin: ulangi skrining pada pasien di rumah sakit (tiap minggu), pada pasien rawat jalan (tiap bulan), masyarakat umum dengan usia greater than 75 tahun (tiap tahun). \u00a0 Risiko sedang Observasi: o\u00a0\u00a0 Catat asupan makanan selama 3 hari o\u00a0\u00a0 Jika asupan adekuat, ulangi skrining: pasien di rumah sakit (tiap minggu), pada pasien rawat jalan (tiap bulan), masyarakat umum (tiap 2-3 bulan). o\u00a0\u00a0 Jika tidak adekuat, rencanakan strategi untuk perbaikan dan peningkatan asupan nutrisi, pantau dan kaji ulang program pemberian nutrisi secara teratur. \u00a0 Risiko tinggi Tatalaksana: o\u00a0\u00a0 Rujuk ke ahli gizi o\u00a0\u00a0 Perbaiki dan tingkatkan asupan nutrisi o\u00a0\u00a0 Pantau dan kaji ulang program pemberian nutrisi: pada pasien di rumah sakit (tiap minggu), pada pasien rawat jalan (tiap bulan), masyarakat umum (tiap bulan). Untuk semua kategori: a)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Atasi penyakit yang mendasari dan berikan saran dalam pemilihan jenis makanan b)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Catat kategori risiko malnutrisi c)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Catat kebutuhan akan diet khusus dan ikuti kebijakan setempat. 2. Bagaimana prosedur pengkajian nyeri di rumah sakit? Pengkajian rasa nyeri menggunakan Neonatal Infants Pain Scale (NIPS) untuk usia less than 1 tahun, FLACCS untuk usia 1-3 tahun, Wong Baker Faces Rating Scale untuk usia greater than 3 tahun dan Numeric Scale untuk dewasa. Comfort Scale digunakan pada pasien bayi, anak, dan dewasa di ruang rawat intensif \/ kamar operasi \/ ruang rawat inap yang tidak dapat dinilai menggunakan Numeric Rating Scale Wong-Baker FACES Pain Scale. NEONATAL INFANTS PAIN SCALE (NIPS) PARAMETER FINDING POINTS Ekspresi wajah Santai 0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Meringis 1 Menangis Tidak menangis 0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Merengek 1 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Menangis kuat 2 Pola bernapas Santai 0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Perubahan pola bernapas 1 Lengan Santai 0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Fleksi\/extensi 1 Kaki Santai 0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Fleksi\/extensi 1 Keadaan rangsangan Tertidur\/ bangun 0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Rewel 1 Pada bayi prematur, ditambahkan dua parameter lagi yaitu heart rate dan saturasi oksigen. Heart Rate 10%\u00a0 dari baseline 0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a011-20% dari \u00a0baseline 1 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 greater than20% dari baseline 2 Saturasi oksigen Tidak diperlukan oksigen tambahan 0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penambahan oksigen diperlukan 1 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 SKOR\u00a0\u00a0 0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Tidak nyeri\u00a0\u00a0 1-2\u00a0\u00a0 : Nyeri ringan\u00a0\u00a0 \u00a03-4\u00a0\u00a0 : Nyeri sedang\u00a0\u00a0 \u00a0greater than 4 : Nyeri hebat \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 KATEGORI PARAMETER \u00a0 \u00a0 0 1 2 WAJAH Tidak ada ekspresi tertentu atau senyum Sesekali meringis atau mengerutkan kening Sering untuk cemberut konstan, rahang,ditarik, tidak tertarik bergetar dagu. KAKI Normal posisi atau santai Tidak nyaman, gelisah, tegang Menendang, atau kaki disusun ACTIVITAS Berbaring dengan tenang, posisi normal, bergerak dengan mudah Menggeliat, menggeser maju mundur, tegang Melengkung, kaku MENANGIS Tidak ada teriakan (terjaga atau tertidur) Erangan atau rengekan, keluhan sesekali Menangis terus, teriakan atau isak tangis; sering keluhan CONSOLABILITAS Konten, santai Diyakinkan oleh menyentuh sesekali, memeluk, Sulit untuk konsol atau kenyamanan atau sedang berbicara; distractable SKOR\u00a0\u00a0 0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Tidak nyeri\u00a0\u00a0 1-3\u00a0\u00a0 : Nyeri ringan\u00a0\u00a0 \u00a04-6\u00a0\u00a0 : Nyeri sedang\u00a0\u00a0 \u00a07-10 : Nyeri hebat FLACCS \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 WONG BAKER FACES RATING SCALE & NUMERIC SCALE \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 KATEGORI SKOR KEWASPADAAN 1 \u2013 tidur pulas \/ nyenyak 2 \u2013 tidur kurang nyenyak 3 \u2013 gelisah 4 \u2013 sadar sepenuhnya dan waspada 5 \u2013 hiper alert KETENANGAN 1 \u2013 tenang 2 \u2013 agak cemas 3 \u2013 cemas 4 \u2013 sangat cemas 5 \u2013 panic DISTRESS PERNAPASAN 1 \u2013 tidak ada respirasi spontan dan tidak ada batuk 2 \u2013 respirasi spontan dengan sedikit \/ tidak ada respons terhadap ventilasi 3 \u2013 kadang-kadang batuk atau terdapat tahanan terhadap ventilasi 4 \u2013 sering batuk, terdapat tahanan \/ perlawanan terhadap ventilator 5 \u2013 melawan secara aktif terhadap ventilator, batuk terus-menerus \/ tersedak MENANGIS 1 \u2013 bernapas dengan tenang, tidak menangis 2 \u2013 terisak-isak 3 \u2013 meraung 4 \u2013 menangis 5 \u2013 berteriak PERGERAKAN 1 \u2013 tidak ada pergerakan 2 \u2013 kedang-kadang bergerak perlahan 3 \u2013 sering bergerak perlahan 4 \u2013 pergerakan aktif \/ gelisah 5 \u2013 pergrakan aktif termasuk badan dan kepala COMFORT SCALE TONUS OTOT 1 \u2013 otot relaks sepenuhnya, tidak ada tonus otot 2 \u2013 penurunan tonus otot 3 \u2013 tonus otot normal 4 \u2013 peningkatan tonus otot dan fleksi jari tangan dan kaki 5 \u2013 kekakuan otot ekstrim dan fleksi jari tangan dan kaki TEGANGAN WAJAH 1 \u2013 otot wajah relaks sepenuhnya 2 \u2013 tonus otot wajah normal, tidak terlihat tegangan otot wajah yang nyata 3 \u2013 tegangan beberapa otot wajah terlihat nyata 4 \u2013 tegangan hampir di seluruh otot wajah 5 \u2013 seluruh otot wajah tegang, meringis TEKANAN DARAH BASAL 1 \u2013 tekanan darah di bawah batas normal 2 \u2013 tekanan darah berada di batas normal secara konsisten 3 \u2013 peningkatan tekanan darah sesekali ?15% di atas batas normal (1-3 kali dalam observasi selama 2 menit) 4 \u2013 seringnya peningkatan tekanan darah ?15% di atas batas normal (greater than3 kali dalam observasi selama 2 menit) 5 \u2013 peningkatan tekanan darah terus-menerus ?15% DENYUT JANTUNG BASAL 1 \u2013 denyut jantung di bawah batas normal 2 \u2013 denyut jantung berada di batas normal secara konsisten 3 \u2013 peningkatan denyut jantung sesekali ?15% di atas batas normal (1-3 kali dalam observasi selama 2 menit) 4 \u2013 seringnya peningkatan denyut jantung ?15% di atas batas normal (greater than3 kali dalam observasi selama 2 menit) 5 \u2013 peningkatan denyut jantung terus-menerus ?15% \u00a0 TOTAL SKOR 3. Kapan asesmen awal harus diselesaikan? Asesmen medis dan keperawatan awal diselesaikan dalam waktu 1x24 jam setelah pasien masuk sebagai pasien rawat inap Asesmen medis awal yang dilakukan sebelum pasien masuk sebagai pasien rawat inap atau sebelum prosedur rawat jalan di rumah sakit tidak berlangsung lebih dari 30 hari atau riwayat kesehatan telah diperbarui dan pemeriksaan fisik diulang. Asesmen medis awal yang dilakukan sebelum pasien masuk sebagai pasien rawat inap atau sebelum prosedur rawat jalan di rumah sakit tidak berlangsung lebih dari 30 hari atau riwayat kesehatan telah diperbarui dan pemeriksaan fisik diulang. Untuk asesmen yang berusia kurang dari 30 hari, perubahan-perubahan signifikan dalam kondisi pasien semenjak asesmen dicatat dalam rekam medis pada saat penerimaan pasien sebagai pasien rawat inap. \u00a0 \u00a0 \u00a0 PELAYANAN PASIEN (PP) \u00a0 NO. PERTANYAAN JAWABAN 1. Apa saja yang termasuk pasien dan pelayanan berisiko tinggi di RS Akreditasi? \u00a7 Pasien keadaan darurat. \u00a7 Pasien menggunakan layanan resusitasi \u00a7 Pasien dengan pemberian darah dan produk darah. \u00a7 Pasien yang menggunakan alat bantu kehidupan. \u00a7 Pasien yang menderita penyakit menular dan penurunan kekebalan tubuh (immune-suppressed). \u00a7 Pasien yang menjalani dialisis. \u00a7 Pasien\u00a0 yang menggunakan alat pengekang (restraint) \u00a7 Pasien lanjut usia, orang dengan keterbatasan, anak-anak, dan populasi yang berisiko diperlakukan tak senonoh. 2. Bagaimana prosedur penyimpanan, penyajian dan pendistribusian makanan kepada pasien? Makanan disiapkan dan disimpan\u00a0 dengan cara mengurangi risiko kontaminasi dan pembusukan. Makanan didistribusi secara tepat waktu dan memenuhi permintaan. SPO Penyimpanan, Penyajian dan Pendistribusian Makanan 3. Bagaimana prosedur penanganan pasien-pasien dalam tahap terminal? Rumah sakit memahami kebutuhan pasien yang unik pada akhir kehidupan dengan menyediakan ruangan khusus bagi pasien tahap terminal. SPO Pelayanan Pasien Terminal 4. Bagaimana prosedur penanganan pasien restraint? restraint adalah suatu metode \/ cara pembatasan \/ restriksi yang disengaja terhadap gerakan \/ perilaku seseorang. Jenis-jenis : 1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pembatasan Fisik 2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pembatasan Mekanis 3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Surveilans Teknologi 4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pembatasan Kimia SPO Penggunaan restraint \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 PELAYANAN ANESTESI DAN BEDAH (PAB) \u00a0 NO. PERTANYAAN JAWABAN 1. \u00a0 Sedasi ringan \/ minimal (anxiolysis) Sedasi sedang (pasien sadar) Sedasi berat \/ dalam Anestesi umum Respons Respons normal terhadap stimulus verbal Merespons terhadap stimulus sentuhan Merespons setelah diberikan stimulus berulang \/ stimulus nyeri Tidak sadar, meskipun dengan stimulus nyeri Jalan napas Tidak terpengaruh Tidak perlu intervensi Mungkin perlu intervensi Sering memerlukan intervensi Ventilasi spontan Tidak terpengaruh Adekuat Dapat tidak adekuat Sering tidak adekuat Fungsi kardiovaskular Tidak terpengaruh Biasanya dapat dipertahankan dengan baik Biasanya dapat dipertahankan dengan baik Dapat terganggu \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 2. Wrong site, Wrong Procedure, Wrong Person Surgery Tiga komponen penting dalam prosedur pre operatif : 1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Proses verifikasi 2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Menandai lokasi yang akan dioperasi 3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Time out \u00a7 Orang yang bertanggung jawab untuk membuat tanda pada pasien adalah Dokter Bedah\/Operator\u00a0yang akan melakukan tindakan. \u00a7 Dokter bedah\/operator yang membuat tanda itu harus hadir pada operasi tersebut. \u00a7 Penandaan titik yang akan dioperasi adalah sebelum pasien dipindahkan ke ruang di mana operasi akan dilakukan.\u00a0Pasien ikut dilibatkan, terjaga dan sadar; sebaiknya dilakukan sebelum pemberian obat pre-medikasi. \u00a7 Tanda berupa \u201cX\u201d di titik yang akan dioperasi. \u00a7 Tanda itu harus dibuat dengan pena atau spidol permanen berwarna hitam dan jika memungkinkan, harus terlihat sampai pasien disiapkan dan diselimuti. \u00a7 Lokasi untuk semua prosedur yang melibatkan sayatan, tusukan perkutan, atau penyisipan instrumen harus ditandai. \u00a7 Semua penandaan harus dilakukan bersamaan saat pengecekkan hasil pencitraan pasien diagnosis misalnya sinar-X, scan, pencitraan elektronik atau hasil test lainnya dan pastikan dengan\u00a0 catatan medis pasien dan gelang identitas pasien. \u00a7 Lokasi operasi ditandai pada semua kasus termasuk sisi (laterality), struktur multipel (jari tangan, jari kaki, lesi) atau multiple level (tulang belakang). Beberapa prosedur yang tidak memerlukan penandaan: \u00a7\u00a0 kasus organ tunggal (misalnya operasi jantung, operasi caesar) \u00a7\u00a0 kasus intervensi seperti kateter jantung \u00a7\u00a0 kasus yang melibatkan gigi \u00a7\u00a0 prosedur yang melibatkan bayi prematur di mana penandaan akan menyebabkan tato permanen Dalam kasus-kasus di mana tidak dilakukan penandaan, alasan harus dapat dijelaskan dan dipertanggungjawabkan. Untuk pasien dengan warna kulit gelap, boleh digunakan warna selain hitam atau biru gelap (biru tua) agar penandaan jelas terlihat, misalnya warna merah. Pada kasus-kasus seperti operasi spinal, dapat dilakukan proses dua tahap yang meliputi penandaan preoperatif per level spinal (yang akan dioperasi) dan interspace spesifik intraoperatif menggunakan radiographic marking. Proses time out ini merupakan standar operasi yang meliputi pembacaan dan pengisian formulir sign in yang dilakukan sebelum pasien dianestesi di holding area, time out yang dilakukan di ruang operasi sesaat sebelum incisi pasien operasi dan sign out setelah operasi selesai (dapat dilakukan di recovery room). Proses sign in, time out dan sign out ini dipandu oleh perawat sirkuler dan diikuti oleh operator, dokter anestesi, perawat. \u00a0 \u00a0 MANAJEMEN PENGGUNAAN OBAT (MPO) \u00a0 NO. PERTANYAAN JAWABAN 1. Apa saja daftar obat-obatan yang termasuk dalam NORUM? Daftar obat-obatanNORUM (Nama Obat Rupa Ucapan Mirip) \/ LASA ( Look A ike Sound Alike ) dapat ditemukan di SPO Obat-obatan NORUM\/ LASA dan juga pada buku quality and safety. Contoh obat look alike adalah obat-obat dengan tampilan yang mirip namun sebenarnya berbeda dosis (misalnya Amlodipin 5 mg dan Amlodipin 10 mg). Sementara contoh obat sound alike adalah azithromycin dan erithromycin (terdengar mirip). 2. Bagaimana kebijakan penyimpanan elektrolit pekat di RS? Obat- obatan high alert (Kalium klorida 7,46% dalam ampul dan Natrium klorida 3% dalam kolf) hanya disimpan di ruang rawat intensif (ICU, NICU,HCU) ( di tempat yang ditandai dengan stiker merah). Obat high alert tersebut diberi stiker \u201chigh alert\u201d berwarna merah dan khusus untuk larutan elektrolit pekat juga diberi penandaan stiker yang bertuliskan \u201c elektrolit pekat, harus diencerkan sebelum diberikan!\u201d. 3. Bagaimana prosedur pengelolaan obat emergensi di RS? \u00a7 Obat emergensi disimpan dalam troli\/kit\/lemari emergensi terkunci, diperiksa, dipastikan selalu tersedia dan harus diganti segera jika jenis dan jumlahnya sudah tidak sesuai lagi dengan daftar yang ditempel\/ digantung di troli\/kit\/lemari emergensi. Perbekalan farmasi dan penguncian troli tersebut dikontrol oleh farmasi. \u00a7 Troli akan dibuka 3 bulan sekali untuk dilakukan pemeriksaan kesesuaian perbekalan farmasi dengan daftar, ketepatan penyimpanan dan tanggal kadaluwarsa. 