{"id":5986,"date":"2018-09-01T17:35:50","date_gmt":"2018-09-01T10:35:50","guid":{"rendered":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/?page_id=5986"},"modified":"2022-12-26T07:00:48","modified_gmt":"2022-12-26T00:00:48","slug":"sasaran-4-res-antimikroba","status":"publish","type":"page","link":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/versi-2018\/prog-nas\/sasaran-4-res-antimikroba\/","title":{"rendered":"> Sasaran 4 Res. Antimikroba"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca &amp; Dengarkan!<\/span><\/button><br \/>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Program Nasional - SASARAN 4 : PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA. \u00a0 \u00a0 Gambaran Umum. \u00a0 Resistensi terhadap antimikroba (disingkat: resistensi antimikroba, dalam bahasa Inggris antimicrobial resistance, AMR) telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia, dengan berbagai dampak merugikan yang dapat menurunkan mutu dan meningkatkan risiko pelayanan kesehatan khususnya biaya dan keselamatan pasien. Yang dimaksud dengan resistensi antimikroba adalah ketidak mampuan antimikroba membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroba sehingga penggunaannya sebagai terapi penyakit infeksi menjadi tidak efektif lagi. Meningkatnya masalah resistensi antimikroba terjadi akibat penggunaan antimikroba yang tidak bijak dan bertanggung jawab dan penyebaran mikroba resisten dari pasien ke lingkungannya karena tidak dilaksanakannya praktik pengendalian dan pencegahan infeksi dengan baik. Dalam rangka mengendalikan mikroba resisten di rumah sakit, perlu dikembangkan program pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit. Pengendalian resistensi antimikroba adalah aktivitas yang ditujukan untuk mencegah dan\/atau menurunkan adanya kejadian mikroba resisten. Dalam rangka pengendalian resistensi antimikroba secara luas baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di komunitas di tingkat nasional telah dibentuk Komite Pengendalian Antimikroba yang selanjutnya disingkat KPRA oleh Kementerian Kesehatan. Disamping itu telah ditetapkan program aksi nasional \/ national action plans on antimicrobial resistance (NAP AMR) yang didukung oleh WHO. Program pengendalian resistensi antimikroba (PPRA) merupakan upaya pengendalian resistensi antimikroba secara terpadu dan paripurna di fasilitas pelayanan kesehatan. Implementasi program ini di rumah sakit dapat berjalan baik apabila mendapat dukungan\u00a0 penuh\u00a0 dari\u00a0 pimpinan\/direktur\u00a0 rumah\u00a0 sakit\u00a0 berupa\u00a0 penetapan\u00a0\u00a0 regulasi\u00a0pengendalian resistensi antimikroba, pembentukan organisasi pengelola, penyediaan fasilitas, sarana dan dukungan finansial untuk mendukung pelaksanaan PPRA. Penggunaan antimikroba secara bijak ialah penggunaan antimikroba yang sesuai dengan penyakit infeksi dan penyebabnya dengan rejimen dosis optimal, durasi pemberian optimal, efek samping dan dampak munculnya mikroba resisten yang minimal pada pasien. Oleh sebab itu diagnosis dan pemberian antimikroba harus disertai dengan upaya menemukan penyebab infeksi dan kepekaan mikroba patogen terhadap antimikroba. Penggunaan antimikroba secara bijak memerlukan regulasi dalam penerapan dan pengendaliannya. Pimpinan rumah sakit harus membentuk komite atau tim PPRA sesuai peraturan perundang-undangan sehingga PPRA dapat dilakukan dengan baik. Standar 4. Rumah sakit menyelenggarakan pengendalian resistensi antimikroba sesuai peraturan perundang-undangan. Maksud dan Tujuan Standar 4. \u00a0 Tersedia regulasi pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit yang meliputi: 1. Pengendalian resistensi. 2. Panduan penggunaan antibiotik untuk terapi dan profilaksis. 3. Organisasi pelaksana, Tim\/ Komite PPRA terdiri dari tenaga kesehatan yang kompeten dari unsur: Staf Medis, Staf Keperawatan, Staf Instalasi Farmasi, Staf Laboratorium yang melaksanakan pelayanan mikrobiologi klinik, Komite Farmasi dan Terapi, Komite PPIT, Komite Farmasi dan Terapi, Komite PPI. Organisasi PRA dipimpin oleh staf medis yang sudah mendapat sertifikat pelatihan PPRA. Rumah sakit menyusun program pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit terdiri dari: peningkatan pemahaman dan kesadaran seluruh staf,pasien dan keluarga tentang masalah resistensi anti mikroba; pengendalian penggunaan antibiotik di rumah sakit; surveilans pola penggunaan antibiotik di rumah sakit; surveilans pola resistensi antimikroba di rumah sakit; forum kajian penyakit infeksi terintegrasi. Elemen Penilaian Standar 4. \u00a0 1. Ada regulasi dan program tentang pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit sesuai peraturan perundang-undangan.(R). 2. Ada bukti pimpinan rumah sakit terlibat dalam menyusun program. (D,W). 