{"id":3180,"date":"2014-03-18T20:35:31","date_gmt":"2014-03-18T13:35:31","guid":{"rendered":"http:\/\/akreditasi.web.id\/2012\/?p=3180"},"modified":"2017-06-12T08:45:49","modified_gmt":"2017-06-12T01:45:49","slug":"panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/","title":{"rendered":"PANDUAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI \u2013  3. Kebijakan &#038; Pedoman\/Panduanokumen Akreditasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\" align=\"center\"><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Panduan Penyusunan Dokumen Akreditasi RS. BAB III - Kebijakan dan Pedoman \/ Panduan. 3.1\u00a0\u00a0 Kebijakan. Kebijakan RS adalah penetapanDirektur\/Pimpinan RS pada tataran strategis atau bersifat garis besar yang mengikat. Karena kebijakan bersifat garis besar maka untuk penerapan kebijakan tersebut perlu disusun pedoman\/panduan dan prosedur sehingga ada kejelasan langkah \u2013 langkah untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Kebijakan ditetapkan dengan peraturan atau keputusan Direktur\/Pimpinan RS. Kebijakan dapat dituangkan dalam pasal-pasal di dalam peraturan\/keputusan tersebut, atau merupakan lampiran dari peraturan\/keputusan. Contoh format dokumen untuk Kebijakan adalah format peraturan\/keputusan Direktur RS\/Pimpinan RS sebagai berikut : (more&hellip;)\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\" align=\"center\"><span style=\"color: #000000;\">Panduan Penyusunan Dokumen Akreditasi RS.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\" align=\"center\"><span style=\"color: #000000;\"><b>BAB III &#8211; Kebijakan dan Pedoman \/ Panduan.<br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>3.1\u00a0\u00a0 Kebijakan.<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kebijakan RS adalah penetapanDirektur\/Pimpinan RS pada tataran strategis atau bersifat garis besar yang mengikat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Karena kebijakan bersifat garis besar maka untuk penerapan kebijakan tersebut perlu disusun pedoman\/panduan dan prosedur sehingga ada kejelasan langkah \u2013 langkah untuk melaksanakan kebijakan tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kebijakan ditetapkan dengan peraturan atau keputusan Direktur\/Pimpinan RS. Kebijakan dapat dituangkan dalam pasal-pasal di dalam peraturan\/keputusan tersebut, atau merupakan lampiran dari peraturan\/keputusan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Contoh format dokumen untuk Kebijakan adalah format peraturan\/keputusan Direktur RS\/Pimpinan RS sebagai berikut :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><script async src=\"\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> <!-- Responsive ads --><\/span><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: inline-block; width: 300px; height: 250px;\" data-ad-client=\"ca-pub-8125416953923865\" data-ad-slot=\"1885546577\"><\/ins><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\"> <script>\n(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong><!--more-->a. Pembukaan<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Judul : Peraturan\/Keputusan Direktur RS tentang Kebijakan pelayanan &#8230;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Nomor : sesuai dengan nomor surat peraturan\/keputusan di RS.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jabatan pembuatperaturan\/keputusan ditulis simetris, diletakkan di tengah margin serta ditulis dengan huruf kapital.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Konsiderans.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Konsiderans <b><i>Menimbang<\/i><\/b>, memuat uraian singkat tentang pokok-pokok pikiran yang menjadi latar belakang dan alasan pembuatan peraturan\/keputusan. Huruf awal kata menimbang ditulis dengan huruf kapital diakhiri dengan tanda baca titik dua &#8220;:&#8221; dan diletakkan di bagian kiri;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Konsiderans <b><i>Mengingat<\/i><\/b>, yang memuat dasar kewenangan dan peraturan perundang-undangan yang memerintahkan pembuatan peraturan\/keputusan tersebut. Peraturan perundang \u2013 undangan yang menjadi dasar hukum adalah peraturan yang tingkatannya sederajat atau lebih tinggi. Konsiderans <b><i>Mengingat<\/i><\/b> diletakkan di bagian kiri tegak lurus dengan kata menimbang.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>b. Diktum<\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Diktum <b><i>Memutuskan<\/i><\/b> ditulis simetris di tengah, seluruhnya dengan huruf kapital, serta diletakkan di tengah margin;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Diktum <b><i>Menetapkan<\/i><\/b> dicantumkan setelah kata <b><i>memutuskan<\/i><\/b> disejajarkan ke bawah dengan kata menimbang dan mengingat, huruf awal kata menetapkan ditulis dengan huruf kapital, dan diakhiri dengan tanda baca titik dua;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Nama peraturan\/keputusan sesuai dengan judul (kepala), seluruhnya ditulis dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca titik<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>c. Batang Tubuh<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1.\u00a0 Batang tubuh memuat semua substansi peraturan\/keputusan yang dirumuskan dalam diktum-diktum, misalnya :<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kesatu \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0:<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kedua \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 :<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2.\u00a0 Dicantumkan saat berlakunya peraturan\/keputusan, perubahan, pembatalan, pencabutan ketentuan, dan peraturan lainnya, dan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3. Materi kebijakan dapat dibuat sebagai lampiran peraturan\/keputusan, dan pada halaman terakhir ditandatangani oleh pejabat yang menetapkan peraturan\/keputusan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>d. Kaki.