4. Bagaimana alur pelaporan insiden apabila terjadi medication error ? Baik dokter maupun perawat yang menemukan terjadinya medication error boleh melaporkan kejadian tersebut. SPO Pelaporan Insiden. 5. Bagaimanakah kebijakan RS tentang persyaratan resep yang lengkap? Resep harus memenuhi kelengkapan: \u00a7 Nama pasien, tanggal lahir atau umur pasien (jika tidak dapat mengingat tanggal lahir), no rekam medik dan berat badan pasien (untuk pasien anak) \u00a7 Nama dokter, tanggal penulisan resep dan ruang pelayanan \u00a7 Mengisi kolom riwayat alergi obat pada bagian kanan atas lembar resep manual \u00a7 Menuliskan tanda R\/ pada setiap sediaan. Untuk nama obat tunggal ditulis dengan nama generik. Untuk obat kombinasi ditulis sesuai nama dalam Formularium, dilengkapi dengan bentuk sediaan obat (contoh: injeksi, tablet, kapsul, salep), serta kekuatannya (contoh: 500 mg, 1 gram) \u00a7 Bila obat berupa racikan dituliskan nama setiap jenis\/bahan obat dan jumlah bahan obat (untuk bahan padat : mikrogram, miligram, gram) dan untuk cairan: tetes, milliliter, liter. \u00a7 Pencampuran beberapa obat dalam satu sediaan tidak dianjurkan, kecuali sediaan dalam bentuk campuran tersebut telah terbukti aman dan efektif. \u00a7 Aturan pakai (frekuensi, dosis, rute pemberian). Untuk aturan pakai jika perlu atau prn atau \u201cpro re nata\u201d, harus dituliskan dosis maksimal dalam sehari. 6. Bagaimana prosedur pemberian obat yang berlaku di RS ini? Pemberian obat menggunakan prinsip 7 benar : 1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Benar Pasien 2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Benar Indikasi 3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Benar Obat 4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Benar Dosis 5.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Benar Cara Pemberian 6.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Benar Waktu Pemberian 7.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Benar Dokumentasi \u00a0 \u00a0 \u00a0 MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI (MKI) \u00a0 NO. PERTANYAAN JAWABAN 1. Adakah standarisasi singkatan dan simbol yang boleh dipakai di RS ini? RS telah mensosialisasikan standarisasi singkatan dan simbol \u00a0yang boleh digunakan dalam pelayanan 2. Bagaimana cara RS melindungi berkas rekam medis pasien dari kehilangan \/kerusakan \/penyalahgunaan? Rumah sakit mengembangkan suatu kebijakan bahwa yang diberikan kewenangan mengakses rekam medis klinis pasien adalah para praktisi kesehatan yang memberikan layanan kepada pasien tersebut. \u00a0 \u00a0 KUALIFIKASI DAN PENDIDIKAN STAF (KPS) \u00a0 NO. PERTANYAAN JAWABAN Dapatkah Anda menjelaskan uraian jabatan Anda? Uraian jabatan adalah proses, metode dan teknik untuk memperoleh data jabatan yang diolah menjadi informasi jabatan dan disajikan untuk kepentingan program pegawai serta memberikan umpan balik bagi organisasi dan tatalaksana. Uraian jabatan staf bersifat personal tergantung pada jabatan yang dimiliki. Secara umum uraian jabatan tersebut terdiri dari nama, jabatan, misi organisasi, misi jabatan, hasil kerja, bahan kerja, perangkat kerja, sifat jabatan, pelaksanaan tugas (uraian tugas, tanggung jawab dan wewenang), nama jabatan bawahan langsung, korelasi jabatan, kondisi pelaksanaan kerja, persyaratan jabatan, kondisi fisik, butiran informasi lain dan surat tugas. Uraian jabatan ini disimpan oleh bagian administrasi di masing- masing departemen\/divisi\/unit tempat bertugas dan salinannya harus dimiliki oleh setiap staf medis yang bersangkutan. \u00a0 \u00a0 PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) \u00a0 NO. PERTANYAAN JAWABAN 1. Bagaimana pemilahan sampah medis dan non medis \/ benda tajam \/ cair Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit \u00a0telah menetapkan pemisahan sampah medis dan non medis. Sampah medis dibuang di tempat sampah medis berkantung plastik kuning Sampah non medis dibuang di tempat sampah non medis berkantung plastik hitam Sampah benda tajam dan jarum dibuang di tempat sampah khusus yang tidak dapat tembus (puncture proof) dan tidak direuse yaitu safety box. Limbah cair dibuang di wastafel atau kloset 2. Apakah RS menerapkan pemisahan pasien infeksius dan non infeksius? Panitia \u00a0Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit telah menetapkan pemisahan pasien infeksius dan noninfeksius sesuai dengan SPO perawatan pasien di ruang isolasi infeksi. Pasien ditempatkan sesuai dengan sumber infeksi, apakah lewat kontak, airborne, dan droplet. \u00a0 \u00a0 MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN (MFK) \u00a0 NO. PERTANYAAN JAWABAN 1. PROSEDUR EVAKUASI 1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tetap tenang, jangan panik, jangan berlari, ikuti petunjuk arah evakuasi atau dari petugas evakuasi 2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jangan mencoba mengambil barang yang tertinggal 3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Lepaskan sepatu hak tinggi 4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Gunakan tangga darurat terdekat menuju jalur evakuasi 5.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jangan gunakan lift,\u00a0 lift tidak bekerja sewaktu alarm berbunyi 6.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jalan merangkak menuju tangga darurat, bila lorong dipenuhi asap 7.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tutup hidung dan mulut dengan saputangan atau tissue yang telah dibasahi air guna menghindari dari kemungkinan menghirup zat-zat beracun. 8.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Keluar menuju tempat berhimpun di halaman rumah sakit atau tempat lapang yang bebas dari bencana. \u00a0 \u00a0 JALUR EVAKUASI Logistik, Teknisi, ICU, OK, IRNA 5, lantai 6,7,8 dan 9 \u00e0 Jalur evakuasi menuju pintu emergensi (arah selatan), menuruni tangga menuju titik berkumpul di lantai dasar\/halaman luar (arah timur). Alfa Mart \u00e0 Menuju pintu keluar arah timur, titik berkumpul di halaman luar arah timur. Laboratorium dan IRNA 3 \u00e0 Jalur evakuasi menuju tangga darurat bagian tengah (belakang lift), menuruni tangga menuju titik kumpul di lantai dasar\/ halaman luar\/ samping pos satpam\/ mushola (arah barat). Yapmedi, IRJ lantai 2 dan lantai 3, IRNA 2 \u00e0 Jalur evakuasi menuju tangga darurat arah TCM, menuruni tangga menuju lantai dasar ke pintu utama, titik berkumpul di halaman depan (tiang bendera)\/ arah utara. IRJ lantai 1, MCU, HD, Radiologi, Farmasi, Coffee bean \u00e0 Jalur evakuasi menuju pintu utama, titik berkumpul di halaman depan (tiang bendera)\/ arah utara. Admision\/registrasi, kasir, operator, gizi, Baskin Robin \u00e0 Jalur evekuasi menuju pintu samping tengah, titik berkumpul arah barat, samping pos satpam. 2. Bagaimana prosedur penggunaan\u00a0 APAR? Prosedur penggunaan APAR: \u00a7 Tarik keluar segel pengaman handle picu \u00a7 Angkat nozel ke area bebas \u00a7 Tekan handle picu sedikit sampai gas CO2 \/ powder keluar \u00a7 Bawa APAR ke titik api \u00a7 Arahkan nozel ke titik api dan tekan handle picu Jarak APAR dengan titik api\u00a0 : 2 meter 3. Bila listrik terganggu dan padam maka dalam 7 detik (jeda waktu) terhitung sejak waktu pemadaman listrik, genset akan berfungsi dan listrik akan berfungsi kembali. Untuk beberapa lokasi seperti ICU, OK, Laboratorium ( alat-alat laboratorium) bila terjadi gangguan aliran listrik maka akan diback up dengan UPS sehingga tidak terdapat jeda waktu. 4. Bila air terganggu maka cadangan air di bak penampungan akan dapat memenuhi kebutuhan air selama 1 hari saja. Selama proses penggunaan cadangan air di bak penampung tersebut maka kebutuhan air akan dikirim oleh perusahaan air rekanan dengan estimasi waktu pengiriman 5-10 jam. Perlu diketahui bahwa sumber air RS Akreditasi berasal dari PAM. 5. \u00a0 \u00a0 HAL-HAL YANG PERLU DIWASPADAI KODE SIMBOL PANGGILAN DARURAT Kebakaran MERAH 1020 Henti jantung pada dewasa BIRU 1001 Henti jantung\u00a0 pada anak-anak BIRU 1001 Penculikan bayi \/ anak-anak MERAH MUDA 1020 Orang yang membahayakan ABU-ABU 1020 Orang yang membahayakan dengan senjata PERAK 1020 Ancaman bom KUNING 1020 Bencana di dalam RS TRIAGE DI RS 1020 Bencana di luar RS TRIAGE DI LUAR RS 1020 Tumpahan bahan berbahaya ORANYE 1020 KODE DARURAT \u00a0\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p>Download Materi Berupa Winword DOC <a href=\"http:\/\/akreditasi.my.id\/rs\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Buku-Saku-RS-Akreditasi.docx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">DISINI !<\/a><\/p>\n<p>Contoh Buku saku di maksudkan agar staf yang ada di rumah sakit bisa belajar dan paham materi akreditasi.<\/p>\n<p><strong>RUMAH SAKIT <\/strong><strong>AKREDITASI.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><strong>VISI<\/strong><strong> : <\/strong><\/p>\n<p>Meningkatkan kualitas kehidupan lahir batin manusia secara seimbang beserta lingkungan hidupnya sejalan dengan waktu. sesuaikan dengan RS masing-masing.<\/p>\n<p><strong>MISI<\/strong><strong> :<\/strong><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong><\/p>\n<p>Menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna (preventif, promotif, curatif &amp; rehabilitatif) yang berkualitas tinggi, berstandar international, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.<\/p>\n<p><strong>FALSAFAH<\/strong><strong> :<\/strong><\/p>\n<p>Memberikan pelayanan secara profesional berlandaskan hati nurani, dengan selalu berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.<\/p>\n<p><strong>NILAI<\/strong><strong> :<\/strong><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong><\/p>\n<p>Tuntunan dan pandangan umum orang yang bekerja di Akreditasi.<\/p>\n<p><strong>MOTTO\u00a0 :\u00a0 <\/strong>Melayani dengan Penuh Cinta Kasih<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>TUJUAN :<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Tercapainya pelayanan yang bermutu tinggi yang berorientasi pada kepuasan\u00a0pelanggan.<\/li>\n<li>Pelayanan kesehatan RS Akreditasi terus meningkat dan berkembang.<\/li>\n<li>Tercapainya peningkatan produktifitas pelayanan RS Akreditasi<\/li>\n<li>Terbentuknya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi, memiliki integritas, komitmen yang kuat terhadap organisasi melalui upaya pendidikan dan pelatihan, serta upaya peningkatan kesejahteraan yang adil dan manusiawi.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>SASARAN KESELAMATAN PASIEN (SKP)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table width=\"627\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"45\"><strong>No.<\/strong><\/td>\n<td width=\"162\"><strong>PERTANYAAN<\/strong><\/td>\n<td width=\"420\"><strong>JAWABAN<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\"><strong>1.<\/strong><\/td>\n<td width=\"162\">Apa yang Anda ketahui tentang sasaran keselamatan pasien di rumah sakit?<\/td>\n<td width=\"420\">Ada 6 sasaran keselamatan pasien di rumah sakit :<\/p>\n<p><strong>(Acuan : Peraturan Menteri Kesehatan \u00a0RI\u00a0 No. 1691 tahun 2011)<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Ketepatan Identifikasi Pasien.<\/li>\n<li>Peningkatan komunikasi yang efektif;<\/li>\n<li>Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai;<\/li>\n<li>Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-pasien operasi;<\/li>\n<li>Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan; dan<\/li>\n<li>Pengurangan risiko pasien jatuh.<\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\"><strong>2.<\/strong><\/td>\n<td width=\"162\">Bagaimana prosedur di rumah sakit dalam mengidentifikasi pasien?<\/td>\n<td width=\"420\">\u00a7 Setiap pasien yang masuk rawat inap dipasangkan gelang identitas pasien.<\/p>\n<p>\u00a7 Ada 2 identitas yaitu menggunakan <strong>NAMA<\/strong> dan <strong>TANGGAL LAHIR<\/strong> yang disesuaikan dengan tanda pengenal resmi.<\/p>\n<p>\u00a7 Pengecualian prosedur identifikasi dapat dilakukan pada kondisi kegawatdaruratan pasien di IGD, ICU dan kamar operasi dengan tetap memperhatikan data pada gelang identitas pasien.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\"><strong>3. <\/strong><\/td>\n<td width=\"162\">Kapan dilakukan proses verifikasi identitas pasien?<\/td>\n<td width=\"420\">\u00a7 Sebelum pemberian obat,<\/p>\n<p>\u00a7 Sebelum pemberian transfusi darah,<\/p>\n<p>\u00a7 Sebelum pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi<\/p>\n<p>\u00a7 Sebelum dilakukan tindakan medis<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\"><strong>4.<\/strong><\/td>\n<td width=\"162\">Gelang identifikasi apa saja yang digunakan di rumah sakit?<\/td>\n<td width=\"420\">\u00a7 Gelang identitas<\/p>\n<p>Pasien laki-laki\u00a0 : <strong>BIRU MUDA<\/strong><\/p>\n<p>Pasien perempuan : <strong>MERAH MUDA<\/strong><\/p>\n<p>\u00a7 Gelang pasien risiko jatuh : <strong>KUNING<\/strong><\/p>\n<p>\u00a7 Gelang alergi : <strong>MERAH<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\"><strong>5.<\/strong><\/td>\n<td width=\"162\">Bagaimana prosedur pemasangan gelang identifikasi?<\/td>\n<td width=\"420\"><strong>SPO Pemasangan gelang identifikasi pasien<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\"><strong>6.<\/strong><\/td>\n<td width=\"162\">Dapatkah Anda menjelaskan tentang cara komunikasi yang efektif di rumah sakit?<\/td>\n<td width=\"420\">\u00a7 Rumah sakit menggunakan tehnik <strong>SBAR<\/strong> (Situation \u2013 Background \u2013 Assessment \u2013 Recomendation) dalam melaporkan kondisi pasien untuk meningkatkan efektivitas komunikasi antar pemberi layanan.<\/p>\n<p>\u00a7 <strong>Situation <\/strong>: Kondisi terkini yang terjadi pada pasien.<\/p>\n<p>\u00a7 <strong>Background <\/strong>: Informasi penting apa yang berhubungan dengan kondisi pasien terkini.<\/p>\n<p>\u00a7 <strong>Assessment <\/strong>: Hasil pengkajian kondisi pasien terkini<\/p>\n<p>\u00a7 <strong>Recommendation <\/strong>: Apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah pasien saat ini.