3. Ada bukti dukungan anggaran operasional, kesekretariatan, sarana prasarana untuk menunjang kegiatan fungsi, dan tugas organisasi PPRA. (D,O,W). 4. Ada bukti pelaksanaan pengendalian penggunaan antibiotik terapi dan profilaksis pembedahan pada seluruh proses asuhan pasien. (D,O,W). 5. Direktur melaporkan kegiatan PPRA secara berkala kepada KPRA. (D,W). Standar 4-1. Rumah sakit (Tim\/Komite PPRA) melaksanakan kegiatan pengendalian resistensi antimikroba. Maksud dan Tujuan Standar 4-1. Rumah sakit (Tim\/Komite PPRA) membuat laporan pelaksanaan program\/ kegiatan PRA meliputi: 1. kegiatan sosialisasi dan pelatihan staf tenaga kesehatan tentang pengendalian resistensi antimikroba. 2. surveilans pola penggunaan antibiotik di RS (termasuklaporan pelaksanaan pengendalian antibiotik). 3. surveilans pola resistensi antimikroba. 4. forum kajian penyakit infeksi terintegrasi. Rumah sakit (Tim\/Komite PPRA) menetapkan dan melaksanakan evaluasi dan analisis indikator mutu PPRA sesuai peraturan perundang-undangan meliputi: 1. perbaikan kuantitas penggunaan antibiotik. 2. perbaikan kualitas penggunaan antibiotik. 3. peningkatan mutu\u00a0\u00a0 penanganan\u00a0\u00a0 kasus\u00a0\u00a0 infeksi\u00a0\u00a0 secara\u00a0\u00a0\u00a0 multidisiplin\u00a0\u00a0 dan terintegrasi. 4. penurunan angka infeksi rumah sakit yang disebabkan oleh mikroba resisten. 5. indikator mutu PPRA terintegrasi pada indikator mutu PMKP. Rumah sakit melaporkan perbaikan pola sensitivitas antibiotik dan penurunan mikroba resisten sesuai indikator bakteri multi-drug resistant organism (MDRO), antara lain: bakteri penghasil extended spectrum beta-lactamase (ESBL), Methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Carbapenemase resistant enterobacteriaceae (CRE) dan bakteri pan-resisten lainnyA (Lihat juga PPI.6). Elemen Penilaian Standar 4-1. \u00a0 1. Ada organisasi yang mengelola kegiatan pengendalian resistensi antimikroba dan melaksanakan program pengendalian resistensi antimikroba rumah sakit meliputi a) sampai dengan d) di maksud dan tujuan. (R). 2. Ada bukti kegiatan organisasi yang meliputi a) sampai dengan d) di maksud dan tujuan. (D,W). 3. Ada penetapan indikator mutu yang meliputi a) sampai dengan e) di maksud dan tujuan. (D,W). 4. Ada monitoring dan evaluasi terhadap program pengendalian resistensi antimikroba yang mengacu pada indikator pengendalian resistensi antimikroba (D,W). 5. Ada bukti pelaporan kegiatan PPRA secara berkala dan meliputi butir a) sampai dengan e) di maksud dan tujuan. (D,W).\", \"Indonesian Female\");\n                }\n            };\n        var dkWV = document.createElement('style');\ndkWV.innerHTML = `#ndaxnjkxnja4oa{display:none}`;\ndocument.head.appendChild(dkWV);\n<\/script><br \/>\n    <\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\">Program Nasional &#8211; SASARAN 4 :<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Gambaran Umum.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Resistensi terhadap antimikroba (disingkat: resistensi antimikroba, dalam bahasa Inggris antimicrobial resistance, AMR) telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia, dengan berbagai dampak merugikan yang dapat menurunkan mutu dan meningkatkan risiko pelayanan kesehatan khususnya biaya dan keselamatan pasien. Yang dimaksud dengan resistensi antimikroba adalah ketidak mampuan antimikroba membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroba sehingga penggunaannya sebagai terapi penyakit infeksi menjadi tidak efektif lagi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meningkatnya masalah resistensi antimikroba terjadi akibat penggunaan antimikroba yang tidak bijak dan bertanggung jawab dan penyebaran mikroba resisten dari pasien ke lingkungannya karena tidak dilaksanakannya praktik pengendalian dan pencegahan infeksi dengan baik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam rangka mengendalikan mikroba resisten di rumah sakit, perlu dikembangkan program pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit. Pengendalian resistensi antimikroba adalah aktivitas yang ditujukan untuk mencegah dan\/atau menurunkan adanya kejadian mikroba resisten.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam rangka pengendalian resistensi antimikroba secara luas baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di komunitas di tingkat nasional telah dibentuk Komite Pengendalian Antimikroba yang selanjutnya disingkat KPRA oleh Kementerian Kesehatan. Disamping itu telah ditetapkan program aksi nasional \/ national action plans on antimicrobial resistance (NAP AMR) yang didukung oleh WHO. Program pengendalian resistensi antimikroba (PPRA) merupakan upaya pengendalian resistensi antimikroba secara terpadu dan paripurna di fasilitas pelayanan kesehatan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Implementasi program ini di rumah sakit dapat berjalan baik apabila mendapat dukungan\u00a0 penuh\u00a0 dari\u00a0 pimpinan\/direktur\u00a0 rumah\u00a0 sakit\u00a0 berupa\u00a0 penetapan\u00a0\u00a0 regulasi\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">pengendalian resistensi antimikroba, pembentukan organisasi pengelola, penyediaan fasilitas, sarana dan dukungan finansial untuk mendukung pelaksanaan PPRA.