{"id":3503,"date":"2014-12-02T05:29:28","date_gmt":"2014-12-01T22:29:28","guid":{"rendered":"http:\/\/akreditasi.web.id\/2012\/?p=3503"},"modified":"2014-12-02T05:49:59","modified_gmt":"2014-12-01T22:49:59","slug":"askep-anak-dengan-encephalitis","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/askep-anak-dengan-encephalitis\/","title":{"rendered":"ASKEP ANAK DENGAN ENCEPHALITIS"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengertian<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ensefalitis adalah infeksi yang mengenai CNS yang disebabkan oleh virus atau mikro organisme lain yang non purulent.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Patogenesis Ensefalitis<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Virus masuk tubuh pasien melalui kulit,saluran nafas dan saluran cerna.setelah masuk ke dalam tubuh,virus akan menyebar ke seluruh tubuh dengan beberapa cara:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Setempat : virus alirannya terbatas menginfeksi selaput lendir permukaan atau organ tertentu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penyebaran hematogen primer : virus masuk ke dalam darah, kemudian menyebar ke organ dan berkembang biak di organ tersebut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penyebaran melalui saraf-saraf : virus berkembang biak di permukaan selaput lendir dan menyebar melalui sistem saraf.<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Masa Prodromal berlangsung 1-4 hari ditandai dengan demam, sakit kepala, pusing, muntah, nyeri tenggorokan, malaise, nyeri ekstremintas dan pucat .<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gejala lain berupa gelisah, iritabel, perubahan perilaku, gamgguan kesadaran, kejang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kadang-kadang disertai tanda Neurologis tokal berupa Afasia, Hemifaresis, Hemiplegia, Ataksia, Paralisis syaraf otak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"><script src=\"\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\" async=\"\"><\/script><!-- 468x60, created 7\/25\/09 --> <ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: inline-block; width: 468px; height: 60px;\" data-ad-client=\"ca-pub-8125416953923865\" data-ad-slot=\"4266209272\"><\/ins><script>\/\/ <![CDATA[\n(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n\/\/ ]]><\/script><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> <strong>Penyebab\u00a0\u00a0 Ensefalitis:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penyebab terbanyak\u00a0\u00a0\u00a0 : adalah virus<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sering\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 :\u00a0 &#8211; Herpes simplex;\u00a0 &#8211; Arbo virus<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jarang\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : &#8211; Entero virus ; &#8211; Mumps ; &#8211; Adeno virus<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Post Infeksi\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : &#8211; Measles ; &#8211; Influenza ; &#8211; Varisella\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Post Vaksinasi\u00a0 : &#8211; Pertusis<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ensefalitis supuratif akut : Bakteri penyebab Esenfalitis adalah : Staphylococcusaureus,\u00a0 Streptokok,\u00a0 E.Coli,\u00a0 Mycobacterium dan T. Pallidum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ensefalitis virus: Virus yang menimbulkan adalah virus R N A (Virus Parotitis) virus morbili, virus rabies, virus rubella, virus denque, virus polio, cockscakie A,B, Herpes Zoster, varisela, Herpes simpleks, variola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gejala-Gejala yang mungkin terjadi pada Ensefalitis :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Panas badan meningkat , photo fobi, sakit kepala , muntah-muntah lethargy , kadang disertai kaku kuduk apabila infeksi mengenai meningen.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Anak tampak gelisah kadang disertai perubahan tingkah laku.\u00a0 Dapat disertai gangguan penglihatan , pendengaran, bicara dan kejang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>PENGKAJIAN \/ ASSEMEN PASIEN<\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Identitas :\u00a0 Ensefalitis dapat terjadi pada semua kelompok umur.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Keluhan utama : Panas badan meningkat, kejang, kesadaran menurun.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Riwayat penyakit sekarang :Mula-mula anak rewel ,gelisah ,muntah-muntah ,panas badan meningkat kurang lebih 1-4 hari , sakit kepala.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Riwayat penyakit dahulu :Klien sebelumnya menderita batuk , pilek kurang lebih 1-4 hari, pernah menderita penyakit Herpes, penyakit infeksi pada hidung,telinga dan tenggorokan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Riwayat Kesehatan Keluarga :Keluarga ada yang menderita penyakit yang disebabkan oleh virus contoh : Herpes dll. Bakteri contoh : Staphylococcus Aureus,Streptococcus , E , Coli, dll.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Imunisasi : Kapan terakhir diberi imunisasi DTP ; Karena ensefalitis dapat terjadi post imunisasi pertusis.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pertumbuhan dan Perkembangan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">POLA-POLA FUNGSI KESEHATAN<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kebiasaan : sumber air yang dipergunakan dari PAM atau sumur ,kebiasaan buang air besar di WC,lingkungan penduduk yang berdesakan (daerah kumuh)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Status Ekonomi : Biasanya menyerang klien dengan status ekonomi rendah.