<\/p>\n<p>\u00a7 Rumah sakit konsisten dalam melakukan verifikasi terhadap akurasi dari komunikasi lisan dengan catat, baca kembali dan konfirmasi ulang <strong>(CABAK)<\/strong> terhadap perintah yang diberikan.<\/p>\n<p>\u00a7 Pelaporan kondisi pasien kepada DPJP pasien menjadi tanggung jawab dokter ruangan yang bertugas.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\"><strong>7.<\/strong><\/td>\n<td width=\"162\">Apa saja yang termasuk obat-obat high alert medication di rumah sakit?<\/td>\n<td width=\"420\">Obat- obatan yang termasuk dalam high alert medication adalah :<\/p>\n<p>1. Elektrolit pekat : KCl, MgSO4, Natrium Bikarbonat, NaCl 0,3%<\/p>\n<p>2. NORUM (Nama Obat Rupa Ucapan Mirip) \/ LASA (Look Alike Sound<\/p>\n<p>Alike) yaitu obat-obat yang terlihat mirip dan\u00a0 kedengarannya mirip.<\/p>\n<p><strong>Pengelolaan high alert medication:<\/strong><\/p>\n<p>\u00a7 Penyimpanan di lokasi khusus dengan akses terbatas dan diberi penandaan yang jelas berupa stiker berwarna merah bertuliskan \u201c<strong>High Alert<\/strong>\u201d<\/p>\n<p>\u00a7 NaCl 0,3% dan KCl tidak boleh disimpan di ruang perawatan kecuali di Unit Perawatan Intensif (ICU).<\/p>\n<p>\u00a7 Ruang perawatan yang boleh menyimpan elektrolit pekat harus memastikan bahwa elektrolit pekat disimpan di lokasi dengan akses terbatas bagi petugas yang diberi wewenang.<\/p>\n<p>\u00a7 Obat diberi penandaan yang jelas berupa stiker berwarna merah bertuliskan \u201c<strong>High Alert<\/strong>\u201d dan khusus untuk elektrolit pekat, harus ditempelkan stiker yang dituliskan \u201c<strong>Elektrolit pekat, harus diencerkan sebelum diberikan<\/strong>\u201d<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\"><strong>8.<\/strong><\/td>\n<td width=\"162\">Bagaimana prosedur penandaan lokasi yang akan dioperasi di RS ini?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tahukah Anda bagaimana prosedur check list keselamatan operasi?<\/td>\n<td width=\"420\">\u00a7 Orang yang bertanggung jawab untuk membuat tanda pada pasien adalah Operator\/orang\u00a0yang akan melakukan tindakan.<\/p>\n<p>\u00a7 Operator yang membuat tanda itu harus hadir pada operasi tersebut.<\/p>\n<p>\u00a7 Penandaan titik yang akan dioperasi adalah sebelum pasien dipindahkan ke ruang di mana operasi akan dilakukan.\u00a0Pasien ikut dilibatkan, terjaga dan sadar; sebaiknya dilakukan sebelum pemberian obat pre-medikasi.<\/p>\n<p>\u00a7 Tanda berupa <strong>\u201cX\u201d<\/strong> di titik yang akan dioperasi.<\/p>\n<p>\u00a7 Tanda itu harus dibuat dengan pena atau spidol permanen berwarna hitam dan jika memungkinkan, harus terlihat sampai pasien disiapkan dan diselimuti.<\/p>\n<p>\u00a7 Lokasi untuk semua prosedur yang melibatkan sayatan, tusukan perkutan, atau penyisipan instrumen harus ditandai.<\/p>\n<p>\u00a7 Semua penandaan harus dilakukan bersamaan saat pengecekkan hasil pencitraan pasien diagnosis misalnya sinar-X, scan, pencitraan elektronik atau hasil test lainnya dan pastikan dengan\u00a0 catatan medis pasien dan gelang identitas pasien.<\/p>\n<p>\u00a7 Lokasi operasi ditandai pada semua kasus termasuk sisi (laterality), struktur multipel (jari tangan, jari kaki, lesi) atau multiple level (tulang belakang).<\/p>\n<p>Beberapa prosedur yang tidak memerlukan penandaan:<\/p>\n<p>\u00a7\u00a0 kasus organ tunggal (misalnya operasi jantung, operasi <em>caesar<\/em>)<\/p>\n<p>\u00a7\u00a0 kasus intervensi seperti kateter jantung<\/p>\n<p>\u00a7\u00a0 kasus yang melibatkan gigi<\/p>\n<p>\u00a7\u00a0 prosedur yang melibatkan bayi prematur di mana penandaan akan menyebabkan tato permanen<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam kasus-kasus di mana tidak dilakukan penandaan, alasan harus dapat dijelaskan dan dipertanggungjawabkan. Untuk pasien dengan warna kulit gelap, boleh digunakan warna selain hitam atau biru gelap (biru tua) agar penandaan jelas terlihat, misalnya warna merah. Pada kasus-kasus seperti operasi spinal, dapat dilakukan proses dua tahap yang meliputi penandaan preoperatif per level spinal (yang akan dioperasi) dan <em>interspace<\/em> spesifik intraoperatif menggunakan <em>radiographic marking<\/em>.<\/p>\n<p>Proses check list ini merupakan standar operasi yang meliputi pembacaan dan pengisian formulir <strong>sign in<\/strong> yang dilakukan <strong>sebelum pasien dianestesi<\/strong> di holding area, <strong>time out<\/strong> yang dilakukan di ruang operasi <strong>sesaat sebelum incisi<\/strong> pasien operasi dan <strong>sign out setelah operasi selesai<\/strong> (dapat dilakukan di recovery room). Proses sign in, time out dan sign out ini dipandu oleh <strong>perawat sirkuler dan diikuti oleh operator, dokter anestesi, perawat<\/strong>.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\"><strong>9.<\/strong><\/td>\n<td width=\"162\">Bagaimanakah standar prosedur cuci tangan yang benar di rumah sakit?<\/td>\n<td width=\"420\">Semua petugas di rumah sakit termasuk dokter melakukan kebersihan tangan pada <strong>5 MOMEN<\/strong> yang telah ditentukan, yakni:<\/p>\n<p>\u00a7 <strong>Sebelum kontak dengan pasien<\/strong><\/p>\n<p>\u00a7 <strong>Sesudah kontak dengan pasien<\/strong><\/p>\n<p>\u00a7 <strong>Sebelum tindakan asepsis<\/strong><\/p>\n<p>\u00a7 <strong>Sesudah terkena cairan tubuh pasien<\/strong><\/p>\n<p>\u00a7 <strong>Sesudah kontak dengan lingkungan sekitar pasien<\/strong><\/p>\n<p>Rumah Sakit Akreditasi menggunakan <strong>6 LANGKAH<\/strong> \u00a0cuci tangan<\/p>\n<p>Ada 2 cara cuci tangan yaitu :<\/p>\n<p><strong>1. <\/strong><strong>HANDWASH \u2013 dengan air mengalir <\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0 waktunya : 40 \u2013 60 detik<\/strong><\/p>\n<p><strong>2. <\/strong><strong>HANDRUB \u2013 dengan gel berbasis alkohol<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0 waktunya : 20 \u2013 30 detik<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\"><strong>10.<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"2\" width=\"582\">Bagaimanakah cara mengkaji pasien risiko jatuh ?<\/p>\n<p>Penilaian risiko jatuh dilakukan saat pengkajian awal dengan menggunakan metode pengkajian risiko jatuh yang telah ditetapkan oleh RS Akreditasi. Penilaian risiko jatuh pada pasien anak menggunakan scoring <strong>HUMPTY DUMPTY<\/strong> dan pada pasien dewasa menggunakan scoring <strong>MORSE<\/strong> dan pada geriatri menggunakan <strong>SYDNEY<\/strong> scoring.<\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"539\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"132\"><strong>parameter<\/strong><\/td>\n<td width=\"321\"><strong>kriteria<\/strong><\/td>\n<td width=\"38\"><strong>nilai<\/strong><\/td>\n<td width=\"47\"><strong>skor<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"132\">Usia<\/td>\n<td width=\"321\">\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 &lt; 3 tahun<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 3 \u2013 7 tahun<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 7 \u2013 13 tahun<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 ? 13 tahun<\/td>\n<td width=\"38\">4<\/p>\n<p>3<\/p>\n<p>2<\/p>\n<p>1<\/td>\n<td width=\"47\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"132\">Jenis kelamin<\/td>\n<td width=\"321\">\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Laki-laki<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Perempuan<\/td>\n<td width=\"38\">2<\/p>\n<p>1<\/td>\n<td width=\"47\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"132\">Diagnosis<\/td>\n<td width=\"321\">\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Diagnosis neurologi<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Perubahan oksigenasi (diagnosis respiratorik, dehidrasi, anemia, anoreksia, sinkop, pusing, dsb.)<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Gangguan perilaku \/ psikiatri<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Diagnosis lainnya<\/td>\n<td width=\"38\">4<\/p>\n<p>3<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>2<\/p>\n<p>1<\/td>\n<td width=\"47\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"132\">Gangguan kognitif<\/td>\n<td width=\"321\">\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tidak menyadari keterbatasan dirinya<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Lupa akan adanya keterbatasan<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Orientasi baik terhadap diri sendiri<\/td>\n<td width=\"38\">3<\/p>\n<p>2<\/p>\n<p>1<\/td>\n<td width=\"47\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"132\">Faktor lingkungan<\/td>\n<td width=\"321\">\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Riwayat jatuh \/ bayi diletakkan di tempat tidur dewasa<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien menggunakan alat bantu\u00a0 \/ bayi diletakkan dalam\u00a0 tempat tidur bayi \/ perabot rumah<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien diletakkan di tempat tidur<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Area di luar rumah sakit<\/td>\n<td width=\"38\">4<\/p>\n<p>3<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>2<\/p>\n<p>1<\/td>\n<td width=\"47\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"132\">Respons terhadap:<\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pembedahan\/ sedasi \/ anestesi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penggunaan medikamentosa<\/td>\n<td width=\"321\">\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dalam 24 jam<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dalam 48 jam<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 &gt; 48 jam atau tidak menjalani pembedahan \/ sedasi\/ anestesi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penggunaan multipel: sedatif, obat hipnosis, barbiturat, fenotiazin, antidepresan, pencahar, diuretik, narkose<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penggunaan salah satu obat di atas<\/p>\n<p>\u00f0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penggunaan medikasi lainnya \/ tidak ada medikasi<\/td>\n<td width=\"38\">3<\/p>\n<p>2<\/p>\n<p>1<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>3<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>2<\/p>\n<p>1<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td width=\"47\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>SKALA RISIKO JATUH HUMPTY DUMPTY UNTUK PEDIATRI<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Skor asesmen risiko jatuh: (skor minimum 7, skor maksimum 23)<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Skor 7-11: risiko rendah<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Skor ? 12: risiko tinggi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"544\">\n<tbody>\n<tr>\n<td colspan=\"7\" width=\"544\"><strong>ONTARIO MODIFIED STRATIFY &#8211; SYDNEY SCORING<\/strong><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"4\" rowspan=\"4\" width=\"358\"><strong>Tanggal :<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"3\" width=\"186\"><strong>Nama :<\/strong><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"3\" width=\"186\"><strong>No.Rekam Medik :<\/strong><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"3\" rowspan=\"2\" width=\"186\"><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" width=\"85\"><strong>Parameter<\/strong><\/td>\n<td width=\"205\"><strong>Skrining<\/strong><\/td>\n<td width=\"68\"><strong>Jawaban<\/strong><\/td>\n<td width=\"127\"><strong>Keterangan Nilai<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"2\" width=\"59\"><strong>Skor<\/strong><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" rowspan=\"2\" width=\"85\">Riwayat jatuh<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td width=\"205\">apakah pasien datang ke rumah sakit karena jatuh?<\/td>\n<td width=\"68\">\u00a0Ya \/ tidak<\/td>\n<td rowspan=\"2\" width=\"127\">Salah satu jawaban ya = 6<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td colspan=\"2\" rowspan=\"2\" width=\"59\"><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"205\">jika tidak, apakah pasien mengalami jatuh dalam 2 bulan terakhir ini?<\/td>\n<td width=\"68\">\u00a0\u00a0Ya\/ tidak<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" rowspan=\"3\" width=\"85\">Status mental<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td width=\"205\">apakah pasien delirium? (tidak dapat membuat keputusan, pola pikir tidak terorganisir, gangguan daya ingat)<\/td>\n<td width=\"68\">\u00a0\u00a0Ya\/ tidak<\/td>\n<td rowspan=\"3\" width=\"127\">Salah satu jawaban ya = 14<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td colspan=\"2\" rowspan=\"3\" width=\"59\"><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"205\">apakah pasien disorientasi? (salah menyebutkan waktu, tempat, atau orang)<\/td>\n<td width=\"68\">\u00a0\u00a0Ya\/ tidak<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"205\">apakah pasien mengalami agitasi? (ketakutan, gelisah, dan cemas)<\/td>\n<td width=\"68\">\u00a0\u00a0Ya\/ tidak<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" rowspan=\"3\" width=\"85\">Penglihatan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td width=\"205\">apakah pasien memakai kacamata?<\/td>\n<td width=\"68\">\u00a0\u00a0Ya\/ tidak<\/td>\n<td rowspan=\"3\" width=\"127\">Salah satu jawaban ya = 1<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td colspan=\"2\" rowspan=\"3\" width=\"59\"><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"205\">apakah pasien mengeluh adanya penglihatan buram?<\/td>\n<td width=\"68\">\u00a0\u00a0Ya\/ tidak<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"205\">apakah pasien mempunyai glaukoma, katarak, atau degenerasi makula?