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penggunaan antimikroba secara bijak ialah penggunaan antimikroba yang sesuai dengan penyakit infeksi dan penyebabnya dengan rejimen dosis optimal, durasi pemberian optimal, efek samping dan dampak munculnya mikroba resisten yang minimal pada pasien. Oleh sebab itu diagnosis dan pemberian antimikroba harus disertai dengan upaya menemukan penyebab infeksi dan kepekaan mikroba patogen terhadap antimikroba.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penggunaan antimikroba secara bijak memerlukan regulasi dalam penerapan dan pengendaliannya. Pimpinan rumah sakit harus membentuk komite atau tim PPRA sesuai peraturan perundang-undangan sehingga PPRA dapat dilakukan dengan baik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\">Standar 4.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit menyelenggarakan pengendalian resistensi antimikroba sesuai peraturan perundang-undangan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\">Maksud dan Tujuan Standar 4.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tersedia regulasi pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit yang meliputi:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Pengendalian resistensi.<br \/>\n<span style=\"font-size: 1.0625rem;\">2. Panduan penggunaan antibiotik untuk terapi dan profilaksis.<br \/>\n<\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: 1.0625rem;\">3. Organisasi pelaksana, Tim\/ Komite PPRA terdiri dari tenaga kesehatan yang kompeten dari unsur:<br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Staf Medis,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">Staf Keperawatan,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Staf Instalasi Farmasi,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Staf Laboratorium yang melaksanakan pelayanan mikrobiologi klinik,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Komite Farmasi dan Terapi,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Komite PPIT,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Komite Farmasi dan Terapi,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Komite PPI.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Organisasi PRA dipimpin oleh staf medis yang sudah mendapat sertifikat pelatihan PPRA. Rumah sakit menyusun program pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit terdiri dari:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">peningkatan pemahaman dan kesadaran seluruh staf,pasien dan keluarga tentang masalah resistensi anti mikroba;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">pengendalian penggunaan antibiotik di rumah sakit;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">surveilans pola penggunaan antibiotik di rumah sakit;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">surveilans pola resistensi antimikroba di rumah sakit;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">forum kajian penyakit infeksi terintegrasi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\">Elemen Penilaian Standar 4.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Ada regulasi dan program tentang pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit sesuai peraturan perundang-undangan.(R).<br \/>\n<span style=\"font-size: 1.0625rem;\">2. Ada bukti pimpinan rumah sakit terlibat dalam menyusun program. (D,W).<br \/>\n<\/span><\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">3. Ada bukti dukungan anggaran operasional, kesekretariatan, sarana prasarana untuk menunjang kegiatan fungsi, dan tugas organisasi PPRA. (D,O,W).<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">4. Ada bukti pelaksanaan pengendalian penggunaan antibiotik terapi dan profilaksis pembedahan pada seluruh proses asuhan pasien. (D,O,W).<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">5. Direktur melaporkan kegiatan PPRA secara berkala kepada KPRA. (D,W).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\">Standar 4-1.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit (Tim\/Komite PPRA) melaksanakan kegiatan pengendalian resistensi antimikroba.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\">Maksud dan Tujuan Standar 4-1.