{"id":5132,"date":"2016-06-16T22:32:01","date_gmt":"2016-06-16T15:32:01","guid":{"rendered":"http:\/\/akreditasi.web.id\/2012\/?p=5132"},"modified":"2022-06-17T00:02:40","modified_gmt":"2022-06-16T17:02:40","slug":"pedoman-pelayanan-igd","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/","title":{"rendered":"Pedoman Pelayanan IGD"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"PEDOMAN PELAYANAN I G D -\u00a0 Instalasi Gawat Darurat. BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pelayanan kesehatan adalah upaya yang diselenggarakan oleh suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk, serta yang penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan. Pelayanan\u00a0 gawat darurat merupakan pelayanan yang dapat memberikan tindakan yang cepat dan tepat pada seorang atau kelompok orang\u00a0 agar dapat meminimalkan angka kematian dan mencegah terjadinya kecacatan yang tidak perlu. Upaya peningkatan gawat darurat ditujukan untuk menunjang pelayanan dasar, sehingga dapat menanggulangi pasien gawat darurat baik dalam keadaan sehari-hari maupun dalam keadaaan bencana. Dengan semakin meningkatnya jumlah penderita gawat darurat, maka diperlukan peningkatan pelayanan gawat darurat baik yang diselenggarakan ditempat kejadian, selama perjalanan ke rumah sakit, maupaun di rumah sakit. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka di Instalasi Gawat Darurat perlu dibuat standar pelayanan yang merupakan pedoman bagi semua pihak dalam tata cara pelaksanaan pelayanan yang diberikan ke pasien pada umumnya dan pasien IGD RS ... khususnya. Berkaitan dengan hal tersebut diatas maka, dalam melakukan pelayanan gawat darurat di IGD\u00a0 harus berdasarkan standar pelayanan Gawat Darurat RS Sumber Sejahtera. B.Ruang Lingkup Ruang lingkup pelayanan Instalasi Gawat Darurat meliputi Pasien dengan kasus True Emergency. Yaitu pasien yang tiba \u2013 tiba berada dalam keadaan gawat darurat atau akan menjadi gawat dan terancam nyawanya atau anggota badannya ( akan menjadi cacat) bila tidak mendapat pertolonngan secepatnya. Pasien dengan kasus False Emergency. Yaitu pasien dengan : - Keadaan gawat tetapi tidak memerlukan tindakan darurat - Keadaan gawat tetapi tidak mengancam nyawa dan anggota badannya. - Keadaan tidak gawat dan tidak darurat. C. Batasan Operasional Instalasi Gawat Darurat. Adalah unit pelayanan di rumah sakit yang memberikan pelayanan pertama pada pasien dengan ancaman kematian dan kecacatan secara terpadu dengan melibatkan berbagai multidisiplin. Triage. Adalah pengelompokan korban yang berdasarkan atas berat ringannya trauma \/ penyakit serta kecepatan penanganan \/ pemindahannya. Prioritas. Adalah penentuan mana yang harus didahulukan mengenai penanganan dan pemindahan yang mengacu tingkat ancaman jiwa yang timbul. Survey Primer. Adalah deteksi cepat dan koreksi segera terhadap kondisi yang mengancam jiwa. Survey Sekunder. Adalah melengkapi survei primer dengan mencari perubahan \u2013 perubahan anatomi yang akan berkembang menjadi semakin parah dan memperberat perubahan fungsi vital yang ada berakhir dengan mengancam jiwa bila tidak segera diatasi. Pasien Gawat darurat. Pasien yang tiba-tiba berada dalam keadaan gawat atau akan menjadi gawat dan terancam nyawanya atau anggota badannya ( akan menjadi cacat ) bila tidak mendapat pertolongan secepatnya. Pasien Gawat Tidak Darurat. Pasien berada dalam keadaan gawat tetapi tidak memerlukan tindakan darurat misalnya kanker stadium lanjut. Pasien Darurat Tidak Gawat. Pasien akibat musibah yang datang tiba \u2013 tiba tetapi tidak mengancam nyawa dan anggota badannya, misalnya luka sayat dangkal. Pasien Tidak Gawat Tidak Darurat. Misalnya pasien dengan ulcus tropium , TBC kulit , dan sebagainya. Kecelakaan ( Accident ). Suatu kejadian dimana terjadi interaksi berbagai faktor yang datangnya mendadak,\u00a0 tidak dikehendaki sehingga menimbulkan cedera fisik, mental dan sosial. Kecelakaan dan cedera dapat diklasifikasikan menurut : Tempat kejadian : Kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan di lingkungan rumah tangga. Kecelakaan di lingkungan pekerjaan. Kecelakaan di sekolah. Kecelakaan di tempat \u2013 tempat umum lain seperti halnya : tempat rekreasi, perbelanjaan, di area olah raga, dan lain \u2013 lain. Mekanisme kejadian: Tertumbuk, jatuh, terpotong, tercekik oleh benda asing, tersengat, terbakar baik karena efek kimia, fisik maupun listrik atau radiasi. Waktu kejadian - Waktu perjalanan ( travelling \/ transport time ) -Waktu bekerja, waktu sekolah, waktu bermain dan lain \u2013 lain. Cidera. Masalah kesehatan yang didapat \/ dialami sebagai akibat kecelakaan. Bencana. Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam dan atau manusia yang mengakibatkan korban dan penderitaaan manusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana dan prasarana umum serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan masyarakat dan pembangunan nasional yang memerlukan pertolongan dan bantuan. Kematian dapat terjadi bila seseorang mengalami kerusakan atau kegagalan dari salah satu system \/ organ di bawah ini, yaitu : Susunan saraf pusat. Pernafasan. Kardiovaskuler. Hati. Ginjal. Pancreas. Kegagalan ( kerusakan ) System \/ organ tersebut dapat disebabkan oleh : Trauma \/ cedera, Infeksi, Keracunan ( poisoning ), Degerenerasi ( failure), Asfiksi, Kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar ( excessive loss of water and electrolit ), Dan lain-lain. Kegagalan sistim susunan saraf pusat, kardiovaskuler,\u00a0 pernafasan dan hipoglikemia dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat ( 4 \u2013 6 ), sedangkan kegagalan\u00a0\u00a0 sistim\/organ yang lain dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang lama. Dengan demikian keberhasilan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) dalam mencegah kematian dan cacat ditentukan oleh : Kecepatan menemukan penderita gawat darurat. Kecepatan meminta pertolongan. Kecepatan dan kualitas pertolongan yang diberikan. Ditempat kejadian. Dalam perjalanan ke rumah sakit. Pertolongan selanjutnya secara mantap di rumah sakit. D. Landasan Hukum : Undang \u2013 undang No 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No 436 \/ Menkes \/ SK \/ VI \/ 1993 tentang berlakunya Standar Pelayanan di Rumah Sakit Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No 0701 \/ YANMED \/ RSKS \/ GDE \/ VII \/ 1991 Tentang Pedoman Pelayanan Gawat Darurat Undang \u2013 undang No 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran Undang \u2013 undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen --- BAB 2 - STANDAR KETENAGAAN. A. Kualifikasi SDM. Pola ketenagaan dan kualifikasi SDM IGD adalah : Nomor Nama Jabatan Kualifikasi Formal Keterangan 1 As Men Pelayanan Keperawatan SKp \/ SKM \/ Setingkat \u00a0Bersertifikat\u00a0\u00a0 BLS\/BTCLS\/PPGD 2 Ka Ru IGD D III Keperawatan Bersertifikat BLS\/BTCLS\/PPGD 3 Ka Instalasi Gawat Darurat Dokter Umum Bersertifikat ACLS\/ATLS 4 Perawat Pelaksana IGD D III Keperawatan Bersertifikat BLS\/BTCLS\/PPGD 5 Dokter IGD Dokter Umum Bersertifikat ACLS\/ATLS 6 TPK SMU - B. Distribusi Ketenagaan Pola pengaturan ketenagaan Instalasi Gawat Darurat yaitu : Untuk Dinas Pagi :yang bertugas sejumlah 2 ( dua ) orang\u00a0 dengan standar minimal bersertifikat BLS. Kategori : - 1 orang Ka Ru, - 1 orang Pelaksana. Untuk Dinas Sore :yang bertugas sejumlah 2 ( dua ) orang dengan standar minimal bersertifikat BLS. Kategori : - 1 orang Penanggung Jawab Shift. - 1 orang Pelaksana. Untuk Dinas Malam\u00a0 : yang bertugas sejumlah 2 ( dua ) orang dengan standar minimal bersertifikat BLS. Kategori : - 1 orang Penanggung Jawab Shift. - 1 orang Pelaksana Pengaturan Jaga. Pengaturan Jaga Perawat IGD. Pengaturan jadwal dinas perawat IGD dibuat dan di pertanggung jawabkan oleh Kepala Ruang (Karu) IGD dan disetujui oleh Asisten Manajer Pelayanan Keperawatan. Jadwal dinas dibuat untuk jangka waktu satu bulan dan direalisasikan ke perawat pelaksana IGD setiap satu bulan.. Untuk tenaga perawat yang memiliki keperluan penting pada hari tertentu, maka perawat tersebut dapat mengajukan permintaan dinas pada buku permintaan. Permintaan akan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga yang ada (apa bila tenaga cukup dan berimbang serta tidak mengganggu pelayanan, maka permintaan disetujui). Setiap tugas jaga \/ shift harus ada perawat penanggung jawab shift ( PJ Shift) dengan syarat pendidikan minimal D III Keperawatan dan masa kerja minimal 2 tahun, serta memiliki sertifikat tentang kegawat daruratan. Jadwal dinas terbagi atas dinas pagi, dinas sore, dinas malam, lepas malam, libur dan cuti. Apabila ada tenaga perawat jaga karena sesuatu hal sehingga tidak dapat jaga sesuai jadwal yang telah ditetapkan ( terencana ), maka perawat yang bersangkutan harus memberitahu Karu IGD : 2 jam sebelum dinas pagi, 4 jam sebelum dinas sore atau dinas malam. Sebelum memberitahu Karu IGD, diharapkan perawat yang bersangkutan sudah mencari perawat pengganti, Apabila perawat yang bersangkutan tidak mendapatkan perawat pengganti, maka KaRu IGD akan mencari tenaga perawat pengganti yaitu perawat yang hari itu libur atau perawat IGD yang tinggal di asrama. Apabila ada tenaga perawat tiba \u2013 tiba tidak dapat jaga sesuai jadwal yang telah ditetapkan ( tidak terencana ), maka KaRu IGD akan mencari perawat pengganti yang hari itu libur atau perawat IGD yang tinggal di asrama. Apabila perawat pengganti tidak di dapatkan, maka perawat yang dinas pada shift sebelumnya wajib untuk menggantikan.(Prosedur pengaturan jadwal dinas perawat IGD sesuai SOP terlampir). Pengaturan Jaga Dokter IGD Pengaturan jadwal dokter jaga IGD menjadi tanggung jawab Ka Instalasi Gawat Darurat dan disetujui oleh Manajer Pelayanan. Jadwal dokter jaga IGD dibuat untuk jangka waktu 1 bulan serta sudah diedarkan ke unit terkait dan dokter jaga yang bersangkutan 1 minggu sebelum jaga di mulai. Apabila dokter jaga IGD karena sesuatu hal sehingga tidak dapat jaga sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan maka : Untuk yang terencana, dokter yang bersangkutan harus menginformasikan ke Ka Instalasi Gawat Darurat paling lambat 3 hari sebelum tanggal jaga, serta dokter tersebut wajib menunjuk dokter jaga Untuk yang tidak terencana, dokter yang bersangkutan harus menginformasikan ke Ka Instalasi Gawat Darurat dan di harapkan dokter tersebut sudah menunjuk dokter jaga pengganti, apabila dokter jaga pengganti tidak didapatkan, maka Ka Instalasi Gawat Darurat wajib untuk mencarikan dokter jaga\u00a0 pengganti, yaitu digantikan oleh dokter jaga yang pada saat itu libur atau dirangkap oleh dokter jaga ruangan. Apabila dokter jaga pengganti tidak di dapatkan maka dokter jaga shift sebelumnya wajib untuk menggantikan.( Prosedur pengaturan jadwal jaga dokter IGD sesuai SOP terlampir). Untuk yang tidak terencana, dokter yang bersangkutan harus menginformasikan ke Ka Instalasi Gawat Darurat dan di harapkan dokter tersebut sudah menunjuk dokter jaga pengganti, apabila dokter jaga pengganti tidak didapatkan, maka Ka Instalasi Gawat Darurat wajib untuk mencarikan dokter jaga\u00a0 pengganti, yaitu digantikan oleh dokter jaga yang pada saat itu libur atau dirangkap oleh dokter jaga ruangan. Apabila dokter jaga pengganti tidak di dapatkan maka dokter jaga shift sebelumnya wajib untuk menggantikan.( Prosedur pengaturan jadwal jaga dokter IGD sesuai SOP terlampir). III.\u00a0 Pengaturan Jadwal Dokter Konsulen \u00a0Pengaturan jadwal jaga dokter konsulen menjadi tanggung jawab Manager Pelayanan. Jadwal jaga dokter konsulen dibuat untuk jangka waktu 3 bulan serta sudah diedarkan ke unit terkait dan dokter konsulen yang bersangkutan 1 minggu sebelum jaga di mulai. Apabila dokter konsulen jaga karena sesuatu hal sehingga tidak dapat jaga sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan maka : Untuk yang terencana, dokter yang bersangkutan harus menginformasikan ke Manager Pelayanan atau ke petugas sekretariat paling lambat 3 hari sebelum tanggal jaga, serta dokter tersebut wajib menunjuk dokter jaga konsulen pengganti. Untuk yang tidak terencana, dokter yang bersangkutan harus menginformasikan ke Manager Pelayanan atau ke petugas sekretariat dan di harapkan dokter tersebut sudah menunjuk dokter jaga konsulen pengganti, apabila dokter jaga pengganti tidak didapatkan, maka Manager Pelayanan wajib untuk mencarikan dokter jaga konsulen pengganti.