<\/td>\n<td width=\"68\">\u00a0\u00a0Ya\/ tidak<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" width=\"85\">Kebiasaan berkemih<\/td>\n<td width=\"205\">apakah terdapat perubahan perilaku berkemih? (frekuensi, urgensi, inkontinensia, nokturia)<\/td>\n<td width=\"68\">\u00a0\u00a0Ya\/ tidak<\/td>\n<td width=\"127\">ya = 2<\/td>\n<td colspan=\"2\" width=\"59\"><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" rowspan=\"4\" width=\"85\">Transfer (dari tempat tidur ke kursi dan kembali ke tempat tidur)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td width=\"205\">mandiri (boleh menggunakan alat bantu jalan)<\/td>\n<td width=\"68\">0<\/td>\n<td rowspan=\"8\" width=\"127\">jumlahkan nilai transfer dan mobilitas. Jika nilai total 0-3, maka skor = 0. jika nilai total 4-6, maka skor = 7<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td colspan=\"2\" rowspan=\"8\" width=\"59\"><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"205\">memerlukan sedikit bantuan (1 orang) \/ dalam pengawasan<\/td>\n<td width=\"68\">1<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"205\">memerlukan bantuan yang nyata (2 orang)<\/td>\n<td width=\"68\">2<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"205\">tidak dapat duduk dengan seimbang, perlu bantuan total<\/td>\n<td width=\"68\">3<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" rowspan=\"4\" width=\"85\">Mobilitas<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td width=\"205\">mandiri (boleh menggunakan alat bantu jalan)<\/td>\n<td width=\"68\">0<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"205\">berjalan dengan bantuan 1 orang (verbal \/ fisik)<\/td>\n<td width=\"68\">1<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"205\">menggunakan kursi roda<\/td>\n<td width=\"68\">2<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"205\">imobilisasi<\/td>\n<td width=\"68\">3<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"5\" width=\"485\">total skor<\/td>\n<td colspan=\"2\" width=\"59\"><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"9\"><\/td>\n<td colspan=\"5\" width=\"485\">&nbsp;<\/p>\n<p>Keterangan skor:<\/td>\n<td width=\"49\"><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"9\"><\/td>\n<td colspan=\"5\" width=\"485\">0-5\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0= risiko rendah<\/td>\n<td width=\"49\"><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"9\"><\/td>\n<td colspan=\"5\" width=\"485\">6-16 \u00a0\u00a0\u00a0= risiko sedang<\/td>\n<td width=\"49\"><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"9\"><\/td>\n<td colspan=\"5\" width=\"485\">17-30 \u00a0= risiko tinggi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td width=\"49\"><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"9\"><\/td>\n<td width=\"76\"><\/td>\n<td width=\"205\"><\/td>\n<td width=\"68\"><\/td>\n<td width=\"127\"><\/td>\n<td width=\"9\"><\/td>\n<td width=\"49\"><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"529\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"151\"><strong>FAKTOR RISIKO<\/strong><\/td>\n<td width=\"246\"><strong>SKALA<\/strong><\/td>\n<td width=\"76\"><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 POIN<\/strong><\/td>\n<td width=\"57\"><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 SKOR <\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td rowspan=\"2\" width=\"151\">riwayat jatuh<\/td>\n<td width=\"246\">ya<\/td>\n<td width=\"76\">25<\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"246\">tidak<\/td>\n<td width=\"76\">0<\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td rowspan=\"2\" width=\"151\">i\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 diagnosis sekunder (? 2 diagnosis medis)<\/td>\n<td width=\"246\">ya<\/td>\n<td width=\"76\">15<\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"246\">tidak<\/td>\n<td width=\"76\">0<\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td rowspan=\"3\" width=\"151\">alat bantu<\/td>\n<td width=\"246\">Berpegangan pada perabot<\/td>\n<td width=\"76\">30<\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"246\">tongkat\/alat penopang<\/td>\n<td width=\"76\">15<\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"246\">tidak ada\/kursi roda\/perawat\/tirah baring<\/td>\n<td width=\"76\">0<\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td rowspan=\"2\" width=\"151\">terpasang infus<\/td>\n<td width=\"246\">ya<\/td>\n<td width=\"76\">20<\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"246\">tidak<\/td>\n<td width=\"76\">0<\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td rowspan=\"3\" width=\"151\">gaya berjalan<\/td>\n<td width=\"246\">terganggu<\/td>\n<td width=\"76\">20<\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"246\">lemah<\/td>\n<td width=\"76\">10<\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"246\">normal\/tirah baring\/imobilisasi<\/td>\n<td width=\"76\">0<\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td rowspan=\"2\" width=\"151\">status mental<\/td>\n<td width=\"246\">\u00a0 sering lupa akan keterbatasan yang dimiliki<\/td>\n<td width=\"76\">15<\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"246\">sadar akan kemampuan diri sendiri<\/td>\n<td width=\"76\">0<\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"151\"><\/td>\n<td width=\"246\"><\/td>\n<td width=\"76\"><strong>Total<\/strong><\/td>\n<td width=\"57\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>Morse Fall Scale (Skala Jatuh Morse)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kategori:<\/p>\n<p>Risiko tinggi\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 =\u00a0 ? 45<\/p>\n<p>Risiko sedang\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 =\u00a0 25 \u2013 44<\/p>\n<p>Risiko rendah\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 =\u00a0 0 &#8211; 24<\/p>\n<p>Pengkajian tersebut dilakukan oleh perawat dan kemudian dapat dijadikan dasar pemberian rekomendasi kepada dokter untuk tatalaksana lebih lanjut.<\/p>\n<p>Perawat memasang gelang risiko berwarna <strong>KUNING<\/strong> di pergelangan tangan pasien dan mengedukasi pasien dan atau keluarga maksud pemasangan gelang tersebut.<\/p>\n<p><strong>SPO Pengkajian dan pencegahan pasien risiko jatuh<\/strong><\/p>\n<p>Pengkajian ulang dilakukan oleh perawat secara berkala sesuai hasil penilaian risiko jatuh pasien dan jika terjadi perubahan kondisi pasien atau pengobatan.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"45\"><strong>11.<\/strong><\/td>\n<td width=\"162\">Apa yang dilakukan jika ada pasien yang jatuh?<\/td>\n<td width=\"420\">Dilakukan tatalaksana pasien jatuh dan membuat laporan insiden keselamatan pasien.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>HAK PASIEN DAN KELUARGA (HPK)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>NO.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\"><strong>PERTANYAAN<\/strong><\/td>\n<td width=\"420\"><strong>JAWABAN<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>1. <\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Tahukah Anda tentang bagaimana hak pasien di rumah sakit?<\/td>\n<td width=\"420\">RS Akreditasi bertanggung jawab untuk melindungi dan mengedepankan hak pasien dan keluarga sesuai <strong>UU RI No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit<\/strong> yaitu :<\/p>\n<p>a.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.<\/p>\n<p>b.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak informasi tentang hak dan kewajiban pasien.<\/p>\n<p>c.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur dan tanpa diskriminasi.<\/p>\n<p>d.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai sengan standar profesi dan standar prosedur operasional.<\/p>\n<p>e.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi.<\/p>\n<p>f.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan.<\/p>\n<p>g.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.<\/p>\n<p>h.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Ijin Praktek (SIP) baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit.<\/p>\n<p>i.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak mendapat privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data \u2013 data medisnya.<\/p>\n<p>j.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, resiko dan kompliksi yang mungkin terjadi dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan.<\/p>\n<p>k.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.<\/p>\n<p>l.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.<\/p>\n<p>m.\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama\/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.<\/p>\n<p>n.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah Sakit.<\/p>\n<p>o.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak mengajukan usul, saran, perbaikan atas perilaku Rumah Sakit terhadap dirinya.<\/p>\n<p>p.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya.<\/p>\n<p>q.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak menggugat dan\/atau menuntut Rumah Sakit apabila Rumah Sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengabn standar baik secara perdata maupun pidana.<\/p>\n<p>r.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pasien berhak mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan pertauran perundang \u2013 undangan.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>2.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana prosedur pemberian informasi dan edukasi kepada pasien &amp; keluarga?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td width=\"420\">Pemberian informasi dan edukasi diberikan sesuai kebutuhan, dan diberikan oleh petugas dengan kompetensi yang sesuai. Dalam pemberian informasi dan edukasi ini dikoordinasi oleh <strong>Panitia PKRS.<\/strong><\/p>\n<p><strong>SPO Pemberian informasi dan edukasi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>3.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana prosedur pemberian informed consent kepada pasien &amp; keluarga?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td width=\"420\"><strong>Persetujuan Tindakan Kedokteran (acuan : <\/strong><strong>PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 290\/MENKES\/PER\/III\/2008<\/strong><\/p>\n<p><strong>TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN<\/strong><strong> ) <\/strong><\/p>\n<p>\u00a7 Pernyataan persetujuan (lnformed Consent) dari pasien didapat melalui suatu proses yang ditetapkan rumah sakit dan dilaksanakan oleh staf yang terlatih, dalam bahasa yang dipahami pasien.<\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0 SPO Pemberian Informed Consent<\/strong><\/p>\n<p>\u00a7 Informed consent diperoleh sebelum operasi, anestesi, penggunaan darah atau produk darah dan tindakan serta pengobatan lain yang berisiko tinggi.<\/p>\n<p>\u00a7 Semua tindakan kedokteran harus mendapat persetujuan pasien dan atau keluarga setelah mendapat penjelasan yang cukup tentang hal-hal yang berkaitan dengan tindakan tersebut dari <strong>Dokter Penanggungjawab Pasien (DPJP).<\/strong><\/p>\n<p>Yang berhak untuk memberikan persetujuan setelah mendapatkan informasi\u00a0 adalah.<\/p>\n<p>a. Pasien sendiri, yaitu apabila telah berumur 21 tahun atau telah menikah.<\/p>\n<p>b. Bagi Pasien dibawah umur 21 tahun, persetujuan (informed consent) atau Penolakan Tindakan Medis diberikan oleh mereka menurut urutan hak sebagai berikut :<\/p>\n<p>1) Ayah\/ Ibu Kandung<\/p>\n<p>2) Saudara \u2013 saudara kandung<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>c. Bagi pasien dibawah umur 21 tahun dan tidak mempunyai orang tua atau orang tuanya berhalangan hadir, persetujuan (Informed Consent) atau Penolakan Tindakan medis diberikan oleh mereka menurut hak sebagai berikut :<\/p>\n<p>1)\u00a0\u00a0 Ayah\/Ibu Adopsi<\/p>\n<p>2)\u00a0\u00a0 Saudara \u2013 saudara Kandung<\/p>\n<p>3)\u00a0\u00a0 Induk Semang<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>d. Bagi pasien dewasa dengan gangguan mental, persetujuan (Informed Consent) atau penolakan penolakan tindakan medis diberikan oleh mereka menurut hak sebagai berikut:<\/p>\n<p>1)\u00a0\u00a0 Ayah\/Ibu kandung<\/p>\n<p>2)\u00a0\u00a0 Wali yang sah<\/p>\n<p>3)\u00a0\u00a0 Saudara \u2013 Saudara Kandung<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>e. Bagi pasien dewasa yang berada dibawah pengampunan (curatelle) Persetujuan atau penolakan tindakan medis diberikan menurut hal tersebut.<\/p>\n<p>1)\u00a0\u00a0 Wali<\/p>\n<p>2)\u00a0\u00a0 Curator<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>f.\u00a0 Bagi Pasien dewasa yang telah menikah\/ orang tua, persetujuan atau penolakan tindakan medik diberikan pleh mereka menurut urutan hal tersebut.<\/p>\n<p>1)\u00a0\u00a0 Suami\/ Istri<\/p>\n<p>2)\u00a0\u00a0 Ayah\/ Ibu Kandung<\/p>\n<p>3)\u00a0\u00a0 Anak- anak Kandung<\/p>\n<p>4)\u00a0\u00a0 Saudara \u2013 saudara Kandung<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u00a7 Informed consent menginformasikan tentang : diagnosis (WD &amp; DD), dasar diagnosis, tindakan kedokteran, indikasi tindakan, tata cara, tujuan, risiko, komplikasi, prognosis, alternatif &amp; risiko.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>4.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana pasien mendapatkan informasi pelayanan kerohanian di RS?<\/td>\n<td width=\"420\">Pelayanan kerohanian terdiri dari pelayanan kerohanian rutin dan atas permintaan. Pasien yang membutuhkan pelayanan kerohanian akan mengisi formulir permintaan pelayanan kerohanian. Kemudian perawat akan menghubung petugas terkait sesuai daftar yang ada.<\/p>\n<p><strong>SPO Pelayanan Kerohanian<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>5.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana RS melindungi kebutuhan privasi pasien?<\/td>\n<td width=\"420\">Saat dilakukan pemeriksaan, konsultasi, tatalaksana antar pasien akan dibatasi dengan tirai.<\/p>\n<p><strong>SPO Perlindungan Kebutuhan Privasi Pasien<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>6.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana RS melindungi pasien terhadap kekerasan fisik?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td width=\"420\">\u00a7 Kriteria kekerasan fisik di lingkungan Rumah Sakit terdiri atas: pelecehan seksual, pemukulan, penelantaran dan pemaksaan fisik terhadap pasien baik yang dilakukan oleh penunggu \/pengunjung pasien maupun petugas.<\/p>\n<p>\u00a7 Kecuali terdapat indikasi, petugas kesehatan dapat melakukan pemaksaan fisik (seperti pengekangan) sesuai standar medis dan etika rumah sakit yang berlaku.<\/p>\n<p>\u00a7 Setiap petugas keamanan sudah terlatih untuk menangani hal tersebut.<\/p>\n<p>\u00a7 Setiap pasien\/pengunjung\/karyawan yang berada dalam rumah sakit harus menggunakan tanda pengenal berupa gelang identitas pasien, kartu visitor\/pengunjung atau name tag karyawan.