<\/span><\/li>\n<li><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pola Nutrisi dan Metabolisme<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menyepelekan anak yang sakit ,tanpa pengobatan yang semPemenuhan Nutrisi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Biasanya klien dengan gizi kurang asupan makana dan cairan dalam jumlah kurang dari kebutuhan tubuh.,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pada pasien dengan Ensefalitis biasanya ditandai : dengan adanya mual, muntah, kepalah pusing, kelelahan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Status Gizi yang berhubungan dengan keadaan tubuh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Postur tubuh biasanya kurus ,rambut merah karena kekurangan vitamin A, berat badan kurang dari normal.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menurut rumus dari BEHARMAN tahun 1992, umur 1 sampai 6 tahun ; Umur (dalam tahun) x 2 + 8 ;Tinggi badan menurut BEHARMAN umur 4 sampai 2 x tinggi badan lahir.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Perkembangan badan biasanya kurang karena asupan makanan yang bergizi kurang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengetahuan tentang nutrisi biasanya pada orang tua anak yang kurang pengetahuan tentang nutrisi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Yang dikatakan gizi kurang bila berat badan kurang dari 70% berat badan normal.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pola Eliminasi<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kebiasaan Defekasi sehari-hari : Biasanya pada pasien Ensefalitis karena pasien tidak dapat melakukan mobilisasi maka dapat terjadi obstipasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kebiasaan Miksi sehari-hari : Biasanya pada pasien Ensefalitis kebiasaan mictie normal frekuensi normal ;Jika kebutuhan cairan terpenuhi; Jika terjadi gangguan kebutuhan cairan maka produksi irine akan menurun, konsentrasi urine pekat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pola tidur dan istirahat<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Biasanya pola tidur dan istirahat pada pasien Ensefalitis biasanya tidak dapat dievaluasi karena pasien sering mengalami apatis sampai koma.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pola Aktivitas<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Aktivitas sehari-hari : klien biasanya terjadi gangguan karena bx Ensefalitis dengan gizi buruk mengalami kelemahan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kebutuhan gerak dan latihan : bila terjadi kelemahan maka latihan gerak dilakukan latihan positif. Upaya pergerakan sendi : bila terjadi atropi otot pada px gizi buruk maka dilakukan latihan pasif sesuai ROM Kekuatan otot berkurang karena px Ensefalitisdengan gizi buruk .Kesulitan yang dihadapi bila terjadi komplikasi ke jantung ,ginjal ,mudah terkena infeksi ane berat,aktifitas togosit turun ,Hb turun ,punurunan kadar albumin serum, gangguan pertumbuhan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pola Hubungan Dengan Peran : Interaksi dengan keluarga \/ orang lain biasanya pada klien dengan Ensefalitis kurang karena kesadaran klien menurun mulai dari apatis sampai koma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pola Persepsi dan pola diri :\u00a0 Pada klien Ensenfalitis umur &gt; 4 ,pada persepsi dan konsep diri ; Yang meliputi Body Image , seef Esteem , identitas deffusion deper somalisasi belum bisa menunjukkan perubahan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pola sensori dan kuanitif<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">&#8211; Sensori <\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Daya penciuman<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Daya rasa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Daya raba<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Daya penglihatan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Daya pendengaran.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">&#8211; Kognitif <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pola Reproduksi Seksual : Bila anak laki-laki apakah testis sudah turun , fimosis tidak ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pola penanggulangan Stress : <\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pada pasien Ensefalitis karena terjadi gangguan kesadaran :<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Stress fisiologi : biasanya anak hanya dapat mengeluarkan air mata saja ,tidak bisa menangis dengan keras (rewel) karena terjadi afasia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Stress Psikologi tidak di evaluasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0Pola Tata Nilai dan Kepercayaan :\u00a0 Anak umur 3-4 tahun belum bisa dikaji.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>PEMERIKSAAN LABORATORIUM \/ PEMERIKSAAN PENUNJANG<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0Gambaran cairan serebrospinal dapat dipertimbangkan meskipun tidak begitu membantu. Biasanya berwarna jernih ,jumlah sel 50-200 dengan dominasi limfasit. Kadar protein kadang-kadang meningkat, sedangkan glukosa masih dalam batas normal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0Gambaran EEG memperlihatkan proses inflamasi difus (aktifitas lambat bilateral).Bila terdapat tanda klinis flokal yang ditunjang dengan gambaran EEG atau CT scan dapat dilakukan biopal otak di daerah yang bersangkutan. Bila tidak ada tanda klinis flokal, biopsy dapat dilakukan pada daerah lobus temporalis yang biasanya menjadi predileksi virus Herpes Simplex.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG SERING TERJADI :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Resiko tinggi infeksi b\/d daya tahan terhadap infeksi turun.