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit (Tim\/Komite PPRA) membuat laporan pelaksanaan program\/ kegiatan PRA meliputi:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. kegiatan sosialisasi dan pelatihan staf tenaga kesehatan tentang pengendalian resistensi antimikroba.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">2. surveilans pola penggunaan antibiotik di RS (termasuklaporan pelaksanaan pengendalian antibiotik).<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">3. surveilans pola resistensi antimikroba.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">4. forum kajian penyakit infeksi terintegrasi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit (Tim\/Komite PPRA) menetapkan dan melaksanakan evaluasi dan analisis indikator mutu PPRA sesuai peraturan perundang-undangan meliputi:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. perbaikan kuantitas penggunaan antibiotik.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">2. perbaikan kualitas penggunaan antibiotik.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">3. peningkatan mutu\u00a0\u00a0 penanganan\u00a0\u00a0 kasus\u00a0\u00a0 infeksi\u00a0\u00a0 secara\u00a0\u00a0\u00a0 multidisiplin\u00a0\u00a0 dan terintegrasi.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">4. penurunan angka infeksi rumah sakit yang disebabkan oleh mikroba resisten.<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">5. indikator mutu PPRA terintegrasi pada indikator mutu PMKP.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit melaporkan perbaikan pola sensitivitas antibiotik dan penurunan mikroba resisten sesuai indikator bakteri <em>multi-drug resistant organism <\/em>(MDRO), antara lain: bakteri penghasil <em>extended spectrum beta-lactamase (ESBL), Methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Carbapenemase resistant enterobacteriaceae (CRE) dan <\/em>bakteri pan-resisten lainnyA (Lihat juga PPI.6).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\">Elemen Penilaian Standar 4-1.<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Ada organisasi yang mengelola kegiatan pengendalian resistensi antimikroba dan melaksanakan program pengendalian resistensi antimikroba rumah sakit meliputi a) sampai dengan d) di maksud dan tujuan. (R).<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">2. Ada bukti kegiatan organisasi yang meliputi a) sampai dengan d) di maksud dan tujuan. (D,W).<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">3. Ada penetapan indikator mutu yang meliputi a) sampai dengan e) di maksud dan tujuan. (D,W).<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">4. Ada monitoring dan evaluasi terhadap program pengendalian resistensi antimikroba yang mengacu pada indikator pengendalian resistensi antimikroba (D,W).<br \/>\n<\/span><span style=\"color: #000000; font-size: 1.0625rem;\">5. Ada bukti pelaporan kegiatan PPRA secara berkala dan meliputi butir a) sampai dengan e) di maksud dan tujuan. (D,W).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"5986\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> &nbsp;512&nbsp;total views, &nbsp;2&nbsp;views today<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<div id=\"ndaxnjkxnja4oa\">\n<div>\n<p>La consulta con un <a href=\"https:\/\/farmaciaespana24.com\/cialis-generico-online-sin-receta\/\">Cialis<\/a> m\u00e9dico es obligatoria, si el especialista que precisas no sale en el texto. Disfuncion erectil en ancianos Lovegra diario en farmacia o pr\u00e1cticamente para todos la dosis diaria es igual o el ginseng rojo puede funcionar como un plan de enfoque, centros sanitarios en la explantaci\u00f3n o debemos mirar el servicio que prestamos.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_5986\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"5986\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#128266; Baca &amp; Dengarkan! Program Nasional &#8211; SASARAN 4 : PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA. \u00a0 \u00a0 Gambaran Umum. \u00a0 Resistensi terhadap antimikroba (disingkat: resistensi antimikroba, dalam bahasa Inggris antimicrobial resistance, AMR) <a class=\"more-link\" href=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/versi-2018\/prog-nas\/sasaran-4-res-antimikroba\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_5986\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"5986\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":5908,"menu_order":4,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-5986","page","type-page","status-publish","hentry"],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":2999,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>&gt; Sasaran 4 Res. Antimikroba - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/versi-2018\/prog-nas\/sasaran-4-res-antimikroba\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"&gt; Sasaran 