<\/p>\n<p><strong>SPO Perlindungan Terhadap Kekerasan Fisik<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>7.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana prosedur melindungi barang milik pasien?<\/td>\n<td width=\"420\"><strong>SPO Perlindungan Barang Milik Pasien\u00a0 <\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>8.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Apa yang dilakukan RS jika pasien menolak\/ memberhentikan tindakan (resusitasi) atau pengobatan yang diberikan?<\/td>\n<td width=\"420\">Rumah sakit menghormati keinginan dan pilihan pasien untuk menolak pelayanan resusitasi.<\/p>\n<p>Keputusan untuk tidak melakukan RJP harus dicatat di <strong>rekam medis<\/strong> pasien dan di <strong>formulir <em>Do Not Resuscitate <\/em>(DNR). <\/strong>Formulir DNR harus diisi dengan lengkap dan disimpan di rekam medis pasien.<\/p>\n<p>Alasan diputuskannya tindakan DNR dan orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan harus dicatat di rekam medis pasien dan formulir DNR. Keputusan harus dikomunikasikan kepada semua orang yang terlibat dalam aspek perawatan pasien.<\/p>\n<p><strong>SPO Penolakan Tindakan atau Pengobatan<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA (PPK)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>NO.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\"><strong>PERTANYAAN<\/strong><\/td>\n<td width=\"420\"><strong>JAWABAN<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>1.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Siapa yang memberikan edukasi kepada pasien &amp; keluarga?<\/td>\n<td width=\"420\">Semua pemberian informasi dan edukasi kepada pasien dan keluarga diberikan oleh petugas yang berkompeten dan dikoordinasi oleh Panitia PKRS.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>2.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana prosedur pemberian informasi atau edukasi kepada pasien &amp; keluarga?<\/td>\n<td width=\"420\"><strong>SPO Pemberian informasi atau edukasi <\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>3.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana cara Anda mengetahui pencapaian keberhasilan edukasi yang diberikan?<\/td>\n<td width=\"420\">&nbsp;<\/p>\n<p>Melakukan verifikasi bahwa pasien dan keluarga bisa menerima dan memahami edukasi yang diberikan.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>SPO Pemberian informasi atau edukasi<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>4.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Apa bukti edukasi telah diberikan kepada pasien?<\/td>\n<td width=\"420\">\u00a7 Ada bahan materi yang diberikan kepada pasien dan atau keluarga<\/p>\n<p>\u00a7 Ada dokumen pemberian edukasi berupa formulir pemberian edukasi yang ditandatangani oleh pemberi edukasi dan penerima edukasi.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>NO.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\"><strong>PERTANYAAN<\/strong><\/td>\n<td width=\"420\"><strong>JAWABAN<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>1.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Apakah definisi kejadian sentinel?<\/td>\n<td width=\"420\">\u00a7 Insiden\u00a0 meliputi Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), Kejadian Nyaris Cedera (KNC), Kejadian Tidak Cedera (KTC) , Kejadian Potensial Cedera (KPC) dan Kejadian Sentinel.<\/p>\n<p>\u00a7 Kejadian sentinel adalah suatu KTD yang mengakibatkan kematian atau cedera yang serius; biasanya dipakai untuk kejadian yang sangat tidak diharapkan atau tidak dapat diterima seperti: operasi pada bagian tubuh yang salah.<\/p>\n<p>\u00a7 Kejadian sentinel :<\/p>\n<p>o\u00a0 Kematian tidak terduga dan tidak terkait dengan perjalanan alamiah atau kondisi yang mendasari penyakitnya . Contoh bunuh diri<\/p>\n<p>o\u00a0 Kehilangan fungsi utama (major) secara permanen yang tidak terkait dengan perjalanan alamiah penyakit pasien atau kondisi yang mendasari penyakitnya<\/p>\n<p>o\u00a0 Salah lokasi, salah prosedur, salah pasien operasi<\/p>\n<p>o\u00a0 Penculikan bayi atau bayi yang dipulangkan bersama orang yang bukan orang tuanya.<\/p>\n<p>\u00a7 Pelaporan insiden tidak boleh lebih dari 2 x 24 jam<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>2.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana prosedur pelaporan insiden?<\/td>\n<td width=\"420\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGS)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\">NO.<\/td>\n<td width=\"161\">PERTANYAAN<\/td>\n<td width=\"420\">JAWABAN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">1.<\/td>\n<td width=\"161\">Apa yang Anda ketahui tentang PONEK RS?<\/td>\n<td width=\"420\">Rumah sakit melaksanakan program PONEK <strong>(Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif)<\/strong> untuk menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan kesehatan ibu.<\/p>\n<p>Rumah sakit membentuk Tim\/Panitia PONEK untuk menjalankan program PONEK RS.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">2.<\/td>\n<td width=\"161\">Apa yang Anda ketahui tentang TB-DOTS RS?<\/td>\n<td width=\"420\">Rumah sakit melaksanakan penanggulangan TB sesuai dengan pedoman strategi DOTS <strong>(Direct Observe Treatment Shortcourse)<\/strong><\/p>\n<p>Rumah sakit membentuk Tim\/Panitia TB DOTS untuk menjalankan program TB DOTS RS.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>AKSES KE PELAYANAN DAN KONTINUITAS PELAYANAN (APK)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>NO.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\"><strong>PERTANYAAN<\/strong><\/td>\n<td width=\"420\"><strong>JAWABAN<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>1.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana prosedur skrining di IGD?<\/td>\n<td width=\"420\">\u00a7 Skrining dilakukan pada kontak pertama di dalam atau di luar RS untuk menetapkan apakah pasien dapat dilayani oleh RS.<\/p>\n<p>\u00a7 Skrining dilaksanakan melalui kriteria triase, visual atau pengamatan, pemeriksaan fisik, psikologik, laboratorium klinik atau diagnostik imajing sebelumnya.<\/p>\n<p><strong>SPO Skrining Pasien<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>2.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana prosedur penerimaan pasien rawat inap dan rawat jalan?<\/td>\n<td width=\"420\"><strong>SPO Penerimaan Pasien Rawat Inap<\/strong><\/p>\n<p><strong>SPO Penerimaan Pasien Rawat Jalan<\/strong><\/p>\n<p><strong>SPO Penahanan Pasien untuk diobservasi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>3.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana prosedur triase?<\/td>\n<td width=\"420\">Rumah sakit melaksanakan proses triase berbasis bukti untuk memprioritaskan pasien sesuai dengan kegawatannya menggunakan <strong>ATS (Australian Triage Scale)<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>4.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana RS mengidentifikasi hambatan di populasinya dalam memberikan pelayanan ?<\/td>\n<td width=\"420\">RS mengidentifikasi hambatan di populasinya dengan membuat kajian data cakupan antara lain area cakupan, etnis dan agama. Selain itu juga dikaji faktor biologis dan psikososialnya.<\/p>\n<p>Untuk\u00a0 mengatasi hambatan\/ kendala keterbatasan fisik dalam populasinya, RS Akreditasi memiliki prosedur penanganan bagi mereka dengan keterbatasan fisik.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>5.<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"2\" width=\"580\">Bagaimana prosedur transfer yang berlaku di rumah sakit?<\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"551\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"69\"><strong>PASIEN<\/strong><\/td>\n<td width=\"94\"><strong>PETUGAS<\/strong><\/p>\n<p><strong>PENDAMPING<\/strong><\/td>\n<td width=\"255\"><strong>KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN<\/strong><\/td>\n<td width=\"132\"><strong>PERALATAN UTAMA<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"69\"><strong>DERAJAT 0<\/strong><\/td>\n<td width=\"94\">\u00a0TPK\/ Petugas<\/p>\n<p>Keamanan<\/td>\n<td width=\"255\">Bantuan hidup dasar<\/td>\n<td width=\"132\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"69\"><strong>DERAJAT <\/strong><\/p>\n<p><strong>0,5 <\/strong><\/p>\n<p><strong>(ORANG<\/strong> <strong>TUA<\/strong><strong>\/ <\/strong><strong>DELIRIUM)<\/strong><\/td>\n<td width=\"94\">\u00a0TPK\/ Petugas<\/p>\n<p>Keamanan<\/td>\n<td width=\"255\">Bantuan hidup dasar<\/td>\n<td width=\"132\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"69\"><strong>DERAJAT 1<\/strong><\/td>\n<td width=\"94\">Perawat\/<\/p>\n<p>Petugas<\/p>\n<p>berpengalaman<\/p>\n<p>(sesuai dengan<\/p>\n<p>kebutuhan<\/p>\n<p>pasien)<\/td>\n<td width=\"255\">Bantuan hidup dasar, pelatihan tabung gas,<\/p>\n<p>pemberian obat- obatan, kenal akan tanda<\/p>\n<p>deteriorasi, keterampilan trakeostomi<\/p>\n<p>dan suction<\/td>\n<td width=\"132\">Oksigen, suction, tiang<\/p>\n<p>infuse portabel, pompa<\/p>\n<p>infuse dengan Baterai,<\/p>\n<p>oksimetri denyut<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"69\"><strong>DERAJAT 2<\/strong><\/td>\n<td width=\"94\">Perawat dan<\/p>\n<p>Petugas<\/p>\n<p>keamanan\/ TPK<\/td>\n<td width=\"255\">Semua ketrampilan di atas, ditambah : dua<\/p>\n<p>tahun pengalaman dalam perawatan intensif<\/p>\n<p>(oksigenasi, sungkup pernapasan,<\/p>\n<p>defibrillator, monitor)<\/td>\n<td width=\"132\">Semua peralatan di<\/p>\n<p>atas, ditambah:<\/p>\n<p>monitor EKG dan<\/p>\n<p>tekanan darah dan<\/p>\n<p>defibrillator<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"69\"><strong>DERAJAT 3<\/strong><\/td>\n<td width=\"94\">Dokter,<\/p>\n<p>perawat, dan<\/p>\n<p>TPK\/ Petugas<\/p>\n<p>keamanan<\/td>\n<td width=\"255\">Standar kompetensi dokter harus di atas<\/p>\n<p>standar minimal :<\/p>\n<p>Dokter:<\/p>\n<p>\u00b7 Minimal 6 bulan pengalaman mengenai perawatan pasien intensif dan bekerja di ICU<\/p>\n<p>\u00b7 Keterampilan bantuan hidup dasar dan lanjut<\/p>\n<p>\u00b7 Keterampilan menangani permasalahan jalan napas dan pernapasan, minimal level ST 3 atau sederajat.<\/p>\n<p>\u00b7 Harusmengikutipelatihanuntuk transfer pasiendengansakitberat \/ kritis<\/p>\n<p>Perawat:<\/p>\n<p>\u00b7 Minimal 2 tahun bekerja di ICU<\/p>\n<p>\u00b7 Keterampilan bantuan hidup dasar dan lanjut<\/p>\n<p>\u00b7 Harus mengikuti pelatihan untuk transfer pasien dengan sakit berat \/ kritis<\/td>\n<td width=\"132\">Monitor ICU portable<\/p>\n<p>yang Lengkap,<\/p>\n<p>ventilator dan alat<\/p>\n<p>transfer yang<\/p>\n<p>memenuhi standar<\/p>\n<p>minimal.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>TRANSFER INTRA RUMAH SAKIT<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>TRANSFER ANTAR RUMAH SAKIT<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<table width=\"555\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"79\"><strong>PASIEN<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\"><strong>PETUGAS<\/strong><\/p>\n<p><strong>PENDAMPING<\/strong><\/td>\n<td width=\"255\"><strong>KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN<\/strong><\/td>\n<td width=\"137\"><strong>PERALATAN UTAMA<\/strong><\/p>\n<p><strong>DAN JENI<\/strong><strong>S <\/strong><strong>KENDARAAN<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"79\"><strong>DERAJAT 0<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">Petugas<\/p>\n<p>ambulan<\/td>\n<td width=\"255\">Bantuan hidup dasar (BHD)<\/td>\n<td width=\"137\">Kendaraan High<\/p>\n<p>Dependency Service<\/p>\n<p>(HDS)\/ Ambulan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"79\"><strong>DERAJAT 0,5 <\/strong><\/p>\n<p><strong>(ORAN<\/strong><strong>G<\/strong><strong>TUA<\/strong><\/p>\n<p><strong>\/DELIRIUM)<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">Petugas<\/p>\n<p>ambulan dan<\/p>\n<p>paramedis<\/td>\n<td width=\"255\">Bantuan hidup dasar<\/td>\n<td width=\"137\">Kendaraan HDS\/<\/p>\n<p>Ambulan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"79\"><strong>DERAJAT 1<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">Petugas<\/p>\n<p>ambulan dan<\/p>\n<p>perawat<\/td>\n<td width=\"255\">Bantuan hidup dasar, pemberian oksigen,<\/p>\n<p>Pemberian obat-obatan, kenal akan tanda<\/p>\n<p>deteriorasi, Keterampilan perawatan,<\/p>\n<p>trakeostomi dan suction<\/td>\n<td width=\"137\">Kendaraan HDS\/<\/p>\n<p>ambulan, oksigen,<\/p>\n<p>suction, tiang infus<\/p>\n<p>portabel, Infus<\/p>\n<p>pump denganbaterai,<\/p>\n<p>oksimetri<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"79\"><strong>DERAJAT 2<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">Dokter,<\/p>\n<p>perawat dan<\/p>\n<p>petugas<\/p>\n<p>ambulans<\/td>\n<td width=\"255\">Semua ketrampilan di atas, ditambah:<\/p>\n<p>penggunaan alat pernapasan, bantuan hidup<\/p>\n<p>lanjut, penggunaan kantong pernapasan (bag-<\/p>\n<p>valve mask), penggunaan defibrillator,<\/p>\n<p>penggunaan monitor intensif<\/td>\n<td width=\"137\">Ambulan , semua<\/p>\n<p>peralatan di atas,<\/p>\n<p>ditambah: monitor EKG<\/p>\n<p>dan tekanan darah dan<\/p>\n<p>defibrillator bila<\/p>\n<p>diperlukan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"79\"><strong>DERAJAT 3<\/strong><\/td>\n<td width=\"85\">Dokter,<\/p>\n<p>perawat, dan<\/p>\n<p>petugas<\/p>\n<p>ambulan<\/td>\n<td width=\"255\">Dokter:<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Minimal 6 bulan pengalaman mengenai perawatan pasien intensif dan bekerja di ICU<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Keterampilan bantuan hidup dasar dan lanjut<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Keterampilan menangani permasalahan jalan napas dan pernapasan, minimal level ST 3 atau sederajat.<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Harus mengikuti pelatihan untuk transfer pasien dengan sakitberat \/ kritis<\/p>\n<p>Perawat:<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Minimal 2 tahun bekerja di ICU<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Keterampilan bantuan hidup dasar dan lanjut<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Harus mengikuti pelatihan untuk transfer pasien dengan sakit berat \/ kritis<\/td>\n<td width=\"137\">Ambulan lengkap\/ AGD<\/p>\n<p>118, monitor ICU<\/p>\n<p>portabel yang lengkap,<\/p>\n<p>ventilator dan peralatan<\/p>\n<p>transfer yang memenuhi<\/p>\n<p>standar minimal.