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kaki peraturan\/keputusan merupakan bagian akhir substansi peraturan\/keputusan yang memuat penanda tangan penetapan peraturan\/keputusan, pengundangan peraturan\/keputusan yang terdiri atas tempat dan tanggal penetapan, nama jabatan, tanda tangan pejabat, dan nama lengkap pejabat yang menandatangani.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>e. Penandatanganan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peraturan \/ Keputusan Direktur \/ Pimpinan RS ditandatangani oleh Direktur\/Pimpinan RS.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>f. Lampiran peraturan\/keputusan :<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Halaman pertama harus dicantumkan judul dan nomer peraturan\/keputusan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Halaman terakhir harus ditandatangani oleh Direktur\/Pimpinan RS .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>3.2\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pedoman \/ Panduan.<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pedoman adalah kumpulan ketentuan dasar yang memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan, dengan demikian merupakan hal pokok yang menjadi dasar untuk menentukan atau melaksanakan kegiatan. Sedangkan panduan adalah merupakan petunjuk dalam melakukan kegiatan. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa pedoman mengatur beberapa hal, sedangkan panduan hanya meliputi 1 (satu) kegiatan. Agar pedoman \/ panduan dapat diimplementasikan dengan baik dan benar, diperlukan pengaturan melalui SPO.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Mengingat sangat bervariasinya bentuk dan isi pedoman \/ panduan maka sulit untuk dibuat standar sistematikanya atau format bakunya. Oleh karena itu RS dapat menyusun\/membuat sistematika buku pedoman\/panduan sesuai kebutuhan. \u00a0Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk dokumen pedoman\/panduan ini yaitu :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Setiap pedoman \/ panduan harus dilengkapi dengan peraturan \/ keputusan Direktur \/ Pimpinan RS untuk pemberlakukan pedoman \/ panduan tersebut. Bila Direktur\/Pimpinan RS diganti,\u00a0 peraturan \/ keputusan Direktur \/ Pimpinan RS untuk pemberlakuan pedoman \/ panduan tidak perlu diganti. Peraturan \/ Keputusan Direktur \/ pimpinan RS diganti bila memang ada perubahan dalam pedoman \/ panduan tersebut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Setiap pedoman\/panduan sebaiknya dilakukan evaluasi minimal setiap 2-3 tahun sekali.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bila Kementerian Kesehatan sudah menerbitkan pedoman \/ panduan untuk suatu kegiatan \/ pelayanan tertentu maka RS dalam membuat pedoman\/panduan wajib mengacu pada pedoman\/panduan yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan tersebut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Walaupun format baku sistematika pedoman \/ panduan tidak ditetapkan, namun ada sistematika yang lazim digunakan sebagai berikut :<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>a. Format Pedoman Pengorganisasian Unit Kerja :<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\"><span style=\"color: #000000;\">BAB I\u00a0\u00a0\u00a0 &#8211;\u00a0 Pendahuluan.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000;\">BAB II\u00a0\u00a0 &#8211; Gambaran Umum RS.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000;\">BAB III\u00a0 &#8211; Visi, Misi, Falsafah, Nilai dan Tujuan RS.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000;\">BAB IV\u00a0 &#8211;\u00a0 Struktur Organisasi RS.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000;\">BAB V\u00a0 &#8211; \u00a0 Struktur Organisasi Unit Kerja.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000;\">BAB VI\u00a0 &#8211; Uraian Jabatan.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000;\">BAB VII\u00a0 &#8211; Tata Hubungan Kerja.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000;\">BAB VIII &#8211;\u00a0 Pola Ketenagaan dan Kualifikasi Personil.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000;\">BAB IX\u00a0\u00a0 &#8211;\u00a0 Kegiatan Orientasi.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000;\">BAB X\u00a0 &#8211; Pertemuan\/rapat.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000;\">BAB XI &#8211; Pelaporan. Meliputi :\u00a0<\/span>Laporan Harian;\u00a0Laporan Bulanan;\u00a0Laporan Tahunan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>b. <\/b><b>Format Pedoman Pelayanan Unit Kerja<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">BAB 1 PENDAHULUAN.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Latar Belakang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tujuan Pedoman.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ruang Lingkup Pelayanan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Batasan Operasional.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Landasan Hukum.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">BAB 2 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0STANDAR KETENAGAAN.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kualifikasi Sumber Daya Manusia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Distribusi Ketenagaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengaturan Jaga.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">BAB 3 STANDAR FASILITAS.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Denah Ruang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Standar Fasilitas.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">BAB 4 \u00a0TATA LAKSANA PELAYANAN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">BAB 5 \u00a0 \u00a0LOGISTIK.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">BAB 6 \u00a0 KESELAMATAN PASIEN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">BAB 7 \u00a0KESELAMATAN KERJA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">BAB 8 PENGENDALIAN MUTU.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">BAB 9 \u00a0 PENUTUP.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>c.\u00a0\u00a0\u00a0 <\/b><b>Format Panduan Pelayanan RS.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">BAB I DEFINISI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">BAB II RUANG LINGKUP.