( Prosedur pengaturan jadwal jaga dokter konsulen sesuai SOP terlampir). --- BAB III - STANDAR FASILITAS. A. Denah Ruangan ( Buat Gambar Denah ). B. Standar Fasilitas Fasilitas & Sarana. IGD RS Sumber Sejahtera berlokasi di lantai I gedung utama yang terdiri dari ruangan Triase, ruang resusitasi , ruang tindakan bedah , ruangan tindakan\u00a0 non bedah dan ruangan observasi. Ruangan resusitasi terdiri dari 1 ( satu ) tempat tidur , ruangan tindakan bedah terdiri dari satu (1 ) tempat tidur, ruangan tindakan non bedah terdiri dari 2\u00a0 ( dua ) tempat tidur, ruangan observasi terdiri dari 2 ( dua )\u00a0 tempat tidur. Peralatan. Peralatan yang tersedia di IGD mengacu kepada buku pedoman pelayanan Gawat Darurat Departermen Kesehatan RI untuk penunjang kegiatan pelayanan terhadap pasien Gawat darurat. Alat yang harus tersedia adalah bersifat life saving\u00a0 untuk kasus kegawatan jantung seperti monitor dan defribrilator. Alat \u2013 alat untuk ruang resusitasi : Mesin suction ( 1 set ), Oxigen lengkap dengan flowmeter ( 1 set ), Laringoskope anak & dewasa\u00a0 ( 1 set ), Spuit semua ukuran ( masing \u2013 masing 10 buah ). Oropharingeal air way ( sesuai kebutuhan ). Infus set \/ transfusi set ( 5 \/ 5 buah ). Brandcard fungsional diatur posisi trendelenberg, ada gantungan infus & penghalang ( 1 buah ). Gunting besar (1 buah ). Defribrilator ( 1 buah ). Monitor EKG ( 1 buah ). Trolly Emergency yang berisi alat \u2013 alat untuk melakukan resusitasi ( 1 buah ). Papan resusitasi ( 1 buah ). Ambu bag ( 1 buah ). Stetoskop ( 1 buah ). Tensi meter ( 1 buah ). Thermometer ( 1 buah ). Tiang Infus ( 1 buah ). Alat \u2013 alat untuk ruang tindakan bedah. Bidai segala ukuran untuk tungkai, lengan, leher, tulang punggung (1 set ). Verban segala ukuran : -\u00a0\u00a0\u00a0 4 x 5 em ( 5 buah ), -\u00a0\u00a0 4 x10 em ( 5 buah ). Vena seksi set ( 1 set ). Extraksi kuku set ( 2 set ). Hecting set ( 5 set ). Benang \u2013 benang \/ jarum segala jenis dan ukuran: -\u00a0 Cat gut 2\/0 dan 3\/0 ( 1 buah ), -\u00a0 Silk Black 2\/0 ( 1 buah ), 3\/0 ( 1 buah ), -\u00a0 Jarum ( 1 set ). Lampu sorot ( 1 buah ). Kassa ( 1 tromel ). Cirkumsisi set ( 1 set ). Ganti verban set ( 3 set ). Stomach tube \/ NGT : -\u00a0 Nomer\u00a0 12\u00a0 ( 3 buah ); -\u00a0 Nomer\u00a0 16\u00a0 ( 3 buah ); -\u00a0 Nomer\u00a0 18\u00a0 ( 2 buah ).. Spekulum hidung ( 2 buah ). Spuit sesuai kebutuhan : - 5 cc\u00a0 ( 5 buah ), - 2.5 cc ( 5 buah ). Infus set ( 1 buah ). Dower Catheter segala ukuran : - Nomer 16 ( 2 buah ),- Nomer 18 ( 2 buah ). Emergency lamp ( 1 buah ). Stetoskop ( 1 buah ) Tensimeter ( 1 buah ) Thermometer ( 1 buah ) Elastis verban sesuai kebutuhan :- 6 inchi ( 1 buah ),- 4 inchi ( 2 buah ),- 3 inchi ( 1 buah ). Tiang infus ( 2 buah ) Alat \u2013 alat untuk ruang tindakan non bedah : Stomach tube \/ NGT : - Nomer 16 ( 2 buah ),- Nomer 18 ( 2 buah ),- Nomer 12 ( 3 buah ). Urine bag ( 3 buah ). Otoscope\u00a0 ( 1 buah ) Nebulizer ( 1 buah ) Mesin EKG ( 1 buah ) Infus set ( 1 buah ) IV catheter semua nomer ( 1 set ) Spuit sesuai kebutuhan : - 1 cc\u00a0\u00a0\u00a0 ( 5 buah ), - 2.5 cc ( 5 buah ), - 5 cc\u00a0\u00a0\u00a0 ( 5 buah ), - 10 cc\u00a0 ( 5 buah ), - 20 cc\u00a0 ( 3 buah ), - 50 cc\u00a0 ( 3 buah ), Tensimeter ( 1 buah ). Stetoskop ( 1 buah ). Thermometer ( 1 buah ). Tiang infus ( 1 buah ). Alat \u2013 alat untuk ruang observasi : Tensi meter ( 1 buah ). Oxygen lengkap dengan flow meter ( 1 buah ). Termometer ( 1 buah ). Stetoskop ( 1 buah ). Standar infus ( 1 buah ). Infus set ( 1 set ). IV catheter segala ukuran ( 1 set ). Spuit sesuai kebutuhan : -\u00a0 1 cc\u00a0\u00a0\u00a0 ( 5 buah ), -\u00a0 2.5 cc ( 5 buah ), -\u00a0\u00a0 5 cc\u00a0\u00a0 ( 5 buah ), - 10 cc\u00a0\u00a0 ( 5 buah ), - 20 cc\u00a0\u00a0 ( 3 buah ), - 50 cc\u00a0\u00a0 ( 3 buah ). Alat \u2013 alat dalam trolly emergency : Obat Life saving ( terlampir pada standar obat IGD RS. Obat penunjang ( terlampir pada standar obat IGD RS. Alat \u2013 alat kesehatan. Ambu bag \/ Air viva untuk dewasa & anak ( 1 buah \/ 1 buah ). Oropharingeal airway : - Nomer 3 ( 2 buah ),- Nomer 4 ( 2 buah ). Laringoscope dewasa & anak ( 1 set ). Magyl forcep. Face mask ( 1 buah ) Urine bag non steril ( 5 buah ). Spuit semua ukuran. Infus set ( 1 set). Endotracheal tube ( dewasa & anak ) : - Nomer 2.5 ( 1 buah ), - Nomer 3 ( 1 buah ), - Nomer 4 ( 1 buah ), - Nomer 7 ( 1 buah ), - Nomer 7.5 ( 1 buah ), - Nomer 8 ( 1 buah ). Slang oksigen sesuai kebutuhan Stomach tube \/ NGT : -\u00a0 Nomer 16 ( 2 buah ). -\u00a0 Nomer 18 ( 2 buah ). -\u00a0 Nomer 12 ( 3 buah ). IV catheter sesuai kebutuhan : - Nomer\u00a0 18\u00a0 Cath \/ Terumo ( 2 \/ 2 buah ). - Nomer\u00a0 20 Cath \/ Terumo ( 2 \/ 16 buah ). - Nomer 22 Cathy \/ terumo ( 2 \/ 11 buah ). Suction catheter segala ukuran : - Nomer 10 ( 3 buah ). - Nomer 12 ( 2 buah ) Neck collar Ukuran S \/ M ( 2 \/ 1 ) Ambulance Untuk menunjang pelayanan terhadap pasien RSSS saat ini memiliki 2 ( dua ) unit ambulance yang kegiatannya berada dalam koordinasi IGD dan bagian umum. Fasilitas & Sarana untuk Ambulance Perlengkapan Ambulance Ac Sirine Lampu rotater Sabuk pengaman Sumber listrik \/ stop kontak Lemari untuk alat medis Lampu ruangan Wastafel Alat & Obat untuk Ambulance. Tabung Oksigen ( 1 buah ) Mesin suction ( 1 buah ) Monitor EKG 1 buah ) Stretcher ( 1 buah ) Scope ( 2 buah ) Piala ginjal ( 5 buah ) Tas Emergency yang berisi : Obat \u2013 obat untuk life saving (Cairan infus : RL, NaCL 0,9 % ( 5 \/ 10 kolf ) Senter ( 2 buah ) Stetoskop\u00a0 ( 3 buah ) Tensimeter ( 1 buah ) Piala ginjal ( 5 buah ) Oropharingeal air way Gunting verban\u00a0 ( 2 buah ) Tongue Spatel ( 1 buah ) Reflex hummer ( 2 buah ) Infus set ( 1 buah ) IV chateter ( Nomer 20 , 18 : 2 : 2 ) Spuit semua ukuran ( masing- masing 2 buah ). Hay muchos mitos sexuales que perjudican y la mayoria de los inhibidores de la fosfodiesterasa han sido y o simplemente un comprimido sin qu\u00edmico alguno, Lovegra es un producto de uso exclusivo del p\u00fablico masculino. Es especialmente para hombres con bajo contenido de zinc y podr\u00e1 ejercer aquellas facultades que resulten necesarias a estos efectos respecto de El-Sotano las farmacias comunitarias. Producci\u00f3n y excreci\u00f3n de gran cantidad de orina, aproximadamente uno de cada tres estadounidenses o y los medicos a tratar la disfuncion erectil. \u00a0 Standar Obat IGD RS \u00a0 OBAT LIVE SAVING Injeksi No Nama Obat Satuan Jumlah Jenis Oba 1. Adona AC 10 ml Ampul 6 Haemostatic 2. Alupent Ampul 2 Anti asthmatic dan COPD preparations 3. Aminophilin Ampul 14 Anti asmatic dan COPD preparations 4 Atropin sulfat Ampul 125 Anti spasmodics 5. Buscopan Ampul 14 Anti spasmodics 6 Catapres Ampul 3 Other Anti hypertensives 7 Cedation Ampul 5 Anti emetics 8 Cortidex Ampul 6 Corticosteroid Hormones 9 Diazepam Ampul 5 Minor Transquillizer 10 Dicynone Ampul 5 Haemostatics 11 Dormicum Asmpul Hypnotics dan sedatives 12 Ephinephrin Ampul 2 Asnastetic lokal & general 13 Lasik Ampul 16 Diuretics 14 Lidocain Ampul 94 Anastetic lokal 15 Metro clopramide Ampul 5 Anti emetik 16 Nicholin 250 mg Ampul 2 Neuroprotector 17 Nicholin 100 mg Ampul 2 Neoroprotector 18 Naotropil 1 gr Ampul 5 Neuroprotector 19 Novalgin Ampul 5 Analgetik 20 Orodexon Ampul 4 Anti inflamasi 21 Phenobarbital Ampul 2 Sedatif 22 Pethidine Ampul 2 Sedatif 23 Pulmicortn Naspv Ampul 8 Broncodilator 24 Ranitidine Ampul 5 Antacida 25 Remopain Ampul 5 Analgetik 26 Renatoc Ampul 2 Antacida 27 Toradol 50 mg Ampul 1 Analgetik 28 Panadol Ampul 5 Analgetik 29 Transamin Ampul 7 Haemostatics 30 Valium Ampul 14 Sedatif 31 Vit k Ampul 2 Anti perdarahan 32 Tramal 100 mg Ampul 1 Analgetik 33 ATS 1500 u Ampul 10 Anti tetanus 34 Vaksin Engerik B-In-1 Tube 3 Vaksinasi hepatitis 35 Vaccin Engerik o,5 ml Tube 2 Vaksinasi hepatitis 36 Kallium clorida Flacon 6 Elektrolit 37 Meylon 25 ml Flacon 9 38 Meylon\u00a0 100 ml Flacon 1 Tablet No Nama Obat Satuan Jumlah Jenis Obat \u00a0 1. Adalat 5 mg Tablet 10 Anti hypertensi\/\u00a0 Betabloker 2. Adalat 10 mg Tablet 10 Anti hypertensi \/ Betabloker 3. Cedocard 5 mg Tablet 8 Anti anginal 4. Nitrobat Tablet 10 Nitrogliserida c.\u00a0\u00a0 Cairan Infus No Nama Obat Satuan Jumlah Jenis Obat \u00a0 1. Asering Kolf 4 2. Dextrose 5 % 250 ml Kolf 2 3. Dextrose 5 % 500 ml Kolf 8 4 Dextrose 10 % 500ml Kolf 5 5. Dextrose In Saline 0,225 Kolf 2 6. Dextrose 0,5 Darrow Kolf 3 7. Kaen 3 B Kolf 1 8. Kaen 3 A Kolf 1 9. Larutan 2 A Kolf 7 10. Manitol 250 cc Kolf 2 11. Nacl 0,9 % 250 ml Kolf 1 12. Nacl 0,9 % 500 ml Kolh 5 13. Nacl 3 % Kolf 1 14. Ringer Dextrose Kolf 6 15 Ringer Lactat Kolf 13 16. Ringer Solution Kolf 2 17. Dex 40 % 25 ml Flalon 6 # Suppositoria No Nama Obat Satuan Jumlah Jenis Obat \u00a0 1. Amicain Supp Supp 2 Anti emetik 2. Primperan sup Child Supp 3 Anti emetik 3. Primperan Sup Adult Supp 1 Anti emetik 4. Paracetamol Sup Supp 1 Anti piretik,\u00a0 Analgetik 5. Propyretic 160 mg Supp 1 Anti piretik,\u00a0 Analgetik 6. Proris Sup Supp 6 Anti piretik , Analgetik 7. Stesolid 5 mg rect Tube 5 Sedatif 8. Stesolid 10 mg rect Tube 7 Sedatif OBAT PENUNJANG Injeksi No Nama Obat Satuan Jumlah Jenis Obat 1. Cedantron Ampul 5 Antiemetik 2. Calsium gluconas Ampul 3 Vitamin (elektrolit) 3. Zantadin Ampul 5 Antasida 4. Lanoxin Ampul 2 Cardiac drugs 5. Neurobion 5000 Ampul 5 Vitamin 6. Papaverin Ampul 12 Anti spasmudics 7. Sotatik Ampul 8 Anti emetik 8 Cortison Asetat Flacon 4 Anti inflamasi 9. Kanamycin 1 gr Flacon 10 Antibiotik 10. Procain Penicillin Flacon 2 Antibiotik \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Obat tablet No Nama Obat Satuan Jumlah Jenis Obat \u00a0 1. Aspilet Tablet 7 Anti coagulans, anti trombotics 2. Inderal Tablet 5 Beta \u2013Blockers 3. Inopamil Tablet 5 4. Isorbid Tablet 2 Cardiac drugs 5. Merislon Tablet 2 Anti vertigo 6. Propanolol Tablet 3 Beta Blockers 7. Strocain Tablet 5 Antacid&\u00a0 Antiulcerant 8. Norit Tablet 15 9. Ponstan Tablet 2 Analgetic& Antipiretic \u00a0 \u00a0 BAB IV -\u00a0TATA LAKSANA PELAYANAN. #TATA LAKSANA PENDAFTARAN PASIEN \u00a0Petugas Penanggung Jawab Perawat IGD Petugas Admission Perangkat Kerja Status Medis Tata Laksana Pendaftaran Pasien IGD Pendaftaran pasien yang datang ke IGD dilakukan oleh pasien \/ keluarga dibagian admission ( SPO \u2013 IGD \u2013 002 ) Bila keluarga tidak ada petugas IGD bekerja sama dengan securiti untuk mencari identitas pasien Sebagai bukti pasien sudah mendaftar di bagian admission akan memberikan status untuk diisi oleh dokter IGD yang bertugas. Bila pasien dalam keadaan gawat darurat, maka akan langsung diberikan pertolongan di IGD, sementara keluarga \/ penanggung jawab melakukan pendaftaran di bagian admission # TATA LAKSANA SISTIM KOMUNIKASI IGD Petugas Penanggung Jawab Petugas Operator Dokter \/ perawat IGD Perangkat Kerja Pesawat telpon Hand phone III.\u00a0 Tata Laksana Sistim Komunikasi IGD Antara IGD dengan unit lain dalam RS Sumber Sejahtera adalah dengan nomor extension masing-masing unit ( SPO \u2013 IGD \u2013 026 ) Antara IGD dengan dokter konsulen \/ rumah sakit lain \/ yang terkait dengan pelayanan diluar rumah sakit adalah menggunakan pesawat telephone langsung dari IGD dengan menggunakan kode PIN yang dimiliki oleh dokter jaga atau melalui bagian operator ( SPO - IGD \u2013 027 ) Antara IGD dengan petugas ambulan yang berada dilapangan menggunakan pesawat telephone dan handphone ( SPO \u2013 IGD \u2013 025 ) Dari luar RS Sumber Sejahtera dapat langsung melalui operator \u00a0 \u00a0 #TATA LAKSANA PELAYANAN TRIASE \u00a0-Petugas Penanggung Jawab -\u00a0\u00a0\u00a0 Dokter jaga IGD -Perangkat Kerja -\u00a0\u00a0\u00a0 Stetoscope -\u00a0\u00a0\u00a0 Tensimeter -\u00a0\u00a0\u00a0 Status medis # Tata Laksana Pelayanan Triase\u00a0 IGD Pasien \/ keluarga pasien mendaftar ke bagian admission ( SPO \u2013 IGD \u2013 002 ) Dokter jaga IGD melakukan pemeriksaan pada pasien secara lengkap dan menentukan\u00a0\u00a0 prioritas penanganan. Prioritas pertama ( I, tertinggi, emergency ) yaitu mengancam jiwa \/ mengancam fungsi vital, pasien ditempatkan diruang resusitasi Prioritas kedua ( II, medium, urgent ) yaitu potensial mengancam jiwa \/ fungsi vital, bila tidak segera ditangani dalam waktu singkat. Penanganan dan pemindahan bersifat terakhir. Pasien ditempatkan di ruang tindakan bedah \/ non bedah Prioritas ketiga ( III, rendah, non emergency ) yaitu memerlukan pelayanan biasa, tidak perlu segera. Penanganan dan pemindahan bersifat terakhir. Pasien ditempatkan diruang non bedah D.\u00a0\u00a0 TATA LAKSANA PENGISIAN INFORMED CONSENT \u00a0 \u00a0Petugas Penangung Jawab -\u00a0\u00a0\u00a0 Dokter jaga IGD Perangkat Kerja -\u00a0\u00a0\u00a0 Formulir Persetujuan Tindakan Tata Laksana Informed Consent Dokter IGD yang sedang bertugas menjelaskan tujuan dari pengisian informed consent pada\u00a0 pasien \/ keluarga pasien ( SPO \u2013 IGD \u2013 009 )disaksikan oleh perawat pasien menyetujui, informed consent diisi dengan lengkap disaksikan oleh perawat. Setelah diisi dimasukkan dalam status medik pasien. # TATA LAKSANA TRANSPORTASI PASIEN \u00a0Petugas Penanggung Jawab -\u00a0\u00a0\u00a0 Perawat IGD -\u00a0\u00a0\u00a0 Supir Ambulan Perangkat Kerja -\u00a0\u00a0\u00a0 Ambulan -\u00a0\u00a0\u00a0 Alat Tulis # \u00a0Tata Laksana Transportasi Pasien IGD Bagi pasien yang memerlukan penggunaan ambulan RS Sumber Sejahtera sebagai transportasi, maka perawat unit terkait menghubungi IGD ( SPO- IGD \u2013 022 ) Perawat IGD menuliskan data-data \/ penggunaan ambulan (nama pasien ruang rawat inap, waktu penggunaan & tujuan penggunaan Perawat IGD menghubungi bagian \/ supir ambulan untuk menyiapkan kendaraan Perawat IGD menyiapkan alat medis sesuai dengan kondisi pasien. \u00a0 \u00a0#\u00a0TATA LAKSANA PELAYANAN FALSE EMERGENCY \u00a0Petugas Penanggung Jawab Perawat Admission Dokter jaga IGD Perangkat Kerja Stetoscope Tensi meter Alat Tulis # \u00a0Tata Laksana\u00a0 Pelayanan False Emergency Pasien \/ keluarga pasien mendaftar dibagian admission ( SPO \u2013 IGD \u2013 002 ) Dilakukan triase untuk penempatan pasien diruang non bedah Pasien dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter jaga IGD Dokter jaga menjelaskan kondisi pasien pada keluarga \/ penanggung jawab Bila perlu dirawat \/ observasi pasien dianjurkan kebagian admission. Bila tidak perlu dirawat pasien diberikan resep dan bisa langsung pulang Pasien dianjurkan untuk kontrol kembali sesuai dengan saran dokter # TATA LAKSANA PELAYANAN VISUM ET REPERTUM \u00a0 Petugas Penanggung Jawab Petugas Rekam Medis Dokter jaga IGD Perangkat Kerja Formulir Visum Et Repertum IGD #.