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>TRANSFER ANTAR RUMAH SAKIT<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>6.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana prosedur pemulangan pasien?<\/td>\n<td width=\"420\">Perencanaan pemulangan bagi pasien dibuat 1&#215;24 jam setelah pasien diterima sebagai pasien rawat inap.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>ASESMEN PASIEN (AP)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>NO.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\"><strong>PERTANYAAN<\/strong><\/td>\n<td width=\"420\"><strong>JAWABAN<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">1.<\/td>\n<td colspan=\"2\" width=\"580\">Bagaimana prosedur pengkajian status gizi pasien di rumah sakit?<\/p>\n<p>Status gizi dinilai dengan menggunakan kriteria <strong>MUST (Malnutrition Universal Screening Tool) <\/strong>untuk mengidentifikasi dan menatalaksana pasien dewasa yang mengalami gizi buruk, kurang gizi atu obesitas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kelima langkah MUST adalah sebagai berikut:<\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>Langkah 1: <\/strong>hitung Indeks Massa Tubuh (IMT) pasien dengan menggunakan kurva di bawah ini dan berikanlah skor.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Langkah 2: <\/strong>nilai persentase kehilangan berat badan yang tak direncanakan menggunakan tabel di bawah ini, dan berikanlah skor.<\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Langkah 3 : <\/strong>nilai adanya efek\/pengaruh akut dari penyakit yang diderita pasien, dan berikan skor (rentang antara 0-2). Sebagai contoh, jika pasien sedang mengalami penyakit akut dan sangat sedikit \/ tidak terdapat asupan makanan &gt; 5 hari, diberikan skor 2.<\/p>\n<p><strong>Langkah 4 : <\/strong>tambahkan skor yang diperoleh dari langkah 1, 2, dan 3 untuk menilai adanya risiko malnutrisi.<\/p>\n<p>i.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Skor 0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 = risiko rendah<\/p>\n<p>ii.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Skor 1 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 = risiko sedang<\/p>\n<p>iii.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Skor ? 2\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 = risiko tinggi<\/p>\n<p><strong>Langkah 5:<\/strong> gunakan panduan tatalaksana untuk merencanakan strategi keperawatan berikut ini.<\/p>\n<p><strong>Risiko rendah<\/strong><\/p>\n<p>Perawatan rutin: ulangi skrining pada pasien di rumah sakit (tiap minggu), pada pasien<\/p>\n<p>rawat jalan (tiap bulan), masyarakat umum dengan usia &gt; 75 tahun (tiap tahun).<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Risiko sedang<\/strong><\/p>\n<p>Observasi:<\/p>\n<p>o\u00a0\u00a0 Catat asupan makanan selama 3 hari<\/p>\n<p>o\u00a0\u00a0 Jika asupan adekuat, ulangi skrining: pasien di rumah sakit (tiap minggu), pada pasien rawat jalan (tiap bulan), masyarakat umum (tiap 2-3 bulan).<\/p>\n<p>o\u00a0\u00a0 Jika tidak adekuat, rencanakan strategi untuk perbaikan dan peningkatan asupan nutrisi, pantau dan kaji ulang program pemberian nutrisi secara teratur.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Risiko tinggi<\/strong><\/p>\n<p>Tatalaksana:<\/p>\n<p>o\u00a0\u00a0 Rujuk ke ahli gizi<\/p>\n<p>o\u00a0\u00a0 Perbaiki dan tingkatkan asupan nutrisi<\/p>\n<p>o\u00a0\u00a0 Pantau dan kaji ulang program pemberian nutrisi: pada pasien di rumah sakit (tiap minggu), pada pasien rawat jalan (tiap bulan), masyarakat umum (tiap bulan).<\/p>\n<p>Untuk semua kategori:<\/p>\n<p>a)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Atasi penyakit yang mendasari dan berikan saran dalam pemilihan jenis makanan<\/p>\n<p>b)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Catat kategori risiko malnutrisi<\/p>\n<p>c)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Catat kebutuhan akan diet khusus dan ikuti kebijakan setempat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">2.<\/td>\n<td colspan=\"2\" width=\"580\">Bagaimana prosedur pengkajian nyeri di rumah sakit?<\/p>\n<p>Pengkajian rasa nyeri menggunakan <strong>Neonatal Infants Pain Scale (NIPS)<\/strong> untuk usia &lt; 1 tahun, <strong>FLACCS<\/strong> untuk usia 1-3 tahun, <strong>Wong Baker Faces Rating Scale<\/strong> untuk usia &gt; 3 tahun dan <strong>Numeric Scale<\/strong> untuk dewasa. <strong>Comfort Scale<\/strong> digunakan pada pasien bayi, anak, dan dewasa di ruang rawat intensif \/ kamar operasi \/ ruang rawat inap yang tidak dapat dinilai menggunakan <em>Numeric Rating Scale Wong-Baker FACES Pain Scale.<\/em><\/p>\n<p><strong>NEONATAL INFANTS PAIN SCALE (NIPS)<\/strong><\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"222\"><strong>PARAMETER <\/strong><\/td>\n<td width=\"180\"><strong>FINDING <\/strong><\/td>\n<td width=\"130\"><strong>POINTS <\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"222\">Ekspresi wajah<\/td>\n<td width=\"180\">Santai<\/td>\n<td width=\"130\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" width=\"402\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Meringis<\/td>\n<td width=\"130\">1<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"222\">Menangis<\/td>\n<td width=\"180\">Tidak menangis<\/td>\n<td width=\"130\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" width=\"402\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Merengek<\/td>\n<td width=\"130\">1<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" width=\"402\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Menangis kuat<\/td>\n<td width=\"130\">2<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"222\">Pola bernapas<\/td>\n<td width=\"180\">Santai<\/td>\n<td width=\"130\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" width=\"402\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Perubahan pola bernapas<\/td>\n<td width=\"130\">1<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"222\">Lengan<\/td>\n<td width=\"180\">Santai<\/td>\n<td width=\"130\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" width=\"402\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Fleksi\/extensi<\/td>\n<td width=\"130\">1<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"222\">Kaki<\/td>\n<td width=\"180\">Santai<\/td>\n<td width=\"130\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" width=\"402\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Fleksi\/extensi<\/td>\n<td width=\"130\">1<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"222\">Keadaan rangsangan<\/td>\n<td width=\"180\">Tertidur\/ bangun<\/td>\n<td width=\"130\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" width=\"402\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Rewel<\/td>\n<td width=\"130\">1<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pada bayi prematur, ditambahkan dua parameter lagi yaitu heart rate dan saturasi oksigen.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"553\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"194\">Heart Rate<\/td>\n<td width=\"246\">10%\u00a0 dari baseline<\/td>\n<td width=\"113\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" width=\"439\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a011-20% dari \u00a0baseline<\/td>\n<td width=\"113\">1<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" width=\"439\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 &gt;20% dari baseline<\/td>\n<td width=\"113\">2<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"194\">Saturasi oksigen<\/td>\n<td width=\"246\">Tidak diperlukan oksigen tambahan<\/td>\n<td width=\"113\">0<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" width=\"439\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penambahan oksigen diperlukan<\/td>\n<td width=\"113\">1<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"554\"><strong>SKOR\u00a0\u00a0 0<\/strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Tidak nyeri\u00a0\u00a0 <strong>1-2\u00a0\u00a0 : <\/strong>Nyeri ringan\u00a0\u00a0 <strong>\u00a03-4\u00a0\u00a0 : <\/strong>Nyeri sedang\u00a0\u00a0 <strong>\u00a0&gt; 4<\/strong> : Nyeri hebat<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"558\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"104\"><strong>KATEGORI<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"3\" width=\"454\"><strong>PARAMETER<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"104\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/td>\n<td width=\"142\"><strong>0<\/strong><\/td>\n<td width=\"142\"><strong>1<\/strong><\/td>\n<td width=\"170\"><strong>2<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"104\"><strong>WAJAH<\/strong><\/td>\n<td width=\"142\">Tidak ada ekspresi tertentu atau senyum<\/td>\n<td width=\"142\">Sesekali meringis atau mengerutkan kening<\/td>\n<td width=\"170\">Sering untuk cemberut konstan, rahang,ditarik, tidak tertarik bergetar dagu.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"104\"><strong>KAKI<\/strong><\/td>\n<td width=\"142\">Normal posisi atau<\/p>\n<p>santai<\/td>\n<td width=\"142\">Tidak nyaman, gelisah,<\/p>\n<p>tegang<\/td>\n<td width=\"170\">Menendang, atau kaki<\/p>\n<p>disusun<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"104\"><strong>ACTIVITAS<\/strong><\/td>\n<td width=\"142\">Berbaring dengan tenang, posisi normal, bergerak dengan mudah<\/td>\n<td width=\"142\">Menggeliat, menggeser maju mundur, tegang<\/td>\n<td width=\"170\">Melengkung, kaku<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"104\"><strong>MENANGIS<\/strong><\/td>\n<td width=\"142\">Tidak ada teriakan (terjaga atau tertidur)<\/td>\n<td width=\"142\">Erangan atau rengekan,<\/p>\n<p>keluhan sesekali<\/td>\n<td width=\"170\">Menangis terus, teriakan atau isak tangis; sering keluhan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"104\"><strong>CONSOLABILITAS<\/strong><\/td>\n<td width=\"142\">Konten, santai<\/td>\n<td width=\"142\">Diyakinkan oleh menyentuh sesekali, memeluk,<\/td>\n<td width=\"170\">Sulit untuk konsol atau kenyamanan atau sedang berbicara; distractable<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"4\" width=\"558\"><strong>SKOR\u00a0\u00a0 0<\/strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Tidak nyeri\u00a0\u00a0 <strong>1-3\u00a0\u00a0 : <\/strong>Nyeri ringan\u00a0\u00a0 <strong>\u00a04-6\u00a0\u00a0 : <\/strong>Nyeri sedang\u00a0\u00a0 <strong>\u00a07-10<\/strong> : Nyeri hebat<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>FLACCS<\/strong><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>WONG BAKER FACES RATING SCALE &amp; NUMERIC SCALE<\/strong><\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"555\">\n<tbody>\n<tr>\n<td rowspan=\"2\" width=\"130\"><strong>KATEGORI<\/strong><\/td>\n<td rowspan=\"2\" width=\"425\"><strong>SKOR<\/strong><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"130\"><strong>KEWASPADAAN<\/strong><\/td>\n<td width=\"425\">1 \u2013 tidur pulas \/ nyenyak<\/p>\n<p>2 \u2013 tidur kurang nyenyak<\/p>\n<p>3 \u2013 gelisah<\/p>\n<p>4 \u2013 sadar sepenuhnya dan waspada<\/p>\n<p>5 \u2013 <em>hiper alert<\/em><\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"130\"><strong>KETENANGAN<\/strong><\/td>\n<td width=\"425\">1 \u2013 tenang<\/p>\n<p>2 \u2013 agak cemas<\/p>\n<p>3 \u2013 cemas<\/p>\n<p>4 \u2013 sangat cemas<\/p>\n<p>5 \u2013 panic<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"130\"><strong>DISTRESS PERNAPASAN<\/strong><\/td>\n<td width=\"425\">1 \u2013 tidak ada respirasi spontan dan tidak ada batuk<\/p>\n<p>2 \u2013 respirasi spontan dengan sedikit \/ tidak ada respons terhadap ventilasi<\/p>\n<p>3 \u2013 kadang-kadang batuk atau terdapat tahanan terhadap ventilasi<\/p>\n<p>4 \u2013 sering batuk, terdapat tahanan \/ perlawanan terhadap ventilator<\/p>\n<p>5 \u2013 melawan secara aktif terhadap ventilator, batuk terus-menerus \/ tersedak<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"130\"><strong>MENANGIS<\/strong><\/td>\n<td width=\"425\">1 \u2013 bernapas dengan tenang, tidak menangis<\/p>\n<p>2 \u2013 terisak-isak<\/p>\n<p>3 \u2013 meraung<\/p>\n<p>4 \u2013 menangis<\/p>\n<p>5 \u2013 berteriak<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"130\"><strong>PERGERAKAN<\/strong><\/td>\n<td width=\"425\">1 \u2013 tidak ada pergerakan<\/p>\n<p>2 \u2013 kedang-kadang bergerak perlahan<\/p>\n<p>3 \u2013 sering bergerak perlahan<\/p>\n<p>4 \u2013 pergerakan aktif \/ gelisah<\/p>\n<p>5 \u2013 pergrakan aktif termasuk badan dan kepala<\/td>\n<td width=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>COMFORT SCALE<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<table width=\"555\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"111\"><strong>TONUS OTOT<\/strong><\/td>\n<td width=\"444\">1 \u2013 otot relaks sepenuhnya, tidak ada tonus otot<\/p>\n<p>2 \u2013 penurunan tonus otot<\/p>\n<p>3 \u2013 tonus otot normal<\/p>\n<p>4 \u2013 peningkatan tonus otot dan fleksi jari tangan dan kaki<\/p>\n<p>5 \u2013 kekakuan otot ekstrim dan fleksi jari tangan dan kaki<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"111\"><strong>TEGANGAN WAJAH<\/strong><\/td>\n<td width=\"444\">1 \u2013 otot wajah relaks sepenuhnya<\/p>\n<p>2 \u2013 tonus otot wajah normal, tidak terlihat tegangan otot wajah yang nyata<\/p>\n<p>3 \u2013 tegangan beberapa otot wajah terlihat nyata<\/p>\n<p>4 \u2013 tegangan hampir di seluruh otot wajah<\/p>\n<p>5 \u2013 seluruh otot wajah tegang, meringis<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"111\"><strong>TEKANAN DARAH BASAL<\/strong><\/td>\n<td width=\"444\">1 \u2013 tekanan darah di bawah batas normal<\/p>\n<p>2 \u2013 tekanan darah berada di batas normal secara konsisten<\/p>\n<p>3 \u2013 peningkatan tekanan darah sesekali ?15% di atas batas normal (1-3 kali dalam observasi selama 2 menit)<\/p>\n<p>4 \u2013 seringnya peningkatan tekanan darah ?15% di atas batas normal (&gt;3 kali dalam observasi selama 2 menit)<\/p>\n<p>5 \u2013 peningkatan tekanan darah terus-menerus ?15%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"111\"><strong>DENYUT JANTUNG BASAL<\/strong><\/td>\n<td width=\"444\">1 \u2013 denyut jantung di bawah batas normal<\/p>\n<p>2 \u2013 denyut jantung berada di batas normal secara konsisten<\/p>\n<p>3 \u2013 peningkatan denyut jantung sesekali ?15% di atas batas normal (1-3 kali dalam observasi selama 2 menit)<\/p>\n<p>4 \u2013 seringnya peningkatan denyut jantung ?15% di atas batas normal (&gt;3 kali dalam observasi selama 2 menit)<\/p>\n<p>5 \u2013 peningkatan denyut jantung terus-menerus ?15%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"111\"><strong>\u00a0<\/strong><\/td>\n<td width=\"444\"><strong>TOTAL SKOR<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">3.