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Resiko tinggi perubahan peR\/usi jaringan b\/d Hepofalemia, anemia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Resiko tinggi terhadap trauma b\/d aktivitas kejang umu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Nyeri b\/d adanya proses infeksi yang ditandai dengan anak menangis, gelisah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gangguan mobilitas b\/d penurunan kekuatan otot yang ditandai dengan ROM terbatas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gangguan asupan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual muntah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gangguan sensorik motorik (penglihatan, pendengaran, gaya bicara) b\/d kerusakan susunan saraf pusat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan sakit kepala mual.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Resiko gangguan integritas kulit b\/d daya pertahanan tubuh terhadap infeksi turun.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Resiko terjadi kontraktur b\/d spastik berulang.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">DIAGNOSA KEPERAWATAN I.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Resiko tinggi infeksi b\/d daya tahan tubuh terhadap infeksi turun<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tujuan: &#8211; tidak terjadi infeksi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kriteria hasil: &#8211; Masa penyembuhan tepat waktu tanpa bukti penyebaran infeksi endogen<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Intervensi<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pertahanan teknik aseptic dan teknik cuci tangan yang tepat baik petugas atau pengunmjung. Pantau dan batasi pengunjung.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\/. menurunkan resiko px terkena infeksi sekunder . mengontrol penyebaran Sumber infeksi, mencegah pemajaran pada individu yang mengalami nfeksi saluran nafas atas.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">suhu secara teratur dan tanda-tanda klinis dari infeksi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\/. Deteksi dini tanda-tanda infeksi merupakan indikasi perkembangan Meningkosamia .<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berikan antibiotika sesuai indikasi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\/. Obat yang dipilih tergantung tipe infeksi dan sensitivitas individu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">DIAGNOSA KEPERAWATAN II<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0Resiko tinggi terhadap trauma b\/d aktivitas kejang umum<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tujuan : Tidak terjadi trauma<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0Kriteria hasil\u00a0\u00a0\u00a0 :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak mengalami kejang \/ penyerta cedera lain<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Intervensi :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berikan pengamanan pada pasien dengan memberi bantalan,penghalang tempat tidur tetapn terpasang dan berikan pengganjal pada mulut, jalan nafas tetap bebas.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\/. Melindungi px jika terjadi kejang , pengganjal mulut agak lidah tidak tergigit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Catatan: memasukkan pengganjal mulut hanya saat mulut relaksasi.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pertahankan tirah baring dalam fase akut.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\/. Menurunkan resiko terjatuh \/ trauma saat terjadi vertigo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikan obat sesuai indikasi seperti delantin, valum dsb.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\/. Merupakan indikasi untuk penanganan dan pencegahan kejang.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Abservasi tanda-tanda vital<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\/. Deteksi diri terjadi kejang agak dapat dilakukan tindakan lanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">DIAGNOSA KEPERAWATAN III<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0Resiko terjadi kontraktur b\/d kejang spastik berulang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0Tujuan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Tidak terjadi kontraktur<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ktiteria hasil\u00a0\u00a0\u00a0 :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak terjadi kekakuan sendi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dapat menggerakkan anggota tubuh<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Intervensi :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1.\u00a0 Berikan penjelasan pada ibu klien tentang penyebab terjadinya spastik , terjadi kekacauan sendi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\/ . Dengan diberi penjelasan diharapkan keluarga mengerti dan mau membantu program perawatan .<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Lakukan latihan pasif mulai ujung ruas jari secara bertahap<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\/\u00a0\u00a0 Melatih melemaskan otot-otot, mencegah kontraktor.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Lakukan perubahan posisi setiap 2 jam<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\/\u00a0\u00a0 Dengan melakukan perubahan posisi diharapkan peR\/usi ke jaringan lancar, meningkatkan daya pertahanan tubuh .<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Observasi gejala kaerdinal setiap 3 jam<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\/\u00a0\u00a0 Dengan melakukan observasi dapat melakukan deteksi dini bila ada kelainan dapat dilakukan inteR\/ensi segera<\/span><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kolaborasi untuk pemberian pengobatan spastik dilantin \/ valium sesuai Indikasi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\/\u00a0\u00a0 Diberi dilantin \/ valium ,bila terjadi kejang spastik ulang<\/span><br \/>\n<script src=\"\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\" async=\"\"><\/script><!