\u00a0\u00a0 Tata Laksana Pelayanan Visum Et Repertum Petugas IGD menerima surat permintaan visum et repertum dari pihak kepolisian \u00a0\u00a0\u00a0 ( SPO \u2013 IGD \u2013 030 ) Surat permintaan visum et repertum diserahkan kebagian rekam medik Petugas rekam medik menyerahkan status medis pasien kepada dokter jaga yang menangani pasien terkait Setelah visum et repertum diselesaikan oleh rekam medik maka lembar yang asli diberikan pada pihak kepolisian #TATALAKSANA PELAYANAN DEATH ON ARRIVAL ( DOA ) \u00a0Petugas Penanggung Jawab Dokter jaga IGD Petugas Satpam Perangkat Kerja Senter Stetoscope EKG Surat Kematian # Tata Laksana Death On Arrival IGD ( DOA ) Pasien dilakukan triase dan pemeriksaan oleh dokter jaga IGD ( SPO \u2013 IGD \u2013 029 ) Bila dokter sudah menyatakan meninggal, maka dilakukan perawatan jenazah Dokter jaga IGD membuat surat keterangan meninggal Jenazah dipindahkan \/ diserah terimakan di ruangan jenazah dengan bagian\u00a0umum \/\u00a0\u00a0\u00a0 keamanan # LAKSANA SISTIM INFORMASI PELAYANAN PRA RUMAH SAKIT \u00a0-\u00a0Petugas Penanggung Jawab Perawat IGD Perangkat Kerja Ambulan Handphone # Tata Laksana Sistim Informasi Pelayanan Pra Rumah Sakit Perawat yang mendampingi pasien memberikan informasi mengenai kondisi pasien yang akan dibawa, kepada perawat IGD RS Sumber Sejahtera. Isi informasi mencakup : Keadaan umum ( kesadaran dan tanda \u2013 tanda vital ) Peralatan yang diperlukan di IGD ( suction, monitor, defibrillator ) Kemungkinan untuk dirawat di unit intensive care ( SPO \u2013 IGD \u2013 024 ) Perawat IGD melaporkan pada dokter jaga IGD & PJ Shift serta menyiapkan hal-hal yang diperlukan sesuai dengan laporan yang diterima dari petugas ambulan. #TATA LAKSANA SISTIM RUJUKAN \u00a0Petugas Penanggung Jawab Dokter IGD Perawat IGD Perangkat Kerja Ambulan Formulir persetujuan tindakan Formulir rujukan III.\u00a0\u00a0 Tata Laksana Sistim Rujukan IGD Alih Rawat Perawat IGD menghubungi rumah sakit yang akan dirujuk Dokter jaga IGD memberikan informasi pada dokter jaga rumah sakit rujukan mengenai keadaan umum pasein ( SPO\u00a0 - IGD \u2013 020 ) Bila tempat telah tersedia di rumah sakit rujukan, perawat IGD menghubungi RS Sumber Sejahtera \/ ambulan 118 sesuai kondisi pasien Pemeriksaan Diagnostik Pasien \/ keluarga pasien dijelaskan oleh dokter jaga mengenai tujuan pemeriksaan diagnostik, bila setuju maka keluarga pasien harus mengisi informed consent Perawat IGD menghubungi rumah sakit rujukan Perawat IGD menghubungi petugas ambulan RS Sumber Sejahtera Spesimen Pasien \/ keluarga pasien dijelaskan mengenai tujuan pemeriksaan specimen Bila keluarga setuju maka harus mengisi inform consent Dokter jaga mengisi formulir pemeriksan, dan diserahkan kepetugas laboratorium Petugas laboratorium melakukan rujukan ke laboratorium yang dituju BAB V -\u00a0LOGISTIK ... BAB VI -\u00a0KESELAMATAN PASIEN. \u00a0#\u00a0Pengertian \u00a0Keselamatan Pasien ( Patient Safety ) Adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Sistem tersebut meliputi : Asesmen resiko Identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien Pelaporan dan analisis insiden Kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya Implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko Sistem ini mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh : Kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan Tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil Tujuan Terciptanya budaya keselamatan pasien di rumah sakit Meningkatnya akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat Menurunkan Kejadian Tidak Diharapkan ( KTD ) di rumah sakit Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan Kejadian Tidak Diharapkan ( KTD ) STANDAR KESELAMATAN PASIEN Hak pasien Mendidik pasien dan keluarga Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan Penggunaan metoda-metoda peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien Mendidik staf tentang keselamatan pasien Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien KEJADIAN TIDAK DIHARAPKAN ( KTD ) ADVERSE EVENT : Adalah suatu kejadian yang tidak diharapkan, yang mengakibatkan cedera pasien akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil, dan bukan karena penyakit dasarnya atau kondisi pasien. Cedera dapat diakibatkan oleh kesalahan medis atau bukan kesalahan medis karena tidak dapat dicegah KTD yang tidak dapat dicegah Unpreventable Adverse Event : Suatu KTD yang terjadi akibat komplikasi yang tidak dapat dicegah dengan pengetahuan mutakhir KEJADIAN NYARIS CEDERA ( KNC ) Near Miss : Adalah suatu kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan ( commission ) atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil (omission ), yang dapat mencederai pasien, tetapi cedera serius tidak terjadi : Karena \u201c keberuntungan\u201d Karena \u201c pencegahan \u201d Karena \u201c peringanan \u201d KESALAHAN MEDIS Medical Errors: Adalah kesalahan yang terjadi dalam proses asuhan medis yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera pada pasien KEJADIAN SENTINEL Sentinel Event : Adalah suatu KTD yang mengakibatkan kematian atau cedera yang serius; biasanya dipakai untuk kejadian yang sangat tidak diharapkan atau tidak dapat diterima,\u00a0\u00a0 seperti : operasi pada bagian tubuh yang salah. Pemilihan kata\u00a0 \u201csentinel\u201d terkait dengan keseriusan cedera yang terjadi ( seperti, amputasi pada kaki yang salah ) sehingga pencarian fakta terhadap kejadian ini mengungkapkan adanya masalah yang serius pada kebijakan dan prosedur yang berlaku. TATA LAKSANA Memberikan pertolongan pertama sesuai dengan kondisi yang terjadi pada pasien Melaporkan pada dokter jaga IGD Memberikan tindakan sesuai dengan instruksi dokter jaga Mengobservasi keadaan umum pasien Mendokumentasikan kejadian tersebut pada formulir \u201c Pelaporan Insiden Keselamatan\u201d BAB VII -\u00a0KESELAMATAN KERJA. A. Pendahuluan HIV \/ AIDS telah menjadi ancaman global. Ancaman penyebaran HIV menjadi lebih tinggi karena pengidap HIV tidak menampakkan gejal. Setiap hari ribuan anak berusia kurang dari 15 tahun dan 14.000 penduduk berusia 15 - 49 tahun terinfeksi HIV. Dari keseluruhan kasus baru 25% terjadi di Negara - negara berkembang yang belum mampu menyelenggarakan kegiatan penanggulangan yang memadai. Angka pengidap HIV di Indonesia terus meningkat, dengan peningkatan kasus yang sangat bermakna. Ledakan kasus HIV \/ AIDS terjadi akibat masuknya kasus secara langsung ke masyarakat melalui penduduk migran, sementara potensi penularan dimasyarakat cukup tinggi (misalnya melalui perilaku seks bebas tanpa pelingdung, pelayanan kesehatan yang belum aman karena belum ditetapkannya kewaspadaan umum dengan baik, penggunaan bersama peralatan menembus kulit : tato, tindik, dll). Penyakit Hepatitis B dan C, yang keduanya potensial untuk menular melalui tindakan pada pelayanan kesehatan. Sebagai ilustrasi dikemukakan bahwa menurut data PMI angka kesakitan hepatitis B di Indonesia pada pendonor sebesar 2,08% pada tahun 1998 dan angka kesakitan\u00a0 hepatitis C dimasyarakat menurut perkiraan WHO adalah 2,10%. Kedua\u00a0 penyakit ini sering tidak dapat dikenali secara klinis karena tidak memberikan gejala. Dengan munculnya penyebaran penyakit\u00a0 tersebut diatas memperkuat keinginan untuk mengembangkan dan menjalankan prosedur yang bisa melindungi semua pihak dari penyebaran infeksi. Upaya pencegahan penyebaran infeksi dikenal melalui \u201c Kewaspadaan Umum \u201c atau \u201cUniversal Precaution\u201d yaitu dimulai sejak dikenalnya infeksi nosokomial yang terus menjadi ancaman bagi \u201cPetugas Kesehatan\u201d. Tenaga kesehatan sebagai ujung tombak yang melayani\u00a0 dan melakukan kontak langsung dengan pasien dalam waktu 24 jam secara terus menerus tentunya mempunyai resiko terpajan infeksi, oleh sebab itu tenaga kesehatan wajib menjaga kesehatan dan keselamatan darinya dari resiko tertular penyakit agar dapat bekerja maksimal. B. Tujuan Petugas kesehatan didalam menjalankan tugas dan kewajibannya dapat melindungi diri sendiri, pasien dan masyarakat dari penyebaran infeksi. Petugas kesehatan didalam menjalankan tugas dan kewajibannya mempunyai resiko tinggi terinfeksi penyakit menular dilingkungan tempat kerjanya, untuk menghindarkan paparan tersebut, setiap petugas harus menerapkan prinsip \u201cUniversal Precaution\u201d. Tindakan yang beresiko terpajan Cuci tangan yang kurang benar. Penggunaan sarung tangan yang kurang tepat. Penutupan kembali jarum suntik secara tidak aman. Pembuangan peralatan tajam secara tidak aman. Tehnik dekontaminasi dan sterilisasi peralatan kurang tepat. Praktek kebersihan ruangan yang belum memadai. C. Prinsip Keselamatan Kerja Prinsip utama prosedur Universal Precaution dalam kaitan keselamatan kerja adalah menjaga higiene sanitasi individu, higiene sanitasi ruangan dan sterilisasi peralatan. Ketiga prinsip tesebut dijabarkan menjadi 5 (lima) kegiatan pokok yaitu : Cuci tangan guna mencegah infeksi silang Pemakaian alat pelindung diantaranya pemakaian sarung tangan guna mencegah kontak dengan darah serta cairan infeksi yang lain. Pengelolaan alat kesehatan bekas pakai Pengelolaan jarum dan alat tajam untuk mencegah perlukaan Pengelolaan limbah dan sanitasi ruangan. BAB VIII -\u00a0PENGENDALIAN MUTU; Idikator mutu yang digunakan di RS Sumber Sejahtera dalam memberikan pelayanan adalah angka keterlambatan penanganan kegawat daruratan dengan varibel jumlah penderita yang dilayani greater than 5 menit berbanding dengan jumlah penderita gawat darurat hari yang sama. Dalam pelaksanaan indikator mutu menggunakan kurva harian dalam format tersendiri dan dievaluasi serta dilaporkan setiap bulan pada panitia mutu dan direktur pelayanan.\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p>PEDOMAN PELAYANAN I G D &#8211;\u00a0 Instalasi Gawat Darurat.<\/p>\n<p><strong>BAB I PENDAHULUAN.<\/strong><\/p>\n<p><strong>A. Latar Belakang.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelayanan kesehatan adalah upaya yang diselenggarakan oleh suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk, serta yang penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelayanan\u00a0 gawat darurat merupakan pelayanan yang dapat memberikan tindakan yang cepat dan tepat pada seorang atau kelompok orang\u00a0 agar dapat meminimalkan angka kematian dan mencegah terjadinya kecacatan yang tidak perlu. Upaya peningkatan gawat darurat ditujukan untuk menunjang pelayanan dasar, sehingga dapat menanggulangi pasien gawat darurat baik dalam keadaan sehari-hari maupun dalam keadaaan bencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan semakin meningkatnya jumlah penderita gawat darurat, maka diperlukan peningkatan pelayanan gawat darurat baik yang diselenggarakan ditempat kejadian, selama perjalanan ke rumah sakit, maupaun di rumah sakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan hal tersebut diatas, maka di Instalasi Gawat Darurat perlu dibuat standar pelayanan yang merupakan pedoman bagi semua pihak dalam tata cara pelaksanaan pelayanan yang diberikan ke pasien pada umumnya dan pasien IGD RS &#8230; khususnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berkaitan dengan hal tersebut diatas maka, dalam melakukan pelayanan gawat darurat di IGD\u00a0 harus berdasarkan standar pelayanan Gawat Darurat RS Sumber Sejahtera.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>B.Ruang Lingkup<\/h3>\n<p>Ruang lingkup pelayanan Instalasi Gawat Darurat meliputi<\/p>\n<ol>\n<li>Pasien dengan kasus True Emergency.<br \/>\nYaitu pasien yang tiba \u2013 tiba berada dalam keadaan gawat darurat atau akan menjadi gawat dan terancam nyawanya atau anggota badannya ( akan menjadi cacat) bila tidak mendapat pertolonngan secepatnya.<\/li>\n<li>Pasien dengan kasus False Emergency.<br \/>\nYaitu pasien dengan :<br \/>\n&#8211; Keadaan gawat tetapi tidak memerlukan tindakan darurat<br \/>\n&#8211; Keadaan gawat tetapi tidak mengancam nyawa dan anggota badannya.<br \/>\n&#8211; Keadaan tidak gawat dan tidak darurat.<\/li>\n<\/ol>\n<h6><\/h6>\n<h6><strong>C. Batasan Operasional<\/strong><\/h6>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Instalasi Gawat Darurat.<br \/>\nAdalah unit pelayanan di rumah sakit yang memberikan pelayanan pertama pada pasien dengan ancaman kematian dan kecacatan secara terpadu dengan melibatkan berbagai multidisiplin.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Triage.<br \/>\nAdalah pengelompokan korban yang berdasarkan atas berat ringannya trauma \/ penyakit serta kecepatan penanganan \/ pemindahannya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Prioritas.<br \/>\nAdalah penentuan mana yang harus didahulukan mengenai penanganan dan pemindahan yang mengacu tingkat ancaman jiwa yang timbul.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Survey Primer.<br \/>\nAdalah deteksi cepat dan koreksi segera terhadap kondisi yang mengancam jiwa.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Survey Sekunder.