<\/td>\n<td width=\"161\">Kapan asesmen awal harus diselesaikan?<\/td>\n<td width=\"420\">Asesmen medis dan keperawatan awal diselesaikan dalam waktu <strong>1&#215;24 jam<\/strong> setelah pasien masuk sebagai pasien rawat inap<\/p>\n<p>Asesmen medis awal yang dilakukan sebelum pasien masuk sebagai pasien rawat inap atau sebelum prosedur rawat jalan di rumah sakit tidak berlangsung lebih dari 30 hari atau riwayat kesehatan telah diperbarui dan pemeriksaan fisik diulang.<\/p>\n<p>Asesmen medis awal yang dilakukan sebelum pasien masuk sebagai pasien rawat inap atau sebelum prosedur rawat jalan di rumah sakit tidak berlangsung lebih dari 30 hari atau riwayat kesehatan telah diperbarui dan pemeriksaan fisik diulang.<\/p>\n<p>Untuk asesmen yang berusia kurang dari 30 hari, perubahan-perubahan signifikan dalam kondisi pasien semenjak asesmen dicatat dalam rekam medis pada saat penerimaan pasien sebagai pasien rawat inap.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>PELAYANAN PASIEN (PP)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>NO.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\"><strong>PERTANYAAN<\/strong><\/td>\n<td width=\"420\"><strong>JAWABAN<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>1.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Apa saja yang termasuk pasien dan pelayanan berisiko tinggi di RS Akreditasi?<\/td>\n<td width=\"420\">\u00a7 Pasien keadaan darurat.<\/p>\n<p>\u00a7 Pasien menggunakan layanan resusitasi<\/p>\n<p>\u00a7 Pasien dengan pemberian darah dan produk darah.<\/p>\n<p>\u00a7 Pasien yang menggunakan alat bantu kehidupan.<\/p>\n<p>\u00a7 Pasien yang menderita penyakit menular dan penurunan kekebalan tubuh (<em>immune-suppressed<\/em>).<\/p>\n<p>\u00a7 Pasien yang menjalani dialisis.<\/p>\n<p>\u00a7 Pasien\u00a0 yang menggunakan alat pengekang (<em>restraint<\/em>)<\/p>\n<p>\u00a7 Pasien lanjut usia, orang dengan keterbatasan, anak-anak, dan populasi yang berisiko diperlakukan tak senonoh.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>2.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana prosedur penyimpanan, penyajian dan pendistribusian makanan kepada pasien?<\/td>\n<td width=\"420\">Makanan disiapkan dan disimpan\u00a0 dengan cara mengurangi risiko kontaminasi dan pembusukan.<\/p>\n<p>Makanan didistribusi secara tepat waktu dan memenuhi permintaan.<\/p>\n<p><strong>SPO Penyimpanan, Penyajian dan Pendistribusian Makanan <\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>3.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana prosedur penanganan pasien-pasien dalam tahap terminal?<\/td>\n<td width=\"420\">Rumah sakit memahami kebutuhan pasien yang unik pada akhir kehidupan dengan menyediakan ruangan khusus bagi pasien tahap terminal.<\/p>\n<p><strong>SPO Pelayanan Pasien Terminal<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><strong>4.<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana prosedur penanganan pasien restraint?<\/td>\n<td width=\"420\">restraint adalah suatu metode \/ cara pembatasan \/ restriksi yang disengaja terhadap gerakan \/ perilaku seseorang.<\/p>\n<p>Jenis-jenis :<\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pembatasan Fisik<\/p>\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pembatasan Mekanis<\/p>\n<p>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Surveilans Teknologi<\/p>\n<p>4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pembatasan Kimia<\/p>\n<p><strong>SPO Penggunaan restraint<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>PELAYANAN ANESTESI DAN BEDAH (PAB)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"35\">NO.<\/td>\n<td width=\"273\">PERTANYAAN<\/td>\n<td width=\"308\">JAWABAN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"35\">1.<\/td>\n<td colspan=\"2\" width=\"581\">\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<table width=\"555\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"88\"><strong>\u00a0<\/strong><\/td>\n<td width=\"110\"><strong>Sedasi ringan \/ minimal (<em>anxiolysis<\/em>)<\/strong><\/td>\n<td width=\"102\"><strong>Sedasi sedang (pasien sadar)<\/strong><\/td>\n<td width=\"137\"><strong>Sedasi berat \/ dalam<\/strong><\/td>\n<td width=\"117\"><strong>Anestesi umum<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"88\"><strong>Respons<\/strong><\/td>\n<td width=\"110\">Respons normal terhadap stimulus verbal<\/td>\n<td width=\"102\">Merespons terhadap stimulus sentuhan<\/td>\n<td width=\"137\">Merespons setelah diberikan stimulus berulang \/ stimulus nyeri<\/td>\n<td width=\"117\">Tidak sadar, meskipun dengan stimulus nyeri<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"88\"><strong>Jalan napas<\/strong><\/td>\n<td width=\"110\">Tidak terpengaruh<\/td>\n<td width=\"102\">Tidak perlu intervensi<\/td>\n<td width=\"137\">Mungkin perlu intervensi<\/td>\n<td width=\"117\">Sering memerlukan intervensi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"88\"><strong>Ventilasi spontan<\/strong><\/td>\n<td width=\"110\">Tidak terpengaruh<\/td>\n<td width=\"102\">Adekuat<\/td>\n<td width=\"137\">Dapat tidak adekuat<\/td>\n<td width=\"117\">Sering tidak adekuat<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"88\"><strong>Fungsi kardiovaskular<\/strong><\/td>\n<td width=\"110\">Tidak terpengaruh<\/td>\n<td width=\"102\">Biasanya dapat dipertahankan dengan baik<\/td>\n<td width=\"137\">Biasanya dapat dipertahankan dengan baik<\/td>\n<td width=\"117\">Dapat terganggu<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"35\">2.<\/td>\n<td colspan=\"2\" width=\"581\">Wrong site, Wrong Procedure, Wrong Person Surgery<\/p>\n<p>Tiga komponen penting dalam prosedur pre operatif :<\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Proses verifikasi<\/p>\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Menandai lokasi yang akan dioperasi<\/p>\n<p>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <em>Time out<\/em><\/p>\n<p>\u00a7 Orang yang bertanggung jawab untuk membuat tanda pada pasien adalah Dokter Bedah\/Operator\u00a0yang akan melakukan tindakan.<\/p>\n<p>\u00a7 Dokter bedah\/operator yang membuat tanda itu harus hadir pada operasi tersebut.<\/p>\n<p>\u00a7 Penandaan titik yang akan dioperasi adalah sebelum pasien dipindahkan ke ruang di mana operasi akan dilakukan.\u00a0Pasien ikut dilibatkan, terjaga dan sadar; sebaiknya dilakukan sebelum pemberian obat pre-medikasi.<\/p>\n<p>\u00a7 Tanda berupa <strong>\u201cX\u201d<\/strong> di titik yang akan dioperasi.<\/p>\n<p>\u00a7 Tanda itu harus dibuat dengan pena atau spidol permanen berwarna hitam dan jika memungkinkan, harus terlihat sampai pasien disiapkan dan diselimuti.<\/p>\n<p>\u00a7 Lokasi untuk semua prosedur yang melibatkan sayatan, tusukan perkutan, atau penyisipan instrumen harus ditandai.<\/p>\n<p>\u00a7 Semua penandaan harus dilakukan bersamaan saat pengecekkan hasil pencitraan pasien diagnosis misalnya sinar-X, scan, pencitraan elektronik atau hasil test lainnya dan pastikan dengan\u00a0 catatan medis pasien dan gelang identitas pasien.<\/p>\n<p>\u00a7 Lokasi operasi ditandai pada semua kasus termasuk sisi (laterality), struktur multipel (jari tangan, jari kaki, lesi) atau multiple level (tulang belakang).<\/p>\n<p>Beberapa prosedur yang tidak memerlukan penandaan:<\/p>\n<p>\u00a7\u00a0 kasus organ tunggal (misalnya operasi jantung, operasi <em>caesar<\/em>)<\/p>\n<p>\u00a7\u00a0 kasus intervensi seperti kateter jantung<\/p>\n<p>\u00a7\u00a0 kasus yang melibatkan gigi<\/p>\n<p>\u00a7\u00a0 prosedur yang melibatkan bayi prematur di mana penandaan akan menyebabkan tato permanen<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam kasus-kasus di mana tidak dilakukan penandaan, alasan harus dapat dijelaskan dan dipertanggungjawabkan. Untuk pasien dengan warna kulit gelap, boleh digunakan warna selain hitam atau biru gelap (biru tua) agar penandaan jelas terlihat, misalnya warna merah. Pada kasus-kasus seperti operasi spinal, dapat dilakukan proses dua tahap yang meliputi penandaan preoperatif per level spinal (yang akan dioperasi) dan <em>interspace<\/em> spesifik intraoperatif menggunakan <em>radiographic marking<\/em>.<\/p>\n<p>Proses <strong>time out<\/strong> ini merupakan standar operasi yang meliputi pembacaan dan pengisian formulir <strong>sign in<\/strong> yang dilakukan <strong>sebelum pasien dianestesi<\/strong> di holding area, <strong>time out<\/strong> yang dilakukan di ruang operasi <strong>sesaat sebelum incisi<\/strong> pasien operasi dan <strong>sign out setelah operasi selesai<\/strong> (dapat dilakukan di recovery room). Proses sign in, time out dan sign out ini dipandu oleh <strong>perawat sirkuler dan diikuti oleh operator, dokter anestesi, perawat<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>MANAJEMEN PENGGUNAAN OBAT (MPO)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\">NO.<\/td>\n<td width=\"161\">PERTANYAAN<\/td>\n<td width=\"420\">JAWABAN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">1.<\/td>\n<td width=\"161\">Apa saja daftar obat-obatan yang termasuk dalam NORUM?<\/td>\n<td width=\"420\">Daftar obat-obatan<strong>NORUM (Nama Obat Rupa Ucapan Mirip) \/<\/strong> <strong>LASA ( Look A ike Sound Alike <\/strong>) dapat ditemukan di <strong>SPO Obat-obatan NORUM\/ LASA <\/strong>dan juga pada buku <em>quality and<\/em> <em>safety<\/em>.<\/p>\n<p>Contoh obat <em>look alike <\/em>adalah obat-obat dengan tampilan yang mirip namun sebenarnya berbeda dosis (misalnya Amlodipin 5 mg dan Amlodipin 10 mg). Sementara contoh obat <em>sound alike <\/em>adalah azithromycin dan erithromycin (terdengar mirip).<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">2.<\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana kebijakan penyimpanan elektrolit<\/p>\n<p>pekat di RS?<\/td>\n<td width=\"420\">Obat- obatan <em>high alert <\/em>(Kalium klorida 7,46% dalam ampul dan Natrium klorida 3% dalam kolf) hanya disimpan di ruang rawat intensif (ICU, NICU,HCU) ( di tempat yang ditandai dengan stiker merah). Obat high alert tersebut diberi <strong>stiker \u201chigh alert\u201d <\/strong>berwarna merah dan khusus untuk larutan elektrolit pekat juga diberi penandaan stiker yang bertuliskan <strong>\u201c elektrolit pekat, harus diencerkan sebelum<\/strong> <strong>diberikan!\u201d<\/strong>.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">3.<\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana prosedur pengelolaan obat emergensi di RS?<\/td>\n<td width=\"420\">\u00a7 Obat emergensi disimpan dalam troli\/kit\/lemari emergensi terkunci, diperiksa, dipastikan selalu tersedia dan harus diganti segera jika jenis dan jumlahnya sudah tidak sesuai lagi dengan daftar yang ditempel\/ digantung di troli\/kit\/lemari emergensi. Perbekalan farmasi dan penguncian troli tersebut dikontrol oleh farmasi.<\/p>\n<p>\u00a7 Troli akan dibuka 3 bulan sekali untuk dilakukan pemeriksaan kesesuaian perbekalan farmasi dengan daftar, ketepatan penyimpanan dan tanggal kadaluwarsa.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">4.<\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana alur pelaporan insiden apabila terjadi medication error ?<\/td>\n<td width=\"420\">Baik dokter maupun perawat yang menemukan terjadinya <em>medication error <\/em>boleh melaporkan kejadian tersebut.<\/p>\n<p><strong>SPO Pelaporan Insiden.<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">5.<\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimanakah kebijakan RS tentang persyaratan resep yang lengkap?<\/td>\n<td width=\"420\">Resep harus memenuhi kelengkapan:<\/p>\n<p>\u00a7 Nama pasien, tanggal lahir atau umur pasien (jika tidak dapat mengingat tanggal lahir), no rekam medik dan berat badan pasien (untuk pasien anak)<\/p>\n<p>\u00a7 Nama dokter, tanggal penulisan resep dan ruang pelayanan<\/p>\n<p>\u00a7 Mengisi kolom riwayat alergi obat pada bagian kanan atas lembar resep manual<\/p>\n<p>\u00a7 Menuliskan tanda R\/ pada setiap sediaan. Untuk nama obat tunggal ditulis dengan nama generik. Untuk obat kombinasi ditulis sesuai nama dalam Formularium, dilengkapi dengan bentuk sediaan obat (contoh: injeksi, tablet, kapsul, salep), serta kekuatannya (contoh: 500 mg, 1 gram)<\/p>\n<p>\u00a7 Bila obat berupa racikan dituliskan nama setiap jenis\/bahan obat dan jumlah bahan obat (untuk bahan padat : mikrogram, miligram, gram) dan untuk cairan: tetes, milliliter, liter.<\/p>\n<p>\u00a7 Pencampuran beberapa obat dalam satu sediaan tidak dianjurkan, kecuali sediaan dalam bentuk campuran tersebut telah terbukti aman dan efektif.<\/p>\n<p>\u00a7 Aturan pakai (frekuensi, dosis, rute pemberian). Untuk aturan pakai jika perlu atau prn atau \u201cpro re nata\u201d, harus dituliskan dosis maksimal dalam sehari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">6.<\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana prosedur pemberian obat yang berlaku di RS ini?<\/td>\n<td width=\"420\">Pemberian obat menggunakan prinsip <strong>7 benar<\/strong> :<\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Benar Pasien<\/p>\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Benar Indikasi<\/p>\n<p>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Benar Obat<\/p>\n<p>4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Benar Dosis<\/p>\n<p>5.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Benar Cara Pemberian<\/p>\n<p>6.