-- Responsive ads --> <ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: inline-block; width: 300px; height: 250px;\" data-ad-client=\"ca-pub-8125416953923865\" data-ad-slot=\"1885546577\"><\/ins><script>\/\/ <![CDATA[\n(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n\/\/ ]]><\/script><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_3503\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"3503\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Ensefalitis adalah infeksi yang mengenai CNS yang disebabkan oleh virus atau mikro organisme lain yang non purulent. \u00a0 Patogenesis Ensefalitis Virus masuk tubuh pasien melalui kulit,saluran nafas dan saluran <a class=\"more-link\" href=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/askep-anak-dengan-encephalitis\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_3503\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"3503\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[142],"tags":[21],"class_list":["post-3503","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pelayanan-pasien","tag-askep"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":11190,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>ASKEP ANAK DENGAN ENCEPHALITIS  - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/askep-anak-dengan-encephalitis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"ASKEP ANAK DENGAN ENCEPHALITIS  - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengertian Ensefalitis adalah infeksi yang mengenai CNS yang disebabkan oleh virus atau mikro organisme lain yang non purulent. \u00a0 Patogenesis Ensefalitis Virus masuk tubuh pasien melalui kulit,saluran nafas dan saluran Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/askep-anak-dengan-encephalitis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-12-01T22:29:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2014-12-01T22:49:59+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/askep-anak-dengan-encephalitis\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/askep-anak-dengan-encephalitis\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"ASKEP ANAK DENGAN ENCEPHALITIS\",\"datePublished\":\"2014-12-01T22:29:28+00:00\",\"dateModified\":\"2014-12-01T22:49:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/askep-anak-dengan-encephalitis\\\/\"},\"wordCount\":1326,\"keywords\":[\"askep\"],\"articleSection\":[\"04.PP - Pelayanan Pasien\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/askep-anak-dengan-encephalitis\\\/\",\"url\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/askep-anak-dengan-encephalitis\\\/\",\"name\":\"ASKEP ANAK DENGAN ENCEPHALITIS - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2014-12-01T22:29:28+00:00\",\"dateModified\":\"2014-12-01T22:49:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/askep-anak-dengan-encephalitis\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/askep-anak-dengan-encephalitis\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/askep-anak-dengan-encephalitis\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"ASKEP ANAK DENGAN ENCEPHALITIS\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"ASKEP ANAK DENGAN ENCEPHALITIS  - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/askep-anak-dengan-encephalitis\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"ASKEP ANAK DENGAN ENCEPHALITIS  - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"Pengertian Ensefalitis adalah infeksi yang mengenai CNS yang disebabkan oleh virus atau mikro organisme lain yang non purulent. \u00a0 Patogenesis Ensefalitis Virus masuk tubuh pasien melalui kulit,saluran nafas dan saluran Continue Reading &rarr;","og_url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/askep-anak-dengan-encephalitis\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2014-12-01T22:29:28+00:00","article_modified_time":"2014-12-01T22:49:59+00:00","author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/askep-anak-dengan-encephalitis\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/askep-anak-dengan-encephalitis\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"ASKEP ANAK DENGAN ENCEPHALITIS","datePublished":"2014-12-01T22:29:28+00:00","dateModified":"2014-12-01T22:49:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/askep-anak-dengan-encephalitis\/"},"wordCount":1326,"keywords":["askep"],"articleSection":["04.PP - Pelayanan Pasien"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/askep-anak-dengan-encephalitis\/","url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/askep-anak-dengan-encephalitis\/","name":"ASKEP ANAK DENGAN ENCEPHALITIS - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"datePublished":"2014-12-01T22:29:28+00:00","dateModified":"2014-12-01T22:49:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/askep-anak-dengan-encephalitis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/snars.web.id\/rs\/askep-anak-dengan-encephalitis\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/askep-anak-dengan-encephalitis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"ASKEP ANAK DENGAN ENCEPHALITIS"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3503","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3503"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3503\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3505,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3503\/revisions\/3505"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3503"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3503"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3503"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}