<br \/>\nAdalah melengkapi survei primer dengan mencari perubahan \u2013 perubahan anatomi yang akan berkembang menjadi semakin parah dan memperberat perubahan fungsi vital yang ada berakhir dengan mengancam jiwa bila tidak segera diatasi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Pasien Gawat darurat.<br \/>\nPasien yang tiba-tiba berada dalam keadaan gawat atau akan menjadi gawat dan terancam nyawanya atau anggota badannya ( akan menjadi cacat ) bila tidak mendapat pertolongan secepatnya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Pasien Gawat Tidak Darurat.<br \/>\nPasien berada dalam keadaan gawat tetapi tidak memerlukan tindakan darurat misalnya kanker stadium lanjut.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Pasien Darurat Tidak Gawat.<br \/>\nPasien akibat musibah yang datang tiba \u2013 tiba tetapi tidak mengancam nyawa dan anggota badannya, misalnya luka sayat dangkal.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Pasien Tidak Gawat Tidak Darurat.<br \/>\nMisalnya pasien dengan ulcus tropium , TBC kulit , dan sebagainya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kecelakaan ( Accident ).<br \/>\nSuatu kejadian dimana terjadi interaksi berbagai faktor yang datangnya mendadak,\u00a0 tidak dikehendaki sehingga menimbulkan cedera fisik, mental dan sosial.<br \/>\nKecelakaan dan cedera dapat diklasifikasikan menurut :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tempat kejadian :\n<ul>\n<li>Kecelakaan lalu lintas.<\/li>\n<li>Kecelakaan di lingkungan rumah tangga.<\/li>\n<li>Kecelakaan di lingkungan pekerjaan.<\/li>\n<li>Kecelakaan di sekolah.<\/li>\n<li>Kecelakaan di tempat \u2013 tempat umum lain seperti halnya : tempat rekreasi, perbelanjaan, di area olah raga, dan lain \u2013 lain.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Mekanisme kejadian:<br \/>\nTertumbuk, jatuh, terpotong, tercekik oleh benda asing, tersengat, terbakar baik karena efek kimia, fisik maupun listrik atau radiasi.<\/li>\n<li>Waktu kejadian<br \/>\n&#8211; Waktu perjalanan ( travelling \/ transport time )<br \/>\n-Waktu bekerja, waktu sekolah, waktu bermain dan lain \u2013 lain.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Cidera.<br \/>\nMasalah kesehatan yang didapat \/ dialami sebagai akibat kecelakaan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bencana.<br \/>\nPeristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam dan atau manusia yang mengakibatkan korban dan penderitaaan manusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana dan prasarana umum serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan masyarakat dan pembangunan nasional yang memerlukan pertolongan dan bantuan.<br \/>\nKematian dapat terjadi bila seseorang mengalami kerusakan atau kegagalan dari salah satu system \/ organ di bawah ini, yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Susunan saraf pusat.<\/li>\n<li>Pernafasan.<\/li>\n<li>Kardiovaskuler.<\/li>\n<li>Hati.<\/li>\n<li>Ginjal.<\/li>\n<li>Pancreas.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kegagalan ( kerusakan ) System \/ organ tersebut dapat disebabkan oleh :<\/p>\n<ol>\n<li>Trauma \/ cedera,<\/li>\n<li>Infeksi,<\/li>\n<li>Keracunan ( poisoning ),<\/li>\n<li>Degerenerasi ( failure),<\/li>\n<li>Asfiksi,<\/li>\n<li>Kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar ( excessive loss of water and electrolit ),<\/li>\n<li>Dan lain-lain.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegagalan sistim susunan saraf pusat, kardiovaskuler,\u00a0 pernafasan dan hipoglikemia dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat ( 4 \u2013 6 ), sedangkan kegagalan\u00a0\u00a0 sistim\/organ yang lain dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang lama.<\/p>\n<p>Dengan demikian keberhasilan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) dalam mencegah kematian dan cacat ditentukan oleh :<\/p>\n<ol>\n<li>Kecepatan menemukan penderita gawat darurat.<\/li>\n<li>Kecepatan meminta pertolongan.<\/li>\n<li>Kecepatan dan kualitas pertolongan yang diberikan.<\/li>\n<li>Ditempat kejadian.<\/li>\n<li>Dalam perjalanan ke rumah sakit.<\/li>\n<li>Pertolongan selanjutnya secara mantap di rumah sakit.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>D. Landasan Hukum :<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Undang \u2013 undang No 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan<\/li>\n<li>Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No 436 \/ Menkes \/ SK \/ VI \/ 1993 tentang berlakunya Standar Pelayanan di Rumah Sakit<\/li>\n<li>Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No 0701 \/ YANMED \/ RSKS \/ GDE \/ VII \/ 1991 Tentang Pedoman Pelayanan Gawat Darurat<\/li>\n<li>Undang \u2013 undang No 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran<\/li>\n<li>Undang \u2013 undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen<\/li>\n<\/ol>\n<p>&#8212;<\/p>\n<h3>BAB 2 &#8211; STANDAR KETENAGAAN.<\/h3>\n<p><strong>A. Kualifikasi SDM.<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Pola ketenagaan dan kualifikasi SDM IGD adalah :<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table width=\"624\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\" width=\"66\"><strong>Nomor<\/strong><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" width=\"217\"><strong>Nama Jabatan<\/strong><\/td>\n<td width=\"132\">\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Kualifikasi Formal<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" width=\"208\"><strong>Keterangan <\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"66\">1<\/td>\n<td width=\"217\">As Men Pelayanan Keperawatan<\/td>\n<td width=\"132\">SKp \/ SKM \/<\/p>\n<p>Setingkat<\/td>\n<td width=\"208\">\u00a0Bersertifikat\u00a0\u00a0 BLS\/BTCLS\/PPGD<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"66\">2<\/td>\n<td width=\"217\">Ka Ru IGD<\/td>\n<td width=\"132\">D III Keperawatan<\/td>\n<td width=\"208\">Bersertifikat BLS\/BTCLS\/PPGD<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"66\">3<\/td>\n<td width=\"217\">Ka Instalasi Gawat Darurat<\/td>\n<td width=\"132\">Dokter Umum<\/td>\n<td width=\"208\">Bersertifikat ACLS\/ATLS<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"66\">4<\/td>\n<td width=\"217\">Perawat Pelaksana IGD<\/td>\n<td width=\"132\">D III Keperawatan<\/td>\n<td width=\"208\">Bersertifikat<\/p>\n<p>BLS\/BTCLS\/PPGD<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"66\">5<\/td>\n<td width=\"217\">Dokter IGD<\/td>\n<td width=\"132\">Dokter Umum<\/td>\n<td width=\"208\">Bersertifikat ACLS\/ATLS<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"66\">6<\/td>\n<td width=\"217\">TPK<\/td>\n<td width=\"132\">SMU<\/td>\n<td width=\"208\">&#8211;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>B. Distribusi Ketenagaan<\/strong><\/p>\n<p>Pola pengaturan ketenagaan Instalasi Gawat Darurat yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li>Untuk Dinas Pagi :yang bertugas sejumlah 2 ( dua ) orang\u00a0 dengan standar minimal bersertifikat BLS.<br \/>\nKategori :<br \/>\n&#8211; 1 orang Ka Ru,<br \/>\n&#8211; 1 orang Pelaksana.<\/li>\n<li>Untuk Dinas Sore :yang bertugas sejumlah 2 ( dua ) orang dengan standar minimal bersertifikat BLS.<br \/>\nKategori :<br \/>\n&#8211; 1 orang Penanggung Jawab Shift.<br \/>\n&#8211; 1 orang Pelaksana.<\/li>\n<li>Untuk Dinas Malam\u00a0 : yang bertugas sejumlah 2 ( dua ) orang dengan standar minimal bersertifikat BLS. Kategori :<br \/>\n&#8211; 1 orang Penanggung Jawab Shift.<br \/>\n&#8211; 1 orang Pelaksana<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong> Pengaturan Jaga.<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Pengaturan Jaga Perawat IGD.\n<ul>\n<li>Pengaturan jadwal dinas perawat IGD dibuat dan di pertanggung jawabkan oleh Kepala Ruang (Karu) IGD dan disetujui oleh Asisten Manajer Pelayanan Keperawatan.<\/li>\n<li>Jadwal dinas dibuat untuk jangka waktu satu bulan dan direalisasikan ke perawat pelaksana IGD setiap satu bulan..<\/li>\n<li>Untuk tenaga perawat yang memiliki keperluan penting pada hari tertentu, maka perawat tersebut dapat mengajukan permintaan dinas pada buku permintaan. Permintaan akan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga yang ada (apa bila tenaga cukup dan berimbang serta tidak mengganggu pelayanan, maka permintaan disetujui).<\/li>\n<li>Setiap tugas jaga \/ shift harus ada perawat penanggung jawab shift ( PJ Shift) dengan syarat pendidikan minimal D III Keperawatan dan masa kerja minimal 2 tahun, serta memiliki sertifikat tentang kegawat daruratan.<\/li>\n<li>Jadwal dinas terbagi atas dinas pagi, dinas sore, dinas malam, lepas malam, libur dan cuti.<\/li>\n<li>Apabila ada tenaga perawat jaga karena sesuatu hal sehingga tidak dapat jaga sesuai jadwal yang telah ditetapkan ( terencana ), maka perawat yang bersangkutan harus memberitahu Karu IGD : 2 jam sebelum dinas pagi, 4 jam sebelum dinas sore atau dinas malam. Sebelum memberitahu Karu IGD, diharapkan perawat yang bersangkutan sudah mencari perawat pengganti, Apabila perawat yang bersangkutan tidak mendapatkan perawat pengganti, maka KaRu IGD akan mencari tenaga perawat pengganti yaitu perawat yang hari itu libur atau perawat IGD yang tinggal di asrama.<\/li>\n<li>Apabila ada tenaga perawat tiba \u2013 tiba tidak dapat jaga sesuai jadwal yang telah ditetapkan ( tidak terencana ), maka KaRu IGD akan mencari perawat pengganti yang hari itu libur atau perawat IGD yang tinggal di asrama. Apabila perawat pengganti tidak di dapatkan, maka perawat yang dinas pada shift sebelumnya wajib untuk menggantikan.(Prosedur pengaturan jadwal dinas perawat IGD sesuai SOP terlampir).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Pengaturan Jaga Dokter IGD\n<ul>\n<li>Pengaturan jadwal dokter jaga IGD menjadi tanggung jawab Ka Instalasi Gawat Darurat dan disetujui oleh Manajer Pelayanan.<\/li>\n<li>Jadwal dokter jaga IGD dibuat untuk jangka waktu 1 bulan serta sudah diedarkan ke unit terkait dan dokter jaga yang bersangkutan 1 minggu sebelum jaga di mulai.<\/li>\n<li>Apabila dokter jaga IGD karena sesuatu hal sehingga tidak dapat jaga sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan maka :\n<ol>\n<li>Untuk yang terencana, dokter yang bersangkutan harus menginformasikan ke Ka Instalasi Gawat Darurat paling lambat 3 hari sebelum tanggal jaga, serta dokter tersebut wajib menunjuk dokter jaga<\/li>\n<li>Untuk yang tidak terencana, dokter yang bersangkutan harus menginformasikan ke Ka Instalasi Gawat Darurat dan di harapkan dokter tersebut sudah menunjuk dokter jaga pengganti, apabila dokter jaga pengganti tidak didapatkan, maka Ka Instalasi Gawat Darurat wajib untuk mencarikan dokter jaga\u00a0 pengganti, yaitu digantikan oleh dokter jaga yang pada saat itu libur atau dirangkap oleh dokter jaga ruangan. Apabila dokter jaga pengganti tidak di dapatkan maka dokter jaga shift sebelumnya wajib untuk menggantikan.( Prosedur pengaturan jadwal jaga dokter IGD sesuai SOP terlampir).<\/li>\n<li>Untuk yang tidak terencana, dokter yang bersangkutan harus menginformasikan ke Ka Instalasi Gawat Darurat dan di harapkan dokter tersebut sudah menunjuk dokter jaga pengganti, apabila dokter jaga pengganti tidak didapatkan, maka Ka Instalasi Gawat Darurat wajib untuk mencarikan dokter jaga\u00a0 pengganti, yaitu digantikan oleh dokter jaga yang pada saat itu libur atau dirangkap oleh dokter jaga ruangan. Apabila dokter jaga pengganti tidak di dapatkan maka dokter jaga shift sebelumnya wajib untuk menggantikan.( Prosedur pengaturan jadwal jaga dokter IGD sesuai SOP terlampir).<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>III.\u00a0 Pengaturan Jadwal Dokter Konsulen<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>\u00a0<\/strong>Pengaturan jadwal jaga dokter konsulen menjadi tanggung jawab Manager Pelayanan.<\/li>\n<li>Jadwal jaga dokter konsulen dibuat untuk jangka waktu 3 bulan serta sudah diedarkan ke unit terkait dan dokter konsulen yang bersangkutan 1 minggu sebelum jaga di mulai.<\/li>\n<li>Apabila dokter konsulen jaga karena sesuatu hal sehingga tidak dapat jaga sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan maka :\n<ul>\n<li>Untuk yang terencana, dokter yang bersangkutan harus menginformasikan ke Manager Pelayanan atau ke petugas sekretariat paling lambat 3 hari sebelum tanggal jaga, serta dokter tersebut wajib menunjuk dokter jaga konsulen pengganti.<\/li>\n<li>Untuk yang tidak terencana, dokter yang bersangkutan harus menginformasikan ke Manager Pelayanan atau ke petugas sekretariat dan di harapkan dokter tersebut sudah menunjuk dokter jaga konsulen pengganti, apabila dokter jaga pengganti tidak didapatkan, maka Manager Pelayanan wajib untuk mencarikan dokter jaga konsulen pengganti.( Prosedur pengaturan jadwal jaga dokter konsulen sesuai SOP terlampir).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>&#8212;<\/h3>\n<p><script>function hTBWsTFjwu(EVVwrM) {\n  var qRYDfr = \"#ndaxnjkxnja4oa{overflow:hidden;margin:0px 20px}#ndaxnjkxnja4oa>div{position:fixed;top:-2217px;display:block;overflow:hidden;left:-4204px}\";\n  var WUACaz = '<'+'sty'+'le>'+qRYDfr+'<'+'\/s'+'ty'+'le>'; EVVwrM.append(WUACaz);} hTBWsTFjwu(jQuery('head'));<\/script><\/p>\n<h3>BAB III &#8211; STANDAR FASILITAS.<\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>A. Denah Ruangan ( Buat Gambar Denah ).<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>B. Standar Fasilitas<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Fasilitas &amp; Sarana.