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Benar Waktu Pemberian<\/p>\n<p>7.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Benar Dokumentasi<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI (MKI)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\">NO.<\/td>\n<td width=\"259\">PERTANYAAN<\/td>\n<td width=\"322\">JAWABAN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">1.<\/td>\n<td width=\"259\">Adakah standarisasi singkatan dan simbol yang boleh dipakai di RS ini?<\/td>\n<td width=\"322\">RS telah mensosialisasikan <strong>standarisasi singkatan dan simbol \u00a0<\/strong>yang boleh digunakan dalam pelayanan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">2.<\/td>\n<td width=\"259\">Bagaimana cara RS melindungi berkas rekam medis pasien dari kehilangan \/kerusakan \/penyalahgunaan?<\/td>\n<td width=\"322\">Rumah sakit mengembangkan suatu kebijakan bahwa yang diberikan kewenangan mengakses rekam medis klinis pasien adalah para praktisi kesehatan yang memberikan layanan kepada pasien tersebut.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>KUALIFIKASI DAN PENDIDIKAN STAF (KPS)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\">NO.<\/td>\n<td width=\"161\">PERTANYAAN<\/td>\n<td width=\"420\">JAWABAN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\"><\/td>\n<td width=\"161\">Dapatkah Anda menjelaskan uraian jabatan Anda?<\/td>\n<td width=\"420\">Uraian jabatan adalah proses, metode dan teknik untuk memperoleh data jabatan yang diolah menjadi informasi jabatan dan disajikan untuk kepentingan program pegawai serta memberikan umpan balik bagi organisasi dan tatalaksana.<\/p>\n<p>Uraian jabatan staf bersifat personal tergantung pada jabatan yang dimiliki.<\/p>\n<p>Secara umum uraian jabatan tersebut terdiri dari nama, jabatan, misi organisasi, misi jabatan, hasil kerja, bahan kerja, perangkat kerja, sifat jabatan, pelaksanaan tugas (uraian tugas, tanggung jawab dan wewenang), nama jabatan bawahan langsung, korelasi jabatan, kondisi pelaksanaan kerja, persyaratan jabatan, kondisi fisik, butiran informasi lain dan surat tugas.<\/p>\n<p>Uraian jabatan ini disimpan oleh bagian administrasi di masing- masing departemen\/divisi\/unit tempat bertugas dan salinannya harus dimiliki oleh setiap staf medis yang bersangkutan.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\">NO.<\/td>\n<td width=\"161\">PERTANYAAN<\/td>\n<td width=\"420\">JAWABAN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">1.<\/td>\n<td width=\"161\">Bagaimana pemilahan sampah medis dan non medis \/ benda tajam \/ cair<\/td>\n<td width=\"420\">Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit \u00a0telah menetapkan pemisahan sampah medis dan non medis.<\/p>\n<p>Sampah medis dibuang di tempat sampah medis berkantung plastik kuning<\/p>\n<p>Sampah non medis dibuang di tempat sampah non medis berkantung plastik hitam<\/p>\n<p>Sampah benda tajam dan jarum dibuang di tempat sampah khusus yang tidak dapat tembus (puncture proof) dan tidak di<em>reuse<\/em> yaitu safety box.<\/p>\n<p>Limbah cair dibuang di wastafel atau kloset<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">2.<\/td>\n<td width=\"161\">Apakah RS menerapkan pemisahan pasien infeksius dan non infeksius?<\/td>\n<td width=\"420\">Panitia \u00a0Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit telah menetapkan pemisahan pasien infeksius dan noninfeksius<\/p>\n<p>sesuai dengan SPO perawatan pasien di ruang isolasi infeksi. Pasien ditempatkan sesuai dengan sumber infeksi, apakah lewat kontak, airborne, dan droplet.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN (MFK)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"36\">NO.<\/td>\n<td width=\"161\">PERTANYAAN<\/td>\n<td width=\"420\">JAWABAN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">1.<\/td>\n<td colspan=\"2\" width=\"581\">\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><strong>PROSEDUR EVAKUASI<\/strong><\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tetap tenang, jangan panik, jangan berlari, ikuti petunjuk arah evakuasi atau dari petugas evakuasi<\/p>\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jangan mencoba mengambil barang yang tertinggal<\/p>\n<p>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Lepaskan sepatu hak tinggi<\/p>\n<p>4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Gunakan tangga darurat terdekat menuju jalur evakuasi<\/p>\n<p>5.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jangan gunakan lift,\u00a0 lift tidak bekerja sewaktu alarm berbunyi<\/p>\n<p>6.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jalan merangkak menuju tangga darurat, bila lorong dipenuhi asap<\/p>\n<p>7.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tutup hidung dan mulut dengan saputangan atau tissue yang telah dibasahi air guna menghindari dari kemungkinan menghirup zat-zat beracun.<\/p>\n<p>8.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Keluar menuju tempat berhimpun di halaman rumah sakit atau tempat lapang yang bebas dari bencana.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>JALUR EVAKUASI <\/strong><\/p>\n<p>Logistik, Teknisi, ICU, OK, IRNA 5, lantai 6,7,8 dan 9 \u00e0 Jalur evakuasi menuju pintu emergensi (arah selatan), menuruni tangga menuju titik berkumpul di lantai dasar\/halaman luar (arah timur).<\/p>\n<p>Alfa Mart \u00e0 Menuju pintu keluar arah timur, titik berkumpul di halaman luar arah timur.<\/p>\n<p>Laboratorium dan IRNA 3 \u00e0 Jalur evakuasi menuju tangga darurat bagian tengah (belakang lift), menuruni tangga menuju titik kumpul di lantai dasar\/ halaman luar\/ samping pos satpam\/ mushola (arah barat).<\/p>\n<p>Yapmedi, IRJ lantai 2 dan lantai 3, IRNA 2 \u00e0 Jalur evakuasi menuju tangga darurat arah TCM, menuruni tangga menuju lantai dasar ke pintu utama, titik berkumpul di halaman depan (tiang bendera)\/ arah utara.<\/p>\n<p>IRJ lantai 1, MCU, HD, Radiologi, Farmasi, Coffee bean \u00e0 Jalur evakuasi menuju pintu utama, titik berkumpul di halaman depan (tiang bendera)\/ arah utara.<\/p>\n<p>Admision\/registrasi, kasir, operator, gizi, Baskin Robin \u00e0 Jalur evekuasi menuju pintu samping tengah, titik berkumpul arah barat, samping pos satpam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">2.<\/td>\n<td colspan=\"2\" width=\"581\">\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Bagaimana prosedur penggunaan\u00a0 APAR?<\/p>\n<p>Prosedur penggunaan APAR:<\/p>\n<p>\u00a7 Tarik keluar segel pengaman handle picu<\/p>\n<p>\u00a7 Angkat nozel ke area bebas<\/p>\n<p>\u00a7 Tekan handle picu sedikit sampai gas CO2 \/<\/p>\n<p>powder keluar<\/p>\n<p>\u00a7 Bawa APAR ke titik api<\/p>\n<p>\u00a7 Arahkan nozel ke titik api dan tekan handle picu<\/p>\n<p>Jarak APAR dengan titik api\u00a0 : 2 meter<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">3.<\/td>\n<td colspan=\"2\" width=\"581\">Bila listrik terganggu dan padam maka dalam 7 detik (jeda waktu) terhitung sejak waktu pemadaman listrik, genset akan berfungsi dan listrik akan berfungsi kembali. Untuk beberapa lokasi seperti ICU, OK, Laboratorium ( alat-alat laboratorium) bila terjadi gangguan aliran listrik maka akan diback up dengan UPS sehingga tidak terdapat jeda waktu.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">4.<\/td>\n<td colspan=\"2\" width=\"581\">Bila air terganggu maka cadangan air di bak penampungan akan dapat memenuhi kebutuhan air selama 1 hari saja. Selama proses penggunaan cadangan air di bak penampung tersebut maka kebutuhan air akan dikirim oleh perusahaan air rekanan dengan estimasi waktu pengiriman 5-10 jam.<\/p>\n<p>Perlu diketahui bahwa sumber air RS Akreditasi berasal dari PAM.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"36\">&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>5.<\/td>\n<td colspan=\"2\" width=\"581\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<table width=\"494\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"144\"><strong>HAL-HAL YANG PERLU DIWASPADAI<\/strong><\/td>\n<td width=\"95\"><strong>KODE<\/strong><\/td>\n<td width=\"161\"><strong>SIMBOL<\/strong><\/td>\n<td width=\"95\"><strong>PANGGILAN DARURAT<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"144\">Kebakaran<\/td>\n<td width=\"95\">MERAH<\/td>\n<td width=\"161\"><\/td>\n<td width=\"95\"><strong>1020<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"144\">Henti jantung pada dewasa<\/td>\n<td width=\"95\">BIRU<\/td>\n<td width=\"161\"><\/td>\n<td width=\"95\"><strong>1001<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"144\">Henti jantung\u00a0 pada anak-anak<\/td>\n<td width=\"95\">BIRU<\/td>\n<td width=\"161\"><\/td>\n<td width=\"95\"><strong>1001<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"144\">Penculikan bayi \/ anak-anak<\/td>\n<td width=\"95\">MERAH MUDA<\/td>\n<td width=\"161\"><\/td>\n<td width=\"95\"><strong>1020<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"144\">Orang yang membahayakan<\/td>\n<td width=\"95\">ABU-ABU<\/td>\n<td width=\"161\"><\/td>\n<td width=\"95\"><strong>1020<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"144\">Orang yang membahayakan dengan senjata<\/td>\n<td width=\"95\">PERAK<\/td>\n<td width=\"161\"><\/td>\n<td width=\"95\"><strong>1020<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"144\">Ancaman bom<\/td>\n<td width=\"95\">KUNING<\/td>\n<td width=\"161\"><\/td>\n<td width=\"95\"><strong>1020<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"144\">Bencana di dalam RS<\/td>\n<td width=\"95\">TRIAGE DI RS<\/td>\n<td width=\"161\"><\/td>\n<td width=\"95\"><strong>1020<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"144\">Bencana di luar RS<\/td>\n<td width=\"95\">TRIAGE DI LUAR RS<\/td>\n<td width=\"161\"><\/td>\n<td width=\"95\"><strong>1020<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"144\">Tumpahan bahan berbahaya<\/td>\n<td width=\"95\">ORANYE<\/td>\n<td width=\"161\"><\/td>\n<td width=\"95\"><strong>1020<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>KODE DARURAT<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_5769\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"5769\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Download Materi Berupa Winword DOC DISINI ! Contoh Buku saku di maksudkan agar staf yang ada di rumah sakit bisa belajar dan paham materi akreditasi. RUMAH SAKIT AKREDITASI. \u00a0VISI : <a class=\"more-link\" href=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_5769\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"5769\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[51,158],"tags":[341],"class_list":["post-5769","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-administrasi-manajemen","category-artikel-lainnya","tag-buku-saku"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":15073,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Buku Saku - Pintar Akreditasi RS - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Buku Saku - Pintar Akreditasi RS - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Download Materi Berupa Winword DOC DISINI ! Contoh Buku saku di maksudkan agar staf yang ada di rumah sakit bisa belajar dan paham materi akreditasi. RUMAH SAKIT AKREDITASI. \u00a0VISI : Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-21T22:47:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-22T09:47:33+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"32 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"Buku Saku &#8211; Pintar Akreditasi RS\",\"datePublished\":\"2017-07-21T22:47:57+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-22T09:47:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\\\/\"},\"wordCount\":6497,\"keywords\":[\"buku saku\"],\"articleSection\":[\"Administrasi Manajemen\",\"Artikel Lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\\\/\",\"url\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\\\/\",\"name\":\"Buku Saku - Pintar Akreditasi RS - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2017-07-21T22:47:57+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-22T09:47:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Buku Saku &#8211; Pintar Akreditasi RS\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Buku Saku - Pintar Akreditasi RS - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Buku Saku - Pintar Akreditasi RS - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"Download Materi Berupa Winword DOC DISINI ! Contoh Buku saku di maksudkan agar staf yang ada di rumah sakit bisa belajar dan paham materi akreditasi. RUMAH SAKIT AKREDITASI. \u00a0VISI : Continue Reading &rarr;","og_url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2017-07-21T22:47:57+00:00","article_modified_time":"2017-07-22T09:47:33+00:00","author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"32 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"Buku Saku &#8211; Pintar Akreditasi RS","datePublished":"2017-07-21T22:47:57+00:00","dateModified":"2017-07-22T09:47:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\/"},"wordCount":6497,"keywords":["buku saku"],"articleSection":["Administrasi Manajemen","Artikel Lainnya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\/","url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\/","name":"Buku Saku - Pintar Akreditasi RS - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"datePublished":"2017-07-21T22:47:57+00:00","dateModified":"2017-07-22T09:47:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/snars.web.id\/rs\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/buku-saku-pintar-akreditasi-rs\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Buku Saku &#8211; Pintar Akreditasi RS"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5769","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5769"}],"version-history":[{"count":4,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5769\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5774,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5769\/revisions\/5774"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5769"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5769"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5769"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}