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">BAB III TATA LAKSANA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">BAB IV DOKUMENTASI.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sistematika panduan pelayanan RS tersebut diatas bukanlah baku tergantung dari materi\/isi panduan. Pedoman\/panduan yang harus dibuat adalah pedoman\/panduan minimal yang harus ada di RS yang di persyaratkan sebagai regulasi yang diminta dalam elemen penilaian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bagi rumah sakit yang telah menggunakan <i>e-file<\/i> tetap harus mempunyai <i>hard copy <\/i>pedoman\/panduan yang dikelola oleh Tim Akreditasi Rumah Sakit atau Bagian Sekretariat RS, sedangkan di unit kerja bisa dengan melihat di intranet rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u00a0Lihat Materi di Folder Pe.<\/span><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_3180\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"3180\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Panduan Penyusunan Dokumen Akreditasi RS. BAB III &#8211; Kebijakan dan Pedoman \/ Panduan. &nbsp; 3.1\u00a0\u00a0 Kebijakan. Kebijakan RS adalah penetapanDirektur\/Pimpinan RS pada tataran strategis atau bersifat garis besar yang mengikat. <a class=\"more-link\" href=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_3180\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"3180\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[94],"tags":[134],"class_list":["post-3180","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-akreditasi-2012","tag-dokumen-akreditasi"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":4134,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>PANDUAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI \u2013 3. Kebijakan &amp; Pedoman\/Panduanokumen Akreditasi - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PANDUAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI \u2013 3. Kebijakan &amp; Pedoman\/Panduanokumen Akreditasi - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Panduan Penyusunan Dokumen Akreditasi RS. BAB III &#8211; Kebijakan dan Pedoman \/ Panduan. &nbsp; 3.1\u00a0\u00a0 Kebijakan. Kebijakan RS adalah penetapanDirektur\/Pimpinan RS pada tataran strategis atau bersifat garis besar yang mengikat. Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-03-18T13:35:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-06-12T01:45:49+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"headline\":\"PANDUAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI \u2013 3. Kebijakan &#038; Pedoman\\\/Panduanokumen Akreditasi\",\"datePublished\":\"2014-03-18T13:35:31+00:00\",\"dateModified\":\"2017-06-12T01:45:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\\\/\"},\"wordCount\":859,\"commentCount\":2,\"keywords\":[\"dokumen akreditasi\"],\"articleSection\":[\"Akreditasi 2012\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\\\/\",\"url\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\\\/\",\"name\":\"PANDUAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI \u2013 3. Kebijakan & Pedoman\\\/Panduanokumen Akreditasi - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2014-03-18T13:35:31+00:00\",\"dateModified\":\"2017-06-12T01:45:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PANDUAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI \u2013 3. Kebijakan &#038; Pedoman\\\/Panduanokumen Akreditasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/author\\\/admin-2\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PANDUAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI \u2013 3. Kebijakan & Pedoman\/Panduanokumen Akreditasi - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"PANDUAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI \u2013 3. Kebijakan & Pedoman\/Panduanokumen Akreditasi - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"Panduan Penyusunan Dokumen Akreditasi RS. BAB III &#8211; Kebijakan dan Pedoman \/ Panduan. &nbsp; 3.1\u00a0\u00a0 Kebijakan. Kebijakan RS adalah penetapanDirektur\/Pimpinan RS pada tataran strategis atau bersifat garis besar yang mengikat. Continue Reading &rarr;","og_url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_published_time":"2014-03-18T13:35:31+00:00","article_modified_time":"2017-06-12T01:45:49+00:00","author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"headline":"PANDUAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI \u2013 3. Kebijakan &#038; Pedoman\/Panduanokumen Akreditasi","datePublished":"2014-03-18T13:35:31+00:00","dateModified":"2017-06-12T01:45:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/"},"wordCount":859,"commentCount":2,"keywords":["dokumen akreditasi"],"articleSection":["Akreditasi 2012"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/","url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/","name":"PANDUAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI \u2013 3. Kebijakan & Pedoman\/Panduanokumen Akreditasi - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"datePublished":"2014-03-18T13:35:31+00:00","dateModified":"2017-06-12T01:45:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6"},"breadcrumb":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/panduan-penyusunan-dokumen-akreditasi-3-kebijakan-pedomanpanduanokumen-akreditasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PANDUAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI \u2013 3. Kebijakan &#038; Pedoman\/Panduanokumen Akreditasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#\/schema\/person\/ce28c97f238741fb79cb044fca84a5c6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/39743362541c0f9957f02959d6d2b35af8c323b93d621a9de42faae3d2a5e6d0?s=96&r=g","caption":"admin"},"url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/author\/admin-2\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3180"}],"version-history":[{"count":8,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3180\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5636,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3180\/revisions\/5636"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}