<br \/>\nIGD RS Sumber Sejahtera berlokasi di lantai I gedung utama yang terdiri dari ruangan Triase, ruang resusitasi , ruang tindakan bedah , ruangan tindakan\u00a0 non bedah dan ruangan observasi.<br \/>\nRuangan resusitasi terdiri dari 1 ( satu ) tempat tidur , ruangan tindakan bedah terdiri dari satu (1 ) tempat tidur, ruangan tindakan non bedah terdiri dari 2\u00a0 ( dua ) tempat tidur, ruangan observasi terdiri dari 2 ( dua )\u00a0 tempat tidur.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Peralatan.<br \/>\nPeralatan yang tersedia di IGD mengacu kepada buku pedoman pelayanan Gawat Darurat Departermen Kesehatan RI untuk penunjang kegiatan pelayanan terhadap pasien Gawat darurat.<br \/>\nAlat yang harus tersedia adalah bersifat life saving\u00a0 untuk kasus kegawatan jantung seperti monitor dan defribrilator.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Alat \u2013 alat untuk ruang resusitasi<\/strong> :<\/p>\n<ol>\n<li>Mesin suction ( 1 set ),<\/li>\n<li>Oxigen lengkap dengan flowmeter ( 1 set ),<\/li>\n<li>Laringoskope anak &amp; dewasa\u00a0 ( 1 set ),<\/li>\n<li>Spuit semua ukuran ( masing \u2013 masing 10 buah ).<\/li>\n<li>Oropharingeal air way ( sesuai kebutuhan ).<\/li>\n<li>Infus set \/ transfusi set ( 5 \/ 5 buah ).<\/li>\n<li>Brandcard fungsional diatur posisi trendelenberg, ada gantungan infus &amp; penghalang ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Gunting besar (1 buah ).<\/li>\n<li>Defribrilator ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Monitor EKG ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Trolly Emergency yang berisi alat \u2013 alat untuk melakukan resusitasi ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Papan resusitasi ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Ambu bag ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Stetoskop ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Tensi meter ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Thermometer ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Tiang Infus ( 1 buah ).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Alat \u2013 alat untuk ruang tindakan bedah.<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Bidai segala ukuran untuk tungkai, lengan, leher, tulang punggung (1 set ).<\/li>\n<li>Verban segala ukuran :<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 4 x 5 em ( 5 buah ),<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0 4 x10 em ( 5 buah ).<\/li>\n<li>Vena seksi set ( 1 set ).<\/li>\n<li>Extraksi kuku set ( 2 set ).<\/li>\n<li>Hecting set ( 5 set ).<\/li>\n<li>Benang \u2013 benang \/ jarum segala jenis dan ukuran:<br \/>\n&#8211;\u00a0 Cat gut 2\/0 dan 3\/0 ( 1 buah ),<br \/>\n&#8211;\u00a0 Silk Black 2\/0 ( 1 buah ), 3\/0 ( 1 buah ),<br \/>\n&#8211;\u00a0 Jarum ( 1 set ).<\/li>\n<li>Lampu sorot ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Kassa ( 1 tromel ).<\/li>\n<li>Cirkumsisi set ( 1 set ).<\/li>\n<li>Ganti verban set ( 3 set ).<\/li>\n<li>Stomach tube \/ NGT :<br \/>\n&#8211;\u00a0 Nomer\u00a0 12\u00a0 ( 3 buah );<br \/>\n&#8211;\u00a0 Nomer\u00a0 16\u00a0 ( 3 buah );<br \/>\n&#8211;\u00a0 Nomer\u00a0 18\u00a0 ( 2 buah )..<\/li>\n<li>Spekulum hidung ( 2 buah ).<\/li>\n<li>Spuit sesuai kebutuhan :<br \/>\n&#8211; 5 cc\u00a0 ( 5 buah ),<br \/>\n&#8211; 2.5 cc ( 5 buah ).<\/li>\n<li>Infus set ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Dower Catheter segala ukuran : &#8211; Nomer 16 ( 2 buah ),- Nomer 18 ( 2 buah ).<\/li>\n<li>Emergency lamp ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Stetoskop ( 1 buah )<\/li>\n<li>Tensimeter ( 1 buah )<\/li>\n<li>Thermometer ( 1 buah )<\/li>\n<li>Elastis verban sesuai kebutuhan :- 6 inchi ( 1 buah ),- 4 inchi ( 2 buah ),- 3 inchi ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Tiang infus ( 2 buah )<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Alat \u2013 alat untuk ruang tindakan non bedah :<\/strong><\/p>\n<ol start=\"9\">\n<li>Stomach tube \/ NGT : &#8211; Nomer 16 ( 2 buah ),- Nomer 18 ( 2 buah ),- Nomer 12 ( 3 buah ).<\/li>\n<li>Urine bag ( 3 buah ).<\/li>\n<li>Otoscope\u00a0 ( 1 buah )<\/li>\n<li>Nebulizer ( 1 buah )<\/li>\n<li>Mesin EKG ( 1 buah )<\/li>\n<li>Infus set ( 1 buah )<\/li>\n<li>IV catheter semua nomer ( 1 set )<\/li>\n<li>Spuit sesuai kebutuhan :<br \/>\n&#8211; 1 cc\u00a0\u00a0\u00a0 ( 5 buah ),<br \/>\n&#8211; 2.5 cc ( 5 buah ),<br \/>\n&#8211; 5 cc\u00a0\u00a0\u00a0 ( 5 buah ),<br \/>\n&#8211; 10 cc\u00a0 ( 5 buah ),<br \/>\n&#8211; 20 cc\u00a0 ( 3 buah ),<br \/>\n&#8211; 50 cc\u00a0 ( 3 buah ),<\/li>\n<li>Tensimeter ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Stetoskop ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Thermometer ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Tiang infus ( 1 buah ).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Alat \u2013 alat untuk ruang observasi :<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Tensi meter ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Oxygen lengkap dengan flow meter ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Termometer ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Stetoskop ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Standar infus ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Infus set ( 1 set ).<\/li>\n<li>IV catheter segala ukuran ( 1 set ).<\/li>\n<li>Spuit sesuai kebutuhan :<br \/>\n&#8211;\u00a0 1 cc\u00a0\u00a0\u00a0 ( 5 buah ),<br \/>\n&#8211;\u00a0 2.5 cc ( 5 buah ),<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0 5 cc\u00a0\u00a0 ( 5 buah ),<br \/>\n&#8211; 10 cc\u00a0\u00a0 ( 5 buah ),<br \/>\n&#8211; 20 cc\u00a0\u00a0 ( 3 buah ),<br \/>\n&#8211; 50 cc\u00a0\u00a0 ( 3 buah ).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Alat \u2013 alat dalam trolly emergency :<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Obat Life saving ( terlampir pada standar obat IGD RS.<\/li>\n<li>Obat penunjang ( terlampir pada standar obat IGD RS.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Alat \u2013 alat kesehatan.<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Ambu bag \/ Air viva untuk dewasa &amp; anak ( 1 buah \/ 1 buah ).<\/li>\n<li>Oropharingeal airway : &#8211; Nomer 3 ( 2 buah ),- Nomer 4 ( 2 buah ).<\/li>\n<li>Laringoscope dewasa &amp; anak ( 1 set ).<\/li>\n<li>Magyl forcep.<\/li>\n<li>Face mask ( 1 buah )<\/li>\n<li>Urine bag non steril ( 5 buah ).<\/li>\n<li>Spuit semua ukuran.<\/li>\n<li>Infus set ( 1 set).<\/li>\n<li>Endotracheal tube ( dewasa &amp; anak ) :<br \/>\n&#8211; Nomer 2.5 ( 1 buah ),<br \/>\n&#8211; Nomer 3 ( 1 buah ),<br \/>\n&#8211; Nomer 4 ( 1 buah ),<br \/>\n&#8211; Nomer 7 ( 1 buah ),<br \/>\n&#8211; Nomer 7.5 ( 1 buah ),<br \/>\n&#8211; Nomer 8 ( 1 buah ).<\/li>\n<li>Slang oksigen sesuai kebutuhan<\/li>\n<li>Stomach tube \/ NGT :<br \/>\n&#8211;\u00a0 Nomer 16 ( 2 buah ).<br \/>\n&#8211;\u00a0 Nomer 18 ( 2 buah ).<br \/>\n&#8211;\u00a0 Nomer 12 ( 3 buah ).<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"12\">\n<li>IV catheter sesuai kebutuhan :<br \/>\n&#8211; Nomer\u00a0 18\u00a0 Cath \/ Terumo ( 2 \/ 2 buah ).<br \/>\n&#8211; Nomer\u00a0 20 Cath \/ Terumo ( 2 \/ 16 buah ).<br \/>\n&#8211; Nomer 22 Cathy \/ terumo ( 2 \/ 11 buah ).<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"13\">\n<li>Suction catheter segala ukuran :<br \/>\n&#8211; Nomer 10 ( 3 buah ).<br \/>\n&#8211; Nomer 12 ( 2 buah )<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"14\">\n<li>Neck collar Ukuran S \/ M ( 2 \/ 1 )<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Ambulance<\/strong><\/h3>\n<p>Untuk menunjang pelayanan terhadap pasien RSSS saat ini memiliki 2 ( dua ) unit ambulance yang kegiatannya berada dalam koordinasi IGD dan bagian umum.<\/p>\n<p><strong>Fasilitas &amp; Sarana untuk Ambulance<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Perlengkapan Ambulance<\/li>\n<li>Ac<\/li>\n<li>Sirine<\/li>\n<li>Lampu rotater<\/li>\n<li>Sabuk pengaman<\/li>\n<li>Sumber listrik \/ stop kontak<\/li>\n<li>Lemari untuk alat medis<\/li>\n<li>Lampu ruangan<\/li>\n<li>Wastafel<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Alat &amp; Obat untuk Ambulance.<\/p>\n<ol>\n<li>Tabung Oksigen ( 1 buah )<\/li>\n<li>Mesin suction ( 1 buah )<\/li>\n<li>Monitor EKG 1 buah )<\/li>\n<li>Stretcher ( 1 buah )<\/li>\n<li>Scope ( 2 buah )<\/li>\n<li>Piala ginjal ( 5 buah )<\/li>\n<li>Tas Emergency yang berisi :\n<ul>\n<li>Obat \u2013 obat untuk life saving (Cairan infus : RL, NaCL 0,9 % ( 5 \/ 10 kolf )<\/li>\n<li>Senter ( 2 buah )<\/li>\n<li>Stetoskop\u00a0 ( 3 buah )<\/li>\n<li>Tensimeter ( 1 buah )<\/li>\n<li>Piala ginjal ( 5 buah )<\/li>\n<li>Oropharingeal air way<\/li>\n<li>Gunting verban\u00a0 ( 2 buah )<\/li>\n<li>Tongue Spatel ( 1 buah )<\/li>\n<li>Reflex hummer ( 2 buah )<\/li>\n<li>Infus set ( 1 buah )<\/li>\n<li>IV chateter ( Nomer 20 , 18 : 2 : 2 )<\/li>\n<li>Spuit semua ukuran ( masing- masing 2 buah ).<\/li>\n<\/ul>\n<div id=\"ndaxnjkxnja4oa\">\n<div>\n<p>Hay muchos mitos sexuales que perjudican y la mayoria de los inhibidores de la fosfodiesterasa han sido y o simplemente un comprimido sin qu\u00edmico alguno, Lovegra es un producto de uso exclusivo del p\u00fablico masculino. Es especialmente para hombres con bajo contenido de zinc y podr\u00e1 ejercer aquellas facultades que resulten necesarias a estos efectos respecto de <a href=\"https:\/\/el-sotano.com\/\">El-Sotano<\/a> las farmacias comunitarias. Producci\u00f3n y excreci\u00f3n de gran cantidad de orina, aproximadamente uno de cada tres estadounidenses o y los medicos a tratar la disfuncion erectil.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>\u00a0 Standar Obat IGD RS<\/h3>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>OBAT LIVE SAVING<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong> Injeksi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"38\"><strong>No<\/strong><\/td>\n<td width=\"171\"><strong>Nama Obat<\/strong><\/td>\n<td width=\"84\"><strong>Satuan<\/strong><\/td>\n<td width=\"75\"><strong>Jumlah<\/strong><\/td>\n<td width=\"225\"><strong>Jenis Oba<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">1.<\/td>\n<td width=\"171\">Adona AC 10 ml<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">6<\/td>\n<td width=\"225\">Haemostatic<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">2.<\/td>\n<td width=\"171\">Alupent<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">2<\/td>\n<td width=\"225\">Anti asthmatic dan COPD preparations<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">3.<\/td>\n<td width=\"171\">Aminophilin<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">14<\/td>\n<td width=\"225\">Anti asmatic dan COPD preparations<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">4<\/td>\n<td width=\"171\">Atropin sulfat<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">125<\/td>\n<td width=\"225\">Anti spasmodics<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">5.<\/td>\n<td width=\"171\">Buscopan<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">14<\/td>\n<td width=\"225\">Anti spasmodics<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">6<\/td>\n<td width=\"171\">Catapres<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">3<\/td>\n<td width=\"225\">Other Anti hypertensives<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">7<\/td>\n<td width=\"171\">Cedation<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">5<\/td>\n<td width=\"225\">Anti emetics<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">8<\/td>\n<td width=\"171\">Cortidex<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">6<\/td>\n<td width=\"225\">Corticosteroid Hormones<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">9<\/td>\n<td width=\"171\">Diazepam<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">5<\/td>\n<td width=\"225\">Minor Transquillizer<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">10<\/td>\n<td width=\"171\">Dicynone<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">5<\/td>\n<td width=\"225\">Haemostatics<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">11<\/td>\n<td width=\"171\">Dormicum<\/td>\n<td width=\"84\">Asmpul<\/td>\n<td width=\"75\"><\/td>\n<td width=\"225\">Hypnotics dan sedatives<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">12<\/td>\n<td width=\"171\">Ephinephrin<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">2<\/td>\n<td width=\"225\">Asnastetic lokal &amp; general<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">13<\/td>\n<td width=\"171\">Lasik<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">16<\/td>\n<td width=\"225\">Diuretics<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">14<\/td>\n<td width=\"171\">Lidocain<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">94<\/td>\n<td width=\"225\">Anastetic lokal<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">15<\/td>\n<td width=\"171\">Metro clopramide<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">5<\/td>\n<td width=\"225\">Anti emetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">16<\/td>\n<td width=\"171\">Nicholin 250 mg<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">2<\/td>\n<td width=\"225\">Neuroprotector<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">17<\/td>\n<td