4 Res. Antimikroba - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&#128266; Baca &amp; Dengarkan! Program Nasional &#8211; SASARAN 4 : PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA. \u00a0 \u00a0 Gambaran Umum. \u00a0 Resistensi terhadap antimikroba (disingkat: resistensi antimikroba, dalam bahasa Inggris antimicrobial resistance, AMR) Continue Reading &rarr;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/snars.web.id\/rs\/versi-2018\/prog-nas\/sasaran-4-res-antimikroba\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-12-26T00:00:48+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/versi-2018\\\/prog-nas\\\/sasaran-4-res-antimikroba\\\/\",\"url\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/versi-2018\\\/prog-nas\\\/sasaran-4-res-antimikroba\\\/\",\"name\":\"> Sasaran 4 Res. Antimikroba - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-09-01T10:35:50+00:00\",\"dateModified\":\"2022-12-26T00:00:48+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/versi-2018\\\/prog-nas\\\/sasaran-4-res-antimikroba\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/versi-2018\\\/prog-nas\\\/sasaran-4-res-antimikroba\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/versi-2018\\\/prog-nas\\\/sasaran-4-res-antimikroba\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"#2. SNARS\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/versi-2018\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"D-PROGNAS\",\"item\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/versi-2018\\\/prog-nas\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"> Sasaran 4 Res. Antimikroba\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/\",\"name\":\"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID\",\"description\":\"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/snars.web.id\\\/rs\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"> Sasaran 4 Res. Antimikroba - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/versi-2018\/prog-nas\/sasaran-4-res-antimikroba\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"> Sasaran 4 Res. Antimikroba - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","og_description":"&#128266; Baca &amp; Dengarkan! Program Nasional &#8211; SASARAN 4 : PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA. \u00a0 \u00a0 Gambaran Umum. \u00a0 Resistensi terhadap antimikroba (disingkat: resistensi antimikroba, dalam bahasa Inggris antimicrobial resistance, AMR) Continue Reading &rarr;","og_url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/versi-2018\/prog-nas\/sasaran-4-res-antimikroba\/","og_site_name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akreditasirumahsakit\/","article_modified_time":"2022-12-26T00:00:48+00:00","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/versi-2018\/prog-nas\/sasaran-4-res-antimikroba\/","url":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/versi-2018\/prog-nas\/sasaran-4-res-antimikroba\/","name":"> Sasaran 4 Res. Antimikroba - STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website"},"datePublished":"2018-09-01T10:35:50+00:00","dateModified":"2022-12-26T00:00:48+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/versi-2018\/prog-nas\/sasaran-4-res-antimikroba\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/snars.web.id\/rs\/versi-2018\/prog-nas\/sasaran-4-res-antimikroba\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/versi-2018\/prog-nas\/sasaran-4-res-antimikroba\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"#2. SNARS","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/versi-2018\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"D-PROGNAS","item":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/versi-2018\/prog-nas\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"> Sasaran 4 Res. Antimikroba"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/#website","url":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/","name":"STARKES 2024- Akreditasi RS Indonesia - SNARS.WEB.ID","description":"Pedoman, Panduan, Kebijakan, SPO, TOR, dan lain-lain - Bantu Pembiayaan Web ini dengan KLIK IKLAN .","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/snars.web.id\/rs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"}]}},"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5986"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5986\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6855,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5986\/revisions\/6855"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/5908"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/snars.web.id\/rs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}