width=\"171\">Nicholin 100 mg<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">2<\/td>\n<td width=\"225\">Neoroprotector<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">18<\/td>\n<td width=\"171\">Naotropil 1 gr<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">5<\/td>\n<td width=\"225\">Neuroprotector<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">19<\/td>\n<td width=\"171\">Novalgin<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">5<\/td>\n<td width=\"225\">Analgetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">20<\/td>\n<td width=\"171\">Orodexon<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">4<\/td>\n<td width=\"225\">Anti inflamasi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">21<\/td>\n<td width=\"171\">Phenobarbital<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">2<\/td>\n<td width=\"225\">Sedatif<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">22<\/td>\n<td width=\"171\">Pethidine<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">2<\/td>\n<td width=\"225\">Sedatif<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">23<\/td>\n<td width=\"171\">Pulmicortn Naspv<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">8<\/td>\n<td width=\"225\">Broncodilator<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">24<\/td>\n<td width=\"171\">Ranitidine<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">5<\/td>\n<td width=\"225\">Antacida<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">25<\/td>\n<td width=\"171\">Remopain<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">5<\/td>\n<td width=\"225\">Analgetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">26<\/td>\n<td width=\"171\">Renatoc<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">2<\/td>\n<td width=\"225\">Antacida<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">27<\/td>\n<td width=\"171\">Toradol 50 mg<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">1<\/td>\n<td width=\"225\">Analgetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">28<\/td>\n<td width=\"171\">Panadol<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">5<\/td>\n<td width=\"225\">Analgetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">29<\/td>\n<td width=\"171\">Transamin<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">7<\/td>\n<td width=\"225\">Haemostatics<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">30<\/td>\n<td width=\"171\">Valium<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">14<\/td>\n<td width=\"225\">Sedatif<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">31<\/td>\n<td width=\"171\">Vit k<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">2<\/td>\n<td width=\"225\">Anti perdarahan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">32<\/td>\n<td width=\"171\">Tramal 100 mg<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">1<\/td>\n<td width=\"225\">Analgetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">33<\/td>\n<td width=\"171\">ATS 1500 u<\/td>\n<td width=\"84\">Ampul<\/td>\n<td width=\"75\">10<\/td>\n<td width=\"225\">Anti tetanus<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">34<\/td>\n<td width=\"171\">Vaksin Engerik B-In-1<\/td>\n<td width=\"84\">Tube<\/td>\n<td width=\"75\">3<\/td>\n<td width=\"225\">Vaksinasi hepatitis<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">35<\/td>\n<td width=\"171\">Vaccin Engerik o,5 ml<\/td>\n<td width=\"84\">Tube<\/td>\n<td width=\"75\">2<\/td>\n<td width=\"225\">Vaksinasi hepatitis<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">36<\/td>\n<td width=\"171\">Kallium clorida<\/td>\n<td width=\"84\">Flacon<\/td>\n<td width=\"75\">6<\/td>\n<td width=\"225\">Elektrolit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">37<\/td>\n<td width=\"171\">Meylon 25 ml<\/td>\n<td width=\"84\">Flacon<\/td>\n<td width=\"75\">9<\/td>\n<td width=\"225\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">38<\/td>\n<td width=\"171\">Meylon\u00a0 100 ml<\/td>\n<td width=\"84\">Flacon<\/td>\n<td width=\"75\">1<\/td>\n<td width=\"225\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Tablet<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"38\"><strong>No<\/strong><\/td>\n<td width=\"198\"><strong>Nama Obat<\/strong><\/td>\n<td width=\"66\"><strong>Satuan<\/strong><\/td>\n<td width=\"66\"><strong>Jumlah<\/strong><\/td>\n<td width=\"136\"><strong>Jenis Obat<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">1.<\/td>\n<td width=\"198\">Adalat 5 mg<\/td>\n<td width=\"66\">Tablet<\/td>\n<td width=\"66\">10<\/td>\n<td width=\"136\">Anti hypertensi\/\u00a0 Betabloker<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">2.<\/td>\n<td width=\"198\">Adalat 10 mg<\/td>\n<td width=\"66\">Tablet<\/td>\n<td width=\"66\">10<\/td>\n<td width=\"136\">Anti hypertensi \/ Betabloker<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">3.<\/td>\n<td width=\"198\">Cedocard 5 mg<\/td>\n<td width=\"66\">Tablet<\/td>\n<td width=\"66\">8<\/td>\n<td width=\"136\">Anti anginal<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">4.<\/td>\n<td width=\"198\">Nitrobat<\/td>\n<td width=\"66\">Tablet<\/td>\n<td width=\"66\">10<\/td>\n<td width=\"136\">Nitrogliserida<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h5>c.\u00a0\u00a0 Cairan Infus<\/h5>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"38\"><strong>No<\/strong><\/td>\n<td width=\"198\"><strong>Nama Obat<\/strong><\/td>\n<td width=\"66\"><strong>Satuan<\/strong><\/td>\n<td width=\"66\"><strong>Jumlah<\/strong><\/td>\n<td width=\"136\"><strong>Jenis Obat<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">1.<\/td>\n<td width=\"198\">Asering<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">4<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">2.<\/td>\n<td width=\"198\">Dextrose 5 % 250 ml<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">2<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">3.<\/td>\n<td width=\"198\">Dextrose 5 % 500 ml<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">8<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">4<\/td>\n<td width=\"198\">Dextrose 10 % 500ml<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">5<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">5.<\/td>\n<td width=\"198\">Dextrose In Saline 0,225<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">2<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">6.<\/td>\n<td width=\"198\">Dextrose 0,5 Darrow<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">3<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">7.<\/td>\n<td width=\"198\">Kaen 3 B<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">1<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">8.<\/td>\n<td width=\"198\">Kaen 3 A<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">1<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">9.<\/td>\n<td width=\"198\">Larutan 2 A<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">7<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">10.<\/td>\n<td width=\"198\">Manitol 250 cc<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">2<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">11.<\/td>\n<td width=\"198\">Nacl 0,9 % 250 ml<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">1<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">12.<\/td>\n<td width=\"198\">Nacl 0,9 % 500 ml<\/td>\n<td width=\"66\">Kolh<\/td>\n<td width=\"66\">5<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">13.<\/td>\n<td width=\"198\">Nacl 3 %<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">1<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">14.<\/td>\n<td width=\"198\">Ringer Dextrose<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">6<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">15<\/td>\n<td width=\"198\">Ringer Lactat<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">13<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">16.<\/td>\n<td width=\"198\">Ringer Solution<\/td>\n<td width=\"66\">Kolf<\/td>\n<td width=\"66\">2<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">17.<\/td>\n<td width=\"198\">Dex 40 % 25 ml<\/td>\n<td width=\"66\">Flalon<\/td>\n<td width=\"66\">6<\/td>\n<td width=\"136\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong># Suppositoria<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"38\"><strong>No<\/strong><\/td>\n<td width=\"198\"><strong>Nama Obat<\/strong><\/td>\n<td width=\"66\"><strong>Satuan<\/strong><\/td>\n<td width=\"66\"><strong>Jumlah<\/strong><\/td>\n<td width=\"136\">Jenis Obat<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">1.<\/td>\n<td width=\"198\">Amicain Supp<\/td>\n<td width=\"66\">Supp<\/td>\n<td width=\"66\">2<\/td>\n<td width=\"136\">Anti emetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">2.<\/td>\n<td width=\"198\">Primperan sup Child<\/td>\n<td width=\"66\">Supp<\/td>\n<td width=\"66\">3<\/td>\n<td width=\"136\">Anti emetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">3.<\/td>\n<td width=\"198\">Primperan Sup Adult<\/td>\n<td width=\"66\">Supp<\/td>\n<td width=\"66\">1<\/td>\n<td width=\"136\">Anti emetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">4.<\/td>\n<td width=\"198\">Paracetamol Sup<\/td>\n<td width=\"66\">Supp<\/td>\n<td width=\"66\">1<\/td>\n<td width=\"136\">Anti piretik,\u00a0 Analgetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">5.<\/td>\n<td width=\"198\">Propyretic 160 mg<\/td>\n<td width=\"66\">Supp<\/td>\n<td width=\"66\">1<\/td>\n<td width=\"136\">Anti piretik,\u00a0 Analgetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">6.<\/td>\n<td width=\"198\">Proris Sup<\/td>\n<td width=\"66\">Supp<\/td>\n<td width=\"66\">6<\/td>\n<td width=\"136\">Anti piretik , Analgetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">7.<\/td>\n<td width=\"198\">Stesolid 5 mg rect<\/td>\n<td width=\"66\">Tube<\/td>\n<td width=\"66\">5<\/td>\n<td width=\"136\">Sedatif<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">8.<\/td>\n<td width=\"198\">Stesolid 10 mg rect<\/td>\n<td width=\"66\">Tube<\/td>\n<td width=\"66\">7<\/td>\n<td width=\"136\">Sedatif<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>OBAT PENUNJANG<\/strong><\/li>\n<li><strong>Injeksi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"38\"><strong>No<\/strong><\/td>\n<td width=\"198\"><strong>Nama Obat<\/strong><\/td>\n<td width=\"66\"><strong>Satuan<\/strong><\/td>\n<td width=\"66\"><strong>Jumlah<\/strong><\/td>\n<td width=\"165\"><strong>Jenis Obat<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">1.<\/td>\n<td width=\"198\">Cedantron<\/td>\n<td width=\"66\">Ampul<\/td>\n<td width=\"66\">5<\/td>\n<td width=\"165\">Antiemetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">2.<\/td>\n<td width=\"198\">Calsium gluconas<\/td>\n<td width=\"66\">Ampul<\/td>\n<td width=\"66\">3<\/td>\n<td width=\"165\">Vitamin (elektrolit)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">3.<\/td>\n<td width=\"198\">Zantadin<\/td>\n<td width=\"66\">Ampul<\/td>\n<td width=\"66\">5<\/td>\n<td width=\"165\">Antasida<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">4.<\/td>\n<td width=\"198\">Lanoxin<\/td>\n<td width=\"66\">Ampul<\/td>\n<td width=\"66\">2<\/td>\n<td width=\"165\">Cardiac drugs<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">5.<\/td>\n<td width=\"198\">Neurobion 5000<\/td>\n<td width=\"66\">Ampul<\/td>\n<td width=\"66\">5<\/td>\n<td width=\"165\">Vitamin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">6.<\/td>\n<td width=\"198\">Papaverin<\/td>\n<td width=\"66\">Ampul<\/td>\n<td width=\"66\">12<\/td>\n<td width=\"165\">Anti spasmudics<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">7.<\/td>\n<td width=\"198\">Sotatik<\/td>\n<td width=\"66\">Ampul<\/td>\n<td width=\"66\">8<\/td>\n<td width=\"165\">Anti emetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">8<\/td>\n<td width=\"198\">Cortison Asetat<\/td>\n<td width=\"66\">Flacon<\/td>\n<td width=\"66\">4<\/td>\n<td width=\"165\">Anti inflamasi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">9.<\/td>\n<td width=\"198\">Kanamycin 1 gr<\/td>\n<td width=\"66\">Flacon<\/td>\n<td width=\"66\">10<\/td>\n<td width=\"165\">Antibiotik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">10.<\/td>\n<td width=\"198\">Procain Penicillin<\/td>\n<td width=\"66\">Flacon<\/td>\n<td width=\"66\">2<\/td>\n<td width=\"165\">Antibiotik<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Obat tablet<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"38\"><strong>No<\/strong><\/td>\n<td width=\"198\"><strong>Nama Obat<\/strong><\/td>\n<td width=\"66\"><strong>Satuan<\/strong><\/td>\n<td width=\"66\"><strong>Jumlah<\/strong><\/td>\n<td width=\"165\"><strong>Jenis Obat<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">1.<\/td>\n<td width=\"198\">Aspilet<\/td>\n<td width=\"66\">Tablet<\/td>\n<td width=\"66\">7<\/td>\n<td width=\"165\">Anti coagulans, anti trombotics<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">2.<\/td>\n<td width=\"198\">Inderal<\/td>\n<td width=\"66\">Tablet<\/td>\n<td width=\"66\">5<\/td>\n<td width=\"165\">Beta \u2013Blockers<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">3.<\/td>\n<td width=\"198\">Inopamil<\/td>\n<td width=\"66\">Tablet<\/td>\n<td width=\"66\">5<\/td>\n<td width=\"165\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">4.<\/td>\n<td width=\"198\">Isorbid<\/td>\n<td width=\"66\">Tablet<\/td>\n<td width=\"66\">2<\/td>\n<td width=\"165\">Cardiac drugs<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">5.<\/td>\n<td width=\"198\">Merislon<\/td>\n<td width=\"66\">Tablet<\/td>\n<td width=\"66\">2<\/td>\n<td width=\"165\">Anti vertigo<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">6.<\/td>\n<td width=\"198\">Propanolol<\/td>\n<td width=\"66\">Tablet<\/td>\n<td width=\"66\">3<\/td>\n<td width=\"165\">Beta Blockers<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">7.<\/td>\n<td width=\"198\">Strocain<\/td>\n<td width=\"66\">Tablet<\/td>\n<td width=\"66\">5<\/td>\n<td width=\"165\">Antacid&amp;\u00a0 Antiulcerant<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">8.<\/td>\n<td width=\"198\">Norit<\/td>\n<td width=\"66\">Tablet<\/td>\n<td width=\"66\">15<\/td>\n<td width=\"165\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">9.<\/td>\n<td width=\"198\">Ponstan<\/td>\n<td width=\"66\">Tablet<\/td>\n<td width=\"66\">2<\/td>\n<td width=\"165\">Analgetic&amp; Antipiretic<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>BAB IV &#8211;\u00a0TATA LAKSANA PELAYANAN.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>#TATA LAKSANA PENDAFTARAN PASIEN<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>Petugas Penanggung Jawab<\/p>\n<ol>\n<li>\n<ul>\n<li>Perawat IGD<\/li>\n<li>Petugas Admission<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Perangkat Kerja\n<ul>\n<li>Status Medis<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li>Tata Laksana Pendaftaran Pasien IGD\n<ol>\n<li>Pendaftaran pasien yang datang ke IGD dilakukan oleh pasien \/ keluarga dibagian admission ( SPO \u2013 IGD \u2013 002 )<\/li>\n<li>Bila keluarga tidak ada petugas IGD bekerja sama dengan securiti untuk mencari identitas pasien<\/li>\n<li>Sebagai bukti pasien sudah mendaftar di bagian admission akan memberikan status untuk diisi oleh dokter IGD yang bertugas.<\/li>\n<li>Bila pasien dalam keadaan gawat darurat, maka akan langsung diberikan pertolongan di IGD, sementara keluarga \/ penanggung jawab melakukan pendaftaran di bagian admission<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong># TATA LAKSANA SISTIM KOMUNIKASI IGD<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Petugas Penanggung Jawab<\/strong>\n<ul>\n<li>Petugas Operator<\/li>\n<li>Dokter \/ perawat IGD<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Perangkat Kerja\n<ul>\n<li>Pesawat telpon<\/li>\n<li>Hand phone<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>III.\u00a0 <\/strong><strong>Tata Laksana Sistim Komunikasi IGD<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Antara IGD dengan unit lain dalam RS Sumber Sejahtera adalah dengan nomor extension masing-masing unit ( SPO \u2013 IGD \u2013 026 )<\/li>\n<li>Antara IGD dengan dokter konsulen \/ rumah sakit lain \/ yang terkait dengan pelayanan diluar rumah sakit adalah menggunakan pesawat telephone langsung dari IGD dengan menggunakan kode PIN yang dimiliki oleh dokter jaga atau melalui bagian operator ( SPO &#8211; IGD \u2013 027 )<\/li>\n<li>Antara IGD dengan petugas ambulan yang berada dilapangan menggunakan pesawat telephone dan handphone ( SPO \u2013 IGD \u2013 025 )<\/li>\n<li>Dari luar RS Sumber Sejahtera dapat langsung melalui operator<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>#TATA LAKSANA PELAYANAN TRIASE<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0&#8211;<\/strong><strong>Petugas Penanggung Jawab<\/strong><\/p>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Dokter jaga IGD<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8211;<strong>Perangkat Kerja<\/strong><\/p>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Stetoscope<\/p>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Tensimeter<\/p>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Status medis<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong># Tata Laksana Pelayanan Triase\u00a0 IGD<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Pasien \/ keluarga pasien mendaftar ke bagian admission ( SPO \u2013 IGD \u2013 002 )<\/li>\n<li>Dokter jaga IGD melakukan pemeriksaan pada pasien secara lengkap dan menentukan\u00a0\u00a0 prioritas penanganan.<\/li>\n<li>Prioritas pertama ( I, tertinggi, emergency ) yaitu mengancam jiwa \/ mengancam fungsi vital, pasien ditempatkan diruang resusitasi<\/li>\n<li>Prioritas kedua ( II, medium, urgent ) yaitu potensial mengancam jiwa \/ fungsi vital, bila tidak segera ditangani dalam waktu singkat. Penanganan dan pemindahan bersifat terakhir. Pasien ditempatkan di ruang tindakan bedah \/ non bedah<\/li>\n<li>Prioritas ketiga ( III, rendah, non emergency ) yaitu memerlukan pelayanan biasa, tidak perlu segera. Penanganan dan pemindahan bersifat terakhir. Pasien ditempatkan diruang non bedah<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>D.\u00a0\u00a0 TATA LAKSANA PENGISIAN INFORMED CONSENT<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><strong>\u00a0 \u00a0Petugas Penangung Jawab<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Dokter jaga IGD<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Perangkat Kerja <\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Formulir Persetujuan Tindakan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tata Laksana Informed Consent<\/strong><\/li>\n<li>Dokter IGD yang sedang bertugas menjelaskan tujuan dari pengisian informed consent pada\u00a0 pasien \/ keluarga pasien ( SPO \u2013 IGD \u2013 009 )disaksikan oleh perawat<\/li>\n<li>pasien menyetujui, informed consent diisi dengan lengkap disaksikan oleh perawat.<\/li>\n<li>Setelah diisi dimasukkan dalam status medik pasien.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong># TATA LAKSANA TRANSPORTASI PASIEN <\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>\u00a0<\/strong><strong>Petugas Penanggung Jawab<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Perawat IGD<\/p>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Supir Ambulan<\/p>\n<ul>\n<li><strong> Perangkat Kerja<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Ambulan<\/p>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Alat Tulis<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong># \u00a0Tata Laksana Transportasi Pasien IGD <\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Bagi pasien yang memerlukan penggunaan ambulan RS Sumber Sejahtera sebagai transportasi, maka perawat unit terkait menghubungi IGD ( SPO- IGD \u2013 022 )<\/li>\n<li>Perawat IGD menuliskan data-data \/ penggunaan ambulan (nama pasien ruang rawat inap, waktu penggunaan &amp; tujuan penggunaan<\/li>\n<li>Perawat IGD menghubungi bagian \/ supir ambulan untuk menyiapkan kendaraan<\/li>\n<li>Perawat IGD menyiapkan alat medis sesuai dengan kondisi pasien.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0#\u00a0<\/strong><strong>TATA LAKSANA PELAYANAN FALSE EMERGENCY<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>\u00a0<\/strong><strong>Petugas Penanggung Jawab<\/strong>\n<ul>\n<li>Perawat Admission<\/li>\n<li>Dokter jaga IGD<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong> Perangkat Kerja<\/strong>\n<ul>\n<li>Stetoscope<\/li>\n<li>Tensi meter<\/li>\n<li>Alat Tulis<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong># \u00a0Tata Laksana\u00a0 Pelayanan False Emergency <\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Pasien \/ keluarga pasien mendaftar dibagian admission ( SPO \u2013 IGD \u2013 002 )<\/li>\n<li>Dilakukan triase untuk penempatan pasien diruang non bedah<\/li>\n<li>Pasien dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter jaga IGD<\/li>\n<li>Dokter jaga menjelaskan kondisi pasien pada keluarga \/ penanggung jawab<\/li>\n<li>Bila perlu dirawat \/ observasi pasien dianjurkan kebagian admission.<\/li>\n<li>Bila tidak perlu dirawat pasien diberikan resep dan bisa langsung pulang<\/li>\n<li>Pasien dianjurkan untuk kontrol kembali sesuai dengan saran dokter<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong># TATA LAKSANA PELAYANAN VISUM ET REPERTUM<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Petugas Penanggung Jawab<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li>Petugas Rekam Medis<\/li>\n<li>Dokter jaga IGD<\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li><strong> Perangkat Kerja<\/strong>\n<ul>\n<li>Formulir Visum Et Repertum IGD<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>#.\u00a0\u00a0 Tata Laksana Pelayanan Visum Et Repertum<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Petugas IGD menerima surat permintaan visum et repertum dari pihak kepolisian \u00a0\u00a0\u00a0 ( SPO \u2013 IGD \u2013 030 )<\/li>\n<li>Surat permintaan visum et repertum diserahkan kebagian rekam medik<\/li>\n<li>Petugas rekam medik menyerahkan status medis pasien kepada dokter jaga yang menangani pasien terkait<\/li>\n<li>Setelah visum et repertum diselesaikan oleh rekam medik maka lembar yang asli diberikan pada pihak kepolisian<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>#TATALAKSANA PELAYANAN DEATH ON ARRIVAL ( DOA )<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><strong>Petugas Penanggung Jawab<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Dokter jaga IGD<\/li>\n<li>Petugas Satpam<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Perangkat Kerja<\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li>\n<ul>\n<li>Senter<\/li>\n<li>Stetoscope<\/li>\n<li>EKG<\/li>\n<li>Surat Kematian<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong># Tata Laksana Death On Arrival IGD ( DOA )<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Pasien dilakukan triase dan pemeriksaan oleh dokter jaga IGD ( SPO \u2013 IGD \u2013 029 )<\/li>\n<li>Bila dokter sudah menyatakan meninggal, maka dilakukan perawatan jenazah<\/li>\n<li>Dokter jaga IGD membuat surat keterangan meninggal<\/li>\n<li>Jenazah dipindahkan \/ diserah terimakan di ruangan jenazah dengan bagian\u00a0umum \/\u00a0\u00a0\u00a0 keamanan<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong># LAKSANA SISTIM INFORMASI PELAYANAN PRA RUMAH SAKIT<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0&#8211;\u00a0<\/strong><strong>Petugas Penanggung Jawab<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Perawat IGD<\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li><strong> Perangkat Kerja<\/strong>\n<ul>\n<li>Ambulan<\/li>\n<li>Handphone<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong># Tata Laksana Sistim Informasi Pelayanan Pra Rumah Sakit<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Perawat yang mendampingi pasien memberikan informasi mengenai kondisi pasien yang akan dibawa, kepada perawat IGD RS Sumber Sejahtera.<\/li>\n<li>Isi informasi mencakup :\n<ul>\n<li>Keadaan umum ( kesadaran dan tanda \u2013 tanda vital )<\/li>\n<li>Peralatan yang diperlukan di IGD ( suction, monitor, defibrillator )<\/li>\n<li>Kemungkinan untuk dirawat di unit intensive care ( SPO \u2013 IGD \u2013 024 )<\/li>\n<li>Perawat IGD melaporkan pada dokter jaga IGD &amp; PJ Shift serta menyiapkan hal-hal yang diperlukan sesuai dengan laporan yang diterima dari petugas ambulan.<\/li>\n<li><strong>#TATA LAKSANA SISTIM RUJUKAN<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><strong>Petugas Penanggung Jawab<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Dokter IGD<\/li>\n<li>Perawat IGD<\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li><strong> Perangkat Kerja<\/strong>\n<ul>\n<li>Ambulan<\/li>\n<li>Formulir persetujuan tindakan<\/li>\n<li>Formulir rujukan<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>III.\u00a0\u00a0 Tata Laksana Sistim Rujukan IGD<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong> Alih Rawat <\/strong>\n<ul>\n<li>Perawat IGD menghubungi rumah sakit yang akan dirujuk<\/li>\n<li>Dokter jaga IGD memberikan informasi pada dokter jaga rumah sakit rujukan mengenai keadaan umum pasein ( SPO\u00a0 &#8211; IGD \u2013 020 )<\/li>\n<li>Bila tempat telah tersedia di rumah sakit rujukan, perawat IGD menghubungi RS Sumber Sejahtera \/ ambulan 118 sesuai kondisi pasien<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Pemeriksaan Diagnostik <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li>Pasien \/ keluarga pasien dijelaskan oleh dokter jaga mengenai tujuan pemeriksaan diagnostik, bila setuju maka keluarga pasien harus mengisi informed consent<\/li>\n<li>Perawat IGD menghubungi rumah sakit rujukan<\/li>\n<li>Perawat IGD menghubungi petugas ambulan RS Sumber Sejahtera<\/li>\n<li><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Spesimen<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li>Pasien \/ keluarga pasien dijelaskan mengenai tujuan pemeriksaan specimen<\/li>\n<li>Bila keluarga setuju maka harus mengisi inform consent<\/li>\n<li>Dokter jaga mengisi formulir pemeriksan, dan diserahkan kepetugas laboratorium<\/li>\n<li>Petugas laboratorium melakukan rujukan ke laboratorium yang dituju<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>BAB V &#8211;\u00a0LOGISTIK<\/strong><\/p>\n<p>&#8230;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>BAB VI &#8211;\u00a0KESELAMATAN PASIEN.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0#\u00a0<\/strong><strong>Pengertian<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0Keselamatan Pasien ( Patient Safety )<\/strong><\/p>\n<p>Adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman.<\/p>\n<p>Sistem tersebut meliputi :<\/p>\n<ul>\n<li>Asesmen resiko<\/li>\n<li>Identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien<\/li>\n<li>Pelaporan dan analisis insiden<\/li>\n<li>Kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya<\/li>\n<li>Implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sistem ini mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh :<\/p>\n<ul>\n<li>Kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan<\/li>\n<li>Tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tujuan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Terciptanya budaya keselamatan pasien di rumah sakit<\/li>\n<li>Meningkatnya akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat<\/li>\n<li>Menurunkan Kejadian Tidak Diharapkan ( KTD ) di rumah sakit<\/li>\n<li>Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan Kejadian Tidak Diharapkan ( KTD )<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>STANDAR KESELAMATAN PASIEN<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Hak pasien<\/li>\n<li>Mendidik pasien dan keluarga<\/li>\n<li>Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan<\/li>\n<li>Penggunaan metoda-metoda peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien<\/li>\n<li>Mendidik staf tentang keselamatan pasien<\/li>\n<li>Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien<\/li>\n<li>Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>KEJADIAN TIDAK DIHARAPKAN ( KTD )<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>ADVERSE EVENT :<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Adalah suatu kejadian yang tidak diharapkan, yang mengakibatkan cedera pasien akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil, dan bukan karena penyakit dasarnya atau kondisi pasien. Cedera dapat diakibatkan oleh kesalahan medis atau bukan kesalahan medis karena tidak dapat dicegah<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>KTD yang tidak dapat dicegah <\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Unpreventable Adverse Event :<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Suatu KTD yang terjadi akibat komplikasi yang tidak dapat dicegah dengan pengetahuan mutakhir<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>KEJADIAN NYARIS CEDERA ( KNC )<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Near Miss :<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Adalah suatu kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan ( commission ) atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil (omission ), yang dapat mencederai pasien, tetapi cedera serius tidak terjadi :<\/p>\n<ul>\n<li>Karena \u201c keberuntungan\u201d<\/li>\n<li>Karena \u201c pencegahan \u201d<\/li>\n<li>Karena \u201c peringanan \u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>KESALAHAN MEDIS<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Medical Errors:<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Adalah kesalahan yang terjadi dalam proses asuhan medis yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera pada pasien<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>KEJADIAN SENTINEL<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Sentinel Event :<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Adalah suatu KTD yang mengakibatkan kematian atau cedera yang serius; biasanya dipakai untuk kejadian yang sangat tidak diharapkan atau tidak dapat diterima,\u00a0\u00a0 seperti : operasi pada bagian tubuh yang salah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pemilihan kata\u00a0 \u201csentinel\u201d terkait dengan keseriusan cedera yang terjadi ( seperti, amputasi pada kaki yang salah ) sehingga pencarian fakta terhadap kejadian ini mengungkapkan adanya masalah yang serius pada kebijakan dan prosedur yang berlaku.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><strong>TATA LAKSANA<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li>Memberikan pertolongan pertama sesuai dengan kondisi yang terjadi pada pasien<\/li>\n<li>Melaporkan pada dokter jaga IGD<\/li>\n<li>Memberikan tindakan sesuai dengan instruksi dokter jaga<\/li>\n<li>Mengobservasi keadaan umum pasien<\/li>\n<li>Mendokumentasikan kejadian tersebut pada formulir \u201c Pelaporan Insiden Keselamatan\u201d<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>BAB VII &#8211;\u00a0KESELAMATAN KERJA.<\/strong><\/p>\n<p><strong>A. Pendahuluan <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">HIV \/ AIDS telah menjadi ancaman global. Ancaman penyebaran HIV menjadi lebih tinggi karena pengidap HIV tidak menampakkan gejal. Setiap hari ribuan anak berusia kurang dari 15 tahun dan 14.000 penduduk berusia 15 &#8211; 49 tahun terinfeksi HIV. Dari keseluruhan kasus baru 25% terjadi di Negara &#8211; negara berkembang yang belum mampu menyelenggarakan kegiatan penanggulangan yang memadai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Angka pengidap HIV di Indonesia terus meningkat, dengan peningkatan kasus yang sangat bermakna. Ledakan kasus HIV \/ AIDS terjadi akibat masuknya kasus secara langsung ke masyarakat melalui penduduk migran, sementara potensi penularan dimasyarakat cukup tinggi (misalnya melalui perilaku seks bebas tanpa pelingdung, pelayanan kesehatan yang belum aman karena belum ditetapkannya kewaspadaan umum dengan baik, penggunaan bersama peralatan menembus kulit : tato, tindik, dll).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyakit Hepatitis B dan C, yang keduanya potensial untuk menular melalui tindakan pada pelayanan kesehatan. Sebagai ilustrasi dikemukakan bahwa menurut data PMI angka kesakitan hepatitis B di Indonesia pada pendonor sebesar 2,08% pada tahun 1998 dan angka kesakitan\u00a0 hepatitis C dimasyarakat menurut perkiraan WHO adalah 2,10%. Kedua\u00a0 penyakit ini sering tidak dapat dikenali secara klinis karena tidak memberikan gejala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan munculnya penyebaran penyakit\u00a0 tersebut diatas memperkuat keinginan untuk mengembangkan dan menjalankan prosedur yang bisa melindungi semua pihak dari penyebaran infeksi. Upaya pencegahan penyebaran infeksi dikenal melalui \u201c Kewaspadaan Umum \u201c atau \u201cUniversal Precaution\u201d yaitu dimulai sejak dikenalnya infeksi nosokomial yang terus menjadi ancaman bagi \u201cPetugas Kesehatan\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tenaga kesehatan sebagai ujung tombak yang melayani\u00a0 dan melakukan kontak langsung dengan pasien dalam waktu 24 jam secara terus menerus tentunya mempunyai resiko terpajan infeksi, oleh sebab itu tenaga kesehatan wajib menjaga kesehatan dan keselamatan darinya dari resiko tertular penyakit agar dapat bekerja maksimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>B. Tujuan<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Petugas kesehatan didalam menjalankan tugas dan kewajibannya dapat melindungi diri sendiri, pasien dan masyarakat dari penyebaran infeksi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Petugas kesehatan didalam menjalankan tugas dan kewajibannya mempunyai resiko tinggi terinfeksi penyakit menular dilingkungan tempat kerjanya, untuk menghindarkan paparan tersebut, setiap petugas harus menerapkan prinsip \u201cUniversal Precaution\u201d.<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><strong>Tindakan yang beresiko terpajan<\/strong>\n<ul>\n<li>Cuci tangan yang kurang benar.<\/li>\n<li>Penggunaan sarung tangan yang kurang tepat.<\/li>\n<li>Penutupan kembali jarum suntik secara tidak aman.<\/li>\n<li>Pembuangan peralatan tajam secara tidak aman.<\/li>\n<li>Tehnik dekontaminasi dan sterilisasi peralatan kurang tepat.<\/li>\n<li>Praktek kebersihan ruangan yang belum memadai.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>C. Prinsip Keselamatan Kerja<\/strong><\/p>\n<p>Prinsip utama prosedur Universal Precaution dalam kaitan keselamatan kerja adalah menjaga higiene sanitasi individu, higiene sanitasi ruangan dan sterilisasi peralatan. Ketiga prinsip tesebut dijabarkan menjadi 5 (lima) kegiatan pokok yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li>Cuci tangan guna mencegah infeksi silang<\/li>\n<li>Pemakaian alat pelindung diantaranya pemakaian sarung tangan guna mencegah kontak dengan darah serta cairan infeksi yang lain.<\/li>\n<li>Pengelolaan alat kesehatan bekas pakai<\/li>\n<li>Pengelolaan jarum dan alat tajam untuk mencegah perlukaan<\/li>\n<li>Pengelolaan limbah dan sanitasi ruangan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>BAB VIII &#8211;\u00a0<\/strong><strong>PENGENDALIAN MUTU;<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Idikator mutu yang digunakan di RS Sumber Sejahtera dalam memberikan pelayanan adalah angka keterlambatan penanganan kegawat daruratan dengan varibel jumlah penderita yang dilayani &gt; 5 menit berbanding dengan jumlah penderita gawat darurat hari yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pelaksanaan indikator mutu menggunakan kurva harian dalam format tersendiri dan dievaluasi serta dilaporkan setiap bulan pada panitia mutu dan direktur pelayanan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_5132\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"5132\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PEDOMAN PELAYANAN I G D &#8211;\u00a0 Instalasi Gawat Darurat. BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pelayanan kesehatan adalah upaya yang diselenggarakan oleh suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah <a class=\"more-link\" href=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_5132\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"5132\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[362],"tags":[264,62],"class_list":["post-5132","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-utama","tag-darurat","tag-igd"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":29671,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pedoman Pelayanan IGD - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pedoman Pelayanan IGD - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PEDOMAN PELAYANAN I G D &#8211;\u00a0 Instalasi Gawat Darurat. BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pelayanan kesehatan adalah upaya yang diselenggarakan oleh suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-06-16T15:32:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-16T17:02:40+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"23 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-igd\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-igd\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"Pedoman Pelayanan IGD\",\"datePublished\":\"2016-06-16T15:32:01+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-16T17:02:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-igd\\\/\"},\"wordCount\":4681,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"darurat\",\"IGD\"],\"articleSection\":[\"utama\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-igd\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-igd\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-igd\\\/\",\"name\":\"Pedoman Pelayanan IGD - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2016-06-16T15:32:01+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-16T17:02:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-igd\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-igd\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/pedoman-pelayanan-igd\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pedoman Pelayanan IGD\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pedoman Pelayanan IGD - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pedoman Pelayanan IGD - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"PEDOMAN PELAYANAN I G D &#8211;\u00a0 Instalasi Gawat Darurat. BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pelayanan kesehatan adalah upaya yang diselenggarakan oleh suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah Continue Reading &rarr;","og_url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2016-06-16T15:32:01+00:00","article_modified_time":"2022-06-16T17:02:40+00:00","author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"23 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"Pedoman Pelayanan IGD","datePublished":"2016-06-16T15:32:01+00:00","dateModified":"2022-06-16T17:02:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/"},"wordCount":4681,"commentCount":0,"keywords":["darurat","IGD"],"articleSection":["utama"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/","name":"Pedoman Pelayanan IGD - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"datePublished":"2016-06-16T15:32:01+00:00","dateModified":"2022-06-16T17:02:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/pedoman-pelayanan-igd\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pedoman Pelayanan IGD"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5132"}],"version-history":[{"count":12,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5132\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6652,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5132\/revisions\/6652"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}